Category: Detik.com Tekno

  • Contek Android, Ini Cara Kerja Vapor Chamber di iPhone 17 Pro

    Contek Android, Ini Cara Kerja Vapor Chamber di iPhone 17 Pro

    Jakarta

    iPhone 17 dan iPhone 17 Pro Max punya fitur baru yang belum pernah ada di iPhone generasi sebelumnya. Fitur bersangkutan adalah vapor chamber, sebuah sistem pendinginan di smartphone yang sebenarnya sudah banyak dipakai di HP Android high end.

    “Desain iPhone 17 Pro lebih dari sekedar fresh dan baru. Ia juga menghantarkan lompatan dramatis dalam performa yang membuatnya menjadi iPhone yang paling powerful,” cetus Greg Joswiak, Senior Vice President of Worldwide Marketing Apple.

    Phone 17 Pro dan Pro Max hadir dengan prosesor A19 Pro. “Ketika A19 Pro dipadukan dengan desain termal terbaik kami, iPhone 17 Pro mampu memberikan kinerja berkelanjutan hingga 40% lebih baik daripada iPhone 16 Pro,” lanjut Joswiak.

    iPhone 17 pun diklaim ideal untuk tugas-tugas intensif seperti bermain game, mengedit foto dan video, menggunakan fitur-fitur canggih Apple terbaru, dan menjalankan modelAI.

    Nah, iPhone 17 Pro dan iPhone 17 Pro Max meningkatkan performa dan daya tahan baterai dengan menggunakan pendingin ruang uap atau vapor chamber untuk mencegah A19 Pro terlalu panas saat penggunaan berat.

    Vapor chamber adalah sistem manajemen termal modern yang memindahkan panas iPhone dari komponen internalnya dan membuangnya melalui sasis aluminium dan desain unibody baru. Area permukaan lebih luas memungkinkan perangkat mengatur panas lebih baik dan dengan demikian menstabilkan kinerjanya.

    Dikutip detikINET dari Mashable, Kamis (11/9/2025) kuncinya adalah dengan memasukkan sedikit cairan ke dalamnya. Seperti yang dijelaskan Apple, air deionisasi disegel di dalam vapor chamber yang terpasang, yang kemudian menarik panas dari chip A19 Pro berdaya tinggi.

    Vapor chamber di iPhone 17 ini telah dirumorkan sejak awal tahun ini, dan teknologinya telah digunakan oleh beberapa HP Android kelas atas selama beberapa waktu. Salah satunya adalah pada Samsung Galaxy S25.

    (fyk/fay)

  • Curah Hujan di Bali Lebih dari 300 mm/hari, Ibarat Hujan Sebulan Turun Sehari

    Curah Hujan di Bali Lebih dari 300 mm/hari, Ibarat Hujan Sebulan Turun Sehari

    Jakarta

    Beberapa hari mendatang, potensi curah hujan tinggi di Bali masih membayangi. Stasiun Klimatologi Bali pun mengimbau masyarakat Bali untuk selalu waspada dan menyarankan sejumlah hal.

    Untuk kondisi saat ini, Kamis (11/9/2025) curah hujan yang ditakar di beberapa tempat di Bali mencapai lebih dari 300 mm/hari, ini menjadi rekor curah hujan harian. Sehingga wajar apabila curah hujan menjadi penyebab utama terjadinya banjir hingga luapan sungai di sebagian besar lokasi di Bali.

    “Ibaratnya curah hujan sebulan turun dalam 1 hari, sehingga dampaknya luar biasa,” tutur Kepala Pokja Analisa dan Prakiraan Stasiun Klimatologi Bali, I Made Dwi Wiratmaja kepada detikINET.

    Meski begitu, walaupun curah hujan memang berpengaruh, Made mengatakan kejadian banjir tidak selalu disebabkan karena hujan yang lebat saja.

    “Bisa jadi kondisi alam lingkungan yang sudah terdegradasi sehingga tidak mampu lagi menopang curah hujan ekstrem yang turun sehingga terjadi banjir dan genangan,” ujar Made.

    Adapun hal yang dapat dilakukan masyarakat bisa dilakukan dari hal terkecil seperti mengamati lingkungan sekitar. Apabila diperlukan, tak ada salahnya untuk membuat jalan-jalan air atau memperbaiki drainase agar apabila turun hujan lebat, maka airnya tidak sampai menggenang.

    “Pembuatan biopori, mulai menanam pohon di sekitar kita dan membuang sampah pada tempatnya mungkin langkah kecil yang terdengar sepele, tapi jika dilakukan bersama mungkin dapat mengurangi dampak banjir akibat hujan lebat,” imbuhnya.

    Untuk hujan yang terjadi tanggal 9 kemarin, setelah diukur atau ditakar maka tercatat beberapa lokasi memang sangat ekstrem. Contohnya di Jembrana tercatat hujan 1 hari di angka 385,5 mm (curah hujan tertinggi untuk Kabupaten Jembrana). Sedangkan untuk keseluruhan hujan tertinggi terukur di daerah Kapal (kab Badung) yaitu 390 mm.

    Nilai ini merupakan curah hujan tertinggi yang pernah dicatat baik di Jembrana maupun Kapal.

    “Masyarakat diharap terus waspada terhadap potensi curah hujan beberapa hari ke depan, wilayah-wilayah pinggiran sungai yang rawan banjir mungkin dapat disterilkan sementara sehingga jika terjadi hujan lebat yang menyebabkan banjir tidak sampai jatuh korban jiwa,” saran Made.

    Lebih lanjut, BMKG Bali telah menyebarkan peringatan dini terkait bencana banjir di Bali. Diharapkan, masyarakat selalu awas dengan prediksi cuaca yang kurang bersahabat dalam beberapa hari terakhir.

    Peringatan dini BMKG untuk masyarakat Bali terkait potensi curah hujan tinggi. Foto: BMKGPeringatan dini BMKG untuk masyarakat Bali terkait potensi curah hujan tinggi. Foto: BMKG

    (ask/fay)

  • Peringatan buat Pengguna iPhone, Update WA Sekarang Juga

    Peringatan buat Pengguna iPhone, Update WA Sekarang Juga

    Jakarta

    Bagi pengguna Apple, WhatsApp mengingatkan untuk update aplikasi WA sekarang juga. Sebab, ada celah yang khawatirnya dimanfaatkan penjahat untuk mencuri data pribadi pengguna iPhone yang menggunakan WhatsApp versi terbaru.

    Kerentanan ‘zero-click’ adalah yang ditakutkan, di mana penjahat tak perlu berinteraksi langsung dengan user. Interaksi langsung yang dimaksud contohnya adalah mengklik link atau download file palsu APK dan sebagainya.

    Melansir Mirror, Apple sendiri sudah merilis patch penting untuk melindungi perangkat user. Kini, WhatsApp mengonfirmasi pihaknya turut memberikan update untuk menjamin keamanan pengguna.

    “Kami menilai bahwa kerentanan ini, dikombinasikan dengan kerentanan tingkat OS pada platform Apple (CVE-2025-43300), mungkin telah dieksploitasi dalam serangan canggih terhadap pengguna target tertentu,” kata WhatsApp dalam pembaruan di halaman keamanannya.

    Selama pembaruan ini terpasang, pengguna seharusnya sudah aman.

    Meskipun serangan ini sangat tertarget dan hanya memengaruhi sejumlah kecil individu, seorang pakar keamanan mendesak semua pengguna iPhone yang telah memasang WhatsApp untuk memperbarui aplikasi ke versi terbaru guna menghindari risiko menjadi target penjahat siber di masa mendatang.

    “WhatsApp dan perangkat Apple adalah beberapa teknologi yang paling banyak digunakan di dunia, terutama di kalangan eksekutif senior,” ujar Adam Boynton, Manajer Strategi Keamanan Senior EMEIA di perusahaan keamanan Jamf.

    “Popularitas itu menjadikan mereka target utama. Penyerang tahu bahwa jika mereka dapat menemukan jalan masuk, keuntungannya sangat besar. Itulah sebabnya kami melihat investasi yang signifikan dari para penyerang dalam mengungkap kerentanan zero-click seperti ini,” imbuhnya.

    Meskipun kasus bug yang digunakan untuk mengakses iPhone orang-orang tampaknya sangat terbatas, Boynton mengatakan sangat penting untuk selalu memperbarui aplikasi WhatsApp Anda dengan versi terbaru dari Meta.

    Meskipun bug terbaru ini hanya memengaruhi perangkat Apple, jika kamu menggunakan WhatsApp di Android, kamu tetap harus memastikan pembaruan otomatis diaktifkan agar perbaikan penting diunduh ke ponselmu secara berkala.

    (ask/ask)

  • Peluncuran Satelit Nusantara Lima Tertunda 2 Kali gegara Cuaca Buruk

    Peluncuran Satelit Nusantara Lima Tertunda 2 Kali gegara Cuaca Buruk

    Satelit Nusantara Lima masih belum diluncurkan ke luar angkasa karena terhambat kendala cuaca buruk. Peluncurannya sampai ditunda dua kali dari jadwal pertama.

    Semula, satelit milik PT Pasifik Satelit Nusantara dijadwalkan diluncurkan dengan Roket SpaceX Falcon 9 dari Cape Canaveral, Florida, AS pada 8 September 2025 pukul 20.02 waktu setempat (9 September, 07.02 WIB) kemudian dijadwal ulang pada 9 September waktu Florida (10 September waktu Indonesia). Akan tetapi, cuaca kembali belum berpihak akibatnya peluncuran kembali ditunda pada saat hitung mundur tinggal 30 detik. Peluncuran pun dijadwalkan ulang lagi nih derikers, rencananya pada 10 September waktu Florida (11 September di Indonesia) pada jendela waktu yang sama.

  • SpaceX Tunda Lagi Peluncuran Satelit Nusantara Lima Karena Cuaca & Teknis

    SpaceX Tunda Lagi Peluncuran Satelit Nusantara Lima Karena Cuaca & Teknis

    Orlandop

    Peluncuran Satelit Nusantara Lima milik PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) kembali harus mundur. Roket Falcon 9 yang digadang-gadang bakal mengantar satelit itu ke orbit belum bisa lepas landas dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat pada Rabu (10/9) waktu Orlando atau Kamis (11/9/2025).

    Penundaan kali ini dipicu kombinasi dua faktor: kondisi cuaca yang tak kunjung stabil dan masalah teknis pada roket Falcon 9 milik SpaceX.

    “Peluncuran terpaksa ditunda karena ada awan cumulonimbus di selatan Beppu Beach, serta beberapa hal teknis yang perlu diperbaiki pada roket,” jelas Project Director Satelit Nusantara Lima, Satrio Adiwicaksono.

    Menurutnya, peluang cuaca mendukung di jendela peluncuran Rabu (10/9/2025) hanya 50-70%. Padahal sehari sebelumnya, tim sempat optimistis dengan perkiraan 80% peluang aman.

    “Arah anginnya masih 50-50. Kami tetap pantau terus,” tambah Satrio.

    Selain cuaca, tim SpaceX menemukan beberapa komponen Falcon 9 yang tidak sesuai standar setelah upaya peluncuran sebelumnya dihentikan (scrub). Awalnya perbaikan diperkirakan selesai dalam enam jam, namun karena cuaca buruk, waktu verifikasi membengkak hingga melewati batas jendela peluncuran.

    Satrio Adiwicaksono, Project Director Satelit Nusantara Lima Foto: Adi FIda Rahman/detikINTE

    Akibatnya, SpaceX meminta tambahan waktu 24 jam. Peluncuran ulang kini dijadwalkan pada Kamis (11/9) dengan jendela pukul 18.59-20.59 waktu setempat atau Jumat (12/9) pukul 07.59-09.59 WIB pagi.

    “Semoga besok jadi,” kata Satrio dengan nada optimistis.

    Satelit Nusantara Lima sebelumnya juga gagal mengudara pada Selasa (9/9) waktu Amerika atau Rabu (10/9) WIB, bahkan hanya 30 detik sebelum lepas landas. Saat itu, 45th Weather Squadron menilai kondisi terlalu berisiko akibat cuaca ekstrem.

    Meski tertunda, kondisi satelit dipastikan tetap prima. “Yang penting barangnya masih oke. Satelit ini punya banyak karakter, tapi semua sudah disiapkan dengan baik,” ujar Satrio.

    Persiapan peluncuran satelit nusantara lima Foto: Adi Fida Rahman/detikinet

    Satelit Nusantara Lima menggunakan platform Boeing 702MP dan memiliki kapasitas lebih dari 160 Gbps. Kehadirannya diharapkan memperkuat konektivitas broadband ribuan pulau di Indonesia serta kawasan Asia Tenggara, termasuk Filipina dan Malaysia. Satelit ini ditargetkan mulai beroperasi pada 2026.

    Kini semua mata tertuju pada upaya peluncuran berikutnya. Publik di Indonesia maupun penggemar antariksa global berharap cuaca bersahabat dan roket Falcon 9 siap terbang tanpa hambatan.

    (afr/afr)

  • Video Mengenal Teknologi Termal Baru Apple di iPhone 17 Pro & 17 Pro Max

    Video Mengenal Teknologi Termal Baru Apple di iPhone 17 Pro & 17 Pro Max

    Apple menghadirkan sejumlah pembaruan di iPhone 17 Pro dan iPhone 17 Pro Max. Nggak cuma body yang kini pakai material aluminium, tapi juga ada teknologi termal baru biar iPhone 17 Pro & 17 Pro Max ini nggak cepat panas. Seperti apa sistemnya?

    “Dimulai dengan pendekatan yang sepenuhnya baru terhadap pengelolaan termal, yang penting untuk performa sistem,” jelas Senior Vice President (SVP) of Worldwide Marketing Apple Greg Joswiak. “Kami mengelola suhu permukaan dan daya dengan cermat. Pusat dari sistem pengelolaan termal baru ini adalah ruang uap rancangan Apple.”

    Tonton berita video lainnya di sini!

  • Remala Abadi Perkuat Infrastruktur, Siap Jadi Pemain Besar ISP Nasional

    Remala Abadi Perkuat Infrastruktur, Siap Jadi Pemain Besar ISP Nasional

    Jakarta

    PT Remala Abadi Tbk (Data) menegaskan ambisinya menjadi penyedia layanan internet utama di Indonesia. Sejumlah langkah strategis dilakukan Remala untuk mencapai target tersebut.

    Provider internet ini telah menggandeng sejumlah mitra teknologi untuk memperkuat infrastruktur telekomunikasi sekaligus memperluas cakupan layanan internet berkecepatan tinggi.

    “Dengan dukungan mitra strategis, kami optimistis dapat memperluas cakupan layanan, meningkatkan kualitas jaringan, dan menghadirkan solusi digital yang lebih cepat, aman, dan terjangkau bagi masyarakat,” ujar Direktur Utama Remala, Agus Setiono dalam keterangannya, Rabu (10/9/2025).

    Remala menargetkan menghadirkan 5 juta homepass dalam dua tahun ke depan, serta memperluas hingga 25 juta homepass dalam 10 tahun mendatang. Target ini didukung oleh investasi besar di backbone dan perangkat konsumen.

    Remala menyatakan kolaborasi ini merupakan bagian dari strategi ekspansi periode 2025-2026, di antaranya dengan bekerjasama dengan Huawei sebagai penyedia teknologi internet residensial hingga 10 Gbps, solusi anti-DDoS, SD-WAN, dan perangkat DWDM untuk backbone, CCSI dan Voksel Electric sebagai penyedia kabel laut, kabel darat, dan backbone yang menopang ekspansi jaringan.

    PT Remala Abadi Tbk (Data) menegaskan ambisinya menjadi penyedia layanan internet utama di Indonesia. Foto: Remala Abadi

    Kemudian, Triasmitra & JMP (Jejaring Mitra Persada) guna penguatan backbone strategis, termasuk SKKL Rising 8 Jakarta-Batam yang bekerja sama dengan Mora Telematika, Vsol penyedia 1 juta unit perangkat Optical Network Terminal (ONT) untuk layanan internet rumah hingga 1 Gbps, dan Kosmos Wavelength Technology untuk pengadaan kabel distribusi jaringan ke rumah pelanggan (home connect).

    Selain memperluas backbone, Remala juga tengah mengurus izin Network Access Provider (NAP). Dengan izin ini, Remala berhak menyediakan jasa akses dan routing bagi ISP lain untuk koneksi ke jaringan global. Langkah ini diharapkan membuka peluang pendapatan baru sekaligus meningkatkan utilisasi backbone yang sedang dibangun.

    Penandatanganan MoU yang dilakukan di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, menandai positioning Remala sebagai pemain penting dalam ekosistem digital Indonesia. Dengan dukungan mitra teknologi global dan penyedia infrastruktur nasional, Remala percaya diri akan mencapai sebagai ISP dengan cakupan luas, kualitas jaringan tinggi, dan fokus pada penetrasi rumah tangga di seluruh Indonesia.

    (agt/fay)

  • Kenapa Satelit Nusantara Lima Meluncur Malam Hari di Cape Canaveral

    Kenapa Satelit Nusantara Lima Meluncur Malam Hari di Cape Canaveral

    Jakarta

    Peluncuran Satelit Nusantara Lima (SNL) milik PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) sudah dua kali tertunda akibat cuaca buruk di Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat. Awalnya dijadwalkan pada 8 September 2025 kini dijadwalkan kembali 10 September 2025.

    Satelit Nusantara Lima masih akan diluncurkan di malam hari pukul 20.00 waktu Orlando. Pertanyaannya kenapa peluncuran SNL dilakukan pada malam hari, berbeda dengan Satelit Satria-1 yang diluncurkan 2023 pada siang hari?

    Lebih-lebih lagi cuaca pagi dan siang hari di Orlando cukup bersahabat. detikINET pun bertanya ke CEO PSN Adi Rahman Adiwoso akan hal tersebut.

    Dia menjelaskan bahwa waktu peluncuran malam hari dipilih untuk mengoptimalkan posisi orbit satelit, khususnya terkait titik Apogee dan Perigee. “Jadi gini, Bumi itu berputar, dan kita ingin Apogee-nya sudah berada di sekitar plus-minus 113 derajat bujur timur, dengan toleransi 10 derajat,” ujar Adi saat ditemui di The Gantry at LC-39, Kennedy Space Center.

    Apa Itu Apogee dan Perigee?

    Adi menjelaskan, orbit satelit berbentuk elips, mirip seperti telur. Dalam orbit ini, terdapat dua titik penting: Apogee, yaitu titik tertinggi satelit dari Bumi, dan Perigee, titik terdekat satelit dari Bumi. Untuk SNL, Perigee ditargetkan berada pada ketinggian sekitar 250 kilometer.

    “Kalau Perigee-nya terlalu tinggi, misalnya di 500 kilometer seperti Satria-1, itu kurang efisien karena membakar lebih banyak bahan bakar,” tambah Adi.

    Sementara itu, Apogee SNL dirancang berada pada ketinggian supersinkronus, yakni sekitar 100 ribu kilometer, bukan 36 ribu kilometer seperti orbit geostasioner standar. “Apogee yang tinggi ini memungkinkan satelit didorong ke orbit bundar yang lebih efisien, sehingga menghemat bahan bakar,” jelasnya.

    Mengapa Malam Hari?

    Satelit Nusantara Lima Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

    Pemilihan waktu malam hari di Florida, khususnya antara pukul 18.00 hingga 22.00 waktu setempat, bertujuan agar Apogee satelit sudah berada di posisi ideal sekitar 113 derajat bujur timur, yang merupakan lokasi orbit optimal untuk melayani Indonesia dan Asia Tenggara.

    “Kalau kita luncurkan siang hari, Apogee-nya bisa-bisa berada di atas Afrika atau wilayah lain, sehingga satelit harus melakukan koreksi orbit yang memakan lebih banyak bahan bakar,” ungkap Adi.

    Bahan bakar satelit, atau fuel, merupakan faktor kunci yang menentukan masa pakai (lifetime) satelit. Jika terlalu banyak bahan bakar digunakan untuk koreksi orbit, masa operasional satelit bisa berkurang.

    “Ini soal efisiensi. Peluncuran malam hari memastikan satelit langsung menuju jalur yang tepat, sehingga lebih hemat bahan bakar,” tambahnya.

    Adi juga menyebutkan bahwa waktu peluncuran bergantung pada lokasi peluncuran. Sebagai perbandingan, peluncuran satelit PSN sebelumnya menggunakan roket Proton di Kazakhstan dilakukan pada siang hari.

    “Di Kazakhstan, siang hari bisa optimal karena posisi orbit yang dituju berbeda. Tapi untuk Florida, malam hari adalah waktu terbaik untuk mencapai Apogee di 113 derajat bujur timur,” jelas Adi.

    Adi juga menyinggung tantangan orbit rendah Bumi (Low Earth Orbit/LEO) di ketinggian 400 kilometer, yang saat ini dipadati satelit-satelit kecil.

    “Kita sengaja menempatkan Perigee di 250 kilometer untuk menghindari tabrakan dengan satelit LEO. Kalau terlalu tinggi, seperti 500 kilometer pada Satria-1, itu kurang efisien karena membutuhkan lebih banyak bahan bakar untuk mencapai orbit geostasioner,” ungkapnya.

    Halaman 2 dari 2

    Simak Video “Video: Satelit Nusantara Lima Milik Indonesia Siap Meluncur 9 September”
    [Gambas:Video 20detik]
    (afr/afr)

  • iPhone 17 Pro Series Kini Pakai Bodi Aluminium, Ini Alasannya

    iPhone 17 Pro Series Kini Pakai Bodi Aluminium, Ini Alasannya

    Jakarta

    Apple merombak total desain iPhone 17 Pro dan iPhone 17 Pro Max. Tidak hanya memasang modul kamera ‘plateau’ yang lebih besar, Apple juga menggunakan rangka aluminium unibody di iPhone 17 Pro series.

    Desain baru ini menggantikan rangka titanium yang pertama kali diperkenalkan di iPhone 15 Pro dan iPhone 15 Pro Max pada tahun 2023. Saat itu, titanium bahkan menjadi slogan pemasaran iPhone 15 Pro series dan dipakai untuk nama varian warnanya seperti Natural Titanium dan Blue Titanium.

    iPhone 16 Pro dan iPhone 16 Pro Max yang diluncurkan tahun lalu juga menggunakan rangka titanium. Meskipun lebih premium dan tahan banting, rangka titanium di iPhone 15 Pro series dan iPhone 16 Pro series dikeluhkan pengguna karena menyebabkan overheating.

    Untuk mengatasi masalah overheating, Apple akhirnya memilih untuk menggunakan rangka aluminium di iPhone 17 Pro series. Hal ini memang menjadi prioritas Apple, yang diiringi dengan kehadiran sistem pendingin vapor chamber di iPhone untuk pertama kalinya.

    Aluminium lebih ringan dan menawarkan pembuangan panas yang lebih baik dibandingkan titanium. Konduktivitas panas juga lebih tinggi, sehingga bisa mendistribusikan panas dari komponen-komponen yang penting saat penggunaan berat.

    Selain faktor konduktivitas yang inferior, titanium juga lebih sulit diproduksi dengan tingkat scrap lebih tinggi yang mungkin menjadi faktor penentu keputusan tersebut.

    Produksi rangka titanium membutuhkan alat khusus dan proses CNC yang presisi, sementara aluminium lebih murah dan lebih mudah diproduksi dalam skala besar, seperti dikutip dari MacRumors, Rabu (10/9/2025).

    Rangka aluminium baru di iPhone 17 Pro dan iPhone 17 Pro Max juga memungkinkan pilihan warna baru yang lebih bold, seperti Cosmic Orange dan Deep Blue. Keterbatasan titanium dalam proses anodisasi diyakini membatasi kemampuan Apple untuk menghadirkan warna lebih cerah di iPhone Pro generasi sebelumnya.

    Meski begitu, Apple tidak sepenuhnya meninggalkan titanium. Material ini masih dipakai di iPhone Air, ponsel paling tipis yang pernah dirilis Apple, untuk mempertahankan struktur yang kuat sekaligus mewujudkan ponsel yang tipis.

    (vmp/vmp)

  • Langka! SpaceX Pamer Nusantara Lima di Pelindung Satelit Jelang Peluncuran

    Langka! SpaceX Pamer Nusantara Lima di Pelindung Satelit Jelang Peluncuran

    Jakarta

    SpaceX tengah berjuang untuk meluncurkan Satelit Nusantara Lima setelah tertunda dua kali akibat cuaca buruk di lokasi peluncuran Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat. Penampakan satelit nasional itu pun dipamerkan oleh perusahaan Elon Musk.

    Dalam foto yang dirilis SpaceX, satelit terpasang di dalam payload fairing, yaitu penutup pelindung bagian atas roket yang akan menjaga satelit selama fase awal penerbangan menembus atmosfer. Tentunya, foto tersebut diabadikan sebelum berada di tempat peluncuran.

    Foto satelit di dalam payload fairing ini yang kemudian dipublikasikan menjadi pemandangan yang langka. Hal itu terjadi karena beberapa faktor dan kebijakan perusahaan, tetapi bisa pengecualian kalau sudah mendapatkan izin dari klien.

    Foto Satelit Nusantara Lima diperlihatkan SpaceX di akun X ketika mereka akan meluncurkan di percobaan kedua. Roket sudah menghitung mundur hingga 30 detik sebelum lepas landas, namun peluncuran dihentikan secara mendadak karena izin cuaca tidak dikeluarkan oleh pihak berwenang.

    CEO PSN, Adi Rahman Adiwoso, menjelaskan kronologi penundaan tersebut. “Jadi 30 detik itu, mereka harus dapat weather clearance dari Air Force K45. Nah, mereka tidak memberikan clearance pada detik-detik terakhir. Mereka mengatakan terlalu risiko, jadi peluncuran diberhentikan. Tidak diizinkan untuk diluncurkan karena alasan cuaca. Peluncuran akan dicoba besok, jamnya hampir sama,” ujar Adi.

    Air Force K45 kemungkinan besar merujuk pada 45th Weather Squadron (45 WS), yakni unit cuaca di bawah Space Launch Delta 45 yang berbasis di Patrick Space Force Base, Florida. Skuadron ini memiliki tugas vital yaitu memantau kondisi cuaca dan memberikan rekomendasi untuk setiap peluncuran roket dari Cape Canaveral dan Kennedy Space Center.

    Tim ini bekerja sama dengan FAA, NASA, dan perusahaan seperti SpaceX untuk memastikan keselamatan. 45WS menyampaikan data prakiraan, observasi, dan peringatan kondisi atmosfer mulai dari jam hingga detik terakhir sebelum peluncuran.

    Mereka berpegang pada Launch Weather Commit Criteria, termasuk batas kecepatan angin, keberadaan awan petir, dan risiko bahaya lain yang bisa membahayakan misi. Jika salah satu parameter tidak terpenuhi, peluncuran bisa langsung dibatalkan demi keselamatan roket, muatan, dan publik di sekitar area peluncuran.

    CEO PSN Adi Rahman Adiwoso Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

    Penundaan di detik-detik akhir peluncuran bukan hal baru. Banyak misi NASA maupun komersial pernah mengalami scrub (penghentian) mengalami serupa akibat cuaca yang tidak sesuai kriteria. Meski mengecewakan, keputusan tersebut diambil untuk melindungi aset bernilai ratusan juta dolar dan keselamatan publik.

    Agenda peluncuran telah dijadwalkan keesokan harinya 10 September waktu Florida atau pada pagi harinya tanggal 11 September waktu Indonesia.

    Peluncuran dengan Falcon 9 akan mengikuti skema dua tahap. Stage 1 (booster) yang memberikan dorongan awal sebelum kembali mendarat untuk digunakan ulang, dan Stage 2 yang akan membawa satelit menuju orbit target.

    Setelah itu, payload fairing akan terlepas dan satelit Nusantara Lima dilepaskan ke orbit transfer geostasioner sebelum bermanuver menuju orbit finalnya di 113 derajat Bujur Timur.

    Dengan kapasitas 160 Gbps dengan 101 spot beam Ka-band, Nusantara Lima akan mendukung penyediaan layanan internet cepat di Indonesia. Bahkan, jangkauan kawasan satelit ini bisa mencakup wilayah Filipina dan Malaysia.

    (agt/agt)