Category: Detik.com Internasional

  • Koalisi Negara Barat Bahas Jaminan Keamanan Ukraina di Paris

    Koalisi Negara Barat Bahas Jaminan Keamanan Ukraina di Paris

    Jakarta

    Pemimpin negara dan pejabat tinggi dari sekitar 35 negara yang tergabung dalam Coalition of the Willing menghadiri pertemuan di Paris. Koalisi ini dibentuk negara-negara Eropa demi memperkuat keamanan, tanpa melibatkan NATO menyusul perubahan kebijakan di Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump.

    Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Paris ini berlangsung hampir empat tahun setelah invasi Rusia pada Februari 2022 dan menjadi upaya terbaru untuk menyepakati jaminan keamanan bagi Kyiv jika tercapai gencatan senjata dalam perang Rusia-Ukraina.

    Namun, upaya diplomatik di Paris ini berlangsung di tengah dinamika terbaru di kalangan Eropa setelah penangkapan Pemimpin Venezuela Nicolas Maduro oleh pasukan Amerika Serikat. Maduro dikenal sebagai sekutu dekat Presiden Rusia Vladimir Putin, dan langkah Washington tersebut menambah elemen ketidakpastian dalam hubungan transatlantik, meski para pemimpin Eropa berupaya tidak secara terbuka mengecam operasi militer AS itu.

    Siapa saja yang hadir di Paris?

    Sebanyak 35 negara terwakili dalam pertemuan Paris, termasuk 27 kepala negara. Presiden Prancis Emmanuel Macron menyambut Zelenskyy di Istana Elysee untuk pertemuan satu lawan satu sebelum makan siang kerja dengan para peserta lain.

    Di antara para pemimpin yang hadir adalah Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Perdana Menteri Kanada Mark Carney, Kanselir Jerman Friedrich Merz, dan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni. Washington diwakili oleh Utusan Khusus Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff, serta Jared Kushner, menantu Trump. Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte juga dijadwalkan hadir. Namun, Rusia tidak termasuk dalam agenda pertemuan ini.

    Jaminan keamanan dan pasukan multinasional di Ukraina

    Menurut laporan media yang mengutip diplomat, pembicaraan akan berfokus pada dokumen rancangan jaminan keamanan untuk Ukraina jika terjadi gencatan senjata.

    Sebagian anggota koalisi mendorong gagasan pengiriman pasukan multinasional ke Ukraina untuk mencegah agresi Rusia di masa depan jika gencatan senjata tercapai. Gagasan ini menjadi salah satu pokok bahasan utama, meskipun Moskow secara konsisten menentang kehadiran pasukan NATO di Ukraina.

    Langkah “penyelarasan kembali”

    Pihak kepresidenan Prancis menyatakan tujuan utama pertemuan adalah menunjukkan “penyelarasan” antara Washington, Kyiv, dan sekutu Eropa terkait jaminan keamanan bagi Ukraina.

    Sebelum berangkat ke Paris, Perdana Menteri Polandia Donald Tusk menegaskan bahwa pertemuan ini bertujuan untuk “memperketat dan menyelaraskan posisi Eropa dan Amerika”, seperti dikutip AFP.

    Menurutnya, hanya tekanan bersama semacam itu yang berpeluang memaksa Rusia menanggapi isu gencatan senjata dan perdamaian secara serius, meski ia mengingatkan agar tidak mengharapkan keputusan final di Paris.

    Seorang penasihat Presiden Macron menyebut pertemuan ini sebagai puncak dari serangkaian upaya sejak kembalinya Donald Trump ke Gedung Putih, yang bertujuan mencegah Amerika Serikat “meninggalkan Ukraina”.

    Fondasi yang disiapkan dari Kyiv

    Sebagai landasan KTT Paris, para penasihat keamanan dari 15 negara, termasuk Inggris, Prancis, dan Jerman, serta perwakilan NATO dan Uni Eropa telah berkumpul di Kyiv sepanjang akhir pekan. Sementara perwakilan AS Steve Witkoff mengikuti pembahasan tersebut secara virtual.

    Kyiv dalam beberapa hari terakhir menyatakan bahwa kerangka kesepakatan gencatan senjata sudah “90 persen” siap. Namun, perbedaan mendasar soal wilayah dan mekanisme jaminan keamanan masih menjadi ganjalan utama.

    Sementara, Kanselir Jerman Friedrich Merz menempatkan dukungan bagi Ukraina sebagai salah satu prioritas utama Berlin pada 2026. Dalam surat kepada anggota parlemen, Merz menulis bahwa upaya diplomatik dilakukan “dalam kondisi sulit”.

    “Rusia menunjukkan sedikit kemauan untuk bernegosiasi, Presiden Zelenskyy berjuang untuk menjaga persatuan di antara warga Ukraina, dan kerja sama transatlantik telah berubah secara mendalam,” tulis Merz. Ia menegaskan keinginan Jerman akan gencatan senjata yang mempertahankan kedaulatan Ukraina dan didukung oleh jaminan keamanan dari Amerika Serikat dan Eropa.

    Tekanan di lapangan dan serangan terbaru

    Pertemuan Paris berlangsung hanya sehari setelah Rusia meluncurkan serangan mematikan ke ibu kota Ukraina. Perkembangan ini menegaskan kondisi yang kontras antara intensitas pertempuran di lapangan dan dorongan diplomatik yang terus berlanjut.

    Kyiv menyatakan bahwa menyerahkan wilayah akan menguntungkan Moskow dan menegaskan tidak akan menandatangani kesepakatan perdamaian karena hal itu menjadi kegagalan dalam mencegah Rusia menyerang lagi. Di sisi lain, tekanan Rusia untuk menguasai penuh wilayah Donbas menunjukkan betapa sulitnya menemukan titik temu.

    Meski belum menghasilkan keputusan final, KTT Paris ini memperlihatkan upaya berkelanjutan sekutu Ukraina untuk menyelaraskan posisi, memperkuat jaminan keamanan, dan menjaga Ukraina tetap berada di pusat perhatian strategis Barat.

    Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris

    Diadaptasi oleh Tezar Aditya

    Editor:

    (ita/ita)

  • Suhu Beku Landa Eropa, Kacaukan Perjalanan Antar Negara

    Suhu Beku Landa Eropa, Kacaukan Perjalanan Antar Negara

    Jakarta

    Suhu beku melanda sejumlah wilayah Eropa pada Selasa (06/01), memicu kekacauan perjalanan yang berlanjut dan mengakibatkan korban jiwa. Di Prancis saja, sedikitnya lima orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas yang dipicu black ice (es hitam atau lapisan tipis es yang terbentuk di permukaan jalan) dan menyebabkan kondisi jalan licin sejak Senin (05/01).

    Salah seorang korban merupakan sopir taksi yang tewas setelah mobilnya tergelincir dan tercebur di Sungai Marne, Prancis. Sementara penumpang taksi dirawat akibat hipotermia. Satu korban lainnya meninggal di wilayah timur Paris setelah kendaraannya bertabrakan dengan truk.

    Bandara dan kereta berhenti beroperasi

    Cuaca ekstrem juga melumpuhkan transportasi di negara lain. Di Inggris, suhu turun hingga minus 12,5 derajat Celsius di Norfolk, dan ini menjadi malam terdingin saat musim dingin sejauh ini.

    Meski bandara Liverpool dan Aberdeen kembali beroperasi setelah sempat ditutup, gangguan perjalanan masih meluas. Lebih dari 300 sekolah di Skotlandia ditutup, dan layanan kereta terganggu parah. Pemerintah setempat mengimbau warga merencanakan perjalanan dengan cermat atau bekerja dari rumah.

    Di Belanda, suhu di bawah minus 10 derajat Celsius membuat jaringan kereta sempat terhenti. Gangguan diperparah oleh masalah sistem, terutama di sekitar Amsterdam. Bandara Schiphol yang menjadi salah satu penghubung utama Eropa, mencatat hari kedua pembatalan perjalanan massal, dengan lebih dari 400 penerbangan terhentu.

    Layanan kereta nasional mulai berjalan kembali setelah pukul 10.00 waktu setempat, meski masih terbatas. Eurostar dari Amsterdam ke Paris banyak yang dibatalkan atau terlambat berangkat. Maskapai KLM menyatakan kewalahan menangani lonjakan permintaan penjadwalan ulang akibat cuaca terburuk dalam beberapa tahun terakhir.

    Peringatan perjalanan akibat badai pembawa salju

    Kondisi serupa terjadi di Jerman, Prancis, dan Hungaria. Suhu di Jerman bagian selatan dan timur merosot jauh di bawah nol, sementara salju menutup banyak wilayah. Hungaria bersiap menghadapi hari kedua salju lebat, dengan sejumlah jalan dan rel, terutama di timur laut, tidak bisa dilalui. Otoritas setempat meminta warga bepergian hanya jika benar-benar perlu.

    Inggris, Prancis, dan Jerman diperkirakan akan kembali diterjang badai pembawa salju pada akhir pekan. Di kawasan Balkan Barat, hujan dan salju lebat menutup jalan, memutus listrik, dan memicu banjir. Di Sarajevo, seorang perempuan tewas tertimpa pohon yang roboh akibat beban salju basah.

    Otoritas transportasi di berbagai negara mengimbau warga membatasi perjalanan, mengutamakan keselamatan, dan memantau pembaruan cuaca seiring berlanjutnya gelombang dingin di Eropa.

    Editor: Rizki Nugraha

    Lihat juga Video: Badai Claudia Hantam Eropa, Banjir Bandang Terjang Inggris-Portugal

    (ita/ita)

  • Menlu Israel Kunjungi Somaliland, Presiden Somalia Mengecam

    Menlu Israel Kunjungi Somaliland, Presiden Somalia Mengecam

    Jakarta

    Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar, mengunjungi Somaliland usai mengakui kemerdekaannya, yang memicu kontroversial. Gideon Saar bertekad meningkatkan hubungannya dengan Somaliland.

    Dilansir BBC, Rabu (7/1/2026), Israel bertekad untuk memajukan hubungan dengan Somaliland. Sementara Presiden Somaliland Abdirahman Mohamed Abdullahi memuji kunjungan Saar sebagai ‘hari besar’.

    Diketahui, Israel menjadi negara pertama di dunia yang mengakui Somaliland, yang mendeklarasikan kemerdekaan dari Somalia lebih dari 30 tahun yang lalu.

    Sementara itu, Somalia menganggap Somaliland sebagai bagian dari wilayahnya. Somalia mengutuk kunjungan Saar ke Somaliland sebagai “campur tangan yang tidak dapat diterima”.

    Lebih lanjut, Gideon Saar melalui akun X resminya mengatakan pertemuannya dengan Abdullahi berfokus membahas tentang hubungan Israel dan Somaliland.

    “Keseluruhan hubungan kita,” kata Saar.

    “Hanya Israel yang akan menentukan sendiri siapa yang diakuinya,” ujar Saar.

    Dalam pernyataan yang dirilis oleh kantornya, Presiden Somaliland Abdullahi mengatakan Israel telah mengambil keputusan yang berani. Somaliland akan menegaskan pihaknya akan bekerja sama dengannya demi kepentingan strategis.

    Lebih lanjut, Saar mengatakan Abdullahi telah menerima undangan dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mengunjungi Israel. Akan, tetapi kantor pemimpin Somaliland tidak mengkonfirmasi hal ini.

    Sebelumnya, pengakuan Israel terhadap Somaliland pada bulan lalu mengejutkan sejumlah pihak. PM Israel Benjamin Netanyahu menilai Somaliland sebagai negara yang merdeka dan berdaulat.

    Langkah ini memicu kecaman internasional dan mendorong pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB. China, Turki, dan Uni Afrika termasuk di antara mereka yang mengkritik langkah Israel, sementara Uni Eropa mengatakan kedaulatan Somalia harus dihormati.

    (yld/lir)

  • Venezuela Akan Serahkan 50 Juta Barel Minyak ke AS

    Venezuela Akan Serahkan 50 Juta Barel Minyak ke AS

    Jakarta

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa pemerintah sementara Venezuela akan menyerahkan hingga 50 juta barel minyak ke AS. Trump menyebut hasil penjualan minyak itu akan dikendalikan oleh AS.

    “Pemerintah sementara di Venezuela akan menyerahkan antara 30 dan 50 juta barel minyak berkualitas tinggi yang dikenai sanksi, kepada Amerika Serikat,” tulis Trump di platform Truth Social miliknya, seperti dilansir AFP, Rabu (7/1/2026).

    Trump menyebut minyak itu akan dijual sesuai dengan harga pasar. Uang hasil penjualan akan dikendalikan oleh Trump.

    “Minyak ini akan dijual dengan harga pasarnya, dan uang itu akan dikendalikan oleh saya, sebagai Presiden Amerika Serikat, untuk memastikan uang itu digunakan untuk kepentingan rakyat Venezuela dan Amerika Serikat,” katanya.

    AS diketahui telah menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro atas tuduhan kartel narkoba. Trump mengatakan operasi penangkapan Maduro itu berjalan sangat taktis.

    Hal itu disampaikan Trump dalam pertemuan Partai Republik di Washington, Selasa waktu setempat. Trump mengatakan banyak pasukan Amerika dikerahkan ke Venezuela dalam operasi penangkapan Maduro.

    Tonton juga video “Massa Demo di Kedubes AS Bakar Poster Trump, Minta Maduro Dibebaskan”

    (lir/yld)

  • Venezuela Tetapkan 1 Minggu Masa Berkabung untuk Korban Serangan AS

    Venezuela Tetapkan 1 Minggu Masa Berkabung untuk Korban Serangan AS

    Caracas

    Pemimpin sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, mengumumkan satu minggu masa berkabung usai serangan Amerika Serikat (AS). Masa berkabung ini untuk mengenang orang-orang yang tewas dalam serangan AS yang menggulingkan Nicolas Maduro sebagai presiden.

    Masa berkabung ini ditetapkan pada Selasa (6/1/2026) waktu setempat. Rodriguez mengatakan masa berkabung akan berlaku selama tujuh hari.

    “Saya telah memutuskan untuk menetapkan tujuh hari berkabung untuk menghormati dan memuliakan kaum muda, perempuan, dan laki-laki yang mengorbankan nyawa mereka untuk membela Venezuela dan Presiden Nicolas Maduro,” kata Rodriguez di televisi pemerintah, seperti dilansir AFP, Rabu (7/1/2026).

    Diketahui, AS melakukan serangan di Caracas untuk menangkap Maduro pada Sabtu (3/1) waktu setempat. AS mengatakan hampir 200 tentaranya dikerahkan pada operasi itu.

    Kuba dan Venezuela mengatakan 55 personel militer mereka tewas dalam serangan AS. Sementara jaksa agung Venezuela berbicara tentang puluhan korban tewas sipil dan militer, tanpa memberikan rinciannya.

    Penangkapan yang dilakukan oleh pasukan AS terhadap Maduro dan istrinya, Cilia Flores, itu mengakhiri 12 tahun pemerintahannya yang dinilai semakin otoriter di Venezuela.

    Tonton juga video “Rentetan Tembakan di Dekat Istana Presiden Usai Pengganti Maduro Dilantik”

    (lir/yld)

  • Trump Pertimbangkan Opsi Caplok Greenland, Termasuk Pakai Kekuatan Militer AS

    Trump Pertimbangkan Opsi Caplok Greenland, Termasuk Pakai Kekuatan Militer AS

    Jakarta

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump disebut serius mempertimbangkan sejumlah ide untuk mengakuisisi Greenland. Salah satunya yakni penggunaan kekuatan militer.

    Dilansir AFP, Rabu (7/1/2026), pertimbangan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Pers Karoline Leavitt. Ia awalnya menjelaskan langkah akuisisi Greenland menjadi prioritas untuk keamanan nasional Amerika Serikat.

    “Presiden Trump telah menyatakan dengan jelas bahwa mengakuisisi Greenland adalah prioritas keamanan nasional Amerika Serikat, dan sangat penting untuk mencegah musuh kita di wilayah Arktik,” kata Sekretaris Pers Karoline Leavitt dalam sebuah pernyataan kepada AFP.

    Ia pun menyebut Trump dan timnya masih terus membahas opsi terbaik untuk mencapai tujuan itu. Menurutnya, salah satu opsi yakni dengan kekuatan militer.

    “Presiden dan timnya sedang membahas berbagai opsi untuk mengejar tujuan kebijakan luar negeri yang penting ini, dan tentu saja, penggunaan militer AS selalu menjadi pilihan yang tersedia bagi panglima tertinggi,” ucap dia.

    Denmark Wanti-wanti AS

    Perdana Menteri (PM) Denmark Mette Frederiksen mengecam keras wacana pencaplokan Greenland oleh Amerika Serikat (AS). Dia mengingatkan bahwa pengambilalihan Greenland oleh AS berarti berakhirnya aliansi militer NATO.
    Komentarnya muncul sebagai tanggapan atas pernyataan Presiden AS Donald Trump, yang kembali menyerukan agar pulau Arktik yang strategis dan kaya mineral itu, berada di bawah kendali AS. Seruan itu disampaikan oleh Trump usai serangan AS ke Venezuela akhir pekan lalu.

    Frederiksen dan PM Greenland, Jens Frederik Nielsen, mengecam komentar Trump tersebut dan memperingatkan akan adanya konsekuensi parah. Banyak pemimpin Eropa menyatakan solidaritas dengan mereka.

    “Jika Amerika Serikat memilih untuk menyerang negara NATO lain secara militer, maka semuanya akan berakhir,” kata Frederiksen kepada stasiun televisi Denmark TV2 pada hari Senin (5/1) waktu setempat. “Artinya, itu termasuk NATO kita dan dengan demikian keamanan yang telah diberikan sejak akhir Perang Dunia Kedua,” cetus pemimpin Denmark itu, dilansir kantor berita Associated Press, Selasa (6/1).

    Trump telah berulang kali menyerukan yurisdiksi AS atas Greenland selama masa transisi kepresidenannya dan bulan-bulan awal masa jabatan keduanya. Trump bahkan tidak mengesampingkan penggunaan kekuatan militer untuk mengambil alih pulau tersebut.

    (maa/maa)

  • Truk Angkut Migran Terguling di Ehtiopia, 22 Orang Tewas-60 Terluka

    Truk Angkut Migran Terguling di Ehtiopia, 22 Orang Tewas-60 Terluka

    Afar

    Truk yang mengangkut para migran terbalik di wilayah Semera, Afar, utara Ethiopia. Sebanyak 22 migran tewas dan lebih dari 60 orang luka-luka imbas kecelakaan tersebut.

    “Setidaknya 22 migran Ethiopia tewas dan lebih dari 60 luka-luka setelah sebuah truk yang mereka tumpangi terbalik di wilayah Afar utara negara itu,” kata pihak berwenang setempat dilansir AFP, Selasa (6/1/2026).

    Kecelakaan itu terjadi pada Selasa pagi di Semera di wilayah Afar, beberapa ratus kilometer sebelah barat Djibouti.

    “Kecelakaan itu terjadi ketika sebuah truk terbalik karena mengangkut warga yang disesatkan oleh calo ilegal dan tidak memahami bahaya rute perjalanan,” kata pihak berwenang daerah dalam siaran pers.

    Sebuah foto yang dipublikasikan di halaman Facebook pemerintah Afar menunjukkan sebuah truk yang terbalik, dengan kompartemen penumpang dan bagian belakangnya hancur.

    Ethiopia adalah salah satu titik keberangkatan utama untuk “Rute Timur” yang digunakan orang-orang yang bermigrasi meninggalkan Tanduk Afrika untuk mencari pekerjaan di negara-negara Teluk yang kaya. Ribuan migran Afrika menempuh rute tersebut melintasi Laut Merah, sebagian besar dari Djibouti ke Yaman untuk mencari pekerjaan sebagai buruh atau pekerja rumah tangga.

    (maa/ygs)

  • Trump Pertimbangkan Opsi Caplok Greenland, Termasuk Pakai Kekuatan Militer AS

    Trump Rayakan Penangkapan Maduro, Kerahkan Pasukan-152 Pesawat ke Venezuela

    Jakarta

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump merayakan operasi penangkapan mantan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Trump mengatakan operasi itu berjalan sangat taktis.

    Pujian itu disampaikan Trump dalam pertemuan Partai Republik di Washington hari ini waktu setempat. Trump mengatakan banyak pasukan Amerika dikerahkan ke Venezuela dalam operasi penangkapan yang dilakukan pada Sabtu (3/1).

    “Kami mengerahkan banyak pasukan di lapangan, tetapi itu luar biasa. Secara taktis, itu brilian,” kata Trump dilansir CNN International, Selasa (6/1/2026).

    Dilansir Al Jazeera, Trump menyebut ada ratusan pesawat militer Amerika yang diterjunkan saat operasi penangkapan Maduro berlangsung.

    “Itu sangat kompleks – 152 pesawat. Banyak sekali yang berbicara tentang pasukan darat. Kami memiliki banyak pasukan darat, tetapi itu luar biasa,” katanya.

    Trump juga membanggakan tidak ada pasukan Amerika yang terbunuh dalam operasi itu. Di lain sisi, ia menyebut banyak pihak dari kubu Maduro yang tewas.

    “Bayangkan, tidak ada yang terbunuh. Dan di sisi lain, banyak orang terbunuh – sayangnya, saya mengatakan itu,” ujar Trump.

    Dia menambahkan, pihak Amerika memutus aliran listrik di seluruh Venezuela sebelum operasi penangkapan Maduro dimulai.

    “Di Caracas, tidak ada listrik. Satu-satunya orang yang memiliki penerangan adalah orang-orang yang menggunakan lilin, yang semuanya mati,” katanya. “Jadi kami sedikit mengejutkan mereka.

    (ygs/maa)

  • Kata Sekjen PBB Soal AS Tangkap Maduro: Tak Hormati Hukum Internasional

    Kata Sekjen PBB Soal AS Tangkap Maduro: Tak Hormati Hukum Internasional

    New York

    Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyampaikan kekhawatiran soal peningkatan ketidakstabilan di Venezuela, menyusul penangkapan Presiden Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat (AS).

    Dewan Keamanan PBB, yang beranggotakan 15 negara, menggelar pertemuan terbaru di markas besar PBB di New York, AS, pada Senin (5/1) waktu setempat, atau beberapa jam sebelum Maduro menjalani sidang di pengadilan federal Manhattan atas berbagai tuduhan, termasuk dugaan konspirasi narkoterorisme.

    Maduro membantah keterlibatannya dalam tindak pidana apa pun.

    “Saya sangat prihatin tentang kemungkinan peningkatan ketidakstabilan di negara tersebut, dampak potensialnya terhadap kawasan, dan preseden yang mungkin ditimbulkannya terhadap bagaimana hubungan antar negara dijalankan,” kata Guterres dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Selasa (6/1/2026).

    Pernyataan Guterres itu disampaikan kepada Dewan Keamanan PBB melalui kepala urusan politik PBB, Rosemary DiCarlo.

    Guterres juga menyerukan kepada semua pemain politik di Venezuela untuk terlibat dalam dialog yang inklusif dan demokratis. “Saya menyambut baik dan siap mendukung semua upaya yang dimaksudkan untuk membantu warga Venezuela menemukan jalan damai ke depan,” ucapnya.

    Dia juga menyatakan keprihatinan soal operasi militer AS untuk menangkap Maduro di Caracas, pada Sabtu (3/1) dini hari, yang disebutnya tidak menghormati aturan hukum internasional.

    “Saya secara konsisten menekankan pentingnya penghormatan penuh, oleh semua pihak, terhadap hukum internasional, termasuk Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang menjadi landasaan bagi pemelihataan perdamaian dan keamanan internasional,” tegas Guterres dalam pernyataannya.

    “Saya tetap sangat prihatin bahwa aturan hukum internasional belum dihormati sehubungan dengan aksi militer 3 Januari,” ucapnya, seperti dilansir Anadolu Agency.

    Kolombia, yang meminta digelarnya pertemuan Dewan Keamanan PBB pada Senin (5/1), mengutuk operasi militer AS sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan, kemerdekaan politik, dan integritas teritorial Venezuela.

    “Tidak ada pembenaran sama sekali, dalam keadaan apa pun, untuk penggunaan kekuatan sepihak untuk melakukan aksi agresi,” tegas Duta Besar Kolombia untuk PBB, Leonor Zalabata Torres, kepada forum Dewan Keamanan PBB.

    “Tindakan semacam itu merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa,” sebutnya.

    Para pakar hukum menilai operasi militer AS di Venezuela itu ilegal karena tidak memiliki otorisasi Dewan Keamanan PBB, tidak mendapat persetujuan Venezuela, dan bukanlah merupakan pembelaan diri terhadap serangan bersenjata.

    Namun, AS tidak dapat dimintai pertanggungjawaban atas pelanggaran apa pun oleh Dewan Keamanan PBB, yang bertugas menjaga perdamaian dan keamanan internasional. AS memiliki hak veto — bersama dengan Rusia, China, Inggris, dan Prancis — sehingga dapat memblokir tindakan apa pun.

    Piagam PBB secara jelas menyatakan bahwa negara-negara anggota “harus menahan diri dalam hubungan internasional mereka dari ancaman atau penggunaan kekerasan terhadap integritas teritorial atau kemerdekaan politik negara mana pun”.

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/ita)

  • Terjatuh, Mahathir Mohamad Dilarikan ke RS

    Terjatuh, Mahathir Mohamad Dilarikan ke RS

    Jakarta

    Mantan perdana menteri Malaysia Mahathir Mohamad dilarikan ke rumah sakit (RS) pada hari Selasa (6/1) setelah terjatuh di kediamannya.

    Mahathir yang berumur 100 tahun, telah mengalami sejumlah masalah kesehatan dalam beberapa tahun terakhir. Dia sebelumnya dirawat di rumah sakit karena kelelahan setelah perayaan piknik untuk ulang tahunnya yang ke-100 pada bulan Juli tahun lalu.

    Ajudannya, Sufi Yusoff mengatakan pada hari Selasa (6/1), bahwa Mahathir dibawa ke Institut Jantung Nasional untuk “observasi” setelah jatuh di rumah.

    “Dia sadar. Saya tidak tahu apakah dia akan dirawat atau tidak untuk saat ini. Itu masih terlalu dini untuk dikatakan,” kata Sufi dilansir kantor berita AFP, Selasa (6/1/2026).

    “Ia terjatuh saat berpindah dari satu bagian balkon ke ruang tamu,” kata Sufi, menolak untuk menjelaskan lebih lanjut tentang kondisi Mahathir.

    Mantan perdana menteri negeri jiran itu sebelumnya telah menjalani operasi bypass untuk masalah jantung.

    Mahathir mencapai usia 94 tahun selama masa jabatan keduanya, dan merupakan pemimpin terpilih tertua di dunia pada saat itu.

    (ita/ita)