Category: Detik.com Tekno

  • Senjata Rahasia Vivo X300 untuk Kalahkan iPhone 17 Pro

    Senjata Rahasia Vivo X300 untuk Kalahkan iPhone 17 Pro

    Jakarta

    Vivo tengah menyiapkan amunisi baru di ranah flagship lewat seri Vivo X300. Selain dibekali prosesor anyar MediaTek Dimensity 9500, ponsel ini akan mengandalkan senjata rahasia berupa chip pemrosesan gambar (image signal processor/ISP) V3+ buatan sendiri.

    Kehadiran chip ini bukan sekadar pelengkap, melainkan kartu truf Vivo untuk menyalip kemampuan kamera iPhone 17 Pro. Han Boxiao, product manger di Vivo mengungkap bahwa V3+ memungkinkan X300 merekam video portrait sinematik 4K pada 60fps. Angka ini lebih tinggi dibanding iPhone 17 series yang hanya sanggup di 30fps, termasuk generasi Vivo X200 sebelumnya, demikian dikutip detikINET dari GSM Arena, Rabu (17/9/2025).

    Dengan V3+, Vivo ingin menghadirkan pengalaman sinematik langsung dari genggaman, tanpa perlu perangkat tambahan. Kombinasi Dimensity 9500 dan V3+ juga memungkinkan tracking fokus super cepat serta respon shutter dalam hitungan milidetik, sehingga pengguna bisa menangkap momen bergerak cepat tanpa kehilangan detail.

    Langkah ini menandai strategi baru Vivo di tengah persaingan ketat dengan Apple maupun Samsung. Jika selama ini Vivo dikenal lewat kamera beresolusi tinggi, kini fokus bergeser ke pengalaman video sinematik yang lebih mulus, sesuatu yang dulunya selalu menjadi andalan iPhone.

    Tak hanya itu, varian Vivo X300 Ultra disebut bakal hadir dengan dua kamera 200MP, menjadikannya ponsel pertama di dunia dengan konfigurasi tersebut. Bila benar terwujud, kombinasi hardware agresif dan ISP V3+ bisa menjadikan Vivo X300 Ultra ancaman serius bagi dominasi iPhone 17 Pro di ranah mobile photography dan videography.

    Chipset Dimensity 9500 yang jadi otak Vivo X300 sendiri akan diumumkan MediaTek pada 22 September 2025, sehari sebelum Snapdragon 8 Elite Gen 5. Chip ini dikembangkan bersama ARM dan membawa peningkatan besar di sektor NPU (Neural Processing Unit). Hasilnya, Vivo X300 sanggup melakukan komputasi AI lebih cepat, termasuk untuk fitur kamera berbasis kecerdasan buatan.

    Bahkan, skor benchmark AnTuTu menunjukkan Vivo X300 mampu menembus 4 juta poin, menjadi ponsel pertama yang berhasil melewati ambang tersebut. Dengan performa tinggi dari Dimensity 9500 dan keunggulan visual dari V3+, Vivo mencoba memadukan kekuatan prosesor dan inovasi imaging sebagai jurus andalan untuk merebut perhatian konsumen premium.

    (asj/asj)

  • Dasar Ilmiah Nabi Musa Membelah Laut Merah Diungkap Sains

    Dasar Ilmiah Nabi Musa Membelah Laut Merah Diungkap Sains

    Jakarta

    Umat Islam, Kristen, dan Yahudi menganggap aksi Nabi Musa membelah Laut Merah sebagai salah satu mukjizat Tuhan yang paling mengesankan. Penelitian terbaru menunjukkan dasar ilmiah kisah keagamaan tersebut.

    Al-Qur’an dan Alkitab mengisahkan bahwa Musa, seorang nabi utusan Allah SWT, memerintahkan perairan terdalam di Laut Merah untuk membuka jalan bagi bangsa Israel melarikan diri dari Fir’aun Mesir yang menindas, yang kemudian pasukannya langsung tersapu oleh gelombang yang datang.

    Namun, menurut para ahli di National Center for Atmospheric Research, untuk mencapai hal ini, angin yang bertiup pada kecepatan dan sudut yang tepat secara layak dapat membuka sebuah saluran. Sehingga, orang dapat lewat dengan berjalan kaki, kemudian menelan siapa pun yang ada di sana begitu angin bertiup dengan kekuatan tsunami.

    “Penyeberangan Laut Merah adalah fenomena supranatural yang mengandung komponen alamiah, keajaibannya terletak pada waktu yang tepat,” kata ahli kelautan Carl Drews dikutip dari Daily Mail.

    Model komputer memperkirakan fenomena seperti itu memerlukan angin berkecepatan lebih dari 96 km per jam untuk menghantam air pada sudut tertentu, sehingga membuka terowongan air selebar 4 km

    “Ketika angin kencang bertiup ke arah selatan dari hulu Teluk selama sekitar satu hari, air akan terdorong ke arah laut, sehingga dasar yang sebelumnya terendam air akan tersingkap,” kata Nathan Paldor, ilmuwan kelautan dari Hebrew University of Jerusalem.

    Kisah Nabi Musa membelah Laut Merah konon terjadi di Teluk Aqaba, yang memisahkan Semenanjung Sinai di Mesir dari Arab Saudi dan selatan Yordania. Bagian Laut Merah ini merupakan salah satu yang terdalam dengan kedalaman maksimum 1.800 meter.

    Akan tetapi, penelitian geologi membantah pernyataan ini karena angin badai sebesar apa pun tidak akan dapat membantu orang menyeberangi Teluk Aqaba yang berbahaya.

    Cerita itu juga menyatakan bahwa angin yang memecah laut itu datang dari timur, sedangkan perhitungan ilmiah menunjukkan angin itu pasti datang dari barat daya.

    Sebaliknya, para arkeolog telah mengajukan hipotesis lokasi alternatif untuk peristiwa cuaca ekstrem yang dapat membuka jalan bagi mukjizat Musa.

    Citra Google Earth Laut Merah, terletak di antara Mesir dan Jazirah Arab. Foto: Doron Norf dan Nathan Paldor

    Terletak di antara daratan Mesir dan semenanjung, Teluk Suez hanya memiliki kedalaman hingga 30 meter dengan dasar yang relatif datar, yang diketahui dapat terjadi jika ada pasang surut yang kuat di bagian ini.

    Bruce Parker, mantan kepala ilmuwan di National Oceanic and Atmospheric Administration, meyakini Musa menggunakan pengetahuannya tentang pasang surut untuk membawa bangsa Israel keluar dari Mesir.

    “Musa hidup di alam liar di dekat situ pada masa kecilnya, dan dia tahu di mana kafilah menyeberangi Laut Merah saat air surut,” tulis Park untuk The Wall Street Journal pada 2014.

    “Dia tahu langit malam dan metode kuno untuk memprediksi pasang surut, berdasarkan posisi Bulan di atas kepala dan seberapa penuh Bulan itu,” jelasnya.

    Namun, teori Suez tidak dapat mendukung klaim Book of Exodus (Kitab Keluaran atau kitab kedua dalam Alkitab Perjanjian Lama) bahwa angin timur bertiup membelah laut.

    Dalam laporan yang diterbitkan di PLOS One, Drews mengusulkan Danau Tannis di Delta Nil sebagai lokasi yang paling masuk akal untuk peristiwa tersebut, sesuai dengan terjemahan alternatif Alkitab Ibrani yang merujuk pada lautan ‘alang-alang’ yang tumbuh rapat di perairan payau tersebut, bukan ‘Laut Merah’.

    “Pemodelan samudra, dan sebuah laporan dari 1882, menunjukkan bahwa angin kencang di atas delta Nil bagian timur akan menerbangkan air setinggi dua meter, sehingga daratan yang kering tersingkap untuk sementara waktu berkat struktur unik danau tersebut yang menyediakan ‘mekanisme hidrolik untuk membagi air’,” kata peneliti samudra tersebut.

    Meskipun teori ilmiahnya masuk akal, Drews mengakui bahwa sebagai penganut Kristen, imannya membuatnya percaya bahwa kisah itu tetaplah ajaib.

    “Secara pribadi, saya seorang Lutheran yang selalu memahami bahwa iman dan sains dapat dan harus selaras. Adalah wajar dan tepat bagi seorang ilmuwan untuk mempelajari komponen alami dari narasi ini,” tutupnya.

    (rns/rns)

  • HP Gaming Rp 3 Jutaan dengan Aura Kompetitif

    HP Gaming Rp 3 Jutaan dengan Aura Kompetitif

    Jakarta

    Infinix GT 30 Pro hadir di pasar Indonesia sebagai smartphone gaming kelas menengah yang langsung mencuri perhatian. Sebagai penerus dari generasi sebelumnya, sejumlah peningkatan dilakukan oleh Infinix. Mari kita ulas.

    Awal kehadirannya, Infinix GT 30 Pro jadi sorotan karena sukses mencatat rekor MURI setelah sanggup dimainkan 24 jam nonstop tanpa penurunan FPS. Torehan tersebut seakan ingin menunjukkan bahwa Infinix GT 30 Pro bukan HP gaming biasa.

    Dengan layar 144 Hz, chipset tangguh, dan sistem pendinginan canggih, Infinix GT 30 Pro diposisikan oleh Infinix sebagai jawaban bagi gamer yang mendambakan performa stabil dengan harga terjangkau.

    Namun, apakah performa itu sungguhan? detikINET pun mengulas smartphone gaming Infinix GT 30 Pro.

    Desain

    Sebagai smartphone gaming, Infinix GT 30 Pro tampaknya tak ingin sekedar performa saja yang diunggulkan, tetapi dari segi tampilan pun menjadi perhatian. Mengusung desain mecha dengan mechanical light waves seakan produsen smartphone ini ingin menunjukkan produk terbarunya ini sebagai perangkat penunjang gamer.

    Pada bagian samping kiri tampak polos sekali, hal ini jarang terjadi di smartphone secara umum. Hal itu karena Infinix menempatkan hampir semuanya di bagian samping kiri, untuk memberikan kenyaman pengguna saat bermain game seperti ada tombol power, volume, dan GT trigger di ujung masing-masing.

    Tampak samping bagian kiri Infinix GT 30 Pro Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

    Sementara itu, di bagian atas terdapat speaker dan mic. Begitu juga pada bagian bawa ada speaker, mic, dan slot SIM Card. Adanya dua speaker kiri-kanan saat posisi HP bermain game, suara yang dihasilkan terdengar nyaman.

    Dalam pakai pembelian, pengguna nantinya akan mendapatkan casing magnetik yang dapat ditempelkan kipas pendingin. Hal ini bermanfaat sekali bagi gamer karena perangkatnya tidak akan cepat panas dalam jangka waktu lama.

    Saat pertama kali detikINET menggenggam ponsel ini, terasa nyaman meskipun itu pakai satu tangan.

    Infinix GT 30 Pro Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

    Layar

    GT 30 Pro diketahui mengusung panel AMOLED 6,78 inci 1,5K (1224 x 2720 piksel) dengan refresh rate 144 Hz, sampling sentuh tinggi, dan kecerahan puncak hingga 1.600 nits – membuatnya nyaman digunakan bahkan di bawah terik matahari.

    Spek layar tersebut untuk menjamin kenyamanan mata pengguna yang doyan main game. Hal itu dirasakan oleh detikINET, asyik main game berlama-lama. Kendati begitu, ada baiknya keunggulan tersebut tidak membuat kita sering menatap layar perangkat.
    Kemampuan handset ini dalam memberikan gaming sampai 120 FPS di PUBG Mobile. Bahkan, saat memainkan game berat seperti Genshin Impact dengan resolusi tinggi, pengguna dapat merasakan pengalaman game tanpa hambatan.

    Adapun, bezelnya yang tipis memberikan nilai plus lainnya pada layar Infinix GT Pro. Hal ini cocok buat main game maupun kebutuhan hiburan digital lainnya.

    Selain itu, adanya Gorilla Glass 7i memberikan rasa aman bagi pengguna. Sebab, tidak perlu khawatir lagi layar gampang tergores karena aktivitas pengguna karena sudah ada ketahanan ekstra.

    Infinix GT 30 Pro Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

    Performa

    Infinix GT 30 Pro langsung diganjar penghargaan meski umurnya baru beberapa hari. Melalui tantangan 24 jam gaming tanpa henti, Infinix GT 30 Pro berhasil meraih penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori “Bermain Gim Menggunakan Smartphone Secara Nonstop Terlama Tanpa Penurunan FPS.

    Performa itu kemudian dijajal oleh detikINET dan hasilnya sesuai. Hal itu bisa terjadi atas teknologi All-Day Full FPS System yang dibenamkan pada GT 30 Pro.

    Lantas, apa yang membuat Infinix GT 30 Pro begitu tangguh untuk gaming? Rahasianya ada pada chipset MediaTek Dimensity 8350 5G Ultimate berbasis fabrikasi 4nm dengan kecepatan hingga 3,35GHz.

    Infinix GT 30 Pro mampu menjalankan PUBG Mobile dengan resolusi tinggi. Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET

    Prosesor tersebut dipadukan dengan AI APU 780 yang bekerja adaptif untuk mengatur kinerja dan efisiensi daya secara cerdas, sehingga performa tetap stabil meski dipacu bermain game berat.

    Untuk menjaga suhu tetap terkendali, Infinix menyematkan sistem pendingin 3D Vapor Cloud Chamber serta fitur MAGT (Game Adaptive Control) yang mampu mempertahankan frame rate di level optimal.

    Pengalaman bermain juga diperkuat dengan fitur gaming khas seperti GT Trigger, 6-axis gyroscope, dan X-Axis Linear Motor, yang menghadirkan kontrol lebih presisi dan responsif-seolah menggunakan perangkat gaming profesional.

    Begitu pula, Infinix GT 30 Pro bisa menjalankan Genshin Impact dengan reslusi tinggi tanpa hambatan. Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET

    Daya tahan perangkat ditopang baterai besar 5.500 mAh yang mendukung 45W All-Round FastCharge serta 30W wireless charging, sehingga gamer bisa bermain lebih lama tanpa khawatir kehabisan daya.

    Bahkan, saat digunakan sambil mengisi daya, aksesoris tambahan seperti MagCharge Cooler dan MagCase otomatis mengaktifkan Draco Cooling Mode, menjaga suhu tetap dingin sekaligus memastikan performa tidak menurun.

    Infinix GT 30 Pro Foto: Infinix

    Baterai

    Smartphone ini didukung kapastias 5.500 mAh. Berdasarkan pengalaman detikINET saat menggunakan GT 30 Pro, smartphone ini dapat dimanfaatkan seharian dengan pemakaian secara normal, misalnya untuk pesan instan, telepon, maupun browsing.

    Sedangkan jika diajak lebih ‘keras’, mulai dari main game Genshin Impact resolusi tertinggi dalam satu jam hanya mengurangi 10% kapasitas baterai. Konsumsi daya mampu diatasi perangkat secara efisien, sehingga daya baterai tidak terkuras habis.

    Sementara itu, dalam pengisian daya, Infinix telah membekali GT 30 Pro dengan 45 W fast charging, dan dukungan 30 W wireless charging. Untuk pengisian penuh dari 0%, dibutuhkan waktu sekitar satu jam kurang. Ini menjadi keunggulan bagi pengguna yang memiliki mobilitas tinggi karena tidak perlu waktu lama menunggu sampai baterai terisi penuh.

    Kamera

    Dengan mengedepankan sebagai HP gaming, tentu akan sempurna jika didukung kualitas kamera. Namun sayangnya, kamera Infinix GT 30 Pro tidak demikian, kendati masih dalam taraf kabapel untuk kebutuhan sehari-hari.

    detikINET mencatat hasil jepretan di kondisi pencahayaan mendukung ata terang terbilang oke. Namun dalam kondisi terbalik, foto yang dihasilkan kurang memuaskan dan cenderung blur untuk dapat menangkap objek bergerak walau pelan.

    Kamera utama Infinix GT 30 Pro Foto: Agus Tri Haryanto/detikINETSaat lebih zoom pakai kamera utama Infinix GT 30 Pro Foto: Agus Tri Haryanto/detikINETMenangkap objek lebih dekat pakai kamera Infinix GT 30 Pro Foto: Agus Tri Haryanto/detikINETKamera depan Infinix GT 30 Pro Foto: Agus Tri Haryanto/detikINETKondisi saat malam hari pakai kamera Infinix GT 30 Pro Foto: Agus Tri Haryanto/detikINETDi dalam ruangan kamera utama Infinix GT 30 Pro Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET

    Akan tetapi, ada hal menarik bagi detikINET. Keberadaan fitur AI studio seakan menutup kekurangan kamera Infinix GT 30 Pro. Kemampuan teknologi AI akan membantu pengguna mengubah sebuah foto sesuai keinginan, misalnya menghapus objek, menajamkan, atau menambah foto menjadi luas.

    Secara keseluruhan, kamera Infinix GT 30 Pro merupakan paket seimbang untuk kebutuhan fotografi sehari-hari – terutama siang hari, konten media sosial, atau video ringan. Meskipun bukan juara dalam fotografi malam atau vlogging profesional, ia tetap memberikan fleksibilitas cukup baik untuk perangkat kelas gaming mid-range.

    Kesimpulan

    Infinix GT 30 Pro berhasil menggabungkan spesifikasi gaming high-end dengan harga entry-mid-range, menciptakan sektor tersendiri dalam dunia smartphone.

    Cocok bagi gamer mobile yang serius: punya layar responsif, kontrol ekstra lewat triggers, baterai tahan lama, dan performa stabil di suhu terkendali. AI assistant dan fitur optimasi juga memberikan pengalaman pengguna yang lebih menyeluruh.

    Jika kamu mengutamakan gaming intens di smartphone tanpa harus membayar premium, GT 30 Pro adalah kandidat kuat. Namun, jika fotografi malam hari, ketahanan air tinggi, atau dukungan jangka panjang adalah prioritas, sayangnya ini bukan pilihannya.

    Halaman 2 dari 3

    (agt/agt)

  • Proyek Bunker Kiamat Orang Super Kaya, Ada Kolam Renangnya

    Proyek Bunker Kiamat Orang Super Kaya, Ada Kolam Renangnya

    Jakarta

    Dalam beberapa tahun terakhir, para kaum ultra kaya diam-diam telah mempersiapkan rumah mereka untuk bencana besar, dengan membangun bunker bawah tanah super mewah.

    CEO Meta, Mark Zuckerberg, membangun kompleks USD 300 juta di Hawaii, lengkap dengan bunker luas yang memiliki infrastruktur energi, air, dan makanan sendiri. Adapun Bill Gates dilaporkan memiliki bunker di bawah beberapa rumahnya. Dari kalangan selebriti, Kim Kardashian dan Shaquille O’Neal, kabarnya menjajaki ide tersebut.

    “Yang dulunya merupakan tempat perlindungan sederhana telah menjadi tempat perlindungan yang dirancang khusus. Klien masa kini menginginkan fitur yang mencerminkan gaya hidup mereka, seringkali dengan sentuhan yang sangat individual,” ujar Naomi Corbi dari SAFE, firma yang desain hunian yang aman.

    Corbi mengatakan klien meminta fasilitas seperti galeri seni ber-AC, teater pribadi, dan kebun hidroponik. Fasilitas lain bisa berupa pusat kebugaran, kolam renang, sauna, tempat tinggal staf, dan apa pun yang bisa membuat bertahan hidup di tengah krisis terasa jauh lebih nyaman.

    Oppidum, perusahaan spesialis hunian bawah tanah terlindung, mengatakan privasi adalah kunci. “Salah satu prinsip desain hunian adalah Anda tidak ingin siapa pun mengetahuinya. Saya jarang sekali bertemu langsung klien miliarder. Dan bahkan ketika bertemu, mereka selalu punya nama samaran,” jelas Tom Grmela, kepala komunikasi perusahaan itu.

    Douglass Rushkoff, yang mewawancarai para miliarder yang siap siaga menghadapi bencana untuk bukunya Survival of the Richest, mengatakan banyak dari mereka ingin menjauhkan orang asing dari tempat perlindungan.

    “Orang-orang ini tidak lagi didorong oleh rasa takut, melainkan oleh keinginan. Gagasan untuk terisolasi di stasiun luar angkasa atau bunker bawah tanah adalah hal yang baik bagi banyak orang seperti mereka,” cetusnya yang dikutip detikINET dari Yahoo News.

    Selain bunker pribadi, ada pula yang menginginkan bunker untuk banyak orang. Perusahaan Vivos mengkhususkan diri dalam kompleks seperti ini, dapat menampung hingga 800 orang dan lebih murah daripada bunker individu.

    “Ini seperti kapal pesiar bawah tanah. Ada kamar asrama pribadi, area tidur pribadi, kamar mandi pribadi, dan lainnya. Tapi secara keseluruhan, ini adalah area bersama dengan ruang-ruang berorientasi komunitas tempat orang bisa berkumpul, makan bersama, dan bersantai,” kata Dante Vicino, arsitek dan pimpinan proyek Vivos.

    Rushkoff sendiri mengusulkan sebaiknya bunker tidak dibuat untuk diri sendiri. “Jika Anda benar-benar ingin selamat dari kiamat, temui tetangga Anda, jalin pertemanan, dan bentuklah komunitas dengan orang lain. Itu adalah teknik bertahan hidup yang jauh lebih mungkin daripada mengisolasi diri sepenuhnya di bawah tanah,” katanya.

    (fyk/rns)

  • Tanda-tanda iPhone Air Kalah Populer Dibandingkan Saudaranya

    Tanda-tanda iPhone Air Kalah Populer Dibandingkan Saudaranya

    Jakarta

    Hampir seminggu setelah pre-order dibuka, pemesanan iPhone 17 series diklaim sudah melewati pendahulunya. Namun ada satu model yang sepertinya kurang populer yaitu iPhone Air.

    Dalam postingannya di Twitter/X, analis Ming-Chi Kuo mengatakan bintang pre-order kali ini adalah iPhone 17 Pro Max, sedangkan popularitas iPhone Air masih terlalu awal untuk ditebak.

    Analisis Kuo dibuat berdasarkan dua faktor. Pertama, volume produksi masing-masing model yang ia ketahui dari supply chain. Kedua, dari seberapa molor jadwal pengiriman setelah pre-order dibuka.

    Kuo menyimpulkan permintaan untuk iPhone 17, iPhone 17 Pro, dan iPhone 17 Pro Max lebih kuat dari generasi sebelumnya. Produksi untuk ketiga model ini pada kuartal ketiga 2025 diklaim 25% lebih tinggi dibandingkan iPhone 16 series.

    iPhone 17 Pro Max jadi model yang paling banyak dipesan, dengan produksi sekitar 60% lebih tinggi dibandingkan iPhone 16 Pro Max. Jadwal pengirimannya juga mundur 3-4 minggu dari tanggal penjualan perdana 19 September.

    Dari empat model baru yang diluncurkan Apple, hanya iPhone Air yang pengirimannya sesuai jadwal di hari pertama penjualan. Hanya iPhone Air varian Cloud White 512GB yang pengirimannya mundur 2-3 minggu.

    Meski begitu, Kuo mengatakan iPhone Air merupakan model baru yang belum pernah ditawarkan Apple sebelumnya dan tidak ada pembandingnya sehingga sulit menilai popularitasnya berdasarkan permintaan awal.

    “Karena Apple sebelumnya belum pernah menawarkan produk yang diposisikan seperti (iPhone) Air, akan lebih objektif untuk mengamati tren permintaan setelah periode penjualan awal,” kata Kuo, seperti dikutip dari 9to5Mac, Rabu (17/9/2025).

    Kuo berspekulasi bahwa fanboy Apple yang penasaran mungkin akan menunggu sampai ada review iPhone Air yang keluar atau bisa memegang produknya secara langsung sebelum memutuskan untuk membeli ponsel ultra tipis tersebut.

    (vmp/vmp)

  • Geng Hacker Paling Berbahaya Ngaku Pensiun, Sudah Tobat?

    Geng Hacker Paling Berbahaya Ngaku Pensiun, Sudah Tobat?

    Jakarta

    Sejumlah geng ransomware paling berbahaya di dunia tiba-tiba mengumumkan “pensiun dini” dari dunia kejahatan siber. Melalui sebuah surat terbuka yang diposting di forum gelap BreachForums, kelompok-kelompok peretas ini mengklaim akan berhenti beroperasi setelah bertahun-tahun melancarkan serangan ke berbagai perusahaan dan institusi global.

    Pengumuman tersebut menyebutkan bahwa mereka sudah mencapai “target” dan akan menikmati hasil rampasan yang dikumpulkan selama ini. Mereka juga menegaskan, bila ada serangan yang dikaitkan dengan mereka setelah ini, kemungkinan besar dilakukan sebelum pengumuman resmi tersebut.

    “Kami akan menikmati golden parachutes dengan jutaan yang sudah terkumpul,” tulis pernyataan itu, seperti dikutip detikINET dari Techspot, Rabu (17/9/2025).

    Daftar Panjang Geng yang ‘Bubar’

    Dalam postingan itu tercantum lebih dari selusin nama geng siber terkenal, termasuk Scattered Spider, Lapsus$, IntelBroker, Trihash, Yurosh, WyTroZz, Pertinax, hingga Yukari. Kelompok-kelompok ini dikenal lihai mengeksploitasi kelemahan multi-factor authentication dan teknik social engineering.

    Serangan mereka pernah membuat Jaguar Land Rover lumpuh akibat ransomware dan juga menimpa ritel Inggris Marks & Spencer.

    Meski mengejutkan, banyak pakar keamanan siber meragukan pengumuman ini. Mereka menilai pengumuman tersebut bisa jadi hanya strategi rebranding agar lolos dari tekanan aparat penegak hukum.

    Beberapa tahun terakhir, aparat memang berhasil menangkap anggota geng ransomware, termasuk tokoh terkenal IntelBroker yang ditangkap di Prancis. Ia diidentifikasi sebagai Kai Logan West setelah penyidik berhasil melacak dompet Bitcoin yang terkait dengan identitas resminya, sebuah kesalahan fatal yang menyeretnya ke balik jeruji besi.

    Bisa Jadi Muncul dengan Nama Baru

    Pakar menilai, meskipun geng ini mengaku bubar, kemungkinan besar mereka akan muncul kembali dengan nama baru atau alias segar. Praktik seperti ini memang kerap dipakai kelompok kejahatan siber untuk menghindari investigasi yang sedang berlangsung.

    Untuk saat ini, pengumuman ini bisa dianggap sebagai jeda langka dalam lanskap kejahatan siber global. Namun apakah benar-benar pensiun atau hanya ganti wajah, jawabannya baru bisa dilihat dari tren serangan ransomware dalam beberapa bulan mendatang.

    (asj/asj)

  • Serunya Wisata Antariksa di Kennedy Space Center

    Serunya Wisata Antariksa di Kennedy Space Center

    FotoINET

    Adi Fida Rahman – detikInet

    Senin, 15 Sep 2025 07:56 WIB

    Jakarta – Sebelum peluncuran Satelit Nusantara Lima, detikINET sempat berkunjung ke Kennedy Space Visitor Complex. Kita seakan wisata ke markas NASA, yuk intip serunya.

  • Tabrakan Blackhole Terkuat Mengonfirmasi Teori Einstein dan Hawking

    Tabrakan Blackhole Terkuat Mengonfirmasi Teori Einstein dan Hawking

    Jakarta

    Para ilmuwan menemukan sinyal terkuat di galaksi, yang berasal dari dua blackhole atau lubang hitam jauh saling berputar. Penggabungan ini memungkinkan para peneliti menguji teori gravitasi Albert Einstein, relativitas umum (GR), dengan cara baru.

    Analisis peristiwa tersebut juga mengonfirmasi teorema yang pernah diturunkan oleh Stephen Hawking. Fisikawan ini menyatakan bahwa luas permukaan lubang hitam hanya dapat bertambah dan tidak pernah menyusut.

    “Itu teorema relativitas umum yang fundamental dan murni sehingga melihatnya terverifikasi sungguh fantastis. Itu salah satu hal yang memungkinkan kita mengatakan bahwa kita benar-benar sedang mengamati lubang hitam,” kata seorang ahli teori gravitasi di Universitas Florida, Clifford Will, dilansir dari Science, Senin (14/9/2025).

    Sinyal yang dimaksud tadi terdeteksi pada 14 Januari oleh Laser Interferometer Gravitational-Wave Observatiory (LIGO). Cahaya laser yang beresonansi di lengan interferometer sepanjang empat kilometer ini, digunakan untuk mendeteksi gelombang gravitasi yang lewat.

    Perbandingan sinyal terbaru dengan model menunjukkan bahwa sinyal tersebut dihasilkan, ketika lubang hitam yang jaraknya jauh dengan massa 33,6 dan 32,2 kali massa Matahari saling berputar hingga akhirnya bergabung.

    Setelah penggabungan, horizon peristiwa lubang hitam bergema sekilas, seperti sebuah lonceng yang dipukul keras. Dalam kasus ini, cahaya terang yang mengelilingi bagian gelap blackhole memiliki frekuensi 247 siklus per detik, dan berlangsung sekitar 10 milidetik.

    Dijelaskan kalau osilasi utama dapat memiliki nada tambahan dengan frekuensi yang sedikit berbeda, umumnya lebih rendah. Nah hal ini nantinya akan memudar lebih cepat dan merupakan kunci untuk menguji teori gravitasi Albert Einstein.

    Satu hal yang perlu diperhatikan adalah LIGO mengidentifikasi dan mengkarakterisasi sinyal dengan bantuan simulasi yang mengasumsikan GR akurat. Untuk menghindarinya, para peneliti mengabaikan sebagian besar sinyal dan hanya menganalisis cincinnya.

    Namun, Frans Pretorius, seorang ahli teori gravitasi di Universutas Princenton, memperingatkan bahwa sejumlah bias mungkin masih tertanam dalam analisa itu. Kemudian para peneliti LIGO menggunakan massa dan spin lubang hitam terakhir untuk menghitung luas cakrawala peristiwanya, sekitar 400.000 kilometer persegi.

    Dari situ, ketika lubang-lubang hitam awal saling berputar, terungkap lah massa, spin, dan luasnya. Luas lubang hitam terakhir melebih total luas lubang-lubang hitam awal. Hasil ini sesuai dengan teorema matematika Hawking, yang menyatakan bahwa terlepas dari bagaimana massa dan spin lubang hitam berevolusi, luasnya hanya akan bertambah.

    (hps/rns)

  • Perkuat Pertahanan Nasional Berbasis Satelit, Telkom Andalkan Merah Putih 2

    Perkuat Pertahanan Nasional Berbasis Satelit, Telkom Andalkan Merah Putih 2

    Jakarta

    Indonesia bersiap menambah kekuatan di langit lewat satelit Merah Putih 2. Telkom melalui anak usahanya, Telkomsat, menggandeng PT Len Industri, untuk mengembangkan teknologi satelit yang tak hanya mendukung konektivitas, tapi juga memperkuat sistem pertahanan negara.

    Lewat nota kesepahaman (MoU) yang diteken, kedua perusahaan BUMN ini akan berkolaborasi mulai dari penyediaan kapasitas satelit Merah Putih 2, pembangunan command center, hingga rencana pengorbitan satelit baru. Kerja sama ini juga mencakup riset, produksi satelit nasional, sampai rencana pembangunan wahana peluncuran di dalam negeri.

    Dalam MoU ini juga mencakup rencana riset, pembangunan fasilitas produksi, serta pengoperasian konstelasi satelit geostationer (GSO) maupun non-geostationer (NGSO).

    Direktur Wholesale & International Service Telkom, Honesti Basyir, menegaskan bahwa konektivitas digital tidak bisa dilepaskan dari pertahanan. “Perkembangan digital, termasuk artificial intelligence, sebesar apapun tetap membutuhkan konektivitas. Indonesia dengan hampir 17.000 pulau menjadikan kebutuhan konektivitas bukan sekadar kepentingan bisnis semata, melainkan bagian dari ketahanan nasional,” ujarnya dikutip Sabtu (13/9).

    Kolaborasi ini juga mendapat sorotan dari Komisaris Telkom, Rizal Mallarangeng, yang menyebut komunikasi sebagai elemen paling penting dalam pertahanan modern.

    “Komunikasi adalah elemen paling penting dalam pertahanan. Oleh karena itu, kerja sama ini sangat strategis untuk memperkuat kedaulatan bangsa dan memicu lahirnya inovasi pertahanan berbasis teknologi satelit,” ungkapnya.

    Sinergi Telkomsat-Len Industri dianggap selaras dengan program Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, khususnya dalam hal memantapkan sistem pertahanan negara sekaligus mendorong kemandirian bangsa melalui penguasaan teknologi mutakhir.

    Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan RI sekaligus Komisaris Utama PT Len Industri, Letjen TNI Tri Budi Utomo, menambahkan bahwa pertahanan kini tak hanya di darat, laut, dan udara, melainkan juga di angkasa.

    “Kami sangat mengapresiasi adanya sinergi antara Telkomsat dengan PT Len Industri (Persero) untuk menghadirkan inovasi teknologi berbasis satelit yang dapat mendukung misi negara dalam memperkuat sistem pertahanan nasional, bukan hanya di darat, laut, dan udara, namun juga di angkasa,” tuturnya.

    Dengan kehadiran satelit Merah Putih 2 dan ekosistem yang menyertainya, diharapkan Indonesia bisa memperkuat daya saing di industri satelit global.

    Adapun, dari sisi pembangunan infrastruktur strategis ini bukan hanya untuk kebutuhan militer dan pertahanan, tetapi juga membuka peluang bagi riset, industri manufaktur satelit, hingga bisnis komersial di level regional maupun internasional.

    (agt/agt)

  • Strategi BRIN Bangun Ekosistem Satelit Nasional di Tengah Gempuran Starlink

    Strategi BRIN Bangun Ekosistem Satelit Nasional di Tengah Gempuran Starlink

    Cape Canaveral, Florida

    Di tengah kehadiran konstelasi satelit global seperti Starlink yang resmi beroperasi di Indonesia sejak Mei 2024, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus menggenjot pengembangan ekosistem satelit nasional.

    Dengan misi mempercepat inklusi digital dan mendukung kemandirian teknologi antariksa, BRIN merumuskan strategi kolaboratif untuk memperkuat posisi Indonesia di tengah persaingan global. Kepala Pusat Riset Teknologi Satelit BRIN, Wahyudi Hasbi, mengungkapkan langkah-langkah strategis tersebut kepada detikINET.

    Kolaborasi dengan Swasta: Fondasi Ekosistem Satelit

    BRIN memainkan peran sentral dalam membangun ekosistem satelit nasional melalui kolaborasi dengan sektor swasta seperti PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) dan Telkom. Meski tidak terlibat langsung dalam proyek komersial seperti Satelit Nusantara Lima (SNL), BRIN mendukung melalui riset pendukung, seperti pengembangan antena phased-array untuk stasiun Bumi, penelitian komunikasi satelit, dan studi mitigasi interferensi.

    “Kami menyiapkan SDM, infrastruktur, dan kegiatan riset sesuai kebutuhan industri. BRIN terbuka untuk kolaborasi, termasuk penggunaan fasilitas uji dan integrasi satelit yang kami miliki,” ujar pria kelahiran Biak ini, saat bertemu di acara peluncuran Satelit Nusantara Lima di Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat.

    Kolaborasi ini juga mencakup pengembangan Satelit Konstelasi Nusantara, sebuah program satelit nasional multimisi untuk observasi bumi, pengawasan maritim, dan komunikasi. Dengan pengalaman mengoperasikan tiga satelit LEO (LAPAN-A1, A2, dan A3) yang masih aktif, BRIN kini tengah merancang konstelasi satelit LEO baru untuk mendukung pembangunan nasional dan industri dalam negeri.

    “Harapannya, Indonesia bisa memiliki industri manufaktur satelit sendiri dalam waktu dekat,” tambahnya.

    Wahyudi Hasbi, Kepala Pusat Riset Teknologi Satelit BRIN. Foto: dok pribadi

    Wahyudi menyadari membangun ekosistem satelit nasional bukan perkara mudah. Salah satu tantangan utama adalah minimnya awareness investasi di sektor antariksa, baik dari pemerintah maupun swasta.

    Tak mau berpangku tangan, BRIN coba mengatasi dengan bekerja sama dengan Bappenas dan asosiasi profesi untuk mengkampanyekan potensi space economy, yang diprediksi mencapai USD 1,8 triliun secara global pada 2035.

    “Kami fokus pada hilirisasi riset, pelatihan SDM bersama kampus dan industri, serta penyusunan kebijakan antariksa yang relevan,” jelas Wahyudi.

    Kehadiran Starlink, dengan konstelasi satelit LEO-nya, menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Indonesia. Wahyudi menegaskan bahwa layanan satelit GEO VHTS seperti SNL dan layanan NGSO global seperti Starlink dapat saling melengkapi.

    “Pemerintah perlu memastikan kepatuhan regulasi nasional, tetapi kami melihat potensi sinergi untuk memperluas konektivitas dengan memprioritaskan kapasitas nasional,” jelas peraih gelar Doktor (-Ing) dari Technische Universitat Berlin ini.

    SNL, dengan kapasitas lebih dari 160 Gbps dan teknologi Ka-band spot beam, dirancang untuk menjangkau wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar), seperti menyediakan backhaul BTS/USO, akses internet sekolah, dan puskesmas. Kombinasi dengan satelit lain menjadikan Indonesia salah satu negara dengan kapasitas satelit terbesar di Asia, memperkuat posisi regionalnya.

    Persiapan Peluncuran Satelit Nusantara Lima Percobaan Ketiga di Cape Canaveral, Florida, AS Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

    Pun begitu masih besar pekerjaan rumah yang dihadapi Indonesia. Salah satunya mengatasi kesenjangan kapasitas satelit sekitar 1 Tbps di wilayah 3T.

    Melihat persoalan itu, BRIN mendorong strategi multifaset. Jurus tersebut meliputi pembangunan satelit VHTS baru seperti SNL, pengembangan satelit LEO, optimalisasi spektrum, dan pendekatan hibrid dengan serat optik.

    “Kami juga melakukan riset untuk mitigasi interferensi dan pengelolaan spektrum agar operasional satelit lebih efisien,” ungkap Wahyudi.

    BRIN juga berkontribusi pada space situational awareness untuk memastikan keselamatan satelit di orbit. Tak sampai di situ, pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan ekosistem lokal turut pula digarap.

    Upaya yang sampai saat ini BRIN membuka peluang co-development dan co-creation. Perwujudannya meliputi program magang, penggunaan fasilitas riset bersama, dan konsorsium riset dengan perguruan tinggi serta industri.

    “Kami ingin membangun SDM unggul dan memperkuat ekosistem satelit nasional melalui kegiatan Assembly-Integration-Test (AIT) di dalam negeri,” kata bapak tiga anak ini.

    Dengan strategi ini, BRIN tidak hanya berupaya menjawab tantangan persaingan global, tetapi juga membangun fondasi untuk kemandirian teknologi antariksa Indonesia.

    “Satelit seperti SNL dan rencana konstelasi LEO kami adalah langkah menuju ekosistem yang kuat, yang tidak hanya mendukung konektivitas, tetapi juga observasi bumi dan pengawasan maritim,” pungkas Wahyudi.

    (afr/rns)