Category: Detik.com Internasional

  • Aksi Pria Nganggur di Thailand Bakar Turis Hidup-hidup karena Frustasi

    Aksi Pria Nganggur di Thailand Bakar Turis Hidup-hidup karena Frustasi

    Jakarta

    Aksi seorang pria pengangguran di Thailand bikin geleng-geleng kepala. Karena frustasi, pria itu tega membakar hidup-hidup dua turis dari Malaysia di Jalan Ratchadamri, Bangkok, ibu kota Thailand.

    Dilansir media Malaysia, The Star, Sabtu (9/8/2025), insiden itu terjadi sekitar pukul 22.00 waktu setempat ketika tersangka, yang dilaporkan sebagai mantan petinju, tiba-tiba muncul dari belakang dan menyiramkan thinner ke tubuh korban.

    Kedua turis Malaysia itu sedang duduk di tangga dekat pusat perbelanjaan pada saat penyerangan yang terjadi pada 7 Agustus lalu. Keduanya adalah pria yang diidentifikasi sebagai Tuan Ong, 26 tahun, dan wanita yang dikenal sebagai Nyonya Gan, 27 tahun.

    Kedua turis tersebut dilaporkan sempat melarikan diri setelah disiram thinner, tetapi tersangka mengejar mereka sebelum membakarnya.

    Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Malaysia untuk Thailand, Tuan Bong Yik Jui, mengatakan ia telah mengunjungi para korban, yang masih dalam kondisi kritis namun stabil.

    Ia mengatakan Tuan Ong dirawat di unit perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Kepolisian, sementara Nyonya Gan dirawat di Rumah Sakit King Chulalongkorn Memorial.

    “Ong menderita luka bakar tingkat dua di sekujur tubuh bagian atasnya, baik bagian depan maupun belakang,” ujar Bong kepada kantor berita Malaysia, Bernama saat dihubungi pada 8 Agustus.

    “Luka-luka tersebut tergolong serius tetapi tidak mengancam jiwa,” imbuhnya.

    “Gan menderita luka bakar tingkat dua sebesar 36 persen, tetapi kondisinya stabil dan (dia) sadar,” tuturnya.

    Bong menambahkan bahwa kedutaan telah menghubungi keluarga Ong dan Gan untuk memberi tahu mereka tentang insiden tersebut.

    Kepala Kantor Polisi Lumpini, Kolonel Polisi Yingyos Suwanno, mengatakan tersangka adalah seorang pria berusia 30 tahun dari Provinsi Sa Kaeo. Dia diduga menyerang para korban karena frustrasi karena tidak memiliki pekerjaan.

    Ia berusaha melarikan diri dari tempat kejadian tetapi ditangkap oleh warga sekitar. Ia kini ditahan di Kantor Polisi Lumpini.

    Kolonel Polisi Yingyos Suwanno mengatakan polisi akan terus menyelidiki motif di balik serangan tersebut.

    “Kami akan mengambil keterangan dari kedua korban setelah kondisi mereka stabil,” imbuhnya.

    Halaman 2 dari 2

    (fas/lir)

  • Remaja Tembak 3 Orang di Times Square New York

    Remaja Tembak 3 Orang di Times Square New York

    Jakarta

    Seorang remaja berusia 17 tahun melepaskan tembakan dan melukai tiga orang dalam penembakan di Times Square, New York City, negara bagian New York, Amerika Serikat.

    Penembakan itu terjadi pada Sabtu (9/8) sekitar pukul 01.20 waktu setempat (05.20 GMT) setelah terjadi perselisihan, kata seorang juru bicara Departemen Kepolisian New York (NYPD), dilansir kantor berita AFP, Sabtu (9/8/2025).

    Polisi mengatakan ketiga korban luka terdiri dari seorang perempuan berusia 18 tahun yang terluka di bagian lehernya, seorang pemuda berusia 19 tahun dan seorang pria berusia 65 tahun yang sama-sama terluka di bagian tungkai. Tidak ada luka-luka yang mengancam jiwa, kata polisi.

    Ketiga korban dibawa ke Rumah Sakit Bellevue, New York City, dan dipastikan berada dalam kondisi stabil.

    “Pelaku telah ditahan polisi, dan sebuah senjata api telah disita,” tambah juru bicara tersebut.

    Tersangka belum didakwa secara resmi.

    Akhir bulan lalu, seorang pria bersenjata menembak empat orang dan kemudian bunuh diri di sebuah gedung pencakar langit di Manhattan.

    Lihat juga Video ‘Lima Tentara AS Ditembak oleh Sesama Tentara di Georgia’:

    (ita/ita)

  • Taiwan Imajinasikan Invasi China Lewat Serial TV-Permainan

    Taiwan Imajinasikan Invasi China Lewat Serial TV-Permainan

    Jakarta

    Sebuah serial fiksi baru tentang invasi Cina telah memicu perdebatan panas di Taiwan, setelah ditayangkan perdana Sabtu(2/8) lalu. Serial ini menduduki peringkat teratas drama yang disiarkan pada televisi publik dan streaming platform.

    Drama berjudul “Zero Day Attack” yang terdiri dari 10 episode ini berlatar tahun 2028, menggambarkan Cina menggunakan pesawat tempur yang hilang sebagai alasan untuk melancarkan blokade saat presiden Taiwan yang baru terpilih akan dilantik.

    Sejumlah penonton memuji serial ini karena membantu “setiap orang Taiwan memahami bagaimana Partai Komunis Cina (PKT) menyusupi kita,” sementara yang lain menuduh film ini “menjual rasa keputusasaan nasional.”

    Taiwan adalah demokrasi yang memiliki pemerintahan sendiri, yang diklaim Beijing sebagai bagian dari Cina yang menyempal, dan Partai Komunis Cina bertekad untuk “menyatukan kembali” dengan daratan Cina dengan menggunakan kekuatan militer jika diperlukan.

    Selama bertahun-tahun, pembuat film Taiwan umumnya menghindari plot konflik lintas selat, untuk menghindari gangguan akses ke pasar media Cina yang menguntungkan.

    Yu-Hui Tai, seorang profesor kehormatan bidang ekonomi politik komunikasi di Universitas Nasional Yang Ming Chiao Tung di Taiwan mengatakan, tren baru muncul, membayangkan invasi Cina bukan lagi hal yang tabu.

    “Ini telah berubah, dari sesuatu yang tidak ingin kita bicarakan, menjadi sesuatu yang kini dapat kita bayangkan dan bahkan simulasikan,” jelas Tai.

    Kreator Taiwan terinspirasi perang Ukraina

    Taiwan telah menjadi salah satu titik panas paling kontroversial di dunia, seiring dengan peningkatan kehadiran militer Cina di kawasan, yang gencar menggelar latihan rutin di sekitar pulau tersebut.

    Meskipun sebagian besar negara demokratis, termasuk Amerika Serikat – pendukung keamanan terbesar Taiwan – mematuhi “One-Cina Policy” (tidak secara resmi mengakui Taiwan sebagai negara berdaulat), namun negara-negara tersebut menentang upaya sepihak dari kedua belah pihak untuk mengubah status quo saat ini.

    Pada Mei 2025, “Zero Day Attack” tayang perdana di Kopenhagen Democracy Summit di Denmark, di mana serial ini mendapat sambutan meriah. Serial ini juga akan tayang di Washington September mendatang, dan diluncurkan pada platform streaming Jepang pada pertengahan Agustus.

    Serial yang memicu kontroversi

    Namun, sebelum tayang secara resmi, trailer film tersebut sudah memicu kontroversi di dalam negeri.

    Sekitar setengah anggaran pembuatan film seri ini berasal dari subsidi pemerintah. Partai oposisi utama Taiwan, Kuomintang (KMT), menuduh Partai Demokratik Progresif (DPP) yang berkuasa menggunakan dana publik untuk mempromosikan “rasa keputusasaan nasional” — tuduhan yang disuarakan oleh banyak pendukung KMT.

    Cheng menanggapi, subsidi pemerintah umum digunakan untuk sebagian besar proyek film dan TV lokal, dengan argumen bahwa “rasa keputusasaan nasional” berasal dari “kenyataan bahwa rezim otoriter yang kuat terus memperingatkan, bahwa tidak ragu menggunakan kekuatannya untuk menyerang Taiwan.”

    Berbeda dengan tipe drama perang yang diwarnai pertempuran epik, “Zero Day Attack” menyorot perjuangan internal Taiwan di tengah potensi perang, menggambarkan perpecahan politik dan kekacauan di pulau tersebut.

    Permainan terkait strategi Cina mulai beredar di pasaran

    Sama seperti serial TV, beragam permainan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang strategi penyusupan politik Cina, mulai beredar di pasaran.

    Awal tahun ini, Board game (permainan papan) “2045” resmi dirilis setelah sebelumnya sukses menggalang dana. Permainan ini mensimulasikan serangan militer Cina pada tahun 2045, setelah itu Taiwan terbagi menjadi enam kekuatan berbeda, termasuk unit pertahanan diri dan kelompok pro-unifikasi.

    Permainan lain pun berkembang ke model seluler dengan judul “Reversed Front,” yang menciptakan benua virtual “Oriental Continent. ” Para pemainnya dimungkinkan untuk menyusup ke Partai Komunis Cina dari Taiwan, Hong Kong, atau wilayah sekitarnya.

    Pada bulan Juni, otoritas Hong Kong melarang permainan seluler tersebut dengan alasan melanggar “Undang-Undang Keamanan Nasional.” Larangan tersebut tentu membuat permainan lebih banyak diunduh.

    “Kami bertujuan untuk menggambarkan citra realistis tentang lanskap politik di Asia Timur,” kata Johnny, juru bicara “Reversed Front,” yang menggunakan nama samaran.

    “Terlepas dari ancaman atau metode penyusupan dari Beijing, kami berharap Taiwan dapat belajar cara mengambil tindakan balasan,” katanya kepada DW.

    Dampak emosional dari bayangan invasi

    Namun, kekhawatiran tentang dampak psikologis dari karya-karya ini semakin meningkat, dengan para kritikus memperingatkan bahwa hal itu dapat meningkatkan kecemasan publik.

    Sebuah toko board game di Taiwan mengatakan kepada DW, meskipun sebagian besar pelanggan datang untuk bersantai bermain “2045”,beberapa orang merasa tertekan.

    “Akan ada kecemasan yang tak terhindarkan,” kata Tammy Lin, profesor terkemuka di Universitas Nasional Chengchi Taiwan yang meneliti permainan digital dan psikologi media.

    “Bagi Taiwan, ini adalah topik yang menakutkan yang lebih baik tidak dibicarakan atau dihadapi,” katanya kepada DW.

    Tai, profesor ekonomi politik komunikasi, mengatakan wajar jika film dan permainan ini memicu berbagai emosi, mengingat perpecahan politik mendalam di Taiwan terkait hubungan lintas selat.

    “Bagaimana kita memfasilitasi dialog di antara emosi yang berbeda, tidak membiarkannya bertabrakan adalah ujian sesungguhnya bagi Taiwan,” katanya.

    Tai juga berpendapat bahwa Beijing kemungkinan akan melihat acara TV dan game ini sebagai sinyal, sentimen publik Taiwan semakin menjauh dari Cina, yang dapat mendorong pemerintah Cina untuk “kian gencar menyebarkan pengaruh ideologinya.”

    Kementerian Pertahanan Cina mengkritik “Zero Day Attack,” menyebutnya sebagai produksi bermotif politik yang bertujuan untuk “memaksa sesama warga di kedua sisi Selat Taiwan untuk bertikai dan saling merugikan.”

    “Pemisahan adalah lahan subur untuk perang informasi dan berita palsu,” kata Tai, “Pertanyaannya adalah: apakah kita ingin menciptakan ketakutan atau memupuk dialog rasional?”

    Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris

    Diadaptasi oleh Sorta Caroline

    Editor: Agus Setiawan

    (ita/ita)

  • Armenia-Azerbaijan Teken Kesepakatan Damai, Trump Dipuji-puji

    Armenia-Azerbaijan Teken Kesepakatan Damai, Trump Dipuji-puji

    Jakarta

    Perseteruan panjang antara Armenia dan Azerbaijan berakhir dengan kesepakatan damai yang ditandatangani di Gedung Putih, Amerika Serikat pada Jumat (8/8) waktu setempat. Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan dan Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev menandatangani kesepakatan damai yang dimediasi AS tersebut.

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa Armenia dan Azerbaijan telah berkomitmen untuk perdamaian abadi setelah konflik selama beberapa dekade. Kesepakatan damai ini disambut baik oleh Iran dan negara-negara Barat.

    Dilansir kantor berita AFP, Sabtu (9/8/2025), Pashinyan dan Aliyev mengatakan bahwa mediasi Trump tersebut seharusnya memberinya Hadiah Nobel Perdamaian — sebuah penghargaan yang telah lama diincar oleh pemimpin AS tersebut.

    Kedua bekas republik Uni Soviet tersebut “berkomitmen untuk menghentikan semua pertempuran selamanya, membuka perdagangan, perjalanan, dan hubungan diplomatik, serta saling menghormati kedaulatan dan integritas teritorial,” ujar Trump dalam acara penandatanganan di Gedung Putih.

    Kedua pemimpin akan memiliki “hubungan yang hebat,” kata Trump.

    “Tetapi jika terjadi konflik… mereka akan menghubungi saya dan kami akan menyelesaikannya,” katanya.

    Para pemimpin Azerbaijan dan Armenia berjabat tangan di bawah tatapan puas Trump, sebelum ketiganya menandatangani dokumen yang disebut Gedung Putih sebagai “deklarasi bersama.”

    Aliyev memuji “tanda tangan bersejarah” antara dua “negara yang berperang selama lebih dari tiga dekade.”

    “Hari ini kita membangun perdamaian di Kaukasus,” ujarnya.

    Armenia yang mayoritas penduduknya Kristen dan Azerbaijan yang mayoritas penduduknya Muslim, telah berseteru selama beberapa dekade mengenai perbatasan mereka dan status enklave etnis di wilayah masing-masing.

    Mereka berperang dua kali memperebutkan wilayah Karabakh yang disengketakan, yang direbut kembali Azerbaijan dari pasukan Armenia dalam serangan kilat pada tahun 2023, yang memicu eksodus lebih dari 100.000 etnis Armenia.

    Aliyev menawarkan untuk mengirimkan permohonan bersama, bersama Pashinyan, kepada komite Nobel, yang merekomendasikan Trump untuk menerima Hadiah Perdamaian.

    “Siapa, kalau bukan Presiden Trump, yang pantas menerima Hadiah Nobel Perdamaian?” tanyanya.

    Aliyev juga berterima kasih kepada Trump atas pencabutan pembatasan kerja sama militer AS dengan Azerbaijan, yang diumumkan pada hari Jumat.

    Pashinyan mengatakan “perjanjian damai ini akan membuka jalan untuk mengakhiri konflik puluhan tahun antara negara kita dan membuka era baru.”

    Pemimpin Armenia tersebut mengatakan “terobosan” ini tidak akan mungkin terjadi tanpa Trump, sang “pembawa perdamaian”.

    “Hari ini, kita dapat mengatakan bahwa perdamaian telah tercapai,” ujar Pashinyan dalam konferensi pers setelah penandatanganan kesepakatan.

    Kesepakatan tersebut mencakup pembentukan koridor transit yang melewati Armenia untuk menghubungkan Azerbaijan dengan eksklavenya, Nakhchivan, sebuah tuntutan lama pemerintah Azerbaijan.

    Amerika Serikat akan memiliki hak pengembangan untuk koridor tersebut — yang dijuluki “Rute Trump untuk Perdamaian dan Kemakmuran Internasional” — di wilayah strategis dan kaya sumber daya tersebut.

    Halaman 2 dari 2

    Simak Video “Video: Trump Nggak Mau Hubungannya dengan Elon Musk Makin Memanas”
    [Gambas:Video 20detik]
    (ita/ita)

  • Trump-Putin Akan Ketemuan Bahas Ukraina, Zelensky Ingatkan Ini!

    Trump-Putin Akan Ketemuan Bahas Ukraina, Zelensky Ingatkan Ini!

    Jakarta

    Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengingatkan bahwa “keputusan tanpa Ukraina” tidak akan membawa perdamaian. Dia juga menolak menyerahkan wilayah kepada Rusia.

    “Rakyat Ukraina tidak akan menyerahkan tanah mereka kepada penjajah,” tulisnya di media sosial, dilansir kantor berita AFP, Sabtu (9/8/2025). Hal ini disampaikannya seiring Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin bersiap untuk mengadakan pertemuan minggu depan di Alaska, AS guna membahas perdamaian di Ukraina.

    “Keputusan apa pun yang berlawanan dengan kami, keputusan apa pun tanpa Ukraina, juga merupakan keputusan yang menentang perdamaian. Keputusan itu tidak akan mencapai apa pun,” tegas Zelensky, seraya menambahkan bahwa perang “tidak dapat diakhiri tanpa kami, tanpa Ukraina”.

    Zelensky mengatakan Ukraina “siap untuk keputusan nyata yang dapat membawa perdamaian”, tetapi mengatakan itu harus menjadi “perdamaian yang bermartabat”, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

    Puluhan ribu orang telah tewas sejak Rusia melancarkan invasi besar-besaran ke Ukraina pada Februari 2022, dengan jutaan orang terpaksa mengungsi dari rumah mereka.

    Tiga putaran negosiasi antara Rusia dan Ukraina tahun ini gagal membuahkan hasil, dan masih belum jelas apakah pertemuan Trump dan Putin pekan depan akan membawa perdamaian lebih dekat.

    Putin sebelumnya telah menolak berbagai seruan dari Amerika Serikat, Eropa, dan Ukraina untuk gencatan senjata.

    Ia juga mengesampingkan kemungkinan mengadakan pembicaraan dengan Zelensky pada tahap ini, sebuah pertemuan yang menurut presiden Ukraina tersebut diperlukan untuk mencapai kemajuan dalam kesepakatan.

    Pada Jumat (8/8) waktu setempat, Trump mengumumkan akan menggelar pertemuan dengan Putin pada hari Jumat (15/9) mendatang di Alaska. Trump mengatakan bahwa “akan ada pertukaran wilayah demi kebaikan Ukraina dan Rusia”, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

    KTT Alaska pada 15 Agustus nanti akan menjadi yang pertama antara presiden AS dan Rusia yang sedang menjabat sejak mantan presiden AS Joe Biden bertemu Putin di Jenewa, Swiss pada Juni 2021.

    Trump dan Putin terakhir kali bertemu pada tahun 2019 di sebuah pertemuan puncak G20 di Jepang selama masa jabatan pertama Trump. Kedua pemimpin telah berbicara melalui telepon beberapa kali sejak Januari lalu.

    Lihat juga Video ‘Drone Ukraina Hantam Stasiun Kereta Api Rusia’:

    Halaman 2 dari 2

    (ita/ita)

  • Pria Bersenjata Tembak Mati Seorang Polisi di Atlanta AS

    Pria Bersenjata Tembak Mati Seorang Polisi di Atlanta AS

    Jakarta

    Seorang pria bersenjata menembak mati seorang polisi di dekat markas besar Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di kota Atlanta, Amerika Serikat. Pelaku penembakan kemudian ditemukan tewas di tempat kejadian.

    Polisi mengatakan bahwa tidak ada korban tewas atau luka lainnya dalam penembakan pada Jumat (8/8) sore waktu setempat tersebut, yang mana beberapa tembakan dilepaskan di kampus CDC.

    “Para petugas tiba — menemukan seorang polisi DeKalb County yang terluka parah dan sudah meninggal,” kata Kepala Kepolisian Atlanta, Darin Schierbaum, dalam konferensi pers, dilansir kantor berita AFP, Sabtu (9/8/2025).

    Polisi tersebut kemudian diidentifikasi sebagai David Rose, 33 tahun, dari Departemen Kepolisian DeKalb County. Ia meninggalkan seorang istri yang sedang hamil dan dua anak, kata departemen tersebut dalam sebuah pernyataan.

    Identitas penembak belum dirilis.

    Schierbaum mengatakan masih terlalu dini dalam penyelidikan untuk mengomentari laporan CNN dan New York Times, yang menyebutkan bahwa pria bersenjata tersebut menyalahkan vaksin virus corona atas penyakit yang dideritanya, yang tidak disebutkan secara spesifik.

    Ayah pria tersebut telah melaporkan kepada pihak berwenang pada Jumat pagi bahwa ia memiliki keinginan bunuh diri, menurut laporan CNN dan New York Times.

    Penembakan dimulai sebelum pukul 17.00 waktu setempat (21.00 GMT) di dekat kampus CDC dan sebuah apotek, kata Schierbaum.

    Tersangka — yang diyakini polisi sebagai penembak tunggal — ditemukan tewas di lantai dua sebuah apotek CVS dengan luka tembak, yang kemungkinan merupakan luka tembak yang dilakukan sendiri.

    “Penembak telah meninggal dunia, dan kami tidak memiliki warga sipil yang tertembak dalam insiden penembakan aktif ini,” kata Wali Kota Atlanta Andre Dickens kepada wartawan.

    Lihat juga Video ‘Lima Tentara AS Ditembak oleh Sesama Tentara di Georgia’:

    Halaman 2 dari 2

    (ita/ita)

  • Palestina Apresiasi Sikap Indonesia yang Konsisten Mendukung Perjuangan

    Palestina Apresiasi Sikap Indonesia yang Konsisten Mendukung Perjuangan

    Jakarta

    Kedutaan Besar Negara Palestina untuk Republik Indonesia menyampaikan penghargaan yang sangat tinggi atas sikap/posisi Bangsa Indonesia, yang konsisten dalam mendukung perjuangan dan hak-hak Bangsa Palestina.

    “Kami juga sangat menghargai sikap mulia Bangsa Indonesia yang secara konsisten diperjuangkan di berbagai forum internasional dan regional di bawah kepemimpinan Yang Mulia Presiden Prabowo Subianto dan pemerintahannya yang bijaksana, yang diperankan secara aktif oleh Kementerian Luar Negeri RI,” kata Kedutaan Besar Palestina untuk RI dalam pernyataan resmi yang diterima detikcom, Sabtu (9/8/2025).

    Kedutaan juga mengapresiasi seluruh elemen politik dan masyarakat di Indonesia yang terus menunjukkan/memberikan dukungan berupa bantuan, solidaritas sejati kepada rakyat Palestina di Palestina, khususnya di Jalur Gaza yang tengah menghadapi genosida, dan penentangan penuh terhadap segala bentuk kejahatan perang, penyiksaan, kekerasan, blokade, politik pembersihan etnik dan pengusiran paksa yang dilakukan terhadap rakyat Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

    “Israel secara nyata melakukan pelanggaran terhadap legitimasi internasional, hukum internasional, hukum humaniter internasional, serta perjanjian-perjanjian yang telah disepakati antara Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dan Israel, yang belakangan ini telah diingkari oleh pihak penjajah (Israel),” ujar kedutaan.

    Kedutaan Besar Palestina juga menyampaikan ucapan terima kasih ke seluruh negara-negara Arab yang bersaudara serta kepada seluruh negara di dunia atas sikapnya yang menolak kebijakan-kebijakan penjajah (Israel), dan memberikan dukungan dan solidaritasnya terhadap perjuangan rakyat Palestina.

    (ita/ita)

  • Trump Perintahkan Militer Lawan Kartel Narkoba, Meksiko Ingatkan Ini!

    Trump Perintahkan Militer Lawan Kartel Narkoba, Meksiko Ingatkan Ini!

    Jakarta

    Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menegaskan bahwa “tidak akan ada invasi ke Meksiko”. Ini disampaikannya menyusul laporan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah memerintahkan militer AS untuk menargetkan kartel-kartel narkoba Amerika Latin.

    “Tidak akan ada invasi ke Meksiko,” kata Sheinbaum, dilansir kantor berita AFP, Sabtu (9/8/2025). Ini dikatakannya setelah media AS, The New York Times melaporkan bahwa Trump diam-diam telah menandatangani perintah eksekutif untuk menggunakan kekuatan militer terhadap kartel-kartel yang telah dinyatakan oleh pemerintahannya sebagai organisasi teroris.

    “Kami diberitahu bahwa perintah eksekutif ini akan segera dikeluarkan dan tidak ada hubungannya dengan partisipasi personel militer atau institusi mana pun di wilayah kami,” kata Sheinbaum dalam konferensi pers rutinnya di pagi hari.

    Kementerian Luar Negeri Meksiko kemudian mengatakan bahwa Meksiko “tidak akan menerima partisipasi pasukan militer AS di wilayah kami.”

    Pernyataan tersebut disampaikan menyusul pernyataan yang dirilis oleh Kedutaan Besar AS di Meksiko, yang menyatakan bahwa kedua negara akan menggunakan “setiap alat yang kami miliki untuk melindungi rakyat kami dari kelompok-kelompok penyelundup narkoba”.

    Duta Besar AS untuk Meksiko, Ronald Johnson, menuliskan di media sosial X bahwa kedua negara “menghadapi musuh bersama: kartel-kartel kriminal yang kejam.”

    Sheinbaum telah berupaya keras untuk menunjukkan kepada Trump bahwa ia bertindak melawan kartel-kartel di negaranya, yang ia tuduh membanjiri Amerika Serikat dengan narkoba, khususnya fentanil.

    “Kami bekerja sama, kami berkolaborasi, tetapi tidak akan ada invasi. Itu sama sekali tidak mungkin,” ujar presiden perempuan pertama Meksiko itu.

    Ia mengatakan bahwa dalam “setiap panggilan telepon” dengan para pejabat AS, Meksiko bersikeras bahwa hal itu “tidak diizinkan.”

    The New York Times melaporkan bahwa perintah Trump memberikan dasar resmi untuk operasi militer di laut atau di tanah asing terhadap kartel-kartel tersebut.

    Sebelumnya pada bulan Februari lalu, pemerintahan Trump menetapkan delapan kelompok penyelundup narkoba sebagai organisasi teroris. Enam berasal dari Meksiko, satu dari Venezuela, dan yang kedelapan berasal dari El Salvador.

    Dua minggu lalu, pemerintahannya menambahkan geng Venezuela lainnya, Kartel Matahari, yang telah mengirimkan ratusan ton narkotika ke Amerika Serikat selama dua dekade.

    Pada hari Kamis lalu, Departemen Kehakiman AS menggandakan hadiah uang menjadi US$50 juta untuk penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, yang dituduh memimpin Kartel Matahari.

    Venezuela telah menepis tuduhan tersebut, dan Menteri Luar Negeri Yvan Gil menyebutnya “tipuan paling konyol yang pernah kita lihat.”

    Halaman 2 dari 2

    (ita/ita)

  • Trump Perintahkan Pentagon Pakai Kekuatan Militer Lawan Kartel Narkoba

    Trump Perintahkan Pentagon Pakai Kekuatan Militer Lawan Kartel Narkoba

    Jakarta

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump bergerak untuk menargetkan kartel-kartel narkoba Amerika Latin dengan kekuatan militer. Media-media AS melaporkan hal ini pada hari Jumat (8/8) waktu setempat, setelah Washington menetapkan beberapa kelompok penyelundup narkotika sebagai organisasi “teroris” awal tahun ini.

    The New York Times melaporkan bahwa Trump telah memerintahkan Pentagon untuk menggunakan kekuatan militer terhadap kartel-kartel yang dianggap sebagai organisasi teroris.

    The Wall Street Journal mengatakan bahwa Trump memerintahkan berbagai opsi untuk dipersiapkan, dengan penggunaan pasukan khusus dan penyediaan dukungan intelijen yang sedang dibahas, dan bahwa setiap tindakan akan dikoordinasikan dengan mitra-mitra asing.

    Dilansir kantor berita AFP, Sabtu (9/8/2025), juru bicara Gedung Putih, Anna Kelly, meskipun tidak mengonfirmasi laporan tersebut, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa “prioritas utama Trump adalah melindungi tanah air, itulah sebabnya ia mengambil langkah berani untuk menetapkan beberapa kartel dan geng sebagai organisasi teroris asing.”

    Sebelumnya, otoritas Amerika Serikat telah menetapkan kartel Tren de Aragua di Venezuela, Kartel Sinaloa di Meksiko, dan enam kelompok pengedar narkoba lainnya yang berakar di Amerika Latin sebagai kelompok teroris pada bulan Februari lalu.

    Kedutaan Besar AS di Meksiko merilis pernyataan pada Jumat malam, yang menyatakan bahwa kedua negara akan menggunakan “setiap alat yang kami miliki untuk melindungi rakyat kami dari kelompok-kelompok pengedar narkoba”.

    Namun, Kementerian Luar Negeri Meksiko menekankan bahwa Meksiko “tidak akan menerima keterlibatan pasukan militer AS di wilayah kami.”

    Sebelumnya pada Maret lalu, Trump berjanji untuk “berperang” melawan kartel-kartel narkoba Meksiko, yang ia tuduh melakukan pemerkosaan dan pembunuhan. Trump juga menuding kartel-kartel Meksiko membanjiri AS dengan narkoba, khususnya fentanil.

    Menanggapi laporan potensi aksi militer AS terhadap kartel, Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum menegaskan pada hari Jumat (8/8) bahwa “tidak akan ada invasi” ke negaranya.

    Sheinbaum telah berupaya keras untuk menunjukkan kepada Trump bahwa ia bertindak melawan kartel-kartel Meksiko.

    “Kami bekerja sama, kami berkolaborasi, tetapi tidak akan ada invasi. Itu sama sekali tidak mungkin,” ujarnya.

    Halaman 2 dari 2

    (ita/ita)

  • Fix! Trump-Putin Akan Ketemuan di Alaska Bahas Ukraina

    Fix! Trump-Putin Akan Ketemuan di Alaska Bahas Ukraina

    Jakarta

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan bahwa ia akan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska, AS. Trump mengisyaratkan bahwa kesepakatan antara Moskow dan Kyiv untuk mengakhiri perang di Ukraina dapat melibatkan pertukaran wilayah.

    Kremlin kemudian mengonfirmasi pertemuan puncak tersebut, menyebut lokasi tersebut “cukup logis.”

    “Para presiden sendiri pasti akan fokus membahas opsi-opsi untuk mencapai penyelesaian damai jangka panjang atas krisis Ukraina,” kata pejabat Kremlin, Yuri Ushakov, dalam sebuah pernyataan yang diunggah di Telegram pada Jumat (8/8) waktu setempat, dilansir kantor berita AFP, Sabtu (9/8/2025).

    Puluhan ribu orang telah tewas sejak Rusia melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina pada Februari 2022, dengan jutaan orang terpaksa meninggalkan rumah mereka.

    “Pertemuan yang sangat dinantikan antara saya, sebagai Presiden Amerika Serikat, dan Presiden Vladimir Putin dari Rusia, akan berlangsung Jumat depan, 15 Agustus 2025, di Negara Bagian Alaska,” tulis Trump di platform Truth Social miliknya.

    Sebelumnya, ia mengatakan di Gedung Putih bahwa “akan ada pertukaran wilayah demi kebaikan” Ukraina dan Rusia, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

    “Pertemuan yang sangat dinantikan antara saya, sebagai Presiden Amerika Serikat, dan Presiden Vladimir Putin dari Rusia, akan berlangsung Jumat depan, 15 Agustus 2025, di Negara Bagian Alaska,” tulis Trump di platform Truth Social miliknya.

    Sebelumnya, ia mengatakan di Gedung Putih bahwa “akan ada pertukaran wilayah demi kebaikan” Ukraina dan Rusia, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

    Putin mengadakan konsultasi pada hari Jumat (8/8) waktu setempat dengan para pemimpin China dan India menjelang pertemuan puncak dengan Trump.

    Sebelumnya, tiga putaran negosiasi antara Rusia dan Ukraina gagal membuahkan hasil, dan masih belum jelas apakah pertemuan puncak akan membawa perdamaian lebih dekat.

    Putin telah menolak berbagai seruan dari Amerika Serikat, Eropa, dan Ukraina untuk gencatan senjata.

    Ia juga mengesampingkan kemungkinan mengadakan perundingan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada tahap ini, sebuah pertemuan yang menurut Zelensky diperlukan untuk mencapai kemajuan dalam kesepakatan.

    Halaman 2 dari 2

    (ita/ita)