Category: Detik.com News

  • Bus Terguling di Tol Krapyak Semarang, Evakuasi Korban Terjepit Berjam-jam

    Bus Terguling di Tol Krapyak Semarang, Evakuasi Korban Terjepit Berjam-jam

    Jakarta

    Kecelakaan bus terjadi di Simpang Susun Exit Tol Krapyak, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng) pada Senin dini hari. Proses evakuasi korban berlangsung dramatis, korban ada yang terjepit sehingga evakuasi memerlukan waktu berjam-jam.

    Pada saat kejadian, Basarnas Semarang yang sedang beriaga khusus Nataru (Natal dan Tahun Baru) di Posko Gabungan Kalikangkung Kota Semarang langsung menuju lokasi melakukan penanganan.

    Kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 00.30 WIB pada Senin dini hari. Sebanyak 15 orang tewas akibat kecelakaan dan 19 orang terluka.

    “Kami beserta tim SAR gabungan dari Polri, Jasa Marga, PMI dan lainnya berhasil mengevakuasi seluruh korban dari bus yang mengalami kecelakaan. Ada 15 penumpang yang meninggal dunia dan 19 lainnya luka-luka” kata Kepala Kantor SAR Semarang Budiono, dilansir Antara, Senin (22/12/2025).

    Ia mengungkap proses evakuasi cukup sulit karena ada sebagian korban yang masih dalam posisi terjepit. Selain itu, akses menuju korban juga dipenuhi pecahan kaca.

    “Proses evakuasi selesai pukul 4 subuh (04.00 WIB) tadi. Penyebab kecelakaan itu sendiri belum diketahui secara pasti, namun diduga bus hilang kendali saat melaju kencang dari arah Jakarta menuju Yogyakarta dini hari tadi,” katanya.

    Proses evakuasi selesai sekitar pukul 04.00 WIB. Seluruh korban yang berhasil dievakuasi kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat, di antaranya RSUP dr. Kariadi, RS. Columbia Asia dan RSUD dr. Adhyatma MPH atau RS. Tugu Semarang.

    Bus itu berangkat dari Jatiasih, Jakarta, hendak menuju Yogyakarta. Bus tersebut dilaporkan melaju kencang dan diduga hilang kendali sehingga menabrak pembatas jalan hingga akhirnya terguling.

    Budiono juga mengimbau para pengguna jalan untuk lebih berhati-hati dalam berkendara, serta beristirahat jika mengalami kelelahan.

    “Dan kami imbau untuk pengguna jalan agar lebih berhati-hati lagi dalam berkendara. Istirahat bila lelah dan jaga jarak aman dari kendaraan lainnya,” katanya.

    (yld/zap)

  • Harta Puluhan Miliar Bupati Termuda Bekasi yang Kini Tersangka KPK

    Harta Puluhan Miliar Bupati Termuda Bekasi yang Kini Tersangka KPK

    Bekasi

    Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang menjadi tersangka kasus dugaan suap usai terjerat operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Bupati termuda dalam sejarah Kabupaten Bekasi ini ternyata tercatat punya harta Rp 79,1 miliar.

    Dikutip dari situs resmi Pemkab Bekasi, Minggu (21/12/2025), Ade Kuswara dilantik sebagai Bupati Bekasi pada Februari 2025. Saat pelantikan, Ade Kuswara masih berusia 31 tahun 6 bulan.

    Ade lebih muda 4 bulan dari pendahulunya, Neneng Hasanah Yasin, yang dilantik sebagai Bupati Bekasi pada usia 31 tahun 10 bulan. Neneng juga ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan tahun 2018 dan telah dijatuhi hukuman 6 tahun penjara. Kini, Neneng telah bebas dari penjara.

    Kembali soal Ade Kuswara, dia pernah menjabat sebagai Anggota DPRD Kabupaten Bekasi sebelum menjabat Bupati. Ade telah melaporkan harta kekayaannya saat awal menjabat sebagai Bupati Bekasi.

    Dalam LHKPN yang dilihat dari situs resmi KPK, Ade tercatat punya 31 bidang tanah yang tersebar di Bekasi, Karawang serta Cianjur. Total nilainya Rp 76,5 miliar.

    Ade juga tercatat punya mobil Mitsubishi Pajero Sport Dakar yang berasal dari hadiah senilai Rp 400 juta, mobil Jeep Wrangler warisan Rp 650 juta serta mobil Ford Mustang hasil sendiri Rp 1,4 miliar. Ade juga punya harta bergerak lainnya Rp 43 juta serta kas dan setara kas Rp 147,9 juta.

    Ade tak punya utang. Sehingga, total hartanya Rp 79.168.051.653.

    Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang. Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    Sebagai informasi, KPK menangkap Ade pada Kamis (18/12). Ade kemudian ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menerima uang ijon proyek sebesar Rp 9,5 miliar.

    Selain Ade Kuswara, KPK juga menetapkan ayahnya HM Kunang dan pihak swasta bernama Sarjan (SRJ) sebagai tersangka.

    Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu menyebut proyek itu rencananya mulai digarap tahun depan. Uang itu disebut sebagai uang muka untuk jaminan proyek.

    “Jadi setelah dilantik pada akhir tahun lalu, akhir tahun 2024 saudara ADK ini kemudian menjalin komunikasi dengan saudara SRJ karena SRJ kontraktor yang biasa melaksanakan proyek-proyek di Kabupaten Bekasi, setelah itu karena ini juga belum ada untuk uangnya, maka proyek-proyek nanti yang akan ada di 2026 dan seterusnya dan sudah dikomunikasikan dengan saudara SRJ dan sering meminta sejumlah uang padahal proyeknya sendiri belum ada,” ujar Asep dalam konferensi pers, Sabtu (20/12).

    Wabup Jadi Plt Bupati

    Roda pemerintahan Kabupaten Bekasi tetap berjalan meski Ade Kuswara dibekuk KPK. Kemendagri menunjuk Wakil Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja sebagai Plt Bupati.

    “Ya kan sudah, sekarang sudah keluar radiogram dari Mendagri ke Gubernur, dari Gubernur ke Kabupaten Bekasi. Dan sekarang jabatan itu dipegang oleh Wakil Bupati, karena aturan undang-undang yang berlaku memang begitu,” kata Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dilansir detikJabar, Minggu (21/12/2025).

    Dedi mengatakan tim Pemprov Jabar akan datang ke Kabupaten Bekasi pada Selasa (23/12). Salah satu yang dibahas adalah RAPBD Kabupaten Bekasi 2026 untuk memastikan proyek-proyek pembangunan di sana dapat terus berjalan.

    “Ada beberapa aspek administrasi keuangan yang akan segera kami benahi nanti. Hari Selasa tim Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan ke Bekasi untuk melakukan peninjauan terhadap RAPBD 2026 yang sebelumnya sudah direkomendasikan, namun detailnya akan saya telaah lebih lanjut,” ujarnya.

    Halaman 2 dari 3

    (isa/isa)

  • Dulu Ayah Banggakan Bupati Bekasi Suka Membantu, Kini Kompak Di-OTT KPK

    Dulu Ayah Banggakan Bupati Bekasi Suka Membantu, Kini Kompak Di-OTT KPK

    Jakarta

    Kasus korupsi yang menjerat Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang tak ayal jadi perbincangan publik lantaran turut melibatkan sang ayah, HM Kunang. Anak dan ayah ini kompak terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK setelah diduga melakukan suap proyek.

    Tapi, ternyata sang ayah, HM Kunang, pernah membanggakan Ade Kuswara saat masa awal Ade memimpin Kabupaten Bekasi. Kata HM Kunang, Ade berdedikasi membantu orang tua.

    Dikutip dari situs resmi Pemkab Bekasi, Senin (22/12/2025), hal itu disampaikan HM Kunang pada 20 Februari lalu. Dia berharap kepemimpinan putranya dapat membawa perubahan positif bagi masyarakat Kabupaten Bekasi.

    “Kami sangat bangga. Sejak kecil Ade sudah menunjukkan dedikasinya dalam membantu orang tua dan memiliki rasa tanggung jawab yang besar,” ujar HM Kunang setelah menghadiri rapat paripurna di gedung DPRD Kabupaten Bekasi, Kamis (20/2) lalu.

    Kala itu, Ade Kuswara Kunang baru resmi dilantik sebagai Bupati Bekasi periode 2025-2030 bersama Wakil Bupati Asep Surya Atmaja setelah meraih suara terbanyak dalam Pilkada 2024. Ade sebelumnya merupakan anggota DPRD Kabupaten Bekasi.

    HM Kunang pun yakin putranya akan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Dia meyakini anaknya akan menjadi pemimpin amanah.

    “Ade selalu berusaha memberikan yang terbaik. Kami yakin dia akan menjadi pemimpin yang amanah,” ujarnya.

    Kompak Kena OTT KPK

    Pada Kamis (18/12), KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap Ade dan Kunang. KPK kemudian menetapkan Ade dan HM Kunang sebagai tersangka karena diduga menerima ijon atau duit yang diberikan agar seseorang mendapat proyek sebesar Rp 9,5 miliar. Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menyebutkan proyek itu rencananya digarap tahun depan.

    “Jadi setelah dilantik pada akhir tahun lalu, akhir tahun 2024 saudara ADK ini kemudian menjalin komunikasi dengan saudara SRJ karena SRJ kontraktor yang biasa melaksanakan proyek-proyek di Kabupaten Bekasi, setelah itu karena ini juga belum ada untuk uangnya, maka proyek-proyek nanti yang akan ada di 2026 dan seterusnya dan sudah dikomunikasikan dengan saudara SRJ dan sering meminta sejumlah uang padahal proyeknya sendiri belum ada,” ujar Asep dalam konferensi pers, Sabtu (20/12).

    Ade dan Kunang menerima ijon itu sebanyak empat kali. Uang diserahkan melalui perantara.

    “Kemudian, total ijon yang diberikan oleh SRJ kepada ADK dan HMK mencapai Rp 9,5 miliar, pemberian uang dilakukan dalam 4 kali penyerahan kepada melalui para perantara,” katanya.

    Keduanya dijerat Pasal 12 a atau Pasal 11 dan Pasal 12B UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP serta Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

    Total Harta Rp 79,1 M

    Ade Kuswara, yang disebut merupakan Bupati termuda dalam sejarah Kabupaten Bekasi, tercatat punya harta Rp 79,1 miliar.

    Dikutip dari situs resmi Pemkab Bekasi, Minggu (21/12), Ade Kuswara dilantik sebagai Bupati Bekasi pada Februari 2025. Saat pelantikan, Ade Kuswara masih berusia 31 tahun 6 bulan.

    Ade lebih muda 4 bulan dari pendahulunya, Neneng Hasanah Yasin, yang dilantik sebagai Bupati Bekasi pada usia 31 tahun 10 bulan. Neneng juga ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan tahun 2018 dan telah dijatuhi hukuman 6 tahun penjara. Kini, Neneng telah bebas dari penjara.

    Dalam LHKPN yang dilihat dari situs resmi KPK, Ade tercatat punya 31 bidang tanah yang tersebar di Bekasi, Karawang serta Cianjur. Total nilainya Rp 76,5 miliar.

    Ade juga tercatat punya mobil Mitsubishi Pajero Sport Dakar yang berasal dari hadiah senilai Rp 400 juta, mobil Jeep Wrangler warisan Rp 650 juta serta mobil Ford Mustang hasil sendiri Rp 1,4 miliar. Ade juga punya harta bergerak lainnya Rp 43 juta serta kas dan setara kas Rp 147,9 juta.

    Ade tak punya utang. Sehingga, total hartanya Rp 79.168.051.653.

    Halaman 2 dari 3

    (fca/fca)

  • Video Unik! Pos Pelayanan Nataru 2026 Jombang Hadirkan Tema ‘Frozen’

    Video Unik! Pos Pelayanan Nataru 2026 Jombang Hadirkan Tema ‘Frozen’

    Bukan di Disneyland, tapi di Polres Jombang pemandangan tak biasa terpampang. Pos Pelayanan milik Satlantas Polres Jombang yang berada di Jalan Basuki Rahmad sengaja dibuat dengan tema Frozen untuk menyambut libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.

    Tujuannya biar suasana lebih nyaman dan bersahabat bagi pemudik yang bawa anak-anak. Kalau detikers, bakal melipir buat foto-foto nggak kalau lewat sini?

    Klik di sini untuk menonton video lainnya!

  • Warga Apresiasi Polri Rampungkan Jembatan Darurat di Gayo Lues Aceh

    Warga Apresiasi Polri Rampungkan Jembatan Darurat di Gayo Lues Aceh

    Jakarta

    Jembatan darurat yang dibangun personel Polri bersama masyarakat di Desa Penomon Jaya, Kecamatan Rikit Gaib, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, kini dapat difungsikan usai banjir menerjang. Jembatan alternatif tersebut rampung dalam kurang dari sepekan.

    Dalam dokumentasi diterima, terlihat jembatan tersebut telah melintang di atas aliran sungai. Jembatan tampak beralaskan papan kayu yang disusun rapat tanpa celah.

    Penampakan jembatan darurat yang dibangun Polri bersama masyarakat di Desa Penomon Jaya, Kecamatan Rikit Gaib, Gayo Lues, Aceh. (dok istimewa)

    Jembatan itu menyambungkan dua sisi jembatan permanen yang putus sebagian. Jembatan beton yang mulanya terputus kini tersambung dengan adanya jembatan darurat di tengahnya.

    Di sisi jembatan terdapat sandaran besi dan tali untuk mencegah pengguna jatuh ke sungai. Terlihat jembatan itu dapat menahan beban lebih dari 10 orang anggota Polri yang berdiri di atasnya.

    Penampakan jembatan darurat yang dibangun Polri bersama masyarakat di Desa Penomon Jaya, Kecamatan Rikit Gaib, Gayo Lues, Aceh. (dok istimewa)

    “Kami atas nama kepala desa Penomon Jaya, Kecamatan Rikit Gaib, Kabupaten Gayo Lues, mengucapkan apresiasi kepada pihak Polri, Polres, atau Reskrim Gayo Lues yang telah membantu kami, serta jajaran Brimob Gayo Lues yang telah membantu kami untuk membangun jembatan darurat Penomon Jaya yang lebih kurang lima hari kerja,” kata kepala desa setempat.

    (fca/fca)

  • Pejabat Pemkab Cianjur Mundur dari Jabatan Bertambah Jadi 6 Orang

    Pejabat Pemkab Cianjur Mundur dari Jabatan Bertambah Jadi 6 Orang

    Jakarta

    Bertambah lagi pejabat di lingkungan Kabupaten Cianjur mundur dari jabatan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kini total sudah enam pejabat yang mundur dari jabatannya, terbaru ialah Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cianjur, Ayi Reza Addairobi.

    Ayi juga sebelumnya pernah mundur dari jabatan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Namun, tak lama kemudian ia ditunjuk menjadi Plt. Kepala Disbudpar sebelum akhirnya menjabat secara definitif.

    Namun, baru beberapa bulan menjabat, Ayi memutuskan untuk mundur dari jabatan struktural sebagai Kepala Disbudpar dan memilih menjabat sebagai pegawai fungsional.

    Kepala BKPSDM Kabupaten Cianjur Kaos Koswara mengatakan Ayi Reza Addairobi mundur dari jabatan struktural dan memilih untuk menjabat sebagai fungsional.

    “Jadi mundur dari jabatan struktural, tetapi langsung dialihkan ke jabatan fungsional di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu,” ujar dia dilansir detikJabar, Minggu (21/12/2025).

    Sebagai informasi, sebelumnya tercatat ada lima pejabat di lingkungan Kabupaten Cianjur yang mengundurkan diri. Kelima orang tersebut, yakni Direktur Utama Perumda Tirta Mukti (BUMD), Direktur Utama RSUD Cimacan, Direktur Utama RSUD Pagelaran, Kepala Dinas Kesehatan, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Cianjur.

    (fca/fca)

  • Detik-detik Wagub Aceh Jatuh ke Sungai saat Tinjau Lokasi Bencana

    Detik-detik Wagub Aceh Jatuh ke Sungai saat Tinjau Lokasi Bencana

    Rakit darurat yang ditumpangi Wakil Gubernur (Wagub) Aceh Fadhlullah (Dek Fadh) terbalik saat menyeberangi sungai. Diketahui, saat itu Dek Fadh tengah meninjau lokasi terdampak banjir di kawasan Pameu, Aceh Tengah pada Minggu (21/12). Tidak ada korban jiwa dalam insiden itu. Orang-orang yang berada di sekitar lokasi langsung melakukan pertolongan.

  • Banjir Rendam 9 Kecamatan, Bupati Serang Segera Normalisasi Sungai

    Banjir Rendam 9 Kecamatan, Bupati Serang Segera Normalisasi Sungai

    Jakarta

    Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengatakan segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan normalisasi sungai sebagai upaya penanganan banjir. Zakiyah menyebut pihaknya menggandeng Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau, Ciujung, Cidurian (BBWSC3) dan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk meninjau teknis pelaksanaan di lapangan.

    “Infonya BBWSC3 sudah melihat ke sini, mungkin nanti kita minta tolong turunkan alat ekskavator di daerah sini, untuk menormalisasi sungai dulu untuk tahap pertama,” ujar Zakiyah saat meninjau langsung lokasi banjir di Kampung Kajeroan, Desa Ranca Sanggal, di Serang, dilansir Antara, Senin (22/12/2025).

    Dalam kunjungan tersebut, Ratu Zakiyah didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Feriyanto dan Kepala Dinas Sosial Yadi Priyadi Rochdian menyusuri genangan air setinggi sekitar 50 cm untuk memantau kondisi warga yang bertahan sejak banjir melanda pada Rabu (17/12) malam.

    “Sangat prihatin, kasihan aktivitas warga semua berhenti karena kondisi banjir. Kami sudah melihat situasinya, ada yang tidak mau dievakuasi karena khawatir harta bendanya hilang,” katanya.

    Selain fokus pada penanganan fisik sungai, Zakiyah juga memastikan logistik bagi warga terpenuhi. Ia menginstruksikan tim relawan dan BPBD untuk mengantarkan makanan langsung ke rumah warga yang tidak bisa dievakuasi, terutama bagi lansia dan warga yang sakit.

    “Saya sampaikan kepada pihak desa dan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), kita harus memastikan bahwa warga mendapatkan makanan yang cukup. Nanti minta diantar ke lokasi atau ke rumah warga tersebut,” tegasnya.

    Pemerintah Kabupaten Serang juga telah mendirikan dapur umum untuk melayani kebutuhan makan seluruh warga terdampak. Zakiyah pun meminta Dinas Sosial menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) antisipasi jika cuaca ekstrem terus berlanjut.

    “Harapan kami, doa kita semua semoga tidak lagi hujan deras, ini cepat surut sehingga warga bisa kembali lagi pulang ke rumahnya masing-masing,” ujarnya.

    Ribuan Orang Terdampak

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, Provinsi Banten, mencatat bencana hidrometeorologi melanda 21 desa yang tersebar di sembilan kecamatan di wilayah Serang. Bencana ini terjadi akibat cuaca ekstrem selama 16-19 Desember 2025.

    Anggota Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Serang, Jhoni Ewangga di Serang, Minggu, mengatakan jenis bencana yang terjadi meliputi banjir, cuaca ekstrem, dan pergerakan tanah.

    “Dampak kejadian ini mengakibatkan 1.295 Kepala Keluarga (KK) atau 4.449 jiwa terdampak. Tidak ada korban jiwa, namun kelompok rentan seperti lansia sebanyak 221 jiwa dan 456 balita turut merasakan dampaknya,” kata Jhoni dilansir Antara, Minggu (21/12).

    Jhoni merinci, sembilan kecamatan yang terdampak adalah Padarincang, Cinangka, Gunungsari, Ciruas, Pontang, Bojonegara, Mancak, Waringinkurung, dan Kramatwatu.

    Selain merendam pemukiman, bencana tersebut menyebabkan kerusakan pada 1.159 unit rumah dan sejumlah fasilitas umum, termasuk Pondok Pesantren Rohudhotul Mutaqin, Masjid Jami Al-Muhajirin, dan bangunan Sekolah Satu Atap di Cikedung.

    Halaman 2 dari 2

    (fca/fca)

  • Banjir Landa 21 Desa di Serang, Ribuan Orang Terdampak

    Banjir Landa 21 Desa di Serang, Ribuan Orang Terdampak

    Jakarta

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, Provinsi Banten, mencatat bencana hidrometeorologi melanda 21 desa yang tersebar di sembilan kecamatan di wilayah Serang. Bencana ini terjadi akibat cuaca ekstrem selama 16-19 Desember 2025.

    Anggota Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Serang, Jhoni Ewangga, mengatakan jenis bencana yang terjadi meliputi banjir, cuaca ekstrem, dan pergerakan tanah.

    “Dampak kejadian ini mengakibatkan 1.295 Kepala Keluarga (KK) atau 4.449 jiwa terdampak. Tidak ada korban jiwa, namun kelompok rentan seperti lansia sebanyak 221 jiwa dan 456 balita turut merasakan dampaknya,” kata Jhoni dilansir Antara, Minggu (21/12/2025).

    Jhoni merinci, sembilan kecamatan yang terdampak adalah Padarincang, Cinangka, Gunungsari, Ciruas, Pontang, Bojonegara, Mancak, Waringinkurung, dan Kramatwatu.

    Selain merendam pemukiman, bencana tersebut menyebabkan kerusakan pada 1.159 unit rumah dan sejumlah fasilitas umum, termasuk Pondok Pesantren Rohudhotul Mutaqin, Masjid Jami Al-Muhajirin, dan bangunan Sekolah Satu Atap di Cikedung.

    “Penyebab utamanya adalah hujan sedang hingga lebat dengan intensitas tinggi disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Kabupaten Serang,” ujarnya.

    Mengenai kondisi terkini, Jhoni menyampaikan bahwa sebagian besar wilayah banjir sudah mulai kondusif. Di Desa Rancasanggal, Kecamatan Cinangka, Tinggi Muka Air (TMA) dilaporkan mengalami penurunan menjadi 5-40 cm, sementara di Kampung Sukamaju, Desa Citasuk, air surut 5-15 cm.

    “Warga yang terdampak di beberapa lokasi banjir sudah mulai kembali ke rumah. Tenda pengungsi di Desa Cigelam juga sudah dibongkar karena situasi sudah aman,” jelasnya.

    BPBD Kabupaten Serang merekomendasikan penetapan status Siaga Darurat yang dapat ditingkatkan menjadi Tanggap Darurat sesuai analisis di lapangan. Pihaknya juga mengimbau kewaspadaan dini karena prakiraan cuaca menunjukkan masih ada potensi hujan sedang hingga lebat di wilayah Kabupaten Serang bagian timur.

    “Kebutuhan mendesak bagi warga saat ini antara lain peralatan kebersihan, alas tidur, makanan siap saji, sembako, selimut, dan air bersih,” pungkas Jhoni.

    Halaman 2 dari 2

    (fca/fca)

  • Tinjau Daerah Bencana, Wagub Aceh Jatuh ke Sungai Usai Rakit Terbalik

    Tinjau Daerah Bencana, Wagub Aceh Jatuh ke Sungai Usai Rakit Terbalik

    Jakarta

    Rakit darurat yang ditumpangi Wakil Gubernur (Wagub) Aceh Fadhlullah Dek Fadh terbalik saat menyeberangi sungai. Tidak ada korban jiwa dalam insiden itu.

    Dilansir detikSumut, Minggu (21/12/2025), dalam video beredar terlihat rakit dipakai Dek Fadh terbuat dari kayu dan drum serta ditarik menggunakan tali sling. Ada sejumlah orang dalam rakit.

    Ketika di tengah sungai, rakit terbalik. Dek Fadh dan rombongan pun tercebur. Orang-orang yang berada di lokasi panik sehingga berlarian ke air untuk melakukan pertolongan.

    “Wakil Gubernur Aceh dan seluruh rombongan berhasil dievakuasi dengan selamat. Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut,” kata Kepala Biro Administrasi Pimpinan Sekretariat Daerah Aceh Akkar Arafat dalam keterangannya.

    Akkar mengatakan, Dek Fadh melakukan kunjungan kerja ke Kawasan Pameu, Aceh Tengah, untuk meninjau langsung kondisi masyarakat terdampak banjir. Rombongan harus menaiki rakit karena akses ke sana terputus akibat banjir dan longsor.

    “Pada saat penyeberangan, rakit darurat yang digunakan sempat terbalik mengakibatkan Pak Wagub dan rombongan terjatuh ke sungai dan segera dilakukan upaya penyelamatan,” ujar Akkar.

    Baca selengkapnya di sini.

    (fca/fca)