Category: Detik.com Tekno

  • Video Uji Ketahanan iPhone Air Diberi Tekanan 59 kg, Hasilnya Mengejutkan!

    Video Uji Ketahanan iPhone Air Diberi Tekanan 59 kg, Hasilnya Mengejutkan!

    Video Uji Ketahanan iPhone Air Diberi Tekanan 59 kg, Hasilnya Mengejutkan!

  • Edukasi Keamanan Siber Lewat Esports

    Edukasi Keamanan Siber Lewat Esports

    Jakarta

    Dunia keamanan siber di Indonesia tengah mengalami transformasi menarik dengan hadirnya Cyber Breaker Competition (CBC) Season 2.

    Digagas oleh Peris.ai Cybersecurity bersama Team RRQ, ajang ini bukan sekadar kompetisi Capture The Flag (CTF), tetapi dikemas dengan konsep esports dan edutainment, sehingga bisa dinikmati lebih luas oleh masyarakat, mahasiswa, hingga komunitas gamer.

    Tahun 2025, tercatat 619 peserta dari berbagai daerah di Indonesia ikut ambil bagian. Jumlah tersebut menunjukkan meningkatnya minat terhadap kompetisi keamanan siber, sekaligus menegaskan besarnya peluang untuk membangun talenta digital nasional.

    Deden Gobel, CTO Peris.ai Cybersecurity, menegaskan bahwa CBC adalah cara baru mengedukasi publik tentang keamanan digital. “Keamanan siber bukan hanya teknis, tapi bisa dikemas menarik agar generasi muda lebih antusias mempelajarinya,” katanya, dalam keterangan yang diterima detikINET.

    CBC Season 2 menghadirkan format berlapis mulai dari Qualification, Swiss Stage, Knockout, hingga Grand Final offline. Menariknya, sistem pertandingan 2 vs 2 dipilih agar peserta tidak hanya diuji dari sisi teknis, tetapi juga kerja sama tim. Format ini sekaligus menambah daya tarik penonton, mirip dengan atmosfer kompetisi esports profesional.

    Grand Final berlangsung 13-14 September 2025 di CBC Arena, Auditorium Cyber UNAS, Jakarta Selatan, dengan siaran langsung yang menjangkau lebih dari 3.500 audiens digital di seluruh Indonesia.

    Kehadiran pejabat tinggi negara turut menegaskan pentingnya acara ini. Deputi Bidang Keamanan Siber & Sandi Perekonomian BSSN, Slamet Aji Pamungkas, menilai CBC membuat dunia keamanan siber lebih menarik karena dipadukan dengan hiburan esports.

    “Saya berharap semakin banyak talenta cyber security, karena Indonesia harus mengembangkan SDM agar bisa mengamankan negeri ini dari serangan dalam maupun luar,” ujarnya.

    Sementara itu, Muhammad Neil El Hima, Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kemenparekraf, menekankan bahwa keamanan siber jangan hanya dilihat sebagai cost, tetapi juga peluang industri.

    “Mulai dari individu bisa berkembang jadi perusahaan, hingga industri tersendiri. Kami mendorong dari sisi itunya,” ungkapnya.

    Senada dengan itu, Andrian Pauline (Pak AP), CEO Team RRQ, melihat esports sebagai pintu masuk anak muda ke dunia digital. Kolaborasi ini, menurutnya, memperluas ekosistem talenta siber nasional.

    CBC Season 2 juga mendapat dukungan sponsor lintas industri, mulai dari East Ventures sebagai mitra ekosistem startup, ASUS ROG sebagai official gaming gear partner, hingga Asteria Cyberindo Pratama dan Snowman. Dukungan tersebut menunjukkan bagaimana keamanan siber semakin terintegrasi dengan ekosistem digital yang lebih luas.

    Sebagai kompetisi cyber esports pertama di Indonesia, CBC menandai babak baru dalam upaya membangun kapasitas talenta digital. Dengan menggabungkan atmosfer esports dan semangat edutainment, ajang ini tidak hanya melatih skill teknis, tetapi juga membangun kesadaran kolektif akan pentingnya keamanan data di era digital.

    Lebih jauh, Cyber Breaker Competition diharapkan bisa menjadi model kompetisi berkelanjutan yang memperkuat ekosistem siber nasional. Indonesia kini memiliki peluang besar melahirkan talenta baru yang mampu bersaing di tingkat global sekaligus memperkenalkan keamanan siber sebagai bagian dari industri kreatif digital.

    (asj/asj)

  • RUPSLB 2025, Ini Susunan Lengkap Direksi dan Komisaris Telkom Terbaru

    RUPSLB 2025, Ini Susunan Lengkap Direksi dan Komisaris Telkom Terbaru

    Jakarta

    PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta, Selasa (16/9). Hal ini menjadi bagian dari upaya Telkom dalam memperkuat tata kelola sekaligus mendukung akselerasi transformasi perusahaan.

    Adapun hasil keputusan RUPSLB, pemegang saham menyetujui perubahan susunan pengurus perseroan yang diharapkan memperkuat arah strategis TelkomGroup dalam mengakselerasi transformasi digital.

    Manajemen Telkom menyebut perubahan pengurus ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat fondasi kepemimpinan perseroan dalam menghadapi dinamika industri digital.

    “Telkom terus bertransformasi menjadi digital telco dan enabler ekosistem digital nasional yang berdaya saing global. Dengan struktur pengurus yang semakin solid, kami optimistis dapat mempercepat langkah transformasi, menghadirkan nilai tambah berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan, serta memperkuat kontribusi Telkom bagi bangsa dan negara,” terang manajemen dalam keterangan tertulis, Kamis (18/9/2025).

    Diketahui, sepanjang Semester I 2025, Telkom mencatat pendapatan konsolidasi sebesar Rp73 triliun dengan laba bersih Rp11 triliun (margin laba bersih 15%) serta EBITDA sebesar Rp36,1 triliun dengan margin 49,5%. Meski menghadapi dinamika pasar dan kondisi makroekonomi, Telkom memastikan fundamental bisnisnya tetap solid.

    Oleh karena itu, dengan kepemimpinan baru, Telkom berkomitmen untuk memperkuat posisi sebagai digital telco berdaya saing global, sekaligus menghadirkan solusi digital inovatif untuk seluruh pemangku kepentingan.

    Berikut ini susunan lengkap hasil RUPSLB Telkom 2025:

    Dewan Komisaris

    Komisaris : Rionald Silaban

    Komisaris : Rizal Mallarangeng

    Komisaris : Ossy Dermawan

    Komisaris : Silmy Karim

    Komisaris Independen : Deswandhy Agusman

    Komisaris Independen : Ira Noviarti

    Komisaris Independen : Yohanes Surya

    Jajaran Direksi

    Direktur Keuangan & Manajemen Risiko : Arthur Angelo Syailendra

    Direktur Human Capital Management : Willy Saelan

    Direktur Wholesale & International Service : Honesti Basyir

    Direktur Enterprise & Business Service : Veranita Yosephine

    Direktur Strategic Business Development & Portfolio : Seno Soemadji

    Direktur Network : Nanang Hendarno

    Direktur IT Digital : Faizal Rochmad Djoemadi

    Direktur Legal & Compliance : Andy Kelana

    (akd/akd)

  • Bulan Terus Menjauhi Bumi, Bagaimana Kalau Sampai Menghilang?

    Bulan Terus Menjauhi Bumi, Bagaimana Kalau Sampai Menghilang?

    Jakarta

    Penduduk Bumi senang melihat penampakan Bulan yang indah, bersinar kemilau di langit malam. Bagaimana jika lama-lama akhirnya Bulan menghilang?

    Sebuah studi baru menemukan bahwa Bulan perlahan menjauh dari Bumi dan kemungkinan akan mengubah hubungan antara planet yang kita tinggali ini dengan satu-satunya satelit alaminya.

    Menurut para ilmuwan, pergerakan Bulan telah memengaruhi panjang hari di Bumi, meskipun pada laju yang sangat lambat. Karena Bulan terus menjauh dari Bumi dalam rentang waktu jutaan tahun, panjang hari rata-rata menjadi lebih panjang.

    Tim di University of Wisconsin-Madison melakukan penelitian yang berfokus pada bagaimana batuan terbentuk 90 juta tahun yang lalu. Dalam penelitian ini, para ilmuwan menganalisis interaksi Bumi dengan Bulan hampir 1,4 miliar tahun yang lalu.

    Diketahui bahwa Bulan bergerak menjauh 3,82 cm dari Bumi setiap tahun. Hal ini pada akhirnya akan menyebabkan hari-hari di Bumi bertambah menjadi 25 jam setelah 200 juta tahun.

    “Saat Bulan menjauh, Bumi seperti atlet sepatu roda yang berputar dan melambat saat merentangkan tangannya,” kata Profesor ilmu kebumian di University of Wisconsin-Madison, Stephen Meyers, dikutip dari IFL Science.

    “Salah satu ambisi kami adalah menggunakan astrokronologi untuk mengetahui waktu di masa lampau yang paling jauh, untuk mengembangkan skala waktu geologi yang sangat kuno,” tambahnya.

    “Kami ingin dapat mempelajari batuan yang berusia miliaran tahun dengan cara yang sebanding dengan cara kami mempelajari proses geologi modern,” kata Meyers

    (rns/rns)

  • Telkomsat dan Len Industri Perkuat Kolaborasi Pertahanan Berbasis Satelit

    Telkomsat dan Len Industri Perkuat Kolaborasi Pertahanan Berbasis Satelit

    Jakarta

    PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat), anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Len Industri (Persero). Hal ini dilakukan dalam upaya memperkuat sistem pertahanan nasional melalui pengembangan infrastruktur komunikasi dan digital berbasis satelit.

    Penandatanganan ini dilakukan oleh Direktur Utama Telkomsat Lukman Hakim Abd Rauf dan Direktur Utama PT Len Industri (Persero) Prof. Joga Dharma Setiawan, Ph.D. Penandatanganan ini turut disaksikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Republik Indonesia sekaligus sebagai Komisaris Utama PT Len Industri (Persero) Letnan Jenderal TNI Tri Budi Utomo, S.E., Komisaris Telkom Rizal Mallarangeng, dan Direktur Wholesale & International Service Telkom Honesti Basyir.

    Direktur Wholesale & International Service Telkom Honesti Basyir menegaskan pentingnya konektivitas dalam mendukung ketahanan nasional. Menurutnya, perkembangan digital, termasuk artificial intelligence, sebesar apapun tetap membutuhkan konektivitas.

    “Indonesia dengan hampir 17.000 pulau menjadikan kebutuhan konektivitas bukan sekadar kepentingan bisnis semata, melainkan bagian dari ketahanan nasional. Momentum penandatanganan MoU ini bukan hanya seremonial, melainkan langkah konkret kolaborasi untuk membangun ekosistem pertahanan berbasis satelit yang mandiri. Kami percaya, kerja sama antara Telkomsat dan PT Len Industri (Persero) akan menjadi landasan penting untuk mewujudkan kedaulatan digital sekaligus memperkuat sistem pertahanan negara,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (18/9/2025).

    Komisaris Telkom Rizal Mallarangeng menambahkan kolaborasi ini merupakan awal dari langkah strategis yang lebih besar. Dia mengatakan komunikasi adalah elemen penting dalam pertahanan.

    “Kehadiran MoU antara Telkomsat dan PT Len Industri (Persero) adalah sebuah awal, bukan akhir. Ini merupakan fondasi untuk mempererat hubungan, tidak hanya dengan Kementerian Pertahanan, tetapi juga dalam mendukung perkembangan PT Len Industri (Persero) sebagai BUMN strategis di sektor pertahanan. Komunikasi adalah elemen paling penting dalam pertahanan. Oleh karena itu, kerja sama ini sangat strategis untuk memperkuat kedaulatan bangsa dan memicu lahirnya inovasi pertahanan berbasis teknologi satelit,” ungkapnya.

    Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan RI Letnan Jenderal TNI Tri Budi Utomo turut menyampaikan apresiasinya. Menurutnya, pertahanan kini tak hanya di darat, laut, udara, tapi juga di angkasa.

    “Kami sangat mengapresiasi adanya sinergi antara Telkomsat dengan PT Len Industri (Persero) untuk menghadirkan inovasi teknologi berbasis satelit yang dapat mendukung misi negara dalam memperkuat sistem pertahanan nasional, bukan hanya di darat, laut, dan udara, namun juga di angkasa,” ujarnya.

    Sebagai informasi, lingkup kerja sama yang diatur dalam MoU ini meliputi komitmen dalam penyediaan kapasitas satelit Merah Putih 2 untuk mendukung dan mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    Selain itu, kedua pihak bersepakat untuk berkolaborasi dalam pengembangan, pembangunan, pengorbitan, hingga pengoperasian satelit nasional yang mandiri dengan memanfaatkan konstelasi satelit geostationer (GSO) maupun non-geostationer (NGSO).

    Tidak hanya itu, kerja sama ini juga diarahkan pada pembangunan teknologi dan fasilitas strategis seperti, command center, wahana peluncuran satelit nasional, pusat riset dan pengembangan, fasilitas produksi satelit nasional, serta pengembangan bisnis satelit di skala regional dan global. Hal ini diharapkan mampu memperkuat daya saing Indonesia dalam ekosistem teknologi satelit internasional.

    Melalui MoU ini, Telkomsat dan PT Len Industri (Persero) menegaskan komitmen untuk membangun kerja sama berkelanjutan dalam rangka mendukung sistem pertahanan nasional yang unggul, modern, dan mandiri.

    (akd/ega)

  • iPhone 17, Pro Max, Hingga Air Lolos Postel Komdigi, Segera Rilis di RI

    iPhone 17, Pro Max, Hingga Air Lolos Postel Komdigi, Segera Rilis di RI

    Jakarta

    Kabar gembira bagi para penggemar Apple di Indonesia! Seluruh varian iPhone 17 series, mulai dari iPhone Air yang ramping hingga iPhone 17 Pro Max yang bertenaga, kini telah resmi lolos uji Sertifikasi Perangkat Pos dan Telekomunikasi (Postel) dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Komdigi). Sertifikasi ini membuka jalan bagi peluncuran resmi di Tanah Air, yang diprediksi bakal hadir paling cepat awal Oktober 2025.

    Pantauan detikINET di situs Sertifikasi Postel, ada empat perangkat yang didaftarkan PT Apple Indonesia. Perangkat tersebut meliputi kode A3517 (iPhone Air), A3520 (iPhone 17), A3523 (iPhone 17 Pro), dan A3526 (iPhone 17 Max).

    Keempatnya mendapatkan sertifikat per 18 September 2025. Maka dengan lolosnya uji Postel, proses perizinan impor dan penjualan resmi tinggal selangkah lagi.

    Besar kemungkinan iPhone Air, iPhone 17, iPhone 17 Pro dan iPhone 17 Pro Max bisa hadir di awal Oktober. Namun semua kembali ke Apple untuk menetapkan kapan akan menjual jagoan terbarunya di Indonesia.

    iPhone 17 Foto: screenshot detikINET

    Namun yang pasti jadwal rilis iPhone terbaru akan jauh lebih cepat dari sebelumnya. Kondisi ini berbeda dengan iPhone 16 series yang mengalami penundaan panjang-baru rilis di Indonesia pada April 2025 setelah peluncuran global pada September 2024, akibat masalah TKDN saat itu.

    iPhone 17 series dan Air mendapat kemudahan berkat kesepakatan investasi Apple senilai USD 160 juta (sekitar Rp 2,6 triliun) dengan pemerintah. Investasi ini mencakup pembangunan pusat riset dan inovasi di Indonesia, yang membantu memenuhi regulasi TKDN tanpa perlu pabrik perakitan penuh.

    (afr/afr)

  • Video: Galaxy S25 FE Resmi Dirilis, Segini Harganya

    Video: Galaxy S25 FE Resmi Dirilis, Segini Harganya

    Video: Galaxy S25 FE Resmi Dirilis, Segini Harganya

  • Arkeolog Temukan Prasasti yang Dibuat Sahabat Nabi Muhammad

    Arkeolog Temukan Prasasti yang Dibuat Sahabat Nabi Muhammad

    Jakarta

    Sebuah prasasti Paleo-Arab pada sebuah batu besar dekat sebuah masjid terbengkalai di Arab Saudi kemungkinan besar diukir oleh Ḥanẓalah bin Abī ʿĀmir, seorang sahabat Nabi Muhammad, menurut sebuah studi baru.

    Meskipun banyak prasasti dari masa-masa awal Islam telah diketahui, keasliannya masih belum terkonfirmasi, kecuali satu prasasti di wilayah al-Bahah, Arab Saudi, yang dapat dikaitkan dengan sahabat Muhammad, yang kemudian menjadi gubernur Makkah.

    Prasasti ini, yang dianalisis para peneliti dalam sebuah studi baru yang diterbitkan dalam Journal of Near Eastern Studies edisi April 2024, hanyalah prasasti kedua yang dikonfirmasi yang atribusinya terkait dengan Muhammad.

    Berbeda dengan teks sebelumnya, prasasti ini dipahat pada awal abad ketujuh sebelum Islam mendominasi Arabia, menjadikannya saksi penting bagi Hijaz pra-Islam (wilayah tempat Makkah berada) dan latar belakang agama para pembaca Al-Qur’an. Namun, tidak semua orang sepenuhnya yakin tentang identitas penulisnya. Yang jelas, temuan ini menjelaskan hari-hari awal Islam, kata para peneliti.

    “Bertentangan dengan kepercayaan umum bahwa Islam lahir berdasarkan sejarah yang utuh, kita tidak tahu banyak tentang kebangkitan Islam dari sumber-sumber kontemporer,” ujar Ahmad Al-Jallad, profesor studi Arab di Ohio State University dan rekan penulis studi tersebut, dikutip dari Live Science.

    “Periode waktu itu diselimuti misteri. Prasasti-prasasti ini memberikan dasar yang dapat diverifikasi untuk penulisan sejarah berbasis bukti pada periode ini,” sebutnya.

    Yusef Bilin, seorang kaligrafer Turki yang mengunjungi sebuah masjid kuno di kota Taif yang diyakini dibangun oleh Ali bin Abi Thalib, Khalifah Islam keempat, menemukan dua prasasti pada sebuah batu besar yang menonjol sekitar 100 meter darinya. Pada 2021, ia menyampaikan hal tersebut kepada para penulis studi.

    Prasasti-prasasti tersebut ditulis dalam aksara Paleo-Arab, yang menggambarkan fase akhir pra-Islam dalam alfabet Arab. Para penulis prasasti di bagian atas dan bawah mengidentifikasi diri mereka sebagai Hanzalah, putra Abd-Amr-w dan Abd al-Uzzē, putra Sufyan.

    Tulisan tersebut diterjemahkan menjadi “Dengan nama-Mu, Tuhan kami, aku adalah Ḥanẓalah (putra) ʿAbd-ʿAmr-w, aku mendesak (engkau) agar bertakwa kepada Allah” dan “Dengan nama-Mu, Tuhan kami, aku adalah ʿAbd al-ʿUzzē putra Sufyān, aku mendesak (engkau) agar bertakwa kepada Allah.”

    Para penulis mempelajari biografi Muslim tradisional Muhammad dan catatan silsilah orang-orang Arab dan menemukan bahwa kombinasi nama-nama ini sangat langka. Seseorang bernama Hanzalah, yang ayahnya adalah Abd-Amr, memenuhi kriteria tersebut. Orang ini berasal dari suku Aws, yang bermukim di Yatsrib (sekarang dikenal sebagai Madinah), dan secara menonjol digambarkan sebagai sahabat Muhammad dalam literatur Islam awal.

    Penggunaan bahasa Paleo-Arab dengan mudah menunjukkan bahwa prasasti-prasasti ini dibuat pada akhir abad keenam atau awal abad ketujuh dan sangat sesuai dengan garis waktu Hanzalah, sahabat Nabi, yang gugur dalam Perang Uhud pada 625 M. Nama orang kedua, ʿAbd al-ʿUzzē, merujuk kepada dewi pagan Arab, al-Uzza, yang semakin memperkuat gagasan bahwa prasasti-prasasti ini dibuat oleh orang-orang yang bukan pengikut Muhammad, atau setidaknya belum.

    Pengamatan ini mengarahkan para peneliti untuk menyimpulkan bahwa Ḥanẓalah kemungkinan besar sama dengan yang dikaitkan dengan Muhammad dan bahwa ia mengukir kata-kata ini saat bepergian melalui Taif, mungkin dengan seseorang bernama ʿAbd al-ʿUzzē, sebelum ia memeluk Islam.

    “Pada dasarnya tidak masuk akal jika prasasti ini dibuat setelah Muhammad memulai dakwahnya, karena penduduk Taif sangat memusuhi beliau, dan kecil kemungkinan salah satu pengikutnya pergi ke sana dan meninggalkan prasasti ini,” ujar rekan penulis studi Hythem Sidky, direktur eksekutif International Quranic Studies Association di Washington, DC, Amerika Serikat.

    Al-Jallad menambahkan bahwa patina prasasti dan pola pelapukan menunjukkan prasasti itu sudah ada di sana sejak lama, sehingga menutup kemungkinan adanya pemalsuan modern.

    “Artikel ini merupakan karya ilmiah yang sangat mengesankan,” ujar James Montgomery , seorang profesor Studi Arab dan Timur Tengah di Cambridge University yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

    “Penelitian ini sangat cermat, teliti, dan cermat dalam penggunaan bukti, dengan setiap klaim didukung dengan tepat melalui referensi terhadap semua bukti yang relevan dan tersedia,” sebutnya.

    Meskipun Montgomery yakin identifikasi tersebut kemungkinan besar akurat, ia tetap agnostik terhadap klaim bahwa Ḥanẓalah yang disebutkan dalam prasasti tersebut sama dengan yang ada dalam tradisi Islam.

    “Saya ingin menunda penilaian sampai kita memiliki dua prasasti lagi yang juga memenuhi kriteria penanggalan ketat yang digunakan para penulis,” ujarnya.

    (rns/rns)

  • Viral Video Seram Laut Makan Daratan, Ini Penjelasan BMKG

    Viral Video Seram Laut Makan Daratan, Ini Penjelasan BMKG

    Jakarta

    Viral video di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, di mana lautnya ‘memakan’ daratan hingga rontok ke air. Eko Prasetyo selaku Direktur Meteorologi Maritim Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutnya sebagai pengikisan pantai.

    Menurut Eko, peristiwa itu tepatnya disebut sebagai pengikisan pantai sebagai akibat ekstremnya unsur meteo oseanografi. Abrasi biasanya pada dinding pantai yang kuat.

    “Namun tidak perlu diperdebatkan perbedaan penamaannya karena dampak yang ditimbulkan hampir sama,” ujarnya kepada detikINET, Kamis (18/9/2025), melalui pesan singkat.

    Berdasarkan data analisis OFS BMKG (angin dan gelombang) diketahui bahwa pada saat kejadian terjadi kecepatan angin, gelombang signifikan dan gelombang maksimum dalam kategori rendah. Akan tetapi, untuk ketinggian gelombang maksimum yang dapat mencapai 1,25 meter, jika sampai menghantam daratan akan cukup memperparah dampak abrasi/pengikisan pantai.

    “Sedangkan kondisi arus permukaan laut dalam kategori rendah tetapi terjadi pola siklonik di perairan sekitar lokasi kejadian yang cukup memperparah dampak abrasi/pengikisan yang terjadi,” imbuhnya.

    Untuk mengatasinya dan mencegah di kemudian hari, pertama-tama pemerintah perlu memahami struktur pantai yang ada. Jika struktur berpasir, maka dapat dikurangi dengan pembangunan break water.

    “Jika struktur lainnya dapat dicegah dengan penanaman mangrove,” ucap Eko.

    Abrasi di pesisir pantai Desa Laimeo, Kecamatan Sawa, Konawe Utara, terjadi pada Senin (15/9) sekitar pukul 12.30 Wita. Kepala BPBD Konawe Utara Muhammad Aidin mengatakan abrasi pantai itu menjadi perhatian semua pihak terkait.

    “Kalau penyebab pasti itu kita masih tahap penelitian dan pengamatan. Semua pihak sudah turun tangan,” katanya kepada detikNews.

    Dia mengungkapkan sejumlah fasilitas seperti dermaga umum dan rumah warga terancam akibat abrasi tersebut. Pihaknya pun meminta warga di sekitar lokasi untuk waspada.

    (ask/ask)

  • Tak Bisa Pakai Charger Lama

    Tak Bisa Pakai Charger Lama

    Jakarta

    Apple akhirnya menghadirkan dukungan fast charging lebih cepat di lini iPhone 17. Model iPhone 17, 17 Pro, dan 17 Pro Max diklaim bisa mengisi daya hingga 50% hanya dalam waktu 20 menit. Sementara varian iPhone Air yang lebih tipis butuh waktu 30 menit untuk mencapai level yang sama.

    Namun, cara Apple mewujudkan peningkatan ini tetap punya ciri khas “Apple banget”. Yaitu menerapkan standar sendiri, atau standar yang tak populer di pasaran, untuk produk-produk buatannya, demikian dikutip detikINET dari GSM Arena, Kamis (18/9/2025).

    Kecepatan isi ulang itu hanya bisa dirasakan jika pengguna memakai charger resmi Apple 40W Dynamic Power Adapter with 60W Max. Pada dasarnya ini adalah charger 40W yang mampu ditingkatkan hingga 60W dalam waktu terbatas, sekitar 15 menit menurut pengujian awal.

    Charger ini mengandalkan protokol Adjustable Voltage Supply (AVS), bukan Programmable Power Supply (PPS) yang lebih umum digunakan di banyak perangkat Android berdaya tinggi. AVS memungkinkan perangkat meminta voltase yang sangat spesifik, dari 15V hingga 48V dengan kenaikan 0,1V. AVS ini — di atas kertas — memang lebih canggih dari PPS, namun protokol PPS rasanya masih sangat mumpuni untuk menghadirkan daya 40W, bahkan 60W sekalipun.

    Tidak Kompatibel dengan Charger Lain

    Masalahnya, sebagian besar charger USB di pasaran saat ini mendukung PPS, bukan AVS. Itu artinya, banyak charger pihak ketiga kemungkinan tidak bisa menghadirkan kecepatan optimal saat mengisi iPhone 17.

    Seorang pengguna Reddit dengan nama privaterbok yang menguji langsung charger baru Apple mengonfirmasi bahwa perangkat ini hanya mendukung standar USB Power Delivery 3.0 dan AVS, tanpa PPS. Akibatnya, charger Apple seharga USD 39 (sekitar Rp 630 ribu) ini kurang berguna jika dipakai untuk gadget lain yang mengandalkan PPS.

    Pertanyaan yang belum terjawab: apakah iPhone 17 bisa tetap mencapai 50% dalam 20 menit jika menggunakan charger PPS 40W atau 60W? Jika bisa, apakah kecepatannya akan seefisien saat memakai charger AVS resmi dari Apple?

    Jawabannya masih menunggu pengujian lebih lanjut. Yang jelas, strategi ini sejalan dengan pola Apple selama ini–menciptakan standar baru yang kadang bikin pengguna harus membeli aksesori resmi agar bisa merasakan fitur terbaik di perangkat mereka.

    (asj/asj)