Category: Detik.com Internasional

  • PBB Nyatakan Bencana Kelaparan di Gaza, Warga Palestina: Terlambat

    PBB Nyatakan Bencana Kelaparan di Gaza, Warga Palestina: Terlambat

    Jakarta

    Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara resmi mengumumkan bencana kelaparan di Gaza, yang terus dilanda perang. Sehari setelahnya, warga Palestina berebut beras sambil memegang panci dan ember plastik, di dapur umum di Kota Gaza.

    Dilansir AFP, Minggu (24/8/2025), berdasarkan rekaman AFP menunjukkan perempuan dan anak-anak kecil berada di antara kerumunan puluhan orang yang berdesakan dan berteriak meminta makanan di kota terbesar di Gaza.

    Seorang anak laki-laki menggunakan tangannya untuk mengikis beberapa butir beras sisa dari dalam tong masak. Seorang anak perempuan lainnya duduk di tepi tenda dan menyendok beras dari kantong plastik di tanah.

    “Kami tidak punya rumah lagi, tidak ada makanan, tidak ada penghasilan… jadi kami terpaksa beralih ke dapur amal, tetapi mereka tidak memuaskan rasa lapar kami,” kata Yousef Hamad, 58, yang mengungsi dari kota Beit Hanoun di utara.

    Sementara itu, di sebuah dapur amal di Deir el-Balah, Umm Mohammad (34) mengatakan deklarasi PBB tentang kelaparan “terlalu terlambat”.

    Anak-anak “terhuyung-huyung karena pusing, tidak bisa bangun karena kekurangan makanan dan air,” kata Umm Mohamad.

    Sebelumnya, PBB secara resmi menyatakan kelaparan di Gaza. PBB menyalahkan “penghambatan sistematis” bantuan oleh Israel selama lebih dari 22 bulan perang.

    Inisiatif Klasifikasi Fase Keamanan Pangan Terpadu (IPC) yang berbasis di Roma mengatakan kelaparan memengaruhi 500.000 orang di Kegubernuran Gaza, yang mencakup sekitar seperlima wilayah Palestina termasuk Kota Gaza.

    Israel Bantah

    Sementara itu, Israel membantah PBB yang secara resmi mengumumkan bencana kelaparan di Gaza, berdasarkan laporan ketahanan pangan di wilayah tersebut. Tel Aviv bersikeras menyatakan bahwa tidak ada kelaparan di Gaza dan temuan PBB itu didasarkan pada “kebohongan Hamas”.

    Bantahan disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Israel setelah panel Integrated Food Security Phase Classification (IPC) yang berkantor di Roma, Italia, dan didukung PBB melaporkan bahwa “dengan bukti yang memadai”, kelaparan saat ini “terkonfirmasi” di wilayah administrasi Gaza — Kota Gaza — yang mencakup sekitar 20 persen Jalur Gaza.

    “Tidak ada kelaparan di Gaza,” tegas Kementerian Luar Negeri Israel dalam tanggapannya, seperti dilansir AFP, Jumat (22/8/2025).

    Halaman 2 dari 2

    (yld/knv)

  • Banjir di Meksiko Imbas Hujan Deras, 2 Orang Tewas

    Banjir di Meksiko Imbas Hujan Deras, 2 Orang Tewas

    Jakarta

    Hujan deras mengakibatkan banjir di wilayah Meksiko tengah. Akibat banjir tersebut, 2 orang tewas.

    Sedikitnya dua jenazah ditemukan di kota Queretaro sesaat sebelum tengah malam pada Jumat kemarin.

    “Mereka tersapu oleh air hujan,” kata laporan perlindungan sipil, dilansir AFP, Minggu (24/8/2025).

    Diketahui, hujan lebat melanda wilayah Queretaro pada Sabtu. Akibatnya, sejumlah properti dilaporkan rusak dan mendorong otoritas federal untuk memulai rencana tanggap darurat militer.

    Sementara itu, di Mexico City, yang juga dilanda hujan lebat, pemerintah setempat sempat menghentikan operasional di Bandara Internasional Benito Juarez, salah satu bandara tersibuk di Amerika Latin. Penghentian sementara itu dilakukan akibat buruknya jarak pandang.

    Sebelumnya pada awal bulan Agustus, banjir melanda ibu kota dan sekitarnya serta mengakibatkan sejumlah penerbangan di bandara yang sama terganggu. Meksiko mengalami badai besar setiap tahun, biasanya antara bulan Mei dan November.

    Lihat juga Video: Penampakan Kerusakan Seusai Banjir Bandang di Buner, Pakistan

    (yld/gbr)

  • Kepala UNRWA Desak Israel Berhenti Sangkal Bencana Kelaparan di Gaza

    Kepala UNRWA Desak Israel Berhenti Sangkal Bencana Kelaparan di Gaza

    Jakarta

    Kepala badan PBB untuk pengungsi Palestina, UNRWA, Philippe Lazzarini, mendesak Israel untuk berhenti menyangkal tanggung jawab atas bencana kelaparan yang ditimbulkannya di Jalur Gaza. UNRWA juga meminta negara-negara berpengaruh untuk segera bertindak demi mengakhiri krisis.

    “Sudah saatnya Pemerintah Israel berhenti menyangkal bencana kelaparan yang telah diciptakannya di Gaza,” ujar Philippe Lazzarini di platform media sosial AS, X, dilansir Anadolu, Minggu (24/8/2025).

    “Semua pihak yang berpengaruh harus menggunakannya dengan tekad dan rasa tanggung jawab moral. Setiap jam berharga,” tambahnya.

    Klasifikasi Fase Keamanan Pangan Terpadu (IPC), pemantau kelaparan global yang didukung PBB, mengonfirmasi bahwa bencana kelaparan telah terjadi di wilayah Gaza, dan memproyeksikan bahwa bencana tersebut akan menyebar ke wilayah tengah dan selatan wilayah tersebut pada akhir September.

    Diketahui serangan Israel telah membunuh lebih dari 62.000 warga Palestina di Gaza sejak Oktober 2023. Kampanye militer tersebut telah menghancurkan daerah kantong tersebut, menyebabkan kematian akibat kelaparan, migrasi paksa, dan penyebaran penyakit.

    November lalu, Mahkamah Pidana Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya, Yoav Gallant, atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

    Lihat juga Video: Kelaparan di Gaza Makin Parah, 132 Ribu Anak Berisiko Meninggal

    (yld/knv)

  • Pembangkit Nuklir Terbakar Usai Rusia Tembak Jatuh Drone Ukraina

    Pembangkit Nuklir Terbakar Usai Rusia Tembak Jatuh Drone Ukraina

    Jakarta

    Pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Kursk di Rusia kebakaran setelah militer negara tersebut menembak jatuh sebuah pesawat nirawak Ukraina. Saat ini kobaran api di PLTN tersebut telah berhasil dipadamkan.

    “Perangkat itu meledak saat menghantam PLTN Kursk di Rusia barat”, ujar pihak PLTN Kursk, dilansir AFP, Minggu (24/8/2025).

    Usai jatuh menghantam PLTN, drone tersebut memicu kobaran api yang menurut pihak PLTN “telah dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran”.

    Berdasarkan laporan, tidak ada korban jiwa atas jatuhnya pesawat nirawak di lokasi tersebut.

    “Latar belakang radiasi di lokasi industri PLTN Kursk dan sekitarnya tidak berubah dan masih berada dalam batas alami,” tulis pihak PLTN di Telegram.

    Sementara itu, Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) telah berulang kali memperingatkan bahaya pertempuran di sekitar PLTN setelah Rusia melancarkan serangan militernya ke Ukraina pada Februari 2022.

    Rusia kini menguasai sekitar seperlima wilayah Ukraina, termasuk semenanjung Krimea yang dianeksasinya pada tahun 2014.

    Pertempuran tersebut telah menewaskan puluhan ribu orang, memaksa jutaan orang mengungsi dari rumah mereka, dan menghancurkan kota-kota serta desa-desa di wilayah timur dan selatan Ukraina.

    Presiden Rusia Vladimir Putin telah berulang kali menolak seruan Ukraina dan Barat untuk gencatan senjata tanpa syarat dan segera.

    (yld/idn)

  • Kala Trump Berharap Masuk Surga

    Kala Trump Berharap Masuk Surga

    Jakarta

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ternyata punya keinginan yang dia harap terwujud. Harapannya adalah masuk surga.

    Bukan tanpa sebab, harapan ini muncul karena Trump ingin membantu Ukraina dan Rusia mengakhiri perang. Menurutnya, dengan membantu kedua negara itu akan meningkatkan peluangnya untuk masuk surga.

    Dalam penampilannya di acara “Fox & Friends” di Fox News pada 19 Agustus, Trump berbicara tentang panggilan teleponnya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin setelah pertemuan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan para pemimpin Eropa lainnya di Gedung Putih, sehari sebelumnya.

    “Saya ingin mengakhiri itu (perang). Anda tahu, kita tidak kehilangan nyawa warga Amerika … kita kehilangan sebagian besar tentara Rusia dan Ukraina,” kata Trump, dilansir media USA Today, Sabtu (23/8/2025).

    Di momen ini, Trump bicara tentang surga. Dia mengatakan jika suatu saat dia masuk surga maka alasannya adalah karena dia membantu Ukraina dan Rusia mengakhiri perang.

    “Saya ingin mencoba dan masuk surga jika memungkinkan. Saya dengar saya tidak baik-baik saja. Saya benar-benar berada di posisi terbawah. Tetapi jika saya bisa masuk surga, ini akan menjadi salah satu alasannya,” tuturnya.

    Trump Merasa Diselamatkan Tuhan

    Trump kemudian melanjutkan pembicaraan tentang nyawanya yang telah diselamatkan Tuhan. Trump mengatakan dia “diselamatkan oleh Tuhan untuk membuat Amerika hebat kembali”.

    Pernyataan Trump ini merujuk ke peristiwa percobaan pembunuhan dirinya pada Juli 2024, ketika sebuah peluru menyerempet telinganya.

    Pada jumpa pers Gedung Putih di hari yang sama, Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt ditanya apakah Trump bercanda dalam komentarnya tersebut, atau apakah ada motivasi spiritual di balik upaya perdamaiannya itu.

    “Saya pikir presiden serius,” kata Leavitt. “Saya pikir presiden ingin masuk surga, seperti yang saya harap kita semua di ruangan ini juga,” imbuhnya.

    Putin Segera Bertemu Zelensky

    Untuk diketahui, Trump sudah bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Setelah Trump bertemu dua pemimpin negara itu, kemudian muncul rencana pertemuan Putin dengan Zelensky.

    Pertemuan yang juga akan dihadiri Trump itu tujuannya untuk mengakhiri perang. Namun, hingga saat ini belum diketahui di mana Putin dan Zelensky akan bertemu.

    Dilansir kantor berita CNN, Rabu (20/8), tiga pejabat Gedung Putih kepada CNN mengatakan sejumlah lokasi tengah dipertimbangkan untuk pertemuan Zelensky dan Putin. Masih dari sumber pejabat di Gedung Putih, sejumlah lokasi tengah dipertimbangkan untuk menjadi tempat pertemuan Putin dan Zelensky.

    Lokasi itu di antaranya adalah Budapest dan Swiss. Seorang pejabat mengatakan bahwa Trump sendiri telah membahas kemungkinan Budapest dalam percakapan telepon baru-baru ini dengan Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban.

    Pejabat itu mengatakan bahwa perencanaan seputar pertemuan tersebut telah ditunda kemarin setelah Trump mengumumkan bahwa akan ada pertemuan pertama hanya dengan Putin dan Zelensky.

    Sementara itu, Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, enggan menjawab perihal lokasi pertemuan Putin dan Zelensky. Dia hanya menyebut AS akan membantu mewujudkan pertemuan Putin dan Zelensky.

    “Kedua pemimpin telah menyatakan kesediaan untuk duduk bersama, sehingga tim keamanan nasional kami akan membantu kedua negara mewujudkannya,” ujar Leavitt kepada wartawan di pengarahan Gedung Putih.

    Zelensky Siap Bertemu Putin

    Zelensky sendiri sudah menyatakan dirinya bersedia bertemu langsung dengan Putin untuk mengakhiri perang.

    Berbicara kepada wartawan setelah pembicaraan dengan Presiden AS Donald Trump dan beberapa pemimpin Eropa di Gedung Putih pada Senin (18/8) waktu setempat, Zelensky mengatakan ia siap untuk pertemuan tatap muka pertamanya dengan Putin sejak invasi Moskow hampir tiga setengah tahun yang lalu.

    “Saya mengonfirmasi — dan semua pemimpin Eropa mendukung saya — bahwa kami siap untuk pertemuan bilateral dengan Putin,” kata Zelensky setelah pertemuan tersebut, dilansir kantor berita AFP, Selasa (19/8).

    Tuntutan Putin ke Ukraina

    Untuk mewujudkan perdamaian itu Putin memiliki sejumlah tuntutan untuk Zelensky menjelang rencana pertemuan keduanya untuk mengakhiri perang. Ada tiga tuntutan Putin.

    Putin, menurut ketiga sumber itu, menuntut Ukraina menyerahkan seluruh wilayah Donbas timur, meninggalkan ambisi bergabung aliansi NATO, tetap netral dan menjauhkan pasukan Barat dari wilayahnya.

    Dalam laporan paling detail mengenai tuntutan Putin yang disampaikan oleh pihak Rusia, Reuters menguraikan garis besar apa yang ingin dilihat Kremlin dalam kemungkinan kesepakatan damai untuk mengakhiri perang.

    Intinya, menurut sumber Rusia yang berbicara kepada Reuters, Putin telah berkompromi dengan tuntutan teritorial yang pernah diajukan pada Juni 2024, yang mengharuskan Kyiv menyerahkan empat provinsi yang diklaim Moskow sebagai bagian dari Rusia: Donetsk dan Luhansk di wilayah timur — yang membentuk Donbas — ditambah Kherson dan Zaporishzhia di wilayah selatan.

    Ukraina sebelumnya menolak tuntutan itu yang dianggap sama saja dengan menyerah.

    Dalam proposal terbarunya, menurut tiga sumber tersebut, Putin tetap pada tuntutan agar Ukraina sepenuhnya menarik diri dari wilayah Donbas yang masih dikuasainya. Sebagai imbalannya, imbuh sumber itu, Moskow akan menghentikan garis depan yang saat ini ada di Zaporizhzhia dan Kherson.

    Rusia, menurut ketiga sumber itu, juga bersedia menyerahkan sebagian kecil wilayah Kharkiv, Sumy, dan Dnipropetrovsk di Ukraina yang dikuasainya sebagai bagian dari kemungkinan kesepakatan.

    Soal rencana Ukraina bergabung NATO, menurut sumber-sumber tersebut, Putin berpegang pada tuntutan sebelumnya agar Kyiv meninggalkan ambisi tersebut. Putin juga menuntut NATO memberikan janji yang mengikat secara hukum bahwa mereka tidak akan memperluas aliansi lebih jauh ke timur Eropa.

    Selain itu, sebut ketiga sumber itu, Putin juga meminta pembatasan jumlah tentara Ukraina dan adanya kesepakatan soal tidak akan ada pasukan Barat yang dikerahkan ke Ukraina sebagai bagian dari pasukan penjaga perdamaian. Otoritas Ukraina maupun Zelensky belum memberikan tanggapan langsung atas proposal tersebut.

    Lihat juga Video Trump Sesumbar: Jika Tak Ada Saya, Semua Sandera Gaza Sudah Mati

    Halaman 2 dari 5

    (zap/isa)

  • PBB Nyatakan Bencana Kelaparan di Gaza, Warga Palestina: Terlambat

    Pertama Kalinya PBB Umumkan Bencana Kelaparan di Gaza

    Jakarta

    Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengumumkan bencana kelaparan di Gaza, Palestina. Ini merupakan pertama kalinya, bencana kelaparan dinyatakan oleh PBB di kawasan Timur Tengah.

    seperti dilansir AFP, Jumat (22/8/2025), para pakar PBB menyebut sedikitnya 500.000 orang saat ini menghadapi “bencana besar” kelaparan.

    Kepala bantuan PBB Tom Fletcher mengatakan bencana kelaparan di Gaza sepenuhnya dapat dicegah. Dia menuturkan bahwa makanan tidak dapat sampai ke daerah kantong Palestina tersebut “karena hambatan sistematis oleh Israel”.

    Namun, Kementerian Luar Negeri Israel dengan cepat memberikan respons, dengan mengatakan: “Tidak ada bencana kelaparan di Gaza”.

    Dalam pernyataannya, Tel Aviv mengecam laporan panel Integrated Food Security Phase Classification (IPC) yang berkantor di Roma, Italia, dengan menyebut laporan itu “didasarkan pada kebohongan Hamas yang ‘dicuci’ melalui organisasi-organisasi yang memiliki kepentingan pribadi”.

    Badan-badan PBB telah berbulan-bulan memperingatkan tentang memburuknya situasi kemanusiaan di wilayah Palestina.

    Dalam laporan terbarunya pada Jumat (22/8), IPC menyatakan “per 15 Agustus 2025, bencana kelaparan (IPC Fase 5) — dengan bukti yang memadai — telah terkonfirmasi di wilayah administrasi Gaza”, Kota Gaza yang mencakup sekitar 20 persen wilayah Jalur Gaza.

    Kelaparan diproyeksikan akan meluas ke wilayah administrasi Deir al-Balah dan Khan Younis pada akhir September, yang akan mencakup sekitar dua pertiga wilayah Palestina.

    “Setelah 22 bulan konflik yang tak henti-hentinya, lebih dari setengah juta orang di Jalur Gaza menghadapi kondisi bencana besar yang ditandai dengan kelaparan, kemiskinan, dan kematian,” sebut laporan IPC tersebut.

    Jumlah tersebut, berdasarkan informasi yang dikumpulkan antara 1 Juli dan 15 Agustus, diperkirakan akan meningkat menjadi hampir 641.000 orang — hampir sepertiga populasi — pada akhir September.

    IPC dalam laporannya mengatakan bahwa ini merupakan kemunduran paling parah dalam situasi tersebut, sejak mereka mulai menganalisis kelaparan di Jalur Gaza.

    Diketahui, pada awal Maret, Israel sepenuhnya melarang pasokan bantuan masuk ke Gaza, sebelum mengizinkan masuknya bantuan dalam jumlah yang sangat terbatas pada akhir Mei, yang menyebabkan kekurangan makanan, obat-obatan, dan bahan bakar yang parah.

    Berbicara di Jenewa, Fletcher mengatakan bahwa kelaparan ini seharusnya “menghantui kita semua”.

    “Ini adalah kelaparan yang sebenarnya bisa kita cegah jika kita diizinkan. Namun, makanan menumpuk di perbatasan karena hambatan sistematis oleh Israel,” tegasnya saat berbicara kepada wartawan.

    FILE PHOTO: Palestinians wait to receive food from a charity kitchen, in Khan Younis, southern Gaza Strip, August 21, 2025. REUTERS/Hatem Khaled/File Photo Foto: REUTERS/Hatem Khaled

    Israel Bantah

    Israel membantah PBB yang secara resmi mengumumkan bencana kelaparan di Gaza. Tel Aviv bersikeras menyatakan bahwa tidak ada kelaparan di Gaza dan temuan PBB itu didasarkan pada “kebohongan Hamas”.

    “Tidak ada kelaparan di Gaza,” tegas Kementerian Luar Negeri Israel dalam tanggapannya, seperti dilansir AFP, Jumat (22/8/2025).

    Kementerian Luar Negeri Israel juga menyebut laporan panel IPC itu “didasarkan pada kebohongan Hamas yang diproses melalui organisasi-organisasi yang memiliki kepentingan pribadi”.

    “Dalam beberapa pekan terakhir, gelombang bantuan besar-besaran telah membanjiri Jalur Gaza dengan bahan pangan pokok dan menyebabkan penurunan harga pangan yang tajam,” kata Kementerian Luar Negeri Israel.

    “Hasil penilaian ini juga akan dibuang ke tong sampah untuk dokumen politik yang tercela,” imbuh pernyataan Kementerian Luar Negeri Israel.

    An Indonesian Hercules aircraft drops humanitarian aid packages over the Gaza Strip, as seen from Israel, August 21, 2025. REUTERS/Amir Cohen TPX IMAGES OF THE DAY Foto: REUTERS/Amir Cohen

    Hamas Desak Akses Logistik Dibuka

    Hamas menyerukan diakhirinya segera perang di Gaza dan pencabutan pengepungan Israel di wilayah tersebut. Dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan secara daring, kelompok tersebut menyerukan “tindakan segera oleh PBB dan Dewan Keamanan untuk menghentikan perang dan mencabut pengepungan”.

    Hamas juga menuntut agar penyeberangan dibuka “tanpa batasan untuk memungkinkan masuknya makanan, obat-obatan, air, dan bahan bakar secara mendesak dan berkelanjutan”.

    Kelompok tersebut melanjutkan dengan mengatakan bahwa deklarasi PBB tersebut mengonfirmasi “bencana kemanusiaan” di Gaza dan menuduh Israel menggunakan kelaparan sebagai “alat perang”.

    “Kami di gerakan Hamas menekankan pentingnya deklarasi PBB ini, meskipun datangnya sudah sangat terlambat – setelah berbulan-bulan peringatan dan penderitaan yang dialami rakyat kami di bawah pengepungan dan kelaparan sistematis,” kata kelompok itu.

    “Komunitas internasional dan seluruh lembaganya memikul tanggung jawab hukum dan moral yang mendesak untuk menghentikan kejahatan terhadap kemanusiaan dan menyelamatkan lebih dari dua juta orang yang menghadapi genosida, kelaparan, dan penghancuran sistematis di seluruh aspek kehidupan,” ujarnya.

    Halaman 2 dari 3

    (aik/aik)

  • Pilu 2 Remaja Belanda Ditemukan Tewas di Kamar Hotel Istanbul

    Pilu 2 Remaja Belanda Ditemukan Tewas di Kamar Hotel Istanbul

    Jakarta

    Dua remaja asal Belanda ditemukan tewas di kamar hotel mereka di kota Istanbul, Turki. Ayah mereka harus dirawat di rumah sakit karena syok. Media Turki melaporkan bahwa kecurigaan awal mengarah pada makanan restoran yang mereka santap.

    Kedua remaja putra tersebut, berusia 15 dan 17 tahun, telah meninggal dunia ketika polisi dan paramedis tiba di hotel tempat mereka menginap, di distrik Fatih, dekat Blue Mosque dan Grand Bazaar di Istanbul, menurut saluran televisi NTV.

    “Ketika mereka tiba, paramedis ambulans mencatat kedua anak itu telah meninggal dunia. Sang ayah dibawa ke rumah sakit dengan ambulans dalam keadaan syok,” lapor NTV, dilansir kantor berita AFP, Sabtu (23/8/2025).

    Ketiganya sedang berlibur di Turki dan diyakini telah pergi ke distrik wisata Taksim untuk makan malam, lapor media Turki tersebut.

    Namun, sang ayah yang berusia 57 tahun tersebut mengatakan kepada polisi, bahwa ia pergi bersama dua putranya ke Taksim, “tetapi tidak makan”, lapor kantor berita Haber Turk.

    Malam harinya, setelah kembali ke hotel, sang ayah memanggil anak-anaknya, yang tidak merespons. Seorang pegawai hotel, Mehmet Kirdag, mendengar sang ayah berteriak minta tolong, lapor NTV.

    Kepolisian Istanbul telah memulai penyelidikan atas insiden ini, lapor NTV.

    Lihat juga Video: Wanita yang Dibunuh di Hotel Surabaya Dimakamkan, Ini Harapan Keluarga

    (ita/ita)

  • Jerman Belum Berniat Akui Negara Palestina, Ini Alasannya

    Jerman Belum Berniat Akui Negara Palestina, Ini Alasannya

    Jakarta

    Sejumlah negara besar Eropa telah mengumumkan rencana mereka untuk memberikan pengakuan resmi atas kedaulatan negara Palestina. Namun, tidak demikian halnya dengan Jerman.

    Seorang juru bicara pemerintah Jerman mengatakan pada hari Jumat (22/8) waktu setempat, bahwa Berlin saat ini tidak memiliki rencana untuk mengakui negara Palestina. Alasannya, karena hal itu akan merusak upaya apa pun untuk mencapai solusi dua negara yang dinegosiasikan dengan Israel.

    “Solusi dua negara yang dinegosiasikan tetap menjadi tujuan kami, meskipun tampaknya masih jauh hari ini. … Pengakuan Palestina kemungkinan besar akan tercapai di akhir proses tersebut dan keputusan semacam itu, untuk saat ini akan menjadi kontraproduktif,” kata juru bicara tersebut dalam konferensi pers, dilansir kantor berita Reuters dan Al Arabiya, Sabtu (23/8/2025).

    Negara-negara besar termasuk Inggris, Prancis, dan Kanada, dan Australia, baru-baru ini mengatakan bahwa mereka akan mengakui negara Palestina dengan syarat-syarat yang berbeda.

    Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya mengecam PM Australia Anthony Albanese yang disebutnya sebagai “politikus lemah” dan menuduhnya telah mengkhianati Israel.

    Kata-kata pedas ini dilontarkan saat kedua negara bersitegang setelah Canberra mengumumkan rencananya untuk mengakui negara Palestina di hadapan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada September mendatang.

    “Sejarah akan mengingat Albanese untuk siapa dia sebenarnya: Seorang politikus lemah yang mengkhianati Israel dan menelantarkan orang-orang Yahudi di Australia,” kata Netanyahu dalam pernyataan bernada keras via akun media sosial resmi kantor PM Israel, seperti dilansir AFP.

    Albanese mengatakan bahwa keputusan untuk mengakui negara Palestina, merupakan keputusan yang didasarkan pada komitmen yang diterima Australia dari Otoritas Palestina, termasuk bahwa kelompok Hamas tidak akan memiliki keterlibatan dalam pembentukan negara mana pun di masa mendatang.

    Halaman 2 dari 2

    (ita/ita)

  • Minimarket Jadi Tempat Mengusir Kesepian Warga Korea Selatan

    Minimarket Jadi Tempat Mengusir Kesepian Warga Korea Selatan

    Jakarta

    Hee-kyung tertawa kecil saat memasuki “minimarket penuh kasih sayang” yang baru di Seoul.

    Usianya masih 29 tahun. Namun, ia turut memanfaatkan layanan terbaru ibu kota Korea Selatan untuk mengusir kesepian. Hee-kyung pun menjadi satu-satunya anak muda yang memakai jasa tersebut mengingat sebagian besar pelanggannya berusia 40-50 tahun.

    Hee-kyung tiap hari berkunjung ke minimarket tersebut. Ia menghabiskan berjam-jam untuk sekedar ngobrol dengan pengunjung lain sembari menyantap mie instan gratis.

    “Saya tidak punya tempat lain untuk pergi jika bukan karena [toko ini],” ucap Hee-kyung.

    Sohn, 68 tahun, juga mengunjungi toko tersebut sekali seminggu untuk menonton film dan lepas sejenak dari rumahnya yang sempit.

    “[Toko-toko ini] seharusnya sudah ada sebelum saya lahir. Rasanya menyenangkan menghabiskan dua hingga tiga jam di sini,” katanya.

    Minimarket ini diluncurkan beriringan dengan kampanye “Seoul Without Loneliness” pada akhir 2024. Tujuannya, menjadi wadah bagi mereka yang kesepian dan merasa tidak diterima di berbagai tempat, kata pengelola toko.

    Apa itu ‘minimarket penuh kasih sayang’?

    Studi yang sama juga menemukan, proporsi rumah tangga beranggotakan satu orang di Seoul telah mencapai hampir 40%.

    Hal ini membuat pemerintah khawatir mengingat mereka berupaya membalikkan tren angka kelahiran dan pernikahan yang menurun tajam.

    Ketika BBC berkunjung di sebuah toko serba ada di Distrik Dongdaemun, belasan pengunjung yang terdiri dari laki-laki dan perempuan dari berbagai umur tengah duduk di bangku atau bersandar di beanbag. Mereka menonton film bersama.

    Toko-toko ini dirancang mirip dengan ruang tamu di rumah yang menawarkan kenyamanan dan kehangatan (Jake Kwon/ BBC)

    Lokasi Dongdaemun dipilih karena dekat dengan perumahan berpendapatan rendah dan penduduk tinggal sendirian di apartemen kecil.

    “Kami mengadakan hari film untuk mendorong ikatan sosial yang lebih erat,” bisik Kim Se-heon, manajer Divisi Penanggulangan Kesepian Kota.

    Baca juga:

    Selain mereka yang sedang bersiap menonton film, seorang perempuan tua menutup matanya sambil menikmati kursi pijat otomatis yang berbunyi mendengung di salah satu sudut. Di sisi lain, terdapat tumpukan mie instan.

    “Ramen adalah simbol kenyamanan dan kehangatan di Korea Selatan,” jelas Kim.

    Sambil menunggu mie matang, pengunjung diminta mengisi survei singkat tentang suasana hati dan kondisi hidup mereka.

    Jake Kwon/ BBCLee In-sook bekerja sebagai konselor di toko serba ada

    Tiap hari, toko ini menerima sekitar 70 hingga 80 pengunjung. Ini hanyalah sebagian kecil dari jumlah orang yang semakin banyak mengalami isolasi sosial yang ingin dijangkau oleh kota.

    Tidak hanya yang berada di Dongdaemun, toko “penuh kasih sayang” lain juga selalu menawarkan suasana hangat dan nyaman seperti kafe.

    Toko-toko ini didirikan khusus untuk menyambut mereka yang tidak diterima di tempat lain, jelas Manajer Toko Lee Bo-hyun.

    Toko-toko tersebut tidak hanya menyediakan ruang dan film, tapi juga pendingin udara selama bulan-bulan panas terik bagi warga berpenghasilan rendah dan tidak mampu membeli AC di rumah.

    Baca juga:

    Tempat ini juga dimaksudkan sebagai ruang bagi orang-orang yang kesepian agar mereka bisa menghindari stigma dan leluasa meminta bantuan.

    Pilihan nama “minimarket” adalah upaya untuk menjauhkan mereka dari klinik kejiwaan. Ini penting karena di Korea Selatan masih ada stigma terhadap orang-orang yang meminta bantuan untuk kesehatan mental, terutama di kalangan penduduk lanjut usia.

    ‘Pelarian dari kesepian’

    Sohn, 68 tahun, salah satu pelanggan tetap minimarket ini. Tiap pekan, ia datang untuk menonton film dan keluar dari rumah yang sempit.

    Selama lebih dari lima dekade, Sohn hidup merawat ibunya yang menderita aneurisma otak. Akibatnya, dia tidak pernah menikah atau memiliki anak.

    Uang yang dikumpulkan selama ini sebagian besar dialokasikan untuk perawatan ibunya. Kini, tanpa uang dan berjalan dengan tongkat sejak mengalami pendarahan otak beberapa tahun lalu, ia mengaku tidak banyak tempat untuknya.

    “Tempat-tempat membutuhkan uang, pergi ke bioskop juga membutuhkan uang,” katanya.

    Getty ImagesMakin banyak warga Korea Selatan yang merasa terisolasi secara sosial dari hasil riset

    Selain Sohn, ada Hee-kyung yang masih berusia 29 tahun. Ia kabur dari rumah dan tidak lagi berbicara dengan siapa pun dari keluarganya. Ia tinggal sendirian dan menghabiskan waktu menonton video hewan lucu di ponselnya sambil berbaring di lantai.

    Teman-teman dikenalnya secara daring melalui komunitas penggemar grup K-pop Super Junior dan mereka tinggal berjauhan. Saat ini, ia menganggur sehingga tidak memiliki rekan untuk diajak ngobrol.

    Baca juga:

    “Saya berkata pada diri saya sendiri, ‘setiap hari adalah kesempatan untuk melarikan diri dari rasa kesepian’,” kata Hee-kyung.

    Hee-Kyung adalah salah satu dari 20.000 orang yang mengunjungi empat minimarket khusus ini sejak tempat itu dibuka pada Maret. Kota tersebut awalnya memperkirakan hanya 5.000 pengunjung pada tahun pertama.

    Mengapa kesepian meningkat?

    Perubahan yang dialami Korea Selatan sangat drastis: dalam satu generasi, negara ini berubah dari masyarakat agraris yang dilanda perang menjadi ekonomi yang maju.

    Beberapa dekade lalu, keluarga besar dengan enam hingga delapan anak tinggal di bawah satu atap adalah hal lazim.

    Namun, migrasi ke kota selama bertahun-tahun telah memperkecil ukuran keluarga dan mengubah tempat seperti Seoul menjadi kota metropolis yang karut marut.

    Getty ImagesWarga Korea Selatan yang telah lanjut usia dan merasa kesepian terus meningkat berdasarkan laporan

    Perumahan yang tidak terjangkau, biaya hidup yang meningkat, dan jam kerja yang melelahkan telah membuat semakin banyak anak muda menolak pernikahan atau menjadi orang tua.

    Di sisi lain, warga lansia merasa diabaikan oleh anak-anak muda yang berusaha keras untuk mengejar ketertinggalan.

    “Anda tahu pepatah, makanan paling tidak enak adalah yang dimakan sendirian? Saya bertanya kepada orang-orang tua yang datang ke sini apakah mereka makan dengan baik. Mereka akan menangis hanya karena ditanya pertanyaan itu,” kata Lee In-sook, konselor di toko tersebut.

    Baca juga:

    In-sook pun memahami tidak enaknya sendirian setelah bercerai dan anak-anaknya yang sudah dewasa meninggalkan rumah.

    Pertama kali Hee-kyung, yang usianya sekitar sama dengan anak In-sook, datang ke toko, dia langsung menarik perhatiannya.

    Seperti banyak pengunjung lain, Hee-kyung diam pada hari pertama, hampir tidak berbicara dengan orang lain. Pada kunjungan kedua, dia mulai berbicara dengan In-sook.

    Bagaimana cara pemerintah mengatasi kesepian?

    Jumlah warga lansia yang meninggal seorang diri terus meningkat. Acap kali jenazah mereka tidak ditemukan sampai berhari-hari atau berminggu-minggu kemudian.

    Kondisi ini membuat pejabat Kota Seoul cukup khawatir dan mengambil tindakan.

    Misi tersebut segera diperluas untuk menangani kesepian. Namun, Seoul bukan yang pertama melakukannya.

    Pada 2018, UK menunjuk pejabat setingkat menteri untuk menangani kesepian warga. Jepang bahkan mendirikan lembaga untuk menangani masalah kesepian yang semakin parah selama pandemi Covid-19.

    Fenomena menarik diri sepenuhnya dari masyarakat cukup umum di Jepang sehingga memiliki nama khusus: hikikomori. Di Korea Selatan, jumlah anak muda yang secara sukarela memisahkan diri dari masyarakat yang sangat kompetitif dan menuntut makin meningkat.

    “Mungkin pandemi yang menyebabkan hal ini,” kata Lee Yu-jeong, yang mengelola salah satu program anti-kesepian di Seoul.

    Dia menyoroti ketika anak-anaknya tetap berkutat dengan ponsel pintar saat teman-teman mereka berkunjung.

    “Orang-orang saat ini mengungkapkan betapa sulitnya memiliki jaringan pertemanan. Kesepian telah menjadi sesuatu yang perlu ditangani sebagai masalah masyarakat.”

    Langkah pertama adalah membuka layanan hotline bagi orang-orang yang membutuhkan seseorang untuk diajak bicara. Survei nasional pada tahun 2023 menemukan bahwa sepertiga dari orang dewasa Korea tidak memiliki siapa pun untuk dimintai bantuan dalam urusan rumah tangga atau diajak bicara saat merasa sedih.

    Konselor-konselor menawarkan panggilan selama 40 menit untuk membahas topik apa pun. Park Seung-ah melakukan tiga panggilan sehari dari kubikelnya.

    “Saya terkejut melihat begitu banyak anak muda yang menginginkan sesi ini. Mereka ingin berbagi beban di dada mereka, tetapi seringkali ada dinamika kekuasaan dengan orang tua atau teman-teman mereka. Jadi mereka datang kepada kami.”

    Baca juga:

    Toko-toko “penuh kasih sayang” pun segera bermunculan, sebuah lokasi fisik di mana orang-orang yang kesepian diterima.

    Namun, beberapa pengunjung terlihat canggung saat mereka masuk untuk pertama kalinya. Kondisi ini diperparah oleh pengalaman isolasi mereka.

    Pengunjung sering merasa tidak nyaman berbicara dengan orang lain atau makan bersama pada awalnya, kata Manajer Toko Lee.

    “Kesepian yang khas, jika berulang selama berhari-hari, berbulan-bulan, dan setengah tahun akan menjelma lebih dari sekadar perasaan,” ucap Lee.

    “Orang-orang itu mulai menghindari tempat-tempat yang ramai. Banyak yang bertanya apakah mereka bisa membawa ramen untuk dibawa pulang karena mereka tidak mau makan bersama orang lain.”

    Lee akan mengatakan kepada mereka bahwa mereka tidak perlu berbicara. Mereka bisa duduk di meja yang sama dan makan mie.

    Sudah berbulan-bulan sejak Hee-kyung menjadi salah satu pendatang baru yang pendiam. Kini, ia akrab dengan In-sook. Ketika In-sook bercerita tentang putrinya, suaranya tercekat tiba-tiba.

    “Aku akan memelukmu,” kata Hee-kyung dengan tegas. Dia berjalan dari sisi lain ruangan dan memeluk In-sook.

    Tonton juga Video: Jajan di Minimarket Ala Korea

    (ita/ita)

  • PM Prancis Ancam Anggota Parlemen-Pejabat yang Cari Untung!

    PM Prancis Ancam Anggota Parlemen-Pejabat yang Cari Untung!

    Jakarta

    Perdana Menteri (PM) Prancis Francois Bayrou melontarkan peringatan keras kepada para anggota parlemen dan pejabat yang mengambil keuntungan dengan tidak semestinya. Dia mengancam akan membeberkan nama-nama mereka, seraya memperingatkan bahwa publik menganggap semua politisi “mencari untung”.

    Dilansir kantor berita AFP, Sabtu (23/8/2025), Bayrou mengatakan kecurigaan tersebut telah diungkapkan secara luas ketika ia mengajukan permohonan untuk pemangkasan anggaran besar-besaran.

    PM Prancis itu telah menghadapi perlawanan keras dari kubu oposisi atas program pemangkasan defisit sebesar 43,8 miliar euro (sekitar Rp757 triliun). Tujuannya adalah menurunkan defisit anggaran yang tahun lalu mencapai 5,8% dari Produk Domestik Bruto (PDB), hampir dua kali lipat batas maksimum yang ditetapkan Uni Eropa sebesar 3%.

    Rencana pemangkasan anggaran itu mencakup penghapusan dua hari libur nasional untuk meningkatkan produktivitas, pemangkasan jumlah pegawai sektor publik, serta pembekuan pembayaran kesejahteraan dan pensiun yang biasanya disesuaikan dengan inflasi.

    Bayrou telah merilis serangkaian video di media sosial untuk mendukung kampanye reformasi anggarannya. Dalam video terbaru yang dirilis pada hari Jumat (22/8) waktu setempat, ia menyampaikan hasil dari program pemangkasan anggarannya.

    “Banyak orang percaya bahwa pemerintah harus menyentuh hak-hak istimewa — dalam tanda kutip — para pemimpin politik, anggota parlemen, atau anggota pemerintah,” kata Bayrou.

    “Saya menanggapi hal ini dengan sangat serius karena ini berarti ada kecurigaan. Banyak orang Prancis mulai percaya bahwa para politisi hanya mengantongi keuntungan pribadi … bahwa itu adalah pemborosan uang publik,” katanya.

    “Kita perlu mengklarifikasi semua ini. Adakah situasi di mana anggota parlemen atau pemimpin politik Prancis menerima tunjangan yang tidak semestinya, berlebihan, atau tidak dapat diterima?” tanyanya.

    Sebelumnya, tokoh sayap kanan National Rally, Marine Le Pen, telah dinyatakan bersalah atas penggelapan dana Uni Eropa untuk partainya. Sementara sejumlah politisi Prancis lainnya juga tercatat dalam kasus-kasus serupa yang cukup terkenal.

    Sebelumnya, dalam video yang diunggah ke YouTube baru-baru ini, Bayrou mengatakan bahwa total utang Prancis saat ini telah mencapai 3,4 triliun euro atau sekitar Rp58.820 triliun. Jika tidak ada tindakan tegas, ia memperkirakan pembayaran bunga utang bisa mencapai 100 miliar euro (Rp1.730 triliun) per tahun pada 2029.

    “Utang kita sudah mencapai angka yang nyaris tak terbayangkan. Ini adalah bahaya mematikan,” tegas Bayrou, seperti dikutip RT. “Kita harus bertindak sekarang, atau menghadapi krisis fiskal yang jauh lebih besar nanti,” tandasnya.

    Halaman 2 dari 2

    Simak Video “Video: PM Prancis Terancam Digulingkan oleh Parlemen Lewat Mosi Tidak Percaya”
    [Gambas:Video 20detik]
    (ita/ita)