Category: Detik.com Tekno

  • Penyebab Bulan Berwarna Merah Darah Saat Gerhana 7-8 September

    Penyebab Bulan Berwarna Merah Darah Saat Gerhana 7-8 September

    Jakarta

    Pada 7-8 September, langit menampilkan fenomena langka Gerhana Bulan Total Blood Moon yang menakjubkan. Bulan bersinar dengan cahaya merah yang menawan. Fenomena ini, yang dahulu dianggap sebagai pertanda buruk, menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh para pecinta astronomi dan fotografer fenomena langit.

    Apa Itu Blood Moon?

    Blood Moon atau Bulan Merah Darah adalah deskripsi non-ilmiah dari warna Bulan yang terkadang terlihat merah dan berkarat. Warna tersebut adalah hasil dari Gerhana Bulan Total. Penyebutan ini umum di negara-negara Barat.

    Adapun Gerhana Bulan total terjadi saat Bumi berada di antara Matahari dan Bulan, planet kita akan menghalangi sebagian besar sinar Matahari yang mencapai Bulan.

    Mengapa Blood Moon Terlihat Merah?

    Blood Moon terlihat merah dikarenakan fenomena hamburan Rayleigh. Ketika cahaya Matahari mengenai atmosfer kita, cahaya dalam spektrum biru dihamburkan lebih efisien daripada cahaya merah oleh partikel di dalamnya.

    Dengan lebih sedikit cahaya biru yang mengenai mata, kita akan melihat Matahari berwarna agak kuning. Semakin banyak atmosfer yang harus dilalui cahaya, misalnya saat Matahari terbit dan terbenam, semakin banyak cahaya biru yang tersebar, sehingga Matahari tampak lebih kuning atau merah.

    Sebaliknya, saat Matahari berada tepat di atas kita, Matahari akan tampak lebih putih, karena cahaya biru memiliki lebih sedikit atmosfer yang harus dihamburkan untuk mencapai mata.

    Selama gerhana Bulan, satu-satunya cahaya yang jatuh di Bulan (tidak termasuk cahaya bintang) adalah cahaya yang telah melewati atmosfer Bumi. Karena cahaya biru lebih mudah tersebar, sementara cahaya merah mengambil rute yang lebih langsung, hasilnya adalah Bulan bermandikan cahaya merah darah.

    “Semakin banyak debu atau awan di atmosfer Bumi selama gerhana, Bulan akan tampak semakin merah. Seolah-olah semua Matahari terbit dan terbenam di dunia diproyeksikan ke Bulan,” kata NASA, dikutip dari IFL Science.

    Tak seperti gerhana Matahari, tidak diperlukan peralatan khusus apa pun untuk melihat gerhana Bulan, meskipun kalian bisa memilih menggunakan teropong atau teleskop agar lebih jelas menikmatinya.

    (rns/rns)

  • Xbox Baru Bisa Dua Kali Lebih Mahal dari PS6

    Xbox Baru Bisa Dua Kali Lebih Mahal dari PS6

    Jakarta

    Microsoft sudah menjanjikan bahwa konsol Xbox generasi berikutnya akan jadi jembatan antara konsol dan PC, dengan dukungan game dari toko pihak ketiga serta kompatibilitas dengan seri Xbox lama.

    Namun, laporan terbaru menyebut visi ini bisa terbentur masalah lisensi penerbit game dan perubahan model bisnis, yang pada akhirnya berimbas pada harga hardware yang melonjak tinggi, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Minggu (7/9/2025).

    Leaker KeplerL2 mengklaim konsol Xbox berikutnya bisa dijual dengan harga sekitar dua kali lipat PlayStation 6. Penyebabnya, selain spesifikasi hardware yang jauh lebih bertenaga, Microsoft juga disebut berniat menjual konsolnya dengan margin keuntungan, berbeda dengan model lama yang biasanya menjual hardware rugi untuk dikejar lewat penjualan game.

    APU dengan codename Magnus yang dirumorkan akan dipakai di Xbox baru disebut sangat kencang, sehingga menambah biaya produksi. Jika benar, harganya bisa mendekati PC gaming kelas atas, bukan konsol dengan harga terjangkau seperti yang biasanya diharapkan gamer.

    Microsoft sebelumnya menegaskan ambisinya menjadikan Windows sebagai destinasi utama gaming, termasuk lewat dukungan untuk library Steam dan toko game lain. Namun pendekatan ini bisa mengurangi pendapatan lisensi dari penerbit, yang selama ini jadi penopang bisnis konsol.

    Karena itu, muncul strategi baru berupa perangkat dengan label “Xbox PC”, seperti Asus ROG Xbox Ally yang akan rilis Oktober mendatang. Perangkat ini menjalankan Windows dengan antarmuka gaming, tapi menurut Kepler, kemungkinan tidak akan mendukung backward compatibility Xbox lama. Artinya, perangkat Xbox PC hanya bisa memainkan game PC, tanpa akses otomatis ke koleksi game Xbox yang sudah dimiliki pengguna.

    Sementara itu, Microsoft juga dikabarkan tetap menyiapkan konsol terpisah yang mendukung game PC sekaligus backward compatibility Xbox. Namun masih belum jelas apa perbedaan utamanya dibanding PC biasa selain dukungan lisensi lama tersebut.

    Masa Depan Xbox Masih Abu-Abu

    Kepler juga mengungkap bahwa penerus ROG Xbox Ally akan memakai APU berbasis arsitektur terbaru AMD Medusa dengan CPU Zen 6 dan 24 compute unit RDNA 5, dengan TDP hanya 28 watt. Performa ini digadang jauh melampaui Steam Deck dan ROG Ally saat ini.

    Dengan berbagai rumor yang beredar, masa depan Xbox terlihat makin kompleks. Jika benar-benar melangkah ke arah PC gaming penuh, Microsoft bisa kehilangan diferensiasi khas konsol. Sebaliknya, jika mempertahankan backward compatibility dan pengalaman khas Xbox, harga konsol generasi berikut bisa bikin gamer kaget.

    (asj/asj)

  • Kuda Nil Ganas Seruduk Kapal, 11 Penumpang Hilang

    Kuda Nil Ganas Seruduk Kapal, 11 Penumpang Hilang

    Pantai Gading

    Seekor kuda nil liar menenggelamkan sebuah perahu yang penuh penumpang di Pantai Gading. Insiden ini menyebabkan 11 orang-termasuk anak-anak dan seorang bayi-hilang.

    Menurut pernyataan Myss Belmonde Dogo, Menteri Kohesi dan Solidaritas negara Afrika Barat tersebut, perahu yang membawa 14 penumpang itu sedang berlayar di sepanjang Sungai Sassandra di kota Buyo di barat daya pada Jumat (5/9) pagi ketika ditenggelamkan oleh kuda nil tersebut.

    “Dengan duka yang mendalam, kami mengetahui bahwa 11 orang, termasuk perempuan, anak perempuan, dan seorang bayi, hilang setelah sebuah perahu terbalik akibat ditabrak kuda nil,” tulis Dogo.

    Operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung untuk mencari korban hilang. “Berduka atas tragedi yang meresahkan kita semua ini, Pemerintah Pantai Gading turut berduka cita sedalam-dalamnya atas duka yang dirasakan orang tua dan kerabat korban serta menyampaikan solidaritas kepada para penyintas,” lanjut Dogo.

    Sekitar 500 kuda nil hidup di Pantai Gading, sebagian besar menghuni sungai-sungai di selatan. Mamalia besar ini merupakan penyebab terumum serangan hewan yang mengakibatkan kematian atau cedera di negara tersebut, menurut studi tahun 2022 oleh peneliti Pantai Gading.

    Ada perkiraan berbeda untuk jumlah orang yang terbunuh tiap tahun oleh hewan ini, dilaporkan sekitar 500. Kuda nil adalah mamalia darat terbesar kedua setelah gajah dan beratnya dapat mencapai 3.200 kg. Panjangnya bisa mencapai 3,6 meter dan tingginya sekitar 1,5 meter. Pada Mei 2023, seorang anak meninggal dan lebih dari 20 penduduk desa hilang setelah seekor kuda nil menenggelamkan sebuah perahu di Malawi.

    Mulutnya sangat besar dan dapat membuka rahang mereka yang kuat hingga 150 derajat. Gigi mereka mungkin merupakan hal yang paling menakutkan. Gerahamnya digunakan untuk memakan tumbuhan, tapi gigi taring mereka yang tajam, yang mungkin mencapai 51 sentimeter, digunakan untuk pertahanan dan pertarungan.

    Dikutip detikINET dari CNN, gigitan mereka hampir tiga kali lebih kuat daripada singa. Yang mengerikan, satu gigitan kuda nil mungkin dapat membelah tubuh manusia menjadi dua.

    Mereka ditemukan secara alami di berbagai bagian Afrika sub Sahara, terutama di Afrika Timur dan Selatan, hidup di dalam atau di dekat sungai dan sumber air lain. Kuda nil sangat teritorial dan mungkin secara agresif menyerang hewan apa pun yang melanggar batas wilayah mereka, termasuk hyena, singa, dan buaya. Mereka juga membunuh manusia.

    (fyk/fyk)

  • Ransomware LunaLock Ancam Jual Data ke Perusahaan AI

    Ransomware LunaLock Ancam Jual Data ke Perusahaan AI

    Jakarta

    Kelompok kriminal siber kini mulai memainkan taktik baru dalam serangan ransomware. Tak hanya mengunci data dan menuntut tebusan, mereka kini juga mengancam akan menjual hasil curian ke perusahaan AI untuk melatih model kecerdasan buatan.

    Kasus terbaru menimpa Artists&Clients, sebuah platform yang mempertemukan seniman dengan klien untuk mengerjakan komisi karya seni. Situs ini diretas oleh kelompok ransomware LunaLock sekitar 30 Agustus lalu.

    Pada halaman depannya, peretas meninggalkan pesan bahwa seluruh file telah dienkripsi. Mereka menuntut pembayaran tebusan dalam bentuk Bitcoin atau Monero senilai minimal USD 50 ribu (sekitar Rp 730 juta). Bila syarat dipenuhi, mereka berjanji akan menghapus data curian dan membuka kembali akses file.

    Namun jika tidak, konsekuensinya cukup serius. Data akan dipublikasikan, termasuk informasi pribadi pengguna yang berpotensi menyalahi aturan privasi seperti GDPR di Uni Eropa. Tak berhenti di situ, LunaLock juga mengklaim akan menjual karya seni yang tersimpan di server Artists&Clients ke perusahaan AI untuk dijadikan bahan pelatihan model kecerdasan buatan.

    Ancaman ini dinilai mengkhawatirkan karena Artists&Clients secara eksplisit menolak keterlibatan AI di platformnya. Dengan demikian, banyak kreator di sana kemungkinan besar menolak keras bila karya mereka digunakan tanpa izin.

    Menurut peneliti keamanan siber Tammy Harper, ini pertama kalinya ada kelompok ransomware secara eksplisit menggunakan ancaman AI training untuk memeras korban.

    Menurutnya, meski peretas tak menjelaskan cara penjualan dilakukan, kemungkinan besar mereka cukup membuka akses database agar bisa diambil oleh crawler otomatis milik perusahaan AI.

    Hingga kini, situs Artists&Clients masih offline. Para pengguna pun resah karena peretas berpotensi memiliki akses ke ilustrasi, pesan klien, hingga data pembayaran. Pihak Artists&Clients sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden ini.

    Bagi komunitas kreator digital, ancaman LunaLock ini bisa jadi strategi menekan yang efektif. Banyak seniman memang menentang keras karya mereka digunakan untuk melatih AI tanpa kompensasi maupun izin.

    Kasus ini sekaligus menandai babak baru dalam evolusi ransomware: dari sekadar ancaman kebocoran data, kini berkembang ke isu sensitif seputar etika penggunaan AI.

    (asj/rns)

  • Gerhana Bulan 7-8 September Jadi yang Terlama, Ada Lagi Maret 2026

    Gerhana Bulan 7-8 September Jadi yang Terlama, Ada Lagi Maret 2026

    Jakarta

    Pada malam 7-8 September, wilayah Australia, Asia, Afrika, dan sebagian Eropa menyaksikan pemandangan spektakuler semua fase Gerhana Bulan Total ‘Blood Moon’.

    Selama fenomena yang berlangsung sekitar lima jam ini, Bulan purnama akan bergerak menembus bayangan Bumi. Bulan secara bertahap akan ditelan oleh bayangan tersebut, berubah warna menjadi merah tembaga (itu sebabnya dijuluki ‘Blood Moon’ atau ‘Bulan Berdarah’) selama 82 menit.

    Durasi yang panjang menjadikannya Gerhana Bulan Total terlama sejak 2022. Mengutip Time and Date, Gerhana Bulan Total berikutnya akan berlangsung selama 58 menit pada 2-3 Maret 2026.

    Tidak seperti Gerhana Matahari Total, yang hanya dapat disaksikan dari jalur totalitas yang sempit, Gerhana Bulan Total dapat disaksikan dari mana pun di sisi malam Bumi. Sayangnya bagi wilayah Amerika Utara, gerhana ini terjadi di sisi siang.

    Meskipun demikian, gerhana ini sangat terlihat. Fase total dan parsialnya diamati oleh 5,8 miliar orang atau sekitar 71% populasi dunia. Di antara kota-kota pertama yang mengalami totalitas adalah Sydney, Melbourne, dan Perth di Australia, Tokyo di Jepang, serta Seoul di Korea Selatan.

    Sedangkan fase yang terakhir mencakup Moskow di Rusia, Ankara di Turki, dan Bukares, Rumania, dengan Bulan yang mengalami gerhana terlihat saat Bulan terbit dari Eropa Barat.

    Gerhana Bulan dapat dilihat dengan mata telanjang, dan tidak memerlukan peralatan khusus. Namun, untuk memperbesar detail permukaan Bulan dan benar-benar mengamati bayangan Bumi yang merayap, teleskop yang bagus atau teropong bintang akan sangat membantu.

    Di Indonesia, fenomena ini diamati mulai pukul 22.28 WIB pada 7 September hingga 03.55 WIB keesokan harinya. Sebagian besar wilayah Indonesia cerah saat fenomena ini terjadi, sehingga para pengamat langit dapat menikmati momen gerhana dengan mata telanjang dari seluruh Indonesia.

    (rns/rns)

  • Garmin Fenix 8 Pro, Smartwach Canggih Sudah MicroLED dan Koneksi Satelit

    Garmin Fenix 8 Pro, Smartwach Canggih Sudah MicroLED dan Koneksi Satelit

    Jakarta

    Garmin meluncurkan seri Fenix 8 Proo, lini terbaru dari smartwatch GPS premium yang kini hadir dengan dua inovasi besar: layar MicroLED pertama di kelas smartwatch dan teknologi inReach untuk konektivitas satelit dan seluler.

    Perangkat ini sebelumnya diperkenalkan di Amerika Serikat yang digadang-gadang sebagai tonggak baru dalam evolusi teknologi wearable.

    Susan Lyman, Garmin Vice President of Consumer Sales and Marketing, menegaskanFenix 8 Pro menjadi terobosan besar di dunia smartwatch.

    “Lini terbaru ini sarat dengan inovasi, menghadirkan teknologi inReach langsung di pergelangan tangan untuk membantu atlet dan petualang tetap terhubung dengan keluarga maupun teman,” ujar Susan dalam pernyataan tertulisnya.

    “Seri ini juga memperkenalkan layar MicroLED ultra-bright pertama pada smartwatch, sehingga pengguna dapat melihat peta, statistik, serta berbagai metrik kesehatan dan kebugaran dengan kejernihan yang belum pernah ada sebelumnya,” ungkapnya menambahkan.

    Apa itu InReach dan MicroLED?

    Fitur unggulan inReach memungkinkan pengguna tetap berkomunikasi tanpa membawa ponsel, baik melalui satelit maupun jaringan LTE. Pengguna bisa mengirim pesan, check-in lokasi, melakukan panggilan telepon, hingga berbagi LiveTrack dengan teman atau keluarga.

    Garmin juga menyematkan fungsi SOS darurat 24/7 melalui Garmin Response Center yang berpengalaman menangani lebih dari 17.000 insiden di lebih dari 150 negara.

    Garmin Fenix 8 Pro ini pun didukung MicroLED menjadikannya sebagai smartwatch pertama yang menggunakan teknologi layar MicroLED resolusi tinggi.

    Dengan lebih dari 400.000 LED individual yang menghasilkan kecerahan hingga 4.500 nits, layar ini diklaim sebagai yang paling terang di industri smartwatch, memastikan keterbacaan optimal di segala kondisi.

    Garmin Fenix 8 Pro Foto: Garmin

    Sebagai smartwatch multisport outdoor, Fenix 8 Pro hadir dengan fitur andalan seperti Endurance Score, Hill Score, Daily Suggested Workouts, peta TopoActive, routing dinamis, aplikasi ECG, Sleep Coach, dan banyak lagi.

    Selain itu, Garmin tetap melanjutkan filosofi engineered on the inside for life on the outside, menjadikan perangkat ini teman andal bagi atlet, petualang, maupun pencinta aktivitas luar ruang.

    Seri Fenix 8 Pro ini mulai tersedia di AS pada 8 September 2025, dan akan diluncurkan secara bertahap di wilayah lain sesuai regulasi satelit masing-masing negara.

    (agt/rns)

  • Netizen Pamer Hasil ‘Berburu’ Gerhana Bulan Blood Moon 7-8 September

    Netizen Pamer Hasil ‘Berburu’ Gerhana Bulan Blood Moon 7-8 September

    Jakarta

    Momen Gerhana Bulan Total Blood Moon sangat dinanti para pengamat fenomena langit. Mereka ramai-ramai memposting hasil ‘perburuan’ momen ini dan mempostingnya di media sosial.

    Gerhana Bulan Total terjadi ketika Bulan melewati seluruh bayangan gelap Bumi, atau umbra. Selama jenis gerhana ini, Bulan akan secara bertahap menjadi lebih gelap dan kemudian berubah menjadi warna merah karat atau merah darah, sehingga disebut Blood Moon (Bulan Merah Darah).

    Fenomena ini terlihat pada 7-8 September di seluruh Asia dan Australia serta bagian tengah dan timur Eropa dan Afrika. Di Indonesia, Gerhana Bulan Total Blood Moon dapat disaksikan di seluruh wilayah Tanah Air.

    Momen tersebut diamati dari pukul 23.27 sampai dengan 02.56 WIB. Berikut adalah catatan Waktu Gerhana Bulan Total 7-8 September:

    Pukul 23.27 WIB awal gerhana sebagianPukul 00.31 WIB awal gerhana totalPukul 01.53 WIB Akhir gerhana totalPukul 02.56 WIB akhir gerhana sebagian.

    Momen istimewa ini tidak ingin disia-siakan masyarakat. Menggunakan smartphone, mereka mengabadikan Gerhana Bulan Total Blood Moon dan membagikannya di berbagai media sosial, salah satunya X.

    (rns/rns)

  • Google Kena Denda Uni Eropa Rp 56 Triliun, Kenapa?

    Google Kena Denda Uni Eropa Rp 56 Triliun, Kenapa?

    Jakarta

    Google didenda sangat tinggi terkait kasus antimonopoli, yaitu sebesar USD 3,45 miliar atau di kisaran Rp 56 triliun dari regulator Uni Eropa. Google dinilai bersalah atas praktik anti persaingan dalam bisnis teknologi periklanannya.

    Komisi Eropa menuduh Google mendistorsi persaingan di pasar teknologi periklanan (adtech) dengan secara tidak adil mengutamakan layanan teknologi periklanan display miliknya sendiri sehingga merugikan para pesaing.

    Komisi tersebut juga memerintahkan Google untuk mengakhiri praktik-praktik yang mengutamakan kepentingan sendiri dan menerapkan langkah-langkah untuk menghentikan konflik kepentingan yang melekat di seluruh teknologi periklanan. Perusahaan memiliki waktu 60 hari untuk menanggapi.

    “Keputusan hari ini menunjukkan bahwa Google menyalahgunakan posisi dominannya di teknologi periklanan yang merugikan penerbit, pengiklan, dan konsumen. Perilaku ini ilegal berdasarkan aturan antimonopoli Uni Eropa,” kata kepala persaingan Uni Eropa, Teresa Ribera.

    “Google sekarang harus mengajukan solusi serius untuk mengatasi konflik kepentingannya dan jika gagal, maka kami tidak akan ragu untuk menerapkan solusi yang tegas,” imbuhnya seperti dikutip detikINET dari CNBC.

    Kepala urusan regulasi global Google, Lee-Anne Mulholland, mengatakan keputusan Uni Eropa tersebut salah dan perusahaan akan mengajukan banding. “Keputusan ini mengenakan denda yang tidak beralasan dan membutuhkan perubahan yang akan merugikan ribuan bisnis Eropa dengan mempersulit mereka menghasilkan uang,” kata Mulholland.

    “Tidak ada yang anti persaingan dalam menyediakan layanan bagi pembeli dan penjual iklan dan juga ada lebih banyak alternatif untuk layanan kami daripada sebelumnya,” cetusnya.

    Kasus ini bermula pada tahun 2021 ketika Uni Eropa pertama kali membuka penyelidikan terhadap Google untuk menilai apakah raksasa teknologi tersebut lebih mengutamakan layanan teknologi iklan bergambar miliknya sendiri.

    (fyk/rns)

  • LG Pamerkan AI Appliances Orchestra di IFA 2025 Berlin

    LG Pamerkan AI Appliances Orchestra di IFA 2025 Berlin

    Jakarta

    LG Electronics (LG) membawa visi besarnya tentang gaya hidup cerdas berbasis kecanggihan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) pada ajang IFA 2025 yang digelar mulai 5 September di Berlin, Jerman. Di bawah tema “LG AI Appliances Orchestra”, perusahaan ini siap memamerkan beragam solusi pintar perangkat rumah tangga yang menawarkan kenyamanan lebih tinggi, personalisasi, serta efisiensi energi dalam kehidupan sehari-hari.

    LG menata booth khusus bertajuk LG AI Home yang memuat perangkat elektronik rumah tangga berbasis AI. Di sini, pengunjung dapat langsung merasakan teknologi inti AI LG yang memberikan pengalaman perawatan dan kenyamanan terkustomisasi, serta ruang konsultasi solusi bisnis dengan demonstrasi manfaat unik inovasi LG.

    “Pada penyelenggaraan IFA 2025 ini, kami membawa nilai yang sangat berbeda dengan solusi perangkat rumah tangga berbasis AI. Dengan membawa berbagai teknologi yang menyatu harmoni dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Lyu Jae-cheol, President of the LG Home Appliance Solution Company.

    LG di IFA Foto: LGZona Inovasi LG di IFA 2025

    Booth LG AI Home dibagi menjadi beberapa zona yang masing-masing menonjolkan keunggulan teknologi

    1. AI:The Hero Zone

    Terletak di bagian depan, zona ini menyambut pengunjung dengan LG AI Appliance Orchestra, di mana perangkat rumah tangga berbasis AI tertata seperti grup orkestra dengan LG ThinQ ON sebagai konduktornya. Tatanan ini melambangkan harmoni teknologi LG dalam mendukung gaya hidup modern.

    2. Fit & Max Zone

    Mengusung konsep ruang keluarga bergaya Eropa, zona ini menonjolkan desain yang memperhatikan estetika lokal tanpa mengorbankan fungsionalitas. LG menghadirkan perangkat yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Eropa.

    3. AI Core Tech Zone

    Di zona ini, pengunjung dapat mempelajari teknologi inti LG, seperti AI DD motor pada mesin cuci LG. Motor ini menggabungkan kecerdasan AI untuk performa lebih kuat dan efisien, memberikan pengalaman mencuci yang lebih cerdas.

    4. AI Home Solution Zone

    Zona ini menampilkan skenario keseharian dengan perangkat berbasis AI dan IoT, serta integrasi layanan pihak ketiga. LG mendemonstrasikan bagaimana perangkatnya dapat menghemat waktu, meningkatkan kenyamanan, dan mengurangi kerepotan sehari-hari.

    LG di IFA Foto: LGKoleksi Perangkat Berbasis AI

    LG memperkenalkan berbagai perangkat rumah tangga berbasis AI yang dirancang khusus untuk pasar Eropa, dengan fokus pada efisiensi energi dan adaptasi terhadap tren gaya hidup lokal:

    Kulkas LG: Dilengkapi kompresor berbasis AI dan insulasi canggih untuk menjaga kesegaran makanan sekaligus mengurangi konsumsi energi. Fitur Zero Clearance Hinge memungkinkan pintu kulkas terbuka sempurna meski bersebelahan dengan dinding, cocok untuk rumah tangga Eropa.Mesin Cuci dan Pengering: Mesin cuci LG dengan teknologi AI mampu menangani berbagai jenis kain, dilengkapi layar LCD besar untuk pengoperasian intuitif.
    Vacuum Cleaner: LG menghadirkan koleksi vacuum cleaner, termasuk robot vacuum dengan steam mop, built-in robot vacuum, serta vacuum stick wet-dry. Setiap modelmenggabungkan performa tangguh, kenyamanan, dan desain estetik.LG Comfort Kit: Serangkaian aksesori yang meningkatkan aksesibilitas perangkat untuk pengguna dari segala usia dan kemampuan.LG di IFA Foto: LG

    Di AI Home Solution Zone, LG menampilkan kolaborasi LG AI ThinQ dan ThinQ ON yang mempermudah aktivitas harian, seperti merekomendasikan obat, memanaskan makanan, mengenali suara, hingga menyesuaikan pencahayaan dan suhu sesuai preferensi pengguna. Selain itu, ThinQ UP memastikan pembaruan fungsi perangkat lunak, sementara ThinQ Care menawarkan pemantauan proaktif untuk menjaga performa optimal.

    LG juga memperkenalkan Spielraum, solusi AI untuk mobilitas tinggi yang menghubungkan perangkat rumah dengan kendaraan, menciptakan pengalaman pengguna yang terintegrasi antara rumah dan perjalanan.

    “”Produk LG dirancang untuk melengkapi gaya hidup dan ruang hunian konsumen global, termasuk masyarakat Eropa. Inovasi yang kami perkenalkan akan terus berkembang mengikuti perubahan gaya hidup konsumen, untuk menghadirkan personalisasi, kemudahan penggunaan, dan efisiensi energi,” tutup Lyu Jae-cheol.

    (afr/rns)

  • Kabel Internet Bawah Laut Laut Merah Terputus, Negara Ini Kena Dampaknya

    Kabel Internet Bawah Laut Laut Merah Terputus, Negara Ini Kena Dampaknya

    Jakarta

    Gangguan akses internet melanda sebagian kawasan Asia dan Timur Tengah setelah sejumlah kabel bawah laut di Laut Merah dilaporkan terputus. Para ahli menyebut insiden ini menyebabkan koneksi melambat di beberapa negara, meski penyebab pastinya belum jelas.

    Pemantau internet NetBlocks melaporkan serangkaian gangguan pada kabel bawah laut SMW4 (South East Asia-Middle East-Western Europe 4) dan IMEWE (India-Middle East-Western Europe) di dekat Jeddah, Arab Saudi. Akibatnya, konektivitas di India dan Pakistan ikut terganggu.

    Microsoft melalui situs status layanan juga mengumumkan pengguna di Timur Tengah mungkin mengalami latensi tinggi akibat masalah kabel fiber bawah laut tersebut. Namun, mereka memastikan trafik internet yang tidak melewati kawasan Timur Tengah tidak terdampak.

    Di Uni Emirat Arab, pengguna internet di jaringan Du dan Etisalat melaporkan kecepatan yang melambat. Sementara itu, Pakistan Telecommunications Company sudah mengkonfirmasi adanya pemutusan kabel pada Sabtu (6/9), seperti dikutip detikINET dari AP, Senin (8/9/2025).

    Ancaman Serangan atau Insiden Teknis?

    Kabel bawah laut merupakan salah satu tulang punggung utama internet global selain satelit dan kabel darat. Kerusakan bisa disebabkan oleh jangkar kapal yang jatuh atau serangan yang disengaja.

    Proses perbaikannya juga tidak singkat, karena perlu kapal khusus yang menentukan posisi kabel sebelum melakukan penyambungan kembali — yang bisa memakan waktu berminggu-minggu.

    Situasi ini makin sensitif karena sebelumnya ada kekhawatiran kabel bawah laut di Laut Merah jadi target serangan kelompok Houthi Yaman. Mereka belakangan gencar melancarkan kampanye militer terhadap kapal-kapal di Laut Merah sebagai bentuk tekanan politik terkait perang Israel-Hamas.

    Meski begitu, Houthi beberapa kali membantah bertanggung jawab atas pemutusan kabel internet. Namun, stasiun TV satelit mereka, al-Masirah, pada Minggu (7/9) mengakui adanya gangguan kabel, mengutip laporan dari NetBlocks.

    Sejak akhir 2023, Houthi telah menyerang lebih dari 100 kapal dengan rudal dan drone, menenggelamkan sedikitnya empat kapal dan menewaskan delapan pelaut. Kelompok yang didukung Iran itu juga sempat jadi target serangan udara besar-besaran dari AS.

    Dengan konflik di kawasan masih terus berlangsung, gangguan kabel bawah laut ini menambah lapisan kerentanan baru. Jika serangan ke infrastruktur digital terbukti benar, dampaknya bisa jauh meluas, mengingat kabel bawah laut membawa sebagian besar lalu lintas internet dunia.

    (asj/rns)