Category: Detik.com Internasional

  • 2 Polisi Turki Tewas Ditembak, Remaja 16 Tahun Ditangkap

    2 Polisi Turki Tewas Ditembak, Remaja 16 Tahun Ditangkap

    Ankara

    Dua polisi Turki tewas ditembak dan dua personel lainnya mengalami luka-luka dalam serangan penembakan yang terjadi di sebuah kantor polisi di dekat kota Izmir pada Senin (8/9). Seorang remaja putra berusia 16 tahun telah ditangkap terkait penembakan mematikan tersebut.

    Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Ali Yerlikaya, seperti dilansir AFP, Senin (8/9/2025), mengatakan bahwa serangan “keji” di kantor polisi di Balcova, distrik yang ada di sebelah barat kota resor Izmir, menewaskan dua polisi dan membuat satu polisi lainnya mengalami “luka parah”.

    “Tersangka dalam insiden tersebut, berinisial EB dan berusia 16 tahun, telah ditangkap dan penyelidikan telah dibuka,” kata Yerlikaya dalam pernyataan via media sosial X.

    Gubernur Izmir Suleyman Elban, saat berbicara kepada media lokal Turki di lokasi serangan, mengatakan si tersangka tinggal di ruas jalanan yang sama dengan lokasi kantor polisi yang diserang. Si tersangka dalam kondisi luka-luka saat ditangkap.

    “Tersangka pembunuhan adalah seorang remaja berusia 16 tahun yang tinggal di jalan ini. Dia tidak memiliki catatan kriminal atau catatan penangkapan sebelumnya atas kejahatan apa pun,” ucap Elban saat berbicara kepada televisi swasta NTV,

    Dia menambahkan bahwa remaja tersebut “ditangkap dalam kondisi luka-luka”.

    Tidak diketahui secara jelas mengapa kantor polisi di distrik Balcova itu diserang. Namun rekaman video yang dipublikasikan situs berita Gercek Gundem menunjukkan seseorang yang mengenakan penutup wajah atau balaclava, memakai atasan hitam dan celana panjang pucat, sedang jogging di trotoar sambil membawa senapan dan kemudian masuk ke dalam gedung.

    Sebuah video lainnya yang beredar luas menunjukkan tersangka tergeletak di atas trotoar dan sedang ditangani oleh paramedis. Tersangka, dalam video itu, tampak dalam kondisi sadar, namun bagian belakang celananya berlumuran darah dan beberapa selongsong peluru berserakan di sekitarnya.

    Rekaman video ketiga yang beredar menunjukkan sekelompok warga sipil membantu menyeret tersangka ke dalam mobil polisi.

    Kantor berita DHA melaporkan pelaku penyerangan menggunakan “senjata laras panjang”. Sedangkan NTV menggambarkan senjata pelaku sebagai “pump-action shotgun”.

    Menyusul penembakan itu, kepolisian setempat mengerahkan personelnya ke seluruh area dan memberlakukan langkah-langkah keamanan yang ketat.

    Lihat juga Video: 2 Polisi Australia Tewas Ditembak di Victoria, Pelaku Masih Diburu

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/ita)

  • Geger Penembakan di Halte Bus Yerusalem, 5 Orang Tewas

    Geger Penembakan di Halte Bus Yerusalem, 5 Orang Tewas

    Yerusalem

    Penembakan mematikan terjadi di sebuah halte bus yang ada di dekat persimpangan jalan di pinggiran Yerusalem yang dikuasai Israel pada Senin (8/9). Sedikitnya lima orang tewas dan belasan orang lainnya luka-luka dalam penembakan tersebut, dengan dua pelaku telah ditembak mati di lokasi kejadian.

    Layanan darurat dan ambulans Israel, Magen David Adom, dalam laporannya, seperti dilansir AFP dan Reuters, Senin (8/9/2025), mengidentifikasi kelima korban tewas sebagai seorang pria berusia 50 tahun, seorang wanita berusia 50-an tahun, dan tiga pria berusia 30-an tahun.

    Disebutkan juga bahwa sekitar 11 orang lainnya mengalami luka-luka. Enam korban luka di antaranya disebut berada dalam kondisi serius akibat luka tembak yang mereka derita.

    Motif di balik penembakan maut itu belum diketahui secara jelas.

    Kepolisian Israel, dalam pernyataannya, menyebut ada dua pelaku penyerangan yang tiba di lokasi dengan menggunakan mobil. Kedua pelaku, sebut Kepolisian Israel, melepaskan tembakan ke arah halte bus yang ada di Persimpangan Ramot.

    Dikatakan oleh Kepolisian Israel bahwa seorang petugas keamanan dan seorang warga sipil menembak mati kedua pelaku penyerangan tersebut.

    Beberapa senjata, amunisi dan pisau yang digunakan oleh para pelaku penyerangan ditemukan di lokasi kejadian. Kepolisian Israel menyebut para pelaku serangan sebagai “teroris”.

    Penembakan maut itu terjadi di persimpangan jalan yang ada di dalam wilayah Yerusalem, yang direbut Israel dalam perang tahun 1967 dan kemudian dianeksasi dalam langkah yang tidak diakui internasional.

    Sementara itu, kelompok Hamas, yang menguasai Jalur Gaza dan sedang berperang melawan Israel, memberikan pujian untuk para pelaku yang mereka sebut sebagai “pejuang perlawanan” Palestina. Kelompok Jihad Islam, sekutu Hamas, juga memuji penembakan di Yerusalem itu.

    Namun baik Hamas maupun Jihad Islam tidak mengklaim bertanggung jawab atas serangan mematikan tersebut.

    Kantor Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu, dalam pernyataannya, menyebut sang PM sedang menggelar rapat membahas situasi tersebut dengan jajaran pejabat keamanan Tel Aviv.

    Lihat juga Video: Detik-detik Penembakan Staf KBRI di Peru

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/ita)

  • AS Kerahkan Jet Tempur ke Karibia, Venezuela Tambah Pasukan

    AS Kerahkan Jet Tempur ke Karibia, Venezuela Tambah Pasukan

    Caracas

    Venezuela bertekad menambah jumlah pasukan militer secara signifikan di wilayah pesisir demi memberantas perdagangan narkoba. Langkah ini diambil setelah Amerika Serikat (AS) memerintahkan pengerahan 10 jet tempur tambahan ke kawasan Karibia, tepatnya ke Puerto Rico yang ada di sebelah utara Venezuela.

    Pengerahan jet-jet tempur itu, menurut Washington, dimaksudkan untuk melaksanakan operasi melawan kartel narkoba.

    Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino, seperti dilansir Reuters, Senin (8/9/2025), mengatakan bahwa Presiden Nicolas Maduro telah memerintahkan penambahan pasukan di wilayah Guajira di negara bagian Zulia dan Semenanjung Paraguana di Falcon.

    Padrino menyebut wilayah-wilayah tersebut merupakan “rute perdagangan narkoba”.

    Kehadiran militer di Pulau Nueca Esparta dan di negara bagian Sucre serta Delta Amacuro juga akan diperluas.

    Sekitar 25.000 tentara, sebut Padrino, akan dikerahkan — angka ini tercatat meningkat dari 10.000 tentara yang telah dikerahkan ke negara bagian Zulia dan Tachira yang berbatasan dengan Kolombia.

    “Tidak akan ada yang datang dan melakukan pekerjaan untuk kita. Tidak akan ada yang menginjakkan kaki di tanah ini dan melakukan apa yang seharusnya kita lakukan,” tegas Padrino dalam pernyataan video yang diunggah ke media sosial.

    Ketegangan antara Venezuela dan AS semakin meningkat menyusul pendekatan baru Presiden Donald Trump dalam memerangi narkotika ilegal.

    Pengerahan jet-jet tempur itu menambah kehadiran militer AS di kawasan Karibia. Pengerahan tambahan tersebut terjadi setelah serangan militer AS pekan lalu yang menewaskan sedikitnya 11 orang dan menenggelamkan kapal dari Venezuela yang, menurut Trump, mengangkut narkoba.

    Maduro menuduh AS mengupayakan pergantian rezim.

    Namun Trump, pada Jumat (5/9), mengatakan bahwa AS tidak sedang membicarakan soal pergantian rezim, tetapi membandingkan kematian ratusan ribu warga Amerika akibat overdosis dengan kematian akibat perang.

    Menurut sejumlah sumber yang dikutip CNN, Trump sedang mempertimbangkan opsi untuk serangan lebih lanjut, termasuk kemungkinan menyerang target-target yang diduga merupakan kartel narkoba di dalam wilayah Venezuela. Serangan lanjut semacam itu berpotensi memicu eskalasi besar.

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/ita)

  • Dunia Hari Ini: dari Palestina ke Jakarta, Foto Keindahan Gerhana Bulan Total

    Dunia Hari Ini: dari Palestina ke Jakarta, Foto Keindahan Gerhana Bulan Total

    Anda sedang membaca Dunia Hari Ini, rangkuman berita-berita utama dalam 24 jam terakhir.

    Edisi Senin, 8 September 2025 kami awali dengan gerhana bulan total berwarna kemerahan.

    ‘Blood moon’ di Australia

    Banyak orang seluruh dunia terpukau oleh pemandangan ‘blood moon’ atau gerhana bulan total kemerahan.

    Warga di Australia bisa melihat di sejumlah negara bagian, sementara ‘blood moon’ terlihat lebih jelas di kawasan Asia dan hanya di beberapa negara di Eropa.

    Fenomena alam ini terjadi ketika bumi, bulan, dan matahari berada di garis lurus, sementara warna kemerahan disebabkan sinar matahari di luar bayangan gerhana yang dipantulkan ke permukaan bulan.

    Warga di Kota Gaza kembali diminta mengungsi

    Ratusan ribu warga Palestina diperintahkan untuk segera meninggalkan Kota Gaza, karena militer Israel dilaporkan akan mengambil alih dan menduduki wilayah tersebut.

    Namun, banyak warga yang menolak untuk pindah dengan alasan kelelahan akibat sudah beberapa kali mengungsi dalam beberapa bulan terakhir dan khawatir dengan keamanan “zona kemanusiaan”

    Banyak warga Palestina mendirikan tenda-tenda di garis pantai dan merasa khawatir kalau mereka akan dipindahkan.

    “Tidak ada tempat yang aman termasuk di Gaza selatan, situasi kami sama seperti mereka [di selatan], tetapi mereka bilang itu wilayah kemanusiaan, tetapi orang-orang tidak mau pergi ke sana,” ujar Nizar Mohammad, 32 tahun, yang berasal dari kamp pengungsi Jabalia, kepada ABC.

    Serangan Rusia ke Ukraina

    Rusia menyerang ibu kota Ukraina dengan lebih dari 800 pesawat tanpa awak dalam pemboman udara terbesar sejak perang dimulai.

    Setidaknya empat orang tewas dan sejumlah gedung pemerintahan rusak terbakar.

    Serangan terjadi beberapa jam sebelum Presiden Donald Trump memperingatkan jika siap untuk menjatuhkan sanksi lebih lanjut terhadap Rusia.

    Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengutuk serangan tersebut, menyebutnya sebagai “kejahatan yang disengaja dan akan semakin memperpanjang perang”.

    “Dunia sebenarnya bisa memaksa para penjahat Kremlin [Rusia] untuk berhenti membunuh, hanya dibutuhkan kemauan politik,” ujarnya.

    PM Jepang mengundurkan diri

    Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba mengumumkan pengunduran dirinya, setelah semakin banyak seruan dari partainya untuk bertanggung jawab atas kekalahan dalam pemilihan parlemen tahun ini.

    “Saya ingin menyerahkan tongkat estafet kepada generasi berikutnya,” ujarnya.

    PM Ishiba telah berkuasa sejak Oktober 2024 dan masa jabatannya sebagai pemimpin partai diperkirakan akan berakhir pada September 2027.

    Ia memimpin koalisi antara Partai Demokrat Liberal (LDP) dan Partai Komeito dan telah menolak tuntutan dari lawan-lawannya yang sebagian besar berhaluan kanan di dalam partainya sendiri selama lebih dari sebulan.

    Ia mengatakan langkah tersebut akan menyebabkan kekosongan politik ketika Jepang menghadapi tantangan-tantangan utama di dalam dan luar negeri.

  • Menhan Israel Ingatkan Hamas: Menyerah atau Dimusnahkan!

    Menhan Israel Ingatkan Hamas: Menyerah atau Dimusnahkan!

    Tel Aviv

    Menteri Pertahanan (Menhan) Israel, Israel Katz, melontarkan peringatan terbaru untuk kelompok Hamas agar meletakkan senjata atau menghadapi kehancuran Jalur Gaza dan pemusnahan mereka sendiri.

    Peringatan ini disampaikan setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan apa yang disebutnya sebagai “peringatan terakhir” untuk Hamas agar membebaskan para sandera yang masih ditahan di Jalur Gaza.

    Katz dalam pernyataan terpisah via media sosial X, seperti dilansir AFP dan Hindustan Times, Senin (8/9/2025), juga melontarkan peringatan terakhir untuk kelompok yang berperang melawan militer Israel di Jalur Gaza selama nyaris dua tahun terakhir ini.

    “Ini adalah peringatan terakhir bagi para pembunuh dan pemerkosa Hamas di Gaza dan di hotel-hotel mewah di luar negeri: Bebaskan para sandera dan letakkan senjata kalian — atau Gaza akan dihancurkan dan kalian akan dimusnahkan,” kata Katz dalam peringatan untuk Hamas.

    Dalam pernyataannya, Katz juga mengatakan bahwa “badai dahsyat akan menghantam langit Kota Gaza dan atap-atap menara teror” jika Hamas tidak menyerah, tidak membebaskan sandera dan tidak meletakkan senjata mereka.

    “IDF (Angkatan Bersenjata Israel-red) melanjutkan operasi sesuai rencana — dan sedang bersiap untuk memperluas manuver guna mengalahkan Gaza secara telak,” tegas sang Menhan Israel.

    Sementara itu, Trump dalam “peringatan terakhir” yang disampaikannya pada Minggu (7/9) waktu setempat, mendesak Hamas untuk menyetujui kesepakatan pembebasan sandera dari Gaza. Trump mengatakan bahwa pihak Israel telah menerima persyaratan dalam kesepakatan tersebut.

    “Israel telah menerima persyaratan saya. Sudah saatnya bagi Hamas untuk juga menerimanya,” tulisnya dalam pernyataan via media sosial Truth Social.

    “Saya telah memperingatkan Hamas tentang konsekuensi jika tidak menerimanya. Ini peringatan terakhir saya,” tegas Trump.

    Dalam pernyataan yang dirilis setelah peringatan Trump tersebut, Hamas mengatakan bahwa mereka siap untuk “segera duduk di meja perundingan” menyusul apa yang mereka sebut sebagai “beberapa gagasan dari pihak Amerika yang bertujuan mencapai kesepakatan gencatan senjata”.

    “Gerakan Hamas menyambut baik setiap inisiatif yang mendukung upaya untuk mengakhiri agresi terhadap rakyat kami, dan menegaskan kesiapan untuk segera duduk di meja perundingan guna membahas pembebasan semua tahanan (sandera-red),” kata Hamas dalam pernyataannya.

    Sebagai imbalannya, menurut pernyataan kelompok yang didukung Iran itu, Hamas menginginkan “deklarasi yang jelas tentang berakhirnya perang, penarikan sepenuhnya dari Jalur Gaza, dan pembentukan komite Palestina independen untuk mengelola Jalur Gaza, yang akan segera memulai tugasnya”.

    Lihat Video: Serangan Udara Israel di Gaza Tewaskan 62 Orang

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/ita)

  • Menhan Israel Ingatkan Hamas: Menyerah atau Dimusnahkan!

    Menhan Israel Ingatkan Hamas: Menyerah atau Dimusnahkan!

    Tel Aviv

    Menteri Pertahanan (Menhan) Israel, Israel Katz, melontarkan peringatan terbaru untuk kelompok Hamas agar meletakkan senjata atau menghadapi kehancuran Jalur Gaza dan pemusnahan mereka sendiri.

    Peringatan ini disampaikan setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan apa yang disebutnya sebagai “peringatan terakhir” untuk Hamas agar membebaskan para sandera yang masih ditahan di Jalur Gaza.

    Katz dalam pernyataan terpisah via media sosial X, seperti dilansir AFP dan Hindustan Times, Senin (8/9/2025), juga melontarkan peringatan terakhir untuk kelompok yang berperang melawan militer Israel di Jalur Gaza selama nyaris dua tahun terakhir ini.

    “Ini adalah peringatan terakhir bagi para pembunuh dan pemerkosa Hamas di Gaza dan di hotel-hotel mewah di luar negeri: Bebaskan para sandera dan letakkan senjata kalian — atau Gaza akan dihancurkan dan kalian akan dimusnahkan,” kata Katz dalam peringatan untuk Hamas.

    Dalam pernyataannya, Katz juga mengatakan bahwa “badai dahsyat akan menghantam langit Kota Gaza dan atap-atap menara teror” jika Hamas tidak menyerah, tidak membebaskan sandera dan tidak meletakkan senjata mereka.

    “IDF (Angkatan Bersenjata Israel-red) melanjutkan operasi sesuai rencana — dan sedang bersiap untuk memperluas manuver guna mengalahkan Gaza secara telak,” tegas sang Menhan Israel.

    Sementara itu, Trump dalam “peringatan terakhir” yang disampaikannya pada Minggu (7/9) waktu setempat, mendesak Hamas untuk menyetujui kesepakatan pembebasan sandera dari Gaza. Trump mengatakan bahwa pihak Israel telah menerima persyaratan dalam kesepakatan tersebut.

    “Israel telah menerima persyaratan saya. Sudah saatnya bagi Hamas untuk juga menerimanya,” tulisnya dalam pernyataan via media sosial Truth Social.

    “Saya telah memperingatkan Hamas tentang konsekuensi jika tidak menerimanya. Ini peringatan terakhir saya,” tegas Trump.

    Dalam pernyataan yang dirilis setelah peringatan Trump tersebut, Hamas mengatakan bahwa mereka siap untuk “segera duduk di meja perundingan” menyusul apa yang mereka sebut sebagai “beberapa gagasan dari pihak Amerika yang bertujuan mencapai kesepakatan gencatan senjata”.

    “Gerakan Hamas menyambut baik setiap inisiatif yang mendukung upaya untuk mengakhiri agresi terhadap rakyat kami, dan menegaskan kesiapan untuk segera duduk di meja perundingan guna membahas pembebasan semua tahanan (sandera-red),” kata Hamas dalam pernyataannya.

    Sebagai imbalannya, menurut pernyataan kelompok yang didukung Iran itu, Hamas menginginkan “deklarasi yang jelas tentang berakhirnya perang, penarikan sepenuhnya dari Jalur Gaza, dan pembentukan komite Palestina independen untuk mengelola Jalur Gaza, yang akan segera memulai tugasnya”.

    Lihat Video: Serangan Udara Israel di Gaza Tewaskan 62 Orang

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/ita)

  • Kolombia Bebaskan 27 Tentaranya yang Disandera Gerilyawan

    Kolombia Bebaskan 27 Tentaranya yang Disandera Gerilyawan

    Bogota

    Otoritas Kolombia berhasil menyelamatkan 27 tentaranya yang disandera di wilayah barat daya negara tersebut, yang kini dikuasai gerilyawan dan dirusak oleh budidaya narkoba. Masih ada puluhan tentara Kolombia lainnya yang disandera.

    Tentara dan polisi Kolombia sering menjadi korban penyanderaan di wilayah-wilayah yang dikuasai kelompok-kelompok bersenjata.

    Dituturkan sumber militer Kolombia, seperti dilansir AFP, Senin (8/9/2025), bahwa 72 tentara itu disandera di wilayah Cauca yang dikuasai gerilyawan “pada sore hari”.

    Militer Kolombia kemudian mengumumkan “ekstraksi” 27 tentara di antaranya, namun mengatakan bahwa 45 tentara lainnya “masih dirampas kebebasannya di bawah rezim gerilya”.

    “Tentara Nasional mempertahankan kehadirannya di wilayah tersebut, mengambil langkah-langkah untuk memulihkan ketertiban dan memastikan kembalinya para personel yang diculik,” tegas militer Kolombia dalam pernyataannya.

    Dituturkan militer Kolombia bahwa para tentara yang diculik itu berpartisipasi dalam operasi militer ketika sekitar 600 orang “menghalangi pengerahan pasukan” di San Juan de Micay. Langkah tersebut, menurut militer Kolombia, “dimaksudkan untuk memfasilitasi pengendalian rute yang digunakan untuk perdagangan narkoba dan penambangan ilegal”.

    Area Micay merupakan pusat perkebunan koka di Kolombia bagian barat daya yang dikuasai oleh faksi pemberontak dari pasukan gerilya FARC yang telah bubar, yang dikenal sebagai Staf Umum Pusat.

    Presiden Kolombia Gustavo Petro melancarkan serangan pada tahun 2024 untuk merebut kembali kendali atas wilayah tersebut, namun menghadapi perlawanan lokal yang kuat.

    “Bebaskan para tentara itu, mereka bisa menjadi anak-anak Anda. Anak-anak Kolombia harus merangkul dan hidup lebih lama dari orang tua mereka. Kaum petani Micay mengetahui sudah waktunya untuk memulai substitusi tanaman (ilegal) secara damai. Inilah kesempatannya,” kata Petro, sembari menambahkan bahwa komisi dialog siap untuk bernegosiasi.

    Menurut pemerintah Kolombia, penahanan atau penyanderaan seringkali dilakukan oleh penduduk setempat atas perintah kelompok-kelompok bersenjata di wilayah-wilayah yang minim kehadiran negara.

    Pada Juni lalu, sebanyak 57 tentara Kolombia ditahan di wilayah yang sama sebelum dibebaskan beberapa hari kemudian menyusul intervensi militer. Lalu pada akhir Agustus, sedikitnya 33 tentara disandera selama tiga hari di sebuah komunitas Amazon tenggara yang dihuni pada gerilyawan sayap kiri.

    Kolombia dilanda peningkatan tindak kekerasan dari kelompok-kelompok pembangkang yang menolak perjanjian damai tahun 2016 dengan FARC setelah pemberontakan selama enam dekade.

    Lihat juga Video: Ledakan Bom dalam Truk di Kolombia, 5 Orang Tewas

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/ita)

  • Eks Menlu ‘Pembisik Trump’ Calonkan Diri Jadi PM Baru Jepang

    Eks Menlu ‘Pembisik Trump’ Calonkan Diri Jadi PM Baru Jepang

    Tokyo

    Mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) Jepang Toshimitsu Motegi, yang dijuluki sebagai “Pembisik Trump”, menjadi kandidat pertama yang mengumumkan pencalonan sebagai pemimpin baru Jepang, setelah Perdana Menteri (PM) Shigeru Ishiba mengumumkan pengunduran dirinya.

    Motegi sedang berupaya memimpin Jepang menghadapi gejolak baru yang berasal dari kenaikan harga pangan dan dampak tarif Amerika Serikat (AS) terhadap sektor otomotif yang krusial.

    Pengumuman untuk maju sebagai salah satu kandidat PM baru Jepang diumumkan Motegi dalam pernyataan kepada wartawan pada Senin (8/9) waktu setempat, atau sehari setelah pengumuman mundur dari Ishiba. Dalam pengumumannya, Ishiba menyebut hasil buruk LDP dalam dua pemilu sebagai alasannya mundur.

    Selama 11 bulan kepemimpinannya yang penuh gejolak, Ishiba kehilangan mayoritas dukungan di kedua majelis parlemen Jepang. Kekalahan itu memberikan pukulan telak bagi LDP yang telah berkuasa hampir tanpa henti sejak tahun 1955 silam.

    Seruan berulang kali agar Ishiba bertanggung jawab atas kekalahan tersebut, menurut laporan, membuat posisinya tidak dapat dipertahankan.

    Usai pengunduran diri Ishiba, Partai Demokrat Liberal (LDP) yang sejak lama dominan dalam pemerintahan Jepang akan memilih ketua barunya, dilaporkan pada awal Oktober mendatang.

    “Kita harus memajukan Jepang, menyelesaikan masalah-masalah sulit di dalam negeri dan luar negeri,” cetus Motegi saat berbicara kepada wartawan, seperti dilansir AFP, Senin (8/9/2025).

    “Saya telah memutuskan untuk mencalonkan diri,” ucapnya.

    Motegi yang berusia 69 tahun ini, merupakan mantan Sekretaris Jenderal LDP dan mantan Menteri Perdagangan.

    Dengan bahasa Inggris yang fasih, Motegi yang lulusan Harvard ini dijuluki sebagai “Pembisik Trump” — Presiden AS Donald Trump — karena kepiawaiannya dalam mengurusi perundingan dagang AS-Jepang yang sulit.

    Selain Motegi, kandidat lainnya untuk PM baru Jepang adalah Sanae Takaichi, seorang nasionalis garis keras berusia 64 tahun dan mantan drummer heavy metal yang kalah dari Ishiba dalam pemilihan tahun 2024 lalu. Jika terpilih, Takaichi akan menjadi PM wanita pertama di Jepang.

    Menteri Pertanian era Ishiba, Shinjiro Koizumi, yang baru-baru ini ditugaskan menurunkan harga beras, juga bisa mencalonkan diri. Koizumi yang berusia 44 tahun merupakan putra dari mantan PM Jepang Junichiro Koizumi.

    Para calon lainnya termasuk Yoshimasa Hayashi yang merupakan juru bicara pemerintahan Ishiba dan Takayuki Kobayashi yang merupakan mantan Menteri Keamanan Ekonomi.

    Pekan ini, LDP akan membahas kapan dan bagaimana pemilihan ketua baru mereka akan digelar. Namun nantinya ketua baru LDP masih membutuhkan persetujuan dari kedua majelis parlemen Jepang untuk bisa menjadi PM baru negara tersebut.

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/ita)

  • Trump Peringatkan Perusahaan Asing Usai Penggerebekan Pabrik Hyundai

    Trump Peringatkan Perusahaan Asing Usai Penggerebekan Pabrik Hyundai

    Washington DC

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan perusahaan-perusahaan asing untuk mematuhi hukum yang berlaku di AS. Peringatan ini disampaikan setelah otoritas imigrasi AS menahan sekitar 475 orang, yang sebagian besar merupakan pekerja Korea Selatan (Korsel).

    Penahanan tersebut dilakukan saat penggerebekan imigrasi AS pada Kamis (4/9) waktu setempat, terhadap pabrik baterai Hyundai-LG yang sedang dibangun di negara bagian Georgia. Penahanan itu tercatat sebagai operasi tunggal terbesar yang sejauh ini dilaksanakan di bawah kebijakan anti-migran Trump.

    “Harap hormati Hukum Imigrasi negara kita,” tegas Trump dalam pernyataan terbaru via media sosial, seperti dilansir AFP, Senin (8/9/2025).

    “Investasi Anda disambut baik, dan kami mendorong Anda untuk SECARA LEGAL membawa orang-orang Anda yang sangat cerdas… Apa yang kami minta dari Anda adalah Anda mempekerjakan dan melatih para pekerja Amerika,” kata Trump kepada perusahaan-perusahaan asing di AS.

    Rekaman video menunjukkan momen penggerebekan imigrasi itu ketika para pekerja yang ditahan, dalam keadaan tangan diborgol dan dirantai di pergelangan kaki mereka, dinaikkan ke dalam sebuah bus.

    Trump telah berjanji untuk menghidupkan sektor manufaktur AS, sekaligus bersumpah untuk mendeportasi jutaan migran tanpa dokumen sah. Sembari mengingatkan para investor asing untuk mematuhi hukum, Trump tampak mengakui adanya kekurangan keterampilan di kalangan tenaga kerja domestik.

    “ICE (Otoritas Imigrasi dan Bea Cukai AS-red) bertindak benar karena mereka berada di sini secara ilegal,” ucap Trump merujuk pada penggerebekan imigrasi yang berujung penahanan ratusan pekerja Korsel.

    “Namun, kita perlu mencari cara untuk mendatangkan tenaga tambahan agar orang-orang kita dapat dilatih sehingga mereka dapat melakukannya sendiri,” cetusnya.

    Agen khusus yang bertanggung jawab atas Investigasi Keamanan Dalam Negeri di Georgia, Steven Schrank, mengatakan bahwa penggerebekan itu menargetkan “praktik ketenagakerjaan ilegal yang terjadi di lokasi konstruksi seluas 100 acre ini”.

    Pihak LG Energy Solution mengatakan 47 karyawannya ditangkap, terdiri atas 46 warga negara Korsel dan satu warga negara Indonesia (WNI).

    Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Judha Nugraha, sebelumnya mengatakan kepada wartawan bahwa satu WNI berinisial CHT ikut terjaring razia imigrasi di pabrik Hyundai, AS. Dia mengatakan dokumen CHT selama di AS mulai dari rencana business trip, paspor, visa hingga undangan dari perusahaan lengkap.

    LG Energy Solution menambahkan bahwa 250 orang lainnya yang ditangkap diyakini bekerja untuk kontraktornya, dengan sebagian besar merupakan warga negara Korsel.

    Otoritas Korsel mengatakan pada Minggu (7/9) bahwa negosiasi untuk mengamankan pembebasan para pekerja telah selesai dilakukan dan mereka akan segera dibebaskan untuk kemudian diterbangkan pulang.

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/ita)

  • Israel Tegaskan Akui Palestina Kesalahan Besar, Ancam Tindakan Sepihak

    Israel Tegaskan Akui Palestina Kesalahan Besar, Ancam Tindakan Sepihak

    Tel Aviv

    Menteri Luar Negeri (Menlu) Israel Gideon Saar menyebut desakan internasional baru-baru ini untuk mengakui negara Palestina merupakan “kesalahan besar”. Saar memperingatkan bahwa pengakuan semacam itu dapat memicu tindakan sepihak dari Israel.

    Beberapa negara, termasuk Prancis dan Inggris, telah berjanji untuk secara resmi mengakui negara Palestina di sela-sela Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-80 yang dijadwalkan bulan ini.

    Hubungan antara Tel Aviv dan Paris semakin memburuk sejak Presiden Emmanuel Macron mengumumkan rencana negaranya untuk mengakui negara Palestina dan menjadi tuan rumah bersama Arab Saudi untuk konferensi membahas solusi dua negara di PBB pada Juli lalu.

    Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer, bulan lalu, mengatakan Inggris akan mengikuti jejak Prancis dengan mengakui negara Palestina jika Israel gagal menyetujui gencatan senjata dalam perang Gaza.

    Kritikan untuk Prancis dan negara-negara lainnya yang berencana mengakui negara Palestina, seperti dilansir AFP dan Al Arabiya, Senin (8/9/2025), disampaikan oleh Saar dalam konferensi pers gabungan, pada Minggu (7/9), dengan Menlu Denmark Lars Lokee Rasmussen yang berkunjung ke Israel.

    “Negara-negara seperti Prancis dan Inggris yang mendorong apa yang mereka sebut pengakuan, telah melakukan kesalahan besar,” kata Saar dalam pernyataannya.

    Melanjutkan rencana tersebut, menurut Saar, akan “mempersulit tercapainya perdamaian”.

    “Hal itu akan mengganggu stabilitas kawasan. Hal itu juga akan mendorong Israel untuk mengambil keputusan sepihak,” sebutnya.

    Saar tidak menyebutkan lebih lanjut soal “keputusan sepihak” yang mungkin diambil Israel. Namun pernyataannya muncul setelah pemerintah Tel Aviv memberikan persetujuan untuk proyek permukiman baru, termasuk proyek E1 yang kontroversial, di Tepi Barat yang diduduki Israel sejak tahun 1967 silam.

    Proyek E1 yang merupakan proyek besar-besaran ini berlokasi di Yerusalem bagian timur, dan jika direalisasikan, akan membagi wilayah Tepi Barat menjadi dua.

    Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich menyebut proyek E1 akan “mengubur gagasan negara Palestina”. Smotrich yang tinggal di permukiman Yahudi di Tepi Barat, juga menyerukan agar Israel mencaplok sebagian besar wilayah Tepi Barat untuk “menghilangkan gagasan membagi tanah kami yang kecil dan mendirikan negara teroris di pusatnya dari agenda untuk selamanya”.

    Komunitas internasional telah memperingatkan bahwa proyek E1 akan mengancam kelangsungan negara Palestina di masa depan. Pada dasarnya, semua permukiman Israel di wilayah Tepi Barat dianggap ilegal menurut hukum internasional.

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/ita)