Category: Detik.com Internasional

  • Horor Rusuh Penjara Ekuador Tewaskan 31 Orang, Banyak yang Dicekik

    Horor Rusuh Penjara Ekuador Tewaskan 31 Orang, Banyak yang Dicekik

    Jakarta

    Setidaknya 31 orang tewas dalam kerusuhan di sebuah penjara di Ekuador. Otoritas setempat mengatakan bahwa dari jumlah itu, setidaknya 27 narapidana ditemukan tewas akibat sesak napas setelah diduga saling mencekik di antara mereka.

    Dilansir kantor berita AFP, Senin (10/11/2025), dalam sebuah pernyataan, otoritas penjara mengatakan bahwa 27 orang yang ditemukan tewas pada Minggu (9/11) sore di penjara Machala di provinsi El Oro telah saling mencekik, hingga mengalami sesak napas.

    Otoritas mengatakan mereka masih berupaya untuk “mengklarifikasi fakta sepenuhnya.” Para petugas medis forensik berada di lokasi untuk memverifikasi informasi.

    Hari yang mematikan di penjara Machala tersebut menandai gelombang kerusuhan terbaru di penjara di negara Amerika Selatan tersebut.

    Penjara-penjara Ekuador telah menjadi pusat operasional bagi geng-geng pengedar narkoba yang bersaing. Lebih dari 500 narapidana tewas dalam bentrokan antar kelompok yang bersaing untuk mengendalikan perdagangan yang menguntungkan, tapi ilegal ini.

    Kerusuhan pada hari Minggu (9/11) bermula sekitar pukul 03.00 waktu setempat di penjara di kota Machala, sebuah kota di barat daya Ekuador. Penduduk setempat melaporkan mendengar suara tembakan, ledakan, dan teriakan minta tolong dari dalam kompleks penjara. Otoritas penjara Ekuador, SNAI, awalnya melaporkan empat orang tewas dalam bentrokan itu, sementara 33 narapidana dan seorang polisi mengalami luka-luka.

    Tim polisi elite segera dikerahkan dan berhasil mengendalikan situasi setelah beberapa jam.

    Kekerasan tersebut diyakini terkait dengan rencana pemindahan beberapa narapidana ke penjara baru dengan keamanan maksimum di provinsi lain. Penjara tersebut dibangun oleh pemerintahan Presiden Daniel Noboa dan akan diresmikan bulan ini.

    Sebelumnya, pada akhir September lalu, konfrontasi bersenjata lainnya di penjara Machala menewaskan 13 narapidana dan seorang petugas penjara.

    Lihat juga Video Ricuh Bentrokan Geng di Penjara Ekuador, 14 Orang Tewas

    Halaman 2 dari 2

    (ita/ita)

  • Presiden Suriah Akan Bertemu Trump di Gedung Putih, Bahas Apa?

    Presiden Suriah Akan Bertemu Trump di Gedung Putih, Bahas Apa?

    Washington DC

    Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa akan melakukan pertemuan yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Gedung Putih pada Senin (10/11) waktu setempat. Pertemuan ini dilakukan setelah Washington menghapus nama Al-Sharaa dari daftar sanksi AS.

    Al-Sharaa, yang memimpin pasukan oposisi Suriah dalam menggulingkan penguasa lama Bashar al-Assad akhir tahun lalu, seperti dilansir AFP dan Al Arabiya, Senin (10/11/2025), akan menjadi pemimpin Suriah pertama yang mengunjungi Gedung Putih sejak negara itu merdeka tahun 1946 silam.

    Direktur program AS pada International Crisis Group, Michael Hanna, menyebut kunjungan Al-Sharaa ke Gedung Putih sebagai “momen yang sangat simbolis bagi pemimpin baru negara tersebut”.

    Al-Sharaa telah bertemu Trump untuk pertama kalinya di Arab Saudi ketika sang Presiden AS itu melakukan kunjungan regional pada Mei lalu.

    Setelah tiba di Washington DC pada Sabtu (8/11) waktu setempat, Al-Sharaa selama akhir pekan melakukan pertemuan dengan Kepala IMF Kristalina Georgieva membahas kemungkinan bantuan untuk Suriah yang belasan tahun dilanda perang. Dia juga bertemu dengan perwakilan berbagai organisasi Suriah di AS.

    Utusan AS untuk Suriah, Tom Barrack, mengatakan pada awal bulan ini bahwa Al-Sharaa mungkin akan menandatangani perjanjian pada Senin (10/11) untuk bergabung dengan aliansi internasional yang dipimpin AS dalam melawan kelompok radikal Islamic State (ISIS).

    AS berencana mendirikan pangkalan militer di dekat ibu kota Damaskus, yang menurut seorang sumber diplomatik di Suriah, bertujuan “untuk mengkoordinasikan bantuan kemanusiaan dan memantau perkembangan antara Suriah dan Israel”.

    Sementara itu, keputusan Departemen Luar Negeri AS pada Jumat (7/11) untuk menghapus nama Al-Sharaa dari daftar hitam sanksi AS sudah diperkirakan secara luas. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Tommy Pigott, menyebut pemerintah Al-Sharaa telah memenuhi tuntutan AS untuk berupaya menemukan warga Amerika yang hilang dan memusnahkan senjata kimia yang tersisa.

    Kunjungan Al-Sharaa ke Washington DC ini dilakukan setelah pada September lalu, dia mengunjungi markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York. Itu menjadi kunjungan pertamanya ke AS, di mana dia juga menjadi Presiden Suriah pertama dalam beberapa dekade terakhir yang berpidato di hadapan Majelis Umum PBB.

    Pekan lalu, Washington memimpin digelarnya voting oleh Dewan Keamanan PBB untuk mencabut sanksi-sanksi PBB terhadapnya.

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/ita)

  • PM Jepang Akan Potong Gajinya dan Para Menteri

    PM Jepang Akan Potong Gajinya dan Para Menteri

    Tokyo

    Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi berencana merevisi undang-undang remunerasi pegawai negeri untuk memotong gaji para anggota kabinet, termasuk dirinya sendiri.

    Rencana tersebut, seperti dilansir Japan Times, Senin (10/11/2025), diumumkan dalam sidang luar biasa parlemen Jepang.

    Pemerintah akan menggelar rapat menteri terkait paling cepat pada Selasa (11/11) besok untuk mengonfirmasi penangguhan gaji tambahan bagi Perdana Menteri Jepang dan para menteri anggota kabinetnya. Gaji tambahan itu dibayarkan di luar gaji mereka sebagai anggota parlemen.

    Dengan rencana tersebut, PM Takaichi tampaknya ingin menunjukkan komitmennya terhadap reformasi dengan mewujudkan seruan sejak lama untuk memotong gaji para menteri.

    Partai Inovasi Jepang atau Nippon Ishin no Kai, yang merupakan mitra koalisi terbaru untuk Partai Demokrat Liberal yang menaungi PM Takaichi, juga menyerukan reformasi untuk mengurangi hak istimewa para anggota parlemen.

    “Saya akan mengupayakan revisi undang-undang agar (para anggota kabinet) tidak menerima gaji yang melebihi gaji anggota parlemen,” tegas PM Takaichi saat berbicara dalam konferensi pers pelantikannya pada Oktober lalu.

    Pemerintah Jepang disebut sedang mempertimbangkan untuk menyatakan dalam undang-undang bahwa gaji tambahan untuk Perdana Menteri dan para menteri kabinet tidak akan diberikan “untuk sementara waktu”.

    Saat ini, menurut Kepala Sekretaris Kabinet Minoru Kihara, anggota parlemen Jepang menerima gaji bulanan sebesar 1,294 juta Yen (Rp 140 juta). Selain itu, seorang PM Jepang menerima gaji tambahan sebesar 1,152 juta (Rp 124,6 juta) dan para menteri kabinet menerima gaji tambahan sebesar 489.000 Yen (Rp 52,9 juta).

    Namun, sebagai bagian dari reformasi administrasi dan fiskal, PM Jepang akan mengembalikan 30 persen dari gaji bulanannya, dan para menteri kabinet mengalami pemotongan gaji sebesar 20 persen. Hal ini secara efektif mengurangi gaji tambahan sebesar 390.000 Yen (Rp 42,2 juta) untuk PM Jepang dan sebesar 110.000 Yen (Rp 11,9 juta) untuk menteri kabinet.

    Pujian dilontarkan terhadap rencana PM Takaichi memotong gaji dirinya dan para menteri kabinet tersebut. Salah satu pemimpin Partai Inovasi Jepang, Fumitake Fujita, menyebutnya sebagai langkah “luar biasa”.

    “Ini mencerminkan kesediaan Perdana Menteri untuk melakukan reformasi yang sulit jika Nippon Ishin juga melakukannya,” ujar seorang pejabat senior pemerintah Jepang.

    Namun di sisi lain, beberapa pihak mempertanyakan gagasan pemotongan gaji itu saat pemerintah berupaya meningkatkan pendapatan rakyat. Pemimpin Partai Demokrat untuk Rakyat, Yuichiro Tamaki, mengkritik rencana itu sebagai “simbol pola pikir deflasi”.

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/ita)

  • Tiba di Israel, Menantu Trump Bertemu Netanyahu untuk Bahas Gaza

    Tiba di Israel, Menantu Trump Bertemu Netanyahu untuk Bahas Gaza

    Jakarta

    Menantu Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Jared Kushner, tiba di Israel pada Minggu (9/11) waktu setempat untuk bertemu dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Keduanya akan membahas mengenai implementasi rencana AS untuk mengakhiri perang Gaza, ungkap seorang sumber yang mengetahui masalah tersebut.

    Dilansir kantor berita Reuters dan Al Arabiya, Senin (10/11/2025), Kushner diperkirakan akan bertemu dengan Netanyahu pada hari Senin (10/11) waktu setempat. Demikian diungkapkan sumber tersebut, yang berbicara dengan syarat anonim karena pertemuan tersebut belum diumumkan secara resmi.

    Sebelumnya, Trump mengumumkan rencana 20 poin pada bulan September untuk mengakhiri perang dua tahun di Gaza, dimulai dengan gencatan senjata yang mulai berlaku pada 10 Oktober dan penyerahan sandera yang ditahan oleh Hamas di Gaza.

    Kelompok militan tersebut telah membebaskan 20 sandera yang masih hidup dan menyerahkan jenazah 24 sandera dari Gaza sejak 10 Oktober.

    Tahap selanjutnya dari gencatan senjata ini direncanakan akan ditandai dengan pembentukan pasukan multinasional, yang secara bertahap akan mengambil alih keamanan di Gaza dari militer Israel.

    Seorang juru bicara pemerintah Israel mengatakan sebelumnya pada hari Minggu (9/11) bahwa “tidak akan ada pasukan Turki di darat” di Gaza sebagai bagian dari pasukan multinasional tersebut.

    Bulan lalu, Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance mengatakan bahwa Ankara akan memainkan “peran konstruktif”, tetapi Washington tidak akan memaksakan apa pun kepada Israel terkait pasukan asing “di wilayah mereka”.

    (ita/ita)

  • Tak Akan Menyerah ke Israel!

    Tak Akan Menyerah ke Israel!

    Gaza City

    Kelompok Hamas menegaskan para petempurnya yang bersembunyi di Rafah, Jalur Gaza bagian selatan, tidak akan menyerah kepada Israel. Wilayah Rafah saat ini dikuasai oleh pasukan militer Israel.

    Penegasan itu disampaikan saat para mediator sedang berupaya menemukan solusi atas krisis yang mengancam gencatan senjata rapuh, yang telah berlangsung sebulan terakhir.

    Sayap bersenjata Hamas, Brigade Ezzedine al-Qassam, seperti dilansir Reuters dan Al Arabiya, Senin (10/11/2025), menyatakan Israel bertanggung jawab atas pertempuran dengan petempur mereka, yang mereka klaim sedang membela diri mereka.

    “Musuh harus mengetahui bahwa konsep menyerah dan menyerahkan diri tidak ada dalam kamus Brigade al-Qassam,” tegas Hamas dalam pernyataannya pada Minggu (9/11) waktu setempat.

    Sejumlah sumber, yang memahami upaya mediasi yang berlangsung, mengungkapkan kepada Reuters pada Kamis (6/11) bahwa para petempur Hamas dapat menyerahkan senjata mereka, dengan imbalan akses ke area-area lainnya di Jalur Gaza, berdasarkan proposal yang bertujuan menyelesaikan kebuntuan tersebut.

    Diungkapkan seorang pejabat keamanan Kairo bahwa mediator Mesir telah mengusulkan agar, sebagai imbalan atas akses yang aman, para petempur Hamas yang berada di Rafah, yang dikuasai pasukan Israel, menyerahkan senjata mereka kepada Mesir, dan memberikan detail terowongan bawah tanah di area itu agar dapat dihancurkan.

    Utusan khusus Amerika Serikat (AS) Steve Witkoff mengatakan secara terpisah bahwa proposal yang diusulkan untuk sekitar 200 petempur Hamas akan menjadi ujian bagi proses yang lebih luas untuk melucuti persenjataan Hamas di seluruh wilayah Jalur Gaza.

    Brigade Ezzedine al-Qassam tidak berkomentar langsung terhadap perundingan yang sedang berlangsung membahas para petempur mereka di Rafah. Namun kelompok ini menyiratkan bahwa krisis tersebut dapat mempengaruhi gencatan senjata Gaza.

    “Kami menempatkan para mediator di atas tanggung jawab mereka, dan mereka harus menemukan solusi untuk memastikan kelanjutan gencatan senjata dan mencegah musuh menggunakan dalih yang lemah untuk melanggarnya, dan mengeksploitasi situasi untuk menargetkan warga sipil tidak bersalah di Gaza,” sebut Hamas dalam pernyataannya.

    Sejak gencatan senjata Gaza yang dimediasi AS berlaku pada 10 Oktober lalu, area Rafah menjadi lokasi setidaknya dua serangan terhadap pasukan Israel. Militer Tel Aviv menuduh Hamas sebagai dalang di balik serangan-serangan itu.

    Tuduhan tersebut telah dibantah keras oleh Hamas, yang menegaskan mereka berkomitmen terhadap kesepakatan gencatan senjata.

    Sedikitnya tiga tentara Israel tewas akibat serangan di Rafah sejak gencatan senjata berlangsung. Serangan itu memicu balasan Israel yang menggempur area tersebut hingga menewaskan puluhan warga Palestina.

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/ita)

  • Hal Ini Bikin Trump Ogah Hadir di KTT G20

    Hal Ini Bikin Trump Ogah Hadir di KTT G20

    Jakarta

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan tidak ada pejabat pemerintah AS yang akan menghadiri KTT G20 di Afrika Selatan akhir bulan ini. Apa alasannya?

    Dilansir Reuters, Minggu (9/11), Trump menegaskan gelaran KTT G20 di Afrika Selatan merupakan hal yang memalukan. Kementerian Luar Negeri Afrika Selatan menyesali pernyataan Trump itu.

    “Sungguh memalukan bahwa G20 akan diadakan di Afrika Selatan,” kata Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social.

    Trump lantas menjelaskan alasannya menyebut KTT G20 yang digelar di Afsel sebagai hal yang memalukan. Dia menyinggung warga Afrikaner.

    “Warga Afrikaner (orang-orang keturunan pemukim Belanda, serta imigran Prancis dan Jerman) dibunuh dan dibantai, dan tanah serta pertanian mereka disita secara ilegal. Tidak ada pejabat pemerintah AS yang akan hadir selama pelanggaran hak asasi manusia ini terus berlanjut. Saya berharap dapat menjadi tuan rumah G20 2026 di Miami, Florida!” tegas Trump.

    Wakil Presiden AS JD Vance, yang awalnya dijadwalkan menghadiri pertemuan KTT G20 di Johannesburg pada 22-23 November, juga dipastikan tidak akan hadir. Trump telah mempermasalahkan kebijakan dalam dan luar negeri Afrika Selatan mulai dari kebijakan pertanahannya hingga gugatan Afsel terhadap Israel atas genosida di Gaza.

    Bulan lalu, Trump telah menetapkan batas terendah yang pernah tercatat untuk penerimaan pengungsi AS dan mengatakan orang-orang yang diterima sebagian besar akan berfokus pada warga Afrikaner kulit putih. Kementerian Luar Negeri Afrika Selatan mengatakan telah memperhatikan unggahan Trump ‘yang patut disesali’ tersebut dan menegaskan penolakan Pretoria yang sering dinyatakan atas tuduhan bahwa warga Afrikaner mengalami penindasan.

    “Klaim bahwa komunitas ini menghadapi penganiayaan tidak didukung oleh fakta,” kata kementerian tersebut, seraya menambahkan bahwa masa lalu Afrika Selatan yang diwarnai ketimpangan rasial memberinya pengalaman untuk membantu dunia mengatasi perpecahan melalui platform G20.

    “Bangsa kita berada di posisi unik untuk memperjuangkan masa depan solidaritas sejati di dalam G20,” katanya.

    Mereka berharap dapat menyelenggarakan pertemuan puncak yang sukses. Awal tahun ini, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga memboikot pertemuan para menteri luar negeri G20 di Afrika Selatan, yang memegang jabatan presiden G20 dari Desember 2024 hingga November 2025. Amerika Serikat akan mengambil alih jabatan presiden G20 dari Afrika Selatan.

    Halaman 2 dari 2

    (maa/rfs)

  • Kapal Imigran Ilegal Asal Myanmar Tenggelam di Malaysia Tewaskan 7 0rang

    Kapal Imigran Ilegal Asal Myanmar Tenggelam di Malaysia Tewaskan 7 0rang

    Jakarta

    Pihak badan maritim Malaysia menemukan setidaknya tujuh jenazah setelah sebuah kapal yang membawa migran terbalik di dekat perbatasan Thailand. Kapal yang membawa imigran gelap tersebut disebut berasal dari Myanmar.

    Dilansir AFP, Senin (10/11/2025), para pejabat yakin kapal tersebut membawa migran tanpa dokumen yang berangkat dari Myanmar, bagian dari kelompok yang terdiri dari setidaknya 300 orang yang telah terbagi di beberapa kapal.

    Kapal yang terbalik di dekat Pulau Tarutao, Thailand, dan tepat di utara resor pulau Langkawi, Malaysia, membawa sekitar 90 orang, kata kepala polisi negara bagian Kedah, Adzli Abu Shah, kepada media Malaysia.

    Romli Mustafa, direktur Badan Penegakan Maritim Malaysia di negara bagian utara Kedah dan Perlis, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tiga orang yang selamat ditemukan pada Minggu (9/11), di perairan sekitar Langkawi serta enam jenazah, sehingga jumlah korban tewas menjadi tujuh. Setidaknya 13 orang telah diselamatkan dalam keadaan hidup.

    Romli mengatakan jenazah yang ditemukan pada Minggu (9/11) adalah seorang gadis dan lima perempuan, tanpa mengungkapkan kewarganegaraan atau etnis mereka. Jenazah yang ditemukan pada hari Sabtu (8/11) diyakini seorang perempuan dari minoritas Rohingya yang teraniaya di Myanmar, ujar Adzli kepada kantor berita nasional Bernama.

    Upaya pencarian dan penyelamatan berakhir hari itu dan akan dilanjutkan pada Senin (10/11), tambah Romli, seraya menambahkan bahwa ada kemungkinan lebih banyak korban selamat atau korban dapat ditemukan di laut. Kapal itu kemungkinan tenggelam tiga hari yang lalu, menurut kepala polisi negara bagian.

    Dua kapal lain, yang diyakini membawa sebagian dari 300 migran yang telah berangkat dari Myanmar, juga dilaporkan hilang, kata Adzli seperti dikutip oleh situs berita Free Malaysia Today.

    Ia mengatakan penyelidikan awal menunjukkan bahwa kelompok itu menaiki kapal besar yang membawa mereka ke perairan dekat Malaysia. “Saat mereka mendekati perbatasan, mereka diperintahkan untuk pindah ke tiga kapal yang lebih kecil, masing-masing membawa sekitar 100 orang,” ujarnya kepada Bernama.

    “Kami telah meminta Badan Penegakan Maritim Malaysia dan Kepolisian Perairan untuk melancarkan operasi pencarian dan penyelamatan serta mencari kapal-kapal lain yang hilang,” kata Adzli, dikutip New Straits Times.

    Kepolisian Malaysia tidak menanggapi permintaan komentar dari AFP. Malaysia yang relatif makmur merupakan rumah bagi jutaan migran dari kawasan Asia yang lebih miskin, banyak di antaranya tidak berdokumen, yang bekerja di berbagai industri termasuk konstruksi dan pertanian.

    Namun, penyeberangan yang difasilitasi oleh sindikat perdagangan manusia seringkali berbahaya, yang menyebabkan kapal-kapal terbalik. “Sindikat lintas batas kini semakin aktif mengeksploitasi migran dengan menjadikan mereka korban perdagangan manusia melalui jalur laut berisiko tinggi,” kata Romli.

    Sindikat-sindikat tersebut mengenakan biaya hingga $3.500 per orang untuk masuk ke negara tersebut, menurut media Malaysia. Dalam salah satu bulan terburuk, pada Desember 2021, lebih dari 20 migran tenggelam dalam beberapa insiden di lepas pantai Malaysia.

    Lihat juga Video ‘Daftar Lengkap 12 Negara yang Warganya Dilarang Masuk AS Oleh Trump’:

    Halaman 2 dari 2

    (rfs/rfs)

  • Salah Alamat Berujung Penembakan Maut di Amerika Serikat

    Salah Alamat Berujung Penembakan Maut di Amerika Serikat

    Indianapolis

    Nasib naas menimpa seorang petugas kebersihan rumah di Indianapolis, Amerika Serikat (AS). Dia tewas ditembak gegara tidak sengaja muncul di alamat yang salah.

    Dirangkum dari BBC, Minggu (9/11/2025), petugas kebersihan tersebut bernama Maria Florinda Rios Perez (32). Ia ditemukan tewas dalam pelukan suaminya di teras depan sebuah rumah.

    Ia tewas pada Rabu (5/11) lalu sesaat sebelum pukul 07.00 waktu setempat.

    Pihak berwenang telah menanggapi laporan tentang kemungkinan penyerbuan rumah di Whitestown, pinggiran kota Indianapolis. Polisi menyebut korban dan suaminya tampaknya muncul bukan untuk memasuki rumah tersebut.

    Mereka telah secara resmi menyerahkan kasus tersebut ke Kejaksaan Wilayah Boone untuk ditinjau guna menentukan apakah akan diajukan tuntutan pidana. Polisi belum mengidentifikasi orang-orang di rumah tersebut atau siapa yang melepaskan tembakan.

    Polisi mengatakan kasus tersebut ‘kompleks, sensitif, dan terus berkembang, dan tidak pantas serta berpotensi berbahaya untuk mengungkapkan informasi tersebut’. Mereka mengimbau kesabaran dan memperingatkan tentang ‘penyebaran misinformasi daring yang mengkhawatirkan’ tentang kasus ini.

    Suami korban, Mauricio Velazquez mengatakan kepada CBS News bahwa dia menginginkan keadilan bagi istrinya. Laporan berita menyebutkan istrinya adalah seorang ibu dari empat anak dan berasal dari Guatemala. Dalam wawancara dengan afiliasi CBS, WTTV, Velazquez mengatakan peluru menembus pintu rumah.

    “Seharusnya mereka menelepon polisi dulu, alih-alih menembak tiba-tiba seperti itu,” katanya melalui seorang penerjemah.

    Jaksa Wilayah Boone, Kent Eastwood, mengatakan kepada The Indianapolis Star bahwa kasus ini rumit karena hukum ‘stand-your-ground’ negara bagian tersebut. Hukum stand-your-ground berlaku di banyak negara bagian AS dan sebagian besar mengizinkan seseorang untuk melindungi diri mereka sendiri dengan menggunakan kekuatan yang wajar, termasuk kekuatan mematikan, untuk mencegah kematian atau cedera tubuh yang parah.

    Insiden serupa telah menjadi berita utama di seluruh AS dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2023, Ralph Yarl yang saat itu berusia 16 tahun ditembak dua kali setelah membunyikan bel pintu rumah yang salah di Missouri. Andrew Lester, yang berusia 80-an, mengaku bersalah dan meninggal dunia saat menunggu vonis.

    Di New York, Kaylin Gillis yang berusia 20 tahun meninggal dunia setelah ditembak saat memasuki jalan masuk rumah yang salah. Pemilik rumah yang menembaknya kini menjalani hukuman 25 tahun penjara.

    Halaman 2 dari 2

    (maa/rfs)

  • Kunjungan Bersejarah Presiden Suriah Usai Dihapus dari Daftar Hitam AS

    Kunjungan Bersejarah Presiden Suriah Usai Dihapus dari Daftar Hitam AS

    Washington DC

    Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa akan melakukan kunjungan bersejarah dengan bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih. Kunjungan dilakukan Sharaa sehari setelah AS menghapusnya dari daftar hitam terorisme.

    Dilansir AFP, Minggu (9/11/2025), Sharaa, yang pasukan pemberontaknya menggulingkan penguasa lama Bashar al-Assad akhir tahun lalu, dijadwalkan bertemu dengan Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih pada Senin (10/11) waktu setempat.

    Kunjungan ini merupakan yang pertama kali dilakukan presiden Suriah ke AS sejak negara itu merdeka pada tahun 1946. Pemimpin sementara Suriah itu sebenarnya telah bertemu Trump di Riyadh, Arab Saudi, pada Mei lalu.

    Utusan AS untuk Suriah, Tom Barrack, mengatakan Sharaa ‘diharapkan’ akan menandatangani perjanjian untuk bergabung dengan aliansi internasional pimpinan AS melawan ISIS. AS juga berencana membangun pangkalan militer di dekat Damaskus ‘untuk mengoordinasikan bantuan kemanusiaan dan memantau perkembangan antara Suriah dan Israel’.

    Keputusan Departemen Luar Negeri AS pada Jumat (7/11) untuk menghapus Sharaa dari daftar hitam sudah diperkirakan secara luas. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Tommy Pigott, mengatakan pemerintahan Sharaa telah memenuhi tuntutan AS, termasuk berupaya menemukan warga AS yang hilang dan memusnahkan senjata kimia yang tersisa.

    “Tindakan ini diambil sebagai pengakuan atas kemajuan yang ditunjukkan oleh kepemimpinan Suriah setelah kepergian Bashar al-Assad dan lebih dari 50 tahun penindasan di bawah rezim Assad,” kata Pigott.

    Juru bicara tersebut menambahkan penghapusan daftar hitam oleh AS akan mendorong ‘keamanan dan stabilitas regional serta proses politik yang inklusif, dipimpin dan dimiliki oleh Suriah’. Kunjungan Sharaa ke Washington dilakukan setelah kunjungan bersejarahnya ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada September lalu.

    Kunjungan itu merupakan kunjungan pertamanya ke tanah AS. Sharaa juga presiden Suriah pertama dalam beberapa dekade yang berpidato di hadapan Majelis Umum PBB di New York.

    Pada Kamis (6/11), Washington memimpin pemungutan suara oleh Dewan Keamanan untuk mencabut sanksi PBB terhadapnya. Kelompok Sharaa, Hayat Tahrir al-Sham (HTS) yang dulunya berafiliasi dengan Al-Qaeda juga telah dihapus dari daftar kelompok teroris oleh Washington pada bulan Juli.

    Sejak berkuasa, para pemimpin baru Suriah berupaya melepaskan diri dari masa lalu mereka yang penuh kekerasan. Mereka berupaya menampilkan citra moderat yang lebih dapat ditoleransi oleh rakyat Suriah dan kekuatan asing.

    “Kunjungan ke Gedung Putih merupakan bukti lebih lanjut atas komitmen AS terhadap Suriah yang baru dan momen yang sangat simbolis bagi pemimpin baru negara tersebut, yang dengan demikian menandai langkah selanjutnya dalam transformasinya yang menakjubkan dari pemimpin militan menjadi negarawan global,” ujar Direktur Program AS International Crisis Group, Michael Hanna.

    Sharaa diprediksi akan mencari dana untuk pembangunan ulang Suriah setelah 13 tahun perang saudara yang brutal. Pada Oktober lalu, Bank Dunia menetapkan ‘perkiraan terbaik konservatif’ untuk biaya pembangunan kembali Suriah sebesar USD 216 miliar.

    Lihat juga Video ‘Ancaman Trump ke Nigeria: Setop Bantuan hingga Operasi Militer’:

    Halaman 2 dari 3

    (haf/rfs)

  • Filipina Dihantam Badai Efek Topan Super Fung-wong Mendekat, 1 Orang Tewas

    Filipina Dihantam Badai Efek Topan Super Fung-wong Mendekat, 1 Orang Tewas

    Manila

    Lebih dari satu juta orang telah dievakuasi dan setidaknya satu orang tewas akibat badai yang memicu banjir di Filipina. Badai itu merupakan efek dari semakin mendekatnya topan super Fung-wong.

    Dilansir AFP, Minggu (9/11/2025), topan super tersebut diperkirakan akan menghantam Provinsi Aurora antara pukul 20.00 dan 23.00 nanti. Dengan radius yang mencakup hampir seluruh Filipina, Fung-wong diperkirakan akan membawa angin dan hujan lebat ke sebagian besar wilayah negara kepulauan tersebut, yang pekan lalu baru saja dihantam Topan Kalmaegi yang menewaskan lebih dari 220 orang.

    Kini, salah satu provinsi yang dilanda badai di Filipina telah mencatat kematian pertama yang diketahui akibat topan Fung-wong. Tim penyelamat Juniel Tagarino di Kota Catbalogan mengatakan jenazah seorang perempuan berusia 64 tahun yang berusaha mengungsi telah ditarik dari bawah puing-puing dan pohon tumbang.

    “Tadi malam, anginnya sangat kencang dan hujannya deras. Menurut keluarganya, dia mungkin lupa sesuatu dan kembali ke dalam rumah,” kata Tagarino, seraya menambahkan bahwa kerabatnya hanya berjarak 50 meter ketika mereka menyadari dia hilang.

    Hujan ringan juga telah terjadi di Aurora, tempat mata badai diperkirakan akan mendarat. mengatakan warga setempat takut karena topan itu akan terjadi malam hari.

    “Yang benar-benar kami takutkan adalah pendaratan diperkirakan terjadi pada malam hari. Tidak seperti topan-topan sebelumnya, kita tidak akan dapat melihat dengan jelas pergerakan angin dan apa yang terjadi di sekitar kita,” kata warga bernama Aries Ora (34).

    Sekolah dan kantor pemerintah telah diperintahkan untuk ditutup pada Senin di seluruh pulau utama Luzon, termasuk ibu kota Manila, tempat hampir 300 penerbangan telah dibatalkan. Minggu pagi, Catanduanes, sebuah pulau kecil yang menurut badan meteorologi negara bagian dapat terkena ‘hantaman langsung’ sudah diterjang angin dan hujan dengan gelombang badai yang menghantam jalan-jalan dan banjir yang naik di beberapa daerah.

    “Saat kita berbicara, mereka merasakan dampak topan, terutama di Catanduanes, karena pusat badai berada paling dekat di sana,” kata wakil administrator pertahanan sipil Rafaelito Alejandro dalam sebuah jumpa pers.

    Video yang diverifikasi oleh AFP menunjukkan sebuah gereja di kota itu terendam banjir yang mencapai setengah jalan masuknya. Banjir juga dilaporkan di wilayah Bicol, Luzon selatan, menurut Alejandro, yang kemudian mengonfirmasi evakuasi preemptif hampir 1,2 juta orang telah dilakukan di seluruh negeri.

    Topan Fung-wong diperkirakan akan membawa setidaknya 200 milimeter hujan ke banyak wilayah di negara itu. Para ilmuwan memperingatkan badai menjadi lebih kuat karena perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia.

    Lautan yang lebih hangat memungkinkan topan menguat dengan cepat dan atmosfer yang lebih hangat menahan lebih banyak kelembapan, yang berarti curah hujan yang lebih deras. Pada Sabtu kemarin, warga Catanduanes telah bersiap menghadapi banjir bandang dengan penduduk mengikat rumah mereka dengan tali dan memasang pemberat di atap mereka.

    “Mereka memutuskan untuk mengikuti tradisi kami mengikat atap dengan tali besar dan menambatkannya di tanah, agar tidak tertiup angin,” kata petugas penyelamat provinsi Roberto Monterola kepada AFP.

    Lihat juga Video ‘Korban Tewas Akibat Topan Kalmaegi di Filipina Jadi 40 Orang’:

    Halaman 2 dari 2

    (haf/haf)