Category: Detik.com News

  • Prabowo Bilang PKB Harus Diawasi Terus, Begini Respons Cak Imin

    Prabowo Bilang PKB Harus Diawasi Terus, Begini Respons Cak Imin

    Jakarta

    Presiden Prabowo Subianto sempat menyebut kalau PKB harus diawasi terus saat retret berlangsung. Ketum PKB sekaligus Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menilai ucapan Prabowo itu sekadar candaan.

    “Ya bercanda, bercanda,” kata Cak Imin di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2025).

    Cak Imin tak menganggap serius ucapan Prabowo tersebut. Ia mengungkap Prabowo memang kerap bercanda kepadanya.

    “Sering begitu, bercanda begitu, lah. Gojlokan begitu,” ujarnya.

    Canda Prabowo terkait PKB itu dilontarkan saat memberikan taklimat di retret Hambalang. Prabowo memang sempat menanyakan kehadiran Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) saat mengabsen ketum partai koalisi. Di situ, Prabowo berkelakar PKB perlu diawasi terus.

    “Ketua PKB ada? PKB ini harus diawasi terus ini,” lanjut Prabowo sambil berkelakar.

    (eva/maa)

  • Maduro Ditangkap AS, Rusia Dukung Hak Venezuela Tentukan Pemerintahan Baru

    Maduro Ditangkap AS, Rusia Dukung Hak Venezuela Tentukan Pemerintahan Baru

    Jakarta

    Rusia menyambut baik pengangkatan Wakil Presiden Delcy Rodriguez yang kini menjadi presiden sementara Venezuela. Rusia menganggap langkah itu sebagai upaya memastikan perdamaian dan stabilitas usai penangkapan terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

    Dilansir Reuters, Selasa (6/1/2025), pemerintah Rusia menyebut Venezuela tengah menghadapi ancaman neokolonial yang terang-terangan dan agresi bersenjata asing. Pernyataan itu tidak menyebut Amerika Serikat secara langsung.

    “Kami dengan tegas menegaskan bahwa Venezuela harus dijamin haknya untuk menentukan nasibnya sendiri tanpa campur tangan eksternal yang merusak,” kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan.

    Pemerintah Rusia menegaskan solidaritas kepada pemerintah Venezuela. Ditegaskan pula dalam pernyataan itu bahwa Moskow akan terus memberikan dukungan yang diperlukan.

    “Kami menyambut baik upaya yang dilakukan oleh otoritas resmi negara ini untuk melindungi kedaulatan negara dan kepentingan nasional. Kami menegaskan kembali solidaritas Rusia yang tak tergoyahkan dengan rakyat dan pemerintah Venezuela,” kata pernyataan Rusia.

    Maduro adalah sekutu dekat Rusia kedua yang digulingkan dalam waktu kurang lebih setahun, setelah penggulingan Presiden Suriah Bashar al-Assad pada Desember 2024.

    Presiden Vladimir Putin, yang telah berhati-hati untuk tidak mengkritik Trump sejak kembali ke Gedung Putih setahun yang lalu, ingin memperbaiki hubungan bilateral dan menghidupkan kembali hubungan ekonomi antara kedua negara mereka. Putin belum berkomentar tentang penggulingan Maduro oleh Trump.

    (fca/ygs)

  • Rumah di Depok Kebakaran Gegara HP Dicas Ditinggal, 1 Orang Luka

    Rumah di Depok Kebakaran Gegara HP Dicas Ditinggal, 1 Orang Luka

    Jakarta

    Kebakaran melanda sebuah rumah di Depok, Jawa Barat, akibat api yang berasal dari ponsel yang terlalu lama diisi daya baterai atau di-charge. Satu orang mengalami luka akibat kebakaran tersebut.

    Peristiwa itu terjadi di Tugu, Cimanggis, Depok, Selasa (6/1/2026) pukul 19.25 WIB. Kronologi bermula saat pemilik pergi meninggalkan rumah saat kondisi ponsel tengah dicas.

    “(Kronologi) nge-charge hp, ditinggal,” ujar Kabid Pengendalian Operasional Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok, Tessy Haryati, dalam keterangannya, Selasa (6/1).

    Saat pemilik kembali ke rumah, api sudah membesar. Pemilik rumah akhirnya menyelamatkan diri loncat ke sungai usai gagal berusaha memadamkan api.

    “Pas masuk api sudah besar, korban berusaha memadamkan api, tetapi tidak bisa. Akhirnya loncat menceburkan diri ke sungai belakang rumah,” tuturnya.

    Api melahap satu rumah berisi dua kontrakan. Satu orang terluka akibat kebakaran tersebut.

    “1 orang laki-laki (luka-luka),” tuturnya.

    (dvp/fca)

  • Momen Evakuasi Jenazah Putra Pelatih Valencia di Labuan Bajo

    Momen Evakuasi Jenazah Putra Pelatih Valencia di Labuan Bajo

    Video: Momen Evakuasi Jenazah Putra Pelatih Valencia di Labuan Bajo

    `
    },
    async request () {
    return await fetch(this.url, {
    method: ‘POST’,
    headers: {
    ‘Content-Type’: ‘application/json’
    },
    body: JSON.stringify({
    size: this.size,
    excludeProgramIds: this.excludeProgramIds,
    excludeDocs: this.excludeDocs,
    isVertical: true
    })
    })
    },
    collectTheDataImpression () {
    // copied from impression:v5
    var datas = document.querySelectorAll(‘*[dtr-evt]’);
    var idx = 1;
    for (var i = 0, len = datas.length; i {
    row.number = i + 1
    return this.articleTemplate(row)
    }).join(”)
    $(‘[data-inf-flash]’).html(articlesHtml)
    helper.lqd_img(‘.lqd’)
    this.initCustomSlider()
    setTimeout(() => {
    FlashVertical.collectTheDataImpression()
    }, 1000);
    },
    initCustomSlider () {
    const rightButtons = Array.from(document.querySelectorAll(“[data-inf-right-flash]”));
    const leftButtons = Array.from(document.querySelectorAll(“[data-inf-left-flash]”));
    const containers = Array.from(document.querySelectorAll(“[data-inf-flash]”));
    let index = 0;
    for (const rightButton of rightButtons) {
    const container = containers[index];
    const childWidth = container.children[0].offsetWidth;
    rightButton.addEventListener(“click”, function() {
    container.scrollLeft += childWidth;
    });
    index++;
    }
    index = 0;
    for (const leftButton of leftButtons) {
    const container = containers[index];
    const childWidth = container.children[0].offsetWidth;
    leftButton.addEventListener(“click”, function() {
    container.scrollLeft -= childWidth;
    });
    index++;
    }
    },
    init () {
    this.randomIndex = Math.floor(Math.random() * this.srcModels.length)
    const observer = new IntersectionObserver(function (entries) {
    entries.forEach(function (entry) {
    if (entry.isIntersecting) {
    FlashVertical.getData()
    observer.disconnect()
    }
    })
    }, {
    rootMargin: “0px 0px 300px 0px”
    });
    observer.observe(document.querySelector(‘#itp__cbFlashVertical’))
    }
    }
    $(function () {
    FlashVertical.init()
    })

    20DETIK

       |   

    641 Views |
    Rabu, 07 Jan 2026 01:43 WIB

  • Jasad Diduga Anak Pelatih Valencia Ditemukan 14 Km dari TKP Kapal Tenggelam

    Jasad Diduga Anak Pelatih Valencia Ditemukan 14 Km dari TKP Kapal Tenggelam

    Jakarta

    Jenazah diduga anak pelatih sepak bola wanita Valencia FC, Martin Carreras Fernando, yang tenggelam di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditemukan hari ini. Tubuh korban ditemukan nelayan 14 km dari lokasi kapal yang ditumpangi Fernando dan keluarganya tenggelam.

    Fernando dan keluarganya diketahui menumpangi kapal pinisi Putri Sakinah pada Jumat (26/12). Kapal itu tenggelam di perairan Selat Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo.

    “Jarak sekitar 7,48 nautical mile dari lokasi kejadian awal,” kata Kepala Kantor Basarnas Maumere selaku SAR Mission Coordinator, Fathur Rahman, dilansir detikBali, Selasa (6/1/2026).

    Jenazah yang diduga anak Fernando itu ditemukan bersama kapal Putri Sakinah yang terdampar di perairan Pantai Pede, Pulau Komodo, Taman Nasional Komodo. Penemuan pertama kali dilakukan oleh nelayan yang sedang memancing di sekitar lokasi.

    “Informasi penemuan tersebut disampaikan oleh nelayan yang menemukan satu korban bersama bodi kapal,” ujar Fathur.

    Baca selengkapnya di sini

    (ygs/maa)

  • Saksi Kasus Chromebook Akui Terima USD 7 Ribu Meski Tak Lagi Menjabat

    Saksi Kasus Chromebook Akui Terima USD 7 Ribu Meski Tak Lagi Menjabat

    Jakarta

    Mantan Direktur SMA pada Kemendikbudristek, Purwadi Sutanto, mengakui pernah diberikan USD 7 ribu yang ditaruh di atas meja. Namun, Purwadi mengatakan uang itu sudah dikembalikan ke penyidik.

    Pengakuan itu disampaikan Purwadi saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (6/1/2026). Terdakwa dalam sidang ini yaitu Mulyatsyah selaku Direktur SMP Kemendikbudristek 2020, Sri Wahyuningsih selaku Direktur Sekolah Dasar Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah tahun 2020-2021, serta Ibrahim Arief alias IBAM selaku tenaga konsultan.

    “Uang yang Saudara saksi kembalikan atau titipkan ke penyidik, uang berapa Pak? 7 ribu dollar Amerika Serikat Pak?” tanya jaksa.

    “Betul,” jawab Purwadi.

    Purwadi mengatakan uang itu diterima dari Dhany Hamiddan Khoir selaku pejabat PPK. Dia mengatakan uang itu diletakkan di atas meja tanpa ada perintah apa pun.

    “Pada saat itu apa yang disampaikan PPK SMA Pak? Penerimaan uang itu?” tanya jaksa.

    “Saya waktu itu nggak ketemu, ditaruh di meja saja, tidak ada perintah apa-apa, karena saya sudah tidak menjabat lagi, sehingga uang itu saya simpan saja,” jawab Purwadi.

    Jaksa mendalami apakah uang itu berasal dari penyedia pengadaan Chromebook. Purwadi mengaku hanya menyimpan uang itu tapi sudah dikembalikan ke penyidik.

    “Pernah tidak diinformasikan uang itu dari penyedia pengadaan TIK direktorat SMA?” tanya jaksa.

    “Saya sudah jarang interaksi dengan Pak Dhany, jadi saya simpan saja, sampai kemarin itu ada masalah saya kembalikan,” jawab Purwadi.

    Dalam surat dakwaan, pengadaan Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) tahun 2020-2022 di Kemendikbudristek disebut telah memperkaya sejumlah pihak. Di antaranya memperkaya Dhany Hamiddan Khoir sebesar Rp 200 juta dan USD 30.000, kemudian memperkaya Purwadi Sutanto sebesar USD 7.000.

    Diketahui, sidang dakwaan Ibrahim atau Ibam, Mulyatsyah dan Sri digelar pada Selasa (16/12/2025). Jaksa mendakwa Ibam dkk merugikan keuangan negara sebesar Rp 2,1 triliun dalam kasus tersebut.

    Jaksa mengatakan hasil perhitungan kerugian negara Rp 2,1 triliun ini berasal dari angka kemahalan harga laptop Chromebook sebesar Rp 1.567.888.662.716,74 (1,5 triliun). Kemudian, dari pengadaan CDM yang tidak diperlukan serta tidak bermanfaat sebesar USD 44.054.426 atau sekitar Rp 621.387.678.730 (621 miliar).

    “Yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 1.567.888.662.716,74 berdasarkan laporan hasil audit penghitungan kerugian keuangan negara atas perkara dugaan tindak pidana korupsi program digitalisasi pendidikan pada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Tahun 2019 sampai dengan 2022 Nomor PE.03.03/SR/SP-920/D6/02/2025 tanggal 04 November 2025 dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Republik Indonesia,” kata Jaksa Roy Riady saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.

    “Dan kerugian keuangan negara akibat pengadaan Chrome Device Management yang tidak diperlukan dan tidak bermanfaat pada Program Digitalisasi Pendidikan pada Kemendikbudristek RI Tahun 2019 sampai dengan 2022 sebesar USD 44.054.426 atau setidak-tidaknya sebesar Rp 621.387.678.730,” tambahnya.

    Halaman 2 dari 2

    (mib/fca)

  • Jawaban TNI-Jaksa Usai Tentara di Sidang Nadiem Bikin Hakim Bertanya

    Jawaban TNI-Jaksa Usai Tentara di Sidang Nadiem Bikin Hakim Bertanya

    Jakarta

    Kehadiran tiga prajurit TNI di ruang sidang kasus dugaan korupsi mantan Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim membuat majelis hakim bertanya-tanya. Jaksa dan TNI pun memberikan penjelasan.

    Dirangkum detikcom, Selasa (6/1/2026), majelis hakim menegur prajurit TNI yang berdiri di ruang sidang kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) dengan terdakwa Nadiem Makarim. Teguran disampaikan hakim di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (5/1).

    Tiga prajurit TNI itu berdiri di depan kursi pengunjung sidang. Posisi itu tepat di depan pintu untuk keluar-masuk area persidangan, yakni kursi penasihat hukum, jaksa, dan terdakwa.

    Awalnya, hanya ada satu prajurit TNI yang terlihat saat pembacaan surat dakwaan Nadiem. Setelah sidang diskors dan dilanjutkan, jumlah prajurit bertambah menjadi tiga orang.

    Hakim memotong pengacara Nadiem yang sedang membacakan eksepsi. Hakim pun menegur tiga prajurit TNI tersebut.

    “Sebelum dilanjutkan, ini rekan TNI dari mana ya?” tegur ketua majelis hakim Purwanto S Abdullah.

    Hakim meminta tiga prajurit TNI itu berdiri di belakang pengunjung sidang. Hakim meminta mereka menyesuaikan posisi agar tak menghalangi pengunjung sidang lainnya.

    “Mungkin bisa ambil posisi jangan berdiri di situ, Pak, karena mengganggu kamera. Bisa menyesuaikan Pak, bisa mundur. Nanti pada saat ditutup baru maju karena terganggu juga yang dari belakang, bisa menyesuaikan ya,” ujar hakim.

    Tiga prajurit TNI itu berpindah ke belakang kursi pengunjung. Hakim kemudian mempersilakan tim penasihat hukum Nadiem untuk lanjut membacakan eksepsi.

    Penjelasan Jaksa

    Jaksa penuntut umum (JPU) buka suara menjelaskan terkait kehadiran tiga prajurit TNI di ruang sidang Nadiem. Jaksa mengatakan prajurit TNI itu berjaga untuk keamanan.

    “Itu kan keamanan,” kata Jaksa Roy Riadi seusai sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (5/1).

    Roy mengatakan pengamanan di Kejaksaan Agung juga melibatkan prajurit TNI. Sebagai informasi, Panglima TNI sebelumnya telah mengeluarkan surat telegram terkait kerja sama untuk penguatan pengamanan Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri di seluruh Indonesia

    “Kami di dalam penanganan perkara sekarang ada juga melibatkan teman-teman dari TNI, seperti itu,” ucap Roy.

    “Ya sebagaimana kalian bisa lihat kan, dalam penanganan perkara penggeledahan apa-apa itu,” imbuhnya.

    Penjelasan TNI

    Hakim sempat bertanya-tanya soal kehadiran tiga prajurit TNI yang hadir di ruang sidang Nadiem Makarim. TNI pun memberikan penjelasan.

    “Perlu dijelaskan bahwa keberadaan tiga orang anggota TNI di ruang sidang tersebut tidak terkait dengan perkara yang sedang disidangkan. Kehadiran yang bersangkutan semata mata menjalankan tugas sesuai ketentuan yang berlaku,” jelas Kapuspen TNI Brigjen Aulia Dwi saat dimintai konfirmasi, Selasa (6/1).

    Dia mengatakan ketiganya hadir sesuai perjanjian kerja sama TNI dengan Kejaksaan Agung serta Perpres nomor 66 Tahun 2025. Dia mengatakan pihak Kejaksaan meminta bantuan pengamanan.

    “Yaitu berdasarkan MoU antara TNI dan Kejaksaan, serta adanya permintaan pengamanan dari Kejaksaan kepada TNI, hal tersebut juga sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2025 tentang Perlindungan Negara Terhadap Jaksa Dalam Melaksanakan Tugas dan Fungsi Kejaksaan RI, pada Pasal 4 huruf b, perlindungan negara tersebut dilakukan oleh TNI,” ujar Aulia.

    Brigjen Aulia mengatakan prajurit TNI tidak terlibat dalam proses persidangan itu. Dia mengatakan TNI menghormati proses hukum.

    “TNI tetap menghormati independensi peradilan, bersikap netral, profesional, dan tidak terlibat dalam proses hukum perkara tersebut,” imbuhnya.

    Halaman 2 dari 3

    (fas/maa)

  • 1 Jasad Diduga Anak Pelatih Valencia yang Tenggelam di Labuan Bajo Ditemukan

    1 Jasad Diduga Anak Pelatih Valencia yang Tenggelam di Labuan Bajo Ditemukan

    Jakarta

    Basarnas mengumumkan telah menemukan satu jenazah yang diduga anak pelatih sepakbola wanita Valencia CF, Martin Carreras Fernando, hari ini. Total ada dua putra dari Fernando yang masih hilang usai kapal yang ditumpangi tenggelam di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

    Jenazah itu ditemukan pertama kali oleh nelayan di perairan Pantai Pede, Pulau Komodo, Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo. Jenazah ditemukan bersama bangkai kapal pinisi yang terdampar.

    Penemuan ini menjadi jenazah ketiga yang berhasil ditemukan tim SAR gabungan selama 12 hari pencarian. Tim SAR sebelumnya telah menemukan jenazah Fernando dan putrinya yang berusia 12 tahun.

    “Telah ditemukan korban ketiga pada pukul 14.30 Wita. Informasi penemuan tersebut disampaikan oleh nelayan yang menemukan satu korban bersama bodi kapal,” kata Kepala Kantor Basarnas Maumere selaku SAR Mission Coordinator, Fathur Rahman, dilansir detikBali, Selasa (6/1/2025).

    Jenazah tersebut dievakuasi menggunakan kapal milik Basarnas, KN Puntadewa 250. Sekitar pukul 18.10 Wita, jenazah tiba di Pelabuhan Marina Labuan Bajo dan langsung dibawa ke RSUD Komodo Labuan Bajo untuk proses identifikasi.

    Baca selengkapnya di sini

    (ygs/fca)

  • Dinas LHK Depok soal Tumpukan Sampah Tutupi Jalan: Nunggu Giliran Diangkut

    Dinas LHK Depok soal Tumpukan Sampah Tutupi Jalan: Nunggu Giliran Diangkut

    Jakarta

    Tumpukan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Depok tumpah ruah hingga menutup akses jalan yang berlokasi di Baktijaya, Depok, Jawa Barat. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Depok mengungkapkan penyebabnya lantaran ada kendala pembuangan ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cipayung.

    “Iya sedikit (karena longsor TPA Cipayung), agak ada tersendat aja gitu. Tapi bener-bener sudah ditangani ya,” ujar Kadis DLHK Depok Abdul Rahman saat dihubungi wartawan, Selasa (6/1/2026).

    Penampakan sampah di TPS Depok menutupi jalan berlokasi di Jalan Madrasah, Baktijaya, Sukmajaya. (Devi/detikcom)

    Abdul mengatakan gunungan sampah di TPS Depok tinggal menunggu giliran untuk diangkut. Dia menyebut pihaknya kekurangan armada untuk mengangkut sampah-sampah itu.

    “Ya, ya, itu nunggu giliran diangkut aja. Pengangkutan kita yang memang kurang, ya apa namanya, armada. Di samping itu juga TPA agak tersendat pembuangannya,” tuturnya.

    Abdul pun mengimbau warga agar berupaya mengurangi sampah. Dia menyarankan pengurangan penggunaan plastik dan menggantinya dengan kantong yang lebih ramah lingkungan.

    “Volume sampah memang terus bertambah ya kita tidak menyalahkan, cuma kan kita mengimbau. Bagaimana sih upaya pencegahannya, ya, kalau misalkan di rumah nih setiap hari nyampah satu kilo, bisa nggak dikurangi hemat sampah gitu, jadi setengah kilo. Kan udah bantu juga kan,” ucapnya.

    “Jadi saling take and give gitu loh saling berupaya semua gitu memang kondisi-kondisi volume sampah setiap hari itu ya seperti itu gitu, loh. Jadi ada upaya juga untuk budaya mengurangi sampah dari warga masyarakat. Syukur-syukur yang ada bank sampahnya diolah sendiri atau dijadikan kerajinan dan sebagainya gitu,” tutupnya.

    Pantauan detikcom di lokasi TPS Depok, terlihat beberapa gerobak sampah terparkir di pinggir jalan. Adapun TPS itu terletak tepat di dalam gang.

    TPS tampak tak lagi mampu menampung tumpukan sampah. Gunungan sampah itu meluber hingga menutupi jalan. Tampak hanya pengendara motor yang bisa melintas di jalan tersebut.

    Salah satu warga, Enyak Bojong (80), mengaku terganggu dengan tumpukan sampah tersebut. Pasalnya, tumpukan sampah itu sudah mejeng di jalan sejak awal tahun baru kemarin.

    “Kalau dibilang keganggu, mah, ya, keganggu. Dari tahun baru begini. Biasanya habis Lebaran tuh. Baru ini aja nih, habis tahun baru aja numpuk sampah,” ujar Enyak saat ditemui detikcom, Selasa (6/1).

    Enyak mengatakan warga sekitar lokasi sudah memprotes sampah yang menutupi jalan tersebut. Namun, per hari hanya satu truk yang bisa mengangkut sampah.

    “Ya udah protes-protes (warga lain), mobilnya kagak bisa lewat. Emang mobil (pengangkut sampah) nggak datang mah pakai apa. Satu apa dua udah datang tadi,” ucapnya.

    Dia berharap sampah tersebut segera diangkut agar tak lagi mengotori jalan. Dia mengeluhkan bau sampah menyengat hingga menempel ke tubuh.

    “Ya bau mah bau, cuma mau gimana truknya nggak ngangkut, pengennya udah angkutin aja. Berasa (bau sampah) kalau lagi nongkrong depan begini,” tutupnya.

    Halaman 2 dari 2

    (dvp/fca)

  • Masukan soal Sistem Pilkada Bakal Dibahas di Rakernas PDIP Pekan Depan

    Masukan soal Sistem Pilkada Bakal Dibahas di Rakernas PDIP Pekan Depan

    Jakarta

    PDIP bakal menggelar rapat kerja nasional (rakernas) pada 10-12 Januari. Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira mengatakan rakernas ini juga akan membahas masukan soal sistem pilkada.

    “Sejauh ini ada masukan-masukan dari masyarakat, dari struktur partai, dari daerah nanti dibahas di rakernas,” kata Andreas Hugo kepada wartawan, Selasa (6/1/2025).

    Andreas lantas menyertakan permintaan audiensi dari perkumpulan Masyarakat Selamatkan Demokrasi untuk membahas wacana pilkada melalui DPRD. Andreas menyebut hal itu akan menjadi pertimbangan.

    “Masukan-masukan ini nanti dibahas di Rakernas,” ujar Andreas Hugo.

    Diketahui PDIP akan mengelar Rakernas pada 10-12 Januari. PDIP akan membentuk subkomisi ekologi.

    Namun, di sisi lain berkembang wacana pilkada dipilih melalui DPRD. Sekjen Partai Demokrat, Herman Khaeron menyebut partainya akan bersama Presiden Prabowo Subianto dalam penentuan sistem pilkada ke depan.

    “Demokrat bersama Prabowo dalam penentuan sistem pilkada ke depan. Partai Demokrat berada dalam satu barisan dengan Presiden Prabowo Subianto dalam menyikapi sistem pemilihan kepala daerah,” kata Herman Khaeron mengawali pernyataannya, Selasa (6/1).

    (dwr/rfs)