Category: Detik.com Tekno

  • Football Manager 26 Segera Rilis, Pakai Game Engine Baru

    Football Manager 26 Segera Rilis, Pakai Game Engine Baru

    Jakarta

    Setelah menunda dan kemudian membatalkan Football Manager 2025 karena sejumlah masalah di dalamnya, kini SEGA dan Sport Interactive punya kabar menggembirakan untuk para penggemarnya. Mereka mengumumkan bahwa Football Manager 2026 akan segera hadir pada musim gugur 2025.

    Cuma memang rincian tentang game ini masih sangat sedikit. Kendati begitu SEGA menyatakan bahwa kualitas dari game sepakbola ini akan meningkat signifikan.

    “Membawa pemain dalam perjalanan untuk menentukan takdir sepak bola mereka dengan pengalaman Football Manager kami yang paling imersif dan kaya visual. Potensi penceritaan didefinisikan ulang dengan membawa pemain lebih dekat ke inti permainan yang indah ini,” menurut SEGA,

    Diketahui kalau game ini menggunakan game engine baru, yang rencananya diperkenalkan di Football Manager 2025 sebelum akhirnya dibatalkan. Hal ini mencakup perombakan visual game dengan tujuan membuat pertandingan terlihat lebih baik dari sebelumnya.

    “Membawa pemain dalam perjalanan untuk menentukan takdir sepak bola mereka dengan pengalaman Football Manager kami yang paling imersif dan kaya visual. Potensi penceritaan didefinisikan ulang dengan membawa pemain lebih dekat ke inti permainan yang indah ini,” menurut SEGA, dikutip detikINET dari Eurogamer, Kamis (28/8/2025).

    Jadi sekarang SEGA mengandalkan kecanggihan dari game engine Unity supaya lebih bagus. Lalu informasi baru lainnya adalah bahwa Football Manager 2026 mendapatkan lisensi resmi Liga Inggris.

    Dengan begitu, gamer bisa bermain dengan klub-klub sungguhan di liga tersebut, yang mana sebelumnya hanya dapat dilakukan modifikasi. Namun belum diketahui apakah ini juga akan mencakup stadion dari masing-masing klub.

    Sebagai tambahan informasi, pada Februari 2025, Sega dan Sports Interactive mengumumkan Football Manager 2025 batal dirilis. Alasannya karena game ini dinilai belum sepenuhnya sempurna. Dikatakannya masih ada beberapa hal yang harus disesuaikan, seperti komponen visual di dalam game yang memungkinkan pemain berinteraksi dengan mekanisme, pengaturan, atau fitur.

    Setelah melakukan pengujian dan evaluasi, akhirnya mereka memutuskan bahwa Football Manager 25 tidak bisa diluncurkan. Menurut mereka, kualitasnya masih jauh dari standar yang diharapkan.

    “Kami bisa saja terus maju, merilis FM25 dalam kondisi saat ini, dan memperbaikinya di kemudian hari – tetapi itu bukanlah hal yang benar untuk dilakukan. Kami juga tidak mau merilis lebih dari bulan Maret karena sudah terlalu terlambat bagi para pemain untuk membeli game lain di akhir tahun,” kata Sports Interactive (7/2).

    (hps/fyk)

  • Telkom Himpun Ratusan Perusahaan Telko di Bali, AI Jadi Perhatian

    Telkom Himpun Ratusan Perusahaan Telko di Bali, AI Jadi Perhatian

    Nusa Dua

    Telkom melalui anak perusahaannya, Telin, menggelar Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2025. Ratusan perusahaan dunia hadir, kecerdasan buatan menjadi perhatian.

    Ini adalah satu dekade BATIC digelar. Edisi ke-10 kali ini berlangsung pada 26-29 Agustus 2025 di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua, Bali dengan tema ‘Igniting Tomorrow’s Digital Evolution’. Menurut CEO Telin, Budi Satria Dharma Putra, BATIC 2025 menjadi event telekomunikasi yang semakin diakui dunia.

    “Kalau tahun lalu BATIC itu dihadiri sekitar 1.300 orang, tahun ini sampai siang tadi ada sekitar 1.780 orang yang teregistrasi hadir. Hampir 600 perusahaan secara global hadir. 126 dari Indonesia, sisanya dari global,” kata Budi dalam press conference BATIC 2025, Selasa (26/8/2025).

    Perusahaan yang hadir dari 40 negara mencakup telco provider, infrastruktur, hyperscale sampai solution provider. Budi mengatakan yang menjadi pembeda dengan edisi sebelumnya, kali ini artificial intelligence (AI) menjadi perhatian.

    “Bagaimana kita mengantisipasi perkembangan riset teknologi seperti AI. Bagaimana kita mengadopsi AI dan trennya seperti apa,” kata Budi.

    Konferensi BATIC 2025 akan membicarakan apa infrastruktur yang harus disiapkan untuk mengadopsi teknologi AI untuk nantinya bisa memberikan layanan telekomunikasi lebih baik lagi kepada konsumen.

    BATIC 2025 akan mempertemukan para pemimpin industri, penentu kebijakan, penyedia layanan cloud, startup, dan investor untuk menyediakan kesempatan menyelami diskusi mendalam mengenai infrastruktur digital, kemitraan lintas negara, pertumbuhan bisnis, serta teknologi baru yang membentuk masa depan.

    Masih terkait dengan BATIC 2025, ada ITW Global Leaders Forum (GLF) mewadahi diskusi pemimpin senior dari operator internasional terbesar di dunia mengenai interoperabilitas, kemitraan global, dan tren teknologi masa depan.

    “Bagaimana kita membangun leader untuk industri telekomunikasi di masa depan. Tidak hanya untuk Indonesia tapi juga dunia. Diikuti 30 orang dan perusahaan global juga mengirimkan wakilnya,” jelas Budi.

    Dalam kesempatan ini hadir juga Presdir Telkom Group, Dian Siswarini dan Direktur Wholesale & International Service Honesti Basyir. Dian mengatakan BATIC sudah menjadi agenda industri telko global, itu sebabnya harus mengangkat isu yang relevan dan menjawab kebutuhan pasar.

    “Saat ini industri telko dan digital sedang transformasi besar-besaran dan dikatalis oleh perkembangan AI. Teknologi AI dan Cloud mendorong kebutuhan baru terhadap infrastruktur digital,” ujarnya.

    (fay/rns)

  • Pemerintah Siapkan Aturan AI Agar Anak Tak Terpapar Konten Negatif

    Pemerintah Siapkan Aturan AI Agar Anak Tak Terpapar Konten Negatif

    Jakarta

    Pemerintah tengah mematangkan regulasi kecerdasan buatan (AI) yang tidak hanya menyasar sektor industri, tetapi juga menaruh perhatian besar pada perlindungan anak di ruang digital.

    Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan, anak-anak harus mendapat ruang aman dari paparan konten berisiko di internet.

    “Kami sadar anak-anak semakin terhubung dengan teknologi. Karena itu, perlindungan anak menjadi prioritas dalam regulasi AI yang sedang kami siapkan. Salah satunya dengan menyediakan alternatif kegiatan positif, supaya mereka tidak terjebak pada konten negatif di media sosial,” ujar Meutya saat ditemui di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Selasa (26/8/2025).

    Regulasi AI yang kini masih dalam tahap uji publik dituangkan dalam Buku Putih AI, yang disusun bersama lebih dari 40 kementerian dan lembaga. Awalnya, uji publik dijadwalkan berakhir pada pertengahan Agustus, namun diperpanjang hingga 29 Agustus lantaran banyaknya aspirasi masyarakat.

    Meutya menjelaskan, aturan turunan dari buku putih ini akan dibuat bertahap. Fokus pertama adalah pada etika, keamanan (safety), literasi, dan pendidikan, yang erat kaitannya dengan perlindungan anak dan masyarakat luas.

    “Untuk aturan yang langsung menyasar sektor industri akan menyusul di tahap berikutnya,” tambahnya.

    Ia juga menekankan bahwa regulasi ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah pusat. Kolaborasi dengan kementerian lain-seperti Kementerian PPPA, Kemendagri, Kemenag, hingga Kemendikbud-didorong agar kebijakan bisa berjalan hingga ke tingkat daerah.

    Meski begitu, Meutya mengakui implementasi aturan masih membutuhkan waktu. Saat ini pemerintah masih berada dalam tahap sosialisasi dan memberi kesempatan kepada platform digital untuk menyiapkan teknologi, terutama sistem deteksi usia pengguna.

    “Saat ini sanksinya masih berupa teguran atau pemanggilan. Tapi ketika waktunya sudah tepat dan semua pihak siap, tentu akan ada penegakan yang lebih tegas,” tegasnya.

    Dengan langkah ini, pemerintah berharap regulasi AI tidak hanya mengawal inovasi teknologi, tetapi juga memastikan anak-anak Indonesia dapat tumbuh di ruang digital yang sehat, aman, dan mendukung perkembangan mereka.

    (agt/fyk)

  • Apple Kepincut Google Gemini untuk Otak Baru Siri

    Apple Kepincut Google Gemini untuk Otak Baru Siri

    Jakarta

    Apple disebut tengah bernegosiasi dengan Google untuk menggunakan Gemini AI di asisten digital Siri.

    Dilansir Bloomberg, Selasa (26/8/2025), negosiasi ini masih dalam tahap awal. Menurut sumber yang mengetahui masalah ini, Apple mendekati Alphabet untuk mengembangkan model AI custom yang akan menjadi otak Siri versi baru untuk tahun 2026 mendatang.

    Namun Apple masih punya beberapa minggu untuk memutuskan apakah mereka menggunakan model AI buatannya sendiri atau menggunakan model AI buatan pihak ketiga, dan mitra untuk membuat model AI ini pun belum ditentukan oleh Apple.

    Baik Google maupun Apple belum mengeluarkan pernyataannya terkait laporan ini.

    Apple diketahui tertinggal cukup jauh dibanding rivalnya dalam hal AI, misalnya Google dan Samsung yang sudah membenamkan fitur AI generatif di produk-produk buatannya. Model AI dari Google ataupun Samsung ini sudah terintegrasi dengan asisten digital yang ada.

    Tampaknya, setelah bertahun-tahun mengembangkan model AI sendiri dan terus tertunda, Apple mulai melirik model AI buatan pihak ketiga. Model Ai ini bertugas untuk mengubah cara kerja Siri, yaitu bisa menjalankan perintah dari pengguna, memahami konteks personal, dan menghadirkan fitur kontrol perangkat berbasis perintah suara.

    Pembaruan Siri ini awalnya dijadwalkan akan dihadirkan pada awal 2025, namun kemudian ditunda setahun kehadirannya. Pembaruan Siri ini terbilang penting karena asisten digital Apple tersebut, bahkan sebelum era AI, kemampuannya sudah cukup tertinggal dibanding rivalnya seperti Alexa dan Google Assistant, terutama dalam mengolah perintah yang rumit, termasuk integrasi ke aplikasi pihak ketiga.

    Sejak awal 2025, Apple disebut sudah mendekati banyak perusahaan pembuat model Ai seperti Anthropic dan OpenAI, dan mempertimbangkan untuk memakai Claude atau ChatGPT sebagai otaknya Siri.

    (asj/asj)

  • Regulasi AI Disiapkan, Menkomdigi Fokus Etika, Keamanan, dan Literasi

    Regulasi AI Disiapkan, Menkomdigi Fokus Etika, Keamanan, dan Literasi

    Jakarta

    Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan penyusunan regulasi kecerdasan buatan (AI) di Indonesia akan mengedepankan aspek etika, keamanan, literasi, dan pendidikan.

    Hal itu disampaikan Meutya saat ditemui usai kegiatan di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, Selasa (26/8/2025). Sebagai informasi, saat ini pedoman penggunaan AI di Indonesia masih berlandaskan surat edaran.

    Menurut Meutya, pemerintah telah meluncurkan Buku Putih AI sebagai pijakan awal dalam merumuskan kebijakan nasional. Dokumen ini sebelumnya telah melalui proses uji publik hingga pertengahan Agustus, namun kemudian diperpanjang hingga 29 Agustus karena banyaknya masukan dari masyarakat maupun kementerian/lembaga (KL).

    “Awalnya uji publik kami rencanakan selesai di tanggal 20-an, tapi karena aspirasi masyarakat cukup tinggi dan ada permintaan perpanjangan, akhirnya kami buka hingga 29 Agustus. Jadi masih ada beberapa hari lagi bagi publik yang ingin memberikan masukan,” jelas Meutya.

    Ia menambahkan, buku putih tersebut disusun bersama dengan lebih dari 40 kementerian dan lembaga, sehingga diharapkan dapat menjadi pedoman lintas sektor dalam mengantisipasi perkembangan teknologi AI.

    Lebih lanjut, Meutya menekankan bahwa aturan turunan dari buku putih ini akan dibuat bertahap.

    “Yang pertama akan kami dorong adalah terkait etika dan safety (keamanan), serta literasi dan pendidikan. Untuk sektor industri akan menyusul,” ujarnya.

    Menkomdigi juga menyinggung pentingnya perlindungan anak di ruang digital. Menurutnya, pemerintah bersama sejumlah kementerian lain, seperti Kementerian PPPA, Kemendagri, Kemenag, dan Kemendikbud, sedang mempersiapkan langkah-langkah sosialisasi hingga ke tingkat daerah.

    “Di tahap awal ini sanksi masih berupa teguran atau pemanggilan. Namun ketika waktunya sudah cukup, dan stakeholder juga siap, barulah kami terapkan sanksi yang lebih tegas,” tutur Meutya.

    Menkomdigi menyebutkan bahwa regulasi AI di Indonesia diharapkan tidak hanya mengatur sisi teknis, tetapi juga memperkuat perlindungan masyarakat, terutama generasi muda, dari dampak negatif perkembangan teknologi.

    (agt/agt)

  • Horor Kepala Ular Kobra Terpenggal Masih Bisa Gigit Manusia

    Horor Kepala Ular Kobra Terpenggal Masih Bisa Gigit Manusia

    Jakarta

    Spesies ular mematikan seperti kobra dan ular krait di India ternyata masih dapat menggigit dan menyuntikkan bisa bahkan setelah hewan tersebut mati. Kok bisa?

    Sebelumnya, kemampuan menyuntikkan bisa setelah mati dianggap terbatas pada sekelompok spesies ular, termasuk ular derik Amerika, ular kepala tembaga, kobra penyembur Asia dan sub-Sahara, serta ular hitam perut merah Australia.

    Namun studi baru di negara bagian Assam di India dalam jurnal Frontiers in Tropical Disease, mengonfirmasi kobra penyembur India dan ular krait juga dapat menyuntikkan bisa beberapa jam setelah kematiannya.

    Tim peneliti, dipimpin Susmita Thakur dari Namrup College, mendokumentasikan tiga insiden, dua melibatkan ular kobra jenis Naja kaouthia dan satu melibatkan ular krait hitam (Bungarus lividus).

    Dalam kasus pertama, pria berusia 45 tahun menemukan ular menyerang ayam di rumahnya dan membunuhnya dengan memenggal kepalanya. Namun, ketika membuang mayatnya, ia digigit kepala ular itu di ibu jari kanannya. Gigitan itu diikuti rasa sakit hebat yang menjalar hingga ke bahunya.

    Dalam perjalanan ke rumah sakit, pria berusia 45 tahun itu mengalami muntah berulang kali dan rasa sakit tak tertahankan sementara tempat gigitan mulai menghitam. Dokter memberikan antibisa intravena bersama parasetamol untuk meredakan nyeri.

    “Rasa sakit berkurang secara signifikan setelah perawatan ini,” catat para peneliti. Dikutip detikINET dari Independent, pasien dipulangkan setelah 20 hari.

    Kasus kedua, seorang pria di sawah tanpa sadar menabrak seekor kobra dengan traktor. Saat turun dari traktor, ular itu yang diduga sudah mati, menggigit kakinya. “Pasien mengeluh nyeri hebat, pembengkakan progresif, dan perubahan warna nyata di lokasi gigitan,” tulis ilmuwan. Ia juga muntah.

    “Meskipun tergencet dan diduga mati beberapa jam, ular itu mampu memberikan gigitan berbisa, yang membutuhkan perawatan antibisa dan perawatan luka yang lebih lama,” tulis mereka.

    Dalam insiden ketiga, seekor ular hitam memasuki sebuah rumah, lalu dibunuh dan jasadnya dibuang di halaman belakang. Seorang tetangga yang datang untuk melihat menangkap ular itu di bagian kepala dan digigit di jari kelingking tangan kanannya. Dalam beberapa jam, tetangga tersebut mulai mengalami kesulitan menelan dan kelopak mata menurun.

    Dokter mengidentifikasi ular itu sebagai ular krait hitam (Bungarus lividus) yang telah mati 3 jam. Meski diberikan 20 vial antibisa, pasien tetap tidak responsif, dan memburuk. “Ia secara bertahap menjadi lumpuh dan tidak responsif terhadap perintah verbal,” tulis para peneliti.

    Kondisi pasien membaik setelah 43 jam diberikan bantuan pernapasan, dan ia dipulangkan dari rumah sakit dalam kesehatan yang baik setelah enam hari.

    Berdasarkan kasus-kasus ini, para peneliti memperingatkan bahwa bahkan setelah mengalami cedera yang fatal, beberapa ular masih dapat menggigit dan menyuntikkan racun, berpotensi menyebabkan komplikasi yang parah.

    Para peneliti menemukan bahwa sistem bisa ular tertentu memungkinkan mereka mengeluarkan bisa bahkan setelah mati karena struktur yang unik. Kelenjar bisa, terhubung ke taring berongga, masih dapat melepaskan bisa jika tidak sengaja ditekan saat memegang kepala yang terpenggal. Itu bisa menyebabkan gejala parah yang serupa dengan gigitan ular hidup.

    Halaman 2 dari 2

    Simak Video “Video: Momen Warga di Gorontalo Panik Ada Ular Kobra 2 Meter Masuk Rumah”
    [Gambas:Video 20detik]
    (fyk/rns)

  • Canggih! Google Pixel 10 Bisa Dipakai Telepon WhatsApp Tanpa Sinyal

    Canggih! Google Pixel 10 Bisa Dipakai Telepon WhatsApp Tanpa Sinyal

    Jakarta

    Pixel 10 series sudah diperkenalkan pekan lalu tapi Google belum selesai mengumumkan fiturnya. Hanya beberapa hari setelah memperkenalkan Pixel 10 series, Google mengungkap lini ponsel ini mendukung panggilan telepon dan video via WhatsApp tanpa sinyal atau internet

    Fitur baru ini diumumkan oleh akun Made by Google lewat postingan di Twitter/X. Google mengatakan fitur ini akan tersedia mulai 28 Agustus, bertepatan dengan jadwal penjualan perdana Pixel 10 series.

    Lantas, kalau tidak ada internet atau Wi-Fi bagaimana pengguna Pixel 10 series bisa menghubungi orang lain via WhatsApp? Pengguna Pixel 10 series bisa melakukan panggilan WhatsApp tanpa sinyal berkat dukungan konektivitas satelit.

    Saat pengguna melakukan panggilan WhatsApp lewat jaringan satelit, akan ada ikon satelit kecil yang muncul di bilah status bagian atas. Saat sudah terhubung dengan jaringan satelit, pengguna bisa menerima atau melakukan panggilan suara atau video WhatsApp seperti biasa.

    Ini pertama kalinya panggilan WhatsApp bisa dilakukan lewat jaringan satelit, dan Google mengatakan Pixel 10 series akan menjadi ponsel pertama di dunia yang mendukung fitur ini, seperti dikutip dari Gizmochina, Selasa (26/8/2025).

    Kompetitor Google Pixel seperti iPhone juga mendukung konektivitas via satelit, tapi hanya untuk mengirimkan pesan ke keluarga dan teman atau mengirimkan Emergency SOS ke layanan gawat darurat.

    Fitur panggilan WhatsApp via satelit akan sangat bermanfaat jika pengguna tersesat di area tanpa sinyal dan butuh bantuan. Apalagi Pixel 10 series juga sudah mendukung layanan Satellite SOS untuk keadaan darurat.

    Namun, fitur ini memiliki sejumlah syarat dan ketentuan. Fitur ini hanya dapat digunakan dengan operator yang mendukung konektivitas satelit, dan Google memperingatkan pengguna akan dikenakan biaya tambahan tergantung provider yang digunakan.

    Selain itu ada juga persyaratan umum untuk panggilan satelit seperti melakukan panggilan di area luar ruangan dengan langit yang cerah, sambil mengarahkan ponsel ke arah langit. Google memperingatkan layanan ini kemungkinan lebih lambat dibandingkan panggilan via seluler atau internet.

    (vmp/vmp)

  • 10 Eksperimen Ilmuwan yang di Luar Nalar, Bikin Merinding

    10 Eksperimen Ilmuwan yang di Luar Nalar, Bikin Merinding

    Paracelsus adalah ilmuwan Swiss-Jerman abad 16 yang membuat kemajuan kedokteran, biologi, dan kimia. Dia dianggap pendiri toksikologi karena tepat menyimpulkan dosis kecil zat beracun dapat digunakan secara bermanfaat. Dia juga suka mencoba-coba alkimia dan okultisme sesekali. Di 1537, empat tahun sebelum kematiannya, Paracelsus menulis De Rerum Naturae di mana dia menyajikan beberapa teori alkimia gila. Paling menarik adalah resepnya untuk membuat homunculus, manusia kecil yang diciptakan melalui alkimia. Pertama, ambil sperma dan  biarkan membusuk di kotoran kuda sekitar 40 hari. Pada titik ini, sperma akan hidup dan mulai menyerupai manusia kecil transparan tanpa tubuh. Kemudian beri darah manusia setiap hari. Lakukan ini selama 40 minggu, dan bum, homunculus menurutnya akan muncul. Foto: Wikimedia

  • Bos Microsoft Cemas Banyak Orang Halu Karena AI, Ini Bahayanya

    Bos Microsoft Cemas Banyak Orang Halu Karena AI, Ini Bahayanya

    Jakarta

    Bos kecerdasan buatan (AI) Microsoft, Mustafa Suleyman, memperingatkan bahwa semakin banyak laporan tentang orang-orang yang menderita psikosis AI. Itu adalah istilah bagi orang yang sering minta pendapat pada AI dan percaya begitu saja hingga berdampak ke psikologi.

    Mustafa menulis bahwa AI yang tampak sadar atau memberikan kesan memiliki perasaan seperti manusia, membuatnya khawatir. Ia menilai AI sudah memiliki dampak sosial besar meskipun teknologi tersebut tidak memiliki kesadaran dalam definisi manusia.

    “Saat ini tidak ada bukti kesadaran AI. Namun, jika orang menganggapnya sebagai kesadaran, mereka akan mempercayai persepsi tersebut sebagai kenyataan,” tulisnya yang dikutip detikINET dari BBC.

    Maka muncullah kondisi baru yang disebut ‘psikosis AI’, yaitu istilah non klinis untuk insiden di mana orang semakin bergantung pada chatbot AI seperti ChatGPT, Claude, dan Grok, lalu menjadi yakin bahwa sesuatu yang imajiner itu menjadi kenyataan.

    Contohnya termasuk menjalin hubungan romantis dengan AI atau sampai pada kesimpulan bahwa mereka memiliki kekuatan super seperti dewa karena AI mengatakan demikian pada mereka.

    Contohnya pria bernama Hugh dari Skotlandia yakin akan kaya setelah menggunakan ChatGPT untuk membantu mempersiapkan diri menghadapi PHK. Seiring waktu, AI memberi tahu ia bisa mendapat bayaran besar, bahkan mengatakan pengalamannya begitu dramatis sehingga sebuah buku dan film tentangnya akan menghasilkan lebih dari 5 juta poundsterling.

    Pada dasarnya, AI memvalidasi apa pun yang ia katakan. “Semakin banyak informasi saya berikan, semakin AI tersebut akan berkata ‘oh, ini buruk, seharusnya Anda mendapat lebih dari ini. AI tidak pernah membantah apa pun yang saya katakan,” cetusnya.

    Hugh tidak menyalahkan AI dan masih menggunakannya, namun ia punya saran. “Jangan takut dengan perangkat AI, mereka sangat berguna. Tapi bahaya jika terpisah dari kenyataan. Bicaralah dengan orang sungguhan, terapis atau anggota keluarga atau apa pun. Tetaplah membumi dalam kenyataan,” sarannya.

    “Perusahaan tidak boleh mengklaim/mempromosikan gagasan bahwa AI mereka memiliki kesadaran. AI juga tidak boleh mengatakannya,” tulis Suleyman yang menyerukan adanya batasan soal ini.

    Andrew McStay, profesor teknologi di Bangor Uni, menyebut semua itu baru permulaan. “Jika kita menganggap sistem seperti ini sebagai bentuk baru media sosial, sebagai AI sosial, kita dapat mulai memikirkan skala potensial dari semua ini. Meskipun hal-hal ini meyakinkan, itu tidak nyata,” katanya.

    “Mereka tidak merasakan, mereka tidak mengerti, mereka tidak bisa mencintai, mereka tidak pernah merasakan sakit, mereka tidak pernah malu, hanya keluarga, teman, dan orang-orang tepercaya yang pernah merasakannya. Pastikan berbicara dengan orang-orang nyata ini,” demikian nasihatnya.

    (fyk/rns)

  • Hideo Kojima Sudah Tulis Konsep Death Stranding 3, Tapi…

    Hideo Kojima Sudah Tulis Konsep Death Stranding 3, Tapi…

    Jakarta

    Hideo Kojima dikabarkan telah merancang konsep untuk karya terbarunya berjudul Death Stranding 3. Namun dirinya menegaskan belum berencana membuatnya sekarang.

    Seperti yang diberitakan sebelumnya, kalau studio game miliknya bertajuk Kojima Productions belum lama ini meluncurkan sekuel dari Death Stranding pertama, yakni Death Stranding 2: On The Beach. Game ini rilis eksklusif di PS5 pada 26 Juni 2025.

    Kepuasan gamer terhadap Death Stranding 2: On The Beach memantik harapan mereka supaya Kojima membuat terusannya. Sayangnya para penggemar tidak akan bisa merasakan seri ketiganya dalam waktu dekat.

    “Saya belum berencana melakukannya saat ini, karena akhir Death Stranding 2 adalah akhir dari seri 1 dan 2. Tapi saya sudah menulis konsep DS3, jadi saya punya datanya. Saya harap ada yang bisa membuatnya untuk saya,” tegas Kojima dalam sebuah wawancara di Riyadh, Arab Saudi dalam acara Death Stranding 2 World Stand Tour, Selasa (26/8/2025).

    Ini bukan pertama kali ia menyampaikan harapannya supaya ada orang lain yang bisa meneruskan proyek game-nya. Pada Mei lalu, ia menyatakan akhir-akhir ini semakin sering memikirkan kematiannya sendiri, sehingga mendorongnya membuat semacam wasiat berisi masa depan Kojima Productions.

    “Saya memberikan USB berisi semua ide saya kepada asisten pribadi saya, semacam surat wasiat. Mungkin mereka bisa terus berkarya setelah saya pergi dari Kojima Productions… Ini yang saya takutkan: apa yang akan terjadi pada Kojima Productions setelah saya pergi? Saya tidak ingin mereka hanya mengelola IP kami yang sudah ada,” jelas Kojima (16/5).

    Meskipun Death Stranding 3 tidak akan rilis dalam waktu dekat, tapi ternyata Kojima sudah punya banyak rencana ke depannya. Mungkin gamer saat ini bisa menikmati Death Stranding 2: On The Beach, sebelum akhirnya seri terbarunya benar-benar dikembangkan.

    Mungkin saat ini seri keduanya hanya eksklusif di PS5, tapi tak menutup kemungkinan game ini juga hadir di platform gaming lainnya. Ambil contoh seperti Death Stranding pertama yang juga eksklusif pada November 2019 di PS4, kemudian hadir di PC melalui Steam pada Juli 2020.

    Setahun setelahnya, Director’s Cut Version hadir di PS5 pada September 2021, menyusul di PC Maret 2022 dan diluncurkan di Xbox November 2024. Semua versi game ini yang rilis di luar konsol PlayStation dilakukan oleh 505 Games.

    (hps/fyk)