Category: Detik.com Internasional

  • Panas! Kamboja Bombardir Perbatasan, Tentara Thailand Luka

    Panas! Kamboja Bombardir Perbatasan, Tentara Thailand Luka

    Jakarta

    Kamboja dan Thailand kembali panas! Militer Thailand mengatakan pasukan Kamboja melanggar gencatan senjata yang telah berlangsung selama 10 hari, dengan membombardir provinsi perbatasan dengan mortir yang melukai seorang tentara.

    “Kamboja telah melanggar gencatan senjata pada Selasa pagi,” kata militer Thailand dalam sebuah pernyataan, menuduh pasukan Kamboja menembakkan mortir ke provinsi Ubon Ratchathani di Thailand.

    Seorang tentara Thailand terluka akibat pecahan peluru dan sedang dievakuasi untuk perawatan medis, imbuh militer Thailand, dilansir kantor berita AFP, Selasa (6/1/2026).

    Perselisihan yang telah berlangsung selama beberapa dekade antara negara-negara tetangga di Asia Tenggara ini, meletus menjadi bentrokan militer beberapa kali tahun lalu. Pertempuran pada bulan Desember lalu bahkan menewaskan puluhan orang dan menyebabkan sekitar satu juta orang mengungsi di kedua belah pihak.

    Kedua negara kemudian menyepakati gencatan senjata pada 27 Desember 2025, mengakhiri tiga minggu bentrokan.

    Juru bicara Kementerian Pertahanan Kamboja, Maly Socheata, menolak berkomentar tentang dugaan serangan pada hari Selasa (6/1) tersebut.

    Konflik berkepanjangan antara kedua negara berakar dari perselisihan mengenai demarkasi perbatasan sepanjang 800 kilometer (500 mil) peninggalan era kolonial, di mana kedua belah pihak mengklaim wilayah dan reruntuhan kuil berusia berabad-abad.

    Di bawah gencatan senjata Desember lalu, Kamboja dan Thailand berjanji untuk menghentikan serangan, membekukan pergerakan pasukan, dan bekerja sama dalam upaya pembersihan ranjau di sepanjang perbatasan mereka.

    Bangkok juga setuju untuk membebaskan 18 tentara Kamboja yang ditahan sejak Juli, ketika bentrokan perbatasan yang mematikan pada bulan itu menewaskan puluhan orang.

    Thailand membebaskan para tentara Kamboja tersebut pada 31 Desember. Kementerian luar negerinya mengatakan pembebasan mereka adalah “gambaran niat baik dan pembangunan kepercayaan”.

    Amerika Serikat, China dan Malaysia telah menengahi gencatan senjata untuk mengakhiri pertempuran antara Kamboja dan Thailand pada bulan Juli, tetapi gencatan senjata itu hanya berlangsung singkat.

    Halaman 2 dari 2

    (ita/ita)

  • Netanyahu Tak Akan Biarkan Iran Pulihkan Program Rudal-Nuklir

    Netanyahu Tak Akan Biarkan Iran Pulihkan Program Rudal-Nuklir

    Tel Aviv

    Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menegaskan tidak akan membiarkan musuh bebuyutannya, Iran, memulihkan program rudal balistik. Perang yang berkecamuk antara Israel dan Iran tahun lalu telah memicu kerusakan pada fasilitas nuklir dan militer negara Syiah tersebut.

    Penegasan Netanyahu itu, seperti dilansir AFP, Selasa (6/1/2026), disampaikan beberapa hari setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan ancaman serupa terhadap Teheran.

    “Kita tidak akan mengizinkan Iran untuk memulihkan industri rudal balistik, dan tentu saja, kami tidak akan mengizinkannya untuk memperbarui program nuklir yang telah kami rusak secara signifikan,” tegas Netanyahu saat berbicara kepada para anggota parlemen Israel pada Senin (5/1) waktu setempat.

    “Jika kita diserang, konsekuensinya bagi Iran akan sangat berat,” ujarnya.

    Ancaman Netanyahu tersebut disampaikan beberapa hari setelah Trump mengancam untuk “memusnahkan” program nuklir dan rudal balistik Iran, setelah kedua pemimpin melakukan pertemuan terbaru di Washington DC pekan lalu.

    Para pejabat Israel dan media-media lokal negara Yahudi itu telah menyatakan kekhawatiran dalam beberapa bulan terakhir, soal Iran sedang membangun kembali persenjataan rudal balistiknya yang mengalami kerusakan dalam perang selama 12 hari dengan Israel pada Juni tahun lalu.

    Trump, dalam pernyataannya, menyebut Iran “mungkin berperilaku buruk” dan sedang mempertimbangkan situs nuklir baru untuk menggantikan situs lama yang menjadi target serangan AS yang bergabung bersama Israel dalam perang tahun lalu.

    Trump juga menyebut Teheran sedang memulihkan persediaan rudalnya.

    “Saya berharap mereka tidak mencoba membangun kembali, karena jika mereka melakukannya, kita tidak akan memiliki pilihan selain segera memusnahkan pembangunan tersebut,” tegas Trump, sembari menambahkan bahwa respons AS “mungkin lebih dahsyat daripada sebelumnya”.

    Namun demikian, Trump juga mengatakan dirinya mempercayai Iran masih tertarik pada kesepakatan dengan AS tentang program nuklir dan rudalnya. Teheran telah membantah tuduhan yang menyebut pihaknya sedang mengupayakan senjata nuklir.

    Sementara itu, Netanyahu mengatakan bahwa unjuk rasa yang sedang marak di Iran, untuk memprotes kesulitan ekonomi, telah “meluas secara signifikan”. Dia juga menegaskan bahwa Israel berdiri dalam solidaritas dengan rakyat Iran selama unjuk rasa berlangsung.

    “Kami berdiri dalam solidaritas dengan perjuangan rakyat Iran dan dengan aspirasi mereka untuk kebebasan, kemerdekaan, dan keadilan,” ucapnya.

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/ita)

  • Korban Protes di Iran Bertambah, Trump Ultimatum Teheran

    Korban Protes di Iran Bertambah, Trump Ultimatum Teheran

    Jakarta

    Sedikitnya 16 orang dilaporkan tewas dalam gelombang protes yang berlangsung lebih dari sepekan di Iran, menurut laporan sejumlah kelompok hak asasi manusia yang dikutip Reuters. Human Rights Activists News Agency (HRANA) mencatat jumlah korban serupa sejak aksi demonstrasi dimulai, adapun kelompok hak asasi Hengaw melaporkan angka kematian akibat bentrokan mencapai 17 orang.

    Selain korban tewas, aparat keamanan juga dilaporkan menangkap lebih dari 580 orang dalam operasi penertiban yang dilakukan di berbagai wilayah negara tersebut.

    Gelombang protes ini bermula dari kemarahan publik terhadap tingginya inflasi, melemahnya nilai tukar mata uang rial, serta memburuknya kondisi ekonomi yang meluapkan daya beli masyarakat. Dalam perkembangannya, aksi unjuk rasa yang awalnya bersifat lokal kemudian meluas dan menyebar ke berbagai kota besar, termasuk ibu kota Teheran, sejumlah wilayah di Iran barat, serta provinsi Baluchistan Selatan.

    Aksi ini pada awalnya digerakkan oleh para pedagang di kawasan bazar, sektor yang selama ini dikenal sebagai salah satu penopang ekonomi tradisional Iran. Protes bermula ketika pemerintah memutuskan penutupan lembaga publik demi menghemat bahan bakar. Protes pedagang kemudian diikuti oleh mahasiswa, pekerja, dan kelompok masyarakat lainnya.

    Menurut data HRANA, demonstrasi telah terjadi di lebih dari 170 lokasi di 25 dari total 31 provinsi di Iran, menunjukkan luasnya penyebaran aksi protes tersebut.

    Para pengamat menilai skala geografis unjuk rasa ini mencerminkan tingkat ketidakpuasan publik yang meluas, meskipun intensitas dan jumlah massa di tiap daerah bervariasi. Gelombang protes kali ini disebut sebagai yang terbesar sejak 2022, ketika kematian Mahsa Amini, perempuan berusia 22 tahun yang meninggal dunia dalam tahanan polisi moral, memicu demonstrasi nasional selama berbulan-bulan.

    Meski demikian, para aktivis dan analis menilai bahwa aksi protes saat ini belum mencapai tingkat mobilisasi dan eskalasi seperti pada 2022. Namun, meluasnya demonstrasi ke berbagai provinsi serta meningkatnya jumlah korban jiwa dan penangkapan menandakan potensi ketegangan yang masih dapat berkembang, terutama di tengah kondisi ekonomi Iran yang terus memburuk dan ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat yang dinilai semakin terbatas.

    Khamenei angkat bicara untuk pertama kalinya soal protes di Iran

    “Kami berbicara dengan para demonstran, para pejabat juga harus berbicara dengan mereka,” kata Khamenei. “Namun tidak ada manfaatnya berbicara dengan para perusuh. Para perusuh harus diberi pelajaran.”

    Khamenei juga kembali menuding keterlibatan pihak asing tanpa bukti. “Sekelompok orang yang diprovokasi atau dibayar oleh musuh berada di belakang para pedagang dan pemilik toko, meneriakkan slogan-slogan melawan Islam, Iran, dan Republik Islam,” ujarnya.

    Pernyataan tersebut dipandang sebagai sinyal persetujuan bagi aparat keamanan, termasuk Garda Revolusi Iran dan kelompok paramiliter Basij, untuk menindak tegas aksi protes.

    Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian meminta pendekatan yang lebih persuasif. Ia menyerukan agar aparat menanggapi demonstran secara “ramah dan bertanggung jawab”, seraya menegaskan bahwa, “masyarakat tidak dapat diyakinkan atau ditenangkan dengan pendekatan yang memaksa.”

    Bentrokan dan korban jiwa terus bertambah

    Kekerasan terus dilaporkan di sejumlah daerah. Di kota Qom, pusat konservatif dan pendidikan Syiah, dua orang tewas, termasuk satu korban akibat ledakan granat rakitan yang menurut otoritas keamanan sedang dibawa untuk menyerang warga. Video yang beredar di media sosial memperlihatkan kebakaran di sejumlah ruas jalan.

    Di kota Harsin, Provinsi Kermanshah, seorang anggota Basij, sayap sukarelawan Garda Revolusi Iran, dilaporkan tewas akibat serangan senjata api dan pisau. Media pemerintah juga melaporkan insiden kekerasan di Kabupaten Malekshahi, Provinsi Ilam, meski tanpa rincian lengkap.

    Kelompok Hengaw dan Iran Human Rights menuduh aparat keamanan Iran menembaki para demonstran. Tuduhan tersebut dibantah media semiresmi Fars yang mengklaim, tanpa menyertakan bukti, bahwa sebagian demonstran membawa senjata api dan granat.

    Trump ancam Iran terkait protes

    Ketegangan semakin meningkat setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan Iran agar tidak menggunakan kekerasan terhadap para demonstran damai. Trump menegaskan bahwa jika Teheran “membunuh demonstran damai secara brutal”, maka Amerika Serikat “akan datang untuk menyelamatkan mereka”.

    Meski tidak merinci bentuk intervensi yang dimaksud, pernyataan tersebut langsung memicu reaksi keras dari Teheran. Sejumlah pejabat Iran menanggapi ancaman itu dengan peringatan balasan, termasuk ancaman untuk menargetkan pasukan AS yang berada di kawasan Timur Tengah.

    Di tengah meningkatnya ketegangan politik dan keamanan, Iran juga menyatakan telah menghentikan pengayaan uranium di seluruh fasilitas nuklirnya sebagai sinyal keterbukaan terhadap kemungkinan negosiasi dengan negara-negara Barat.

    Namun hingga kini, pembicaraan tersebut belum terwujud. Sebaliknya, Trump bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali memperingatkan Teheran agar tidak menghidupkan kembali program nuklirnya.

    Sementara itu, lembaga konsultan risiko politik Eurasia Group menilai bahwa gelombang protes yang terjadi di Iran tidak digerakkan oleh kekuatan oposisi yang terorganisir.

    “Iran tidak memiliki oposisi domestik yang terorganisir; para demonstran kemungkinan besar bergerak secara spontan,”

    meskipun demikian, kelompok tersebut menilai rezim Iran masih memiliki aparat keamanan yang besar dan solid, yang memungkinkan pemerintah menekan aksi protes tanpa kehilangan kendali atas negara.

    Editor: Rizki Nugraha

    (ita/ita)

  • Gempa Bumi M 6,2 Guncang Jepang, Tak Ada Peringatan Tsunami

    Gempa Bumi M 6,2 Guncang Jepang, Tak Ada Peringatan Tsunami

    Tokyo

    Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,2 mengguncang wilayah Jepang bagian barat pada Selasa (6/1) pagi waktu setempat. Tidak ada peringatan tsunami yang dirilis menyusul gempa kuat tersebut.

    Sejauh ini, seperti dilansir AFP, Selasa (6/1/2026), tidak ada laporan kerusakan besar akibat gempa bumi yang mengguncang area Prefektur Shimane pada Selasa (6/1) pagi, sekitar pukul 10.18 waktu setempat itu. Pusat gempa itu disebut berada di kedalaman dangkal.

    Survei Geologi Amerika Serikat (AS) atau USGS mencatat kekuatan gempa itu sedikit lebih rendah, yakni Magnitudo 5,8.

    Gempa tersebut mencapai level lima ke atas dalam skala guncangan Shindo yang berlaku di Jepang. Guncangan dirasakan keras di area kota Yasugi. Pada level tersebut, perabotan berat dapat jatuh dan para pengemudi bisa kesulitan mengendalikan kendaraan mereka.

    Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengatakan bahwa wilayah yang sama dihantam oleh rentetan gempa yang lebih kecil, dengan kekuatan mencapai Magnitudo 4,5, kemudian Magnitudo 5,1, lalu Magnitudo 3,8, dan Magnitudo 5,4. Namun tidak ada peringatan tsunami yang dirilis.

    Laporan televisi terkemuka Jepang, NHK, yang mengutip perusahaan utilitas Chugoku Electric, tidak situasi tidak wajar yang terdeteksi di pembangkit nuklir Shimane hingga pukul 10.45 pagi waktu setempat.

    Sebagian jaringan kereta api cepat Shinkansen, kata operator JR West, dihentikan operasinya karena pemadaman listrik. Namun belum jelas apakah hal ini terkait dengan gempa bumi.

    Militer Jepang, dalam pernyataannya, mengatakan pihaknya sedang melakukan penilaian kerusakan dari udara.

    Jepang terletak di atas empat lempeng tektonik utama di sepanjang tepi barat “Cincin Api” Pasifik, dan merupakan salah satu negara paling aktif secara seismik di dunia.

    Pulau-pulau di Jepang, yang dihuni sekitar 125 juta orang, mengalami sekitar 1.5000 guncangan setiap tahunnya. Sebagian besar guncangan tersebut ringan, meskipun kerusakan yang ditimbulkan bervariasi tergantung pada lokasi dan kedalamannya di bawah permukaan Bumi.

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/dhn)

  • Giliran Presiden Kolombia yang Dituding Trump Bandar Narkoba

    Giliran Presiden Kolombia yang Dituding Trump Bandar Narkoba

    Jakarta

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan tuduhan Presiden Kolombia Gustavo Petro sebagai pengedar narkoba. Meradang, Petro menolak keras tuduhan Trump.

    Tuduhan Trump dilontarkan usai pasukan AS menyerang Caracas, ibu kota Venezuela, pada Sabtu (3/1), membombardir target-target militer selama serangan mendadak untuk menggulingkan pemimpin Venezuela Nicolas Maduro dari kursi Presiden.

    Berbicara kepada wartawan di dalam pesawat kepresidenan Air Force One pada Minggu (4/1), Trump membuat ancaman serupa tentang tindakan militer terhadap Kolombia.

    Trump mengatakan bahwa negara Amerika Selatan itu “juga sangat sakit” dan “dijalankan oleh orang sakit yang suka membuat kokain dan menjualnya ke Amerika Serikat.”

    “Dia memiliki pabrik kokain dan tidak akan melakukannya lagi dalam waktu sangat lama,” tambah Trump, dilansir kantor berita AFP, Senin (5/1).

    Saat ditanya wartawan apakah intervensi militer serupa dengan Venezuela akan dilakukan terhadap Kolombia, pemimpin Partai Republik itu berkata: “Kedengarannya bagus bagi saya.”

    “Anda tahu mengapa, karena mereka membunuh banyak orang,” klaim Trump tanpa bukti.

    Petro Bantah Tuduhan Trump

    Presiden Kolombia Gustavo Petro menolak tuduhan Trump dengan mengatakan “namanya tidak muncul dalam catatan pengadilan.”

    “Berhenti memfitnah saya, Tuan Trump,” tulis Petro di platform media sosial X.

    Presiden Kolombia Gustavo Petro. (dok. AFP)

    “Bukan seperti itu cara Anda mengancam seorang presiden Amerika Latin yang muncul dari perjuangan bersenjata dan kemudian dari perjuangan rakyat Kolombia untuk perdamaian,” ujarnya.

    Petro telah mengkritik keras aksi militer pemerintahan Trump di Amerika Selatan dan menuduh Washington menculik Maduro “tanpa dasar hukum.”

    Dalam unggahan selanjutnya di X pada Minggu (4/1), Petro menambahkan, “teman tidak boleh mengebom.”

    Kementerian Luar Negeri Kolombia menyebut ancaman presiden AS itu sebagai “campur tangan yang tidak dapat diterima” dan menuntut “penghormatan.”

    Kolombia dan Amerika Serikat adalah sekutu militer dan ekonomi utama di kawasan itu, tetapi hubungan mereka telah tegang belakangan ini. Sejak awal masa jabatan kedua Trump, kedua pemimpin tersebut kerap berselisih mengenai isu-isu seperti tarif dan kebijakan migrasi.

    Tonton juga video “Usai Venezuela, Trump Kini Targetkan Kolombia, Kuba, dan Meksiko?”

    Halaman 2 dari 2

    (rfs/dek)

  • Jalani Sidang Dakwaan di New York, Maduro Bantah Tuduhan Narkoba-Senjata

    Jalani Sidang Dakwaan di New York, Maduro Bantah Tuduhan Narkoba-Senjata

    Jakarta

    Mantan Presiden Venezuela Nicolas Maduro menjalani sidang dakwaan di Pengadilan New York atas tuduhan perdagangan narkoba dan senjata. Dia mengaku tidak bersalah atas tuduhan tersebut.

    Dilansir AFP, Selasa (6/1/2025) sidang digelar Senin (5/1) waktu setempat. Maduro juga mengecam operasi militer AS yang mengakibatkan penangkapannya.

    “Saya tidak bersalah, saya tidak bersalah,” kata pria berusia 63 tahun itu kepada pengadilan.

    Maduro ditangkap di rumahnya di Caracas. Ia masih menganggap dirinya sebagai presiden Venezuela, menurut media AS di dalam ruang sidang.

    Diberitakan sebelumnya, Maduro digiring menuju ke pengadilan New York, Amerika Serikat (AS). Maduro dijadwalkan hadir untuk pertama kalinya di ruang sidang.

    Laporan AFP Maduro diborgol dan dikawal oleh sejumlah petugas penegak hukum bersenjata lengkap di dalam mobil lapis baja. Maduro diterbangkan melalui helikopter ke New York.

    Operasi Serangan AS ke Venezuela

    Maduro ditangkap pada Sabtu (3/1) dini hari. Penangkapan diawali dengan serangan oleh pasukan AS. AS menyebutkan Maduro sebagai pemimpin yang tidak sah. Setelah itu, Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dibawa ke AS.

    Trump telah mendesak Maduro untuk menyerahkan kekuasaan dan menuduhnya mendukung kartel narkoba. Trump menuduh Maduro dan kartel narkoba bertanggung jawab atas ribuan kematian warga AS yang terkait dengan penggunaan narkoba ilegal.

    Sejak September 2025, pasukan AS telah membunuh lebih dari 100 orang dalam setidaknya 30 serangan terhadap kapal-kapal yang diduga terlibat penyelundupan narkoba dari Venezuela di Karibia dan Pasifik. Para ahli hukum mengatakan aksi AS itu kemungkinan melanggar hukum AS dan internasional.

    (dek/dek)

  • Maduro Diborgol Saat Digiring ke Pengadilan AS untuk Hadapi Dakwaan Narkoba

    Maduro Diborgol Saat Digiring ke Pengadilan AS untuk Hadapi Dakwaan Narkoba

    Jakarta

    Mantan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, akan menghadapi dakwaan terkait tuduhan narkoba. Maduro digiring menuju ke pengadilan New York, Amerika Serikat (AS).

    Dilansir kantor berita AFP, Senin (5/1/2026), Maduro dijadwalkan hadir untuk pertama kalinya di ruang sidang. Laporan AFP menyebutkan Maduro tengah dalam perjalanan menuju gedung pengadilan di New York.

    Maduro diborgol dan dikawal oleh sejumlah petugas penegak hukum bersenjata lengkap di dalam mobil lapis baja. Maduro diterbangkan melalui helikopter ke New York.

    Operasi Serangan AS ke Venezuela

    Diketahui, serangan besar-besaran AS ke sejumlah titik di Venezuela diikuti penangkapan Nicolas Maduro merupakan puncak dari tekanan selama berbulan-bulan oleh pemerintahan Trump terhadap Venezuela. Operasi ini pun menuai kecaman dari beberapa pemimpin internasional.

    Maduro ditangkap pada Sabtu (3/1) dini hari. Penangkapan diawali dengan serangan oleh pasukan AS. AS menyebutkan Maduro sebagai pemimpin yang tidak sah. Setelah itu, Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dibawa ke AS.

    Trump telah mendesak Maduro untuk menyerahkan kekuasaan dan menuduhnya mendukung kartel narkoba. Trump menuduh Maduro dan kartel narkoba bertanggung jawab atas ribuan kematian warga AS yang terkait dengan penggunaan narkoba ilegal.

    (whn/jbr)

  • Presiden Kolombia Siap Angkat Senjata Hadapi Tuduhan Trump soal Narkoba

    Presiden Kolombia Siap Angkat Senjata Hadapi Tuduhan Trump soal Narkoba

    Jakarta

    Presiden Kolombia, Gustavo Petro, mengaku siap angkat senjata usai Presiden Amerika (AS) Donald Trump menuduhnya sebagai pengedar narkoba. Dia mengatakan siap mengangkat senjata untuk membela tanah airnya.

    Dilansir AFP, Senin (5/1/2026) dalam unggahan di akun X-nya, Petro, mantan gerilyawan yang selama berbulan-bulan menjadi sasaran penghinaan dan ancaman dari Trump, mengatakan “Saya bersumpah untuk tidak menyentuh senjata lagi… tetapi untuk tanah air, saya akan mengangkat senjata lagi.”

    Akhir pekan lalu, Trump mengingatkan Petro harus “hati-hati” dan menggambarkan pemimpin sayap kiri pertama Kolombia itu sebagai “orang sakit yang suka membuat kokain dan menjualnya ke Amerika Serikat.”

    Petro Tepis Tuduhan Trump

    Petro menolak tuduhan tersebut dengan mengatakan “namanya tidak muncul dalam catatan pengadilan.”

    “Berhenti memfitnah saya, Tuan Trump,” tulis Petro di platform media sosial X.

    “Bukan seperti itu cara Anda mengancam seorang presiden Amerika Latin yang muncul dari perjuangan bersenjata dan kemudian dari perjuangan rakyat Kolombia untuk perdamaian,” ujarnya.

    Dalam unggahan selanjutnya di X pada hari Minggu, Petro menambahkan, “teman tidak boleh mengebom.”

    Presiden Venezuela Ditangkap AS

    Sebelumnya, pasukan AS menyerang Caracas, ibu kota Venezuela pada dini hari Sabtu (3/1) waktu setempat lalu, membombardir target-target militer selama serangan mendadak untuk menggulingkan pemimpin Venezuela Nicolas Maduro dari kekuasaan.

    Berbicara kepada wartawan di dalam pesawat kepresidenan Air Force One pada hari Minggu (4/1) waktu setempat, Trump membuat ancaman serupa tentang tindakan militer terhadap Kolombia. Trump mengatakan bahwa negara Amerika Selatan itu “juga sangat sakit” dan “dijalankan oleh orang sakit yang suka membuat kokain dan menjualnya ke Amerika Serikat.”

    “Dia memiliki pabrik kokain dan tidak akan melakukannya lagi dalam waktu sangat lama,” tambah Trump, dilansir kantor berita AFP, Senin (5/1).

    Ketika ditanya apakah intervensi militer serupa dengan Venezuela akan dilakukan terhadap Kolombia, pemimpin Partai Republik itu berkata: “Kedengarannya bagus bagi saya.”

    “Anda tahu mengapa, karena mereka membunuh banyak orang,” klaim Trump tanpa bukti.

    Lihat juga Video: Usai Venezuela, Trump Kini Targetkan Kolombia, Kuba, dan Meksiko?

    (dek/jbr)

  • Satgas DPR Gelar Rapat Lanjutan di Aceh, Sinkronkan Data Pemulihan Pascabencana

    Satgas DPR Gelar Rapat Lanjutan di Aceh, Sinkronkan Data Pemulihan Pascabencana

    Jakarta

    Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Pascabencana DPR RI menggelar rapat koordinasi dan sinkronisasi lanjutan bersama 14 kementerian dan lembaga. Rapat tersebut membahas mekanisme pengumpulan, perumusan, serta pengolahan data dan laporan lapangan yang bersumber dari relawan, kementerian/lembaga, dan pemerintah daerah.

    Rapat digelar di Posko Pemulihan Pascabencana (Galapana), Aceh, Senin, (5/1/2026). Rapat dipimpin Anggota Komisi IV DPR RI, TA Khalid, dan dihadiri para Person in Charge (PIC) dari kementerian/lembaga yang telah ditunjuk untuk bertugas langsung di Aceh.

    TA Khalid mengatakan rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi yang digelar pada Selasa (30/12) di Banda Aceh. Rapat sebelumnya dipimpin Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bersama sejumlah anggota DPR RI dan kementerian/lembaga terkait dalam rangka penanganan dan pemulihan banjir, khususnya di Aceh.

    “Para PIC yang hadir hari ini akan menjadi penghubung utama antara kementerian/lembaga dengan Satgas DPR RI dalam menyusun dan melaksanakan langkah-langkah pemulihan pascabencana secara terpadu,” ujar TA Khalid dalam keterangannya.

    TA Khalid mengatakan data yang dikumpulkan dan diolah, akan menjadi dasar pengambilan keputusan dan percepatan tindak lanjut pemulihan. TA Khalid menegaskan Satgas Pemulihan Pascabencana DPR RI akan terus mengawal koordinasi lintas sektor, serta memastikan seluruh rekomendasi dan program pemulihan dapat segera direalisasikan bagi masyarakat terdampak.

    “Dengan mulai berkantornya 14 PIC kementerian/lembaga di Posko Galapana, diharapkan berbagai kendala di lapangan dapat segera teridentifikasi dan diselesaikan melalui koordinasi langsung,” jelasnya.

    (amw/dek)

  • KPK Sebut Kerugian Negara Rp 2,7 T di Kasus Konawe Utara Masih Hitungan Awal

    KPK Sebut Kerugian Negara Rp 2,7 T di Kasus Konawe Utara Masih Hitungan Awal

    Jakarta

    KPK mengatakan angka kerugian negara Rp 2,7 triliun dalam kasus izin tambang di Konawe Utara yang kini telah di SP3 masih hitungan kasar. Angka itu belum hitungan pasti.

    “Jadi ketika melakukan penyelidikan atau penyidikan itu penyelidik atau penyidik itu sudah menghitung secara estimasi gitu ya, menghitung secara kasar atau melakukan estimasi terkait dengan kalkulasi dugaan kerugian keuangan negara yang timbul dari suatu dugaan tindak pidana korupsi itu,” kata Jubir KPK Budi Prasetyo di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (5/1/2026).

    Pada saat itu, KPK berkoordinasi dengan pihak auditor untuk memastikan kerugian negara dalam kasus izin tambang di Konawe Utara. Namun karena BPK tak bisa melakukan hitungan kerugian negara, maka SP3 diterbitkan.

    “Itu prosesnya, untuk mendapatkan hasil akhirnya atau yang menjadi final nilai kerugian keuangan negara maka itu harus dilakukan hitung ulang kalkulasi oleh auditor negara secara firm. Dihitung lagi nanti kemudian keluar laporan hasil KN-nya,” ujarnya.

    “Masih hitungan awal karena kalau accounting forensik di KPK itu juga baru dibentuk sekitar tahun 2019,” tambahnya.

    Budi menjelaskan SP3 itu diterbitkan pada 17 Desember 2024 di era pimpinan Nawawi Pomolango. Budi menyebut SP3 itu keputusan bersama para pimpinan dan kedeputian KPK.

    Kasus Konawe Utara

    Pada 2017, KPK menetapkan mantan Bupati Konawe Utara, Aswad Sulaiman, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait izin pertambangan. Dia diduga memperkaya diri sendiri dan menyalahgunakan kewenangan sehingga menyebabkan kerugian keuangan negara.

    “Menetapkan ASW (Aswad Sulaiman) sebagai tersangka,” ucap Wakil Ketua KPK saat itu, Saut Situmorang, di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (3/10/2017).

    Saut menyebutkan dugaan korupsi itu terkait izin eksplorasi, izin usaha pertambangan, dan izin operasi produksi di Konawe Utara. Tindak pidana yang disangkakan pada Aswad diduga berlangsung pada 2007-2009.

    “Indikasi kerugian negara yang sekurang-kurangnya Rp 2,7 triliun yang berasal dari penjualan produksi nikel, yang diduga diperoleh dari proses perizinan yang melawan hukum,” kata Saut saat itu.

    KPK pun mengumumkan telah menerbitkan SP3 terkait kasus itu. Alasannya, karena terkendala perhitungan kerugian negara.

    Lihat juga Video Penampakan Uang Rp 79 Miliar Sitaan Korupsi PT Antam di Konawe Utara

    (ial/dek)