Category: Detik.com Internasional

  • Trump Kesal Rusia Terus Serang Ukraina, Ancam Lebih Banyak Sanksi

    Trump Kesal Rusia Terus Serang Ukraina, Ancam Lebih Banyak Sanksi

    Washington DC

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menjatuhkan lebih banyak sanksi terhadap Rusia, setelah Moskow melancarkan serangan udara terbesar ke Ukraina.

    Rentetan rudal dan drone Rusia menghujani berbagai wilayah Ukraina pada Minggu (7/9) dini hari, hingga menewaskan sedikitnya empat orang dan memicu kebakaran pada kantor-kantor pemerintahan di ibu kota Kyiv.

    Trump, seperti dilansir AFP, Senin (8/9/2025), mengatakan kepada wartawan bahwa dirinya “tidak senang dengan seluruh situasi tersebut”. Dia mengatakan dirinya siap untuk menjatuhkan rentetan sanksi baru terhadap Moskow.

    Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengharapkan respons “keras” dari AS.

    “Penting untuk adanya respons yang luas dari mitra-mitra terhadap serangan hari ini,” ucap Zelensky dalam pidatonya pada Minggu (7/9) malam. Dia menyebut Putin sedang “menguji dunia”.

    “Kami mengharapkan respons yang kuat dari Amerika. Itulah yang dibutuhkan,” tegas Zelensky

    Rusia semakin mengintensifkan serangannya terhadap Ukraina sejak pertemuan antara Trump dan Presiden Vladimir Putin, yang digelar di Alaska pada 15 Agustus lalu, gagal mencapai terobosan dalam gencatan senjata.

    Setelah serangan terhadap Kyiv pada Minggu (7/9), api tampak berkobar dari atap kompleks pemerintahan yang luas dan menampung kabinet menteri Ukraina di jantung ibu kota negara tersebut. Ini merupakan pertama kalinya kompleks tersebut terdampak serangan selama perang berkecamuk tiga setengah tahun terakhir.

    Rentetan serangan drone juga merusak beberapa gedung bertingkat di Kyiv.

    Rusia membantah telah menargetkan warga sipil di Ukraina. Otoritas Moskow mengklaim pasukan telah menyerang sebuah pabrik dan pusat logistik di Kyiv. Sedangkan Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan “tidak ada serangan yang dilancarkan terhadap target lain di dalam perbatasan Kyiv”.

    Data yang dilaporkan Angkatan Udara Ukraina menyebut Rusia telah meluncurkan sedikitnya 810 drone dan 13 rudal ke wilayah Ukraina antara Sabtu (6/9) tengah malam hingga Minggu (7/9) dini hari.

    Perdana Menteri (PM) Ukraina Yulia Svyrydenko memposting video yang menunjukkan kerusakan pada salah satu lantai di gedung pemerintahan.

    “Kami akan memulihkan gedung-gedung tersebut. Tetapi kami tidak bisa mengembalikan nyawa yang hilang. Musuh meneror dan membunuh rakyat kami setiap hari di seluruh negeri,” katanya.

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/ita)

  • Geger Kehamilan Langka di Dunia, Janin Tumbuh di Hati

    Geger Kehamilan Langka di Dunia, Janin Tumbuh di Hati

    Jakarta

    Seorang perempuan di Uttar Pradesh, India, mengejutkan komunitas medis internasional karena kehamilannya yang tak biasa: janinnya berkembang di hati, bukan di rahim. Kasus seperti ini terbilang langka di dunia.

    “Saya muntah tanpa henti. Selalu merasa lelah dan nyeri,” ujar Sarvesh kepada BBC.

    Perempuan 35 tahun ini sudah sakit cukup lama.

    “Sulit untuk memahami apa yang terjadi pada saya,” sambungnya.

    Tidak ada tanda-tanda saat Sarvesh, yang berasal dari Distrik Bulandshahr di Uttar Pradesh, menjalani pemindaian awal ultrasonografi oleh dokter.

    Mulanya, dia terus mengonsumsi obat antibiotik untuk mengobati indikasi infeksi lambung. Tapi setelah sebulan, tak ada perkembangan berarti, dia kembali memeriksakan diri ke dokter.

    Kali ini, yang muncul begitu mengejutkan sehingga para dokter pun sulit mempercayai gambar ultrasonografi yang ada di hadapan mereka.

    Dr. KK Gupta, ahli radiologi dengan pengalaman selama 20 tahun di Meerut, India, tercengang saat pertama kali melihat hasil pemindaian Sarvesh.

    “Ia mengalami kehamilan 12 minggu di sisi kanan hati,” ungkapnya, seraya mengatakan ini sesuatu yang belum pernah dia temukan sebelumnya saat melakukan pemindaian MRI.

    “Saya bahkan mengambil beberapa bagian dari pemindaian untuk memastikan apakah itu benar-benar kehamilan.”

    BBC/Prabhat KumarPara dokter dengan pengalaman puluhan tahun tercengang ketika mereka meninjau hasil pemindaian Sarvesh.

    Kehamilan ektopik terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi menempel di luar rahim, biasanya di tuba falopi.

    Sekitar satu dari 80 kehamilan merupakan kehamilan ektopik dan dalam beberapa kasus dapat mengancam nyawa ibu.

    Dalam kasus Sarvesh, alih-alih berkembang di dalam rahim, janinnya justru tumbuh di dalam hati. Padahal hati berperan penting dalam membuang racun di dalam darah, menjaga kadar gula darah, dan mengatur pembekuan darah.

    Kehamilan ektopik intrahepatik sangat langka sehingga Sarvesh seketika menjadi pusat perhatian komunitas medis internasional.

    Pemulihan

    BBC/Prabhat KumarSuami Sarvesh, Paramveer, mengatakan kehamilan ektopik yang langka ini sangat berat bagi keluarga baik secara mental maupun finansial.

    Pasangan suami istri ini mengatakan tiga bulan terakhir merupakan pengalaman yang sangat menantang untuk seluruh keluarga. Tak cuma itu, mereka juga berada di bawah tekanan keuangan yang signifikan.

    BBC mendatangi rumah Sarvesh di Desa Dastura. Ia sedang istirahat di tempat tidur, kesakitan, dengan perban lebar di perutnya untuk menutup 21 jahitan di sisi kanan.

    Ia kelihatan sangat bergantung pada sang suami, Paramveer, dalam segala hal. Mulai dari ke kamar mandi hingga duduk di tempat tidur, dan berganti pakaian.

    Sarvesh berkata dia sulit menerima apa yang dikatakan dokter. Sebab, menurutnya, siklus menstruasinya normal-normal saja.

    Dengan kehamilan ektopik ini, perempuan akan mengalami pendarahan hebat “sehingga butuh waktu untuk mendeteksi kehamilan,” papar Dr. KK Gupta.

    Baca juga:

    Setelah beberapa kali pemeriksaan, dokternya menyimpulkan bahwa tidak ada pilihan lain selain operasi untuk mengangkat janin.

    Karena jika terus tumbuh, hatinya akan pecah dan dia bisa meninggal.

    Akibat kerumitan kondisi ini, pasangan tersebut disarankan untuk pergi ke Delhi untuk menjalani operasi, tetapi masalahnya mereka tak sanggup menanggung biayanya.

    “Kami miskin, tidak mungkin pergi ke Delhi dan membayar semua ini,” ujar Paramveer.

    Akhirnya, setelah tiga bulan Sarvesh didera kesakitan, tim dokter di sebuah rumah sakit swasta di Meerut setuju untuk mengoperasinyayang akan berlangsung selama 90 menit.

    Seberapa langka kehamilan ektopik intrahepatik?

    Seorang perempuan biasanya hamil ketika sel telur yang dilepaskan dari ovariumnya dibuahi oleh sperma, papar Dr. Mamta Singh, seorang profesor di Departemen Obstetri dan Ginekologi, Institut Ilmu Kedokteran, BHU, Varanasi.

    BBC/Prabhat KumarDr. Monika Anant menjelaskan hanya satu persen kehamilan yang bersifat ektopik.

    Sel telur yang telah dibuahi ini kemudian bergerak melalui tuba falopi menuju rahim tempat embrio tertanam dan berkembang.

    Dalam beberapa kasus, kata Dr. Singh, sel telur yang telah dibuahi ini tetap berada di tuba falopi alih-alih mencapai rahim, atau sangat jarang menempel di permukaan organ lain.

    Pada kasus Sarvesh, embrio menempel di hatinya. Suplai darah ke hati berfungsi dengan baik, sehingga berperan sebagai “lahan subur” bagi janin di masa-masa awal, jelas Dr. Singh.

    Baca juga:

    Tetapi pada akhirnya janin tidak akan bisa bertahan hidup.

    Secara global, sekitar satu persen kehamilan adalah ektopik, ujar Dr. Monika Anant, Profesor di Departemen Obstetri dan Ginekologi di Patna AIIMS.

    “Diperkirakan hanya satu dari tujuh hingga delapan juta kehamilan yang mungkin merupakan kasus kehamilan intrahepatik,” sambungnya.

    Sebelum Sarvesh, Dr. Anant mengatakan hanya 45 kasus kehamilan intrahepatik yang pernah tercatat di seluruh dunia. Tiga di antaranya terjadi di India.

    Kasus pertama dilaporkan pada 2012 di Lady Hardinge Medical College, Delhi.

    Artikel ini diterbitkan oleh Collective Newsroom untuk BBC.

    (ita/ita)

  • Dukung Palestina, Puluhan Ribu Orang Turun ke Jalan di Ibu Kota Belgia

    Dukung Palestina, Puluhan Ribu Orang Turun ke Jalan di Ibu Kota Belgia

    Jakarta

    Puluhan ribu orang turun ke jalan di Brussels, ibu kota Belgia untuk menyatakan dukungan bagi perjuangan Palestina. Ini terjadi beberapa hari setelah menteri luar negeri Belgia mengatakan kredibilitas Uni Eropa “kolaps” karena kegagalannya bertindak.

    Polisi memperkirakan jumlah peserta aksi demo pada Minggu (7/9) waktu setempat itu mencapai 70.000 orang, sementara penyelenggara mengatakan sekitar 120.000 orang telah turun ke jalan.

    Dilansir kantor berita AFP, Senin (8/9/2025), banyak dari mereka yang ikut serta dalam aksi demo tersebut mengenakan pakaian merah dan membawa kartu merah, yang melambangkan seruan untuk tindakan yang lebih tegas terhadap Israel demi melindungi warga sipil di Gaza.

    “Beberapa orang memimpikan runtuhnya Tembok Berlin,” ujar Ismet Gumusboga, seorang petugas keamanan berusia 60 tahun, kepada AFP.

    “Saya memimpikan negara Palestina untuk rakyat Palestina, tempat mereka dapat hidup seperti orang lain,” imbuhnya.

    Samuele Toppi, seorang mahasiswa berusia 27 tahun, menyoroti peran kota tersebut sebagai titik fokus politik internasional.

    “Saya pikir sangat, sangat penting bagi semua mahasiswa dan orang-orang dari segala usia untuk berunjuk rasa di kota ini,” ujarnya.

    Gregory Mauze, juru bicara asosiasi Belgia-Palestina ABP, mengatakan: “Menghadapi genosida yang sedang berlangsung, langkah-langkah yang diambil belum memadai.”

    Sebelumnya pada hari Jumat lalu, Menteri Luar Negeri Belgia Maxime Prevot mengatakan kepada AFP, bahwa kredibilitas Uni Eropa dalam kebijakan luar negeri “kolaps” karena kegagalan blok tersebut untuk bertindak atas perang Israel di Gaza.

    Pemerintah Belgia telah menyatakan akan mengakui Negara Palestina pada Sidang Umum PBB bulan ini, dan telah menjatuhkan sanksi baru terhadap Israel.

    Uni Eropa sejauh ini gagal mengambil tindakan terhadap Israel karena perpecahan yang mendalam di antara 27 negara anggotanya.

    Halaman 2 dari 2

    (ita/ita)

  • Kesaksian Napi Saat Israel Gempur Penjara Iran yang Terkenal Kejam

    Kesaksian Napi Saat Israel Gempur Penjara Iran yang Terkenal Kejam

    Jakarta

    “Bagi saya, neraka bukanlah saat Israel menyerang; neraka adalah saat mereka [aparat Iran] tidak mau membuka pintu [sel] untuk kami,” kenang Motahareh Goonei dalam wawancara eksklusif dengan BBC.

    Sebagai seorang aktivis politik, Goonei ditahan di sel isolasi di Penjara Evin yang terkenal kejam di Iran. Pada 23 Juni, penjara tersebut diserang secara sengaja oleh militer Israel.

    Foto satelit, keterangan saksi, dan rekaman terverifikasi yang diperoleh BBC News Persia mengungkapkan detail baru tentang serangan pada jam-jam terakhir pertempuran Israel-Iran dan tentang mereka yang tewas.

    Kompleks dengan tingkat keamanan tinggi yang terletak di tepi utara Teheran ini telah menahan ribuan tahanan politik selama setengah abad terakhir. Pada Juni, penjara tersebut menjadi lokasi serangan Israel paling mematikan di Iran.

    Aparat Iran mengatakan 80 orang tewas, termasuk staf penjara, narapidana, petugas medis, pengunjung, dan warga sekitar.

    Dalam laporan yang diterbitkan pada 14 Agustus, Human Rights Watch menyatakan bahwa serangan udara Israel terhadap penjara tersebut merupakan tindakan melanggar hukum serta tergolong kejahatan perang.

    Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan bahwa serangan dilakukan karena fasilitas tersebut “dipakai untuk operasi intelijen melawan Israel”.

    ‘Tiada jalan keluar’

    Penjara Evin setelah gempuran Israel, pada Juni lalu. (Getty Images)

    Goonei menggambarkan momen ledakan yang mengguncang kompleks penjara itu: “Ketika saya mendengar ledakan ketiga, saya yakin tidak ada jalan keluar. Saya menggedor pintu sekuat tenaga, tetapi pintu itu tidak mau terbuka. Saya pikir ‘inilah akhir hidup, ucapkan selamat tinggal’.”

    Tanpa diduga, Goonei dibebaskan dari selnya oleh tahanan lain. Begitu membuka pintu sel, Goonei langsung disambut asap tebal yang menyesakkan. Kata Goonei, para penjaga awalnya mencoba menghalangi narapidana untuk melarikan diri. Beberapa juru interogator penjara bahkan mengancam mereka.

    Namun, dalam adegan yang ia gambarkan sebagai “mengerikan tetapi memanusiakan”, para narapidana bergegas membantu sejumlah sipir yang terluka, menenangkan seorang petugas perempuan yang panik, dan membalut luka seorang juru interogator yang menangis.

    Narapidana dari bangsal lain bergegas membantu para dokter dan perawat yang terjebak di klinik penjara.

    Saeedeh Makarem, seorang dokter yang terluka parah dalam serangan itu, kemudian menulis di Instagram: “Para narapidana yang pernah saya rawat menyelamatkan hidup saya.”

    Seorang perempuan yang ditahan di Evin, memberi kesaksian dengan syarat namanya tidak disebutkan karena khawatir akan keselamatannya.

    Dia menceritakan momen serangan itu kepada BBC.

    “Awalnya terjadi beberapa ledakan beruntun yang cepat, dan suara itu berlangsung sekitar dua menit.

    “Awalnya kami tetap di tempat tidur karena jendela-jendela pecah, lalu kami berpakaian dan semua membantu membawa para perempuan tua ke bawah. Tidak ada seorang petugas penjara yang membantu kami. Mereka menutup pintu dan melarang kami keluar.”

    Baca juga:

    Dampak serangan Israel

    Analisis BBC menunjukkan Israel menyerang Evin dengan setidaknya enam proyektil, merusak sedikitnya 28 bangunan di dalam kompleks tersebut.

    IDF mengatakan telah melakukan “serangan terarah” terhadap “simbol penindasan terhadap rakyat Iran” seraya mengklaim bahwa langkah-langkah telah diambil untuk meminimalkan kerugian bagi warga sipil.

    Namun, seorang kerabat tahanan politik yang datang berkunjung beberapa menit setelah ledakan, mengatakan, “Mereka yang keluar dari penjara mengatakan ada mayat di mana-mana. Beberapa tahanan telah keluar, tidak ada yang mencoba melarikan diri hanya tertegun.”

    Otoritas Iran mengatakan 75 narapidana melarikan diri selama kekacauan tersebut. Beberapa kemudian ditangkap kembali atau kembali secara sukarela.

    Siapa saja para korban?

    Para pejabat Iran mengatakan bahwa dari 80 orang yang tewas dalam serangan itu, 42 orang di antara mereka adalah staf penjara dan lima orang adalah narapidana. Hanya nama-nama staf penjara yang dirilis pemerintah Iran.

    BBC News Persia telah memverifikasi secara independen identitas dan keadaan seputar kematian tiga korban melalui wawancara dengan kerabat mereka. Mereka adalah:

    Masoud Behbahani, , seorang warga negara ganda Iran-Amerika, yang ditahan atas tuduhan terkait kasus keuangan. Keluarganya menerima laporan yang saling bertentangan tentang kematiannya dari Organisasi Penjara Iran.Arvin Mohammadi, 37, tewas di gedung administrasi saat sedang mengajukan jaminan untuk pembebasan sementara ayahnya dari penjara.Mehrangiz Imanpour, 61, seorang pelukis kenamaan, tewas akibat pecahan proyektil.

    Korban-korban tewas lainnya mencakup seorang ibu yang memiliki anak berusia satu tahun, seorang dermawan yang datang untuk mengurus pembebasan seorang tahanan, lima pekerja sosial, 13 anak muda yang menjalani wajib militer, dan seorang anak berusia lima tahun dari salah satu pekerja sosial.

    Setelah serangan di Penjara Evin, nasib para tahanan transgender masih belum diketahui. Beberapa laporan media mengklaim bahwa 100 tahanan transgender telah tewas, tetapi investigasi BBC Persia mengungkapkan bahwa hal ini tidak benar.

    Reza Shafakhah, seorang pengacara di Iran yang telah memantau situasi para tahanan transgender, mengatakan kepada BBC: “Ada kekhawatiran serius tentang situasi mereka. Tidak seorang pun tahu di mana para tahanan ini sekarang.”

    Mengapa Israel menyerang Penjara Evin?

    Israel menuduh penjara tersebut digunakan untuk “operasi intelijen [melawan Israel], termasuk kontra-spionase”. Israel belum menanggapi pertanyaan dari BBC tentang siapa dan apa target mereka atau senjata yang digunakan, atau apakah mereka mengantisipasi kematian warga sipil.

    Sebulan setelah serangan, Amnesty International menerbitkan laporan mengenai insiden tersebut.

    “Mengarahkan serangan terhadap objek sipil dilarang keras berdasarkan hukum humaniter internasional. Melakukan serangan semacam itu secara sadar dan sengaja merupakan kejahatan perang,” kata Erika Guevara Rosas, Direktur Senior Riset, Advokasi, Kebijakan, dan Kampanye di Amnesty.

    Kantor hak asasi manusia PBB menyatakan Evin “bukanlah sasaran militer” dan serangan itu melanggar hukum humaniter internasional.

    (ita/ita)

  • Sosok Taipan Anutin Charnvirakul, PM Baru Thailand

    Sosok Taipan Anutin Charnvirakul, PM Baru Thailand

    Jakarta

    Kerajaan Thailand telah menyetujui Anutin Charnvirakul sebagai sebagi Perdana Menteri (PM) Thailand yang baru. Anutin seorang taipan dan sudah lama malang melintang dalam pemerintah Thailand.

    Parlemen Thailand sebelumnya menggelar pemungutan suara untuk memilih perdana menteri baru. Hasilnya, Anutin Charnvirakul memenangkan pemungutan suara parlemen untuk menjabat sebagai Perdana Menteri Thailand.

    Dilansir AFP, Jumat (5/9), dalam pemungutan suara yang masih berlangsung, Anutin telah memenangkan lebih dari 247 suara, menurut penghitungan AFP, mengamankan dukungan mayoritas dari 492 anggota parlemen yang duduk di majelis rendah Majelis Nasional.

    “Merasa gembira itu wajar,” kata Anutin kepada sekelompok wartawan saat ia tiba untuk pemungutan suara.

    Anutin meraih dukungan krusial dari blok parlemen terbesar, Partai Rakyat yang beranggotakan 143 kursi, hanya dengan syarat parlemen dibubarkan untuk pemilihan umum baru dalam waktu empat bulan.

    Sosok Anutin Charnvirakul

    Setelah terpilih di parlemen, Anutin kini memulai tugasnya sebagai PM. Anutin sudah mendapat dukungan dari Raja Maha Vajiralongkorn, yang juga dikenal sebagai Rama X.

    “Yang Mulia Raja telah mendukung Bapak Anutin Charnvirakul untuk menjadi Perdana Menteri mulai sekarang,” kata Sekretaris Jenderal Majelis Rendah Parlemen Thailand, Arpath Sukhanunth, saat membacakan perintah kerajaan dalam sebuah upacara di kantor pusat Partai Bhumjaithai milik Anutin di Bangkok, dilansir AFP, Minggu (7/9).

    Anutin Charnvirakul. (REUTERS/Chalinee Thirasupa)

    Anutin Charnvirakul berusia 58 tahun memimpin Partai Bhumjaithai, sebelumnya menjabat di berbagai posisi pemerintahan Thailand, beberapa di antaranya sebagai Wakil Perdana Menteri, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Kesehatan. Namun ia mungkin paling terkenal sebagai perancang dekriminalisasi ganja Thailand pada tahun 2022.

    Anutin menjadi pemimpin ketiga kerajaan dalam dua tahun, tetapi telah mengambil alih kekuasaan dengan dukungan koalisi dengan syarat pembubaran parlemen dalam waktu empat bulan untuk mengadakan pemilihan umum baru.

    Anutin juga dikenal taipan konstruksi konservatif Thailand. Anutin menggulingkan partai Pheu Thai yang berhaluan populis dari klan Shinawatra. Mantan PM Thailand sebelumnya, Paetongtarn Shinawatra, dipecat oleh Mahkamah Konstitusi karena pelanggaran etika.

    Klan Shinawatra Angkat Kaki

    Sementara itu, kepala keluarga dinasti Shinawatra, Thaksin Shinawatra, terbang meninggalkan Thailand beberapa jam sebelum pemungutan suara di parlemen menuju Dubai, di mana ia mengatakan akan mengunjungi teman-teman dan berobat.

    Sejak pemilu 2023, partai Pheu Thai dari keluarga Shinawatra telah memonopoli jabatan tertinggi Thailand. Namun putusan Mahkamah Konstitusi Thailand pada pekan lalu menyebabkan Paetongtarn Shinawatra dipecat dari jabatannya sebagai PM Thailand.

    Usai kekosongan kekuasaan itu, taipan konstruksi Anutin membentuk koalisi blok oposisi untuk menyingkirkan Pheu Thai dari jabatan perdana menteri.

    Tonton juga Video: MenPAN-RB Soroti Produktivitas RI Masih Kalah dari Thailand

    Halaman 2 dari 3

    (rfs/rfs)

  • 26 Negara Siap Kirim ‘Pasukan Penenang’ ke Ukraina Jika Damai dengan Rusia

    26 Negara Siap Kirim ‘Pasukan Penenang’ ke Ukraina Jika Damai dengan Rusia

    Jakarta

    Sebanyak 26 negara berkomitmen mengerahkan pasukan ke Ukraina setelah tercapainya perdamaian dengan Rusia. Hal itu agar mencegah Rusia kembali menyerang Ukraina.

    Hal itu disampaikan Presiden Prancis Emmanuel Macron usai pertemuan dengan pemimpin Eropa dan turut dihadiri Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, seperti dilansir AFP, Jumat (5/9/2025).

    “Saat ini ada 26 negara yang telah secara resmi berkomitmen –beberapa lainnya belum mengambil posisi– untuk mengerahkan pasukan sebagai ‘pasukan penenang’ di Ukraina, atau hadir di darat, laut, atau udara,” ujar Macron kepada para wartawan setelah pertemuan puncak.

    “Pasukan ini tidak bermaksud untuk berperang melawan Rusia,” tambah Macron.

    Sementara itu, Macron mengatakan dukungan Amerika untuk jaminan keamanan yang disponsori Eropa akan difinalisasi “dalam beberapa hari mendatang,”. Ia mengatakan “tidak ada keraguan” mengenai kesiapan AS untuk mengambil bagian dalam upaya keamanan tersebut.

    ‘Pasukan penenang’ tersebut sebagai jaminan keamanan yang ingin ditawarkan koalisi yang sebagian besar terdiri dari negara-negara Eropa kepada Ukraina apabila perang dengan Rusia berakhir melalui kesepakatan damai atau gencatan senjata.

    Namun, ada juga kekhawatiran yang berkembang bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin saat ini tidak menunjukkan minat pada perjanjian damai, dengan kekhawatiran yang meningkat setelah kunjungannya yang penting ke Beijing minggu ini.

    Usai pertemuan tersebut, para pemimpin Eropa berbicara dengan Presiden AS Donald Trump melalui konferensi video. Beberapa pemimpin Eropa hadir secara langsung dan yang lainnya, seperti Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, secara jarak jauh.

    Pertemuan tersebut merupakan dorongan baru yang dipimpin oleh Macron untuk menunjukkan bahwa Eropa dapat bertindak secara independen dari Washington setelah Trump mengubah kebijakan luar negeri AS dan memulai perundingan langsung dengan Putin setelah kembali ke Gedung Putih.

    Sementara Amerika Serikat diwakili oleh utusan khusus Trump, Steve Witkoff, yang juga bertemu dengan Zelensky secara terpisah.

    Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berterima kasih kepada sekutu-sekutu Eropanya atas persetujuan untuk mengirim pasukan ke Ukraina pascaperang, dan menyebut langkah tersebut sebagai “langkah konkret” pertama.

    “Saya pikir hari ini, untuk pertama kalinya setelah sekian lama, ini adalah langkah konkret serius yang pertama,” ujar Zelensky kepada para wartawan.

    Macron juga mengatakan bahwa negara-negara Eropa akan menjatuhkan sanksi baru terhadap Rusia-“bekerja sama dengan Amerika Serikat”-jika Moskow terus menolak kesepakatan damai.

    Tump Bakal Telepon Putin

    Dalam kesempatan berbeda, Presiden AS Donald Trump mengatakan segera menghubungi Presiden Rusia Vladimir Putin. Hal itu disampaikan Trump setelah sebelumnya melakukan panggilan telepon dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan para pemimpin Eropa.

    “Ya, tentu saja,” kata Trump kepada seorang wartawan yang menanyakan apakah ia akan berbicara dengan pemimpin Rusia tersebut dalam waktu dekat, di sela-sela jamuan makan malam dengan para eksekutif teknologi terkemuka AS di Gedung Putih.

    Adapun percakapan melalui telepon Trump dengan para pemimpin Eropa tersebut dilakukan setelah pertemuan puncak di Paris yang bertujuan untuk memperkuat rencana jaminan keamanan bagi Ukraina jika atau ketika terjadi gencatan senjata.

    Respons Rusia

    Sementara itu Juru bicara Rusia, Dmitry Peskov mengatakan bahwa komunikasi dengan Trump “dapat diselenggarakan dengan sangat cepat jika diperlukan”. Akan tetapi Rusia menolak mentah-mentah gagasan jaminan keamanan Barat untuk Ukraina.

    “Dapatkah kontingen militer asing, terutama Eropa dan Amerika, menyediakan dan menjamin keamanan bagi Ukraina? Tentu saja tidak, mereka tidak bisa,” kata Peskov kepada kantor berita negara RIA Novosti.

    “Ini bukanlah jaminan keamanan bagi Ukraina yang sesuai dengan negara kita,” tambahnya.

    Tonton juga video “Putin Ungkit Perjanjian Minsk, Salahkan Ukraina Atas Perang” di sini:

    Halaman 2 dari 2

    (yld/knv)

  • Anutin Charnvirakul Terpilih Jadi PM Baru Thailand

    Anutin Charnvirakul Terpilih Jadi PM Baru Thailand

    Jakarta

    Parlemen Thailand menggelar pemungutan suara untuk memilih perdana menteri baru. Hasilnya, raksasa konstruksi konservatif Thailand, Anutin Charnvirakul memenangkan pemungutan suara parlemen untuk menjabat sebagai Perdana Menteri Thailand.

    Dilansir AFP, Jumat (5/9/2025), dalam pemungutan suara yang masih berlangsung, Anutin telah memenangkan lebih dari 247 suara, menurut penghitungan AFP, mengamankan dukungan mayoritas dari 492 anggota parlemen yang duduk di majelis rendah Majelis Nasional.

    “Merasa gembira itu wajar,” kata Anutin kepada sekelompok wartawan saat ia tiba untuk pemungutan suara.

    Ia meraih dukungan krusial dari blok parlemen terbesar, Partai Rakyat yang beranggotakan 143 kursi, hanya dengan syarat parlemen dibubarkan untuk pemilihan umum baru dalam waktu empat bulan.

    Anutin memimpin Partai Bhumjaithai dan sebelumnya menjabat sebagai wakil perdana menteri, menteri dalam negeri, dan menteri kesehatan — tetapi kemungkinan paling terkenal karena pada tahun 2022 ia menepati janji untuk melegalkan ganja.

    Sementara Kepala keluarga dinasti Shinawatra, Thaksin Shinawatra, terbang meninggalkan Thailand beberapa jam sebelum pemungutan suara menuju Dubai, di mana ia mengatakan akan mengunjungi teman-teman dan berobat.

    Usai kekosongan kekuasaan itu, taipan konstruksi Anutin Charnvirakul telah membentuk koalisi blok oposisi untuk menyingkirkan Pheu Thai dari jabatan perdana menteri.

    Tonton juga video “PM Thailand: Kami Tidak Akan Menyerahkan Kedaulatan Kami” di sini:

    (yld/knv)

  • Presiden Peru Surati Prabowo, Janji Investigasi Pembunuhan Zetro Purba

    Presiden Peru Surati Prabowo, Janji Investigasi Pembunuhan Zetro Purba

    Jakarta

    Presiden Peru Dina Boluarte mengirim surat ke Presiden RI Prabowo Subianto terkait tewasnya Zetro Leonardo Purba, pegawai KBRI Lima di Peru. Dina Boluarte menyampaikan duka cita atas kejadian tersebut.

    Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri Peru Elmer Schialer, Jumat (5/9/2025). Schialer mengatakan Bolarte menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya dari Pemerintah dan rakyat Peru atas insiden tragis tersebut.

    “Nyonya Presiden juga meyakinkan Presiden Indonesia bahwa semua sumber daya yang diperlukan sedang dikerahkan untuk memastikan investigasi ini menyeluruh, cepat, dan efisien, serta untuk mengidentifikasi pelaku intelektual dan material dari tindakan kekerasan ini,” kata Schialer.

    Lebih lanjut, Schialer mengatakan jenazah Zetro Leonardo Purba, akan dipulangkan ke Indonesia bersama istri dan tiga anak di bawah umur mendiang Petro.

    Selain itu, Schialer juga telah menghubungi Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono terkait insiden itu.

    Sebelumnya otoritas Peru tengah menyelidiki Kematian Zetro Purba. Temuan terbaru otoritas Peru, Zetro Purba diduga ditembak oleh pembunuh bayaran dan tak ada barang korban yang hilang digondol pelaku.

    Staf KBRI itu dilarikan ke rumah sakit setempat dalam kondisi luka parah, namun kemudian dinyatakan meninggal dunia. Otoritas Peru belum menyebutkan dugaan motif di balik penembakan maut itu.

    Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Peru, Carlos Malaver, menyebut staf KBRI itu tewas ditembak oleh pembunuh bayaran. Seperti dilansir Associated Press, Rabu, (3/9), mengatakan dalam rapat dengan para anggota parlemen Peru bahwa serangan itu merupakan “pembunuhan yang memenuhi syarat dalam bentuk pembunuhan kontrak”.

    Tonton juga video “Peru Janji Usut Tuntas Kasus Penembakan Staf KBRI” di sini:

    (yld/gbr)

  • Israel Klaim Kuasai 40% Kota Gaza, Situasi Kemanusiaan Memburuk

    Israel Klaim Kuasai 40% Kota Gaza, Situasi Kemanusiaan Memburuk

    Jakarta

    Israel mengklaim menguasai 40 persen wilayah kota Gaza. Israel mengklaim operasi tersebut akan terus meluas dan intensif pada beberapa hari ke depan.

    “Kami terus merusak infrastruktur Hamas. Saat ini kami menguasai 40% wilayah Kota Gaza,” kata juru bicara militer Israel, Brigadir Jenderal Effie Defrin, dalam konferensi pers, seraya menyebutkan nama permukiman Zeitoun dan Sheikh Radwan, dilansir Reuters, Jumat (5/9/2025).

    “Operasi ini akan terus diperluas dan diintensifkan dalam beberapa hari mendatang,” lanjutnya.

    Pihaknya mengaku akan terus mengejar Hamas di mana pun. Menurutnya misi tersebut hanya akan berakhir ketika para sandera Israel yang tersisa dikembalikan dan kekuasaan Hamas berakhir.

    “Kami akan terus mengejar Hamas di mana pun,” ujarnya,

    Defrin mengonfirmasi bahwa Kepala Staf Angkatan Darat Eyal Zamir mengatakan kepada para menteri kabinet bahwa tanpa rencana darurat, mereka terpaksa memberlakukan aturan militer di Gaza. Anggota sayap kanan dari pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah mendesak Israel untuk memberlakukan aturan militer di Gaza dan membangun permukiman di sana, yang sejauh ini telah dikesampingkan oleh Netanyahu.

    Diketahui, Israel telah mengintensifkan pemboman di wilayah Kota Gaza utara dalam beberapa hari terakhir menjelang serangan tersebut meskipun ada tekanan internasional.

    Badan pertahanan sipil Gaza mengatakan serangan Israel pada hari Kamis menewaskan lebih dari 30 orang di kota tersebut, dari setidaknya 64 warga Palestina yang tewas di seluruh Jalur Gaza.

    Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada bulan lalu mengumumkan bencana kelaparan di dan sekitar Kota Gaza, tempat tinggal hampir satu juta orang yang terus dilanda perang. Sementara Hamas menyerukan diakhirinya segera perang di Gaza dan pencabutan pengepungan Israel di wilayah tersebut.

    Tonton juga video “Demo di Depan Rumah Netanyahu Ricuh, Warga Israel-Polisi Bentrok” di sini:

    (yld/knv)

  • Alasan Trump Mau Hidupkan Lagi ‘Departemen Perang’ AS

    Alasan Trump Mau Hidupkan Lagi ‘Departemen Perang’ AS

    Jakarta

    Presiden AS Donald Trump memerintahkan agar Departemen Pertahanan dikenal sebagai Departemen Perang. Ia menyebut gelar tersebut sebagai gelar sekunder.

    Dilansir BBC, Jumat (5/9/2025), Trump akan menandatangani perintah eksekutif tersebut hari ini yang berisi Departemen Pertahanan menggunakan nama baru tersebut sebagai gelar sekunder. Selain itu, perintah tersebut juga sekaligus mengubah Menteri Pertahanan Pete Hegseth disebut sebagai Menteri Perang.

    Diketahui, Pentagon-yang mengawasi angkatan bersenjata AS-adalah penerus Departemen Perang, yang pertama kali didirikan sebagai badan setingkat kabinet pada tahun 1789 dan bertahan hingga tahun 1947.

    Adapun tanggung jawab pembentukan departemen eksekutif berada di tangan Kongres AS, yang berarti diperlukan dilakukan amandemen untuk mengubah nama departemen tersebut secara hukum.

    “Nama ‘Departemen Perang’ menyampaikan pesan kesiapan dan tekad yang lebih kuat dibandingkan dengan ‘Departemen Pertahanan,’ yang hanya menekankan kemampuan pertahanan,” bunyi teks perintah tersebut sebagaimana dilihat BBC.

    Selanjutnya dalam upaya untuk “memproyeksikan kekuatan dan tekad,” perintah tersebut memberi wewenang kepada menteri pertahanan, departemennya, dan para pejabat di bawahnya untuk menggunakan gelar-gelar baru tersebut sebagai nama sekunder.

    Departemen Perang didirikan oleh George Washington, tetapi namanya diubah setelah Perang Dunia II.

    Menurut perintah eksekutif tersebut, pergantian nama departemen tersebut “akan mempertajam fokus Departemen ini pada kepentingan nasional kita dan memberi sinyal kepada musuh-musuh Amerika bahwa Amerika siap berperang demi mengamankan kepentingannya”.

    Sementara itu, Gedung Putih belum mengumumkan berapa biaya penggantian nama permanen tersebut, tetapi media AS memperkirakan biaya miliaran dolar untuk perombakan ratusan lembaga, lambang, alamat email, seragam, dan lainnya, yang mungkin menghambat upaya Pentagon untuk memangkas pengeluaran dan pemborosan.

    Sebelumnya, Trump telah berulang kali mengutarakan gagasan perubahan nama tersebut, dengan alasan bahwa AS memiliki “sejarah kemenangan yang luar biasa” dalam kedua perang dunia dengan nama sebelumnya.

    Ia juga menyatakan optimisme bahwa para anggota parlemen akan mendukung perubahan tersebut.

    “Saya yakin Kongres akan menyetujui jika kita membutuhkannya. Saya bahkan tidak berpikir kita membutuhkannya,” kata presiden pekan lalu. “Tetapi, jika kita membutuhkannya, saya yakin Kongres akan menyetujuinya,” imbuhnya.

    Tonton juga video “Trump: Tanpa Kebijakan Tarif, AS Akan Dimanfaatkan Negara Lain” di sini:

    (yld/knv)