Category: Detik.com Internasional

  • Remaja Laki-laki di California Tewas Gantung Diri, Ortu Salahkan ChatGPT

    Remaja Laki-laki di California Tewas Gantung Diri, Ortu Salahkan ChatGPT

    Jakarta

    Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

    Seorang remaja laki-laki berusia 16 tahun di California meninggal dunia karena gantung diri. Orang tua remaja tersebut kini mengajukan gugatan terhadap OpenAI lantaran chatbot ChatGPT milik perusahaan tersebut memberikan instruksi bunuh diri yang terperinci kepada putra mereka.

    Dilansir AFP, Rabu (27/8/2025), orang tua korban, Matthew dan Maria Raine, berargumen dalam gugatan yang diajukan pada hari Senin (25/8) lalu waktu setempat, di pengadilan negara bagian California, bahwa ChatGPT menjalin hubungan intim dengan putra mereka selama beberapa bulan pada tahun 2024 dan 2025 sebelum yang bersangkutan bunuh diri.

    Gugatan tersebut menuduh bahwa, dalam percakapan terakhir mereka pada 11 April 2025 lalu, ChatGPT membantu korban mencuri vodka dari orang tuanya dan memberikan analisis teknis tentang tali yang ia ikat, yang mengonfirmasi bahwa tali tersebut “berpotensi dapat menggantung manusia.”

    Remaja itu pun ditemukan tewas beberapa jam kemudian dengan metode yang sama. Gugatan tersebut menyebutkan OpenAI dan CEO Sam Altman sebagai tergugat.

    “Tragedi ini bukanlah sebuah gangguan atau kasus tak terduga,” demikian bunyi gugatan tersebut.

    “ChatGPT berfungsi persis seperti yang dirancang: untuk terus mendorong dan memvalidasi apa pun yang diungkapkan Adam, termasuk pikirannya yang paling berbahaya dan merusak diri sendiri, dengan cara yang terasa sangat pribadi,” tambahnya.

    Menurut gugatan tersebut, korban mulai menggunakan ChatGPT sebagai bantuan mengerjakan PR, tetapi secara bertahap mengembangkan apa yang digambarkan orang tuanya sebagai ketergantungan yang tidak sehat. Gugatan tersebut mencakup kutipan percakapan di mana ChatGPT diduga mengatakan kepada korban “kamu tidak berutang keselamatan kepada siapa pun” dan menawarkan bantuan untuk menulis surat bunuh dirinya.

    Keluarga Raine menuntut ganti rugi yang tidak ditentukan dan meminta pengadilan untuk memerintahkan langkah-langkah keamanan termasuk penghentian otomatis setiap percakapan yang melibatkan tindakan menyakiti diri sendiri dan kontrol orang tua untuk pengguna di bawah umur. Kedua orang tua tersebut diwakili oleh firma hukum Chicago, Edelson PC, dan Tech Justice Law Project.

    Membuat perusahaan AI menganggap serius keamanan “hanya datang melalui tekanan eksternal, dan tekanan eksternal itu berupa PR yang buruk, ancaman legislasi, dan ancaman litigasi,” ujar Meetali Jain, presiden Tech Justice Law Project, kepada AFP.

    Menanggapi kasus yang melibatkan ChatGPT, Common Sense Media, sebuah organisasi nirlaba terkemuka Amerika yang mengulas dan memberikan peringkat untuk media dan teknologi, mengatakan bahwa tragedi Raines menegaskan bahwa “penggunaan AI untuk pendamping, termasuk penggunaan chatbot serbaguna seperti ChatGPT untuk saran kesehatan mental, sangat berisiko bagi remaja.”

    “Jika sebuah platform AI menjadi ‘pelatih bunuh diri’ bagi remaja yang rentan, itu seharusnya menjadi ajakan untuk bertindak bagi kita semua,” kata kelompok tersebut.

    Halaman 2 dari 2

    (maa/maa)

  • Ancang-ancang Trump Ubah Pentagon Jadi Departemen Perang

    Ancang-ancang Trump Ubah Pentagon Jadi Departemen Perang

    Jakarta

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ancang-ancang akan mengubah nama Departemen Pertahanan atau Pentagon. Trump akan mengubah Pentagon menjadi Departemen Perang.

    Dirangkum detikcom dilansir kantor berita Politico, Selasa (26/8/2025), Trump mengisyaratkan pemerintahannya dalam beberapa hari mendatang, akan mengubah nama Departemen Pertahanan atau Pentagon menjadi Departemen Perang. Trump mengatakan para pejabat mungkin akan mengembalikan Pentagon ke nama yang lebih agresif seperti sebelumnya.

    Trump mengatakan penggantian nama ini mungkin akan dilakukan dalam waktu sekitar seminggu ini. Trump belum membeberkan waktunya.

    Sebelumnya, baik Trump maupun Menteri Pertahanan Pete Hegseth telah berulang kali menyesalkan perubahan nama tersebut, yang terjadi setelah Perang Dunia II.

    “Ketika kita memenangkan Perang Dunia I, Perang Dunia II, namanya adalah Departemen Perang. Dan bagi saya, memang begitulah adanya,” kata Trump dalam sebuah acara pers bersama Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung pada Senin (25/8) waktu setempat.

    “Semua orang senang bahwa kita memiliki sejarah kemenangan yang luar biasa ketika namanya masih Departemen Perang. Kemudian kita mengubahnya menjadi Departemen Pertahanan,” imbuhnya.

    Departemen Perang berdiri dari tahun 1789 hingga 1947, ketika pemerintahan mantan presiden Harry Truman memisahkan departemen tersebut menjadi Angkatan Darat dan Angkatan Udara, dan menggabungkannya dengan Angkatan Laut yang saat itu masih independen. Truman saat itu menamai badan setingkat kabinet yang baru tersebut Departemen Pertahanan.

    Truman bermaksud agar perubahan nama ini memberi kepala Pentagon kekuasaan yang lebih terpusat atas unit-unit militer tertentu, terutama Angkatan Laut, yang memiliki independensi signifikan hingga akhir Perang Dunia II.

    Trump telah mengisyaratkan dalam beberapa minggu terakhir tentang kemungkinan perubahan nama tersebut. Trump menyebut Hegseth sebagai “Menteri Perang” pada pertemuan puncak NATO pada bulan Juni lalu, dan mengindikasikan bahwa alasan politislah yang mendorong perubahan tersebut.

    Trump mengisyaratkan perubahan nama ini akan segera terjadi. Namun, Pentagon kemungkinan besar akan membutuhkan persetujuan Kongres untuk setiap perubahan nama karena departemen tersebut didirikan berdasarkan undang-undang yang telah berusia puluhan tahun.

    Lihat juga Video ‘Trump Desak Akhiri Perang di Gaza, Dorong Jalur Diplomatik’:

    Halaman 2 dari 3

    (whn/maa)

  • Pamer Ngebut di Medsos, Menteri Perhubungan Turki Didenda

    Pamer Ngebut di Medsos, Menteri Perhubungan Turki Didenda

    Jakarta

    Menteri Perhubungan Turki didenda karena ngebut setelah mengunggah video dirinya memacu kendaraannya di jalan raya. Dia mengunggah video tersebut di media sosial (medsos) X dengan tagar #TurkeyAccelerates.

    Dilansir kantor berita AFP, Selasa (26/8/2025), pada Minggu (24/8) malam waktu setempat, Menteri Perhubungan Turki Abdulkadir Uraloglu mengunggah video dirinya di X, sedang mengemudi di jalan raya dekat ibu kota Turki, Ankara. Dia mengemudi sambil mendengarkan lagu-lagu daerah dan klip pidato Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

    Dalam beberapa rekaman terpisah yang secara tidak sengaja menampilkan speedometer, menteri Turki tersebut terlihat melaju dengan kecepatan antara 190 dan 225 kilometer per jam (118 hingga 140 mil per jam).

    Batas kecepatan di jalan raya tersebut di Turki adalah 140 kilometer per jam (85 mil per jam).

    Beberapa jam kemudian, Uraloglu mengunggah ulang rekaman tersebut, mengakui bahwa ia telah didenda karena melanggar batas kecepatan.

    “Saya mengemudi untuk memeriksa jalan raya Ankara-Niğde dan secara tidak sengaja melampaui batas kecepatan untuk beberapa saat. Dengan video itu, saya secara efektif mencela diri sendiri,” tulisnya di X.

    “Saya akan lebih berhati-hati mulai sekarang,” tulisnya. “Mematuhi batas kecepatan adalah kewajiban bagi semua orang,” tandas Uraloglu.

    Lihat juga Video ‘Gempa M 6,1 Guncang Turki, 1 Orang Tewas-Bangunan Ambruk’:

    (ita/ita)

  • Diprotes Jepang soal Ladang Gas di Laut China Timur, China Tak Terima!

    Diprotes Jepang soal Ladang Gas di Laut China Timur, China Tak Terima!

    Beijing

    Pemerintah China menolak keras protes yang diajukan oleh Jepang terkait pengembangan ladang gas di perairan Laut China Timur yang disengketakan. Otoritas Beijing menyebut tuduhan Tokyo itu “tidak berdasar”. Beijing menegaskan aktivitas pengembangan gas dilakukan di perairan yang berada di bawah yurisdiksi China.

    Kementerian Luar Negeri Jepang mengatakan pada Senin (25/8) malam waktu setempat, bahwa mereka telah mengonfirmasi soal Beijing sedang memasang sejumlah rig pengeboran di area perairan sengketa tersebut, di mana klaim zona ekonomi eksklusif (ZEE) kedua negara tumpang tindih.

    Jepang telah menyampaikan “protes keras” secara resmi ke Kedutaan Besar China di Tokyo atas hal tersebut.

    Dalam tanggapannya, seperti dilansir AFP, Selasa (26/8/2025), Kementerian Luar Negeri China menyatakan pihaknya “tidak menerima tuduhan Jepang yang tidak berdasar dan menolak apa yang disebut sebagai protes Jepang”.

    Perjanjian bilateral yang ditandatangani kedua negara tahun 2008 lalu menyatakan bahwa China dan Jepang sepakat untuk secara bersama-sama mengembangkan cadangan gas bawah laut di area yang disengketakan, dengan larangan pengeboran independen oleh kedua negara.

    Namun, negosiasi mengenai cara mengimplementasikan kesepakatan itu terhenti sejak tahun 2010 lalu.

    Kementerian Luar Negeri Jepang pada Senin (26/8), menuduh China telah menempatkan 21 unit rig pengeboran di perairan sengketa itu, tepatnya di sisi wilayah Beijing dari perbatasan maritim de-facto. Tokyo mengkhawatirkan gas di sisi wilayah Jepang juga dapat diekstraksi.

    Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Jepang mengatakan “sangat disesalkan bahwa China memajukan pembangunan secara sepihak”.

    Kementerian Luar Negeri Jepang “sangat mendesak China untuk segera memulai kembali perundingan mengenai implementasi” perjanjian tahun 2008 tersebut.

    Namun, Kementerian Luar Negeri China dalam pernyataan pada Selasa (26/8), menegaskan bahwa komitmennya terhadap “implementasi sepenuhnya dan efektif dari konsensus berprinsip mengenai isu Laut China Timur tidak berubah”. Beijing juga mengharapkan dimulainya kembali perundingan sesegera mungkin.

    “Aktivitas pengembangan minyak dan gas oleh China di Laut China Timur berlangsung di perairan yang tak terbantahkan di bawah yurisdiksi China, yang sepenuhnya berada dalam hak kedaulatan dan yurisdiksi China,” tegas juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, dalam konferensi pers.

    Lihat juga Video ‘Mendag Sita 19 Ribu Bal Baju Bekas Impor Ilegal dari Jepang-China’:

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/ita)

  • Dubesnya Diusir Australia, Iran Ancam Pembalasan!

    Dubesnya Diusir Australia, Iran Ancam Pembalasan!

    Jakarta

    Pemerintah Iran bersumpah akan melakukan tindakan balasan setelah Australia mengusir duta besarnya. Pengusiran dilakukan atas tuduhan bahwa Teheran berada di balik serangan pembakaran antisemit di dua Australia, Sydney dan Melbourne.

    “Tuduhan yang telah dibuat itu sepenuhnya ditolak,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei dalam konferensi pers mingguan pada Selasa (26/8/2025). Dia menambahkan bahwa “setiap tindakan yang tidak pantas dan tidak dapat dibenarkan di tingkat diplomatik akan mendapat reaksi balasan”.

    Dilansir kantor berita AFP, Selasa (26/8/2025), Baqaei mengatakan langkah-langkah tersebut tampaknya “dipengaruhi oleh perkembangan internal” di Australia, termasuk aksi protes baru-baru ini terhadap perang Israel di Gaza.

    “Tampaknya tindakan ini diambil untuk mengimbangi kritik terbatas yang dilayangkan pihak Australia terhadap rezim Zionis (Israel),” tambahnya.

    Sebelumnya, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengatakan bahwa Iran berada di balik aksi pembakaran sebuah kafe kosher di pinggiran kota Bondi, Sydney, pada Oktober 2024. Albanese mengatakan bahwa Iran juga memerintahkan serangan pembakaran terhadap Sinagoga Adass Israel di Melbourne pada bulan Desember di tahun yang sama.

    Tidak ada korban luka yang dilaporkan dalam kedua serangan tersebut.

    “Ini adalah tindakan agresi yang luar biasa dan berbahaya yang didalangi oleh negara asing di tanah Australia,” ujar Albanese dalam jumpa pers hari Selasa (26/8).

    “Ini adalah upaya untuk merusak kohesi sosial dan menimbulkan perpecahan di komunitas kita,” imbuhnya.

    Albanese menyatakan Duta Besar Iran Ahmad Sadeghi sebagai “persona non grata” dan memerintahkannya beserta tiga pejabat kedutaan lainnya untuk meninggalkan Australia dalam waktu tujuh hari.

    Australia juga menarik duta besarnya untuk Iran dan menangguhkan operasional kedutaan di Teheran. Semua diplomat Australia kini “aman di negara ketiga”, kata Albanese.

    Pemimpin negeri kanguru itu menambahkan bahwa pemerintahnya juga akan segera menetapkan Korps Garda Revolusi Islam Iran sebagai organisasi teroris.

    Lihat Video ‘Ayatollah Khamenei Bersumpah Iran Tak Akan Tunduk Terhadap AS’:

    Halaman 2 dari 2

    (ita/ita)

  • Trump Ancam Tarif Tambahan ke Negara yang Pungut Pajak Digital

    Trump Ancam Tarif Tambahan ke Negara yang Pungut Pajak Digital

    Washington DC

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam “tarif tambahan” terhadap negara-negara yang memungut pajak digital. Tarif tambahan itu akan diberlakukan untuk barang-barang yang berasal dari negara-negara yang tidak mau mencabut aturan yang mengatur pajak digital.

    Menurut sejumlah sumber, seperti dilansir Reuters, Selasa (26/8/2025), pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan untuk menjatuhkan sanksi kepada pejabat Uni Eropa atau pejabat negara anggota blok Eropa tersebut yang bertanggung jawab atas implementasi Undang-undang Layanan Digital.

    Undang-undang tersebut sangat penting bagi blok Uni Eropa. Banyak negara, terutama di Eropa, telah mengenakan pajak terhadap pendapatan penjualan penyedia layanan digital, termasuk Alphabet yang merupakan induk perusahaan Google, Meta selaku induk perusahaan Facebook, Apple, dan Amazon.

    Persoalan ini telah sejak lama menjadi hambatan perdagangan bagi banyak pemerintahan AS.

    Trump, dalam pernyataan terbaru via media sosial Truth Social, mengklaim undang-undang yang mengatur pajak digital “dirancang untuk merugikan, atau mendiskriminasi, teknologi Amerika”. Dia juga menyebutnya menguntungkan perusahaan-perusahaan China yang menjadi pesaing teknologi AS.

    “Sebagai Presiden Amerika Serikat, saya akan melawan negara-negara yang menyerang perusahaan teknologi Amerika kita yang luar biasa,” kata Trump.

    “Pajak digital, Undang-undang Layanan Digital, dan Regulasi Pasar Digital semuanya dirancang untuk merugikan, atau mendiskriminasi, teknologi Amerika. Itu juga, secara keterlaluan, memberikan kelonggaran penuh kepada perusahaan teknologi terbesar di China. Ini harus diakhiri, dan berakhir SEKARANG!” ujarnya.

    “Dengan KEBENARAN ini, saya memberitahu semua negara yang memungut pajak digital, memiliki undang-undangnya, aturannya, atau regulasinya bahwa kecuali tindakan diskriminatif ini dihapuskan, saya, sebagai Presiden Amerika Serikat, akan mengenakan tarif tambahan yang substansial terhadap ekspor negara tersebut ke AS, dan menerapkan pembatasan ekspor terhadap teknologi dan chip kami yang sangat dilindungi,” tegas Trump dalam pernyataannya.

    “Amerika, dan perusahaan teknologi Amerika, bukan lagi ‘celengan’ atau ‘keset’ dunia,” ujarnya.

    “Tunjukkan rasa hormat kepada Amerika dan perusahaan teknologi kami yang luar biasa, atau pertimbangkan konsekuensinya!” tegas Trump memberikan peringatan.

    Trump sebelumnya juga mengancam akan mengenakan tarif kepada negara-negara lainnya, seperti Kanada dan Prancis, atas perbedaan soal pajak layanan digital.

    Pada Februari lalu, Trump memerintahkan otoritas perdagangan AS untuk melanjutkan investigasi yang dimaksudkan untuk mengenakan tarif terhadap impor dari negara-negara yang mengenakan pajak layanan digital kepada perusahaan teknologi AS.

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/ita)

  • China Sukses Transplantasi Paru-paru Babi ke Manusia

    China Sukses Transplantasi Paru-paru Babi ke Manusia

    Jakarta

    Tim dokter di Cina berhasil melakukan transplantasi paru-paru dari babi ke manusia, menunjukkan bahwa prosedur ini memungkinkan dilakukan meskipun masih diperlukan banyak uji lanjutan.

    Menurut ilmuwan dari National Clinical Research Center for Respiratory Disease di Guangzhou, paru-paru babi yang dimodifikasi secara genetik dan ditanamkan ke tubuh pasien manusia yang telah dinyatakan mati otak, tetap hidup dan berfungsi selama 216 jam (sembilan hari) tanpa mengalami infeksi atau penolakan dari tubuh penerima.

    Apa itu xenotransplantasi?

    Xenotransplantasi adalah praktik transplantasi organ antarspesies. Cara ini dianggap sebagai solusi potensial atas krisis kekurangan organ dunia.

    Studi dari Guangzhou menyebutkan bahwa kemajuan telah dicapai dalam transplantasi jantung dan ginjal babi ke manusia. Namun, transplantasi paru-paru menghadapi tantangan khusus karena kompleksitas anatomi dan fungsinya. Salah satu tantangan utama adalah paru-paru langsung bersentuhan dengan udara luar sehingga risiko infeksi lebih tinggi.

    Dalam studi ini, paru-paru dari babi jantan jenis Bama Xiang berusia 22 bulan dengan berat 70 kilogram berhasil ditransplantasikan ke pria berusia 39 tahun dan tetap berfungsi selama lebih dari seminggu dalam pemantauan.

    “Penelitian ini membuktikan bahwa paru-paru babi hasil rekayasa genetik bisa tetap hidup dan berfungsi di penerima mati otak selama 216 jam, tanpa tanda penolakan hiperakut ataupun infeksi tak terkendali,” tulis tim peneliti.

    Mereka menambahkan bahwa keberhasilan ini menunjukkan kemajuan besar dalam teknik modifikasi genetik dan strategi imunosupresif, sekaligus mengingatkan adanya tantangan besar yang masih harus diatasi sebelum bisa diterapkan secara klinis.

    Editor: Hani Anggraini

    Lihat juga Video ‘Bayi Pertama di Inggris Lahir dari Wanita dengan Rahim Transplantasi’:

    (ita/ita)

  • Presiden Korsel Bilang Korut Bisa Produksi 10-20 Bom Nuklir Per Tahun

    Presiden Korsel Bilang Korut Bisa Produksi 10-20 Bom Nuklir Per Tahun

    Washington DC

    Korea Utara (Korut) disebut mampu memproduksi sebanyak 10 bom nuklir hingga 20 bom nuklir setiap tahunnya. Negara terisolasi itu diperkirakan telah merakit puluhan hulu ledak yang mampu membawa muatan nuklir.

    Kemampuan produksi bom nuklir Korut itu, seperti dilansir AFP, Selasa (26/8/2025), diungkapkan oleh Presiden Korea Selatan (Korsel) Lee Jae Myung saat berbicara pada forum Pusat Studi Strategis dan Internasional dalam kunjungannya ke Amerika Serikat (AS).

    Korut, menurut Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm, diperkirakan telah merakit sekitar 50 hulu ledak dan memiliki material fisil untuk memproduksi hingga 40 hulu ledak lainnya.

    Lee, dalam pernyataannya di AS, menyebut rudal balistik antarbenua (ICBM) yang mampu menjangkau daratan AS hampir selesai dikembangkan oleh Korut.

    “ICBM yang mampu menjangkau Amerika Serikat hampir sepenuhnya dikembangkan, dan mereka (Korut-red) terus membangun kapasitas untuk memproduksi sekitar 10 hingga 20 bom nuklir per tahun,” ungkap Lee dalam pernyataannya pada forum tersebut.

    Lee yang bertekad memperbaiki hubungan antara Korsel dengan Korut ini, juga menyerukan upaya-upaya untuk meredakan ketegangan di Semenanjung Korea.

    Presiden Korsel Lee Jae Myung Foto: Kim Min-Hee/Pool via REUTERS/File Photo Purchase Licensing Rights

    Merujuk pada kebijakan garis keras pendahulunya dan kurangnya diplomasi dengan Korut, Lee mengatakan: “Kami telah berupaya untuk menghalangi Korea Utara dan menerapkan sanksi-sanksi, namun hasilnya Korea Utara terus mengembangkan program nuklirnya.”

    “Fakta kerasnya adalah jumlah senjata nuklir yang dimiliki Korea Utara telah meningkat selama tiga tahun hingga empat tahun terakhir,” sebut Lee.

    Lee mengatakan Korsel berkomitmen pada pencegahan senjata konvensional terhadap Korut, tetapi juga menyoroti upaya untuk melonggarkan langkah-langkah yang dianggap provokatif, seperti mengakhiri aktivitas speaker propaganda yang menyiarkan pesan anti-Korut di sepanjang perbatasan militer.

    Lee sebelumnya berbicara langsung dengan Presiden Donald Trump di Gedung Putih, dengan sang Presiden AS melontarkan harapannya untuk bertemu kembali dengan pemimpin Korut Kim Jong Un.

    Lihat juga Video ‘Di Depan Presiden Korsel, Trump Bilang Mau Bertemu Kim Jong Un’:

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/ita)

  • Reaksi Israel Setelah Jurnalis Palestina Tewas dalam Serangan

    Reaksi Israel Setelah Jurnalis Palestina Tewas dalam Serangan

    Kami kembali merangkum sejumlah berita-berita utama yang terjadi selama 24 jam terakhir dalam Dunia Hari Ini edisi Selasa, 26 Agustus 2025.

    Laporan utama kami hadirkan dari perkembangan serangan terbaru Israel ke Gaza.

    Israel kembali serang rumah sakit

    Israel melancarkan serangkaian serangan ke Rumah Sakit Nasser di Gaza selatan, hingga menyebabkan setidaknya 20 orang tewas, termasuk lima jurnalis.

    Serangan kedua di lantai empat fasilitas di Khan Younis disiarkan langsung di televisi, sementara tim penyelamat menyisir gedung untuk mengevakuasi korban tewas dan luka-luka akibat serangan pertama beberapa menit sebelumnya.

    Mereka yang tewas adalah Mohammad Salama yang bekerja sebagai fotografer Al Jazeera, Hussam al-Masri dari kantor berita Reuters, Mariam Abu Daqqa yang bekerja di beberapa media seperti the Associated Press, Moaz Abu Taha, serta Ahmed Abu Aziz dari Quds Feed Network dan media lainnya.

    Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan negaranya “sangat menyesalkan” serangan oleh pasukan Israel dan menyebut serangan tersebut sebagai “kecelakaan tragis”.

    Hal ini ia ungkapkan setelah Presiden AS, Donald Trump, mengatakan “saya tidak senang soal itu. Saya tidak ingin melihatnya.”

    Sebanyak 76 sandera di Nigeria diselamatkan

    Militer Nigeria membebaskan 76 orang yang disandera, setelah mereka melakukan serangan udara di Bukit Pauwa di Negara Bagian Katsina.

    Operasi tersebut merupakan bagian dari perburuan pemimpin geng bernama Babaro, yang dikaitkan dengan serangan masjid yang menewaskan lebih dari 50 orang di kota Malumfashi pekan lalu.

    Komisaris negara bagian untuk keamanan dalam negeri Nasir Mu’azu mengatakan para sandera yang diselamatkan antara lain mereka yang diculik selama serangan di masjid tersebut.

    “Namun, patut disesalkan seorang anak secara tragis kehilangan nyawanya selama kejadian tersebut,” ujarnya.

    Ratusan ribu orang di Vietnam akan dievakuasi

    Vietnam mengumumkan rencana untuk mengevakuasi lebih dari 500.000 orang sebagai persiapan menghadapi Topan Kajiki yang diperkirakan akan semakin intensif.

    Pusat Meteorologi Nasional China mengatakan badai tersebut sebelumnya diperkirakan akan “melewati” pantai selatan provinsi kepulauan Hainan di China pada Minggu malam, sebelum menuju Vietnam.

    Pada hari Minggu, badai tersebut menguat, dengan kecepatan angin mencapai 166 kilometer per jam.

    Topan Yagi menewaskan 500 orang di Asia Tenggara, sementara jumlah korban tewas di Myanmar terus bertambah.

    Trump ingin segera bertemu Kim Jong Un

    Donald Trump telah memberi tahu mitranya dari Korea Selatan jika ia berharap dapat bertemu dengan diktator Korea Utara Kim Jong Un secepatnya tahun ini.

    Presiden AS tersebut menjamu Lee Jae-myung dari Korea Selatan di Gedung Putih kemarin untuk membahas berbagai isu termasuk perdagangan dan keamanan Indo-Pasifik.

    Trump mengatakan ia masih memiliki “hubungan yang sangat baik” dengan Kim, yang ia temui tiga kali selama masa jabatan pertamanya sebagai presiden.

    “Beliau ingin bertemu dengan saya,” kata Trump tentang Kim.

    Lihat juga Video ‘Detik-detik Fotografer Reuters Tewas Kena Rudal Israel saat Bertugas’:

  • Trump Kirim Tentara Bersenjata ke Washington DC, Ada Apa?

    Trump Kirim Tentara Bersenjata ke Washington DC, Ada Apa?

    Jakarta

    Pasukan bersenjata Garda Nasional Amerika Serikat (AS) pada Minggu (24/08) mulai dikerahkan di Washington, D.C.

    Presiden AS Donald Trump mengerahkan pasukan tersebut sebagai upaya menindak kejahatan yang merajalela di ibu kota negara.

    “Mulai malam 24 Agustus 2025, anggota JTF-DC mulai membawa senjata dinas mereka,” kata Komando Tugas Gabungan DC dalam pernyataan resminya.

    Lebih dari 2.200 tentara telah ditugaskan dalam satuan tugas di Washington, D.C..

    Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pasukan hanya diperbolehkan menggunakan kekuatan “sebagai pilihan terakhir dan semata-mata sebagai respons terhadap ancaman kematian atau cedera serius yang segera terjadi.”

    Menurut pejabat Departemen Pertahanan yang diwawancarai Associated Press secara anonim, beberapa unit akan dipersenjatai untuk misi tertentu.

    Ia mengatakan, beberapa tentara akan membawa pistol, sementara yang lain membawa senapan. Namun, tim yang bekerja di bidang transportasi dan administrasi kemungkinan tidak bersenjata.

    Mengapa Trump mengerahkan Garda Nasional?

    Sebelumnya, Trump menyebut upaya ini sebagai “Liberation Day” (Hari Pembebasan), dengan klaim kota tersebut perlu diselamatkan dari “kejahatan, pertumpahan darah, kekacauan, dan kemiskinan.”

    Namun, data resmi pemerintah bertentangan dengan klaim Trump. Statistik menunjukkan bahwa tingkat kejahatan kekerasan di DC berada pada titik terendah dalam 30 tahun terakhir.

    Para kritikus menilai bahwa tidak ada keadaan darurat yang memerlukan kehadiran militer di ibu kota. Wali Kota Washington, Muriel Bowser, menyebut langkah Trump ini sebagai “dorongan otoriter.”

    Sebelumnya pada Minggu (24/08), Trump mengancam akan menempatkan Garda Nasional di Baltimore yang juga menjadi basis kuat Partai Demokrat di Maryland.

    Ia bahkan menyatakan kemungkinan mengirim pasukan ke Chicago. Wali Kota Chicago, Brandon Johnson, memperingatkan langkah ini dapat “menyulut ketegangan antara warga dan aparat penegak hukum”.

    Trump pertama kali menggunakan kekuasaan presidensial ini pada bulan Juni di Los Angeles, di mana ia menempatkan 5.000 pasukan untuk meredam protes terhadap operasi penegakan imigrasi.

    Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris

    Diadaptasi oleh Adelia Dinda Sani

    Editor: Tezar Aditya

    (ita/ita)