Category: Detik.com Internasional

  • Penyintas Holokaus Era Hitler Jadi Korban Tewas Penembakan Pantai Bondi

    Penyintas Holokaus Era Hitler Jadi Korban Tewas Penembakan Pantai Bondi

    Sydney

    Penyintas Holokaus atau genosida Yahudi yang dilakukan Nazi saat dipimpin Adolf Hitler termasuk di antara 15 korban tewas dalam penembakan di Pantai Bondi, Sydney, Australia. Penembakan itu terjadi saat perayaan Hanukkah Yahudi di Pantai Bondi.

    Dilansir AFP, Minggu (21/12/2025), salah seorang penembak Sajid Akram (50) tewas dalam baku tembak dengan polisi. Sementara, putranya yang berusia 24 tahun, Naveed, selamat dan telah didakwa dengan berbagai tuduhan termasuk terorisme dan 15 pembunuhan.

    Korban tewas penembakan itu terdiri dari anak berusia 10 tahun bernama Matilda. Dia meninggal di rumah sakit setelah terluka dalam penembakan tersebut.

    Keluarga gadis itu meminta agar nama belakangnya tidak dipublikasikan. Berikutnya, ada Boris Gurman yang merupakan seorang mekanik pensiunan dan warga lokal Bondi, serta istrinya, Sofia, yang sempat melawan Sajid Akram dan termasuk di antara korban pertama dalam penembakan tersebut.

    Rekaman dashcam menunjukkan Boris (69) menjatuhkan Akram ke tanah dan merebut senjatanya. Istrinya, Sofia (61) berlari ke arahnya untuk memberikan dukungan. Namun, Akram mendapatkan senjata lain dan menembak pasangan itu.

    Korban tertua ialah Alex Kleytman (87) yang merupakan seorang insinyur pensiunan dan penyintas Holokaus. Istrinya, Larisa, bercerita mereka mendengar suara tembakan dan melihat orang-orang terjatuh.

    “Kami sedang berdiri dan tiba-tiba terdengar suara ‘boom boom’, dan semua orang jatuh. Saat itu, dia berada di belakang saya, dan pada suatu saat, dia memutuskan untuk mendekati saya. Dia mendorong tubuhnya ke atas karena ingin tetap dekat dengan saya,” kata istrinya, Larisa, kepada surat kabar The Australian.

    Alex Kleytman adalah warga asli Ukraina dan penyintas Holokaus, menurut situs web gerakan Chabad, yang mewakili cabang Yahudi Hasidik dan menyelenggarakan acara Bondi tersebut.

    Penyintas Holokaus lainnya, Marika Pogany (82), duduk di barisan depan acara Hanukkah tahunan ketika para penembak melepaskan tembakan. Dia telah tinggal di Australia selama beberapa dekade dan bekerja mengantarkan makanan kosher kepada para lansia.

    Reuven Morrison, seorang pengusaha berusia 62 tahun yang dilaporkan bermigrasi dari Uni Soviet pada tahun 1970-an, dipuji karena berusaha mengalihkan perhatian para penembak.

    Selain itu, ada juga pengusaha hingga rabi yang menjadi korban tewas. Australia menyebut peristiwa itu sebagai aksi terorisme.

    Penembakan itu mulai berakhir setelah Ahmed al-Ahmed, warga Australia kelahiran Suriah, dengan berani merebut senjata salah satu penembak. Ahmed pun terkena tembakan dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.

    Lihat juga Video: Tangis Ibu Cerita Detik-detik Anaknya Tewas Ditembak di Pantai Bondi

    Halaman 2 dari 2

    (haf/imk)

  • Mendadak Kaya! Dua Sahabat di India Tak Sengaja Temukan Berlian Nyaris Rp 1 M

    Mendadak Kaya! Dua Sahabat di India Tak Sengaja Temukan Berlian Nyaris Rp 1 M

    Jakarta

    Suatu pagi pada musim dingin di Kota Panna, India, dua orang sahabat menemukan batu berlian yang mereka yakini dapat mengubah hidup mereka selamanya.

    Kedua orang itu bernama Satish Khatik dan Sajid Mohammed. Mereka menemukan sebuah batu besar berkilauan di sebidang tanah yang baru mereka sewa beberapa minggu sebelumnya.

    Setelah membawa batu itu ke juru taksir batu permata bersertifikat di kota tersebut, Katik dan Mohammed akhirnya menyadari bahwa mereka telah menemukan berlian seberat 15,34 karat. Batu itu adalah salah satu varietas berlian alami terbaik yang ada.

    “Perkiraan harga pasar batu itu sekitar lima hingga enam juta rupee (sekitar Rp 917 juta) dan akan segera dilelang,” kata Anupam Singh, juru taksir berlian bersetifikat kepada BBC Hindi.

    Pemerintah setempat tengah mempersiapkan lelang rutin per tiga bulan. Lelang itu diyakini akan menarik pembeli dari seluruh India dan luar negeri untuk menawar berlian tersebut.

    “Perkiraan harga bergantung pada kurs dolar dan patokan yang ditetapkan oleh laporan Rapaport,” kata Singh.

    Rapaport secara luas dianggap sebagai otoritas independen terkemuka dalam analisis pasar berlian dan perhiasan.

    “Sekarang kami bisa menikahkan saudara perempuan kami,” kata mereka.

    Dalam tata adat di India, keluarga perempuan memiliki tanggung jawab membayar mahar kepada keluarga laki-laki, sebelum akhirnya pernikahan bisa disepakati dan berlangsung.

    Tata adat itu, merujuk , turut memicu fenomena pengguguran bayi perempuan di India, terutama di kalangan masyarakat ekonomi bawah.

    Khatik, yang kini berusia 24 tahun, mendapat nafkah dengan jualan daging. Adapun Mohammed, 23 tahun, menjual buah-buahan.

    Keduanya berasal dari keluarga miskin dan merupakan putra bungsu dalam keluarga mereka.

    Selama beberapa generasi, keluarga Khatik dan Mohammed telah mencoba peruntungan dalam mencari berlian. Ini adalah upaya yang biasa dilakukan warga Kota Panna.

    Amit RathaurSatish Khatik (kanan) dan Sajid Mohammed (kiri) memperlihatkan berlian yang mereka temukan.

    Panna, yang terletak di Negara Bagian Madhya Pradesh, merupakan salah satu distrik di India yang paling mengalami persoalan ekonomi. Penduduk kota menghadapi kemiskinan, kelangkaan air, dan pengangguran yang masif.

    Namun Panna diyakini menyimpan sebagian besar cadangan berlian India. Kota ini telah menjadi tujuan utama para pemburu berlian.

    Cadangan berlian India relatif terbatas dibandingkan dengan negara-negara produsen utama batu permata ini. Namun secara historis, sumber batu berlian di India sangat signifikan bagi pasar global.

    Walau sebagian besar tambang dikelola pemerintah federal, pemerintah negara bagian menyewakan lahan-lahan kecil kepada penduduk setempat setiap tahunnya.

    Baca juga:

    Karena peluang kerja di kota terbatas, warga Panna berharap menemukan harta karun agar bisa memperbaiki taraf kehidupan. Namun sebagian besar dari mereka hampir selalu pulang dengan tangan kosong.

    Mohammed berkata, ayah dan kakeknya telah menggali lahan-lahan yang sama selama puluhan tahun, tapi tidak menemukan apa pun selain “debu dan serpihan kuarsa”.

    Ayahnya, yang bernama Nafees, yakin bahwa “para dewa akhirnya telah memberi penghargaan atas kerja keras dan kesabaran mereka”.

    AFP via Getty ImagesSekelompok warga di Desa Pati, yang berjarak 15 kilometer dari pusat Kota Panna, menggali lubang untuk menemukan batu permata, Oktober 2018.

    Khatik dan Mohammed sebelumnya bersepakat menyewa sebidang tanah untuk mencari berlian. Alasannya, mereka putus asa karena penghasilan mereka tidak dapat menutup kenaikan biaya kehidupan, apalagi membayar mahar pernikahan.

    Mencari berlian bukanlah pekerjaan yang mudah, tapi keduanya terus menyaring tumpukan tanah setelah selesai berdagang daging dan buah. Mereka melakukan itu pada malam hari atau kapan pun mereka mendapat waktu luang dari pekerjaan utama mereka.

    Pencarian yang mereka lakukan serupa dengan apa yang dilakukan kebanyakan penduduk Panna. Mereka mencari berlian dengan tangan: menggali lubang, mengangkut tanah dan batu, mencucinya melalui saringan dan dengan hati-hati menyaring ribuan batu kecil setelah kering.

    Ravi Patel, pegawai dinas pertambangan di Panna, menilai Khatik dan Mohammed sangat beruntung.

    “Mereka menyewa sebidang tanah pada tanggal 19 November lalu. Keberuntungan mereka adalah mereka menemukan berlian berkualitas permata dalam beberapa minggu,” kata Patel.

    Meskipun berlian yang mereka temukan belum terjual, Khatik dan Mohammed terus memelihara harapan.

    “Kami belum berpikir untuk membeli tanah, mengembangkan bisnis atau pindah ke kota yang lebih besar. Belum,” ujar Khatik.

    “Untuk saat ini kami fokus pada pernikahan saudara perempuan kami,” tuturnya.

    Tonton juga Video: Mewahnya Diamond Necklace Affair Marie Antoinette Bernilai Rp 76,4 miliar

    (haf/haf)

  • Kelompok Bersenjata Tembaki Warga di Jalanan Afsel, 10 Orang Tewas

    Kelompok Bersenjata Tembaki Warga di Jalanan Afsel, 10 Orang Tewas

    Johannesburg

    Kelompok bersenjata tak dikenal menewaskan 10 orang dan melukai 10 orang lainnya dalam serangan di permukiman kumuh di luar Johannesburg, Afrika Selatan (Afsel). Penembakan massal ini jadi yang kedua di Afrika Selatan bulan ini.

    Dilansir AFP, Minggu (21/12/2025), motif serangan di Bekkersdal yang terletak 40 Km barat daya Johannesburg itu belum jelas. Polisi menyebut beberapa korban ditembaki secara acak di jalanan oleh kelompok bersenjata itu.

    “Beberapa korban ditembak secara acak di jalanan oleh kelompok bersenjata tak dikenal. Sepuluh orang tewas. Kami belum memiliki rincian identitas mereka,” kata Juru Bicara Polisi untuk Provinsi Gauteng, Brigadir Brenda Muridili, kepada AFP.

    Penembakan itu terjadi di dekat sebuah kedai atau bar di Bekkersdal yang merupakan daerah miskin di dekat beberapa tambang emas utama Afrika Selatan. Para korban luka dibawa ke rumah sakit.

    Pada 6 Desember lalu, sekelompok pria bersenjata menyerbu sebuah hostel di dekat ibu kota Pretoria. Serangan itu menewaskan belasan orang termasuk seorang anak berusia 3 tahun.

    Polisi mengatakan penembakan itu terjadi di lokasi yang secara ilegal menjual alkohol. Afrika Selatan, rumah bagi 63 juta orang, merupakan negara dengan tingkat kejahatan serta tingkat pembunuhan tertinggi di dunia.

    Lihat juga Video: Kelompok Bersenjata Tembaki Polisi di Rusia, 3 Petugas Tewas

    (haf/imk)

  • Bayi Usia 14 Hari Meninggal Akibat Kedinginan di Pengungsian Perang Gaza

    Bayi Usia 14 Hari Meninggal Akibat Kedinginan di Pengungsian Perang Gaza

    Gaza

    Serangan besar-besaran Israel terus memberi duka bagi warga Gaza, Palestina, meski gencatan senjata telah diberlakukan. Salah satunya dialami oleh Eman Abu al-Khair yang harus kehilangan bayinya karena hipotermia saat musim dingin.

    Dilansir Al-Jazeera, Minggu (21/12/2025), Eman Abu al-Khair yang menjadi pengungsi terus menangis sambil menggenggam tas kecil berisi pakaian bayinya yang meninggal karena hipotermia. Ibu berusia 34 tahun itu masih tak percaya dia kehilangan bayinya, Mohammed, yang hanya hidup selama 14 hari.

    “Aku masih bisa mendengar tangisan kecilnya di telingaku. Aku tidur dan terlelap, tidak percaya bahwa tangisannya dan membangunkanku di malam hari tidak akan pernah terjadi lagi,” kata Eman.

    Tragedi keluarga ini dimulai pada larut malam tanggal 13 Desember di al-Mawasi, sebelah barat Khan Younis di Jalur Gaza selatan. Mereka saat itu mengungsi dari rumah mereka di sebelah timur Khan Younis yang hancur karena serangan Israel.

    Eman menidurkan bayinya, lalu terbangun kemudian untuk memeriksanya dan mendapati kondisinya mengkhawatirkan. Suhu telah turun dan tanpa tempat berlindung atau pakaian yang layak untuk bayi baru lahir. Tidak ada perlindungan bagi Mohammed.

    “Tubuhnya dingin seperti es. Tangan dan kakinya membeku, wajahnya kaku dan kekuningan, dan dia hampir tidak bernapas. Saya segera membangunkan suami saya agar kami bisa membawanya ke rumah sakit, tetapi ia tidak dapat menemukan alat transportasi untuk membawa kami ke sana,” kenangnya.

    Saat itu sudah larut malam, dan hujan deras masih mengguyur. Mustahil bagi sang ayah untuk mencapai rumah sakit bahkan dengan berjalan kaki.

    “Begitu fajar menyingsing, kami bergegas dengan gerobak yang ditarik hewan menuju rumah sakit. Namun sayangnya, kami tiba terlambat. Kondisinya sudah kritis,” ujarnya.

    Staf medis di Rumah Sakit Bulan Sabit Merah di Khan Younis terkejut dengan kondisi bayi yang memburuk tersebut. Wajahnya berubah menjadi biru sepenuhnya dan dia kejang-kejang, sehingga dokter segera membawanya ke unit perawatan intensif anak.

    Mohammed menghabiskan dua hari di unit perawatan intensif dengan ventilator sebelum meninggal pada 15 Desember.

    “Bayi saya tidak memiliki masalah medis. Hasil tesnya tidak menunjukkan penyakit apa pun. Tubuh mungilnya tidak mampu menahan dingin yang ekstrem di dalam tenda,” kata Eman yang terus menangis.

    Kementerian Kesehatan Gaza mengumumkan kematian seorang bayi akibat penurunan suhu tubuh yang parah yang disebabkan oleh dingin yang ekstrem di tengah kondisi hidup yang keras akibat cuaca buruk baru-baru ini. Dalam pernyataan terbaru, kementerian mengatakan bahwa bayi Mohammed Khalil Abu al-Khair, berusia dua minggu, meninggal karena hipotermia akut.

    “Anak itu, Abu al-Khair, tiba di rumah sakit dua hari yang lalu dan dirawat di unit perawatan intensif, tetapi ia meninggal kemarin,” dalam pernyataan itu.

    Dengan kematian Mohammed, jumlah anak yang meninggal akibat cuaca dingin di Gaza telah meningkat menjadi 4 bulan ini. Kementerian telah mengumumkan tiga kematian serupa selama minggu sebelumnya.

    Lihat juga Video: Tenda Pengungsi Gaza Kebanjiran, Bayi Tewas Kedinginan

    Halaman 2 dari 2

    (haf/imk)

  • Tentang Tabuk yang Tertutup Salju di Saudi, Dulu Lokasi Perang Terakhir Nabi

    Tentang Tabuk yang Tertutup Salju di Saudi, Dulu Lokasi Perang Terakhir Nabi

    Tabuk

    Salju menyelimuti sejumlah dataran tinggi di Arab Saudi, termasuk Jabal atau Gunung Al-Lawz, di Provinsi Tabuk. Dulu, Tabuk dikenal karena menjadi lokasi perang terakhir antara umat Muslim yang dipimpin langsung Nabi Muhammad SAW dengan pasukan Romawi.

    Dilihat dari ‘Strategi dan Diplomasi Perang Rasulullah’ yang diunduh dari situs Jurnal Lektur Keagamaan Kementerian Agama, Minggu (21/12/2025), perang Tabuk terjadi pada bulan Rajab tahun ke-9 Hijriah atau bulan Oktober 630 masehi. Perang ini menjadi yang terakhir diikuti Nabi dan dikenal dengan perang al-Usrah.

    Dilansir detikHikmah, sejarah perang Tabuk juga terdapat dalam Sirah Nabawiyah yang disusun Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri. Perang Tabuk ini dilatarbelakangi keinginan Rasulullah untuk memperluas ajaran Islam ke daerah kekuasaan Romawi yang merupakan kekuatan militer terbesar di muka bumi pada masa itu.

    Keinginan Rasul muncul setelah dibunuhnya Al-Harits bin Umair di tangan Syuhrabil bin Amr Al-Ghasaani ketika Al-Harits membawa surat yang ditujukan kepada pemimpin Bushra. Nabi Muhammad SAW saat itu mengirimkan satuan pasukan yang dipimpin oleh Zaid bin Haritsah yang kemudian bertempur dengan pasukan Romawi dalam peperangan besar dan meninggalkan pengaruh bagi bangsa Arab.

    Buku Perang Hunain dan Perang Tabuk yang diterjemahkan oleh Muhammad Ridha dan H Anshori Umar Sitanggal Abu Farhan mencatat Perang Tabuk terjadi saat cuaca sangat panas dan musim paceklik. Begitu panasnya udara saat peristiwa Perang Tabuk disebut membuat orang-orang sampai menyembelih unta lalu meminum air dari dalam kantong di perut kecilnya.

    Itulah sebabnya perang ini disebut juga Ghazwah Al-Usrah, yakni perang yang dilakukan dalam masa kesulitan dan kesempitan. Kisah perang Tabuk juga dijelaskan dalam Al-Qur’an surah At-Taubah ayat 117.

    Perang antara 30 ribu pasukan kaum Muslim dan sekitar 40 ribu pasukan bangsa Romawi tersebut dimenangkan oleh kaum Muslim. Pihak Romawi yang telah berada di kawasan Tabuk kemudian mengajak berdamai dengan membayar upeti sehingga pertempuran fisik tidak pecah. Sejak peristiwa itu, pasukan Muslim semakin memperluas pengaruhnya.

    Tabuk Tertutup Salju Saat Musim Dingin

    Pada Rabu (17/12/2025) dan Kamis (18/12/2025), hujan salju turun di Tabuk. Hamparan salju tipis mengubah area pegunungan yang dikelilingi gurun menjadi negeri ajaib musim dingin. Dilansir Arab News, salah satu lokasi yang ditutupi salju itu ialah Trojena yang merupakan destinasi pegunungan untuk mendaki dan bermain ski di Jabal Al-Lawz, Tabuk.

    Lokasinya berada di ketinggian 2.600 meter. Rekaman video yang ditayangkan media terkemuka Qatar, Al Jazeera, pada 17 Desember menunjukkan area pegunungan di Tabuk, Saudi, diselimuti hamparan salju tipis.

    “Salju menyelimuti wilayah utara Arab Saudi di tengah penurunan suhu yang drastis,” tulis Al Jazeera dalam keterangan video tersebut.

    Ini bukan pertama kalinya salju menyelimuti daerah Tabuk. Pada 2023, salju juga menutupi Jabal Al-Lawz.

    Video lainnya yang direkam di area kota Hail, Saudi bagian barat laut, menunjukkan hujan salju turun di wilayah pegunungan tersebut. Sebagian wilayah Hail dilanda hujan salju pada Rabu (17/12) malam. Hujan ringan hingga sedang dilaporkan mengguyur seluruh wilayah Hail.

    Pusat Meteorologi Nasional, seperti dilansir Saudi Press Agency (SPA), melaporkan area Provinsi Al-Majmaah dan Al-Ghat yang terletak di utara Riyadh dilanda hujan salju pada Kamis (18/12) pagi waktu setempat. Hal itu menyebabkan penumpukan salju di dataran tinggi dan di area-area terbuka.

    Juru bicara Pusat Meteorologi Nasional, Hussein Al-Qahtani, menjelaskan bahwa kondisi cuaca yang melanda area sebelah utara Riyadh merupakan akibat dari massa udara dingin yang bergerak ke area tersebut, disertai awan pembawa hujan. Al-Qahtani mengimbau warga untuk berhati-hati, terutama saat berkendara di jalanan terbuka karena potensi terbentuknya es.

    Lihat juga Video: Dihantam Badai Salju, Ratusan Pendaki Terjebak di Gunung Everest

    Halaman 2 dari 2

    (haf/imk)

  • Kereta Api di India Tabrak 7 Ekor Gajah hingga Tewas, 5 Gerbong Tergelincir

    Kereta Api di India Tabrak 7 Ekor Gajah hingga Tewas, 5 Gerbong Tergelincir

    Jakarta

    Kereta api di India menabrak kawanan gajah Asia liar yang sedang menyeberangi rel di negara bagian Assam, India Timur Laut. Sebanyak 7 ekor gajah tewas usai ditabrak kereta.

    Dilansir CNN, Minggu (21/12/2025), kereta api penumpang berkecepatan tinggi bertabrakan dengan kawanan gajah pada Sabtu (20/12). Juru bicara Kereta Api India, Kapinjal Kishore Sharma, mengatakan masinis kereta api melihat sekitar 100 ekor gajah dan sempat menggunakan rem darurat, namun kereta api masih menabrak beberapa hewan tersebut

    Sharma mengatakan lima gerbong kereta dan mesin tergelincir setelah tabrakan tersebut, tetapi dia memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Dokter hewan melakukan autopsi terhadap gajah-gajah yang mati, yang langsung dikuburkan pada hari itu juga.

    Lokasi kecelakaan tersebut merupakan sebuah kawasan hutan sekitar 125 kilometer (78 mil) di sebelah tenggara ibu kota Assam, Guwahati. Jalur kereta api di negara bagian ini sering dilalui oleh gajah, tetapi Indian Railways mengatakan dalam bahwa lokasi kecelakaan tersebut bukan merupakan koridor gajah.

    Kereta Rajdhani Express, yang melakukan perjalanan dari Sairang di negara bagian Mizoram yang berbatasan dengan Myanmar, sedang menuju ke ibu kota New Delhi dengan 650 penumpang di dalamnya saat menabrak gajah-gajah tersebut.

    “Kami melepaskan gerbong-gerbong yang tidak tergelincir, dan kereta melanjutkan perjalanannya menuju New Delhi. Sekitar 200 penumpang yang berada di lima gerbong yang tergelincir telah dipindahkan ke Guwahati dengan kereta yang berbeda,” kata Sharma.

    Lihat juga Video: Kondisi Mobil Tertabrak KA hingga Terjun ke Kali di Cengkareng

    (wnv/wnv)

  • Zelensky Ragu Pertemuan AS-Rusia Bisa Setop Perang Ukraina, Minta Putin Ditekan

    Zelensky Ragu Pertemuan AS-Rusia Bisa Setop Perang Ukraina, Minta Putin Ditekan

    Jakarta

    Utusan Rusia kembali melakukan pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS) di Miami untuk membahas terkait mengakhiri perang Ukraina. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky menyatakan skeptis mengenai pembicaraan antara beberapa negara itu untuk mengakhiri perang di negaranya.

    “Saya tidak yakin ada sesuatu yang baru yang bisa dihasilkan,” kata Zelensky dilansir kantor berita AFP, Minggu (21/12/2025).

    Zelensky meminta AS untuk memberikan lebih banyak tekanan pada Rusia untuk mengakhiri perang. Zelensky juga mengatakan bahwa AS telah mengusulkan negosiasi tatap muka pertama antara Ukraina dan Rusia dalam setengah tahun, tetapi dia skeptis bahwa hal itu akan membantu.

    Zelensky menyebut, hanya Amerika Serikat yang mampu membujuk Rusia untuk mengakhiri perang. Dia meminta Amerika untuk meningkatkan tekanan pada Moskow untuk mewujudkannya.

    “Amerika harus dengan jelas mengatakan jika bukan diplomasi, maka akan ada tekanan penuh… Putin belum merasakan tekanan yang seharusnya ada,” katanya.

    Sebagaimana diketahui, utusan Rusia, Kirill Dmitriev, tiba di Miami di mana tim Ukraina dan Eropa juga telah berkumpul untuk negosiasi. Pertemuan ini dimediasi oleh utusan khusus AS, Steve Witkoff dan menantu Presiden Donald Trump, Jared Kushner.

    Namun, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada hari Jumat berjanji untuk tidak memaksa Ukraina untuk membuat kesepakatan apapun, tanpa persetujuan.

    (wnv/wnv)

  • Pelaku Penyerangan Bom Asap-Penusukan di Taiwan Pernah Tugas di Militer

    Pelaku Penyerangan Bom Asap-Penusukan di Taiwan Pernah Tugas di Militer

    Taipei

    Polisi Taiwan mengungkap sosok pelaku penyerangan bom asap dan penusukan di Taipei, Taiwan hingga berujung empat orang tewas, termasuk pelaku. Polisi mengungkap pelaku pernah bertugas di militer.

    Dilansir kantor berita AFP, Sabtu (20/12/2025) Presiden Taiwan, Lai Ching-te menjanjikan penyelidikan penuh dan terbuka terhadap serangan tersebut. Pelaku menewaskan tiga orang, sementara sedikitnya 11 orang lainnya terluka.

    Tersangka diidentifikasi berusia 27 tahun yang berasal dari keluarga Chang. Dia dicari karena mangkir dari dinas cadangan. Dia juga pernah bertugas di militer, namun diberhentikan karena mengemudi dalam keadaan mabuk.

    Lai Ching-te mengatakan tersangka tewas dengan cara melompat dari sebuah gedung saat menghindari penangkapan. Para pejabat menyebut serangan tersebut sebagai tindakan yang disengaja, tetapi belum diketahui motifnya pasti penyerangan.

    “Saya ingin menyampaikan belasungkawa kepada mereka yang secara tragis kehilangan nyawa mereka dalam serangan yang mengerikan dan kejam semalam, dan menyampaikan simpati saya kepada keluarga mereka,” kata Lai.

    Lai mengatakan bahwa ia telah memerintahkan penyelidikan penuh dan menyeluruh. Dia mengatakan bahwa pihak berwenang harus “ebih berhati-hati dan proaktif serta meningkatkan protokol darurat.

    Lai mengatakan bahwa pasukan tersebut harus dilatih dan diperlengkapi untuk operasi kontra-terorisme untuk melindungi warga negara.

    Kepala kepolisian Taiwan, Chang Jung-hsin mengatakan tersangka bertindak sendiri. Pihak kepolisian masih mencari tahu motifnya.

    “Dia bertindak sesuai dengan rencana, untuk membunuh orang secara acak. Mengenai motifnya, saya pikir masih perlu terus dipahami dan diselidiki,” jelasnya.

    Salah seorang saksi, Louis (36), mengatakan bahwa ia melihat pelaku di stasiun Zhongshan, tak lama setelah mendengar tentang serangan pertama di stasiun utama. Saat itu dia melihat pelaku melempar bom asap.

    “Saya melihatnya berjalan ke tengah jalan. Saya bertanya-tanya mengapa dia berjongkok di tengah jalan dan kemudian saya melihatnya melemparkan bom asap,” kata Louis.

    Louis menyebut situasi di lokasi sangat kacau. Dia langsung berlari saat pelaku melemparkan bom asap ke arah kerumunan.

    “Ketika dia melemparkannya, saya merasa ada yang tidak beres, jadi saya berbalik dan berlari,” kata dia.

    “Ada banyak orang di sana pada saat itu, dan sangat kacau. Saya masih merasa terguncang,” tambahnya.

    (wnv/wnv)

  • Brasil Ambil Peran Cegah Amerika dan Venezuela Berperang

    Brasil Ambil Peran Cegah Amerika dan Venezuela Berperang

    Jakarta

    Demi “menghindari konflik bersenjata” antara Washington dan Caracas, Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva menawarkan diri menjadi mediator antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela. AS dan Venezuela bersitegang beberapa waktu terakhir.

    Seperti dilansir AFP, Sabtu (20/12/2025), Lula da Silva, yang merupakan salah satu pemimpin paling berpengaruh di Amerika Latin, mengatakan kepada wartawan bahwa Brasil “sangat khawatir” tentang krisis yang semakin meningkat antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

    Tokoh sayap kiri berusia 80 tahun itu mengungkapkan bahwa dirinya telah memberitahu Trump jika “masalah tidak akan terselesaikan dengan baku tembak, bahwa lebih baik duduk bersama untuk mencari solusi”.

    Lula da Silva juga mengatakan dirinya telah menawarkan bantuan Brasil kepada kedua pemimpin untuk “menghindari konflik bersenjata di Amerika Latin” dan mungkin akan berbicara lagi dengan Trump sebelum Natal untuk menyampaikan kembali tawarannya.

    “Agar kita dapat mencapai kesepakatan diplomatik dan bukan perang saudara,” ujarnya.

    “Saya siap membantu Venezuela dan AS untuk berkontribusi pada solusi damai di benua kita,” tegas Lula da Silva dalam pernyataannya.

    Pemerintahan Trump menuduh Maduro memimpin kartel perdagangan narkoba. AS telah melancarkan rentetan serangan mematikan terhadap kapal-kapal yang diduga menyelundupkan narkoba, menyita kapal tanker minyak, dan menjatuhkan sanksi kepada kerabat Maduro.

    Trump juga mengawasi pengerahan militer besar-besaran di lepas pantai Venezuela, dan pekan ini mengumumkan blokade terhadap “kapal minyak yang dikenai sanksi” yang berlayar dari dan ke Caracas.

    Sementara Maduro menuduh AS berupaya menggulingkan rezimnya, bukan hanya memerangi perdagangan narkoba.

    Lula da Silva, dalam pernyataannya, mengakui dirinya khawatir tentang apa yang ada di balik operasi militer AS di kawasan Amerika Latin.

    “Ini tidak mungkin hanya tentang menggulingkan Maduro. Apa kepentingan lainnya yang belum kita ketahui?” ucapnya, sembari menambahkan bahwa dirinya tidak mengetahui apakah itu soal minyak Venezuela, atau mineral penting, atau logam tanah jarang.

    “Tidak ada yang pernah mengatakan secara konkret mengapa perang ini diperlukan,” kata Lula da Silva.

    Halaman 2 dari 2

    (kny/jbr)

  • Beringas AS Bombardir ISIS di Suriah Usai 3 Warganya Tewas

    Beringas AS Bombardir ISIS di Suriah Usai 3 Warganya Tewas

    Jakarta

    Amerika Serikat (AS) membombardir lebih dari 70 target kelompok radikal Islamic State (ISIS) di wilayah Suriah. Gempuran pada Jumat (19/12) waktu itu untuk membalas serangan yang menewaskan tiga warga AS, termasuk dua tentara, di Suriah akhir pekan lalu.

    Seperti dilansir AFP, Sabtu (20/12/2025), Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan bahwa sebagai respons, AS telah “menyerang lebih dari 70 target di berbagai lokasi di wilayah Suriah bagian tengah dengan jet tempur, helikopter serbu, dan artileri”.

    “Operasi tersebut menggunakan lebih dari 100 amunisi presisi yang menargetkan infrastruktur dan situs-situs senjata ISIS yang diketahui,” kata CENTCOM dalam pernyataannya.

    CENTCOM juga menambahkan bahwa AS dan pasukan sekutunya telah “melakukan 10 operasi di Suriah dan Irak yang mengakibatkan kematian atau penahanan 23 pelaku teroris” menyusul serangan di Palmyra. Tidak disebutkan lebih lanjut kelompok mana yang menjadi afiliasi para militan tersebut.

    Otoritas Washington mengatakan seorang pria bersenjata dari ISIS yang bertindak sendirian mendalangi serangan pada 13 Desember lalu di area Palmyra — rumah bagi reruntuhan kuno yang terdaftar di UNESCO dan pernah dikuasai para petempur ISIS — yang menewaskan dua tentara AS dan satu warga sipil AS.

    Warga-warga AS yang tewas dalam serangan Palmyra pada akhir pekan lalu terdiri atas dua sersan Garda Nasional Iowa, William Howard dan Edgar Torres Tovar, serta seorang warga sipil bernama Ayad Mansoor Sakat yang berasal dari Michigan dan bekerja sebagai penerjemah.

    Serangan yang menewaskan tiga warga AS itu merupakan insiden pertama sejak penggulingan penguasa lama Suriah, Bashar al-Assad, pada Desember tahun lalu. Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Suriah, Noureddine al-Baba, mengatakan pelakunya adalah anggota pasukan keamanan yang akan dipecat karena “ide-ide ekstremis Islamis-nya”.

    Para personel AS yang menjadi target serangan itu merupakan personel yang mendukung Operation Inherent Resolve, upaya internasional untuk memerangi ISIS, yang merebut sebagian besar wilayah Suriah dan Irak pada tahun 2014.

    Kelompok radikal itu telah dikalahkan oleh pasukan darat lokal, yang didukung serangan udara internasional dan dukungan lainnya, tetapi ISIS masih memiliki kehadiran di Suriah.

    Kementerian Luar Negeri Suriah, meskipun tidak secara langsung mengomentari serangan pada Jumat (19/12), mengatakan dalam sebuah postingan via media sosial X bahwa negaranya berkomitmen untuk memerangi ISIS.

    Ditegaskan juga oleh Kementerian Luar Negeri Suriah bahwa pihaknya “memastikan kelompok tersebut tidak memiliki tempat perlindungan yang aman di wilayah Suriah, dan akan terus mengintensifkan operasi militer terhadapnya di mana pun kelompok tersebut menimbulkan ancaman”.

    Peringatan Keras dari Trump

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan militer Washington telah melancarkan “pembalasan yang sangat serius” terhadap kelompok radikal Islamic State (ISIS) di Suriah, setelah serangan yang menewaskan tiga warga AS. Trump memperingatkan bahwa siapa pun yang menyerang atau mengancam AS, akan dihantam lebih keras.

    “Dengan ini saya mengumumkan bahwa Amerika Serikat melancarkan pembalasan yang sangat serius, seperti yang telah saya janjikan, terhadap para teroris pembunuh yang bertanggung jawab,” kata Trump dalam postingan Truth Social, seperti dilansir AFP, Sabtu (20/12/2025).

    “Kita menyerang dengan sangat kuat terhadap benteng-benteng ISIS di Suriah, tempat yang berlumuran darah dan memiliki banyak masalah, tetapi memiliki masa depan yang cerah jika ISIS dapat diberantas,” sebutnya.

    Lebih lanjut, Trump melontarkan peringatan terbaru bagi siapa pun, terutama para teroris, yang menyerang atau mengancam AS.

    “Semua teroris yang cukup jahat untuk menyerang warga Amerika dengan ini diperingatkan — ANDA AKAN DIHANTAM LEBIH KERAS DARIPADA YANG PERNAH ANDA ALAMI SEBELUMNYA JIKA ANDA, DENGAN CARA APA PUN, MENYERANG ATAU MENGANCAM AMERIKA SERIKAT,” tegasnya.

    5 Militan ISIS di Suriah Tewas Digempur AS

    Sedikitnya lima militan Islamic State (ISIS) tewas dalam gempuran militer AS di wilayah Suriah. Gempuran Washington itu merupakan balasan atas serangan akhir pekan lalu yang menewaskan tiga warga negaranya.

    Kepala kelompok pemantau Syrian Observatory for Human Rights, Rami Abdel Rahman, seperti dilansir AFP, Sabtu (20/12), melaporkan bahwa gempuran-gempuran AS itu memakan korban jiwa di wilayah Provinsi Deir Ezzor, Suriah bagian timur.

    “Setidaknya lima anggota kelompok Islamic State tewas,” sebut Rahman dalam pernyataan kepada AFP.

    Salah satu korban tewas, menurut Rahman, merupakan seorang pemimpin sel ISIS yang bertanggung jawab atas operasional drone di area tersebut.

    Seorang sumber keamanan Suriah mengatakan kepada AFP bahwa serangan-serangan AS menargetkan sel-sel ISIS di area gurun Badia yang luas, termasuk di Provinsi Homs, Deir Ezzor, dan Raqa. Disebutkan sumber keamanan tersebut bahwa serangan itu tidak mencakup operasi darat.

    Sebagian besar target serangan, menurut sumber tersebut, berada di area pegunungan yang membentang di sebelah utara Palmyra, termasuk menuju Deir Ezzor.

    Halaman 2 dari 3

    (kny/jbr)