Category: Detik.com Internasional

  • Arahan Kim Jong Un agar Produksi Rudal Besar-besaran

    Arahan Kim Jong Un agar Produksi Rudal Besar-besaran

    Pyongyang

    Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un telah memerintahkan produksi rudal besar-besaran tahun depan. Kim mengatakan produksi rudal harus ditingkatkan seiring kebutuhan militer.

    Dilansir AFP, Jumat (26/12/2025), Korut secara signifikan meningkatkan uji coba rudal dalam beberapa tahun terakhir. Uji coba itu dinilai para analis ditujukan untuk meningkatkan kemampuan serangan presisi, menantang Amerika Serikat (AS) serta Korea Selatan, dan menguji senjata sebelum mengekspornya ke Rusia.

    Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) yang dikelola pemerintah Korut melaporkan Kim memerintahkan pabrik-pabrik yang dikunjunginya untuk bersiap menghadapi tahun yang sibuk di depan. Dia mengatakan pabrik-pabrik itu perlu ‘memperluas kapasitas produksi secara keseluruhan’.

    Menurutnya, hal itu penting untuk mengimbangi permintaan dari angkatan bersenjata Pyongyang. Dia juga memerintahkan pembangunan pabrik amunisi baru.

    “Sektor produksi rudal dan peluru sangat penting dalam memperkuat pencegahan perang,” kata Kim.

    Korut dan Rusia semakin dekat sejak invasi ke Ukraina diluncurkan 4 tahun lalu. Pyongyang telah mengirim pasukan untuk berperang bagi Rusia, bersama dengan peluru artileri, rudal, dan sistem roket jarak jauh.

    Para analis menyebut Rusia memberi imbalan bantuan keuangan, teknologi militer, serta pasokan makanan dan energi ke Korut. AS telah menunjukkan bukti Rusia meningkatkan dukungan untuk Korea Utara.

    AS menyebut Rusia memberikan bantuan dalam teknologi ruang angkasa dan satelit canggih sebagai imbalan atas bantuan Korut dalam perang di Ukraina. Para analis mengatakan peluncur satelit dan rudal balistik antarbenua (ICBM) memiliki banyak teknologi dasar yang sama.

    Kim Jong Un cek pabrik rudal (Foto: KCNA via Reuters)

    “Dengan program ICBM-nya yang sudah berada pada tahap yang secara luas dianggap telah mencapai tujuan inti, Pyongyang kemungkinan akan semakin mempercepat pengembangannya tahun depan,” kata peneliti asal Korea Utara, Ahn Chan-il.

    Kunjungan Kim dilaporkan sehari setelah media pemerintah mengatakan Kim telah mengunjungi pabrik kapal selam nuklir dan berjanji untuk melawan ‘ancaman’ Korea Selatan yang memproduksi kapal selam semacam itu sendiri dengan dukungan AS. Pemimpin Korea Utara itu juga mempelajari tentang penelitian ‘senjata rahasia bawah air baru’.

    Korut diperkirakan akan mencari teknologi militer canggih dari Rusia, termasuk kemampuan kapal selam bertenaga nuklir dan jet tempur. Mereka diprediksi berupaya mengatasi kelemahan relatif angkatan udaranya.

    Kim dilaporkan mengawasi uji peluncuran rudal anti-pesawat jarak jauh ketinggian tinggi tipe baru di atas Laut Jepang pada Kamis lalu. Dia mengatakan rencana modernisasi dan produksi baru akan diumumkan pada kongres pertama Partai Buruh Korea yang berkuasa dalam setengah dekade terakhir yang diperkirakan akan diadakan pada awal tahun 2026.

    Resmikan Hotel Mewah Baru

    Selain menggenjot industri senjata, Kim baru-baru ini juga meresmikan hotel mewah baru. Dia mengatakan hotel mewah itu menunjukkan peningkatan status rakyat Korut.

    Dilansir DW, ada lima hotel baru yang dibuka di Samjiyon, dekat perbatasan China. Saat meresmikan hotel-hotel itu, Kim Jong Un memuji ‘meningkatnya status’ rakyat Korea Utara.

    Menurut Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), lima hotel mewah telah mulai beroperasi di kota terpencil tersebut. Pyongyang mempromosikan hotel-hotel mewah terbarunya ini, yang dilengkapi fasilitas seperti restoran barbeku, pemandian air panas, dan area rekreasi, meskipun kesulitan ekonomi masih meluas di seluruh negeri.

    Kim sempat mengecek kamar-kamar tidur dan berbagai fasilitas hotel baru tersebut dalam upacara peresmian pada Sabtu (20/12). Kim menyebut resor itu sebagai ‘bukti nyata meningkatnya status rakyat kami’ meski sebagian besar warga Korea Utara masih menghadapi kesulitan hidup.

    Menurut KCNA, Kim secara langsung memeriksa fasilitas hotel, bahkan mengetes seberapa nyaman kasur di kamar hotel. Putrinya, yang oleh banyak analis diyakini sebagai calon penerusnya, mendampinginya dalam tur tersebut.

    Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan putrinya Ju Ae meninjau Hotel Mihyong di Samjiyon di kawasan wisata Provinsi Ryanggang pada 20 Desember 2025. (Foto: AFP/STR)

    Media pemerintah menyebut hotel-hotel itu merupakan bukti bahwa warga negara ‘tidak memiliki apa pun untuk diirikan di dunia’. Peresmian ini berlangsung ketika Kim berupaya menonjolkan kemajuan ekonomi negara menjelang kongres partai tahun depan, di mana rencana pembangunan baru diperkirakan akan diumumkan.

    KCNA mengutip pernyataan Kim yang menyebut resor baru tersebut sebagai ‘bukti nyata cita-cita rakyat kami yang terus berkembang dan potensi pembangunan negara’.

    Pariwisata di Korea Utara sendiri masih berlangsung sangat terkontrol dan sebagian besar terbatas pada tur yang disetujui pemerintah. Tur itu hanya menampilkan potongan kehidupan yang telah diatur di negara tersebut.

    Kim kini berupaya meningkatkan sektor pariwisata dengan pembukaan hotel-hotel baru di Samjiyon menyusul peluncuran Zona Wisata Pesisir Wonsan Kalma awal tahun ini. Kim menyebut Samjiyon sebagai ‘kota inovatif dan sangat beradab yang merepresentasikan budaya pariwisata negara’.

    Halaman 2 dari 4

    (haf/haf)

  • Pabrik di Jepang Diserang, Pelaku Bawa Sajam dan Semprotan ‘Cairan’

    Pabrik di Jepang Diserang, Pelaku Bawa Sajam dan Semprotan ‘Cairan’

    Tokyo

    Serangan penikaman terjadi di salah satu pabrik di Jepang dan menyebabkan 14 orang terluka. Selain penikaman, pelaku juga disebut menyemprotkan cairan.

    “Empat belas orang sedang diangkut oleh layanan darurat,” kata pejabat Departemen Pemadam Kebakaran di kota Mishima, Tomoharu Sugiyama, dilansir AFP, Jumat (26/12/2025).

    Dia mengatakan panggilan diterima sekitar pukul 16.30 waktu setempat dari sebuah pabrik karet. Laporan awal menyebut lima atau enam orang ditusuk oleh seseorang dan bahwa ‘cairan seperti semprotan’ juga telah digunakan.

    Media Jepang, termasuk penyiar publik NHK, melaporkan polisi telah menangkap seorang pria atas dugaan percobaan pembunuhan. Surat kabar harian Asahi Shimbun mengutip sumber investigasi yang mengatakan pria berusia 30-an itu adalah seseorang yang terkait dengan pabrik tersebut.

    Pelaku mengenakan apa yang tampak seperti masker gas. Asahi juga melaporkan pelaku tampaknya bersenjata dengan apa yang digambarkan sebagai pisau survival.

    Sugiyama mengatakan setidaknya enam dari 14 korban telah dibawa ke rumah sakit dengan sejumlah ambulans. Sifat pasti luka-luka tersebut juga belum jelas.

    Namun serangan penusukan dan bahkan penembakan sesekali terjadi. Termasuk pembunuhan mantan Perdana Menteri Shinzo Abe pada tahun 2022.

    Lihat juga Video ‘Merebaknya ‘Rokok Zombie’ di Jepang, Picu Kejang-Hilang Kesadaran’:

    (haf/dhn)

  • Apa dan Siapa yang Ada dalam Dokumen Epstein?

    Apa dan Siapa yang Ada dalam Dokumen Epstein?

    Jakarta

    Departemen Kehakiman Amerika Serikat telah merilis kumpulan dokumen gelombang pertama terkait mendiang Jeffrey Epstein.

    Menyusul undang-undang baru dari Kongres yang mewajibkan semua dokumen dirilis secara utuh pada Jumat (19/12), dokumen-dokumen yang meliputi foto, video, dan dokumen penyelidikan, sangat dinantikan

    Namun, Departemen Kehakiman AS (DOJ) menyatakan tidak dapat merilis semua dokumen itu sesuai batas waktu. Bahkan banyak juga detil dalam ribuan berkas tersebut yang telah disunting ulang.

    Hal ini membuat politisi Partai Demokrat dan sejumlah politisi dari Partai Republik menuding DOJ melanggar kewajiban hukum.

    Getty ImagesJeffrey Epstein dan Donald Trump berfoto bersama di kediaman Trump, Mar-a-Lago estate, di Florida, AS. Foto ini diabadikan pada 1997 lalu.

    Pada Sabtu (20/12), setidaknya 13 berkas dihapus dari situs DOJ. Wakil Jaksa Agung, Todd Blanche, berkata keputusan itu diambil untuk melindungi privasi korban.

    Sejumlah nama politisi dan pesohor masuk dalam kumpulan berkas pertama ini.

    Mereka mencakup mantan Presiden AS, Bill Clinton; adik Raja Charles, Andrew Mountbatten-Windsor; serta musisi Mick Jagger dan Michael Jackson.

    Kendati demikian, penyebutan nama-nama di dalam berkas investigasi tidak serta merta mengidentifikasikan adanya pelanggaran hukum.

    Sebagian dari nama yang disebut dan telah diidentifikasi dalam berkas atau dalam rilis sebelumnya terkait Epstein telah membantah keterlibatan atas pelanggaran hukum

    Bill Clinton di kolam renang dan bak mandi air panas

    Beberapa foto yang telah dirilis menampilkan mantan Presiden AS, Bill Clinton.

    Salah satu foto memperlihatkannya tengah berenang di kolam renang. Foto lain memperlihatkannya berbaring telentang dengan tangan di belakang kepalanya di suatu tempat yang sepertinya merupakan kolam mandi air panas.

    Beberapa kali, Clinton berfoto bersama Epstein para periode 1990-an dan awal 2000-an. Itu terjadi sebelum pengusaha ini tertangkap karena perbuatan tercelanya. Nama Clinton juga tidak pernah disebut atau dituduh turut serta oleh para korban pelecehan Epstein.

    Clinton bahkan pernah menyatakan tidak mengetahui tindakan kekerasan seksual yang dilakukan Epstein.

    US Department of Justice

    Juru bicara Clinton, Angel Urea, menduga Departemen Kehakiman melindungi “seseorang atau sesuatu” setelah berkas-berkas tersebut dirilis.

    “Kami tidak tahu siapa yang ingin dilindungi, apa, atau kenapa. Tapi yang kami tahu: Kami tidak membutuhkan perlindungan semacam itu,” tulis Urea di media sosial pada Senin.

    Baca juga:

    Juru bicara Clinton itu meminta agar berkas-berkas yang masih tersisa untuk segera dibuka ke publik.

    “Penolakan untuk tidak segera membuka berkas lainnya justru mengonfirmasi kecurigaan luas bahwa tindakan Departemen Kehakiman bukan tentang transparansi, tetapi tentang tuduhan tidak langsung.”

    Urea menambahkan, “Ini menyiratkan pelanggaran hukum terhadap individu yang telah berulang kali dibebaskan”.

    US Department of Justice US Department of Justice

    Pekan lalu, Urea mengungkap bahwa foto-foto yang baru dirilis sudah berusia puluhan tahun.

    “Mereka bisa merilis sebanyak mungkin foto buram berusia lebih dari 20 tahun, tetapi ini bukan tentang Bill Clinton. Tidak pernah, dan tidak akan pernah,” tulisnya di media sosial.

    “Ada dua jenis orang di sini. Kelompok pertama tidak tahu apa-apa dan memutuskan hubungan dengan Epstein sebelum kejahatannya terungkap. Kelompok kedua terus menjalin hubungan dengannya setelah itu.

    “Semua orang, terutama Maga, mengharapkan jawaban, bukan kambing hitam.”

    Epstein dituduh mengenalkan Trump dengan remaja perempuan berusia 14 tahun

    Presiden AS, Donald Trump, juga disebutkan dalam serangkaian berkas yang dirilis Departemen Kehakiman.

    Dokumen pengadilan mengungkapkan bahwa Epstein diduga memperkenalkan remaja perempuan berusia 14 tahun kepada Trump di resor Mar-a-Lago miliknya di Florida.

    Mengacu pada dokumen tersebut, dalam pertemuan yang diduga terjadi pada 1990-an, Epstein sempat menyodok Trump dengan siku dan “bertanya dengan nada bercanda” terkait remaja tersebut, “ini yang bagus, kan?”

    Masih berasal dari dokumen pengadilan tentang gugatan terhadap harta warisan Epstein dan Ghislaine Maxwell pada 2020, Trump menanggapi pertanyaan Epstein tersebut dengan tersenyum dan mengangguk setuju.

    Baca juga:

    Dalam dokumen itu, disebutkan “keduanya tertawa” dan remaja tersebut merasa tidak nyaman. Meski “pada saat itu, dia terlalu muda untuk memahami mengapa”.

    Korban bersaksi dirinya dirawat untuk dilecehkan dan menjadi obyek kekerasan selama bertahun-tahun oleh Epstein. Namun dalam berkas pengadilan itu, dia tidak mengajukan tuduhan terhadap Trump.

    Menanggapi permintaan komentar tentang dokumen pengadilan itu, juru bicara Gedung Putih, Abigail Jackson berkata pemerintahan Trump merupakan pemerintahan yang “paling transparan dalam sejarah”.

    “Dengan merilis ribuan halaman dokumen, kooperatif pada permintaan panggilan pengadilan Komite Pengawasan DPR. Bahkan Presiden Trump baru-baru ini menyerukan penyelidikan lebih lanjut terhadap teman-teman Epstein dari Partai Demokrat, maka pemerintahan Trump telah melakukan lebih banyak untuk korban daripada yang Demokrat pernah lakukan,” tambahnya.

    Insiden tersebut hanya salah satu dari kejadian yang menyebut nama Trump dalam ribuan berkas yang dirilis pada Jumat (19/12). Beberapa foto juga memperlihatkan Trump, meski keterlibatannya masih dipertanyakan.

    Adapun salah satu foto Trump masuk dalam lusinan gambar yang dihapus dari berkas pada Sabtu (20/12). Belakangan, foto tersebut dimasukkan kembali, seperti yang ditemukan oleh BBC Verify.

    Di tengah hiruk pikuk itu, Trump War Room, akun X resmi untuk operasi politik presiden, malah mengunggah foto-foto Clinton setelah Departemen Kehakiman merilis dokumen Epstein.

    Juru bicara pers Trump kemudian mengunggah ulang gambar Clinton dengan dibubuhi penjelasan, “Oh my!”

    Akan tetapi, masih ada berkas yang belum dirilis hingga saat ini.

    Wakil Jaksa Agung, Todd Blanche, berkata “beberapa ratus ribu” halaman dokumen masih dalam proses tinjauan dan belum dipublikasikan.

    Sebelumnya, Presiden AS mengungkapkan dia adalah teman Epstein selama bertahun-tahun, tapi mereka tak lagi berhubungan sekitar tahun 2004, bertahun-tahun sebelum Epstein pertama kali ditangkap.

    Trump secara konsisten membantah adanya pelanggaran terkait Epstein.

    Andrew dan foto terbaring di pangkuan

    US Department of Justice

    Dalam berkas yang dirilis, juga terdapat foto yang menunjukkan Andrew Mountbatten-Windsor terbaring di atas lima orang perempuan yang wajahnya telah disamarkan.

    Ghislaine Maxwell, rekan kejahatan Epstein yang telah divonis bersalah, terlihat berdiri di belakang mereka dalam foto tersebut.

    Baca juga:

    Bertahun-tahun, Andrew telah menghadapi pemeriksaan terkait persahabatannya dengan Epstein, yang tidak terlihat dalam foto tersebut.

    Dia berulang kali membantah adanya pelanggaran dan keterkaitan dengan Epstein.

    Ia juga mengatakan tidak “melihat, menyaksikan, atau mencurigai perilaku semacam itu yang kemudian menyebabkan penangkapan dan vonisnya”.

    Michael Jackson, Diana Ross, Chris Tucker, dan Mick Jagger

    US Department of JusticeEpstein berpose dengan Michael Jackson

    Selain para politisi, sejumlah selebritas ikut muncul dalam dokumen yang dirilis baru-baru ini. Epstein memang tersohor dengan jejaringnya di berbagai bidang, khususnya pada dunia hiburan, politik, dan bisnis.

    Beberapa foto yang dirilis oleh Departemen Kehakiman memperlihatkan Epstein bersama selebriti seperti Michael Jackson, Mick Jagger, dan Diana Ross.

    Foto-foto itu tidak menyertakan kapan, di mana, atau dalam konteks apa diambilnya. Atas dasar itu pula, tidak jelas apakah Epstein memiliki keterkaitan dengan para figur publik tersebut atau hanya bertemu secara kebetulan dalam acara-acara tertentu.

    Dalam salah satu foto yang baru dirilis, Epstein berfoto bersama Michael Jackson.

    Bintang pop tersebut mengenakan setelan jas, sementara Epstein terlihat mengenakan hoodie beritsleting.

    US Department of JusticeLegenda dari Rolling Stones Mick Jagger berpose dengan Clinton

    Sementara itu, ada foto lain yang juga memperlihatkan Jackson, Clinton, dan penyanyi Diana Ross berpose bersama di area kecil. Ada beberapa wajah lain, tapi telah disamarkan dari foto itu.

    Foto lain di antara ribuan berkas juga menunjukkan legenda Rolling Stones, Mick Jagger, berpose bersama Clinton dan seorang perempuan yang wajahnya juga disamarkan. Mereka semua mengenakan pakaian koktail.

    Ada pula, aktor Chris Tucker yang berpose dan duduk di samping Clinton di meja makan. Foto lain menunjukkan Tucker di landasan pesawat bersama Ghislaine Maxwell, rekan Epstein yang telah dihukum.

    BBC telah menghubungi Jagger, Tucker, dan Ross untuk komentar. Clinton sebelumnya membantah mengetahui tindak kejahatan seksual Epstein, dan menyebut foto-foto tersebut sudah berusia puluhan tahun.

    “Ini bukan tentang Bill Clinton. Tidak pernah, dan tidak akan pernah,” kata juru bicara tersebut.

    US Department of Justice Michael Jackson dan Diana Ross berfoto dengan Clinton US Department of JusticeAktor Chris Tucker berpose dengan rekan Epstein yang telah dinyatakan bersalah, Ghislaine Maxwell

    Maxwell di Downing Street

    Foto lain yang termasuk dalam rilis dokumen kemarin menunjukkan Ghislaine Maxwell berpose di depan 10 Downing Street.

    Maxwell hanya sendirian dalam foto tersebut. Tidak ada penjelasan detil mengenai waktu pengambilan foto atau atas dasar apa Maxwell berfoto di depan rumah dan kantor Perdana Menteri UK tersebut.

    BBC pun tidak dapat memastikan siapa perdana menteri pada saat foto tersebut diambil, atau dalam kapasitas apa Maxwell mengunjungi Downing Street.

    US Department of JusticeTidak ada informasi yang diberikan tentang kapan foto tersebut diambil atau mengapa Maxwell berada di Downing Street.

    Epstein ancam bakar rumah yang melaporkannya

    Dalam berkas-berkas tersebut, disebutkan juga salah satu orang pertama yang melaporkan Epstein yakni Maria Farmer. Ia merupakan seniman yang bekerja untuk Epstein.

    Pada 1996, Farmer melapor ke FBI bahwa Epstein telah mencuri foto-foto pribadinya yang memuat saudara perempuannya yang berusia 12 dan 16 tahun.

    Dalam pengaduannya, ia meyakini Epstein menjual foto-foto tersebut kepada pembeli potensial. Farmer kemudian menerima ancaman rumahnya akan dibakar jika ia buka mulut mengenai hal ini.

    Nama Maria Farmer sebenarnya disamarkan dalam berkas-berkas tersebut, namun dia mengonfirmasi bahwa laporan tersebut miliknya.

    Dalam laporan, juga tercantum bahwa Epstein diduga meminta Farmer untuk mengambil foto sejumlah remaja perempuan di kolam renang.

    “Epstein kini mengancam [disamarkan] bahwa jika dia (Farmer)memberitahu siapa pun tentang foto-foto tersebut, maka rumahnya akan dibakar,” bunyi laporan tersebut.

    Farmer kini merasa terbebaskan setelah hampir 30 tahun.

    “Saya merasa terbebaskan,” katanya.

    Ratusan ribu berkas lagi yang belum dirilis

    Lebih dari 550 halaman dari berkas yang dirilis pada Jumat lalu, sepenuhnya telah disunting. Hal ini termasuk pernyataan polisi, laporan penyelidikan, dan foto-foto.

    Menurut CBS, mitra BBC di Amerika Serikat, terdapat dokumen terkait penyelidikan juri besar di mana 100 halaman sepenuhnya dihitamkan.

    Pejabat, sebagaimana diatur dalam undang-undang, diizinkan untuk menyunting materi untuk melindungi identitas korban atau hal-hal yang terkait dengan penyelidikan kriminal yang sedang berlangsung, tetapi mereka diwajibkan oleh undang-undang untuk menjelaskan penyuntingan tersebut.

    Namun hingga saat ini tak ada penjelasan mengenai tujuan penyuntingan itu secara detil.

    Ketika ditanya mengenai alasan perilisan berkas tidak akan sesuai batas waktu, Blance menjawab: “Sangat sederhana dan jelas. Undang-undang juga mewajibkan kami untuk melindungi korban.”

    US Department of Justice Lebih dari 100 halaman dalam satu berkas PDF telah dihitamkan US Department of Justice Beberapa berkas telah disunting sebagian, misalnya untuk menyembunyikan data pribadi seperti alamat, hal ini dapat diduga US Department of JusticeDalam hal ini, tidak ada informasi yang disembunyikan, bahkan alamat Epstein telah disertakan.

    Menurut Departemen Kehakiman, ribuan halaman yang dirilis pada Jumat ini hanyalah sebagian kecil dari keseluruhan.

    Blanche berkata akan merilis “beberapa ratus ribu halaman” pada Jumat ini dan memperkirakan “beberapa ratus ribu halaman lagi” akan dirilis dalam beberapa minggu ke depan.

    Ia mengatakan kepada Fox & Friends bahwa pihaknya sedang melakukan verifikasi ketat terhadap setiap halaman materi untuk memastikan “setiap korban, baik nama, identitas, bahkan kisah mereka sejauh yang perlu dilindungi, sepenuhnya dilindungi”.

    Untuk itu, proses ini disebutnya membutuhkan waktu. Mengenai berkas yang dihapus dari situs Departemen Kehakiman pada Sabtu lalu, Blanche menyampaikan pada BBC News, “Hal itu karena seorang hakim di New York memerintahkan kami untuk mendengarkan hak-hak korban atau kelompok hak korban.”

    Hingga kini, jadwal rilis materi tambahan yang lain masih belum jelas. Anggota parlemen dari kedua belah pihak, Demokrat maupun Republik, merasa frustrasi.

    Anggota Kongres Ro Khanna dari Demokrat, telah mengancam akan mengambil tindakan terhadap anggota Departemen Kehakiman, termasuk pemakzulan atau kemungkinan penuntutan atas penundaan tersebut.

    Khanna bersama Anggota Kongres dari Partai Republik, Thomas Massie, memaksa pemungutan suara atas RUU Transparansi Dokumen Epstein.

    “Pembuangan dokumen DOJ yang berjumlah ratusan ribu halaman tidak mematuhi hukum,” kata Massie di media sosial.

    (haf/haf)

  • Eks PM Malaysia Najib Razak Dinyatakan Bersalah Atas 25 Dakwaan Kasus 1MDB

    Eks PM Malaysia Najib Razak Dinyatakan Bersalah Atas 25 Dakwaan Kasus 1MDB

    Jakarta

    Pengadilan Malaysia menyatakan Najib Razak bersalah atas empat dakwaan tambahan penyalahgunaan kekuasaan dan 21 dakwaan pencucian uang yang berkaitan dengan skandal dana investasi 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Putusan yang panjang tersebut masih terus dibacakan oleh hakim.

    Dikutip dari Bernama, sidang putusan digelar Jumat (26/12/2025). Pihak otoritas menyatakan bahwa Najib mengalirkan lebih dari 700 juta dolar AS ke rekening pribadinya dari dana 1MDB. Najib membantah semua tuduhan dan bersikukuh bahwa dana tersebut merupakan sumbangan politik dari Arab Saudi serta bahwa dirinya telah ditipu oleh para pelaku keuangan nakal yang dipimpin oleh Low Taek Jho. Low, yang diyakini sebagai otak utama skandal ini, hingga kini masih buron.

    Hakim Collin Lawrence Sequerah mengatakan klaim Najib tentang sumbangan dari Arab Saudi “tidak dapat dipercaya”. Ia menyatakan bahwa empat surat yang diklaim berasal dari donor Arab Saudi tersebut adalah palsu, dan bukti secara jelas menunjukkan bahwa dana itu berasal dari 1MDB.

    Dikutip dari kantor berita AFP, hakim juga menolak argumen pembelaan yang menyebut Najib sebagai korban yang tidak tahu-menahu dan telah ditipu oleh mantan pejabat 1MDB serta Low. Kesaksian para saksi, ujar hakim, menunjukkan adanya “ikatan yang tak terbantahkan” antara Najib dan Low, yang memainkan peran sentral dalam skandal tersebut dan bertindak sebagai “wakil, perantara, penghubung, dan fasilitator” bagi Najib dalam urusan 1MDB.

    Hakim mencatat bahwa Najib gagal mengambil langkah untuk memverifikasi asal-usul dana dalam jumlah sangat besar tersebut maupun mengambil tindakan terhadap Low. Sebaliknya, hakim berpendapat Najib justru menggunakan uang itu meskipun asalnya mencurigakan, serta mengambil langkah-langkah untuk melindungi posisinya, termasuk mencopot jaksa agung dan kepala lembaga antikorupsi yang saat itu sedang menyelidiki kasus tersebut.

    “Terdakwa bukanlah orang kampung yang polos,” ujar Sequerah. “Upaya apa pun untuk menggambarkan terdakwa sebagai orang bodoh yang sama sekali tidak menyadari kejahatan di sekelilingnya haruslah gagal total.”

    Sejak kekalahannya dalam pemilu tahun 2018, penyelidikan di bawah pemerintahan-pemerintahan berikutnya telah menjerat Najib dan istrinya, Rosmah Mansor. Demikian dikutip dari Associated Press.

    Mengikuti persidangan dengan tenang

    Pada tahun 2020, ia dijatuhi hukuman 12 tahun penjara atas penyalahgunaan kekuasaan, pelanggaran kepercayaan pidana, dan pencucian uang terkait dana sebesar 42 juta ringgit (sekitar Rp 172.000.000.000) yang dialirkan ke rekeningnya dari SRC International, bekas anak usaha 1MDB.

    Ia mulai menjalani hukuman tersebut pada Agustus 2022 setelah kalah dalam banding terakhirnya, menjadikannya mantan pemimpin pertama Malaysia yang dipenjara. Dewan Pengampunan—badan yang memberi nasihat kepada penguasa terkait pemberian grasi—memotong masa hukumannya menjadi setengah dan secara signifikan mengurangi dendanya pada tahun 2024.

    Najib mendirikan dana pembangunan 1MDB tak lama setelah menjabat pada tahun 2009. Ia memimpin dewan penasihat 1MDB dan memiliki hak veto sebagai menteri keuangan selama menjabat sebagai perdana menteri.

    Skandal yang mengguncang Wall Street

    Kasus korupsi ini berdampak luas hingga ke pasar global dan memicu penyelidikan di Amerika Serikat serta negara-negara lain. Menurut Departemen Kehakiman AS, antara tahun 2009 dan 2014, para eksekutif puncak dan rekan-rekan Najib menjarah lebih dari 4,5 miliar dolar AS dari dana tersebut dan mencucinya melalui berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Singapura, dan Swiss.

    Otoritas menuduh dana tersebut digunakan untuk membiayai film-film Hollywood serta pembelian barang atau properti mewah seperti hotel, kapal pesiar mewah, karya seni, dan perhiasan. Jaksa Agung AS saat itu, Jeff Sessions, menyebut kasus ini sebagai “kleptokrasi dalam bentuk terburuknya”.

    Skandal ini juga mengguncang Wall Street, dengan Goldman Sachs menghadapi denda miliaran dolar atas perannya dalam menghimpun dana untuk 1MDB.

    Sebagai keturunan keluarga politik ternama, Najib lama dianggap kebal hukum hingga kemarahan publik atas skandal 1MDB menyebabkan kekalahan partai penguasanya dalam pemilu 2018. Partai tersebut telah memerintah Malaysia sejak negara itu merdeka dari Inggris pada tahun 1957.

    Awal pekan ini, Najib gagal dalam upayanya untuk menjalani hukuman sebagai tahanan rumah. Pengadilan Tinggi Malaysia memutuskan bahwa perintah kerajaan untuk tahanan rumah yang dikeluarkan oleh mantan raja Malaysia tidak sah karena tidak dibuat sesuai dengan ketentuan konstitusi. Pengacara Najib mengatakan mereka berencana mengajukan banding.

    Dikutip dari Straits Times (ST), Putusan tersebut, yang membutuhkan waktu sekitar empat jam untuk dibacakan, kemungkinan akan menambah ketegangan antara koalisi Perdana Menteri Anwar Ibrahim dan Partai UMNO, yang pernah dipimpin Najib.

    Sejak pagi, sekitar 30 pendukung Najib mulai berkumpul di luar pengadilan dengan spanduk. “Apa pun hasilnya, kami tetap bersatu,” kata Ibu Suzzalina Anuar, sekretaris cabang UMNO, kepada ST. “Kami mendukungnya karena ia adalah perdana menteri yang benar-benar peduli pada rakyat. Ia selalu memikirkan rakyat Malaysia biasa.”

    “Bahkan sekarang, setiap kali kami bertemu dengannya di pengadilan, ia menanyakan kabar kami, apakah kami baik-baik saja, apakah kami sudah makan,” kata perempuan berusia 43 tahun itu, yang mengatakan bahwa ia telah mendukung Najib bahkan sebelum ia menjadi perdana menteri.

    Pendukung lainnya, Hafiz Wal Basirun, 43 tahun, mengatakan: “Kami mendukungnya bahkan sebelum ia menjadi wakil perdana menteri. Dibandingkan dengan perdana menteri sebelumnya, ia telah banyak membantu rakyat biasa, termasuk memberikan bantuan tunai.” Anggota UMNO dari Cheras itu menambahkan: “Kami akan terus mendukungnya dan menunjukkan dukungan kami.”

    Awalnya dijadwalkan bebas pada Agustus 2028 setelah pengurangan hukuman, Najib kini menghadapi ancaman hukuman yang lebih panjang di penjara. Demikian dilansir dari AFP.

    Istri Najib, Rosmah Mansor, juga dijatuhi hukuman 10 tahun penjara dan denda besar pada tahun 2022 dalam kasus korupsi terpisah. Ia telah dibebaskan dengan jaminan sambil menunggu proses banding.

    *Editor: Rizki Nugraha

    Lihat juga Video ‘Rekor Dalam Sejarah Malaysia, Denda Istri Najib Razak Capai Rp 3,2 T’:

    (haf/haf)

  • Serangan Udara Arab Saudi Sasar Pasukan Separatis Yaman di Hadramaut

    Serangan Udara Arab Saudi Sasar Pasukan Separatis Yaman di Hadramaut

    Sanaa

    Kelompok separatis yang didukung UEA menuduh Arab Saudi menyerang posisi mereka di Hadramaut, Yaman. Serangan itu disebut terjadi sehari setelah Saudi, pendukung utama pemerintah Yaman yang diakui internasional, mendesak kelompok separatis mengembalikan wilayah yang baru saja direbut.

    Dilansir AFP, Jumat (26/12/2025), tidak ada laporan langsung tentang korban jiwa dalam serangan udara tersebut. Namun, serangan itu menimbulkan kekhawatiran akan eskalasi setelah bertahun-tahun wilayah tersebut relatif tenang.

    Konflik di Yaman telah berlangsung selama lebih dari satu dekade dan melibatkan pemain regional seperti Iran dan Arab Saudi. Kemajuan separatis telah menambah tekanan pada Saudi dan UEA.

    Kedua negara itu disebut mendukung kelompok-kelompok saingan di dalam pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional. Pemerintahan Yaman sendiri merupakan gabungan dari berbagai kelompok, termasuk separatis, yang disatukan oleh penentangan bersama terhadap Houthi yang didukung Iran.

    “Angkatan Udara Saudi membom posisi Pasukan Elit Hadrami di Wadi Nahb di Hadramaut,” kata Aden Independent Channel yang berafiliasi dengan kelompok separatis dalam sebuah unggahan media sosial.

    Dewan Transisi Selatan (STC) yang didukung UEA mengatakan kepada AFP bahwa Arab Saudi telah melakukan dua serangan di daerah tersebut. Koalisi pimpinan Saudi, yang mendukung pemerintah Yaman, tidak segera menanggapi permintaan AFP untuk mengkonfirmasi serangan tersebut.

    Serangan udara itu terjadi setelah bentrokan pecah di daerah itu pada Kamis (25/12) antara kelompok separatis dan seorang pemimpin suku yang dekat dengan Arab Saudi. Seorang pejabat militer di Hadramaut mengatakan pemimpin suku tersebut telah meninggalkan daerah itu setelah pertempuran.

    Serangan Saudi itu juga terjadi sehari setelah Arab Saudi mendesak kelompok separatis untuk mundur dari provinsi Hadramaut dan Mahra yang direbut kelompok separatis awal bulan ini. Saudi dan UEA selama ini berupaya menampilkan persatuan meskipun mendukung pihak yang berbeda dalam bentrokan terbaru.

    Delegasi militer Saudi-Emirati juga mengunjungi Aden awal bulan ini untuk meminta STC mengembalikan dua provinsi yang baru-baru ini mereka rebut. Sebuah sumber yang dekat dengan STC mengatakan delegasi tersebut meminta mereka untuk mundur dari wilayah yang baru direbut tetapi kelompok tersebut menolak.

    Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres telah memperingatkan kemajuan STC meningkatkan risiko ‘eskalasi yang lebih luas dan fragmentasi lebih lanjut’ di Yaman.

    “Kembalinya permusuhan secara penuh dapat memiliki konsekuensi serius terhadap perdamaian dan keamanan regional,” katanya sambil mendesak semua pihak untuk meredakan ketegangan.

    Pada bulan Desember, STC yang didukung UEA, ingin menghidupkan kembali negara Yaman Selatan yang sebelumnya merdeka. Mereka juga mau mengusir pasukan pemerintah lainnya dan sekutu mereka dari sebagian besar wilayah negara itu hingga memicu kekhawatiran akan ketidakstabilan lebih lanjut.

    Yaman telah terpecah selama lebih dari satu dekade, setelah Houthi mengusir pemerintah dari ibu kota Sanaa pada tahun 2014 dan kemudian menguasai sebagian besar wilayah utara, yang mencakup pusat-pusat populasi utama negara itu.

    Houthi yang didukung Iran telah berperang dengan pemerintah, yang didukung oleh koalisi pimpinan Saudi sejak 2015, dalam konflik yang telah menewaskan ratusan ribu warga Yaman dan memicu krisis kemanusiaan besar. Pertempuran mulai berkurang secara signifikan sejak gencatan senjata yang dinegosiasikan PBB pada tahun 2022.

    Halaman 2 dari 3

    (haf/dhn)

  • Natal Penuh Keprihatinan di Gaza dan Umat Kristiani yang Lelah karena Perang

    Natal Penuh Keprihatinan di Gaza dan Umat Kristiani yang Lelah karena Perang

    Jakarta

    Umat Kristiani di Gaza merayakan Natal di tengah pengungsian dan pelanggaran gencatan senjata oleh Israel. Sebuah gereja di bawah Gereja Katolik Roma bahkan masih menampung ratusan pengungsi.

    Salah-satu gereja yang menampung hampir 400 orang pengungsi di Gaza itu adalah Gereja Keluarga Kudus.

    Patriarkat Latin Yerusalem, yang berada di bawah Gereja Katolik Roma, adalah pihak yang mengelola gereja tersebut.

    Sebagian dari 135 umat Katolik di Gaza, pada pekan ini, beribadah di gereja tersebut untuk mengikuti misa Natal.

    Pada hari-hari pertama perang antara Israel dan Hamas, gereja ini menjadi tempat perlindungan bagi masyarakat Gaza utamanya umat Katolik.

    Selain Gereja Keluarga Kudus, umat Kristiani juga berlindung di Gereja Santo Porphyrius. Gereja yang disebut terakhir berafiliasi dengan komunitas Ortodoks Yunani.

    Di Gaza, ada sekitar 1.100 orang yang tergabung dalam komunitas Ortodoks Yunani dan komunitas Katolik.

    ‘Lebih spiritual ketimbang meriah’

    Ibadah Misa Natal di Gereja Keluarga Kudus, Gaza, pada Minggu (21/12), dipimpin langsung oleh Kardinal Pierbattista Pizzaballa.

    Di hadapan jemaatnya, Pizzabala mengatakan Natal di Gaza kali ini “lebih spiritual ketimbang meriah.”

    Ini adalah kunjungan pertama Pizzabala sejak gencatan senjata pada Oktober 2025 lalu.

    Usai memimpin ibadah Misa, Pizzabala berujar kepada wartawan bahwa Gaza dalam “situasi yang sangat buruk” .

    Dia menyesalkan situasi seperti itu, namun menurutnya, pada saat yang sama ada keinginan warganya untuk “pulih”.

    “Dan, bagi umat Kristiani, keinginan untuk pulih itu digambarkan melalui perayaan Natal,” ujarnya.

    Secara khusus, Pizzabala memprihatinkan nasib anak-anak di Gaza yang terbengkalai pendidikannya.

    Seharusnya, anak-anak itu dapat merayakan Natal dengan perasaan senang.

    “Jumlah anak-anak di jalanan membuat saya terkejut,” lanjutnya, seraya menambahkan bahwa “mereka seharusnya bersekolah.”

    Inilah yang kemudian menguatkan tekadnya, yaitu memprioritaskan agar kegiatan pendidikan di gereja Keluarga Kudus dapat dimulai lagi.

    Bagaimanapun, kehadiran anak-anak yang “penuh sukacita dan daya hidup”, disebutnya “akan menyelamatkan komunitas kita”.

    “Saya percaya itu,” katanya.

    Ditanya bagaimana amatannya atas situasi terkini di Gaza, Pizzabala tak memungkiri masih banyak persoalan yang belum tertangani.

    Dia lalu mempertanyakan kapan rekonstruksi dapat dimulai di wilayah itu.

    Situasi konflik juga masih dia rasakan, walaupun perang telah berakhir di Gaza.

    Masalah ada di mana-mana, katanya, seraya merujuk situasi di Tepi Barat dan ketegangan antara desa-desa Palestina dan pemukiman Israel.

    ‘Umat Kristiani lelah karena perang’

    Dalam situasi seperti itulah, menurutnya, agaknya sulit untuk berbicara tentang harapan.

    “Tetapi,” sambungnya cepat-cepat, “adalah tugas kita untuk melakukannya selama Natal ini.”

    Sang kardinal kemudian merujuk situasi “kelelahan mendalam” umat Kristiani “akibat karena perang.”

    Namun, lanjutnya, “Kristus sendiri memasuki sejarah melalui realitas yang kompleks. Hari ini, sekali lagi kita harus menyambut-Nya dan bekerja untuk membangun harapan.”

    Kapan umat Kristiani tiba di Gaza?

    Menurut seorang umat Kristiani di Gaza, sebagian dari umat Kristiani tiba di Gaza setelah peristiwa “Nakba” pada tahun 1948.

    Nakba adalah terminologi dalam bahasa Arab yang berarti bencana.

    Peristiwa “Nakba” memaksa setidaknya 700 ribu warga Palestina mengungsi dari rumah mereka selama perang Arab-Israel.

    Selain Nakba, ada pula yang menelusuri akarnya komunitas Kristiani di Gaza hingga ribuan tahun lalu.

    “Ada komunitas umat Kristiani yang telah tinggal di tanah ini sejak tahun 402, setelah mereka berpindah agama dari paganisme ke Kristen,” ujarnya.

    Elias Jarada, anggota Dewan Gereja Ortodoks Arab, berkata bahwa keberadaan umat Kristiani di Gaza dapat ditelusuri sebelum tahun 400.

    Sebagian besar dari mereka, kata dia, adalah keturunan dari komunitas mula-mula tersebut.

    Lihat juga Video ‘Menhan Israel: Kami Tak Akan Sepenuhnya Menarik Diri dari Gaza’:

    (haf/haf)

  • Eks Presiden Korsel Yoon Suk Yeol Dituntut 10 Tahun Penjara

    Eks Presiden Korsel Yoon Suk Yeol Dituntut 10 Tahun Penjara

    Seoul

    Jaksa Korea Selatan menuntut hukuman 10 tahun penjara untuk mantan Presiden Korsel, Yoon Suk Yeol. Tuntutan itu terkait kasus darurat militer tahun lalu.

    Dilansir AFP, Jumat (26/12/2025), Yoon sempat menangguhkan pemerintahan sipil di Korea Selatan untuk pertama kalinya dalam lebih dari empat dekade pada 3 Desember 2024. Tindakan Yoon itu memicu protes besar-besaran dan konfrontasi di parlemen.

    Sejak dicopot dari jabatannya pada April oleh Mahkamah Konstitusi Korsel, Yoon telah menghadapi beberapa persidangan atas tindakan yang terkait dengan deklarasi darurat militernya. Jaksa meminta hukuman penjara 10 tahun atas tuduhan penghalangan keadilan usai Yoon diduga mengecualikan anggota kabinet dari pertemuan darurat militer dan pada bulan Januari menghalangi penyelidik untuk menahannya.

    Pengadilan Seoul diperkirakan akan mengeluarkan putusan dalam kasus ini bulan depan. Yoon telah membela diri dengan menyebut keputusannya untuk mendeklarasikan darurat militer dibenarkan dalam perjuangan melawan ‘aktivitas pro-China, pro-Korea Utara, dan pengkhianatan’.

    Dia juga menghadapi tiga persidangan lainnya. Termasuk, tuduhan memimpin pemberontakan dengan ancaman hukuman mati.

    (haf/dhn)

  • Kim Jong Un Genjot Produksi Rudal Tahun Depan

    Kim Jong Un Genjot Produksi Rudal Tahun Depan

    Pyongyang

    Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un memerintahkan para pejabat untuk meningkatkan produksi rudal. Dia juga memerintahkan pembangunan lebih banyak pabrik untuk memenuhi kebutuhan militer yang terus meningkat.

    Dilansir AFP, Jumat (26/12/2025), Pyongyang telah secara signifikan meningkatkan uji coba rudal dalam beberapa tahun terakhir, yang menurut para analis, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan serangan presisi, menantang Amerika Serikat serta Korea Selatan, dan menguji senjata sebelum mengekspornya ke Rusia.

    Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) yang dikelola pemerintah melaporkan Kim telah memerintahkan pabrik-pabrik yang dikunjunginya untuk bersiap menghadapi tahun yang sibuk di depan. Dia mengatakan mereka perlu ‘memperluas kapasitas produksi secara keseluruhan” untuk mengimbangi permintaan dari angkatan bersenjata Pyongyang dan memerintahkan pembangunan pabrik amunisi baru’.

    “Sektor produksi rudal dan peluru sangat penting dalam memperkuat pencegahan perang,” kata Kim.

    Korea Utara dan Rusia telah semakin dekat sejak Moskow melancarkan invasi ke Ukraina hampir empat tahun lalu. Pyongyang telah mengirim pasukan untuk berperang bagi Rusia, bersama dengan peluru artileri, rudal, dan sistem roket jarak jauh.

    Para analis menyebut Rusia mengirimkan bantuan keuangan, teknologi militer, serta pasokan makanan dan energi sebagai imbalan untuk Korea Utara. Washington juga menunjukkan bukti Rusia meningkatkan dukungan untuk Korea Utara, termasuk memberikan bantuan dalam teknologi ruang angkasa dan satelit canggih, sebagai imbalan atas bantuannya dalam memerangi Ukraina.

    “Dengan program ICBM-nya yang sudah berada pada tahap yang secara luas dianggap telah mencapai tujuan inti, Pyongyang kemungkinan akan semakin mempercepat pengembangannya tahun depan,” kata peneliti asal Korea Utara, Ahn Chan-il.

    Kunjungan Kim dilaporkan sehari setelah media pemerintah mengatakan Kim telah mengunjungi pabrik kapal selam nuklir dan berjanji untuk melawan ‘ancaman’ Korea Selatan yang memproduksi kapal selam semacam itu sendiri dengan dukungan AS. Pemimpin Korea Utara itu juga mempelajari tentang penelitian ‘senjata rahasia bawah air baru’.

    Korea Utara diperkirakan akan mencari teknologi militer canggih dari Rusia, termasuk kemampuan kapal selam bertenaga nuklir dan jet tempur. Mereka diprediksi berupaya mengatasi kelemahan relatif angkatan udaranya.

    Kim dilaporkan mengawasi uji peluncuran rudal anti-pesawat jarak jauh ketinggian tinggi tipe baru di atas Laut Jepang pada Kamis lalu. Dia mengatakan rencana modernisasi dan produksi baru akan diumumkan pada kongres pertama Partai Buruh Korea yang berkuasa dalam setengah dekade terakhir yang diperkirakan akan diadakan pada awal tahun 2026.

    Lihat juga Video ‘Kode Keras Korut! Kim Jong Un Keliling Pabrik Rudal’:

    (haf/dhn)

  • Pria Singapura Dibui 7 Bulan dan Bayar Rp 39 Juta Gara-gara Botol Soju

    Pria Singapura Dibui 7 Bulan dan Bayar Rp 39 Juta Gara-gara Botol Soju

    Singapura

    Seorang pria bernama Quztaza Kamarudin (38) dihukum 7 bulan penjara dan membayar ganti rugi Rp 39,8 juta gara-gara melempar botol hingga mengenai penumpang bus. Hal itu terjadi saat Quztaza cekcok dengan seorang pria.

    Dilansir Channel News Asia, Jumat (26/12/2025), Quztaza disebut terlibat cekcok dengan seorang pria. Quztaza, yang berdiri di trotoar, kemudian melemparkan botol ke arah pria itu yang duduk di dek atas bus tingkat.

    Botol tersebut menembus jendela bus SMRT dan mengenai istri pria itu hingga melukai pipinya. Quztaza kemudian ditangkap dan dijatuhi hukuman 7 bulan dan dua minggu penjara pada Rabu (24/12). Dia juga diperintahkan membayar ganti rugi sebesar SGD 3.038 atau sekitar Rp 39,8 juta.

    Jika dia tidak membayar ganti rugi tersebut, dia harus menjalani hukuman penjara selama 20 hari lagi. Quztaza telah mengaku bersalah atas satu dakwaan masing-masing untuk tindakan ceroboh, perusakan, dan pencurian.

    Peristiwa itu sendiri terjadi sekitar pukul 17.30 pada 5 Juli lalu. Saat itu, Quztaza dan teman-temannya sedang naik bus tingkat SMRT layanan 190 dari Bukit Panjang.

    Saat berada di dek atas, Quztaza minum dari sebotol soju. Sekitar satu jam kemudian, dia dan teman-temannya ingin turun di halte bus dekat The Heeren di sepanjang Orchard Road.

    Di puncak tangga menuju dek bawah, Quztaza dan salah satu temannya mendapati jalan mereka terhalang sepasang suami istri, Lim Phang Kai dan istrinya. Quztaza dan Lim saling maki sebelum Quztaza turun.

    Lim dan istrinya kemudian duduk di dek atas. Posisi istrinya duduk lebih dekat ke jendela.

    Bus sempat berhenti di lampu merah. Quztaza dan temannya berjalan melewati bus di trotoar.

    Quztaza kemudian melihat Lim membuat gerakan yang dianggap cabul ke arahnya. Quztaza pun marah lalu melemparkan botol soju ke jendela tempat Lim duduk di dek atas.

    Botol itu menembus kaca dan mengenai pipi kiri istri Lim hingga menyebabkan luka robek. Quztaza pergi begitu saja, tetapi tindakannya terekam oleh kamera CCTV dari bus dan dari The Heeren.

    Korban dibawa ke rumah sakit, di mana dokter menemukan luka robek di pipinya yang membutuhkan jahitan. Perbaikan jendela bus yang pecah menelan biaya sekitar SGD 2.708.

    Quztaza kemudian ditangkap pada 8 Juli dan dibawa ke pengadilan sehari kemudian. Dia dibebaskan dengan jaminan. Namun, belum ada ganti rugi yang diberikan hingga tanggal Quztaza mengaku bersalah.

    Selain kasus pelemparan, Qustaza juga diadili karena diduga melakukan pencurian sebotol minuman keras dari toko 7-Eleven pada Juni lalu. Dia disebut mengambil sebotol wiski Chivas Regal senilai SGD 78 dan menyembunyikannya di saku kanannya.

    Manajer toko memeriksa rekaman CCTV saat menyadari ada minuman yang hilang. Dia mengidentifikasi Quztaza sebagai tersangka potensial dan meminta bantuan kepada manajer sebuah bar.

    Quztaza kemudian terlihat membawa botol yang belum dibuka dan polisi dipanggil. Botol tersebut, yang segelnya rusak, dikembalikan ke toko dan Quztaza ditangkap.

    “Terdakwa melempar botol dengan kekuatan dan kecepatan sedemikian rupa sehingga memecahkan panel jendela tebal bus dan mengenai korban,” kata Wakil Jaksa Penuntut Umum Intan Suhaily Abu Bakar.

    “Melempar botol kaca ke jendela memiliki risiko tinggi menyebabkan cedera pada orang lain, dan untungnya cedera yang dialami tidak serius dan pecahan kaca tidak melukai wajah korban lebih parah,” sambung jaksa.

    Jaksa penuntut menambahkan saat itu sekitar setengah dari dek atas terisi penumpang dengan sebagian besar duduk di bagian depan tempat botol dilempar. Jaksa penuntut mengatakan kepada pengadilan bahwa layanan bus harus dihentikan dan penumpang harus turun untuk mencari alat transportasi lain.

    Untuk tindakan ceroboh tersebut, Quztaza dapat dipenjara hingga satu tahun atau didenda hingga SGD 5.000 atau keduanya. Untuk pencurian, dia dapat dipenjara hingga 7 tahun dan didenda. Atas perbuatan merusak, dia bisa dipenjara hingga 2 tahun, didenda, atau keduanya.

    Halaman 2 dari 3

    (haf/haf)

  • Askar Terluka saat Cegah Pria Lompat dari Lantai Atas Masjidil Haram

    Askar Terluka saat Cegah Pria Lompat dari Lantai Atas Masjidil Haram

    Makkah

    Seorang pria terluka usai melompat dari lantai atas Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi. Pasukan khusus keamanan Masjidi Haram sedang mengusut kasus itu.

    Dilansir Saudi Gazette dan akun X resmi Keamanan Publik Saudi, Jumat (26/12/2025), peristiwa itu terjadi pada Kamis (25/12).

    Petugas keamanan Masjidi Haram, yang sering disebut Askar, berhasil mencegah pria yang melompat dari lantai atas itu membentur lantar dasar masjid. Petugas itu pun terluka.

    Pria yang melompat dan petugas yang terluka telah dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis. Kasus itu sedang ditangani sesuai aturan hukum yang berlaku di Saudi.

    “Pasukan Khusus Keamanan Masjidil Haram sedang menangani kasus seseorang yang melompat dari lantai atas Masjidil Haram dan melukai seorang petugas keamanan ketika mencoba mencegahnya membentur tanah saat jatuh,” tulis akun X resmi Keamanan Publik Saudi.

    Lihat juga Video ‘Polisi Selamatkan Wanita Coba Lompat dari Jembatan Ampera Palembang’:

    (haf/dhn)