Category: Detik.com Tekno

  • Rumor, Sony Bikin Konsol Genggam PlayStation Seperti Nintendo Switch 2

    Rumor, Sony Bikin Konsol Genggam PlayStation Seperti Nintendo Switch 2

    Jakarta

    Sony dilaporkan sedang mengembangkan konsol genggam baru dengan nama kode ‘Canis’. Dirumorkan kalau platform gaming ini memiliki fungsi seperti Nintendo Switch 2.

    YouTube Moore’s Law Is Dead yang membahas ini menyampaikan konsol baru itu akan menjalankan game secara native, alih-alih streaming cloud seperti PlayStation Portal. Mereka juga menyatakan bahawa pemain dapat menghubungkannya ke layar eksternal.

    “Benar sekali, semuanya. Beberapa dokumen secara langsung menyebutkan bahwa benda ini bisa di-dock, dan akan di-dock seperti Nintendo Switch 2,” kata YouTuber tersebut, dilansir dari The Gamer, Senin (1/9/2025).

    Perangkat genggam baru ini juga dirumorkan akan kompatibel dengan sejumlah game PS4 dan PS5. Disebutkan konsol tersebut menggunakan 16 unit komputasi RDNA 5 pada 1.20 GHz, yang akan melonjak hingga 1.65 GHz saat terhubung dengan dock.

    Menariknya adalah kinerja dari konsol ini diperkirakan tidak sehebat PS5. Namun, di satu sisi performanya diyakini tetap dapat melampaui ROG Xbox Ally X.

    Kedengarannya memang mengesankan, tetapi Moore’s Law Is Dead menyarankan agar harga jualnya lebih murah daripada konsol genggam milik Microsoft. Setidaknya, menurutnya angkanya bisa bersaing dengan Nintendo Switch 2.

    Dirinya memperkirakan, PS6 akan dirilis dengan harga setidaknya USD 499,99 atau sekitar Rp 8,2 juta, dengan konsol genggamnya yang lebih murah lagi. Sebagai perbandingan, sejumlah info yang bocor mengungkapkan kalau ROG Xbox Ally X dibanderol USD 1.049 untuk versi termahalnya dan termurahnya senilai USD 699.

    Sedangkan harga Nintendo Switch 2 ketika diluncurkan sebesar USD 449,99 di Amerika Serikat. Lalu untuk paket penjualan handheld gaming ini dengan game Mario Kart World seharga USD 499,99.

    Diperkirakan konsol genggam terbaru Sony ini dirilis bersamaan dengan PS6. Nah paling cepat perangkat ini hadir pada 2027. Meski begitu, karena masih sebatas rumor dan Sony belum resmi mengumumkannya, sehingga jadwal peluncurannya dapat berubah.

    (hps/fay)

  • Fenomena Gerhana Bikin Hewan Berperilaku Aneh

    Fenomena Gerhana Bikin Hewan Berperilaku Aneh

    Jakarta

    Bagi sebagian besar hewan, struktur hari mereka, dan bahkan tahun mereka, bergantung pada siklus terang-gelap. Siklus teratur dan berirama dalam panjang hari ini memberi tahu hewan kapan mereka harus mencari makan, kapan mereka harus tidur, kapan waktunya bermigrasi, dan kapan waktunya berkembang biak.

    Hewan dapat mengetahui semua ini dari berapa jam siang hari yang mereka alami. Namun, siklus Bulan juga sangat memengaruhi perilaku mereka.

    Siklus sinodis Bulan, perjalanan Bulan yang teratur dari Bulan purnama ke Bulan purnama berikutnya selama 28 malam, menyebabkan perubahan medan magnet Bumi, tarikan gravitasi Bulan terhadap Bumi, dan tingkat cahaya di malam hari.

    Banyak spesies dapat mendeteksi hal ini dan menggunakannya untuk menyelaraskan perkembangbiakan mereka. Pemijahan massal di karang menyebabkan puluhan juta telur dilepaskan sekaligus di terumbu bertepatan dengan fase Bulan purnama atau Bulan baru. Namun, apa yang terjadi pada hewan ketika Bulan atau Matahari melakukan sesuatu yang tidak biasa atau tak terduga, seperti gerhana misalnya?

    Gerhana Matahari

    Dari semua peristiwa kosmik, gerhana Matahari mungkin memicu perubahan terbesar dalam perilaku hewan. Hewan-hewan yang aktif di siang hari kebingungan dan kembali ke tempat tinggal malam mereka, sementara hewan-hewan nokturnal mengira mereka kesiangan.

    Gerhana Matahari terjadi ketika Matahari, Bulan, dan Bumi sejajar pada sumbu yang sama sehingga Bulan sepenuhnya menghalangi Matahari. Di seluruh dunia, kejadian-kejadian perilaku yang tidak biasa biasanya dilaporkan saat semua orang menyaksikan gerhana.

    Saat peristiwa ini terjadi, beberapa spesies laba-laba mulai merusak jaring mereka, seperti yang biasa mereka lakukan di penghujung hari. Setelah gerhana berlalu, mereka mulai membangunnya kembali, mungkin meratapi kurangnya waktu istirahat di antaranya.

    Demikian pula, ikan dan burung yang aktif di siang hari menuju tempat peristirahatan malam mereka, sementara kelelawar nokturnal muncul, seolah tertipu oleh kegelapan yang tiba-tiba.

    Kuda nil di Zimbabwe terlihat meninggalkan sungai mereka saat terjadi gerhana, menuju tempat makan malam mereka di daratan. Di tengah perjalanan, gerhana berlalu, siang hari kembali, dan kuda nil-kuda nil tersebut menghentikan aktivitas mereka. Hewan-hewan tersebut tampak gelisah dan stres setelah gerhana sepanjang sisa hari itu.

    Gerhana Bulan

    Sementara itu, gerhana Bulan terjadi ketika Bulan, Bumi, dan Matahari berada pada posisi yang sangat sejajar, dengan Bumi berada di antara keduanya.

    Saat Bulan melintas tepat di belakang kita, Bumi menghalangi sinar Matahari untuk mencapai Bulan secara langsung, sehingga muncul cahaya kemerahan. Fenomena yang disebut Blood Moon atau Bulan Darah ini hanya dapat terjadi saat purnama, sehingga sulit untuk membedakan dampak gerhana Bulan terhadap hewan dibandingkan dengan Bulan purnama pada umumnya.

    Sebuah studi pada 2010 menemukan bahwa monyet burung hantu Azara, spesies yang umumnya nokturnal, berhenti mencari makan di Argentina selama gerhana Bulan karena dunia mereka tiba-tiba menjadi lebih gelap. Mereka mungkin kesulitan melihat makanan mereka, atau merasa terlalu gugup untuk bergerak dengan aman di antara pepohonan.

    Sekitar tiga kali setahun, supermoon terjadi, yaitu ketika purnama bertepatan dengan perigee, titik ketika Bulan berada paling dekat dengan Bumi. Jarak Bulan ke Bumi bervariasi sepanjang Bulan, karena orbit Bulan bukanlah lingkaran sempurna. Selama perigee, Bulan berada sekitar 46.000 km lebih dekat ke Bumi dibandingkan saat apogee, yakni saat Bulan berada pada posisi terjauh dari Bumi.

    Selama supermoon, tingkat cahaya di malam hari sekitar 30% lebih terang daripada titik mana pun dalam siklus bulanan Bulan, dan tampak jauh lebih besar di langit.

    Dikutip dari The Conversation, Senin (1/9/2025) studi terbaru yang dilakukan Steve Portugal, ahli dalam biologi dan fisiologi hewan dari Royal Holloway University of London, Inggris, menemukan bahwa angsa teritip liar merespons fenomena supermoon ini saat mereka melewati musim dingin di Skotlandia barat daya.

    “Kami memasang perangkat kecil pada hewan tersebut untuk mengukur perilaku mereka dan menemukan bahwa detak jantung dan suhu tubuh angsa meningkat di malam hari selama supermoon, padahal biasanya pada waktu tersebut mereka akan tenang,” tulisnya.

    Burung-burung tidak merespons fenomena supermoon ketika Bulan tertutup awan tebal dan malam tetap gelap. Jadi, tampaknya, mirip seperti manusia, cahaya terang supermoon membangunkan angsa-angsa, menyebabkan detak jantung dan suhu tubuh mereka meningkat, kemungkinan sebagai persiapan untuk siang hari.

    Siklus Bulan dan Makhluk Hidup

    Selama berabad-abad, orang-orang telah terpesona oleh hubungan antara perilaku manusia dan siklus Bulan. Banyak cerita rakyat dan fabel yang dikaitkan dengan interaksi kita dengan Bulan, contoh paling ekstrem mungkin adalah makhluk mitos seperti manusia serigala.

    Maka, tidak mengherankan jika sebelumnya istilah ‘lunatic’ (dari bahasa Latin ‘lunaticus’ yang berarti Bulan), digunakan untuk menggambarkan orang-orang yang dianggap sakit jiwa, gila, atau tidak terduga, hingga 1930, ketika istilah yang lebih tepat dan sensitif diperkenalkan.

    Dahulu, siklus Bulan dipercaya memengaruhi berbagai perubahan aneh pada fisiologi seseorang dan perilaku masyarakat luas, mulai dari angka kelahiran, kesuburan, epilepsi, hingga sifat argumentatif secara umum. Banyak yang masih percaya bahwa insiden kejahatan kekerasan dan gangguan umum meningkat sekitar waktu purnama.

    Serangkaian studi yang diterbitkan pada akhir 1980-an tidak menemukan bukti sama sekali adanya hubungan antara siklus Bulan dan perilaku manusia. Pengaruh Bulan terhadap manusia mungkin masih menjadi legenda, tetapi kebingungan yang ditimbulkannya di antara hewan liar memang nyata.

    Halaman 2 dari 2

    (rns/fay)

  • Dukungan Rakyat Malaysia untuk Indonesia, Pesan Makanan untuk Ojol

    Dukungan Rakyat Malaysia untuk Indonesia, Pesan Makanan untuk Ojol

    FotoINET

    Aisyah Kamaliah – detikInet

    Senin, 01 Sep 2025 16:03 WIB

    Jakarta – Meski kadang berselisih karena masalah rendang, netizen Indonesia dan Malaysia sebenarnya tetap akur loh. Ini buktinya.

  • Dua Kali Gerhana hingga Ekuinoks

    Dua Kali Gerhana hingga Ekuinoks

    Jakarta

    Sederet fenomena astronomi September 2025 sudah menanti giliran untuk menampakkan diri. Di bulan ini, akan ada gerhana Bulan total dan gerhana Matahari sebagian.

    Selain itu, Saturnus akan berada pada jarak terdekatnya dengan Bumi, dengan permukaannya akan sepenuhnya diterangi oleh Matahari, dan bulan ini menandai ekuinoks September. Berikut adalah rangkuman fenomena astronomi September 2025, dikutip dari SeaSky, Senin (1/9/2025).

    7 September – Bulan Purnama Harvest Moon

    Bulan akan berada di sisi Bumi yang berlawanan dengan Matahari, dan permukaannya akan sepenuhnya diterangi. Fase ini terjadi pukul 18.10 UTC (01.10 WIB). Bulan purnama ini dikenal oleh suku-suku asli Amerika awal dengan sebutan Corn Moon (Bulan Jagung) karena bertepatan dengan musim jagung dipanen sekitar waktu ini. Bulan ini juga dikenal sebagai Harvest Moon (Bulan Panen). Harvest Moon adalah purnama yang terjadi paling dekat dengan ekuinoks September setiap tahun.

    7 September – Gerhana Bulan Total

    Gerhana Bulan total terjadi ketika Bulan melewati seluruh bayangan gelap Bumi, atau umbra. Selama jenis gerhana ini, Bulan akan secara bertahap menjadi lebih gelap dan kemudian berubah menjadi warna merah karat atau merah darah. Gerhana ini akan terlihat di seluruh Asia dan Australia serta bagian tengah dan timur Eropa dan Afrika.

    Fenomena ini bisa diamati dari seluruh wilayah Indonesia mulai pukul 22.28 WIB pada 7 September hingga 03.55 WIB keesokan harinya.

    21 September – Bulan Baru

    Bulan akan berada di sisi Bumi yang sama dengan Matahari dan tidak akan terlihat di langit malam. Fase ini terjadi pukul 19.55 UTC (02.55 WIB). Ini adalah waktu terbaik dalam sebulan untuk mengamati objek redup seperti galaksi dan gugus bintang karena tidak ada cahaya Bulan yang mengganggu.

    21 September – Gerhana Matahari Sebagian

    Gerhana Matahari sebagian terjadi ketika Bulan hanya menutupi sebagian Matahari, terkadang menyerupai gigitan kue. Gerhana Matahari sebagian hanya dapat diamati dengan aman menggunakan filter Matahari khusus atau dengan melihat pantulan Matahari. Gerhana sebagian ini hanya akan terlihat di Selandia Baru, Antartika, dan Samudra Pasifik bagian selatan. Gerhana ini akan paling baik dilihat dari Selandia Baru dengan cakupan 76%.

    21 September – Saturnus terdekat dengan Bumi

    Saturnus akan berada pada jarak terdekatnya dengan Bumi dan permukaannya akan sepenuhnya diterangi oleh Matahari. Planet bercincin ini akan lebih terang dibandingkan waktu lainnya sepanjang tahun dan akan terlihat sepanjang malam.

    Ini adalah waktu terbaik untuk melihat dan memotret Saturnus dan bulan-bulannya. Teleskop berukuran sedang atau lebih besar akan memungkinkan pengamat langit untuk melihat cincin Saturnus dan beberapa bulannya yang paling terang.

    22 September – Ekuinoks September

    Ekuinoks September terjadi pukul 18.17 UTC (01.17 WIB). Matahari akan bersinar langsung di khatulistiwa dan akan ada durasi siang dan malam yang hampir sama di seluruh dunia. Ini juga menandai hari pertama musim gugur (ekuinoks musim gugur) di Belahan Bumi Utara dan hari pertama musim semi (ekuinoks musim semi) di Belahan Bumi Selatan.

    23 September – Neptunus pada Oposisi

    Planet raksasa biru ini akan berada pada jarak terdekatnya dengan Bumi dan permukaannya akan sepenuhnya diterangi oleh Matahari. Planet ini akan lebih terang daripada waktu lainnya sepanjang tahun dan akan terlihat sepanjang malam.

    Ini adalah waktu terbaik untuk melihat dan memotret Neptunus. Karena jaraknya yang sangat jauh dari Bumi, Neptunus hanya akan tampak sebagai titik biru kecil di semua teleskop kecuali yang paling canggih.

    (rns/fay)

  • Dugaan Aliran Dana di Live Demo, Pakar Siber: Monetisasi Konflik

    Dugaan Aliran Dana di Live Demo, Pakar Siber: Monetisasi Konflik

    Jakarta

    Dugaan adanya aliran dana signifikan ke akun-akun media sosial yang menyiarkan demonstrasi secara langsung direspon oleh pakar siber, Ardi Sutedja, Ketua dan Pendiri Indonesia Cyber Security Forum.

    Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengungkapkan indikasi adanya monetisasi konten provokatif di media sosial selama aksi demo beberapa hari lalu. Hal itu diketahui berdasarkan temuan yang dilakukan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terkait aksi demo.

    Ardi menilai hasil investigasi Komdigi menemukan bahwa beberapa akun yang terlibat dalam aktivitas siaran langsung demonstrasi ini memiliki keterkaitan atau terhubung dengan jaringan judi online dan aktivitas ekonomi ilegal lainnya. Hal ini menunjukkan adanya kemungkinan motif ekonomi terstruktur di balik penyiaran konten-konten tersebut.

    Temuan Komdigi juga mengindikasikan adanya upaya terorganisir dan sistematis untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana provokasi dengan insentif finansial yang jelas dan terukur. Pola ini menunjukkan adanya ekosistem ekonomi digital yang memanfaatkan situasi ketegangan sosial untuk kepentingan finansial.

    “Fenomena ini pada dasarnya merupakan bentuk monetisasi konflik sosial yang sangat problematik, di mana pembuat konten mendapatkan keuntungan finansial langsung dari situasi kekacauan publik dan ketidakstabilan sosial,” ujar Ardi dalam pernyataannya kepada detikINET, Senin (1/9/2025).

    Disampaikannya, pihak kepolisian sendiri telah mengidentifikasi adanya motif pencarian gift sebagai pendorong utama di balik maraknya aksi siaran langsung demonstrasi, yang dengan jelas menunjukkan bahwa sebagian pelaku tidak murni bermotif menyampaikan aspirasi atau mendokumentasikan peristiwa penting, melainkan secara sadar mencari keuntungan finansial dari situasi tersebut.

    “Hal ini telah mendorong pihak kepolisian untuk melakukan pemantauan khusus terhadap aktivitas siaran langsung selama demonstrasi berlangsung,” kata Ardi.

    Lebih jauh, ia menilai aliran dana yang dimaksud Menkomdigi ini dapat dimaknai sebagai komersialisasi aktivisme yang berpotensi menggerus esensi gerakan sosial.

    “Dalam konteks yang lebih luas, aliran dana ke akun-akun yang melakukan siaran langsung demonstrasi dapat dimaknai sebagai bentuk komersialisasi aktivisme yang berpotensi menggerus esensi dan integritas dari gerakan sosial itu sendiri,” jelasnya.

    Ketika motivasi finansial menjadi faktor pendorong utama dalam aktivitas dokumentasi dan penyebaran informasi terkait demonstrasi, objektivitas dan kebenaran informasi yang disampaikan menjadi sangat dipertanyakan.

    “Hal ini menciptakan distorsi informasi yang dapat mempengaruhi persepsi publik terhadap isu-isu penting yang sebenarnya menjadi substansi dari demonstrasi tersebut,” imbuhnya.

    Kementerian Komdigi mengungkapkan telah menerima lonjakan laporan masyarakat terkait maraknya provokasi di internet. Menkomdigi Meutya Hafid mengatakan bahwa provokasi tersebut tidak hanya berupa ujaran kebencian, tetapi juga ajakan penjarahan, penyerangan, hingga penyebaran isu Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA).

    Meutya mengungkapkan Komdigi menemukan adanya informasi keliru yang disebarkan, baik secara sengaja maupun tidak sengaja, dengan kecepatan penyebaran yang sangat tinggi mirip banjir bandang yang menenggelamkan informasi yang benar, masukan, kritikan konstruktif, atau aktivitas produktif, seperti pembelajaran, UMKM, dan sebagainya.

    Menurut Meutya, indikasi awal menunjukkan adanya upaya terorganisir untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana provokasi. Temuan pemerintah juga memperlihatkan adanya aliran dana signifikan melalui platform digital, yang diduga digunakan untuk mendanai aktivitas anarkis.

    “Indikasi awal menunjukkan adanya upaya terorganisir untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana provokasi,” ujar Meutya di akun Instagram miliknya @meutyahafid sebagaimana dilihat detikINET, Senin (1/9).

    Meski tidak menyebutkan secara spesifik, Meutya mengatakan dugaan aliran dana yang jumlahnya signifikan melalui platform digital.

    “Sejak beberapa hari terakhir, kami juga memantau adanya aliran dana dalam jumlah signifikan melalui platform digital. Konten kekerasan dan anarkisme disiarkan secara langsung (live streaming) dan dimonetisasi lewat fitur donasi maupun gifts bernilai besar. Beberapa akun yang terlibat terhubung dengan jaringan judi online,” tutur Meutya.

    (agt/fay)

  • SAFEnet Sorot Penindasan Digital Selama Aksi Demonstrasi

    SAFEnet Sorot Penindasan Digital Selama Aksi Demonstrasi

    Jakarta

    Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet) menyoroti represi atau penindasan aktivitas digital selama aksi demonstrasi yang terjadi dalam sepekan terakhir.

    Seperti diketahui, berbagai elemen masyarakat di sejumlah kota di Indonesia menggelar aksi menyuarakan keresahan terhadap kondisi politik serta ketidakadilan sosial dan ekonomi di Tanah Air.

    SAFEnet dalam pernyataan sikapnya menyebutkan bahwa aksi yang telah berlangsung sejak 25 Agustus 2025 tidak hanya diwarnai dugaan pelanggaran hak asasi manusia pada para peserta, tetapi juga berdampak pada hak-hak digital pengguna internet di Indonesia secara masif.

    “Situasi di lapangan juga menunjukkan adanya praktik-praktik yang diduga melanggar prinsip kebebasan berekspresi di ruang digital oleh pemerintah dan platform media sosial,” tulis SAFEnet seperti dikutip dari safenet.or.id, Senin (1/9/2025).

    Sebagai organisasi masyarakat sipil dan non-pemerintah (NGO) yang memperjuangkan hak-hak digital, SAFEnet memandang situasi ini sebagai upaya pembatasan kebebasan berekspresi, otoritarianisme digital, dan militerisasi ruang siber Indonesia.

    Ada enam poin yang disorot SAFEnet terkait pelanggaran serius terhadap hak-hak digital warga, selengkapnya dibeberkan sebagai berikut:

    Kriminalisasi terhadap Khariq Anhar, aktivis mahasiswa dari Universitas Riau dan pengelola akun media sosial Aliansi Mahasiswa Penggugat (AMP) menggunakan Pasal 32 Ayat (1) dan/atau Pasal 35 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (sebagaimana diubah dari waktu ke waktu, untuk selanjutnya disebut ‘UU ITE’). Khariq ditangkap pada 28 Agustus 2025 di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta setelah melakukan kampanye mengenai aksi protes bulan Agustus melalui akun Instagram AMP.Beredarnya kontak WhatsApp sejumlah pegiat koalisi masyarakat sipil yang secara keliru dipresentasikan sebagai milik sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, sehingga menimbulkan spam, pelecehan, sampai gangguan keamanan kepada mereka yang terdampak. Lebih lanjut, ditemukan berbagai macam intimidasi secara masif di ruang digital mulai dari pengancaman, pengungkapan data pribadi, kekerasan berbasis gender online, dan berbagai serangan digital lainnya yang menargetkan individu-individu yang menyampaikan kritik di media sosial.Adanya gangguan terhadap akses internet dan informasi di ruang digital. Moderasi konten, pembatasan akses terhadap sejumlah fitur, dan pemadaman listrik yang terjadi di beberapa bagian wilayah Jakarta dan Bandung yang menjadi titik sentral aksi menyebabkan hambatan arus informasi bagi masyarakat secara umum serta memperbesar potensi ancaman fisik kepada para peserta aksi. Selain itu, ditemukan dugaan sabotase kabel optik server dengan pembakaran yang berpotensi mengganggu jaringan internet serta memengaruhi arus komunikasi dan informasi di Jakarta. Pola ini serupa dengan pola-pola gangguan akses internet pada sejumlah demonstrasi selama beberapa tahun belakangan, di mana peserta kesulitan untuk terhubung ke Internet selama aksi berlangsung.Ditangguhkannya fitur siaran langsung milik TikTok, yang telah menjadi saluran alternatif untuk mendokumentasikan jalannya demonstrasi di jalanan berbagai kota di Indonesia dan merekam tindakan brutal aparat penegak hukum, atas alasan keamanan. Penangguhan ini selain membatasi akses informasi dan komunikasi, juga berimbas pada aspek ekonomi, di mana pengusaha UMKM yang mengandalkan fitur siaran langsung untuk berjualan telah terdampak.Terdapatnya indikasi adanya operasi informasi yang bertujuan mengalihkan perhatian publik dari isu kekerasan polisi. Narasi yang disebarkan berupaya mengarahkan fokus massa untuk menyasar DPR, alih-alih menuntut pertanggungjawaban atas brutalitas polisi. Pada saat yang sama, peserta aksi semakin sering dilabeli sebagai kelompok anarkis, sebagai upaya untuk mendelegitimasi tuntutan mereka. Selain itu, juga terdapat narasi hasutan untuk melakukan tindak kekerasan kepada etnis Tionghoa yang memunculkan trauma peristiwa 1998. Militer juga tampak mencari panggung. Narasi dari sejumlah akun media sosial, termasuk @PuspenTNI, yang menyatakan bahwa Tentara Nasional Indonesia hadir sebagai penengah, pencair suasana, dan turun ke titik-titik demonstrasi untuk mengamankan demonstrasi. Padahal, TNI tidak memiliki tugas pokok dan fungsi untuk mengamankan atau mencairkan suasana di titik-titik demonstrasi.Dikeluarkannya pernyataan dari Kementerian Komunikasi dan Digital mengenai rencana pemanggilan perwakilan Meta dan TikTok pada 26 Agustus 2025 untuk mendiskusikan pemberantasan konten yang dilabeli pemerintah sebagai disinformasi, fitnah, dan ujaran kebencian (DFK).

    Hanya dalam beberapa hari, moderasi konten berlebihan (overmoderation) terjadi di platform milik kedua perusahaan tersebut, antara lain Instagram, YouTube, dan TikTok. Sejumlah akun ditangguhkan dan banyak unggahan terkait kekerasan polisi diturunkan dengan dalih ‘penghasutan dan kekerasan’. Selain itu, beberapa pengguna X juga mendapatkan notifikasi permintaan penurunan konten dari Komdigi. Padahal, konten-konten yang disebarkan merupakan ekspresi yang sah, termasuk dugaan video perintah penembakan dari Kapolri terhadap massa aksi.

    Atas dasar keenam fakta dan peristiwa yang telah dikemukakan di atas, SAFEnet mendesak kepada pihak-pihak berikut untuk segera mengambil tindakan:

    Pemerintah Indonesia, utamanya Kepolisian Republik Indonesia, untuk menghentikan segala bentuk represi digital dalam menangani demonstrasi. Pembatasan HAM harus berdasarkan three-part test, yaitu asas legalitas, nesesitas, dan proporsionalitas. Pemerintah juga harus memastikan perlindungan terhadap hak atas informasi publik di masa krisis. Media, termasuk media independen, harus diberi ruang penuh untuk melakukan liputan tanpa hambatan teknis.Perusahaan-perusahaan media sosial, utamanya Meta, ByteDance, dan Google, untuk memastikan operasi bisnisnya menghormati HAM sesuai dengan Panduan PBB untuk Bisnis dan HAM dan Panduan OECD untuk Perusahaan Multinasional mengenai Perilaku Bisnis yang Bertanggung Jawab dan tidak tunduk pada permintaan moderasi konten maupun pembatasan fitur dari pemerintah Indonesia yang bertentangan dengan HAM.Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk menarik pasukan-pasukannya dari titik demonstrasi dan kembali ke barak, serta menghentikan narasi di media sosial bahwa TNI hadir sebagai penengah, pencair suasana, dan turun ke titik-titik demonstrasi untuk mengamankan demonstrasi.Komnas HAM dan institusi HAM nasional lainnya untuk melakukan investigasi secara menyeluruh terhadap pelanggaran HAM yang terjadi.Komite HAM PBB dan Prosedur Khusus Dewan HAM PBB untuk terus memantau perkembangan situasi hak-hak digital di Indonesia dan melakukan investigasi menyeluruh mengenai pelanggaran hak-hak digital yang terjadi selama masa-masa kritis.

    Demi memastikan keamanan dan keselamatan bersama selama aksi, SAFEnet juga mengimbau agar:

    Seluruh elemen masyarakat sipil untuk meningkatkan keamanan holistik, termasuk keamanan digital, dalam melakukan kerja-kerja organisasi maupun gerakan. Masyarakat sipil dapat beralih ke platform-platform alternatif yang lebih aman sebagai sarana komunikasi dan diseminasi informasi.Seluruh elemen masyarakat sipil untuk tidak terprovokasi oleh upaya yang berpotensi menciptakan konflik horizontal. Penting bagi kita semua untuk memastikan bahwa narasi yang dibangun tidak memuat stigma, pelabelan, maupun hasutan kebencian terhadap kelompok-kelompok kelompok rentan, marjinal, dan minoritas.Masyarakat sipil internasional untuk terus memantau perkembangan terbaru mengenai situasi hak-hak digital di Indonesia dan bersolidaritas bersama masyarakat Indonesia.

    (rns/fay)

  • Review Tecno Pova 7, Hape 2 Jutaan Futuristik Baterai Jumbo

    Review Tecno Pova 7, Hape 2 Jutaan Futuristik Baterai Jumbo

    Jakarta

    Pasar smartphone Rp 2 jutaan makin panas dengan kehadiran Tecno Pova 7, perangkat terbaru yang tampil beda lewat desain futuristik ala pesawat luar angkasa. Tidak hanya mengandalkan tampilan unik, ponsel ini juga dipersenjatai baterai jumbo 7.000 mAh, layar luas dengan refresh rate tinggi, hingga fitur gaming yang menjanjikan performa stabil.

    Menyasar generasi muda, khususnya mereka yang hobi nge-game dan butuh daya tahan ekstra, Tecno mencoba menghadirkan paket komplet dengan harga ramah di kantong. Lantas, seberapa tangguh pengalaman sehari-hari menggunakan Pova 7?

    Berikut ulasan detikINET setelah lebih dari sebulan pemakaian:

    Desain Ala Luar Angkasa

    Tecno Pova 7 hadir dengan konsep Interstellar Spaceship Design. Bagian belakangnya terlihat futuristik dengan modul kamera berbentuk segitiga yang jadi identitas khas seri Pova 7. Unit yang kami pegang, Magic Silver, memadukan warna perak yang elegan dengan aksen-aksen harmonis.

    Tecno Pova 7 Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

    Meski berbahan polikarbonat, ponsel ini terasa kokoh. Dimensinya 160,0 x 75,2 x 8,9 mm dengan bobot 225,5 gram, jadi memang terasa berat saat digenggam. Untungnya, Tecno menyertakan silicon case di paket penjualan. Jadi, kamu enggak perlu khawatir ponsel tergores atau terbentur.

    Tak cuma itu, Tecno Pova 7 juga sudah punya sertifikasi IP64 yang tahan debu dan percikan air, serta fitur NFC untuk kemudahan transaksi. Oh ya, buat kamu yang suka pakai earphone kabel, lubang headphone jack 3,5 mm masih tersedia di bagian bawah. Plus, ada IR Blaster yang bisa kamu pakai untuk mengontrol perangkat elektronik seperti AC dan TV.

    Layar

    Tecno Pova 7 dilengkapi layar IPS LCD 6.78 inci dengan resolusi Full HD+ (2460 x 1080 piksel). Layar ini menawarkan pengalaman visual yang mulus berkat refresh rate 120Hz. Scrolling media sosial, nonton video, atau main game jadi lebih nyaman di mata.

    Tecno Pova 7 Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

    Saat kami uji, responsivitas layarnya sangat baik. Bahkan saat membuka banyak aplikasi sekaligus, multitasking terasa lancar tanpa lag. Saat digunakan di bawah sinar Matahari terik pun layarnya masih bisa terlihat, meski tidak terlalu terang.

    Ada juga speaker stereo ganda dengan Dolby Atmos dan Hi-Res Audio yang bikin suara game makin hidup. Meski suara bass-nya kurang ‘nendang’, kualitasnya tetap oke di volume tinggi.

    OS

    Tecno Pova 7 menjalankan HiOS 15 berbasis Android 15. HiOS sebuah antarmuka khusus yang dikembangkan oleh Tecno. HiOS 15 juga menyertakan fitur-fitur berbasis kecerdasan buatan (AI) seperti AI Eraser 2.0, AI Writing, AI Portal, dan Circle to Search, yang akan mempermudah aktivitas pengguna sehari-hari.

    Tecno Pova 7 5G Foto: Virgina Maulita Putri/detikINET

    Tecno Pova 7 akan mendapatkan 2 kali pembaruan sistem operasi (OS)Ini berarti kamu bisa mendapatkan pembaruan hingga Android 17. Selain pembaruan OS, Tecno juga akan memberikan pembaruan keamanan selama 3 tahun untuk Tecno Pova 7. Pembaruan keamanan ini penting untuk menjaga ponsel tetap aman dari celah keamanan dan serangan siber.

    Performa

    Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

    Di sektor dapur pacu, Tecno Pova 7 mengandalkan MediaTek Helio G100 Ultimate yang dikombinasikan dengan RAM hingga 16GB (8GB + 8GB extended) dan penyimpanan internal 256GB. Kombinasi ini menjamin performa stabil untuk berbagai aktivitas, mulai dari multitasking hingga gaming berat.

    Kami coba memainkan game populer seperti Mobile Legends dan PUBG Mobile, hasilnya cukup memuaskan dengan pengaturan grafis tinggi. Selama penggunaan intens, suhu ponsel juga tetap terjaga.

    Ponsel ini juga punya segudang fitur gaming canggih seperti Game Space dan Game Assistant untuk mengoptimalkan performa. Sensasi bermain juga makin seru berkat Z-Axis Linear Motor yang memberikan efek getar realistis.

    Baterai Jumbo

    Ini dia daya tarik utama dari Tecno Pova 7. Baterai 7.000 mAh-nya benar-benar di atas rata-rata. Selama pengujian, kami bisa bebas bermain game, streaming video, dan scrolling media sosial seharian penuh tanpa perlu khawatir kehabisan daya. Tecno mengklaim baterai ini bisa bertahan hingga 1.800 siklus pengisian, atau setara empat tahun pemakaian, dengan kesehatan baterai tetap di atas 80%.

    Tecno Pova 7 Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

    Saat baterai habis, kamu enggak perlu nunggu lama. Teknologi pengisian daya 45W Flash Charge-nya mampu mengisi daya hingga penuh dalam waktu singkat. Jadi, waktu tunggu kamu bisa lebih efisien.

    Kamera

    Tecno Pova 7 dibekali dua kamera belakang, yaitu kamera utama 108MP dan kamera makro 2MP. Jangan terkecoh dengan desainnya yang sekilas terlihat seperti tiga kamera ya! Bagian yang ketiga itu sebenarnya adalah flash.

    Secara subjektif, hasil foto kamera utamanya sudah bagus untuk kelas harganya. Dalam kondisi cahaya melimpah, gambar yang dihasilkan tajam dan detailnya lumayan jelas, bahkan saat di-zoom. Warna yang dihasilkan juga natural dan tidak berlebihan. Untuk foto di malam hari, kualitasnya masih tergolong baik, meski ada sedikit penurunan detail.

    Fitur AI Eraser 2.0 dan Circle to Search berbasis AI juga sangat membantu untuk mengoptimalkan hasil jepretan dan mencari informasi dengan cepat.

    Tecno Pova 7 Foto: Josina/detikINET

    Opini detikINET

    Tecno Pova 7 adalah pilihan yang sangat menarik di segmen harga Rp 2 jutaan. Dengan desain futuristik, baterai super jumbo 7.000 mAh, dan dukungan pengisian cepat 45W, ponsel ini jelas jadi jagoan buat kamu yang butuh hape tahan lama untuk main game atau aktivitas intens lainnya. Performa Mediatek Helio G100 Ultimate dan kamera 108MP-nya juga tidak mengecewakan.

    Jadi, tertarik untuk punya hape gaming futuristik dengan baterai segila ini?

    Halaman 2 dari 2

    Simak Video “Video: Alasan Driver Ojol Gelar Aksi Bagikan Mawar”
    [Gambas:Video 20detik]
    (afr/afr)

  • Posisi RRQ Naik, Evos Turun

    Posisi RRQ Naik, Evos Turun

    Jakarta

    Babak reguler season MPL ID S16 pekan kedua telah berakhir pada 31 Agustus 2025. Berikut hasil pertandingan dan posisi terbaru setiap tim.

    Berbeda dengan pekan sebelumnya, khusus pekan kedua, beberapa pertandingannya digelar secara online. Para penggemar Mobile Legends di Tanah Air bisa menyaksikannya di kanal YouTube MPL Indonesia.

    Pihak MPL Indonesia menyampaikan, hal tersebut dilakukan untuk memprioritaskan keselamatan serta kenyamanan para penonton, pemain, dan staf. Mereka pun menegaskan, akan mengembalikan uang pembelian tiket yang dikirimkan melalui email dan WhatsApp.

    Hasil Pertandingan MPL ID S16

    Navi kembali memberikan kejutan, setelah sebelumnya berhasil menumbangkan Bigetron by Vitality pada pekan pertama. Kini pada pekan kedua, mereka mengalahkan tim yang tak kalah hebat, yakni Alter Ego.

    Sayangnya kemenangan yang diperoleh Navi tak bisa dirasakan oleh Evos. Tim berjuluk Sang Macan Putih ini kalah dua kali dari Alter Ego dan Bigetron by Vitality dengan skor akhir 1-2. Ya, Evos kalah dari dua tim yang ditundukkan Navi.

    Dengan begitu, hasil tersebut membuat peringkat Evos turun jauh. Sebelumnya pada pekan pertama, mereka menempati posisi tiga teratas, tapi sekarang berada di peringkat tiga terbawah.

    Sementara rival abadinya, RRQ Hoshi, berhasil menorehkan hasil ciamik. Menang dengan skor sempurna dari Team Liquid ID, membuat mereka melesat ke urutan teratas.

    Untuk lebih jelasnya, berikut hasil pertandingan MPL ID S16, sebagaimana pantauan detikINET, Senin (1/9/2025).

    29 Agustus 2025

    Onic (2) vs (0) Geek FamDewa United Esports (2) vs (0) Navi

    30 Agustus 2025

    Geek Fam (0) vs (2) Bigetron by VitalityAlter Ego (2) vs (1) EvosTeam Liquid ID (1) vs (2) Dewa United Esports

    31 Agustus 2025

    Navi (2) vc (0) Alter Ego EsportsRRQ Hoshi (2) vs (0) Team Liquid IDBigetron by Vitality (2) vs (1) EvosKlasemen MPL ID S16

    Puncak klasemen MPL ID S16 ditempati oleh Onic. Satu kemenangan yang mereka dapatkan dari Geek Fam pada hari pertama pekan kedua, semakin mengokohkan posisinya di pucuk.

    Perubahan klasemen terjadi di peringkat dua hingga sembilan. Pada pekan pertama, RRQ Hoshi berada di urutan keenam, tapi sekarang mereka melesat ke tempat kedua.

    Posisi tiganya diisi Alter Ego Esports, lanjut ada Bigetron by Vitality, lalu Dewa United Esports, Geek Fam, Navi, Evos, dan terakhir Team Liquid ID.

    (hps/fay)

  • Viral Netizen Asing Ramai Pesan Makanan Dukung Driver Ojol

    Viral Netizen Asing Ramai Pesan Makanan Dukung Driver Ojol

    Jakarta

    Media sosial Twitter/X diramaikan aksi warga negara asing yang memberikan dukungan terhadap pengemudi ojek online di Indonesia dengan mengirimkan makanan lewat aplikasi ride hailing. Gerakan sosial ini terjadi di tengah aksi demonstrasi yang memanas dalam sepekan terakhir.

    Gerakan ini diinisiasi oleh pengguna X @sighyam atau yang dikenal dengan nama Yammi. Dalam cuitannya pada tanggal 30 Agustus kemarin, Yammi memberi tahu orang dari luar Indonesia bisa memesan makanan lewat aplikasi Grab untuk mendukung pengemudi ojek online di tengah demonstrasi.

    Ia menjelaskan semua cara memesan makanan, mulai dari memilih lokasi pengantaran sampai memberikan contoh instruksi dalam bahasa Indonesia agar pengemudi membagikan makanan ke rekan-rekannya dan tidak perlu diantarkan ke lokasi.

    “Pilihan makanan dan minuman yang mudah dibagi-bagikan. Sebelum klik tombol pesan, kalian harus masukkan instruksi ini, “Tolong bagikan makanannya ke driver-driver di jalan”,” tulis Yammi dalam cuitannya, seperti dikutip detikINET, (1/9/2025).

    Menurut pantauan detikINET, cuitan Yammi saat ini sudah dilihat lebih dari 25 juta kali dan di-repost lebih dari 52.000 kali. Selain makanan dan minuman, Yammi juga mengatakan netizen dari luar negeri bisa mengirimkan bantuan perlengkapan medis seperti tabung oksigen, kain kasa, plester, dan lain-lain ke kantor YLBHI Jakarta.

    Ajakan Yammi langsung disambut oleh warganet di negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand yang memesan makanan untuk pengemudi di Jakarta, Bandung, dan kota-kota lainnya yang diwarnai aksi demonstrasi. Tidak hanya dari sekitar Asia Tenggara, dukungan juga datang dari warga Korea Selatan, Inggris, Kanada, dan Australia.

    Aksi ini juga diikuti oleh beberapa netizen Indonesia yang turut memesan makanan untuk mendukung pengemudi ojek online dari jauh.

    Cuitan Yammi juga dihujani ribuan balasan, yang sebagian besar datang dari netizen Indonesia untuk mengucapkan terima kasih. Sebagian besar netizen Indonesia merasa terharu karena melihat banyak warga asing yang mau membantu.

    “nangis baca rep nya, Thank you for being a good person๐Ÿ˜ญ๐Ÿซถ๐Ÿป,” kata seorang netizen di X.

    “Yang bikin heart warning tuh selain kaka2 baik dari luar negeri dan dalam negeri yg menyisihkan rezekinya, dari respon bapak2 ojolnya juga pada baik banget selalu menghargai pemberian oranglain dan selalu balik mendoakan ๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž,” ucap pengguna X lainnya.

    “Thank so much temen temen for doing this. Nangis banget sumpah sampe dibantuin temen temen dari Malaysia ๐Ÿ˜ญ๐Ÿซถโค๏ธ,” ujar netizen di X.

    “it’s so heartwarming ngeliat a lot of ppl helping para ojol driver. semoga rejeki kalian semakin lancar ya kakak yg sudah membantu!,” kata netizen lainnya.

    (vmp/vmp)

  • Menkomdigi Harap Penutupan Live TikTok Tak Berlangsung Lama

    Menkomdigi Harap Penutupan Live TikTok Tak Berlangsung Lama

    Jakarta

    Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengungkapkan penutupan fitur live TikTok dilakukan secara sukarela oleh perusahaan. Ia menyebutkan penonaktifan tersebut bukan permintaan dari pemerintah.

    Live TikTok tidak bisa digunakan pengguna terpantau sejak Sabtu (30/8) dan pihak pihak platform telah mengonfirmasi kebenaran tersebut. Meutya berharap penonaktifan live TikTok tidak berlangsung lama.

    “Live TikTok itu kami pun melihat dari pemberitahuan yang dilakukan oleh TikTok, bahwa mereka melakukan secara sukarela untuk penutupan fitur live dan kami justru berharap bahwa ini berlangsung tidak lama,” ujar Meutya dikutip dari Antara, Senin (1/9/2025).

    Meutya menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menekankan bahwa negara terbuka dan mendengarkan aspirasi masyarakat, termasuk masukan terkait keberadaan fitur live TikTok.

    Menurutnya, meski penutupan ini berdampak pada pelaku UMKM yang terbiasa berjualan melalui siaran langsung, aktivitas e-commerce tetap dapat berjalan tanpa fitur tersebut.

    “Kalau kondisi berangsur baik, mudah-mudahan fitur live TikTok bisa kembali,” ujarnya.

    Menkomdigi pun berharap situasi segera membaik agar para pelaku usaha dapat kembali memanfaatkan platform digital secara optimal.

    Aliran Dana di Live Demo

    Sementara itu, pada saat ini Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengungkapkan telah menerima lonjakan laporan masyarakat terkait marakanya provokasi di internet. Meutya mengatakan bahwa provokasi tersebut tidak hanya berupa ujaran kebencian, tetapi juga ajakan penjarahan, penyerangan, hingga penyebaran isu Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA).

    Meutya mengungkapkan Komdigi menemukan adanya informasi keliru yang disebarkan, baik secara sengaja maupun tidak sengaja, dengan kecepatan penyebaran yang sangat tinggi mirip banjir bandang yang menenggelamkan informasi yang benar, masukan, kritikan konstruktif, atau aktivitas produktif, seperti pembelajaran, UMKM, dan sebagainya.

    Menurut Meutya, indikasi awal menunjukkan adanya upaya terorganisir untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana provokasi. Temuan pemerintah juga memperlihatkan adanya aliran dana signifikan melalui platform digital, yang diduga digunakan untuk mendanai aktivitas anarkis.

    “Indikasi awal menunjukkan adanya upaya terorganisir untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana provokasi,” ujar Meutya di akun Instagram miliknya @meutyahafid sebagaimana dilihat detikINET, Senin (1/9/2025).

    Meski tidak menyebutkan secara spesifik, Meutya mengatakan dugaan aliran dana yang jumlahnya signifikan melalui platform digital.

    “Sejak beberapa hari terakhir, kami juga memantau adanya aliran dana dalam jumlah signifikan melalui platform digital. Konten kekerasan dan anarkisme disiarkan secara langsung (live streaming) dan dimonetisasi lewat fitur donasi maupun gifts bernilai besar. Beberapa akun yang terlibat terhubung dengan jaringan judi online,” tutur Meutya.

    (agt/agt)