Category: Detik.com Internasional

  • Moskow Diguncang Ledakan Bom, Jenderal Senior Rusia Tewas

    Moskow Diguncang Ledakan Bom, Jenderal Senior Rusia Tewas

    Moskow

    Sebuah ledakan mengguncang wilayah Moskow bagian selatan di Rusia pada Senin (22/12) waktu setempat. Seorang jenderal senior Rusia tewas akibat ledakan tersebut, yang diduga berasal dari sebuah alat peledak atau bom yang dipasang di bawah mobilnya.

    Komite Investigasi Rusia, seperti dilansir AFP, Senin (22/12/2025), mengatakan ledakan bom tersebut menewaskan seorang jenderal senior Rusia yang bernama Letnan Jenderal Fanil Sarvarov. Dia menjabat sebagai kepala departemen pelatihan pada Kantor Staf Umum Rusia.

    Dituturkan Komite Investigasi Rusia, yang menyelidiki kejahatan-kejahatan besar, bahwa pihaknya telah meluncurkan penyelidikan terhadap ledakan mematikan tersebut. Penyelidikan difokuskan pada dugaan “pembunuhan” terhadap Sarvarov.

    Dalam pernyataannya, Komite Investigasi Rusia juga menyebut bahwa kemungkinan soal ledakan bom itu “berkaitan” dengan “pasukan khusus Ukraina” juga ikut diselidiki.

    Sejak Moskow mengirimkan pasukan dalam invasi skala besar ke Ukraina pada Februari 2022, Kyiv telah dituduh mendalangi beberapa serangan mematikan yang menargetkan para pejabat militer Rusia dan tokoh-tokoh pro-Kremlin di wilayah Rusia dan di wilayah Ukraina yang dikuasai pasukan Moskow.

    Salah satunya pada April lalu, ketika Jenderal Yaroslav Moskalik, yang menjabat sebagai Wakil Staf Umum Rusia, tewas akibat ledakan mobil di dekat Moskow.

    Pada Desember 2024, kepala pasukan pertahanan radiologi, kimia, dan biologi Rusia, Igor Kirillov, tewas ketika sebuah skuter listrik yang dipasangi bom meledak di Moskow. Dinas keamanan Ukraina, SBU, mengklaim bertanggung jawab atas ledakan tersebut.

    Dalam serangan lainnya, seorang blogger militer Rusia, Maxim Gomin, tewas ketika sebuah patung kecil yang dipegangnya tiba-tiba meledak di sebuah kafe di area Saint Petersburg pada April 2023.

    Kemudian pada Agustus 2022, sebuah bom mobil menewaskan Daria Dugina, anak perempuan dari seorang ideolog ultranasionalis Rusia, Alexander Dugin.

    Tonton juga video “Putin Siap Bahas Perdamaian Jika Zelensky Bersedia ke Moskow”

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/idh)

  • Israel Ajak Orang Yahudi di Negara Barat Pindah Buntut Penembakan di Bondi

    Israel Ajak Orang Yahudi di Negara Barat Pindah Buntut Penembakan di Bondi

    Tel Aviv

    Menteri Luar Negeri (Menlu) Israel, Gideon Saar, menyerukan kepada orang-orang Yahudi di negara-negara Barat untuk pindah ke Israel, demi menghindari meningkatnya antisemitisme. Seruan ini disampaikan sepekan setelah sedikitnya 15 orang tewas dalam penembakan terhadap sebuah perayaan Yahudi di Pantai Bondi, Australia.

    “Orang Yahudi berhak untuk hidup aman di mana pun. Tetapi kita melihat dan sepenuhnya memahami apa yang sedang terjadi, dan kita memiliki pengalaman sejarah tertentu. Hari ini, orang-orang Yahudi diburu di seluruh dunia,” kata Saar dalam pernyataan terbarunya, seperti dilansir AFP, Senin (22/12/2025).

    Seruan itu disampaikan Menlu Israel tersebut saat menghadiri acara penyalaan lilin publik pada Minggu (21/12) waktu setempat, yang menandai hari terakhir festival keagamaan Yahudi, Hanukkah.

    “Hari ini, saya menyerukan kepada orang-orang Yahudi di Inggris, orang-orang Yahudi di Prancis, orang-orang Yahudi di Australia, orang-orang Yahudi di Kanada, orang-orang Yahudi di Belgia: datanglah ke tanah Israel! Pulanglah!” cetus Saar saat berbicara dalam seremoni dihadiri para pemimpin komunitas dan organisasi Yahudi di seluruh dunia.

    Sejak perang Gaza berkecamuk pada Oktober 2023, para pemimpin Israel berulang kali mengecam lonjakan antisemitisme di negara-negara Barat dan menuduh pemerintah negara-negara lainnya gagal untuk mengendalikannya.

    Otoritas Australia telah mengatakan bahwa penembakan massal terhadap perayaan Hanukkah di Pantai Bondi, Sydney, pada 14 Desember lalu terinspirasi oleh ideologi kelompok radikal Islamic State (ISIS).

    Pada Selasa (16/12) pekan lalu, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mendesak pemerintah negara-negara Barat untuk lebih melindungi warga Yahudi di wilayah mereka.

    “Saya menuntut agar pemerintah Barat melakukan apa yang diperlukan untuk memerangi antisemitisme dan memberikan keselamatan dan keamanan yang diperlukan bagi komunitas Yahudi di seluruh dunia,” kata Netanyahu dalam pidatonya lewat video.

    Pada Oktober lalu, Saar menuduh otoritas Inggris gagal mengambil tindakan untuk mengekang apa yang disebutnya sebagai “gelombang antisemitisme yang berbahaya”, menyusul serangan di luar sebuah sinagoge di Manchester.

    Serangan yang terjadi saat Yom Kippur tersebut, hari tersuci dalam kalender Yahudi, menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai empat orang lainnya.

    Menurut “Undang-undang Kepulangan” Israel yang berlaku sejak tahun 1950, setiap orang Yahudi di dunia berhak untuk menetap di Israel dan memperoleh kewarganegaraan Israel. Undang-undang ini juga berlaku untuk individu yang memiliki setidaknya satu kakek atau nenek Yahudi.

    Lihat Video ‘Israel Serang Gedung Sekolah di Gaza, Warga: Rudal Jatuh di Atas Kami’:

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/idh)

  • Serangan Drone Ukraina Rusak 2 Kapal Rusia, Picu Kebakaran di Dermaga

    Serangan Drone Ukraina Rusak 2 Kapal Rusia, Picu Kebakaran di Dermaga

    Moskow

    Serangan drone Ukraina menghantam area Krasnodar di Rusia, yang terletak di tepi Laut Hitam. Serangan itu memicu kerusakan pada dua kapal dan dua dermaga di area tersebut, bahkan sempat memicu kebakaran di sebuah desa setempat.

    Markas operasional wilayah Krasnodar dalam pernyataannya, seperti dilansir Reuters dan kantor berita TASS, Senin (22/12/2025), melaporkan bahwa serangan drone Ukraina itu menghantam area desa Volna yang terletak di Krasnodar.

    Disebutkan bahwa seluruh awak kapal yang ada di terminal Vona di tepi Laut Hitam telah dievakuasi dengan selamat.

    “Dua dermaga dan dua kapal mengalami kerusakan di desa Volna akibat serangan drone,” demikian pernyataan markas operasional wilayah Krasnodar.

    “Semua orang di atas kapal telah dievakuasi. Tidak ada korban jiwa di antara awak kapal atau personel darat,” imbuh pernyataan tersebut.

    Kerusakan yang ditimbulkan oleh serangan drone itu sempat menyebabkan kebakaran yang menyebar di area seluas 1.000 meter persegi hingga 1.500 meter persegi. Hingga pukul 02.00 GMT, api dilaporkan masih berkobar.

    Menurut markas operasional wilayah Krasnodar, para spesialis sedang berupaya memadamkan kebakaran yang terjadi di area dermaga tersebut.

    Ukraina sering menyerang wilayah Krasnodar di Rusia dengan menggunakan drone. Serangan-serangan pasukan Kyiv itu menargetkan kilang minyak, depot bahan bakar, pelabuhan, dan lapangan terbang di wilayah Rusia.

    Area-area tepi Laut Hitam merupakan area yang sangat penting untuk ekspor energi dan logistik militer Rusia. Namun area yang berbatasan dengan Crimea itu, berada dalam jangkauan drone dari wilayah Ukraina bagian selatan.

    Desa Volna yang dilanda serangan drone Ukraina itu terletak di dekat jembatan Crimea, yang membentang di atas Selat Kerch, jalur utama bagi pasukan Rusia, karena menghubungkan daratan utama dengan Semenanjung Crimea yang dianeksasi Kremlin dari Kyiv pada tahun 2014 lalu.

    Tonton juga video “Rusia Serang Apartemen di Ternopil Ukraina, 25 Orang Tewas-70 Luka-Luka”

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/idh)

  • Parlemen Australia Bahas UU Senjata Api Menyusul Penembakan di Bondi

    Parlemen Australia Bahas UU Senjata Api Menyusul Penembakan di Bondi

    Sydney

    Parlemen negara bagian New South Wales (NSW) Australia akan kembali bersidang untuk memberikan suara terkait rancangan undang-undang baru tentang pembatasan kepemilikan senjata api (senpi), pelarangan simbol teror, dan memperketat aturan demonstrasi, menyusul penembakan massal di Pantai Bondi.

    Pertemuan yang dijadwalkan mulai Senin (22/12) dan berlangsung selama dua hari tersebut akan membahas undang-undang senjata api yang lebih ketat. Aturan baru itu diyakini akan mengatur jumlah maksimal kepemilikan senjata api menjadi empat pucuk atau hingga 10 unit untuk kelompok tertentu, seperti petani.

    Saat ini, kepemilikan senjata tidak dibatasi selama ada alasan yang bisa diterima polisi. Menurut data kepolisian yang dikutip kantor berita ABC, lebih dari 50 orang di NSW memiliki lebih dari 100 senjata.

    Salah satu pelaku penembakan di Bondi, Sajid Akram (50) yang ditembak mati polisi, diketahui memiliki enam senjata api. Sementara, putranya, Naveed Akram (24), didakwa atas 59 pelanggaran, termasuk pasal pembunuhan dan terorisme.

    Sebanyak 16 orang tewas dan puluhan lainnya terluka dalam penembakan massal saat perayaan Hanukkah komunitas Yahudi di Bondi Beach, Sydney, pada 14 Desember 2025. Serangan tersebut menghebohkan Australia dan memicu seruan untuk memperketat undang-undang senjata api serta meningkatkan upaya memerangi antisemitisme.

    Rancangan aturan juga memberi polisi kewenangan lebih besar untuk meminta orang membuka penutup wajah saat demonstrasi. Pemerintah negara bagian berjanji melarang slogan “globalise the intifada” yang dinilai memicu kekerasan.

    Pada Minggu (21/12), para pemimpin Yahudi kembali menyerukan pembentukan komisi kerajaan untuk menyelidiki serangan di Bondi. Komisi kerajaan adalah jenis penyelidikan pemerintah Australia yang tertinggi.

    PM Australia hadapi kritik, kepercayaan turun

    PM Anthony Albanese tengah menghadapi kritik yang kian meningkat dari para lawan politiknya. Mereka menilai pemerintahan petahana belum berbuat cukup untuk membendung peningkatan antisemitisme.

    Ia bahkan mendapat cemooh saat menghadiri acara mengenang korban di Bondi yang dihadiri puluhan ribu orang pada Minggu (21/12), tepat satu pekan setelah penembakan.

    Pemerintah Albanese menyatakan telah secara konsisten mengecam antisemitisme dan menyoroti sejumlah undang-undang yang disahkan dalam dua tahun terakhir untuk memperkarakan dugaan ujaran kebencian dan praktik doksing.

    Pemerintah juga mengusir duta besar Iran awal tahun 2025 setelah menuduh Teheran mengarahkan serangan antisemitisme di Sydney dan Melbourne.

    “Masyarakat telah melihat kami menindak ujaran kebencian. Masyarakat telah melihat kami mengkriminalkan tindakan doksing. Masyarakat telah melihat kami bersikap sangat tegas dalam hukum kontra-terorisme, termasuk melarang salam Nazi dan sejenisnya,” kata Menteri Luar Negeri Penny Wong kepada ABC Radio pada Senin (22/12).

    Ayo berlangganan gratis newsletter mingguan Wednesday Bite. Recharge pengetahuanmu di tengah minggu, biar topik obrolan makin seru!

    Jajak pendapat yang dilakukan untuk surat kabar Sydney Morning Herald terhadap 1.010 pemilih dan dirilis pada Senin (22/12) menunjukkan tingkat persetujuan terhadap Albanese anjlok 15 poin, dari +6 pada awal Desember 2025 menjadi -9. Nilai terendah sejak kemenangan telaknya dalam pemilu Mei 2025.

    Pada Senin (22/12), pemerintah mulai membersihkan bunga, lilin, surat, dan benda-benda lain yang diletakkan masyarakat di Bondi Beach sebagai bentuk penghormatan.

    Menurut otoritas lokal, barang-barang tersebut akan disimpan dan dipamerkan di Museum Yahudi Sydney serta Australian Jewish Historical Society.

    Hingga saat ini, data dari departemen kesehatan menyatakan bahwa 13 orang masih dirawat di rumah sakit, termasuk empat orang dalam kondisi kritis tapi stabil.

    Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris

    Diadaptasi oleh Muhammad Hanafi

    Editor: Hani Anggraini

    Tonton juga video “Perebut Senjata Penembak di Bondi Dapat Rp 41 M: Apa Saya Pantas?”

    (nvc/nvc)

  • Horor 12 Mayat Ditemukan di Pinggiran Ibu Kota Guatemala

    Horor 12 Mayat Ditemukan di Pinggiran Ibu Kota Guatemala

    Guatamela City

    Otoritas Guatemala menemukan sedikitnya 12 mayat di area hutan di pinggiran Guatemala City, ibu kota Guatemala. Temuan mengerikan itu diduga berkaitan dengan tindak kekerasan geng kriminal di negara Amerika Tengah tersebut.

    Dinas pemadam kebakaran setempat dan laporan media lokal, seperti dilansir AFP, Senin (22/12/2025), menyebut mayat-mayat itu dibuang ke area yang menjadi lokasi para penjahat sering membuang mayat.

    Temuan selusin mayat itu terjadi dalam kurun waktu tiga di sebuah kawasan hutan yang ada di pinggiran Guatemala City.

    Juru bicara dinas pemadam kebakaran Guatemala City, Hans Lemus, mengatakan kepada wartawan bahwa dua mayat di antaranya ditemukan pada Jumat (19/12) waktu setempat, kemudian tiga mayat lainnya beserta kerangka manusia ditemukan pada Sabtu (20/12) waktu setempat.

    Pada Minggu (21/12), dengan bantuan sejumlah anjing pelacak, otoritas berwenang menemukan enam mayat lainnya berserta bagian tubuh manusia, yang dibungkus kain dan kantong plastik.

    Identitas mayat-mayat itu tidak diungkap ke publik.

    Namun Kementerian Dalam Negeri Guatemala, dalam pernyataan kepada wartawan, mengatakan bahwa temuan mayat itu berkaitan dengan pembunuhan yang mungkin melibatkan geng-geng kriminal yang saling memperebutkan wilayah.

    Guatemala marak dilanda kekerasan kriminal, terutama yang didalangi oleh geng Barrio 18 dan Mara Salvatrucha (MS-13). Kedua geng kriminal itu telah ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh Guatemala dan Amerika Serikat (AS).

    Temuan mayat dalam jumlah cukup banyak bukanlah hal yang langka terjadi di Guatemala. Pada Oktober lalu, para petugas penyelamat menemukan sedikitnya sembilan mayat di bawah sebuah jembatan di kota Palencia, dekat ibu kota Guatemala City.

    Otoritas Guatemala mengatakan bahwa hampir separuh dari tindak kekerasan di negara tersebut dilakukan oleh para pengedar narkoba dan anggota geng kriminal yang memeras uang dari para pelaku bisnis setempat.

    Guatemala mengakhiri tahun lalu dengan tingkat pembunuhan 16,1 per 100.000 penduduk, lebih dari dua kali lipat rata-rata global.

    Tonton juga video “Geger Penemuan Mayat Pria dengan Mulut Berbusa di Jambi”

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/idh)

  • PM Australia Minta Maaf ke Komunitas Yahudi Soal Penembakan Pantai Bondi

    PM Australia Minta Maaf ke Komunitas Yahudi Soal Penembakan Pantai Bondi

    Canberra

    Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese menyampaikan permintaan maaf kepada komunitas Yahudi di negara tersebut, atas penembakan massal yang menargetkan acara Hanukkah di Pantai Bondi, yang menewaskan sedikitnya 15 orang.

    “Sebagai Perdana Menteri, saya merasakan beban tanggung jawab atas kekejaman yang terjadi selama saya menjabat sebagai Perdana Menteri, dan saya meminta maaf atas apa yang dialami komunitas Yahudi dan bangsa kita secara keseluruhan,” kata Albanese seperti dilansir AFP, Senin (22/12/2025).

    “Pemerintah akan bekerja setiap hari untuk melindungi warga Yahudi di Australia, untuk melindungi hak mendasar mereka sebagai warga Australia agar mereka bangga dengan jati diri mereka, untuk menjalankan keyakinan mereka, untuk mendidik anak-anak mereka dan untuk terlibat dalam masyarakat Australia sepenuhnya,” ucapnya.

    Laporan terbaru yang didasarkan pada dokumen pengadilan menyebutkan bahwa dua tersangka dalam penembakan massal pada 14 Desember lalu — Sajid Akram dan anaknya, Naveed — diduga berlatih untuk serangan bersenjata tersebut di area pedesaan di Australia.

    Dokumen kepolisian yang dirilis pada Senin (22/12) waktu setempat menyebutkan bahwa kedua tersangka melakukan “pelatihan senjata api” di lokasi yang diyakini sebagai area pedesaan New South Wales sebelum penembakan terjadi.

    Foto-foto yang dirilis menunjukkan para tersangka menembakkan senapan dan bergerak dengan cara yang digambarkan otoritas setempat sebagai “cara taktis”.

    Kedua tersangka juga merekam sebuah video pada Oktober lalu, yang isinya mengecam “Zionis” sambil duduk di depan bendera kelompok Islamic State (ISIS) dan menjelaskan motivasi mereka untuk serangan tersebut.

    Keduanya, menurut dokumen kepolisian, melakukan perjalanan “pengintaian” malam hari ke Pantai Bondi beberapa hari sebelum penembakan massal.

    Albanese, dalam pernyataan terbaru kepada wartawan, mengatakan dirinya akan mendorong pemberlakuan undang-undang baru yang lebih keras, yang menetapkan “pelanggaran berat untuk ujaran kebencian” dan ekstremisme.

    “Kita tidak akan membiarkan teroris yang terinspirasi ISIS menang. Kita tidak akan membiarkan mereka memecah-belah masyarakat kita, dan kita akan melewati ini bersama-sama,” kata Albanese.

    Sementara itu, Kepolisian Australia mengumumkan pemindahan Naveed, satu-satunya tersangka yang masih hidup, dari penahanan di rumah sakit ke penjara. Naveed yang berusia 24 tahun menjalani perawatan medis di bawah pengawasan kepolisian, setelah dia ditembak usai beraksi bersama ayahnya pekan lalu.

    Sajid, ayah Naveed, tewas ditembak polisi di lokasi kejadian tak lama setelah mendalangi penembakan massal tersebut.

    Oleh otoritas berwenang Australia, Naveed dijerat berbagai dakwaan pidana, termasuk terorisme dan 15 dakwaan pembunuhan.

    Tonton juga video “Perebut Senjata Penembak di Bondi Dapat Rp 41 M: Apa Saya Pantas?”

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/idh)

  • Kisah Prajurit Ukraina yang Tak Dihormati sebagai Pahlawan

    Kisah Prajurit Ukraina yang Tak Dihormati sebagai Pahlawan

    Kyiv

    Artikel ini mengandung detail yang mengganggu dan referensi tentang bunuh diri. Beberapa nama telah diubah untuk melindungi identitas.

    Kateryna terus menangis ketika menceritakan kembali mengenai putranya, Orest. Suaranya bahkan bergetar karena campuran marah dan luka saat harus menjelaskan bagaimana putranya meninggal.

    “Negara mengambil anak saya, mengirimnya ke perang, dan mengembalikan tubuhnya dalam kantong. Itu saja. Tidak ada bantuan, tidak ada kebenaran, tidak ada apa-apa.”

    Orest meninggal di garis depan Ukraina yang berada dekat Chasiv Yar, di wilayah Donetsk pada 2023. Menurut penyelidikan resmi militer, ia meninggal akibat luka yang disebabkan diri sendiri atau bunuh diri.

    Atas dasar ini, Kateryna meminta agar identitasnya dan putranya dirahasiakan mengingat stigma yang melekat di Ukraina terkait bunuh diri dan gangguan kesehatan mental.

    Tentara Ukraina sepanjang garis depan dekat Chasiv Yar di Donetsk (EPA)

    Namun, tak ada data yang pasti mengenai jumlah tentara Ukraina yang tewas dalam pertempuran selama beberapa tahun ini.

    Bahkan ada tragedi yang lebih kelam di balik tewasnya para tentara Ukraina, yakni mereka yang bunuh diri dan kepedihan keluarga yang ditinggalkan beserta stigma dan keheningan yang mengiringi.

    Tentu saja, tidak ada statistik resmi terkait perihal bunuh diri ini di kalangan tentara.

    Upacara pemakaman dengan penghormatan militer diadakan di Lviv untuk seorang prajurit yang tewas dalam pertempuran (Reuters)

    Pejabat setempat menggambarkannya sebagai kejadian luar biasa sehingga jumlahnya tak banyak. Namun, aktivis hak asasi manusia dan keluarga yang berduka percaya angkanya mungkin mencapai ratusan.

    Cerita Kateryna hanya salah satu dari tiga cerita yang dikumpulkan BBC. Mereka merupakan keluarga yang anggotanya meninggal karena bunuh diri selama bertugas. Setiap cerita mengungkapkan pola yang menyedihkan tentang kelelahan psikologis dan sistem yang mengabaikan mereka.

    ‘Anak saya ditangkap, bukan dipanggil’

    Orest adalah pemuda berusia 25 tahun yang pendiam. Ia gemar membaca buku dan bermimpi memiliki karier akademis. Semula pada awal perang berlangsung, Orest dinyatakan tak layak bertugas karena punya permasalahan penglihatan.

    Namun pada 2023, patroli perekrutan menghentikannya di jalan. Kemampuan penglihatannya diperiksa ulang. Hasilnya, Orest diputuskan layak bertempur. Tak lama setelah itu, ia dikirim ke garis depan sebagai spesialis komunikasi.

    “Orest ditangkap, bukan dipanggil,” kata Kateryna dengan nada getir.

    Pusat perekrutan lokal membantah tuduhan tersebut kepada BBC. Meski ada gangguan dalam penglihatan, Orest dinilai “cukup layak” bertugas selama perang sehingga dipanggil.

    Pascapenugasan di dekat Chasiv Yar, Orest menjadi semakin tertutup dan depresi, kenang Kateryna. Ia pun menulis surat kepada putranya tiap hari selama 650 hari lebih hingga kabar buruk itu sampai. Kesedihannya makin menjadi saat pemberitahuan penyebab kematian putranya.

    Di Ukraina, bunuh diri dianggap sebagai kerugian non-tempur. Keluarga dari mereka yang meninggal karena bunuh diri tidak menerima kompensasi, kehormatan militer, atau pengakuan publik.

    “Di Ukraina, seolah-olah kita telah dibagi,” kata Kateryna. “Beberapa orang meninggal dengan cara yang benar, dan yang lain meninggal dengan cara yang salah.”

    ‘Perang menghancurkannya’

    Mariyana ingin identitasnya disembunyikan karena stigma yang melekat pada bunuh diri di Ukraina (BBC)

    Kegetiran lain juga dialami oleh Mariyana dari Kyiv. Serupa dengan Kateryna, ia juga ingin identitasnya dan suaminya, Anatoliy dirahasiakan.

    Suaminya, Anatoliy pernah ditolak karena pengalaman militer yang kurang. Walakin, ia “terus kembali hingga mereka menerimanya,” kata Mariyana sembari tersenyum tipis. Anatoliy pun bergabung secara sukarela dalam pertempuran pada 2022.

    Anatoliy ditugaskan sebagai penembak mesin di dekat Bakhmut, salah satu front paling berdarah dalam perang. “Setelah satu misi yang menewaskan sekitar 50 orang. Dia berubah, pendiam dan menjaga jarak,” kenang Mariyana.

    Pertempuran berlanjut. Anatoliy kehilangan sebagian lengannya dan dikirim ke rumah sakit. Namun pada suatu malam, setelah menelepon Mariyana, ia bunuh diri di halaman rumah sakit. “Perang menghancurkannya,” katanya sambil menangis.

    “Dia tidak bisa hidup dengan apa yang dia lihat.”

    Baca juga:

    Mariyana kian terpuruk ketika mendapati pejabat setempat menolak memberinya pemakaman militer sebagai penghormatan karena penyebab Anatoliy berpulang adalah bunuh diri.

    “Ketika dia berada di garis depan, dia dianggap berguna. Tapi sekarang dia bukan pahlawan?” ujar Mariyana yang merasa dikhianati negara.

    “Negara membuang saya ke pinggir jalan,” katanya. “Saya memberikan suami saya kepada mereka, dan mereka meninggalkanku sendirian tanpa apa-apa.”

    Deritanya belum tuntas. Mariyana harus menghadapi stigma dari para janda yang suaminya meninggal karena bertempur.

    Sumber dukungan satu-satunya adalah komunitas online perempuan seperti dirinya, yakni para janda yang suaminya meninggal karena bunuh diri ketika bertugas.

    Mereka ingin pemerintah mengubah undang-undang agar keluarga yang ditinggalkan memiliki hak dan pengakuan yang sama dengan keluarga militer lainnya.

    ‘Rasanya dunia runtuh’

    Viktoria di Lviv memiliki kecemasan lain. Ia masih tidak bisa membicarakan kematian suaminya secara terbuka karena takut dikecam. BBC juga tidak menggunakan nama asli Viktoria dan suaminya, Andriy.

    Mirip dengan Anatoliy, Andriy tetap berkeras bergabung dalam pasukan perang meski menderita kelainan jantung bawaan. Ia pun bertugas menjadi sopir di unit pengintaian dan menyaksikan beberapa pertempuran paling sengit, termasuk pembebasan Kherson.

    Pada Juni 2023, Viktoria menerima panggilan telepon yang memberitahukan bahwa Andriy telah bunuh diri. “Rasanya seperti dunia runtuh,” katanya

    Jenazahnya tiba 10 hari kemudian. Namun, ia diberitahu bahwa tidak boleh melihat suaminya untuk terakhir kalinya.

    Seorang pengacara yang disewanya kemudian menemukan ketidakkonsistenan dalam penyelidikan kematiannya. Foto-foto dari lokasi kejadian membuatnya meragukan versi resmi kematian suaminya. Militer Ukraina akhirnya setuju untuk membuka kembali penyelidikan dan mengakui ada kesalahan.

    “Saya berjuang untuk namanya. Dia tidak bisa membela diri lagi. Perang saya belum berakhir.”

    Mereka yang bunuh diri juga pahlawan

    Oksana Borkun yang mengelola komunitas dukungan untuk janda-janda militer kini menaungi sekitar 200 keluarga yang kehilangan anggota keluarga akibat bunuh diri.

    “Jika itu bunuh diri, maka dia bukan pahlawan. Itu yang dipikirkan orang. Karena itu juga, beberapa gereja menolak mengadakan pemakaman. Bahkan beberapa kota tidak mau memasang foto mereka di dinding peringatan.”

    Menurut Oksana, banyak keluarga meragukan penjelasan resmi tentang kematian. “Beberapa kasus diselesaikan terlalu cepat,” tambah Oksana.

    Olha Reshetylova, perempuan pertama yang menjabat sebagai ombudsman militer Ukraina (BBC)

    Pastor militer Father Borys Kutovyi berkata telah menyaksikan setidaknya tiga kasus bunuh diri di bawah komandonya sejak invasi skala penuh dimulai. Baginya, satu kasus bunuh diri pun terlalu banyak. “Setiap kasus bunuh diri berarti kita gagal di suatu tempat.”

    Ia memahami banyak prajurit yang bukan berasal dari didikan militer kemudian meniti karier. Mereka yang bukan berasal dari karier militer ini sangat rentan secara psikologis.

    Karena itu, Oksana maupun Pastor Borys mengatakan bahwa mereka yang meninggal karena bunuh diri seharusnya tetap dianggap sebagai pahlawan.

    Olha Reshetylova, ombudsman militer Ukraina, menyampaikan laporan yang diterimanya tercatat empat kasus bunuh diri militer tiap bulannya. Ia mengakui bahwa upaya yang dilakukan belum cukup.

    “Mereka telah mengalami neraka. Bahkan pikiran yang paling kuat pun bisa hancur,” ujar Reshetylova pada BBC.

    Kini, ia tengah mendorong reformasi sistemik. “Keluarga berhak mengetahui kebenaran,” katanya.

    “Mereka tidak percaya pada penyelidik. Dalam beberapa kasus, bunuh diri mungkin menyembunyikan pembunuhan.”

    Selain itu, perlu dibangun sekolah psikologi militer yang layak meski membutuhkan waktu bertahun-tahun.

    “Kita harus bersiap sekarang. Orang-orang ini adalah tetangga dan rekan kerja Anda. Mereka telah melewati neraka. Semakin hangat kita menyambut mereka, semakin sedikit tragedi yang terjadi.”

    Dengan laporan tambahan dari Kevin McGregor, Oleksii Nazaruk, dan Phoebe Hopson.

    Jika Anda mengalami masalah terkait bunuh diri atau perasaan putus asa, informasi tentang organisasi yang menyediakan nasihat dan dukungan bagi orang-orang di Inggris tersedia melalui BBC Action Line. Bantuan dan dukungan di luar Inggris dapat ditemukan di Befrienders Worldwide.

    Tonton juga video “Zelensky: Rusia Sedang Mempersiapkan 2026 Sebagai Tahun Perang”

    (nvc/nvc)

  • Anggota Geng Kriminal di El Salvador Divonis Lebih dari 1.000 Tahun Penjara

    Anggota Geng Kriminal di El Salvador Divonis Lebih dari 1.000 Tahun Penjara

    San Salvador

    Otoritas El Salvador mengumumkan hukuman penjara untuk ratusan anggota geng kriminal di negara tersebut. Beberapa terpidana mendapatkan hukuman berat hingga ratusan tahun penjara bahkan lebih dari 1.000 tahun penjara atas berbagai tindak pidana, termasuk pembunuhan.

    Kantor Jaksa Agung El Salvador, seperti dilansir AFP, Senin (22/12/2025), mengatakan bahwa sebanyak 248 anggota geng jalanan Mara Salvatrucha, atau yang lebih dikenal sebagai MS-13, telah menerima “hukuman yang patut menjadi contoh” atas 43 tindak pembunuhan dan 42 tindak penghilangan paksa, di antara kejahatan-kejahatan lainnya.

    Tidak disebutkan lebih lanjut soal tanggal penjatuhan hukuman itu atau apakah para terdakwa diadili secara massal.

    Dalam pernyataan via media sosial X, Kantor Jaksa Agung El Salvador menyebut satu terpidana dijatuhi hukum 1.335 tahun penjara, sedangkan 10 terpidana lainnya menerima hukuman mulai dari 463 tahun penjara hingga 958 tahun penjara.

    Sejak Maret 2022, Presiden Nayib Bukele menindak keras geng-geng kriminal di bawah keadaan darurat yang memungkinkan penangkapan tanpa surat perintah. Lebih dari 90.000 orang telah ditahan, dan sekitar 8.000 orang dibebaskan telah dinyatakan tidak bersalah.

    Operasi yang digencarkan Bukele melawan geng kriminal telah mengurangi angka pembunuhan ke tingkat terendah dalam sejarah di negara Amerika Tengah tersebut, tetapi kelompok hak asasi manusia (HAM) menuduh pasukan keamanan melakukan pelanggaran.

    Menurut pemerintah El Salvador, geng kriminal MS-13 dan satu geng lainnya, Barrio 18, bertanggung jawab atas kematian sekitar 200.000 orang selama tiga dekade. Kedua geng kriminal itu pernah menguasai sekitar 80 persen wilayah negara itu, dan El Salvador menjadi salah satu negara dengan tingkat pembunuhan tertinggi di dunia.

    Geng-geng kriminal tersebut, sebut kantor Kejaksaan Agung El Salvador, memeras “para korban yang memiliki bisnis, meminta sejumlah uang yang berbeda-beda jumlahnya sebagai imbalan agar tidak menyakiti mereka”.

    “Beberapa orang terpaksa menutup bisnis mereka karena takut akan ancaman tersebut,” kata kantor Kejaksaan Agung El Salvador dalam pernyataannya.

    Amerika Serikat (AS) telah menetapkan MS-13 dan beberapa geng kriminal lainnya di Amerika Tengah dan Amerika Selatan sebagai organisasi teroris asing.

    Tonton juga video “Polisi Tembak Geng Motor Bersenjata di Makassar”

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/idh)

  • Senator AS Serukan Aksi Militer Jika Hamas-Hizbullah Tolak Lucuti Senjata

    Senator AS Serukan Aksi Militer Jika Hamas-Hizbullah Tolak Lucuti Senjata

    Washington DC

    Senator Amerika Serikat (AS) Lindsey Graham menyerukan aksi militer terhadap kelompok Hamas dan Hizbullah, jika kedua kelompok yang didukung Iran itu menolak untuk melucuti senjata mereka. Senator Partai Republik ini menuduh Hamas sedang mengkonsolidasikan kekuasaan di Jalur Gaza.

    Seruan tersebut, seperti dilansir AFP dan Al Arabiya, Senin (22/12/2025), disampaikan Graham saat dia berkunjung ke Israel pada Minggu (21/12) waktu setempat. Graham yang merupakan Senator South Carolina ini dikenal sebagai sekutu setia Presiden AS Donald Trump.

    Gencatan senjata Gaza, yang dimulai pada Oktober lalu dan berlaku secara rapuh, telah menghentikan perang yang berkecamuk selama dua tahun antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza, meskipun kedua belah pihak saling menuding adanya pelanggaran.

    Gencatan senjata terpisah antara Israel dan Hizbullah, yang bermarkas di Lebanon, juga mulai berlaku pada November 2024 setelah lebih dari setahun permusuhan. Namun Tel Aviv terus melancarkan serangan di wilayah Lebanon, yang diklaim menargetkan posisi Hizbullah.

    Israel telah menjadikan perlucutan persenjataan kedua kelompok militan tersebut sebagai syarat utama untuk perdamaian yang bertahan lama.

    “Sangat penting bagi kita untuk segera menyusun rencana, memberikan Hamas batasan waktu, memberikan mereka waktu untuk mencapai tujuan perlucutan senjata,” kata Graham dalam konferensi pers selama kunjungan ke Israel.

    “Dan jika tidak, saya akan mendorong Presiden Trump untuk mengerahkan Israel untuk menghabisi Hamas,” ujarnya.

    “Ini adalah perang yang panjang dan brutal, tetapi Anda tidak akan berhasil di mana pun di wilayah ini sampai Anda berhasil menyingkirkan Hamas dari masa depan Hamas dan melucuti senjata mereka,” tegas Graham dalam pernyataannya.

    Dia menambahkan bahwa tahap kedua gencatan senjata Gaza akan gagal jika Hamas tetap dibiarkan memiliki senjata.

    “Sekitar 90 hari setelah gencatan senjata, mereka (Hamas-red) sedang mengkonsolidasikan kekuasaan di Gaza,” sebut Graham.

    Lebih lanjut, dia menyerukan keterlibatan militer melawan Hizbullah jika kelompok itu juga tidak menyerahkan persenjataannya.

    “Jika Hizbullah menolak untuk menyerahkan senjata berat mereka, di masa mendatang kita harus terlibat dalam operasi militer bekerja sama dengan Lebanon, Israel, dan Amerika Serikat, di mana kita akan terbang bersama Israel… untuk menumpas Hizbullah,” cetusnya.

    Pemerintah Lebanon telah mulai melucuti senjata Hizbullah, dimulai dari wilayah selatan negara tersebut, dan bersikeras akan menyelesaikan rencana tersebut. Namun, Israel mempertanyakan efektivitas militer Lebanon, dan Hizbullah sendiri berulang kali menolak untuk meletakkan senjata.

    Sementara para mediator gencatan senjata Gaza, yaitu AS, Qatar, Mesir, dan Turki, mendesak Israel dan Hamas untuk menegakkan gencatan senjata. Para mediator mendesak implementasi fase kedua gencatan senjata Gaza, yang juga mencakup demiliterisasi wilayah tersebut, termasuk perlucutan senjata Hamas.

    Tonton juga video “AS Bombardir Suriah, Targetkan 70 Lokasi ISIS”

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/zap)

  • Tegang! AS Kejar Kapal Tanker Minyak di Dekat Venezuela

    Tegang! AS Kejar Kapal Tanker Minyak di Dekat Venezuela

    Washington DC

    Otoritas Penjaga Pantai Amerika Serikat (AS) sedang mengejar sebuah kapal tanker minyak di perairan internasional di dekat Venezuela. Ini merupakan operasi kedua sepanjang akhir pekan, dan merupakan kapal tanker ketiga yang diincar Washington dalam waktu kurang dari sepekan terakhir.

    Salah satu pejabat AS, yang enggan disebut namanya, seperti dilansir Reuters, Senin (22/12/2025), menyebut kapal tanker yang sedang diburu itu berada di bawah sanksi. Namun tidak disebutkan lebih lanjut soal lokasi spesifik dari operasi tersebut.

    Laporan sejumlah media AS yang mengutip sumber yang memahami pengejaran itu, seperti dikutip Bloomberg dan Anadolu Agency, menyebut kapal tanker yang diburu Otoritas Penjaga Pantai AS itu bernama kapal tanker Bella 1, yang merupakan sebuah kapal berbendera Panama yang dikenai sanksi AS.

    Disebutkan bahwa kapal tanker itu sedang dalam perjalanan ke Venezuela untuk mengambil muatan minyak.

    Baik AS maupun Venezuela belum merilis pernyataan resmi tentang operasi terbaru itu.

    Insiden ini terjadi setelah AS menyita dua kapal tanker lainnya, yakni kapal tanker Skipper pada 10 Desember lalu dan kapal tanker super Centuries pada Sabtu (20/12) waktu setempat, di kawasan Karibia, dekat Venezuela. Jika berhasil ditahan, kapal tanker Bella 1 akan menjadi kapal tanker ketiga yang disita oleh AS.

    Direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih, Kevin Hassett, mengatakan pada Minggu (21/12) bahwa dua kapal tanker minyak yang disita AS itu beroperasi di pasar gelap dan memasok minyak ke negara-negara yang dikenai sanksi.

    “Jadi saya rasa orang-orang tidak perlu khawatir di AS bahwa harga akan naik karena penyitaan kapal-kapal ini. Hanya ada beberapa, dan itu merupakan kapal pasar gelap,” sebutnya.

    Perkembangan situasi ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Caracas.

    Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan “blokade total dan sepenuhnya” terhadap semua kapal tanker minyak, yang dikenai sanksi, yang berlayar memasuki atau meninggalkan perairan Venezuela.

    Otoritas Caracas mengecam langkah Washington itu sebagai “pembajakan internasional”.

    AS menegaskan langkah-langkah tersebut bertujuan untuk memerangi korupsi dan perdagangan narkoba. Namun Venezuela menuduh AS menggunakan upaya antinarkoba sebagai dalih untuk menggulingkan Presiden Nicolas Maduro dari kekuasaan dan menguasai sumber daya minyak negara tersebut.

    Puluhan serangan AS terhadap kapal-kapal yang diduga menyelundupkan narkoba di kawasan tersebut dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 100 orang sejak September lalu.

    Tonton juga video “Momen Helikopter AS Cegat Kapal Tanker di Laut Karibia”

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/zap)