Category: Detik.com Internasional

  • NATO Pasang Badan Soal Greenland, Trump Ingatkan Hal Ini

    NATO Pasang Badan Soal Greenland, Trump Ingatkan Hal Ini

    Washington DC

    Ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk merebut Greenland dari Denmark, telah mengguncang aliansi Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Sejumlah negara anggota NATO pun secara kompak menyerukan agar kedaulatan Greenland dihormati.

    Namun Trump mengingatkan bahwa AS selalu ada untuk NATO, dan dia mengakui dirinya meragukan jika sekutu-sekutu NATO akan melakukan hal yang sama jika Washington membutuhkan mereka.

    “Kita akan selalu ada untuk NATO, bahkan jika mereka tidak akan ada untuk kita,” ucap Trump dalam pernyataan via media sosial Truth Social, seperti dilansir AFP, Kamis (8/1/2026).

    Pernyataan ini disampaikan sehari setelah Gedung Putih mengatakan Trump tidak mengesampingkan intervensi militer untuk menguasai Greenland.

    Dalam postingannya, Trump mengulangi pernyataan yang sering dia sampaikan, soal banyak anggota NATO yang gagal memenuhi komitmen pengeluaran militer sampai dirinya harus turun tangan.

    “AS, dengan bodohnya, membayar untuk mereka! Saya, secara terhormat, membuat mereka mencapai 5 persen PDB (Pendapatan Domestik Bruto), DAN MEREKA MEMBAYAR, segera,” sebutnya.

    Namun kemudian Trump menambahkan bahwa negara-negara anggota NATO “semuanya adalah teman saya”.

    Trump, yang memposisikan diri sebagai pembawa perdamaian global, menyebut bahwa China dan Rusia “sama sekali tidak takut pada NATO” tanpa AS sebagai bagian dari aliansi tersebut.

    “Satu-satunya negara yang ditakuti dan dihormati oleh China dan Rusia adalah AS yang DIBANGUN KEMBALI oleh DJT,” kata Trump, merujuk pada dirinya sendiri dengan menyebut inisial namanya.

    Rencana Trump untuk menguasai Greenland, pulau kaya mineral di kawasan Arktik yang merupakan wilayah otonomi Kerajaan Denmark, telah memicu kewaspadaan di kalangan anggota NATO di kawasan Eropa. Negara-negara Eropa melihat langkah tersebut sebagai ancaman eksistensial bagi aliansi NATO.

    Sebelumnya, enam negara anggota NATO bergabung dengan Denmark dalam menyerukan agar kedaulatan Greenland dihormati.

    Dalam pernyataan bersama, Denmark dan enam negara anggota NATO, seperti Prancis, Jerman, Italia, Polandia, Spanyol, dan Inggris, menyerukan penghormatan terhadap “kedaulatan, integritas teritorial, dan keutuhan perbatasan” Greenland.

    “Greenland adalah milik rakyatnya. Hanya Denmark dan Greenland, yang berhak memutuskan hal-hal yang menyangkut soal Denmark dan Greenland,” kata para pemimpin Denmark, Prancis, Jerman, Italia, Polandia, Spanyol, dan Inggris dalam pernyataan bersama tersebut.

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/zap)

  • Buronan Kasus Penipuan Kripto Internasional Chen Zhi Ditangkap di Kamboja

    Buronan Kasus Penipuan Kripto Internasional Chen Zhi Ditangkap di Kamboja

    Jakarta

    Chen Zhi, buronan kasus dugaan penipuan kripto internasional ditangkap di Kamboja. Taipan terkemuka itu diduga memimpin operasi penipuan online besar-besaran.

    Dilansir AP News Kamis (8/1/2026), Chen Zhi ditangkap Pemerintah Kamboja kemarin, Rabu (7/1) dan telah diekstradisi ke China. Chen Zhi diduga memimpin operasi penipuan online besar-besaran dan dicari oleh otoritas AS atas tuduhan kriminal terkait.

    Kementerian Dalam Negeri Kamboja mengatakan Chen Zhi dan dua warga negara Tiongkok lainnya ditangkap dan diekstradisi setelah penyelidikan selama berbulan-bulan dan atas permintaan pihak berwenang Tiongkok. Chen memiliki kewarganegaraan ganda dan kewarganegaraan Kamboja-nya telah dicabut pada bulan Desember.

    Chen, ketua Prince Holding Group Kamboja, pada Oktober 2025 lalu dituduh Departemen Keuangan AS dan Kantor Luar Negeri Inggris sebagai kepala jaringan kriminal transnasional yang menipu korban di seluruh dunia dan mengeksploitasi pekerja yang diperdagangkan.

    Pusat-pusat penipuan telah berkembang di seluruh Asia Tenggara, merampas uang dari para korban dengan membujuk mereka untuk bergabung dalam skema investasi palsu. Menurut perkiraan dari Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan, korban penipuan di seluruh dunia kehilangan antara $18 miliar dan $37 miliar pada tahun 2023.

    Dilansir BBC, Departemen Kehakiman AS sebelumnya mendakwa Chen atas tuduhan menjalankan jaringan penipuan di Kamboja, yang mencuri miliaran mata uang kripto dari para korban di seluruh dunia.

    Perusahaan miliknya, Cambodian Prince Group, menggambarkan Chen di situs sebagai “seorang pengusaha yang dihormati dan filantropis terkenal”.

    Visi dan kepemimpinan Chen telah mengubah Prince Group menjadi grup bisnis terkemuka di Kamboja yang mematuhi standar internasional.

    Kaya mendadak

    Dibesarkan di Provinsi Fujian di China tenggara, ia memulai kariernya dengan sebuah perusahaan gim internet kecil yang tidak terlalu sukses.

    Chen lalu pindah ke Kamboja pada akhir 2010 atau 2011. Dia mulai bekerja di sektor real estate yang saat itu sedang booming.

    Kedatangannya bertepatan dengan dimulainya ledakan properti spekulatif di Kamboja. Ledakan itu dipicu oleh tersedianya lahan-lahan luas yang dirampas oleh tokoh-tokoh berpengaruh dan memiliki koneksi politik, serta membanjirnya investasi dari China.

    Sebagian besar investasi mengalir deras pada akhir Inisiatif Sabuk dan Jalan yang digagas Xi Jinping untuk mengekspor proyek infrastruktur bikinan China. Sebagian lagi berasal dari investor perorangan China yang mencari alternatif lebih terjangkau untuk pasar properti China yang sedang terpuruk.

    (whn/zap)

  • Serangannya Tewaskan 2 Orang di Gaza, Israel Klaim Targetkan Hamas

    Serangannya Tewaskan 2 Orang di Gaza, Israel Klaim Targetkan Hamas

    Gaza City

    Israel kembali melancarkan serangan udara terhadap wilayah Jalur Gaza pada Rabu (7/1) waktu setempat. Sedikitnya dua warga Palestina tewas akibat serangan yang terjadi saat gencatan senjata Gaza masih diberlakukan sejak Oktober tahun lalu.

    Militer Tel Aviv mengklaim gempuran terbaru itu sebagai serangan balasan terhadap kelompok Hamas yang para petempurnya menembaki sejumlah tentara Israel di daerah kantong Palestina tersebut.

    Serangan udara terbaru Israel itu, seperti dilansir Reuters, Kamis (8/1/2026), dilaporkan menghantam sebuah rumah di area Gaza City, kota terbesar di Jalur Gaza.

    Para pejabat medis Gaza tidak segera mengidentifikasi dua korban tewas. Mereka mengatakan beberapa orang lainnya mengalami luka-luka dalam serangan udara Israel itu.

    Kelompok Hamas belum memberikan tanggapan langsung atas serangan tersebut.

    Militer Israel, dalam pernyataannya, mengklaim sejumlah militan Hamas telah menembaki tentara-tentara mereka di Jalur Gaza pada Rabu (7/1) waktu setempat.

    Disebutkan oleh Tel Aviv bahwa serangan udara tersebut menargetkan seorang militan senior Hamas yang menginstruksikan serangan terhadap pasukan Israel. Militan Israel tidak membahas soal korban jiwa dalam serangannya tersebut.

    Secara terpisah, di area Rafah, Jalur Gaza bagian selatan, milisi Palestina yang didukung Israel mengatakan pasukannya telah membunuh dua anggota Hamas, yang menandai tantangan baru bagi kelompok militan tersebut.

    Hampir seluruh 2 juta penduduk Gaza tinggal di area-area yang dikuasai Hamas, di mana kelompok itu telah membangun kembali cengkeramannya. Dituturkan empat sumber Hamas bahwa kelompok mereka terus memimpin ribuan orang meskipun mengalami pukulan berat selama perang berkecamuk.

    Namun pasukan Israel masih menguasai lebih dari separuh wilayah Gaza — area-area di mana musuh-musuh Hamas beroperasi. Dengan rencana damai untuk Gaza yang digagas Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berjalan lambat, tidak ada prospek langsung untuk penarikan pasukan Israel lebih lanjut.

    Pertempuran sebagian besar mereda sejak gencatan senjata disepakati Israel dan Hamas pada 10 Oktober 2025, setelah dua tahun perang, tetapi pertempuran belum berhenti sepenuhnya. Kedua belah pihak saling menuduh adanya pelanggaran gencatan senjata.

    Menurut data otoritas kesehatan Gaza, lebih dari 400 warga Palestina, sebagian besar warga sipil, tewas sejak gencatan senjata Gaza dimulai. Tiga tentara Israel dilaporkan tewas di Gaza untuk periode waktu yang sama.

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/zap)

  • Trump Ajak Presiden Kolombia Bertemu di Gedung Putih Usai Tuduhan Narkoba

    Trump Ajak Presiden Kolombia Bertemu di Gedung Putih Usai Tuduhan Narkoba

    Jakarta

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan bertemu dengan Presiden Kolombia Gustavo Petro di Gedung Putih, AS. Pertemuan rencananya akan dilakukan dalam waktu dekat.

    Dilansir kantor berita AFP, Kamis (8/1/2026), pertemuan dilakukan setelah Trump melontarkan tuduhan Petro sebagai pengedar narkoba. Agenda pertemuan itu diatur setelah keduanya berbincang melalui sambungan telepon.

    Trump mengunggah di Truth Social bahwa dia dan Petro berbicara melalui telepon. Di sana, katanya, mereka membahas perbedaan pendapat mereka baru-baru ini, termasuk tentang perdagangan narkoba.

    “Saya menghargai telepon dan nada bicaranya, dan berharap dapat bertemu dengannya dalam waktu dekat” di Gedung Putih,” kata Trump.

    Donald Trump sebelumnya melontarkan tuduhan Petro sebagai pengedar narkoba. Meradang, Petro menolak keras tuduhan Trump.

    Tuduhan Trump dilontarkan usai pasukan AS menyerang Caracas, ibu kota Venezuela, pada Sabtu (3/1), membombardir target-target militer selama serangan mendadak untuk menggulingkan pemimpin Venezuela Nicolas Maduro dari kursi Presiden.

    Trump mengatakan bahwa negara Amerika Selatan itu “juga sangat sakit” dan “dijalankan oleh orang sakit yang suka membuat kokain dan menjualnya ke Amerika Serikat.”

    “Dia memiliki pabrik kokain dan tidak akan melakukannya lagi dalam waktu sangat lama,” tambah Trump, dilansir kantor berita AFP, Senin (5/1).

    Saat ditanya wartawan apakah intervensi militer serupa dengan Venezuela akan dilakukan terhadap Kolombia, pemimpin Partai Republik itu berkata: “Kedengarannya bagus bagi saya.”

    “Anda tahu mengapa, karena mereka membunuh banyak orang,” klaim Trump tanpa bukti.

    Petro Bantah Tuduhan Trump

    Gustavo Petro menolak tuduhan Trump dengan mengatakan “namanya tidak muncul dalam catatan pengadilan.”

    (whn/zap)

  • Trump Perintahkan AS Keluar dari 66 Organisasi Dunia

    Trump Perintahkan AS Keluar dari 66 Organisasi Dunia

    Jakarta

    Amerika Serikat (AS) menarik diri dari 66 organisasi dunia. Penarikan diri ini dilakukan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani memorandum tentang penarikan AS dari puluhan organisasi dunia itu.

    Dilansir AFP, Kamis (8/1/2026), Trump menandatangani kebijakan itu pada Rabu (7/1). Dia memerintahkan agar AS menarik diri dari 66 organisasi internasional, Gedung Putih mengatakan organisasi itu dianggap “tidak lagi melayani kepentingan Amerika”.

    Perintah tersebut melibatkan 31 organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan 35 entitas non-PBB, kata Gedung Putih. Namun, belum ada rincian nama-nama organisasi tersebut.

    Tetapi, dalam laporan AFP disebutkan dari 66 organisasi internasional itu salah satunya adalah organisasi terkait iklim fundamental dan badan penilaian ilmiah internasional utama tentang pemanasan global, yang mana organisasi itu di bawah naungan PBB.

    Diketahui, Trump telah menarik Washington dari sejumlah badan dunia pada masa jabatan keduanya. Sebelumnya, Trump di hari pertama menjabat kembali sebagai Presiden AS juga telah menarik AS keluar dari organisasi kesehatan dunia (WHO).

    “Amerika Serikat menyadari penarikan diri dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada tahun 2020 karena kesalahan organisasi tersebut dalam menangani pandemi COVID-19 yang muncul di Wuhan, Tiongkok, dan krisis kesehatan global lainnya,” pernyataan gedung putih.

    Tonton juga video “AS Ambil Alih Kelola 50 Juta Barel Minyak: Demi Rakyat Venezuela”

    (zap/whn)

  • Trump Ngotot Rebut Greenland, 6 Negara NATO Pasang Badan

    Trump Ngotot Rebut Greenland, 6 Negara NATO Pasang Badan

    Jakarta

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mempertimbangkan sejumlah ide untuk mengakuisisi Greenland, salah satunya yakni penggunaan kekuatan militer. Sejumlah negara anggota Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menyerukan agar kedaulatan Greenland dihormati.

    Dilansir AFP, Rabu (7/1), Sekretaris Pers Karoline Leavitt menyebut Trump mempertimbangkan penggunaan kekuatan militer untuk mencaplok Greenland. Karoline awalnya menjelaskan langkah akuisisi Greenland menjadi prioritas untuk keamanan nasional Amerika Serikat.

    “Presiden Trump telah menyatakan dengan jelas bahwa mengakuisisi Greenland adalah prioritas keamanan nasional Amerika Serikat, dan sangat penting untuk mencegah musuh kita di wilayah Arktik,” kata Sekretaris Pers Karoline Leavitt dalam sebuah pernyataan kepada AFP.

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (Getty Images via AFP/ALEX WONG)

    Karoline menyebut Trump dan timnya masih terus membahas opsi terbaik untuk mencapai tujuan itu. Menurutnya, salah satu opsi yakni dengan kekuatan militer.

    “Presiden dan timnya sedang membahas berbagai opsi untuk mengejar tujuan kebijakan luar negeri yang penting ini, dan tentu saja, penggunaan militer AS selalu menjadi pilihan yang tersedia bagi panglima tertinggi,” ucap dia.

    6 Negara NATO Serukan Kedaulatan Greenland

    Enam negara anggota NATO bergabung dengan Denmark dalam menyerukan agar kedaulatan Greenland dihormati. Seruan itu disampaikan setelah Donald Trump kembali menegaskan keinginannya menguasai Greenland.

    Dalam pernyataan bersama, seperti dilansir Anadolu Agency, Rabu (7/1), enam negara anggota NATO, seperti Prancis, Jerman, Italia, Polandia, Spanyol, dan Inggris, bersama Denmark menyerukan penghormatan terhadap “kedaulatan, integritas teritorial, dan keutuhan perbatasan” Greenland.

    Greenland yang terletak di kawasan Arktik, merupakan wilayah otonomi Kerajaan Denmark. Pernyataan bersama itu menguraikan bahwa keamanan Arktik tetap menjadi “prioritas utama bagi Eropa”.

    “Greenland adalah milik rakyatnya. Hanya Denmark dan Greenland, yang berhak memutuskan hal-hal yang menyangkut soal Denmark dan Greenland,” kata pemimpin Denmark, Prancis, Jerman, Italia, Polandia, Spanyol, dan Inggris dalam pernyataan bersama tersebut.

    Ketujuh negara anggota NATO itu juga menegaskan kembali dalam pernyataannya bahwa banyak sekutu Eropa yang telah meningkatkan kehadiran, aktivitas, dan investasi mereka untuk menjaga keamanan wilayah tersebut.

    “Oleh karena itu, keamanan Arktik harus dicapai secara kolektif, bersama-sama dengan sekutu-sekutu NATO, termasuk Amerika Serikat, dengan menjunjung tinggi prinsip-prinsip Piagam PBB, yang mencakup kedaulatan, integritas teritorial, dan perbatasan yang tidak dapat diganggu gugat. Ini adalah prinsip-prinsip universal, dan kami tidak akan berhenti membela prinsip-prinsip tersebut,” tegas para pemimpin negara-negara NATO tersebut.

    Suasana dingin di kawasan es Greenland mendadak terasa panas pada Rabu (17/9/2025). Sejumlah negara Eropa menggelar latihan militer gabungan berskala besar yang melibatkan pasukan Prancis, Denmark, Jerman, Swedia, dan Norwegia. (REUTERS/Guglielmo Mangiapane)

    Ditekankan juga dalam pernyataan bersama itu bahwa AS merupakan “mitra penting dalam upaya ini, sebagai sekutu NATO dan melalui perjanjian pertahanan antara Kerajaan Denmark dan Amerika Serikat tahun 1951”.

    Dalam pernyataan terpisah, para Menteri Luar Negeri (Menlu) Denmark, Finlandia, Islandia, Norwegia, dan Swedia mengatakan bahwa sebagai negara-negara Nordik, negara-negara Arktik, dan sekutu NATO, mereka secara kolektif berkomitmen untuk menjaga keamanan, stabilitas, dan kerja sama di kawasan tersebut.

    “Kami semuanya telah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan pencegahan dan pertahanan di kawasan ini, termasuk melalui kemampuan, aktivitas, kehadiran, dan peningkatan kesadaran situasional yang baru,” kata para Menlu negara-negara Nordik tersebut.

    Tonton juga video “Parlemen Denmark: Greenland Tidak Dijual”

    Halaman 2 dari 2

    (rfs/azh)

  • AS Klaim Pegang Kendali Penuh Venezuela Usai Maduro Ditangkap

    AS Klaim Pegang Kendali Penuh Venezuela Usai Maduro Ditangkap

    Jakarta

    Amerika Serikat (AS) mengklaim memiliki pengaruh maksimal atas otoritas sementara Venezuela. Hal ini diklaim usai penangkapan Presiden Nicolas Maduro.

    Dilansir AFP, Kamis (8/1/2026), Presiden Donald Trump akan bertemu dengan para eksekutif minyak AS pada Jumat (9/1) besok untuk membahas rencana sektor minyak Venezuela. Sekretaris Pers Karoline Leavitt menyebut keputusan otoritas sementara Venezuela tentu akan didikte AS.

    “Jelas kami memiliki pengaruh maksimal atas otoritas sementara di Venezuela saat ini,” kata Leavitt dalam sebuah konferensi pers.

    “Kami terus berkoordinasi erat dengan otoritas sementara, dan keputusan mereka akan terus didikte oleh Amerika Serikat,” tambahnya.

    Trump telah berulang kali mengatakan bahwa AS akan “menjalankan” Venezuela setelah penangkapan Maduro, meskipun tidak memiliki pasukan di lapangan di sana.

    Pada kenyataannya, Washington tampaknya mengandalkan blokade angkatan laut terhadap ekspor minyak Venezuela, dan ancaman potensi penggunaan kekuatan lebih lanjut, untuk memastikan kerja sama presiden sementara Delcy Rodriguez.

    “Intinya adalah, kami telah membahas perencanaan tersebut secara rinci dengan mereka. Kami telah menjelaskannya kepada mereka. Bahkan, ini bukan sekadar improvisasi,” katanya kepada wartawan setelah bertemu dengan para anggota parlemen di Capitol Hill.

    Rencana AS sejauh ini mencakup apa yang dikatakan Trump pada hari Selasa sebagai kesepakatan-yang belum dikonfirmasi oleh Caracas-bagi Venezuela untuk menyerahkan antara 30 dan 50 juta barel minyak kepada AS.

    Ia juga mengatakan perusahaan minyak AS akan berinvestasi di fasilitas Venezuela yang sedang runtuh, meskipun belum ada perusahaan yang memberikan janji tersebut.

    “Pertemuan akan diadakan pada hari Jumat, dan itu hanya pertemuan untuk membahas, tentu saja, peluang besar yang ada di hadapan perusahaan-perusahaan minyak ini saat ini,” kata Leavitt kepada wartawan.

    (azh/azh)

  • Australia Minta Warganya Tinggalkan Iran yang Dilanda Demo Besar

    Australia Minta Warganya Tinggalkan Iran yang Dilanda Demo Besar

    Sydney

    Pemerintah Australia meminta warganya untuk meninggalkan Iran. Hal ini dikarenakan Iran sedang dilanda protes unjuk rasa.

    “Jika Anda berada di Iran, Anda harus segera pergi,” kata imbauan perjalanan pemerintah Australia dilansir AFP, Rabu (7/1/2026).

    “Ada protes kekerasan yang sedang berlangsung di seluruh negeri yang mungkin akan meningkat lebih lanjut tanpa pemberitahuan… situasi keamanannya tidak menentu,” tambahnya.

    Diketahui, gelombang protes dimulai pada 28 Desember 2025 dengan penutupan toko oleh para pedagang di Teheran, yang dipicu oleh kemarahan atas kenaikan biaya hidup. Sejak itu, protes telah menyebar ke daerah lain, terutama di barat, yang merupakan rumah bagi kelompok minoritas Kurdi dan Lor.

    Organisasi non-pemerintah Iran Human Rights (IHR) yang berbasis di Norwegia mengatakan bahwa aksi pasukan keamanan kini telah menewaskan sedikitnya 27 demonstran, termasuk lima anak di bawah usia 18 tahun.

    Otoritas Iran mengatakan bahwa anggota pasukan keamanan juga telah tewas, termasuk seorang polisi yang ditembak mati pada hari Selasa.

    (isa/rfs)

  • Saudi Serang Yaman Usai Pemimpin Separatis Tak Hadiri Perundingan

    Saudi Serang Yaman Usai Pemimpin Separatis Tak Hadiri Perundingan

    Jakarta

    Koalisi Arab Saudi menyerang wilayah al-Dhale, Yaman yang dikuasai kelompok separatis. Hal ini terjadi usai pemimpin separatis Yaman, Aidaros Alzubidis tak hadiri perundingan di Riyadh, Saudi.

    Dilansir AFP, Rabu (7/1/2026), koalisi tersebut mengatakan telah memberi ultimatum untuk Aidaros Alzubidi agar datang ke Riyadh untuk berdiskusi dalam 48 jam, setelah Dewan Transisi Selatan (STC) yang dipimpinnya merebut sebagian besar wilayah di Yaman bulan lalu.

    Meski begitu, wilayah itu bisa direbut kembali oleh koalisi pimpinan Saudi dan sekutu pasukan Yaman dalam beberapa hari terakhir. Alzubidi dilaporkan gagal naik pesawat untuk menuju Riyadh. Koalisi Saudi menuding Alzubidi mengerahkan “pasukan besar”.

    Dewan Kepemimpinan Kepresidenan Yaman, yang memegang kekuasaan eksekutif dan termasuk tokoh-tokoh yang didukung UEA dan Saudi yang saling bersaing, kemudian mengumumkan pemecatan Alzubidi. Alzubidi dituduh melakukan pengkhianatan tingkat tinggi.

    Konfrontasi antara faksi-faksi yang bersaing di Yaman telah menimbulkan kekhawatiran bahwa kota kedua terbesar, Aden, tempat STC bersikeras pemimpinnya masih berada, dapat terseret ke dalam kekerasan.

    Kemajuan STC dan respons Saudi juga telah menyebabkan hubungan dengan Uni Emirat Arab, negara penghasil minyak dan kekuatan politik saingan di Yaman, memburuk drastis.

    Diberitakan sebelumnya, konflik antara koalisi Arab Saudi dengan kelompok separatis Yaman yang didukung UEA semakin memanas. Singkat cerita, kelompok separatis merebut sejumlah besar wilayah Yaman bulan lalu, termasuk sebagian besar Provinsi Hadramawt yang berbatasan dengan Saudi, dan mengusir pasukan pemerintah Yaman yang didukung oleh Riyadh.

    Namun pekan lalu, rentetan serangan udara yang dilancarkan koalisi pimpinan Saudi dan serangan balasan di darat berhasil memukul mundur pasukan separatis di wilayah tersebut.

    Lihat juga Video: Israel Serang Yaman, 2 Orang Tewas-Puluhan Terluka

    Halaman 2 dari 2

    (isa/azh)

  • Saudi-UEA Panas di Yaman, RI Dorong Semua Pihak Tahan Diri dan Dialog

    Saudi-UEA Panas di Yaman, RI Dorong Semua Pihak Tahan Diri dan Dialog

    Jakarta

    Konflik antara kelompok separatis di Yaman yang didukung Uni Emirat Arab (UEA) dengan koalisi Arab Saudi semakin memanas. Indonesia meminta kedua belah pihak menahan diri.

    “Indonesia mengikuti dengan saksama perkembangan terkini di Republik Yaman, khususnya dinamika di Yaman selatan, seraya mendorong semua pihak terkait untuk berpartisipasi secara konstruktif, menahan diri,” tulis pernyataan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dalam unggahan di media sosial X seperti dilihat, Rabu (7/1/2025).

    Kemlu meminta kedua belah pihak mengedepankan dialog politik yang inklusif dan komprehensif. Dialog sangat dibutuhkan untuk menyelesaikan perbedaan.

    “Dalam rangka mencari solusi yang adil dan damai terkait Yaman selatan, Indonesia menyambut baik upaya Kerajaan Arab Saudi untuk memfasilitasi penyelenggaraan konferensi komprehensif di Riyadh yang akan mempertemukan seluruh faksi yang ada di Yaman selatan,” tutur Kemlu RI.

    Diketahui, kelompok separatis merebut sejumlah besar wilayah Yaman bulan lalu, termasuk sebagian besar Provinsi Hadramawt yang berbatasan dengan Saudi, dan mengusir pasukan pemerintah Yaman yang didukung oleh Riyadh.

    Namun pekan lalu, rentetan serangan udara yang dilancarkan koalisi pimpinan Saudi dan serangan balasan di darat berhasil memukul mundur pasukan separatis di wilayah tersebut.

    Koalisi pimpinan Saudi, seperti dilansir AFP, Rabu (7/1), mengatakan bahwa pasukannya telah melancarkan serangkaian serangan baru dalam upaya mencegah pemimpin separatis Yaman, Aidaros Alzubidi, semakin “meningkatkan konflik” dan memperluasnya ke wilayah Aldhale.

    Dalam pernyataannya, koalisi pimpinan Saudi menegaskan bahwa pihaknya “bekerja sama dengan pemerintah Yaman dan otoritas lokal… untuk mendukung upaya keamanan dan menjaga ketertiban”.

    Alzubidi dijadwalkan melakukan perjalanan ke Riyadh, ibu kota Saudi, pada Selasa (6/1) waktu setempat, untuk melakukan pembicaraan yang bertujuan untuk meredakan bentrokan.

    Lihat juga Video: UEA Dituding Menjadi Dalang Serangan Drone di Port Sudan

    Halaman 2 dari 2

    (isa/rfs)