Category: Detik.com News

  • Masukan soal Sistem Pilkada Bakal Dibahas di Rakernas PDIP Pekan Depan

    Masukan soal Sistem Pilkada Bakal Dibahas di Rakernas PDIP Pekan Depan

    Jakarta

    PDIP bakal menggelar rapat kerja nasional (rakernas) pada 10-12 Januari. Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira mengatakan rakernas ini juga akan membahas masukan soal sistem pilkada.

    “Sejauh ini ada masukan-masukan dari masyarakat, dari struktur partai, dari daerah nanti dibahas di rakernas,” kata Andreas Hugo kepada wartawan, Selasa (6/1/2025).

    Andreas lantas menyertakan permintaan audiensi dari perkumpulan Masyarakat Selamatkan Demokrasi untuk membahas wacana pilkada melalui DPRD. Andreas menyebut hal itu akan menjadi pertimbangan.

    “Masukan-masukan ini nanti dibahas di Rakernas,” ujar Andreas Hugo.

    Diketahui PDIP akan mengelar Rakernas pada 10-12 Januari. PDIP akan membentuk subkomisi ekologi.

    Namun, di sisi lain berkembang wacana pilkada dipilih melalui DPRD. Sekjen Partai Demokrat, Herman Khaeron menyebut partainya akan bersama Presiden Prabowo Subianto dalam penentuan sistem pilkada ke depan.

    “Demokrat bersama Prabowo dalam penentuan sistem pilkada ke depan. Partai Demokrat berada dalam satu barisan dengan Presiden Prabowo Subianto dalam menyikapi sistem pemilihan kepala daerah,” kata Herman Khaeron mengawali pernyataannya, Selasa (6/1).

    (dwr/rfs)

  • Pelaku Teror Tak Pernah Terungkap, Apa Kabar Kebebasan Berpendapat?

    Pelaku Teror Tak Pernah Terungkap, Apa Kabar Kebebasan Berpendapat?

    Video: Pelaku Teror Tak Pernah Terungkap, Apa Kabar Kebebasan Berpendapat?

    Pemuda Gabut Bikin Prank Pocong Ditangkap

    15 Views |

    Selasa, 06 Jan 2026 15:58 WIB

    Serangkaian teror dilaporkan menimpa mereka yang aktif menyuarakan kritik, dari aktivis Greenpeace hingga kreator konten. Intimidasi datang dalam berbagai bentuk, mulai dari bangkai binatang hingga doxing.

    Deutsche Welle News – 20DETIK

  • Hei Orang Pinter yang Ngejek, Lihat!

    Hei Orang Pinter yang Ngejek, Lihat!

    Jakarta

    Presiden Prabowo Subianto menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) ditunggu anak-anak Indonesia. Prabowo meminta ‘orang-orang pintar’ untuk melihat betapa antusiasnya anak-anak Indonesia menunggu MBG.

    Prabowo menyampaikan pesan kepada ‘orang pintar’ tersebut dalam retret Kabinet Merah Putih di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Selasa (6/1/2026). Prabowo mengungkit dirinya diejek karena menggagas dan meluncurkan program MBG.

    “Kita buktikan, saya sangat yakin, walaupun begitu banyak pakar yang mengejek saya dan tim saya, menyinyir, mereka katakan MBG pasti gagal, tapi kita buktikan kepada mereka, MBG berhasil. MBG dinantikan oleh semua rakyat,” ujar Prabowo.

    Prabowo mengaku sedih ketika ada anak-anak di daerah yang mengadu kepadanya kapan bisa mendapatkan manfaat MBG. Di tengah pemaparan Prabowo, klip video anak-anak penerima MBG pun ditayangkan.

    “Bahkan sekarang saya repot, saya sedih, kalau saya ke daerah-daerah anak-anak panggil saya, teriak saya, Pak, kapan kami terima MBG. Dan kita lihat video klip bagaimana kendaraan MBG datang, rakyat menunggu, menyambut…,” kata Prabowo yang kemudian fokus menyaksikan video klip tersebut.

    Melihat video ini, Prabowo mengaku tidak paham dengan ‘orang pintar’ yang mengejek program MBG. Dia meminta orang-orang ini untuk melihat antusiasme anak-anak terhadap MBG.

    “Saya tidak paham, manusia macam mana yang tidak tergerak hatinya melihat anak-anak seperti itu. Saya tidak paham. Hei orang-orang pinter, hei orang-orang pinter yang ngejek, lihatlah dengan mata dan hatimu rakyat kita, anak-anak itu,” kata Prabowo.

    Ketua Umum Partai Gerindra itu pun memberikan semangat kepada jajaran Kabinet Merah Putih yang mengikuti retret agar terus bekerja untuk rakyat. Prabowo meyakini pemerintah sedang berjalan di jalan yang suci untuk membantu rakyat.

    “Saudara-saudara, percaya, kita berada di jalan yang benar, di jalan membela kebenaran, di jalan membela keadilan, di jalan memberantas kemiskinan, di jalan menghilangkan kelaparan. Kita berada di jalan yang bersih, yang suci, kita berada di jalan yang diridai oleh Tuhan Maha Kuasa. Jangan ragu-ragu,” kata Prabowo.

    (gbr/imk)

  • Retret Kabinet di Hambalang, Swasembada hingga MBG Jadi Fokus Pembahasan

    Retret Kabinet di Hambalang, Swasembada hingga MBG Jadi Fokus Pembahasan

    Jakarta

    Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkap sejumlah agenda strategis yang akan dipaparkan para menteri dalam retret di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Tidak semua menteri akan menyampaikan paparan, hanya menteri yang membidangi program unggulan pemerintah.

    “Ya saya sebut beberapa saja ya. Yang pertama, misalnya, tentu saja berkenaan dengan masalah swasembada pangan kita,” kata Prasetyo kepada wartawan di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).

    Terkait swasembada pangan, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan bahwa Indonesia tidak lagi mengimpor beras sejak 2025. Capaian tersebut diharapkan dapat dipertahankan, bahkan ditingkatkan.

    “Yang artinya swasembada pangan ini adalah untuk pertama kalinya kita tidak mengimpor beras di tahun 2025. Dan kita berharap hal ini juga tentunya bisa dipertahankan di 2026. Justru kita menginginkan terjadi peningkatan dari sisi swasembada pangan,” ujarnya.

    Selain pangan, agenda retret juga akan membahas percepatan swasembada energi. Pemerintah, kata Prasetyo, terus mendorong peningkatan target dan capaian agar kemandirian energi dapat segera terwujud.

    Program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut menjadi salah satu fokus pembahasan. Program tersebut saat ini telah menjangkau sekitar 55 juta penerima manfaat. Di samping itu, realisasi kebijakan hilirisasi juga akan dievaluasi dalam forum tersebut.

    Pelaksanaan Sekolah Rakyat juga masuk dalam agenda. Program ini telah berjalan di 166 lokasi dan ditargetkan bertambah sekitar 104 titik baru pada 2026.

    (eva/idn)

  • Menimbang Pemakaian Istilah Pelanggaran HAM dalam Penanganan Bencana

    Menimbang Pemakaian Istilah Pelanggaran HAM dalam Penanganan Bencana

    Jakarta

    Setiap bencana alam selalu menyisakan duka, luka, dan kemarahan. Korban jiwa, rumah hancur, dan kehidupan yang terhenti adalah tragedi kemanusiaan yang tidak boleh dipandang ringan. Namun justru dalam situasi emosional seperti inilah, akal sehat hukum dan ketepatan istilah harus dijaga. Salah satunya adalah penggunaan istilah pelanggaran HAM berat.

    Belakangan, muncul narasi yang mencoba mengaitkan korban jiwa dalam bencana alam di Sumatera dengan pelanggaran HAM berat. Tuduhan seperti ini perlu diluruskan secara tegas, agar diskursus publik tidak terjebak pada kesimpulan yang keliru dan menyesatkan.

    Dalam sistem hukum Indonesia, pelanggaran HAM berat bukan istilah politis, melainkan istilah hukum yang sangat spesifik. Undang-undang secara tegas membatasi pelanggaran HAM berat hanya pada dua kategori: genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Keduanya mensyaratkan adanya niat, pola sistematis, sifat meluas, serta tindakan aktif atau pembiaran yang disengaja oleh negara terhadap penduduk sipil.

    Bencana alam, pada hakikatnya, adalah peristiwa yang tidak lahir dari kehendak manusia, apalagi kehendak negara. Gempa, banjir bandang, dan longsor bukanlah kebijakan publik, bukan instrumen kekuasaan, dan bukan alat represi. Karena itu, korban jiwa akibat bencana alam tidak dapat secara otomatis dikategorikan sebagai pelanggaran HAM berat.

    Tentu, negara memiliki kewajiban konstitusional untuk melindungi warganya. Jika negara dengan sengaja menolak menolong, membiarkan penderitaan terjadi sebagai kebijakan, atau menggunakan bencana untuk menyingkirkan kelompok tertentu, maka dimensi HAM bisa diperdebatkan secara serius. Tetapi standar pembuktiannya sangat tinggi dan tidak bisa dibangun hanya dari asumsi atau kekecewaan publik.

    Dalam konteks bencana Sumatera, yang justru terlihat adalah kehadiran negara secara nyata. Pemerintah pusat bergerak cepat, Presiden turun langsung ke lokasi, rapat koordinasi lintas kementerian dan aparat digelar di lapangan, logistik dikirim, jembatan darurat dibangun, hunian sementara disiapkan, dan layanan dasar dipulihkan dalam waktu singkat. Ini bukan gambaran negara yang absen atau sengaja membiarkan warganya menderita.

    Mengaitkan penanganan bencana Sumatera dengan adanya pelanggaran HAM berat jelas merupakan logical fallacy. Hal ini karena tidak ada keterlambatan penanganan bencana di Sumatera yang menyebabkan korban jiwa, di mana adanya korban jiwa bersifat risiko bencana alam, artinya adanya korban jiwa sebagai akibat di luar kewenangan negara. Penanganan bencana alam tentu dimulai sejak kejadian bencana hingga pasca bencana, sehingga adanya korban jiwa pada saat kejadian bencana bukanlah pelanggaran HAM berat karena tidak ada unsur sengaja dari negara yang membuat jatuhnya korban jiwa.

    Memang benar, penanganan bencana tidak pernah sempurna. Ada kendala medan, cuaca, keterbatasan data awal, dan persoalan koordinasi di tingkat daerah. Namun keterbatasan teknis dan hambatan administratif dalam situasi darurat tidak bisa disamakan dengan kejahatan HAM berat. Kesalahan manajerial atau kekurangan kapasitas harus diperbaiki, bukan dikriminalisasi secara moral dengan label yang berlebihan.

    Justru yang perlu dikritisi secara konstruktif adalah ketahanan sistem kebencanaan kita: kesiapan mitigasi, disiplin tata ruang, kualitas data, dan kapasitas pemerintah daerah. Kritik di wilayah ini sah, penting, dan produktif. Tetapi menariknya ke ranah pelanggaran HAM berat tanpa dasar hukum yang kuat hanya akan mengaburkan makna HAM itu sendiri.

    Jika istilah pelanggaran HAM berat digunakan secara serampangan, maka rezim HAM kehilangan bobotnya. Kejahatan luar biasa yang seharusnya ditangani dengan mekanisme luar biasa menjadi kabur maknanya, dan korban pelanggaran HAM yang sesungguhnya justru terpinggirkan.

    Negara tidak kebal kritik. Namun kritik harus adil, proporsional, dan berbasis hukum. Dalam kasus bencana Sumatera, saya melihat negara hadir dan bekerja, meskipun masih ada ruang perbaikan. Menjaga ketepatan istilah adalah bagian dari menjaga keadilan itu sendiri.

    Trubus Rahardiansah. Pakar Kebijakan Publik, Guru Besar Universitas Trisakti.

    (rdp/tor)

  • Video Pimpinan Demokrat AS Kritik Penangkapan Maduro: Trump Sibuk Perang!

    Video Pimpinan Demokrat AS Kritik Penangkapan Maduro: Trump Sibuk Perang!

    Video Pimpinan Demokrat AS Kritik Penangkapan Maduro: Trump Sibuk Perang!

    0 Views |

    Selasa, 06 Jan 2026 11:42 WIB

    Pemimpin Minoritas DPR Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Hakeem Jeffries, mengecam pemerintahan Presiden Donald Trump yang dinilainya kembali menciptakan kekacauan, krisis, dan korupsi di awal tahun 2026.

    Jeffries menyoroti operasi Amerika Serikat di Venezuela yang ia sebut sebagai aksi militer tanpa izin Kongres, bukan penegakan hukum seperti yang diklaim Gedung Putih. Menurutnya, pemerintahan Trump telah membohongi publik dan justru sibuk memulai perang.

    Muhammad Abdurrosyid – 20DETIK

  • Rentetan Tembakan Terdengar di Dekat Istana Kepresidenan Venezuela

    Rentetan Tembakan Terdengar di Dekat Istana Kepresidenan Venezuela

    Caracas

    Rentetan suara tembakan terdengar di dekat Istana Kepresidenan Venezuela pada Senin (5/1) tengah malam. Insiden terbaru ini terjadi beberapa hari setelah pasukan militer Amerika Serikat (AS) menyerang ibu kota Caracas dan menangkap Presiden Nicolas Maduro.

    Seorang sumber yang dekat dengan pemerintah Venezuela, seperti dilansir AFP, Selasa (6/1/2026), mengatakan bahwa situasi terkendali.

    Dituturkan sumber tersebut bahwa sejumlah drone tak teridentifikasi terdeteksi mengudara di atas Istana Miraflores di pusat kota Caracas pada Senin (5/1) malam.

    Pasukan keamanan Venezuela, sebut sumber itu, melepaskan tembakan untuk merespons kemunculan drone-drone tersebut sekitar pukul 20.00 waktu setempat.

    Insiden itu terjadi beberapa jam setelah Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, dilantik sebagai presiden sementara setelah penggulingan Maduro oleh AS.

    Keterangan salah satu warga setempat, yang rumahnya berjarak lima blok dari Istana Kepresidenan Venezuela, menyebutkan bahwa rentetan tembakan terdengar, tetapi tidak sekuat serangan AS pada Sabtu (3/1) dini hari yang berujung penangkapan Maduro.

    Dituturkan oleh warga yang enggan disebut namanya ini bahwa insiden itu berlangsung sekitar satu menit.

    “Hal pertama yang terlintas di pikiran saya adalah melihat apakah ada pesawat yang terbang di atas kepala, tetapi tidak ada. Saya hanya melihat dua lampu berwarna merah di langit,” kata warga setempat tersebut.

    “Semua orang melihat ke luar jendela untuk melihat apakah ada pesawat, untuk melihat apa yang sedang terjadi,” ucapnya.

    Kementerian Komunikasi Venezuela belum memberikan tanggapan langsung atas laporan tersebut.

    Sejumlah video yang diunggah ke media sosial menunjukkan apa yang tampak seperti amunisi pelacak melesat ke langit. Video itu menunjukkan banyak anggota pasukan keamanan bergegas ke Istana Kepresidenan setelah suara tembakan terdengar.

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/ita)

  • Legislator Gerindra Tinjau Banjir & Bagi-bagi Sembako buat Warga di Kalsel

    Legislator Gerindra Tinjau Banjir & Bagi-bagi Sembako buat Warga di Kalsel

    Jakarta

    Mengawali tahun 2026, Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Mariana turun langsung meninjau lokasi banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan (Kalsel).

    Adapun kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian sekaligus memastikan kondisi warga terdampak benar-benar mendapat perhatian. Dalam peninjauan itu, Kader dari Partai yang diketuai oleh Presiden Prabowo Subianto ini juga menyempatkan diri berdialog dengan masyarakat, mendengarkan keluhan warga, serta melihat langsung dampak banjir di lapangan.

    Ia juga menyerahkan bantuan sembako untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak bencana.

    “Kami meninjau langsung lokasi banjir yang melanda wilayah Kalimantan Selatan. Dalam kunjungan tersebut, kami menyempatkan untuk berdialog dengan warga, melihat kondisi lapangan, serta menyerahkan bantuan bagi masyarakat terdampak,” ujar Mariana dalam keterangannya, Selasa, (6/1/2026).

    Diketahui, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan penanganan bencana dan distribusi bantuan berjalan dengan baik. Bantuan sembako diharapkan dapat meringankan beban warga yang tengah berjuang memulihkan kondisi pasca banjir.

    “Penyaluran bantuan kemanusiaan ini juga mengerahkan kader-kader di DPD Partai Gerindra Kalimantan Selatan, yang menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Balangan,” pungkasnya.

    (prf/ega)

  • PKB Harap Retret Kedua Bahas Penanganan Lanjutan Pascabencana Sumatera

    PKB Harap Retret Kedua Bahas Penanganan Lanjutan Pascabencana Sumatera

    Jakarta

    Presiden Prabowo Subianto menggelar retret kabinet kedua di Hambalang, Jawa Barat, hari ini. PKB berharap retret kedua ini bisa meningkatkan kekompakan kabinet.

    “Hal ini tentu menjadi momen untuk saling memperkuat kekeluargaan kabinet. Harapannya tentu dengan retret ini akan membangun kekompakan kabinet,” ujar Ketua DPP PKB Daniel Johan kepada wartawan, Selasa (6/1/2026).

    Daniel menyebut retret adalah ajang untuk menyelaraskan visi kerja seluruh menteri dan wamen di awal tahun. Hal itu demi memastikan semua pihak bergerak sejalan dengan prioritas pemerintahan serta evaluasi kinerja tahun 2025.

    “Kemudian melalui kegiatan ini dapat memperkuat program pro-rakyat Menekankan pentingnya ekonomi kerakyatan, stabilitas harga, dan perlindungan sosial. Seperti peningkatan kesejahteraan masyarakat, perlindungan perempuan dan anak, UMKM,” katanya.

    Lalu, Daniel juga berharap pemerintah nantinya bisa memprioritaskan penanganan pascabencana Sumatera dan Aceh. Menurutnya langkah terdekat yang dapat dilakukan yakni pembangunan hunian bagi warga terdampak.

    Retret Hambalang

    Sebelumnya, Presiden Prabowo bakal kembali menggelar retret kabinet di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Retret yang dijadwalkan pada Selasa (6/1) bakal menjadi yang kedua kalinya dalam pemerintahan Prabowo-Gibran.

    Wamendagri Bima Arya mengonfirmasi hal tersebut. Bima menyebut retret digelar selama satu hari besok.

    “Ya betul, undangan untuk besok aja untuk seluruh anggota dan kabinet,” kata Bima saat dikonfirmasi, Senin (5/1).

    Bima mengatakan, seperti retret pertama, akan ada dresscode khusus. Ia menyebut seluruh anggota kabinet diminta memakai seragam safari.

    “Cokelat muda (khaki),” ujar Bima.

    (azh/jbr)

  • Kata Agustina Wilujeng soal Disebut ‘Titip’ 3 Nama Perusahaan ke Nadiem

    Kata Agustina Wilujeng soal Disebut ‘Titip’ 3 Nama Perusahaan ke Nadiem

    Jakarta

    Mantan anggota Komisi X DPR RI yang kini menjabat Wali Kota (Walkot) Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, buka suara usai disebut ‘menitipkan’ tiga nama pengusaha dalam pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) di Kemendikbudristek. Hal ini terungkap dalam persidangan dengan terdakwa mantan Mendimbudtistek Nadiem Makarim.

    Agustina menegaskan dirinya tak pernah menerima apapun dalam pengadaan tersebut. Ia menyebut penerimaan itu tidak ia terima dalam bentuk apapun.

    “Terkait pemberitaan tersebut, saya ingin menyampaikan bahwa saya tidak pernah menerima apa pun, dalam bentuk apa pun, yang berkaitan dengan perkara ini,” kata Agustina kepada detikcom, Selasa (6/1/2026).

    Agustina mengaku paham bahwa pengungkapan namanya merupakan bagian dari proses hukum. Dia menghormati penanganan perkara tersebut.

    “Penyebutan nama dalam persidangan saya pahami sebagai bagian dari proses hukum yang sedang berjalan, dan saya menghormati sepenuhnya proses hukum tersebut,” katanya.

    Nama Agustina di Sidang Dakwaan Nadiem

    Sebelumnya, jaksa mengungkap bahwa Agustina Wilujeng ‘menitipkan’ tiga nama pengusaha dalam pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) di Kemendikbudristek. Jaksa mengatakan ‘titipan’ itu sudah diketahui eks Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim.

    “Bahwa kebutuhan laptop Chromebook pada tahun 2021 sebanyak 431.730 unit dengan rincian sebanyak 189.165 unit sumber anggarannya dari DIPA dan 242.565 unit sumber anggarannya dari DAK Tahun 2021 tanpa dikaji pembentukan harga satu unit laptop chromebook,” kata jaksa saat membacakan surat dakwaan.

    Jaksa mengatakan Agustina Wilujeng yang saat itu merupakan anggota Komisi X DPR RI menemui Nadiem ketika sebelum dan sesudah proses pembahasan anggaran DIPA yaitu sekitar Agustus 2020-April 2021. Pertemuan dilakukan di Hotel Dharmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

    “Agustina Wilujeng Pramestuti yang saat itu sebagai anggota Komisi X DPR RI, yang merupakan mitra kerja Kemendikbudristek, bertemu terdakwa Nadiem Anwar Makarim dan Hamid Muhammad yang membahas terkait dengan pengadaan TIK tahun 2021 dan Agustina Wilujeng Pramestuti menanyakan ‘apakah teman-teman saya bisa bekerja?’. Lalu terdakwa Nadiem Anwar Makarim menjawab ‘untuk hal teknis agar dibicarakan kepada Hamid Muhammad’,” ujar jaksa.

    Jaksa mengatakan Hamid Muhammad lalu merekomendasikan agar Agustina bertemu dengan Dirjen bernama Jumeri. Agustina kemudian mengirim pesan WhatsApp ke Jumeri dan menyampaikan sudah bertemu dengan Nadiem.

    “Kemudian Agustina Wilujeng Pramestuti mengirimkan pesan melalui WhatsApp kepada Jumeri ‘saya bertemu dengan mas menteri atau Nadiem Anwar Makarim dan Pak Hammid Senin dan Selasa malam lalu, direkomendasi untuk bertemu Pak Dirjen tentang hal yang saya sampaikan’, lalu Jumeri menjawab ‘monggo siap ibu’,” ucapnya.

    Jaksa mengatakan ada tiga titipan nama pengusaha dari Agustina agar mengerjakan pengadaan TIK Laptop Chromebook tahun 2021 di Kemendikbudristek. Mereka ialah Hendrik Tio dari PT Bhinneka Mentaridimensi, Michael Sugiarto dari PT Tera Data Indonusa (Axioo) dan Timothy Siddik dari PT Zyrexindo Mandiri Buana.

    “Selanjutnya Jumeri, Hamid Muhammad, Sri Wahyuningsih (Direktur SD), Mulyatsyah (Direktur SMP), Purwadi Sutanto (Direktur SMA) beberapa kali mendapatkan ‘titipan nama pengusaha’ dari Agustina Wilujeng Pramestuti dan meminta agar nama-nama pengusaha tersebut mengerjakan pengadaan TIK Laptop Chromebook tahun 2021. Adapun nama-nama pengusaha tersebut adalah Hendrik Tio dari PT Bhinneka Mentaridimensi, Michael Sugiarto dari PT Tera Data Indonusa (Axioo), dan Timothy Siddik dari PT Zyrexindo Mandiri Buana,” ujar jaksa.

    Jaksa mengatakan perusahaan yang dititipkan Agustina turut diperkaya dalam pengadaan ini. Berikut nilai detailnya:

    1.⁠ ⁠Memperkaya PT Bhinneka Mentari Dimensi sebesar Rp 281.676.739.975,27
    2.⁠ ⁠Memperkaya PT Tera Data Indonesia (Axioo) sebesar Rp 177.414.888.525,48
    3.⁠ ⁠Memperkaya PT Zyrexindo Mandiri Buana (Zyrexx) sebesar Rp41.178.450.414,25

    (azh/jbr)