Category: Detik.com Tekno

  • China Bikin Model AI Mirip Otak Manusia, Dilatih Pakai Chip Domestik

    China Bikin Model AI Mirip Otak Manusia, Dilatih Pakai Chip Domestik

    Jakarta

    Tim peneliti China meluncurkan large language model (LLM) yang diklaim sebagai model AI mirip otak pertama di dunia. Model AI ini dirancang untuk menggunakan lebih sedikit energi, memiliki kinerja lebih baik, dan beroperasi tanpa chip Nvidia.

    Model AI bernama SpikingBrain 1.0 tersebut dikembangkan oleh peneliti di Institute of Automation di Beijing. Cara kerja SpikingBrain 1.0 meniru cara kerja otak manusia yang hanya mengaktifkan neuron tertentu saat dibutuhkan.

    Tim di balik SpikingBrain 1.0 terinspirasi dari cara kerja neuron di otak manusia. Alih-alih memproses semua tugas dalam waktu bersamaan, model AI ini akan bereaksi secara selektif, menggunakan daya yang lebih sedikit untuk menjalankan tugas-tugas yang kompleks – mirip seperti otak manusia.

    Teknologi intinya, yang dikenal dengan istilah ‘spiking computing’, meniru kebiasaan otak manusia yang mengirimkan sinyal hanya ketika dipicu. Berkat desain ini, SpikingBrain 1.0 dapat bekerja dengan cepat tapi tetap efisien.

    Dalam beberapa kasus tertentu, performa SpikingBrain 1.0 sampai 100 kali lebih cepat dibandingkan model tradisional, menurut makalah teknis yang belum melewati peer review yang diunggah di repository jurnal arXiv.

    Tim SpikingBrain 1.0 membangun dua versi model AI. Versi pertama memiliki 7 miliar parameter dan versi kedua memiliki 76 miliar parameter yang saat ini sudah bisa diuji coba lewat website.

    Meskipun hanya menggunakan data yang lebih jumlahnya lebih kecil dibandingkan model konvensional, performa SpikingBrain 1.0 setara dengan alternatif open-source favorit. Model AI ini mampu menangani sekuens prompt panjang sehingga cocok untuk memproses data seperti dokumen hukum, rekam medis, dan simulasi ilmiah.

    Menariknya, model AI ini sepenuhnya mengandalkan ekosistem AI domestik. Di saat perusahaan AI berburu GPU Nvidia untuk mendukung arsitekturnya, tim SpikingBrain 1.0 menggunakan chip MetaX, perusahaan teknologi asal China.

    Tim SpikingBrain 1.0 mengatakan set-up mereka berhasil beroperasi dengan stabil selama beberapa pekan menggunakan ratusan chip MetaX, dengan konsumsi daya yang lebih kecil.

    “Hasil ini tidak hanya menunjukkan kelayakan pelatihan large-model yang efisien menggunakan platform non-Nvidia, tapi juga menguraikan arah baru untuk penerapan model yang terinspirasi otak dalam sistem komputasi masa depan,” tulis tim SpikingBrain 1.0, seperti dikutip dari South China Morning Post, Rabu (17/9/2025).

    (vmp/vmp)

  • Microsoft Didesak Perpanjang Umur Windows 10, Kenapa?

    Microsoft Didesak Perpanjang Umur Windows 10, Kenapa?

    Jakarta

    Consumer Reports mendesak Microsoft agar memperpanjang batas waktu penghentian update keamanan gratis untuk Windows 10, yang dijadwalkan berakhir pada 14 Oktober 2025.

    Dalam surat resmi kepada CEO Microsoft Satya Nadella, Consumer Reports menyebut langkah tersebut berpotensi “meninggalkan jutaan konsumen” dengan perangkat yang tidak bisa di-upgrade ke Windows 11 karena masalah kompatibilitas hardware.

    Data yang dikutip Consumer Reports menunjukkan, hingga Agustus 2025, sekitar 46,2 persen pengguna komputer di dunia masih menjalankan Windows 10. Dari jumlah itu, diperkirakan ada 200 hingga 400 juta PC yang tidak bisa beralih ke Windows 11 akibat tidak memenuhi persyaratan, seperti dukungan chip keamanan TPM 2.0.

    Consumer Reports menilai Microsoft bersikap kontradiktif. Di satu sisi, perusahaan mendorong pengguna beralih ke Windows 11 dengan alasan keamanan siber. Namun di sisi lain, penghentian update Windows 10 justru membuat banyak perangkat menjadi rentan.

    Biaya tambahan USD 30 (sekitar Rp 460 ribu) per tahun yang dikenakan Microsoft untuk perpanjangan keamanan Windows 10, hanya untuk satu tahun, juga menjadi sorotan. Bahkan opsi perpanjangan gratis yang ditawarkan disebut membuat pengguna “terjebak” harus memakai layanan Microsoft lain, yang dinilai sekadar cara untuk mengerek pangsa pasar.

    Consumer Reports meminta agar Microsoft terus memberikan update keamanan gratis Windows 10 hingga lebih banyak konsumen bisa bermigrasi ke Windows 11, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Kamis (18/9/2025).

    Desakan serupa juga datang dari Public Interest Research Group (PIRG). Kelompok advokasi publik itu memperingatkan bahwa jika dukungan dihentikan, sebanyak 400 juta komputer yang masih layak pakai akan berakhir jadi limbah elektronik hanya karena tidak kompatibel dengan Windows 11.

    (asj/asj)

  • Ramai Foto AI Tak Pantas Bareng Idola, Komdigi: Hati-hati

    Ramai Foto AI Tak Pantas Bareng Idola, Komdigi: Hati-hati

    Jakarta

    Belakangan banyak pengguna internet yang mengedit foto menggunakan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), salah satunya tren foto bareng idola. Namun tak sedikit yang menyalahgunakan AI sehingga menjadi berlebihan sampai melanggar privasi.

    Salah satunya beberapa waktu lalu, lini media sosial diramaikan foto polaroid pemain Timnas Indonesia yang seolah-olah berfoto dengan penggemar. Namun di foto tersebut ada yang posenya cukup mesra, seperti merangkul layaknya pasangan.

    Hal itu kemudian direspon oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Warganet diimbau untuk hati-hati memanfaatkan AI dengan mengedepankan norma etika yang berlaku.

    “Jadi itu etika. (Saat ini masih berlandaskan) surat edaran etika AI itu yang ada yang diterbitkan tahun lalu ya,” ungkap Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komdigi, Alexander Sabar ditemui awak media di Jakarta, Rabu (17/9/2025).

    Aturan AI yang diterapkan di Indonesia nantinya akan lebih kuat lagi dari semula berupa surat edaran menjadi Peraturan Presiden (Perpres). Proses regulasi tersebut dijadwalkan terbit pada September 2025.

    “Gini, masalah AI ini kan masih berproses nih. Kita lagi menyiapkan aturan baru untuk roadmap-nya.Nanti, lebih lanjutnya nanti kita coba lihat peraturannya seperti apa.Tapi, panduan kita tetap dalam pengawasan Undang-Undang ITE,” tuturnya.

    Meski demikian, Sabar menyebutkan jika terjadi pelanggaran penyalahgunaan AI, maka warganet bisa terjerat UU ITE.

    “Kalau konten itu mau pake AI, mau pake yang asli, ada pelanggaran terhadap Undang-Undang ITE, kita akan proses,” ungkap Sabar.

    Sebelumnya, Pemerintah tengah mengejar penyelesaian penyusunan dua Perpres AI yang akan menjadi landasan penting dalam pengembangan sekaligus pengaturan pemanfaatan teknologi tersebut di Indonesia.

    Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, menjelaskan bahwa saat ini terdapat dua rancangan Perpres yang dikerjakan secara simultan.

    Pertama, Perpres mengenai peta jalan AI nasional yang dituangkan dalam bentuk buku putih. Kedua, Perpres yang mengatur aspek keselamatan dan keamanan dalam pemakaian AI.

    “Soal Perpres AI, kita lagi merampungkan draft peta jalan AI nasional dan juga melakukan drafting untuk peraturan presiden. Ada dua ya, yang pertama untuk mengukuhkan semacam buku putih untuk peta jalan AI, lalu yang kedua mengatur tentang keselamatan dan keamanan dalam pemakaian AI,” kata Nezar, Senin (15/9/2025).

    (agt/agt)

  • Gawat, Gelang Firaun Berusia 3.000 Tahun Digondol Maling

    Gawat, Gelang Firaun Berusia 3.000 Tahun Digondol Maling

    Jakarta

    Pencarian level nasional sedang berlangsung di Mesir, setelah sebuah gelang emas tak ternilai milik seorang firaun kuno menghilang dari sebuah museum di Kairo.

    Kementerian Pariwisata dan Purbakala Mesir menyebutkan, gelang berusia 3.000 tahun itu sedang direstorasi di laboratorium ketika hilang dari Museum Mesir.

    Foto gelang tersebut telah dikirim ke bandara, pelabuhan laut, dan perbatasan darat di seluruh Mesir untuk membantu mencegah penyelundupannya keluar dari negara itu.

    “Gelang itu dihiasi dengan manik-manik lapis lazuli berbentuk bola, milik Raja Amenemope dari Periode Menengah Ketiga,” demikian pernyataan Kementerian Pariwisata dan Purbakala Mesir seperti dikutip dari NBC News.

    Dikenal karena warna biru tua dan bintik-bintik emasnya, lapis lazuli sangat dihargai di Mesir kuno karena hubungannya dengan para dewa dan konon memiliki kekuatan penyembuhan.

    Gelang itu merupakan salah satu koleksi artefak yang sedang dipersiapkan untuk diangkut ke Italia menjelang pameran bertajuk ‘Treasures of the Pharaohs’ di sebuah museum di Roma mulai bulan depan.

    Direktur Jenderal Museum Kairo memperingatkan bahwa beberapa gambar yang beredar di media sosial merupakan artefak yang berbeda.

    Pihak kementerian mengatakan bahwa mereka sengaja menunda pengumuman hilangnya gelang tersebut untuk menghindari gangguan pada penyelidikan. Sebuah komite khusus telah dibentuk untuk menginventarisasi dan meninjau semua artefak yang disimpan di laboratorium restorasi museum untuk memastikan tidak ada artefak lain yang hilang.

    Amenemope adalah seorang firaun dari dinasti ke-21 yang memerintah Mesir dari tahun 993 hingga 984 SM. Pemakamannya terkenal karena menjadi salah satu dari tiga pemakaman kerajaan yang utuh yang diketahui dari Mesir kuno.

    Makamnya ditemukan oleh ahli Mesir Kuno asal Prancis, Pierre Montet dan Georges Goyon, pada April 1940, tetapi penggaliannya tertunda karena Perang Dunia II.

    Untuk diketahui, Mesir sebenarnya tak asing dengan pencurian karya seni dan barang antik kelas kakap. Lukisan Poppy Flowers karya Vincent van Gogh, yang bernilai sekitar USD55 juta, dicuri dari Museum Mohamed Mahmoud Khalil di Kairo pada 1977, ditemukan kembali dua tahun kemudian, lalu dicuri lagi pada 2010. Lukisan itu hingga kini belum ditemukan kembali.

    (rns/rns)

  • Awas! Ringkasan AI Google Jadi Modus Penipuan Baru

    Awas! Ringkasan AI Google Jadi Modus Penipuan Baru

    Jakarta

    Para scammer punya modus baru untuk menipu dengan memanfaatkan celah di Google. Ringkasan AI Google jadi sasaran mereka untuk memberikan jawaban menipu.

    Ketika kita mencari sesuatu di Google, seringkali muncul Ringkasan AI sebagai jawaban pencarian. Ringkasan AI tujuannya tentu memudahkan pengguna internet, namun sayang ada yang berniat jahat.

    Ringkasan AI bukan berisi informasi valid, namun justru berisi langkah dan panduan yang dirancang oleh jaringan scammer. Misalnya saja Ringkasan AI berisi tutorial yang justru mengarahkan netizen kepada penipu. Tutorial itu seperti memberikan nomor telepon CS palsu atau menggiring memberikan data pribadi. Korban penipuan online pun berjatuhan.

    Pakar keamanan siber Vaksin.com, Alfons Tanujaya mengatakan belakangan ini marak modus penipuan baru memanfaatkan ‘kelemahan’ di fitur pencarian Google. Misalnya, modus CS maskapai palsu, penipu bisa menang di top search Google mengalahkan CS resmi dari pihak maskapai.

    “Kelihatannya penipu memang membaca bahwa keberhasilan social engineering itu ditentukan oleh faktor mendapatkan korban yang tepat di saat yang tepat. Caranya adalah mengeksploitasi Google Search,” kata Alfons kepada detikINET, Kamis (18/9/2025).

    Penipuan senada, kata Alfons juga terjadi pada fitur Ringkasan AI dari Google Search. Ringkasan AI tercemar dengan informasi-informasi palsu yang disebar di internet secara terukur oleh jaringan scammer ini.

    AI akan mengindeks Google Search dan situs-situs seperti Quora dan forum-forum bantuan lalu dijadikan sumber referensi. Kata Alfons, di sinilah jaringan penipu beraksi memberikan info-info sesat di forum-forum tersebut yang akan dimakan oleh AI milik Google.

    Supaya kelihatan natural, kata Alfons, para scammer membuat multiple akun di forum-forum, Quora dan sejenisnya lalu berpura-pura menanyakan nomor kontak. Akun palsu lainnya menjawab dan memberikan nomor kontak palsu.

    “Sehingga kalau ditanyakan ke AI dan mereka mengindeks dari website, hasilnya tetap akan menyesatkan. GIGO, Garbage Input Garbage Output,” jelas Alfons.

    Kelemahan dari Ringkasan AI menurut Alfons adalah, secanggih apapun ia, kalau data training dan data sumbernya sesat, maka AI-nya akan sesat. Search engine yang merujuk ke sumber data yang sesat, maka hasilnya juga sesat.

    “Kalau scammer berhasil mendominasi forum-forum tanya jawab dengan informasi palsu dan membuat itu seolah pertanyaan dan jawaban yang valid, maka Google AI ini dengan bodohnya mempercayai dan meneruskan ke pencari informasi,” tukasnya.

    Lantas, apa yang harus diwaspadai netizen. Alfons pun memberikan sejumlah saran.

    Pertama, harus selalu waspada dan skeptis ketika kita mencari informasi di Google Search terkait hal berikut ini: informasi CS bank, maskapai, BPJS, pajak dan e-commerce, dan sejenisnya. Ingat, hasil Ringkasan AI bisa salah.

    Kedua, pastikan nomor yang Anda temukan di Google Search dan kemudian dihubungi adalah nomor resmi dan bukan fabrikasi.

    Ketiga, ingatlah selalu bahwa hasil search Google dan Ringkasan AI sangat mungkin dan mudah dipalsukan. Jangan pernah percaya tanpa crosscheck.

    “Jangan percaya mentah-mentah pada hasil search ataupun AI,” pungkas Alfons.

    (fay/fyk)

  • Moto G86 Power Kuat Main Game Android Berat, Dijanjikan Mulus

    Moto G86 Power Kuat Main Game Android Berat, Dijanjikan Mulus

    Jakarta

    Ternyata Moto G86 Power 5G sanggup memainkan sederet game Android berat. Hal ini disampaikan langsung oleh Product Head Motorola Indonesia, Zulfami.

    Dirinya mengatakan, kalau ponsel pintar ini dapat memberikan pengalaman bermain game Android yang mulus. Hal tersebut tak lepas dari chipset yang diusungnya, yakni MediaTek Dimensity 7400 dengan GPU Mali-G615 MC2.

    Zulfami mengungkapkan chipset Moto G86 Power berbeda satu poin dengan versi luar negerinya, yang menggunakan MediaTek Dimensity 7300. Alhasil, HP ini pun 15% lebih kencang.

    “MediaTek Dimensity 7400 bisa diingat itu adalah chipset yang sama yang dipakai oleh si kakaknya yaitu si Moto edge 60 Fusion. Dan iya kita jual dengan harga yang lebih murah untuk Moto G86 Power 5G. Jadi lebih murah, chipset sama,” ujar Zulfami kepada detikINET usai acara Moto Adventure: Power On bersama rekan-rekan media di Bobocabin, Pangalengan, Bandung, Jawa Barat, Kamis (18/9/2025).

    Menariknya, Zulfami tidak hanya mengedepankan frame per second (FPS) yang tinggi, tapi juga fokus terhadap kestabilannya dalam menjalankan game berat. Dirinya mengaku sudah menjalankan serangkaian tes dengan tim software engineer di Shanghai, China, untuk membuktikan ketangguhannya.

    “Kalau misalnya yang lain itu bisa memasukkan chipset-nya se-kencang-kencangnya, tapi apakah stabil atau enggak belum tentu. Kita tes lab, tes dalam durasi yang sangat lama. Temperaturnya yang penting mas. Temperaturnya itu kita jaga supaya masih enak di tangan dan dia itu ingat, bagian belakangnya itu terbuat dari leather. Jadi di tangan itu enak banget. Temperature spread ke permukaannya itu lebih merata. Jadi di tangan itu nggak cepat panas,” jelas Zulfami.

    Lebih lanjut, Zulfami mengatakan, kalau chipset sebuah smartphone panas atau mencapai suhu tertentu, maka performanya akan turun. Jadi menurutnya, apa gunanya kalau chipset bisa kencang, tapi akhirnya turun lebih rendah lagi.

    “Dan again, kita chipset-nya stabil, dingin, dan bisa dipakai dalam jangka waktu lama. Karena kenapa, baterainya besar. Pastinya (mulus main game Android berat),” pungkasnya.

    Tambahan informasi, Moto G85 Power menggunakan layar OLED 6,67 inci beresolusi 1,5K dengan refresh rate 120 Hz, dukungan HDR10+, cakupan warna DCI-P3 100%, dan tingkat kecerahan hingga 4.500 nits. Peak brightness-nya di luar ruangan tembus 2.500 nits, membuat konten tetap jelas di bawah terik matahari.

    Moto G85 Power ditenagai prosesor MediaTek Dimensity 7400. Ponsel ini dibekali RAM 8 GB yang bisa diperluas hingga 24 GB berkat fitur RAM Boost 3.0, serta memori internal 256 GB. Sistem operasinya Android 15 dengan jaminan 3 tahun pembaruan keamanan dan 1 kali upgrade OS.

    (hps/fay)

  • HUAWEI Pura 80 Series Janjikan Foto Zoom Tak Tertandingi & Warna Terbaik

    HUAWEI Pura 80 Series Janjikan Foto Zoom Tak Tertandingi & Warna Terbaik

    Jakarta

    HUAWEI Pura 80 Series resmi diluncurkan di Indonesia hari ini. Seri terbaru ini menghadirkan terobosan besar di dunia fotografi mobile.

    HUAWEI Pura 80 Ultra dinobatkan sebagai kamera smartphone nomor 1 dunia versi DXOMARK dengan rekor skor 175. Ini merupakan skor tertinggi yang pernah tercatat sejauh ini. Huawei Pura 80 Ultra hadir dengan harga Rp 22.999.000.

    Sementara HUAWEI Pura 80 Pro yang dibekali 1-inch Ultra Lighting Camera dibanderol dengan harga lebih terjangkau, yakni Rp 14.999.000.

    Dari P Series ke Pura: Pembuktian Inovasi Kamera dari Masa ke Masa

    Huawei P Series hadir sejak 2012 dan telah menjadi pionir fotografi smartphone. Dimulai dari P9 dengan kamera dual-lens yang menjadi tonggak awal fotografi komputasional, P20 dengan Super Night Mode yang mendefinisikan ulang fotografi malam, hingga Pura 70 Ultra dengan Ultra-Lighting Pop-out Camera yang memperlihatkan rekayasa optik mutakhir dalam perangkat ramping.

    Nama Pura sendiri terinspirasi dari Purity- mencerminkan kemurnian desain, gaya modern yang elegan, sekaligus semangat baru untuk terus berinovasi.

    Terinspirasi dari bentuk Penrose Triangle yang dikenal sebagai the purest form of impossibility, Pura melambangkan semangat untuk menjadikan hal yang tampak mustahil menjadi mungkin.

    “Dengan filosofi ini, Pura Series hadir bukan hanya sebagai smartphone, tetapi juga sebagai perwujudan gaya hidup yang menyatukan fotografi terbaik, desain estetis, dan fashion yang berkelas,” tulis HUAWEI dalam siaran pers, Rabu (17/9/2025).

    HUAWEI Pura 80 Ultra: Kamera #1 Dunia untuk Momen yang Tak Terlewat

    Foto: Huawei

    HUAWEI Pura 80 Ultra hadir dengan teknologi revolusioner Switchable Dual Telephoto Lens pertama di industri. Lensa ini memungkinkan pengguna beralih mulus antara 3,7x optical zoom hingga 9,4x optical zoom, dengan dukungan hingga 100x digital zoom.

    Kecanggihannya ini membuatnya meraih gelar kamera smartphone terbaik dunia versi DXOMARK, dengan catatan skor:

    180 Photo Score (tertinggi sepanjang sejarah DXOMARK)

    166 Video Score (peringkat teratas dunia)

    Telephoto terbaik dalam pengujian DXOMARK

    Hasilnya, pengguna bisa mengabadikan konser, cityscape, hingga ekspresi anak di panggung sekolah dengan detail tajam, warna alami, dan pencahayaan sempurna.

    Selain kamera, Pura 80 Ultra juga dilengkapi performa flagship dengan prosesor terbaru, baterai tahan lama, serta HUAWEI SuperCharge untuk pengisian super cepat, memastikan perangkat selalu siap untuk gaya hidup dinamis.HUAWEI Pura 80 Pro: Portrait Malam Setara Kamera Profesional

    HUAWEI Pura 80 Pro – Portrait Malam Profesional

    Di sisi lain, ada HUAWEI Pura 80 Pro yang membawa 1-inch Ultra Lighting Camera. Sensornya yang besar mampu menangkap cahaya dengan sempurna, bahkan dalam kondisi minim cahaya.

    Kamera ini menjanjikan portrait malam dengan detail alami, warna hidup, dan bokeh artistik layaknya kamera profesional. Cocok bagi mereka yang ingin menampilkan sisi elegan, dari acara formal hingga OOTD malam hari.

    “Dihadirkan sebagai ‘Pro Level Ultra’, perangkat ini menjadi pilihan bagi pengguna yang mendambakan kualitas fotografi flagship dengan harga lebih kompetitif,” imbuh HUAWEI.

    Aplikasi Favorit di HUAWEI AppGallery

    Akses Aplikasi Favorit di HUAWEI Pura 80 Pro

    Pindah ke smartphone baru sering bikin khawatir apakah bisa pakai aplikasi favorit. Lewat AppGallery, kamu tetap bisa mengunduh dan menggunakan berbagai aplikasi penting seperti YouTube, Gmail, Google Maps, hingga Google Meet dengan mudah.

    Tak hanya lengkap, AppGallery juga aman karena dilengkapi 360° Protection, mulai dari verifikasi developer, pemeriksaan malware dan privasi berlapis, hingga pengecekan integritas aplikasi. Sehingga kamu bisa install aplikasi favorit dengan praktis dan tetap tenang soal keamanan.

    Harga dan Ketersediaan

    Foto: Huawei

    Selama periode launching yang berlangsung pada 17 September hingga 17 Oktober 2024, HUAWEI menawarkan harga spesial Rp 22.999.000 untuk HUAWEI Pura 80 Ultra dan Rp 14.999.000 untuk HUAWEI Pura 80 Pro.

    Promo ini juga menghadirkan benefit senilai total Rp 10 juta untuk setiap pembelian HUAWEI Pura 80 Series, terdiri dari free HUAWEI WATCH GT 5 senilai Rp 2,6 juta, trade-in cashback hingga Rp 2,5 juta, bank cashback hingga Rp 2 juta, layanan perlindungan HUAWEI Care+ senilai Rp 2,4 juta, serta cashback Rp 500 ribu untuk transaksi di Tiket.com.

    Promo penjualan perdana HUAWEI Pura 80 Ultra dan HUAWEI Pura 80 Pro tersedia eksklusif secara online melalui rangkaian tautan di bawah ini.

    Foto: Huawei

    “Dengan segala inovasinya, HUAWEI Pura 80 Series bukan sekadar smartphone flagship. Ia adalah cerminan warisan, evolusi, dan gaya hidup masa kini yang menjadikan setiap momen, dari yang sederhana hingga tak terlupakan, selalu bernilai untuk diabadikan,” tulis HUAWEI.

    Untuk pembelian offline, kunjungi gerai Huawei Authorized Experience Store, Erafone, Urban Republic, BliBli Offline Store, digiplus, serta outlet mitra Huawei lain di seluruh Indonesia.

    Bagi pelanggan yang ingin berbelanja secara online, HUAWEI Pura 80 Series tersedia di sejumlah e-commerce terkemuka, seperti Huawei Store, Shopee, TikTok Shop, Tokopedia, BliBli, Lazada, erafone.com, Eraspace, dan DataScript Mall.ID.

    Jangan lewatkan kesempatan istimewa untuk menjadi yang pertama merasakan inovasi kamera dari HUAWEI Pura 80 Series.

    (anl/ega)

  • China Perintahkan Perusahaan Teknologi Tak Beli Chip AI Nvidia

    China Perintahkan Perusahaan Teknologi Tak Beli Chip AI Nvidia

    Jakarta

    Pemerintah China memerintahkan perusahaan teknologi besar di negaranya untuk berhenti membeli chip kecerdasan buatan (AI) buatan Nvidia dan membatalkan pesanan yang sudah ada.

    Menurut laporan Financial Times, Cyberspace Administration of China (CAC) belum lama ini memberi tahu perusahaan teknologi, termasuk ByteDance dan Alibaba, untuk membatalkan pesanan dan berhenti menguji RTX Pro 6000D, chip Nvidia yang dirancang khusus untuk pasar China.

    Beberapa perusahaan teknologi China sudah mengindikasikan mereka akan memesan puluhan ribu unit RTX Pro 6000D, dan sudah mulai melakukan uji coba dan verifikasi dengan pemasok server Nvidia. Setelah larangan dari CAC terbit, mereka meminta pemasok untuk berhenti melakukan uji coba.

    Larangan ini lebih tegas dibandingkan imbauan sebelumnya yang dikeluarkan oleh pemerintah China terkait pembelian chip H20 milik Nvidia. Pemerintah China berupaya menekan perusahaan teknologi lokal untuk mengurangi ketergantungannya dengan Nvidia dan memiliki chip buatan domestik agar bisa bersaing dengan AS di persaingan AI.

    Pemerintah China belum lama ini memanggil produsen chip lokal seperti Huawei dan Cambricon untuk memberikan laporan tentang perbandingan performa chip mereka dengan chip Nvidia yang dibuat khusus untuk China.

    Mereka menyimpulkan bahwa chip buatan China telah mencapai tingkat yang sebanding atau bahkan melebihi produk Nvidia yang diizinkan beredar berdasarkan aturan ekspor.

    Dalam konferensi pers dengan wartawan di London, CEO Nvidia Jensen Huang mengaku kecewa mendengar larangan ini. Huang sedang berada di Inggris untuk mengikuti jamuan makan malam kenegaraan bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

    “Kami mungkin berkontribusi lebih banyak ke pasar China dibandingkan kebanyakan negara lainnya. Dan saya kecewa dengan apa yang saya lihat,” kata Huang, seperti dikutip dari The Verge, Kamis (18/9/2025).

    “Tapi mereka memiliki agenda yang lebih besar untuk diselesaikan antara China dan Amerika Serikat, dan saya memahami hal tersebut,” sambungnya.

    Bisnis Nvidia di China terus dihantam masalah regulasi sejak awal tahun ini. Pada April lalu, pemerintah AS melarang ekspor chip H20 karena khawatir chip AI itu akan dipakai China untuk mengembangkan teknologi AI yang dipakai oleh militer.

    Pada Juli 2025, pemerintah AS mengizinkan Nvidia untuk mengekspor chip H20 ke China lagi, tapi dengan syarat 15% penjualannya disetor ke pemerintah AS. Namun, regulator China mengeluarkan imbauan yang melarang perusahaan lokal membeli chip H20.

    Larangan ini terbit hanya beberapa hari setelah regulator China lainnya menuding Nvidia melanggar undang-undang anti-monopoli terkait akuisisi produsen chip Mellanox. Nvidia dituduh melanggar peraturan nasional dan ketentuan yang ditetapkan pemerintah China saat pertama kali menyetujui akuisisi tersebut.

    (vmp/vmp)

  • Domain .id Tembus 1,3 Juta, Pandi Siapkan .ai.id dan Aksara Bali

    Domain .id Tembus 1,3 Juta, Pandi Siapkan .ai.id dan Aksara Bali

    Jakarta

    Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) mengungkapkan jumlah nama domain .id. telah menembus 1.317.633 per 31 Agustus 2025. Capaian tersebut dinilai menegaskan posisi domain .id sebagai identitas digital nasional yang semakin dipercaya masyarakat.

    Pandi menyebut lonjakan ini tidak hanya soal angka, tetapi juga menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menggunakan domain lokal. Mulai dari usaha kecil, perusahaan besar, lembaga, hingga komunitas kini menjadikan .id sebagai identitas utama mereka di dunia maya.

    “Domain .id semakin diterima luas dan membangun kepercayaan di masyarakat. Identitas lokal kini justru menjadi kekuatan dalam ekosistem digital,” ujar Ketua Pandi John Sihar Simanjuntak dikutip Kamis (18/9/2025).

    Untuk melanjutkan tren positif tersebut, Pandi menyiapkan Second Level Domain (SLD) terbaru. Dua di antaranya adalah .ai.id dan SLD Internationalized Domain Name (IDN) Aksara Bali.

    Domain .ai.id akan diluncurkan bersama Korika pada ajang AI Innovation Summit (AIIS) 16 September 2025. Kehadirannya dirancang untuk mendukung ekosistem kecerdasan buatan di Indonesia, mulai dari industri, startup, peneliti, hingga komunitas AI.

    Sementara itu, SLD IDN Aksara Bali ditujukan untuk melestarikan budaya lokal di ranah digital. Pandi bekerja sama dengan Universitas Udayana sebagai registrar khusus untuk memfasilitasi masyarakat, akademisi, maupun komunitas Bali yang ingin menggunakan aksara daerah sebagai identitas daring.

    Dengan hadirnya domain baru, Pandi berharap masyarakat memiliki pilihan lebih luas untuk mengekspresikan diri secara digital, baik melalui teknologi mutakhir seperti AI maupun lewat kearifan lokal.

    “Domain bukan lagi sekadar alamat internet, tapi fondasi kepercayaan, inovasi, dan kolaborasi. Kami ingin memastikan ekosistem digital Indonesia makin tangguh,” kata John.

    .idFest 2025 Jadi Ajang Kolaborasi Digital

    Sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem, Pandi menggelar .idFest 2025 pada 16-17 September 2025 di The Kasablanka, Jakarta. Festival ini menghadirkan forum lintas sektor mulai dari pelaku industri, komunitas digital, akademisi, hingga pemerintah.

    .idFest 2025 akan menampilkan Developer Day.id dengan seratus tim inovator, seminar tentang new gTLD, serta pameran dan diskusi komunitas. Tiga tim terbaik Developer Day.id akan berkesempatan mewakili Indonesia di ajang internasional APICTA 2025 di Taipei.

    (agt/agt)

  • Meme Kocak Chelsea Dibabat, Ngerasa Masih di Conference League

    Meme Kocak Chelsea Dibabat, Ngerasa Masih di Conference League

    Meme Kocak Chelsea Dibabat, Ngerasa Masih di Conference League