Category: Detik.com Internasional

  • Pemimpin Demo Meninggal, Bangladesh Rusuh Lagi!

    Pemimpin Demo Meninggal, Bangladesh Rusuh Lagi!

    Dhaka

    Kerusuhan kembali pecah di Dhaka, ibu kota Bangladesh, pada Jumat (19/12) pagi waktu setempat, setelah seorang pemimpin demo pro-demokrasi yang terluka dalam upaya pembunuhan pekan lalu, meninggal dunia saat dirawat di rumah sakit di Singapura.

    Ribuan demonstran, seperti dilansir AFP, Jumat (19/12/2025), turun ke jalanan Dhaka setelah kematian Sharif Osman Hadi (32) diumumkan pada Jumat (19/12) dini hari waktu setempat. Dalam aksinya, para demonstran menuntut agar para pembunuh Hadi ditangkap.

    Beberapa gedung di ibu kota Dhaka, termasuk yang menjadi kantor dua surat kabar terkemuka Bangladesh, menurut otoritas setempat, dibakar dengan para staf terjebak di dalamnya.

    Hadi merupakan tokoh kunci dalam unjuk rasa tahun lalu yang mengakhiri pemerintahan otoriter Perdana Menteri (PM) Sheikh Hasina dan memaksanya melarikan diri ke India. Hadi mencalonkan diri untuk kursi parlemen dalam pemilu yang dijadwalkan Februari 2026 mendatang.

    Pada 12 Desember lalu, Hadi ditembak oleh sekelompok penyerang bermasker ketika dia meninggalkan sebuah masjid di Dhaka. Dia diterbangkan ke Singapura untuk menjalani perawatan medis di rumah sakit setempat, namun dia dinyatakan meninggal dunia akibat luka-lukanya pada Kamis (18/12).

    Pemerintah interim Bangladesh yang dipimpin peraih Nobel Perdamaian, Muhammad Yunus, mengonfirmasi kematian Hadi dalam pidato yang disiarkan televisi.

    “Kematiannya merupakan kehilangan yang tak tergantikan bagi bangsa. Perjalanan negara menuju demokrasi tidak dapat dihentikan melalui rasa takut, teror, atau pertumpahan darah,” ucapnya.

    Pemerintah Bangladesh juga mengumumkan salat jenazah di masjid-masjid setempat pada Jumat (19/12) dan pengibaran bendera setengah tiang pada Sabtu (20/12) besok.

    Setidaknya tiga kasus pembakaran dilaporkan di area Dhaka setelah berita kematian Hadi menyebar pada Jumat (19/12) pagi.

    Juru bicara Dinas Pemadam Kebakaran dan Pertahanan Sipil setempat mengatakan kepada AFP bahwa kebakaran terjadi di gedung surat kabar Daily Star dan gedung yang menjadi kantor surat kabar Prothom Alo.

    Kedua surat kabar itu merupakan yang terbesar di Bangladesh, namun para demonstran menuduh mereka bersekutu dengan negara tetangga India, yang menjadi tempat Hasina berlindung. Semasa hidup, Hadi yang merupakan pemimpin senior kelompok demo mahasiswa Inqilab Mancha, dikenal sebagai pengkritik India.

    Kediaman wakil Duta Besar India untuk Bangladesh juga dikepung ratusan demonstran yang melakukan aksi sit-in, atau berdemo sambil duduk, namun kepolisian menembakkan gas air mata untuk membubarkan mereka.

    Demonstran juga memblokir ruas jalan raya utama yang menghubungkan Dhaka dengan wilayah lainnya dan menyerang kediaman seorang mantan menteri di area Chittagong di bagian tenggara Bangladesh. Para demonstran juga menyerang Chhayanaut, sebuah pusat yang didedikasikan untuk budaya Bengali di Dhaka.

    Tonton juga video “Warga Bangladesh Rayakan Vonis Mati Eks Perdana Menteri Hasina”

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/ita)

  • Ratusan Orang Kumpul di Pantai Bondi untuk Kenang Korban Penembakan

    Ratusan Orang Kumpul di Pantai Bondi untuk Kenang Korban Penembakan

    Jakarta

    Ratusan orang berenang dan mengapung di lepas Pantai Bondi, Australia, membentuk lingkaran besar untuk mengenang 15 orang yang tewas dalam penembakan massal hari Minggu lalu di pantai ikonik di Sydney tersebut.

    Dilansir kantor berita AFP, Jumat (19/12/2025), para perenang dan peselancar bergerak membentuk lingkaran besar saat mereka mengapung di antara ombak pagi di Pantai Bondi pada Jumat (19/12).

    “Mereka membantai korban-korban yang tidak bersalah, dan hari ini saya berenang di sana dan menjadi bagian dari komunitas saya untuk membawa kembali cahaya,” kata konsultan keamanan Jason Carr kepada AFP.

    Carr mengatakan dia ragu-ragu sebelum kembali ke air karena orang-orang masih berduka.

    “Kami masih menguburkan jenazah. Tapi saya merasa itu penting,” kata pria berusia 53 tahun itu.

    “Saya tidak akan membiarkan seseorang yang begitu jahat, seseorang yang begitu gelap, menghentikan saya dari melakukan apa yang saya lakukan dan apa yang saya sukai,” cetusnya.

    Carole Schlessinger, seorang kepala eksekutif dari sebuah badan amal anak-anak, mengatakan ada “energi yang indah” di pertemuan di laut itu.

    “Bersama-sama adalah cara yang sangat penting untuk mencoba mengatasi apa yang sedang terjadi,” kata perempuan berumur 58 tahun itu.

    Sebanyak 15 orang tewas ketika Sajid Akram dan putranya, Naveed, melepaskan tembakan saat perayaan Hanukkah Yahudi di Pantai Bondi pada Minggu lalu. Sajid (50) tewas dalam baku tembak dengan polisi, tetapi Naveed yang berusia 24 tahun, selamat.

    Sydney saat ini tetap dalam keadaan siaga tinggi hampir seminggu setelah penembakan paling mematikan di Australia dalam hampir 30 tahun terakhir.

    Perdana Menteri Anthony Albanese telah berjanji akan melakukan penindakan besar-besaran untuk memberantas kejahatan antisemitisme.

    “Jelas kita perlu berbuat lebih banyak untuk memerangi momok jahat ini,” katanya kepada wartawan.

    Ini termasuk kewenangan baru untuk menargetkan para pengkhotbah ekstremis dan untuk menolak atau membatalkan visa bagi mereka yang menyebarkan ujaran kebencian dan perpecahan.

    Tonton juga video “Tangis Ibu Cerita Detik-detik Anaknya Tewas Ditembak di Pantai Bondi”

    Halaman 2 dari 2

    (ita/ita)

  • Ratusan Orang Kumpul di Pantai Bondi untuk Kenang Korban Penembakan

    Ratusan Orang Kumpul di Pantai Bondi untuk Kenang Korban Penembakan

    Jakarta

    Ratusan orang berenang dan mengapung di lepas Pantai Bondi, Australia, membentuk lingkaran besar untuk mengenang 15 orang yang tewas dalam penembakan massal hari Minggu lalu di pantai ikonik di Sydney tersebut.

    Dilansir kantor berita AFP, Jumat (19/12/2025), para perenang dan peselancar bergerak membentuk lingkaran besar saat mereka mengapung di antara ombak pagi di Pantai Bondi pada Jumat (19/12).

    “Mereka membantai korban-korban yang tidak bersalah, dan hari ini saya berenang di sana dan menjadi bagian dari komunitas saya untuk membawa kembali cahaya,” kata konsultan keamanan Jason Carr kepada AFP.

    Carr mengatakan dia ragu-ragu sebelum kembali ke air karena orang-orang masih berduka.

    “Kami masih menguburkan jenazah. Tapi saya merasa itu penting,” kata pria berusia 53 tahun itu.

    “Saya tidak akan membiarkan seseorang yang begitu jahat, seseorang yang begitu gelap, menghentikan saya dari melakukan apa yang saya lakukan dan apa yang saya sukai,” cetusnya.

    Carole Schlessinger, seorang kepala eksekutif dari sebuah badan amal anak-anak, mengatakan ada “energi yang indah” di pertemuan di laut itu.

    “Bersama-sama adalah cara yang sangat penting untuk mencoba mengatasi apa yang sedang terjadi,” kata perempuan berumur 58 tahun itu.

    Sebanyak 15 orang tewas ketika Sajid Akram dan putranya, Naveed, melepaskan tembakan saat perayaan Hanukkah Yahudi di Pantai Bondi pada Minggu lalu. Sajid (50) tewas dalam baku tembak dengan polisi, tetapi Naveed yang berusia 24 tahun, selamat.

    Sydney saat ini tetap dalam keadaan siaga tinggi hampir seminggu setelah penembakan paling mematikan di Australia dalam hampir 30 tahun terakhir.

    Perdana Menteri Anthony Albanese telah berjanji akan melakukan penindakan besar-besaran untuk memberantas kejahatan antisemitisme.

    “Jelas kita perlu berbuat lebih banyak untuk memerangi momok jahat ini,” katanya kepada wartawan.

    Ini termasuk kewenangan baru untuk menargetkan para pengkhotbah ekstremis dan untuk menolak atau membatalkan visa bagi mereka yang menyebarkan ujaran kebencian dan perpecahan.

    Tonton juga video “Tangis Ibu Cerita Detik-detik Anaknya Tewas Ditembak di Pantai Bondi”

    Halaman 2 dari 2

    (ita/ita)

  • Trump Prioritaskan Misi ke Bulan, Bukan Mars

    Trump Prioritaskan Misi ke Bulan, Bukan Mars

    Jakarta

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengkonfirmasi bahwa ia ingin mengirim astronot kembali ke Bulan sesegera mungkin. Dia menunda misi ke Mars di masa mendatang.

    Dalam perintah eksekutif tentang kebijakan ruang angkasanya, Trump mengatakan ia ingin membawa warga Amerika ke Bulan pada tahun 2028, di bawah program Artemis NASA yang diluncurkan selama masa jabatan pertamanya di Gedung Putih.

    Pendaratan di Bulan tersebut akan “menegaskan kepemimpinan Amerika di ruang angkasa, meletakkan dasar bagi pembangunan ekonomi di Bulan, mempersiapkan perjalanan ke Mars, dan menginspirasi generasi penjelajah Amerika berikutnya,” demikian bunyi perintah eksekutif Trump, dilansir kantor berita AFP, Jumat (19/12/2025).

    Perintah itu juga menyatakan bahwa badan antariksa AS, NASA berencana untuk membangun “elemen awal pos terdepan permanen di Bulan pada tahun 2030” dan mengkonfirmasi rencana untuk mengerahkan reaktor nuklir “di Bulan dan di orbit.”

    Saat ini, Amerika Serikat dijadwalkan untuk kembali ke permukaan Bulan pada pertengahan tahun 2027 dalam misi Artemis 3, tetapi jadwal tersebut telah berulang kali ditunda.

    Para ahli industri mengatakan itu kemungkinan akan ditunda lagi karena wahana pendarat bulan yang sedang dikembangkan di SpaceX milik Elon Musk belum siap.

    Perintah eksekutif Trump memberikan tekanan yang lebih besar pada NASA dan sektor antariksa swasta untuk mencapai tujuan pemerintah tersebut.

    Amerika Serikat ingin mendahului China, yang juga bermaksud mengirim awak ke Bulan pada tahun 2030 dan mendirikan pangkalan di sana.

    Memprioritaskan misi ke Bulan ini merupakan perubahan kebijakan dari apa yang dikatakan Trump awal tahun ini.

    Sebelumnya, ketika ia kembali menjabat presiden pada bulan Januari lalu, Trump mengatakan ia ingin menancapkan bendera Amerika di Mars sebelum akhir masa jabatannya selama empat tahun, tanpa menyebutkan rencana apa pun untuk Bulan.

    Tonton juga video “Trump Mau Serang Venezuela: Semoga Kongres Tak Bocor Kayak Saringan”

    Halaman 2 dari 2

    (ita/ita)

  • Trump Prioritaskan Misi ke Bulan, Bukan Mars

    Trump Prioritaskan Misi ke Bulan, Bukan Mars

    Jakarta

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengkonfirmasi bahwa ia ingin mengirim astronot kembali ke Bulan sesegera mungkin. Dia menunda misi ke Mars di masa mendatang.

    Dalam perintah eksekutif tentang kebijakan ruang angkasanya, Trump mengatakan ia ingin membawa warga Amerika ke Bulan pada tahun 2028, di bawah program Artemis NASA yang diluncurkan selama masa jabatan pertamanya di Gedung Putih.

    Pendaratan di Bulan tersebut akan “menegaskan kepemimpinan Amerika di ruang angkasa, meletakkan dasar bagi pembangunan ekonomi di Bulan, mempersiapkan perjalanan ke Mars, dan menginspirasi generasi penjelajah Amerika berikutnya,” demikian bunyi perintah eksekutif Trump, dilansir kantor berita AFP, Jumat (19/12/2025).

    Perintah itu juga menyatakan bahwa badan antariksa AS, NASA berencana untuk membangun “elemen awal pos terdepan permanen di Bulan pada tahun 2030” dan mengkonfirmasi rencana untuk mengerahkan reaktor nuklir “di Bulan dan di orbit.”

    Saat ini, Amerika Serikat dijadwalkan untuk kembali ke permukaan Bulan pada pertengahan tahun 2027 dalam misi Artemis 3, tetapi jadwal tersebut telah berulang kali ditunda.

    Para ahli industri mengatakan itu kemungkinan akan ditunda lagi karena wahana pendarat bulan yang sedang dikembangkan di SpaceX milik Elon Musk belum siap.

    Perintah eksekutif Trump memberikan tekanan yang lebih besar pada NASA dan sektor antariksa swasta untuk mencapai tujuan pemerintah tersebut.

    Amerika Serikat ingin mendahului China, yang juga bermaksud mengirim awak ke Bulan pada tahun 2030 dan mendirikan pangkalan di sana.

    Memprioritaskan misi ke Bulan ini merupakan perubahan kebijakan dari apa yang dikatakan Trump awal tahun ini.

    Sebelumnya, ketika ia kembali menjabat presiden pada bulan Januari lalu, Trump mengatakan ia ingin menancapkan bendera Amerika di Mars sebelum akhir masa jabatannya selama empat tahun, tanpa menyebutkan rencana apa pun untuk Bulan.

    Tonton juga video “Trump Mau Serang Venezuela: Semoga Kongres Tak Bocor Kayak Saringan”

    Halaman 2 dari 2

    (ita/ita)

  • Perebut Senjata Penembak Bondi Dapat Cek Rp 41 M: Apakah Saya Pantas?

    Perebut Senjata Penembak Bondi Dapat Cek Rp 41 M: Apakah Saya Pantas?

    Jakarta

    Ahmed al-Ahmed, warga Australia kelahiran Suriah yang merebut senjata salah satu penembak di Pantai Bondi, menerima cek senilai US$2,5 juta (sekitar Rp 41 miliar) yang dikumpulkan untuk mendukung keberaniannya.

    Cek tersebut diberikan kepada Ahmed oleh Zachery Dereniowski, seorang tokoh publik di Instagram, yang mendokumentasikan pertemuan mereka dalam sebuah video yang dibagikan di platform tersebut.

    Menurut Dereniowski, uang tersebut dikumpulkan secara kolektif dari 43.000 orang dari seluruh dunia.

    Dilansir Al Arabiya, Jumat (19/12/2025), dalam video tersebut, Ahmed terlihat berbaring di tempat tidur rumah sakit dengan gips di tangan kirinya. Ia ditembak beberapa kali di bahu selama insiden tersebut.

    “Apakah saya pantas mendapatkannya?” tanya pria berusia 43 tahun itu, ketika ia menerima cek tersebut.

    “Ketika saya menyelamatkan orang-orang, saya melakukannya dari hati,” kata Ahmed, menceritakan kembali serangan yang terjadi selama perayaan Hanukkah Yahudi tersebut.

    Dua pria melepaskan tembakan di Pantai Bondi, menewaskan 15 orang dan melukai setidaknya 42 orang, dalam peristiwa yang merupakan salah satu penembakan massal paling mematikan di Australia.

    Ahmed mengatakan bahwa semua orang yang berkumpul di Pantai Bondi hari itu berhak untuk bersenang-senang, dan itu adalah hak mereka.

    “Semoga Tuhan melindungi Australia, ‘Aussie, Aussie, Aussie,’” katanya sambil tersenyum.

    Kepolisian New South Wales, Australia telah mendakwa tersangka pelaku penembakan di Pantai Bondi, Naveed Akram, dengan terorisme, 15 dakwaan pembunuhan, dan sejumlah kejahatan lainnya. Ini dilakukan setelah penembakan massal paling mematikan di Australia dalam beberapa dekade.

    “Polisi akan menyatakan di pengadilan bahwa pria tersebut terlibat dalam tindakan yang menyebabkan kematian, cedera serius, dan membahayakan nyawa untuk memajukan tujuan keagamaan dan menimbulkan ketakutan di masyarakat,” kata polisi negara bagian New South Wales, dilansir kantor berita AFP.

    “Indikasi awal menunjukkan ini serangan teroris yang terinspirasi ISIS, sebuah organisasi teroris yang terdaftar di Australia,” kata mereka dalam sebuah pernyataan, menggunakan nama lain untuk kelompok Negara Islam (IS).

    Tonton juga video “Tangis Ibu Cerita Detik-detik Anaknya Tewas Ditembak di Pantai Bondi”

    Halaman 2 dari 2

    (ita/ita)

  • Pelaku Penembakan di Pantai Bondi Didakwa 59 Pelanggaran

    Pelaku Penembakan di Pantai Bondi Didakwa 59 Pelanggaran

    Anda sedang membaca laporan Dunia Hari Ini, edisi Kamis, 18 Desember 2025.

    Berita utama kami hadirkan dari Australia.

    Naveed Akram didakwa

    Pelaku penembakan di Pantai Bondi, Sydney, Naveed Akram, secara resmi telah didakwa dengan 59 pelanggaran terkait serangan yang menewaskan 15 orang. Pelanggaran tersebut termasuk 15 dakwaan pembunuhan, melakukan tindakan terorisme, dan 40 dakwaan yang menyebabkan luka atau cedera berat pada seseorang dengan maksud membunuh.

    Naveed Akram sudah sadar dari koma, namun masih dirawat di rumah sakit di bawah pengawasan polisi.

    Ia diwakili pengacaranya dari Bantuan Hukum saat menghadap pengadilan, Rabu kemarin, yang dilangsungkan secara daring hadapan Hakim Daniel Covington dan kasusnya dijadwalkan akan kembali disidangkan pada 22 Desember.

    Hukuman maksimal untuk melakukan tindakan terorisme dan pembunuhan di Australia adalah penjara seumur hidup.

    Duke of Marlborough ditangkap atas dugaan tindak pidana

    Charles James Spencer-Churchill, 70 tahun, ditangkap pada Mei tahun lalu atas dugaan tindak pidana yang terjadi pada November 2022, serta Januari dan Mei 2024 di Woodstock, dekat Oxford di Inggris tengah.

    Ia sudah dipanggil untuk hadir di Pengadilan Magistrat Oxford hari ini.

    “Setelah penyelidikan Kepolisian Thames Valley, Duke of Marlborough didakwa dengan tindak pidana pencekikan yang disengaja di Woodstock,” bunyi pernyataan polisi.

    Spencer-Churchill, yang dikenal sebagai Jamie Blandford, adalah Duke of Marlborough ke-12, salah satu keluarga bangsawan paling senior di Inggris.

    Rumah leluhur keluarga tersebut adalah Istana Blenheim, di Woodstock, yang pernah menjadi tempat kunjungan Presiden Donald Trump pada tahun 2018.

    PM Finlandia minta maaf kepada negara-negara Asia

    Perdana Menteri Finlandia meminta maaf kepada negara-negara Asia, sebagai tanggapan atas gambar-gambar yang dianggap menghina dan diunggah oleh anggota sayap kanan parlemen negara Nordik tersebut.

    Insiden yang dijuluki skandal “mata sipit” oleh media Finlandia ini adalah yang terbaru dalam serangkaian kasus di mana anggota Partai Finlandia, mitra junior dalam koalisi pemerintahan, dituduh mengunggah atau membuat pernyataan rasis.

    Perdana Menteri Petteri Orpo dari Partai Koalisi Nasional pro-bisnis, yang memimpin koalisi empat partai yang mencakup Partai Finlandia, mengeluarkan pernyataan berisi permintaan maafnya yang tulus.

    “Unggahan-unggahan ini tidak mencerminkan nilai-nilai kesetaraan dan inklusi Finlandia,” kata Orpo dalam pernyataan yang dirilis oleh kedutaan besar Finlandia di China, Jepang, dan Korea Selatan.

    “Pesan kami di Finlandia dan kepada semua teman kami di luar negeri adalah bahwa pemerintah menanggapi rasisme dengan serius dan berkomitmen untuk memerangi masalah ini,” katanya.

    Warner Bros menolak tawaran pengambilalihan paksa Paramount

    Dewan direksi Warner Bros Discovery menolak tawaran pengambilalihan paksa Paramount Skydance senilai US$108,4 miliar dengan alasan tawaran tersebut gagal memberikan jaminan pembiayaan yang memadai.

    Dalam surat kepada para pemegang saham, dewan direksi menulis Paramount telah “secara konsisten menyesatkan” para pemegang saham Warner Bros tawaran tunai US$30 per sahamnya sepenuhnya dijamin, atau “didukung,” oleh keluarga Ellison, yang dipimpin oleh CEO Oracle, Larry Ellison.

    “Tidak dan tidak pernah,” tulis dewan direksi mengenai jaminan tawaran Paramount, mencatat tawaran tersebut menimbulkan “banyak risiko besar.”

    Dewan direksi Warner Bros juga mengatakan mereka menemukan tawaran Paramount “lebih rendah” daripada perjanjian merger dengan Netflix.

    Penawaran sebesar US$27,75 per saham dari Paramount untuk studio film dan televisi Warner Bros, layanan streaming HBO Max, merupakan perjanjian yang mengikat dan tidak memerlukan pembiayaan ekuitas.

  • China Marah, Desak AS Berhenti Jual Senjata ke Taiwan!

    China Marah, Desak AS Berhenti Jual Senjata ke Taiwan!

    Jakarta

    Pemerintah China marah dan mendesak Amerika Serikat untuk “segera berhenti” mempersenjatai Taiwan. Hal ini disampaikan pada Kamis (18/12) setelah Taipei mengatakan Washington telah menyetujui penjualan senjata senilai US$11 miliar ke pulau tersebut.

    “China mendesak Amerika Serikat untuk mematuhi prinsip satu-China… dan segera menghentikan tindakan berbahaya mempersenjatai Taiwan,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun dalam konferensi pers, dilansir kantor berita AFP, Kamis (18/12/2025).

    Dia menambahkan bahwa Beijing akan mengambil “langkah-langkah tegas dan keras” untuk menjaga integritas wilayahnya.

    Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri AS mengumumkan pada Rabu (17/12) malam waktu setempat, bahwa Amerika Serikat menyetujui paket penjualan senjata ke Taiwan senilai hingga US$11 miliar. Persetujuan tersebut mencakup berbagai peralatan militer, mulai dari rudal, drone, hingga sistem artileri, yang ditujukan untuk memperkuat pertahanan Taiwan.

    Paket penjualan itu mencakup High Mobility Artillery Rocket System (HIMARS) dengan nilai hingga US$4,05 miliar, serta howitzer swa-gerak (self-propelled howitzers) senilai sekitar US$4 miliar. Kesepakatan ini menjadi salah satu upaya paling signifikan Washington dalam beberapa tahun terakhir untuk memperkuat kemampuan militer Taiwan di tengah meningkatnya tekanan China.

    Langkah tersebut menegaskan komitmen AS untuk terus mempersenjatai Taiwan, meskipun berisiko memperuncing hubungan yang sudah rapuh dengan Beijing.

    Penjualan senjata ini menjadi salah satu yang terbesar sepanjang sejarah kerja sama pertahanan antara AS dan Taiwan. Meski demikian, Departemen Luar Negeri AS menyatakan nilai akhir transaksi bisa lebih rendah, bergantung pada otoritas anggaran dan kebutuhan militer.

    Penjualan senjata ini masih membutuhkan persetujuan Kongres AS.

    Ini akan menjadi penjualan senjata AS yang kedua ke Taiwan sejak Presiden Donald Trump kembali menjabat pada Januari lalu, setelah penjualan komponen senilai US$330 juta pada November.

    “Ini adalah penjualan senjata kedua ke Taiwan yang diumumkan selama masa jabatan kedua pemerintahan Trump, sekali lagi menunjukkan komitmen kuat AS terhadap keamanan Taiwan,” kata Kementerian Luar Negeri Taiwan.

    Halaman 2 dari 2

    (ita/ita)

  • Memanas! Israel Kembali Gempur Lebanon

    Memanas! Israel Kembali Gempur Lebanon

    Jakarta

    Militer Israel kembali melancarkan beberapa serangan di Lebanon selatan dan timur pada hari Kamis (18/12). Militer Israel mengatakan mereka menargetkan infrastruktur Hizbullah termasuk sebuah kompleks militer.

    Meskipun gencatan senjata disepakati pada November 2024, yang seharusnya mengakhiri permusuhan lebih dari setahun antara Israel dan kelompok militan Hizbullah, Israel terus melakukan serangan di Lebanon. Israel juga mempertahankan pasukannya di lima wilayah Lebanon selatan yang dianggap strategis.

    Kantor berita Lebanon, National News Agency yang dikelola pemerintah, melaporkan beberapa serangan di daerah pegunungan di Lebanon selatan dan timur.

    Dilansir kantor berita AFP, Kamis (18/12/2025), militer Israel mengatakan mereka menargetkan “situs infrastruktur teror di beberapa wilayah di Lebanon termasuk sebuah kompleks militer yang digunakan oleh Hizbullah untuk melakukan pelatihan dan kursus” bagi anggota kelompok yang didukung Iran tersebut.

    Dalam pernyataan lain, militer Israel (IDF) juga mengatakan: “Beberapa saat yang lalu, IDF menyerang seorang Hizbullah di daerah Taybeh di Lebanon selatan.”

    Serangan-serangan ini terjadi menjelang pertemuan komite pemantau gencatan senjata, yang meliputi Amerika Serikat dan Prancis, pada hari Jumat (29/12) besok.

    Sekitar 340 orang telah tewas akibat serangan Israel di Lebanon sejak perjanjian gencatan senjata diberlakukan, menurut perhitungan AFP berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan Lebanon.

    Lihat Video ‘Detik-Detik Israel Ledakan Gedung di Tayr Filsay Lebanon’:

    (ita/ita)

  • Kongres AS Cabut Permanen Sanksi terhadap Suriah

    Kongres AS Cabut Permanen Sanksi terhadap Suriah

    Jakarta

    Kongres Amerika Serikat secara permanen mengakhiri sanksi-sanksi yang dikenakan pada Suriah di bawah pemimpin yang digulingkan, Bashar al-Assad. Langkah ini membuka jalan bagi kembalinya investasi ke negara yang dilanda perang tersebut.

    Presiden AS Donald Trump sebelumnya telah dua kali menangguhkan pelaksanaan sanksi tersebut. Namun, Presiden baru Suriah, Ahmed al-Sharya menginginkan pengakhiran sanksi secara permanen. Sebabnya, dia khawatir bahwa selama sanksi tersebut masih berlaku, hal itu akan menghambat bisnis di negara tersebut.

    Pada Rabu (17/12) waktu setempat, Senat meloloskan pencabutan Undang-Undang Caesar 2019 sebagai bagian dari paket pertahanan tahunan yang komprehensif. Senat memberikan suara 77 setuju banding 20 suara menolak untuk mendukung undang-undang tersebut, yang telah disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat dan diharapkan akan ditandatangani oleh Trump.

    Pencabutan undang-undang tersebut, yang didukung secara luas oleh para anggota parlemen dari kedua partai, “merupakan langkah penting untuk memberikan kesempatan nyata kepada rakyat Suriah untuk membangun kembali setelah puluhan tahun penderitaan yang tak terbayangkan,” kata Senator Jeanne Shaheen, pemimpin Partai Demokrat di Komite Hubungan Luar Negeri Senat.

    Damaskus menyambut keputusan tersebut sebagai titik balik.

    “Kami menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan kami kepada Senat AS atas dukungannya kepada rakyat Suriah dan pemungutan suaranya untuk mencabut Undang-Undang Caesar,” kata Menteri Luar Negeri Suriah Asaad al-Shaibani.

    Ia menyebut langkah tersebut sebagai “perkembangan positif yang membuka cakrawala baru untuk kerja sama dan kemitraan antara negara kami dan dunia.”

    Undang-Undang Caesar, yang dinamai menurut nama seorang fotografer anonim yang mendokumentasikan kekejaman di penjara-penjara Assad, sangat membatasi investasi dan memutus akses Suriah dari sistem perbankan internasional.

    Undang-undang tersebut dimaksudkan untuk mencegah masuknya bisnis asing untuk membangun kembali Suriah pada saat Assad tampaknya telah menang, setelah lebih dari satu dekade perang saudara.

    Halaman 2 dari 2

    (ita/ita)