Category: Detik.com Internasional

  • Iran Kutuk Serangan Israel terhadap Hizbullah di Lebanon: Biadab!

    Iran Kutuk Serangan Israel terhadap Hizbullah di Lebanon: Biadab!

    Teheran

    Pemerintah Iran mengutuk apa yang mereka sebut sebagai serangan “biadab” oleh Israel terhadap Lebanon. Kecaman ini disampaikan Teheran setelah Tel Aviv, musuh bebuyutannya, menyerang posisi kelompok Hizbullah, sekutu Iran, di wilayah Lebanon bagian selatan.

    Dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir AFP, Jumat (7/11/2025), Kementerian Luar Negeri Iran mendesak “Perserikatan Bangsa-Bangsa, komunitas internasional, dan negara-negara regional untuk mengkonfrontasi hasutan perang” Israel.

    Kementerian Luar Negeri Teheran juga menyampaikan “belasungkawa atas gugurnya warga Lebanon dalam serangan biadab tersebut”.

    Militer Israel mengatakan pada Kamis (6/11) bahwa pasukannya melancarkan serangan udara besar-besaran di Lebanon bagian selatan, yang diklaim menargetkan serangkaian posisi Hizbullah. Tel Aviv menuduh Hizbullah sedang berusaha membangun kembali kemampuan militer mereka di wilayah tersebut.

    Dalam pernyataannya, militer Israel mengklaim serangan terbarunya itu dimaksudkan untuk mencegah Hizbullah mempersenjatai kembali para petempurnya, setelah mengalami kerugian besar dalam pertempuran melawan Israel, termasuk terbunuhnya pemimpin mereka, Hassan Nasrallah, tahun lalu.

    Serangan itu dilancarkan tidak lama setelah militer Israel mengeluarkan perintah evakuasi kepada penduduk Lebanon di beberapa wilayah. Perintah evakuasi itu dikeluarkan kepada para penduduk desa Taybeh, Tayr Debba, Aita Al-Jabal dan Zawtar al-Sharqiya di Lebanon bagian selatan.

    Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa sedikitnya satu orang tewas akibat pengeboman Israel pada Kamis (6/11) waktu setempat.

    Perintah evakuasi dan serangan udara itu terjadi setelah Israel menandatangani perjanjian gencatan senjata dengan Lebanon pada November 2024, yang dimaksudkan untuk mengakhiri pertempuran selama lebih dari setahun antara Tel Aviv dan Hizbullah.

    Beberapa bulan terakhir, militer Lebanon berupaya membersihkan lokasi-lokasi Hizbullah di wilayah selatan negaranya, sesuai ketentuan dalam perjanjian itu.

    Meskipun ada gencatan senjata, Israel berdalih pihaknya memiliki hak untuk menyerang target-target Hizbullah yang dianggap sebagai ancaman.

    Hizbullah, dalam pernyataan pada Kamis (6/11), menegaskan kelompoknya berkomitmen pada gencatan senjata, namun juga menegaskan tetap memiliki “hak yang sah” untuk melawan Israel. Hizbullah menolak untuk melucuti senjata mereka sepenuhnya, tetapi tidak menghalangi upaya militer Lebanon di wilayah selatan negara tersebut.

    Ditegaskan juga oleh Hizbullah bahwa pasukannya tidak menembaki Israel sejak kesepakatan gencatan senjata mulai berlaku tahun lalu.

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/ita)

  • Tamu Tiba-tiba Pingsan, Acara Trump di Gedung Putih Terhenti

    Tamu Tiba-tiba Pingsan, Acara Trump di Gedung Putih Terhenti

    Washington DC

    Sebuah acara yang digelar Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Ruang Oval Gedung Putih terhenti saat salah satu tamu undangan, seorang petinggi perusahaan farmasi, tiba-tiba jatuh pingsan. Insiden ini terjadi saat Trump mengumumkan pemotongan harga obat obesitas.

    Imbasnya, Trump terpaksa menunda acara di Gedung Putih tersebut.

    Insiden itu, seperti dilansir AFP dan Anadolu Agency, Jumat (7/11/2025), terjadi ketika salah satu petinggi dari dua perusahaan farmasi yang diundang untuk mengumumkan kesepakatan harga itu sedang berbicara pada Kamis (6/11). Tiba-tiba, seorang pria yang ada di belakangnya tumbang ke lantai.

    Pria yang pingsan di Gedung Putih itu diidentifikasi sebagai Gordon Findlay, yang merupakan perwakilan Novo Nordisk.

    Trump yang saat itu sedang duduk di mejanya di Ruang Oval, segera berdiri dan tetap berada di belakang mejanya, sementara beberapa orang lainnya membantu pria yang pingsan tersebut.

    Salah satu yang memberikan bantuan adalah Mehmet Oz, seorang dokter yang menjabat menjadi administrator Pusat Layanan Medicare dan Medicaid di pemerintahan Trump.

    “Unit Medis Gedung Putih segera bertindak, dan pria itu dalam keadaan baik-baik saja,” kata Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, dalam pernyataannya.

    Trump berdiri di belakang mejanya di Ruang Oval Gedung Putih saat salah satu tamu undangan jatuh pingsan Foto: ANDREW CABALLERO-REYNOLDS/AFP

    Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS, Robert F Kennedy Jr, juga hadir dalam acara itu namun dengan cepat meninggalkan ruangan saat insiden itu terjadi. Menurut wakil juru bicara Gedung Putih, Kush Desai, Kennedy “bergegas mencari bantuan medis sementara yang lainnya merawat pria tersebut”.

    Para wartawan yang hadir dalam acara itu dikawal keluar ruangan, dan siaran dipotong setelah insiden itu.

    Acara tersebut dilanjutkan sekitar satu jam kemudian. Trump, dalam pernyataannya, mengatakan bahwa Findlay “sedikit pusing” dan “tumbang”. Dia mengatakan sang petinggi farmasi itu “baik-baik saja”.

    “Mereka baru saja membawanya keluar, dan dia mendapatkan dokter di sini. Tapi dia baik-baik saja,” kata Trump mengomentari insiden tersebut saat acara kembali dimulai di Gedung Putih.

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/ita)

  • AS Kembali Serang Kapal Diduga Penyelundup Narkoba, 3 Orang Tewas

    AS Kembali Serang Kapal Diduga Penyelundup Narkoba, 3 Orang Tewas

    Jakarta

    Pasukan Amerika Serikat kembali menyerang sebuah kapal yang diduga sebagai kapal penyelundup narkoba di perairan Karibia. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan tiga orang tewas dalam serangan tersebut, sehingga jumlah korban tewas akibat kampanye antinarkotika kontroversial Washington kini menjadi setidaknya 70 orang.

    Amerika Serikat mulai melancarkan serangan semacam itu pada awal September, dengan menyasar kapal-kapal di Karibia dan Pasifik timur.

    Serangan AS sejauh ini telah menghancurkan setidaknya 18 kapal. Namun, Washington belum mempublikasikan bukti konkret apa pun bahwa kapal-kapal itu menyelundupkan narkotika atau menimbulkan ancaman bagi Amerika Serikat.

    Dilansir kantor berita AFP, Jumat (7/11/2025), dalam unggahan di media sosial X, Hegseth merilis rekaman udara dari serangan terbaru AS, yang menurutnya terjadi di perairan internasional seperti serangan-serangan sebelumnya dan menargetkan “sebuah kapal yang dioperasikan oleh Organisasi Teroris Terdaftar.”

    Video tersebut menunjukkan sebuah kapal yang tengah melaju sebelum kemudian meledak dan terbakar.

    “Tiga pria teroris narkotika — yang berada di atas kapal tersebut — tewas,” tulis Hegseth di X, tanpa informasi identitas lebih lanjut.

    Pemerintahan Presiden Donald Trump telah membangun kekuatan yang signifikan di Amerika Latin, dalam apa yang disebutnya sebagai kampanye untuk memberantas perdagangan narkoba.

    Sejauh ini, AS telah mengerahkan enam kapal Angkatan Laut di Karibia, mengirim pesawat tempur siluman F-35 ke Puerto Riko, dan memerintahkan gugus tugas kapal induk USS Gerald R. Ford ke wilayah tersebut.

    (ita/ita)

  • Geger Paket Misterius di Pangkalan Militer AS, Banyak Orang Jatuh Sakit

    Geger Paket Misterius di Pangkalan Militer AS, Banyak Orang Jatuh Sakit

    Washington DC

    Sebuah paket mencurigakan dikirimkan ke sebuah pangkalan militer Amerika Serikat (AS) yang ada di wilayah Maryland. Paket mencurigakan itu menyebabkan banyak orang jatuh sakit, dengan beberapa orang di antaranya sampai harus dilarikan ke rumah sakit setempat. Penyelidikan sedang berlangsung.

    Insiden paket mencurigakan itu, seperti dilaporkan CNN dan dilansir Reuters, Jumat (7/11/2025), terjadi di Pangkalan Gabungan Andrews, markas Angkatan Udara AS yang terletak di Maryland, di luar ibu kota Washington DC.

    Pihak Pangkalan Gabungan Andrews, dalam pernyataannya, menyebut sebuah gedung di pangkalan tersebut terpaksa dievakuasi setelah seseorang “membuka paket mencurigakan”.

    Tidak disebutkan secara jelas jumlah orang yang jatuh sakit akibat paket mencurigakan tersebut. Pangkalan Gabungan Andrews hanya mengatakan bahwa beberapa orang di antaranya dilarikan ke Malcolm Grove Medical Center yang ada di kompleks pangkalan militer tersebut.

    “Sebagai tindakan pencegahan, gedung dan bangunan penghubungnya dievakuasi, dan garis polisi dipasang di sekitar area tersebut,” sebut Pangkalan Gabungan Andrews dalam pernyataannya.

    “Petugas tanggap darurat Pangkalan Gabungan Andrews telah dikerahkan ke lokasi kejadian, memastikan tidak ada ancaman langsung, dan telah menyerahkan lokasi kejadian kepada Kantor Investigasi Khusus. Investigasi saat sedang berlangsung,” tegas pernyataan tersebut.

    Paket mencurigakan itu, menurut dua sumber yang mengetahui penyelidikan yang berlangsung seperti dikutip CNN, berisi bubuk putih yang belum teridentifikasi.

    Hasil uji lapangan oleh tim HAZMAT tidak mendeteksi adanya zat berbahaya pada paket mencurigakan tersebut, tetapi penyelidikan masih berlangsung.

    Tidak diketahui secara jelas siapa pengirim paket mencurigakan itu, dan kepada siapa paket itu ditujukan.

    Departemen Pertahanan AS dan Pangkalan Gabungan Andrews belum memberikan tanggapan langsung atas insiden tersebut.

    Lihat juga Video: Konten Kreator Asal Lumajang Dapat Teror Paket COD Puluhan Juta

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/ita)

  • Pilu Perempuan India Diserahkan ke Dewa, Tapi Terjebak Jadi Pekerja Seks

    Pilu Perempuan India Diserahkan ke Dewa, Tapi Terjebak Jadi Pekerja Seks

    Jakarta

    “Pekerjaan seks telah berdampak besar pada hidupku. Tubuhku sangat lemah, dan aku secara mental hancur,” kata Chandrika*.

    Kehidupan Chandrika sebagai pekerja seks dimulai dengan upacara keagamaan. Pada usia 15 tahun, ia dibawa ke sebuah kuil dan secara upacara dinikahkan dengan seorang dewi.

    “Saat itu, aku tidak menyadari makna dari upacara tersebut,” katanya kepada BBC.

    Chandrika kini berusia akhir tiga puluhan dan telah melakukan hubungan seks untuk uang selama hampir dua dekade.

    Dari pengantin suci menjadi pekerja seks

    Empat tahun setelah diinisiasi ke dalam tradisi devadasi, Chandrika menjadi pekerja seks penuh waktu – ia ingin tetap anonim untuk melindungi anak-anaknya. (BBC)

    Negara bagian Karnataka di India Selatan sedang melakukan survei untuk mengidentifikasi orang-orang seperti Chandrika yang menjadi pekerja seks setelah diinisiasi ke dalam tradisi devadasi.

    Meskipun larangan mulai diberlakukan pada era kolonial di banyak bagian India, Karnataka baru melarang praktik ini pada 1982. Namun, praktik ini tetap berlanjut hingga saat ini.

    Devadasi yang tinggal di desa mungkin memiliki pasangan intim dan juga melayani klien lain. Banyak dari mereka migrasi ke kota-kota seperti Mumbai untuk bekerja di rumah bordil.

    Dipaksa masuk ke dalam industri seks

    Setelah upacara pengukuhannya di kota Belgaum, Chandrika pulang ke rumah dan hidup normal selama empat tahun. Kemudian, seorang kerabat perempuan membawanya ke kota industri Sangli, menjanjikan pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga. Dia meninggalkan Chandrika di sebuah rumah bordil.

    “Sangat sulit pada bulan-bulan pertama. Saya merasa sakit. Saya tidak bisa makan atau tidur dengan baik,” kenang Chandrika. “Saya berpikir untuk melarikan diri, tapi secara bertahap saya menerimanya.”

    Chandrika baru berusia 19 tahun, memiliki pendidikan yang sangat minim, dan hampir tidak memahami bahasa Hindi atau Marathi yang digunakan di Sangli.

    “Beberapa [klien] menyerang saya secara fisik, beberapa menggunakan kata-kata kasar. Saya kesulitan menghadapinya,” lanjutnya.

    Klien rumah bordil bervariasi, mulai dari mahasiswa, sopir, pengacara, hingga pekerja harian.

    Chandrika bertemu pasangannya, seorang sopir truk, melalui pekerjaan seks di Sangli.

    Bersama-sama mereka memiliki seorang putri dan seorang putra. Pasangannya merawat anak-anak sementara Chandrika terus bekerja di rumah bordil, di mana ia melayani 10 hingga 15 klien sehari.

    Beberapa tahun setelah kelahiran anak keduanya, pasangannya meninggal dalam kecelakaan lalu lintas dan ia pindah kembali ke Belgaum, di mana ia berbicara dengan BBC melalui penerjemah.

    ‘Laki-laki tidak datang kepada kami untuk menikah’

    Sakhi TrustKalung mutiara yang dikenakan oleh devadasis seperti Ankita membuat mereka mudah dikenali.

    Tidak semua devadasi bekerja di rumah bordil dan beberapa di antaranya sama sekali bukan pekerja seks.

    Ankita dan Shilpa, keduanya berusia 23 tahun, adalah sepupu dan tinggal di sebuah desa di utara Karnataka. Seperti Chandrika, mereka berasal dari kasta Dalit, kelompok yang mengalami diskriminasi berat di India.

    Shilpa putus sekolah setelah hanya satu tahun dan upacara pengabdiannya dilakukan pada 2022. Ankita belajar hingga usia sekitar 15 tahun dan orang tuanya mengatur upacara tersebut pada 2023. Setelah kematian saudaranya, dia ditekan untuk menjadi devadasi.

    “Orang tuaku mengatakan bahwa mereka ingin mendedikasikan aku kepada dewi-dewi. Aku menolak. Setelah seminggu, mereka berhenti memberi aku makan,” kata Ankita.

    “Aku merasa sangat sedih, tapi menerimanya demi keluargaku. Aku berpakaian seperti pengantin dan dinikahkan dengan dewi.”

    Ankita memegang kalung terbuat dari mutiara putih dan manik-manik merah, yang melambangkan persatuan ini.

    Baik ibunya maupun neneknya bukan devadasi. Keluarga tersebut memiliki sebidang tanah pertanian kecil, tetapi tidak cukup untuk menghidupi mereka.

    “Ada ketakutan bahwa jika tidak ada yang diinisiasi, dewi akan mengutuk kita.”

    Devadasi tidak boleh menikah, tetapi dapat memiliki pasangan intim yang mungkin secara hukum menikah dengan wanita lain.

    Ankita menolak semua pendekatan dari pria dan masih bekerja sebagai buruh tani, mendapatkan sekitar US$4 per hari.

    Sakhi TrustShilpa segera memiliki pasangan intim setelah upacara inisiasinya dan hamil.

    Hidup Shilpa berubah drastis. Setelah upacara inisiasinya, ia mulai menjalin hubungan dengan seorang pekerja migran.

    “Dia datang kepadaku karena dia tahu aku adalah seorang devadasi,” ujarnya.

    Seperti banyak perempuan devadasi lainnya, Shilpa tinggal bersama pasangannya di rumahnya.

    “Dia hanya bersama saya selama beberapa bulan dan membuat saya hamil. Dia memberi saya 3.000 rupee (US$35) selama dia bersama saya. Dia tidak bereaksi terhadap kehamilan saya dan suatu hari dia tiba-tiba menghilang.”

    Shilpa hamil tiga bulan dan bingung.

    “Aku mencoba meneleponnya, tapi teleponnya tidak bisa dihubungi. Aku bahkan tidak tahu dari mana asalnya.”

    Dia tidak pergi ke polisi untuk melacaknya.

    “Dalam sistem kami, laki-laki tidak datang kepada kami untuk menikah,” katanya.

    Kemiskinan dan eksploitasi

    Sakhi TrustAnkita berharap dapat keluar dari sistem devadasi dan menemukan suami.

    Dr. M. Bhagyalakshmi adalah direktur di LSM lokal Sakhi Trust dan telah bekerja dengan perempuan devadasi selama lebih dari dua dekade. Ia mengatakan upacara inisiasi terus berlangsung meskipun ada larangan.

    “Setiap tahun kami mencegah tiga atau empat gadis menjadi devadasi. Namun, sebagian besar upacara dilakukan secara rahasia. Kami baru mengetahui hal itu ketika seorang gadis muda hamil atau melahirkan.”

    Dr. Bhagyalakshmi mengatakan banyak perempuan kekurangan fasilitas dasar, makanan yang layak, atau pendidikan, dan terlalu takut untuk meminta bantuan.

    “Kami telah mensurvei 10.000 devadasi di distrik Vijayanagara. Saya melihat banyak perempuan cacat, buta, dan rentan lainnya yang dipaksa masuk ke dalam sistem. Hampir 70% di antaranya tidak memiliki rumah,” katanya kepada BBC.

    BBCRibuan orang memadati Kuil Saundatti Yellamma di Belgaum untuk sebuah festival yang menjadi inti tradisi devadasi.

    Pasangan intim sering menolak menggunakan kondom, yang mengakibatkan kehamilan yang tidak diinginkan atau penularan HIV.

    Dr Bhagyalakshmi memperkirakan sekitar 95% dari semua devadasi berasal dari kasta Dalit dan sisanya dari komunitas suku.

    Berbeda dengan masa lalu, devadasi modern tidak mendapatkan dukungan atau penghasilan dari kuil-kuil.

    “Sistem devadasi hanyalah eksploitasi,” katanya dengan tegas.

    Menghentikan praktik tersebut

    BBCPerempuan devadasi menjadi sorotan utama dalam festival tahunan.

    Devadasi yang masih aktif dan yang sudah pensiun berkumpul di Kuil Saundatti Yellamma di Belgaum untuk festival tahunan, tetapi pejabat setempat mengatakan tidak ada upacara inisiasi yang dilakukan di sana.

    “Sekarang ini merupakan pelanggaran yang dapat dikenai hukuman. Kami memasang poster dan brosur selama festival untuk memperingatkan orang-orang bahwa tindakan tegas akan diambil,” kata Vishwas Vasant Vaidya.

    Vaidya adalah anggota Dewan Legislatif Karnataka dan juga anggota dewan kuil Yellamma. Ia mengatakan kepada BBC bahwa jumlah devadasi aktif telah menurun drastis.

    “Sekarang mungkin ada 50 hingga 60 devadasi di daerah pemilihan saya,” katanya. “Tidak ada yang mendorong inisiasi devadasi di kuil.”

    “Kami telah menghentikan tradisi devadasi berkat tindakan tegas kami,” klaimnya.

    Survei terbaru pemerintah Karnataka pada 2008 mengidentifikasi lebih dari 46.000 devadasi di negara bagian tersebut.

    Generasi berikutnya

    Sakhi TrustShilpa ingin memberikan pendidikan yang baik kepada putrinya dan berharap sistem devadasi akan berakhir pada generasinya.

    Uang dari pekerjaan seks membantu Chandrika keluar dari kemiskinan. Untuk melindungi anak-anaknya dari stigma, dia mengirim mereka ke sekolah asrama.

    “Saya selalu khawatir tentang anak perempuan saya,” kata Chandrika.

    “Ketika dia berusia sekitar 16 tahun, saya menikahkannya dengan seorang kerabat agar dia tidak perlu menjadi devadasi seperti saya. Sekarang dia tinggal bersama suaminya.”

    Chandrika kini bekerja dengan sebuah LSM dan secara rutin melakukan pemeriksaan HIV.

    “Saya sudah tua – saya tidak akan bisa melakukan pekerjaan seks dalam beberapa tahun ke depan,” katanya. Ia berencana membuka toko untuk menjual buah dan sayuran.

    Shilpa ingin memberikan pendidikan yang baik untuk putrinya. Ia merasa kecewa dengan tradisi devadasi.

    “Saya ingin ini berhenti. Saya tidak akan menjadikan putri saya sebagai devadasi. Saya tidak ingin melanjutkan sistem ini,” katanya.

    Ankita mengatakan dia ingin menikah dan akhirnya melepas kalung mutiara.

    (Nama *Chandrika telah diubah demi melindungi identitasnya)

    (ita/ita)

  • Trump Bilang Pasukan Internasional Akan Berada di Gaza Segera

    Trump Bilang Pasukan Internasional Akan Berada di Gaza Segera

    Jakarta

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa ia mengharapkan pasukan stabilisasi internasional yang dikoordinasi AS akan berada di Gaza “segera.”

    Pasukan multinasional tersebut merupakan bagian dari rencana pemerintahan pascaperang Trump untuk Gaza. Pasukan internasional itu kemungkinan mencakup pasukan dari Mesir, Qatar, Turki, dan Uni Emirat Arab.

    Rencana tersebut membantu menghasilkan gencatan senjata antara Israel dan kelompok Hamas pada 10 Oktober, tetapi krisis kemanusiaan di Gaza belum mereda.

    “Ini akan segera terjadi. Dan Gaza berjalan dengan sangat baik,” kata Trump dalam sebuah acara di Gedung Putih bersama para pemimpin Asia Tengah pada Kamis (6/11) waktu setempat.

    “Anda belum banyak mendengar tentang masalah-masalah ini, dan saya katakan, kami memiliki negara-negara yang telah menjadi sukarelawan jika ada masalah dengan Hamas,” ujar Trump, dilansir kantor berita AFP, Jumat (7/11/2025).

    Pasukan tersebut seharusnya melatih dan mendukung polisi Palestina yang telah diseleksi di Jalur Gaza, dengan dukungan dari Mesir dan Yordania.

    Misi ini juga akan bertugas mengamankan wilayah perbatasan dan mencegah penyelundupan senjata ke Hamas.

    Sebelumnya pada hari Rabu lalu, Amerika Serikat mengedarkan rancangan atau draf resolusi Dewan Keamanan PBB kepada negara-negara mitra yang bertujuan untuk memperkuat rencana Trump, termasuk dengan memberikan lampu hijau bagi pasukan internasional tersebut.

    Duta Besar (Dubes) AS untuk PBB, Mike Waltz, membagikan rancangan tersebut kepada 10 anggota Dewan Keamanan dan beberapa mitra regional — Mesir, Qatar, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Turki — kata juru bicara misi AS dalam sebuah pernyataan.

    Menurut sumber-sumber diplomatik, beberapa negara telah menunjukkan kesediaan mereka untuk berpartisipasi dalam pasukan tersebut. Namun, mereka bersikeras harus ada mandat Dewan Keamanan PBB sebelum benar-benar mengerahkan pasukan ke wilayah Palestina.

    Sementara itu, kepala Komando Pusat AS, komando militer yang bertanggung jawab atas Timur Tengah, mengatakan bulan lalu dalam kunjungan ke Gaza, bahwa tidak ada pasukan AS yang akan dikerahkan ke wilayah Palestina itu.

    Halaman 2 dari 2

    (ita/ita)

  • Polisi Jerman Selidiki Swastika Dilukis dengan Darah Manusia

    Polisi Jerman Selidiki Swastika Dilukis dengan Darah Manusia

    Dunia Hari Ini kembali dengan laporan dunia selama 24 jam terakhir.

    Edisi Jumat, 7 November 2025 kami awali dengan laporan dari Jerman.

    Penampakan lambang swastika di Jerman

    Polisi Jerman mengatakan sedang menyelidiki penampakan swastika yang dilukis dengan darah manusia dan ditorehkan pada puluhan mobil, beberapa kotak surat, dan fasad bangunan di pusat kota Hanau.

    Juru bicara kepolisian, Thomas Leipold, mengatakan petugas diberitahu pada Rabu malam ketika seorang pria melaporkan melihat logo swastika yang ditorehkan dengan cairan kemerahan pada kap mobil yang diparkir.

    Petugas kemudian menemukan hampir 50 mobil telah dirusak dengan cara serupa.

    Sebuah tes khusus dengan cepat mengungkapkan bahwa zat tersebut adalah darah manusia.

    Pemasangan lambang Nazi, termasuk swastika, adalah ilegal di Jerman.

    Topan menghantam Vietnam

    Topan Kalmaegi menghantam Vietnam dengan angin kencang dan hujan deras saat mencapai daratan setelah menewaskan sedikitnya 114 orang dan puluhan orang hilang di Filipina.

    Badai yang luar biasa kuat di wilayah tersebut pada bulan November, Kalmaegi membawa angin berkecepatan sekitar 183 kilometer per jam, dengan hembusan mencapai 220 km/jam di Laut Cina Selatan saat mendekati Vietnam.

    Badan prakiraan cuaca memperingatkan Kalmaegi dapat menurunkan lebih dari 600 milimeter hujan tambahan di beberapa daerah, yang meningkatkan kekhawatiran akan tanah longsor yang mematikan dan banjir bandang.

    Pihak berwenang mengatakan lebih dari 537.000 orang dievakuasi, banyak di antaranya dengan perahu, karena banjir naik dan tanah longsor mengancam.

    Operasi pencarian tiga nelayan yang kapalnya tersapu ombak kuat di Provinsi Quang Ngai, Vietnam, dihentikan sementara karena cuaca yang memburuk, demikian dilaporkan media pemerintah.

    Nancy Pelosi berhenti mencalonkan diri

    Nancy Pelosi mengumumkan ia tidak akan mencalonkan diri kembali ke Kongres AS pada tahun 2026.

    Ini mengakhiri karier empat dekade yang menjadikannya ikon Demokrat progresif sekaligus tokoh yang dicemooh oleh kaum kanan.

    Anggota kongres berusia 85 tahun ini pertama kali terpilih pada tahun 1987 dan kemudian menjadi perempuan pertama yang menjabat sebagai ketua DPR AS yang berpengaruh.

    Ia membuat pengumuman tersebut pada hari Kamis (06/11), waktu setempat, dua hari setelah pemilihan umum di seluruh AS yang secara umum dimenangkan oleh Partai Demokrat.

    “Saya tidak akan mencalonkan diri kembali ke Kongres. Dengan hati yang bersyukur, saya menantikan tahun terakhir pengabdian saya,” kata Pelosi dalam sebuah video yang diunggah di X.

    Penampakan api sesaat pesawat di bandara Brisbane mendarat

    Layanan darurat memadamkan api yang muncul beberapa saat setelah sebuah pesawat mendarat di Bandara Brisbane.

    Klip yang diunggah di media sosial menunjukkan petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api di pesawat Boeing 737, yang terbang dari Darwin dan mendarat tepat sebelum pukul 19.00 Kamis kemarin.

    Empat truk pemadam kebakaran penerbangan bekerja keras untuk memadamkan api, sebelum 180 penumpang dan awak pesawat Virgin Australia VA454 turun seperti biasa.

    Tidak ada korban luka akibat kebakaran tersebut.

  • Haruskah Jerman Kembalikan Patung Nefertiti ke Mesir?

    Haruskah Jerman Kembalikan Patung Nefertiti ke Mesir?

    Jakarta

    Nefertiti adalah simbol abadi kecantikan dan kekuasaan yang penuh misteri. Keindahan karya ikonik ini memikat Adolf Hitler, Beyonce, hingga para aktivis Revolusi Arab. Namanya berarti “yang indah telah datang,” tapi mungkin juga berarti: yang tak pernah kembali.

    Lebih dari tiga ribu tahun yang lalu, Nefertiti berdiri di sisi Akhenaten, Firaun yang menantang langit Mesir dengan hanya satu dewa—Aten, sang matahari. Ia adalah ratu yang ikut mengubah tatanan kosmos dan kepercayaan, memindahkan pusat penyembahan dari banyak wajah ilahi ke satu cahaya tunggal.

    Patung dada Nefertiti yang terbuat dari batu kapur dan berlapis plaster dan cat ini ditemukan tim arkeologi Jerman yang dipimpin Ludwig Borchardt dalam ekspedisi yang didanai kolektor seni James Simon di tahun 1912.

    Borchardt lalu memboyong patung tersebut ke Berlin. Pengelolanya, Yayasan Warisan Budaya Prusia, menyebut Nefertiti sebagi ‘primadona tak terbatantahkan di Museum Neues’. Museum ini merupakan bagian dari kompleks Museuminsel Berlin, salah satu situs warisan dunia UNESCO.

    Seruan restitusi kian keras

    Tuntutan pengembalian oleh Mesir muncul sejak hari pertama patung dada Nefertiti diperkenalkan ke publik di Jerman. Kini, dengan dibukanya Grand Egyptian Museum di Kairo, restitusi kembali bergema.

    Semua pengunjung yang melakukan tur di Grand Egyptian Museum diminta menandatangani petisi restitusi Nefertiti. Hal ini diprakarsai mantan Menteri Pariwisata dan Urusan Kepurbakalaan Mesir, Zahi Hawass, tahun lalu.

    “Meski banyak seruan untuk berdialog dan juga permintaan untuk mengakui bagaimana artefak unik ini berakhir di Jerman telah diabaikan, petisi ini dimaksudkan untuk membuka kembali dialog, mendorong pengembalian patung ke Kairo, dan meminta tanggapan resmi otoritas Jerman,” bunyi petisi yang ditujukan kepada Menteri Kebudayaan Jerman dan Yayasan Warisan Budaya Prusia.

    Juru bicara Menteri Kebudayaan Jerman mengatakan kepada DW melalui pernyataan tertulis bahwa “pertanyaan mengenai perlindungan properti budaya yang berkaitan dengan Mesir, termasuk Patung dada Nefertiti, berada di bawah yurisdiksi Kementerian Luar Negeri Federal.”

    Yayasan Warisan Budaya Prusia tidak menanggapi permintaan komentar dari DW, tetapi posisi yayasan tersebut mengenai isu ini tidak berubah selama beberapa tahun terakhir: patung tersebut diperoleh secara sah dan tidak ada alasan untuk mengembalikannya ke Mesir.

    Apakah Nefertiti diperoleh secara sah?

    “Patung Nefertiti ditemukan dalam proses penggalian yang diizinkan oleh Dinas Layanan Kepurbakalaan Mesir,” kata Stefan Mchler, juru bicara Yayasan Warisan Budaya Prusia, kepada DW dalam pernyataan tertulis pada Oktober 2024.” Patung itu dibawa ke Berlin berdasarkan pembagian hasil temuan arkeologi, yang saat itu lazim dilakukan. Pembagian itu juga mencakup banyak artefak lainnya.

    “Patung itu dibawa keluar dari Mesir secara sah, dan tidak ada klaim restitusi dari pemerintah Mesir,” tambah Mchler.

    Namun, peneliti dan aktivis pelestarian warisan Mesir, Monica Hanna, membantah klaim tersebut. Menurut penelitiannya, Ludwig Borchardt secara sengaja dan curang menampilkan Nefertiti sebagai patung murahan saat pembagian hasil temuan. Ia menggambarkannya sebagai “seorang putri kerajaan yang dicat,” sementara dari catatan pribadinya Borchardt menunjukkan bahwa ia tahu nilai patung tersebut yang menggambarkan Ratu Nefertiti.

    “Deskripsi patung tidaklah berguna, harus lihat langsung,” tulis Borchardt dalam catatannya.

    Sejarawan Jerman Sebastian Conrad, penulis buku The Making of a Global Icon: Nefertiti’s Twentieth-Century Career, menambahkan bahwa selain perdebatan mengenai pembagian hasil temuan, validitas etis dari hukum pembagian hasil temuan itu patut dipertanyakan.

    “Itu adalah hukum yang eksis di bawah ketimpangan kekuasaan era imperialisme, karena Mesir pada dasarnya adalah koloni Inggris saat itu. Pertanyaan sebenarnya adalah apakah seseorang bisa dengan sah menggunakan basis hukum tersebut,” katanya kepada DW. “Saya akan katakan begini: secara formal sah, tetapi dari perspektif masa kini, tidak sah secara moral.”

    Sejarawan Jrgen Zimmerer, yang berfokus pada studi kolonialisme dan genosida, menyoroti perdebatan serupa terjadi di Jerman terkait karya seni yang dirampas dari kaum Yahudi oleh Nazi pada masa drittes Reich.

    “Kita tidak bisa hanya diam dan berkata, ‘Itu legal saat itu, jadi mereka tidak memiliki hak mengklaim,’ alih-alih mematuhi hukum secara kaku (kata per kata), kita baiknya menekankan prinsip dan nilai hukum yang benar secara moral. Kita tahu hukum-hukum itu tidak adil dan merampas hak orang Yahudi, dan kita tidak ingin mengambil keuntungan dari itu,” katanya kepada DW.

    “Mengapa kita harus bersikap berbeda dalam konteks kolonial?” tegas Zimmerer.

    Hitler memblokir upaya restitusi

    Ahli Mesir Kuno Monica Hanna juga mempertanyakan Jerman yang menyatakan tidak ada klaim restitusi dari pemerintah Mesir. Ia menegaskan bahwa otoritas Mesir sudah meminta pengembalian patung itu tak lama setelah pertama kali dipamerkan di Berlin pada tahun 1924 dan menambahkan,
    “Apakah museum benar-benar membutuhkan permintaan resmi dari pemerintah? Opini publik di Mesir sangat jelas menginginkan kembalinya patung dada Nefertiti. Apa yang menjadi milik kami, adalah milik kami.”

    Pada tahun 1925, Mesir mengancam akan melarang penggalian arkeologi Jerman di wilayahnya kecuali patung itu dikembalikan. James Simon, dermawan yang membiayai penggalian Borchardt dan yang menyumbangkan patung dada Nefertiti kepada Museum Berlin, secara pribadi mendukung pertukaran artefak dengan Mesir dan membantu negosiasi pengembalian Nefertiti, sebagaimana dijelaskan peneliti Ruth E. Iskin dalam artikelnya The Other Nefertiti: Symbolic Restitutions.

    Meski kontribusi Simon diakui di Berlin melalui dengan keberadaan Galeri James Simon di pintu masuk utama Museuminsel, upaya Simon untuk mengembalikan patung itu telah dihapus dari narasi resmi Jerman.

    Rencana pertukaran Simon tidak pernah terwujud, begitu pula upaya berikutnya pada tahun 1933. Salah satu pemimpin Nazi, Hermann Gring, berharap dapat menarik dukungan politik Mesir kepada Jerman dengan mengembalikan Nefertiti. Namun, Hitler, pengagum sang ratu menggagalkan rencana tersebut, “Saya tidak akan pernah menyerahkan kepala sang ratu,” katanya.

    Bertahan dalam Perang Dunia II di dalam kantong plastik

    Jerman juga beralasan bahwa patung tersebut terlalu rapuh untuk dipindahkan kembali ke Mesir.

    Meski mengakui bahwa dirinya bukan ahli dalam hal ini, sejarawan Sebastian Conrad menunjukkan, “Pada akhir Perang Dunia II, mereka memasukkannya ke dalam kantong plastik dan menyimpannya di tambang garam di Thuringia. Setelah itu, ia dipindahkan ke Wiesbaden. Jadi sebenarnya Nefertiti sudah melakukan banyak perjalanan, bukan hanya dari Kairo ke Berlin.”

    Ayo berlangganan gratis newsletter mingguan Wednesday Bite. Recharge pengetahuanmu di tengah minggu, biar topik obrolan makin seru!

    Pertanyaan penting bagi Jerman

    Berlin saat ini sedang menjalankan proses pengembalian objek-objek kolonial, terutama melalui pengembalian Perunggu Benin ke Nigeria. Meskipun hasilnya merupakan buah dari perjuangan panjang para aktivis, keputusan itu relatif lebih mudah dilakukan. Sebagian dari 512 koleksi objek di Berlin dikembalikan ke Nigeria, sementara lainnya tetap dipajang di Humboldt Forum melalui perjanjian pinjaman jangka panjang.

    Namun, Nefertiti jelas merupakan artefak yang unik. Conrad dan Zimmerer berpendapat masih ada alternatif selain mempertahankan aslinya: tiruan patung yang dipamerkan bersama sejarah penemuan dan upaya restitusinya “tentu akan menarik,” ujar Conrad.

    “Yang hilang hanyalah apa yang disebut ‘aura autentiknya’,” kata Zimmerer. Namun ia lanjut bertanya, “Haruskah museum Berlin mendapatkan keuntungan dari ‘aura’ ini, mengingat keberadaaanya lahir dari ketidakadilan kolonial?

    “Menurut saya, seharusnya tidak.”

    Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris

    Diadaptasi oleh Sorta Caroline

    Editor: Rizki Nugraha

    (ita/ita)

  • Korea Utara Kembali Luncurkan Rudal Balistik

    Korea Utara Kembali Luncurkan Rudal Balistik

    Pyongyang

    Korea Utara (Korut) kembali meluncurkan rudal balistik dari wilayahnya pada Jumat (7/11) waktu setempat. Peluncuran terbaru Pyongyang ini terjadi sepekan setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyetujui rencana Seoul untuk membangun kapal selam bertenaga nuklir.

    Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS), seperti dilansir AFP, Jumat (7/11/2025), mendeteksi aktivitas peluncuran terbaru negara tetangganya tersebut, dan menyebut rudal balistik yang tidak teridentifikasi jenisnya itu diluncurkan ke perairan Laut Timur atau Laut Jepang.

    “Korea Utara menembakkan rudal balistik tak teridentifikasi ke arah Laut Timur,” ujar JCS dalam pernyataannya.

    Aktivitas balistik terbaru Korut itu dilakukan sepekan setelah Trump mengumumkan bahwa Korsel akan membangun kapal selam di AS, di mana teknologi nuklir buatan Washington merupakan salah satu rahasia militer yang paling sensitif dan dijaga ketat.

    Tidak seperti kapal selam bertenaga diesel, yang harus muncul ke permukaan laut secara teratur untuk mengisi ulang baterainya, kapal selam bertenaga nuklir dapat bertahan di dalam air jauh lebih lama.

    Para analis mengatakan bahwa pengembangan kapal selam bertenaga nuklir akan menandai lompatan signifikan dalam basis industri Angkatan Laut dan pertahanan Korsel, bergabung dengan sekelompok kecil negara yang telah memiliki kapal selam jenis tersebut.

    Sejauh ini, menurut laporan media dan analisis, hanya AS, Australia, China, Rusia, India, Prancis, dan Inggris yang telah beralih ke kapal selam bertenaga nuklir.

    Kantor kepresidenan Korsel mengatakan bahwa Seoul membutuhkan persetujuan Washington karena membutuhkan bahan baku yang diperlukan untuk membangun kapal selam bertenaga nuklir, yang dibatasi untuk penggunaan militer.

    Sejak pertemuan puncak antara pemimpin Korut Kim Jong Un dan Trump pada tahun 2019 lalu berujung kegagalan terkait masalah denuklirisasi dan pencabutan sanksi, Pyongyang telah berulang kali mendeklarasikan diri sebagai negara nuklir yang “tidak dapat diubah”.

    Awal pekan ini, Korut menembakkan sejumlah roket artileri saat Menteri Pertahanan (Menhan) AS Pete Hegseth berkunjung ke Korsel. Rentetan roket artileri itu ditembakkan oleh Pyongyang ke Laut Kuning sekitar satu jam sebelum Hegseth mengunjungi area perbatasan kedua negara.

    Sementara pekan lalu, Korut melakukan uji coba rudal jelajah di lepas pantai barat Semenanjung Korea, sebelum Trump mendarat di Korsel. Pyongyang pada saat itu menyebut uji coba rudal itu menjadi pesan untuk “musuh-musuhnya”.

    Wakil Ketua Komisi Militer Pusat Korut, Pak Jong Chon, yang mengawasi uji coba rudal pada saat itu mengatakan bahwa “keberhasilan penting” sedang dicapai dalam pengembangan “kekuatan nuklir” Korut sebagai pencegah perang.

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/ita)

  • Filipina Umumkan Keadaan Darurat Usai Amukan Topan Kalmaegi

    Filipina Umumkan Keadaan Darurat Usai Amukan Topan Kalmaegi

    Manila

    Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr mengumumkan keadaan darurat, setelah sedikitnya 241 orang tewas dan hilang akibat terjangan Topan Kalmaegi. Penetapan itu dilakukan merespons besarnya kerusakan dan banyaknya korban jiwa akibat topan yang memicu banjir dan tanah longsor di Filipina tersebut.

    Data resmi otoritas Manila, seperti dilansir Anadolu Agency, Jumat (7/11/2025), menyebutkan bahwa sedikitnya 114 orang dikonfirmasi tewas dan 127 orang lainnya dinyatakan hilang setelah topan Kalmaegi, atau yang memiliki nama lokal topan Tino, menerjang wilayah Filipina pekan ini.

    Keputusan menetapkan keadaan darurat itu, menurut kantor kepresidenan Filipina, diambil Marcos Jr dalam sebuah pengarahan di Dewan Nasional Pengurangan Risiko dan Penanggulangan Bencana.

    Marcos Jr mengatakan bahwa penetapan tersebut akan mempercepat upaya penyelamatan, bantuan, dan rehabilitasi, memungkinkan akses yang lebih cepat terhadap dana darurat dan proses pengadaan yang lebih efisien.

    “Mengingat luasnya, katakanlah, wilayah yang bermasalah yang telah dilanda (topan) Tino (sebutan lokal untuk topan Kalmaegi-red) dan akan dilanda (topan) Uwan, ada usulan dari (dewan), yang telah saya setujui, bahwa kita akan menetapkannya sebagai bencana nasional,” ucap Marcos Jr dalam pengumumannya.

    Dia menambahkan bahwa sebanyak 10 wilayah hingga 12 wilayah diperkirakan akan terdampak topan tersebut, saat Filipina bersiap menghadapi topan Uwan.

    Juru bicara Kantor Pertahanan Sipil, Diego Mariano, secara terpisah, seperti dilansir Inquirer, melaporkan bahwa sebanyak 82 orang mengalami luka-luka di Visayas Tengah, wilayah yang terdampak paling parah.

    Topan Kalmaegi yang menerjang dengan dahsyat, telah membuat atap-atap rumah terkoyak dan menumbangkan pepohonan serta tiang listrik, serta menyebabkan banjir besar.

    Topan tersebut meninggalkan wilayah Filipina pada Kamis (6/11) pagi, namun menurut badan meteorologi Filipina, masih membawa hujan di beberapa wilayah Luzon dan Mindanao.

    Lebih dari 500.000 orang terpaksa mengungsi dari rumah-rumah mereka, dengan lebih dari 1.4 juta orang lainnya terkena dampak topan di wilayah Visayas Tengah, termasuk sebagian Provinsi Cebu.

    Banjir besar dan tanah longsor, menurut otoritas Filipina, juga memutus akses jalanan di daerah-daerah terpencil, dengan beberapa kota dilanda pemadaman listrik.

    Topan Kalmaegi menghantam dua daratan sekaligus di wilayah Visayas pada Selasa (4/11) pagi, pertama di area Leyte Selatan dan kemudian di Cebu. Topan ini diperkirakan menguat kembali di Laut China Selatan sebelum bergerak menuju ke Vietnam.

    Lihat juga Video: Korban Tewas Akibat Topan Kalmaegi di Filipina Jadi 40 Orang

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/ita)