Category: Detik.com Internasional

  • Ngerinya Tabrakan Beruntun di Tokyo: Api Berkobar, 57 Mobil Numpuk

    Ngerinya Tabrakan Beruntun di Tokyo: Api Berkobar, 57 Mobil Numpuk

    Ngerinya Tabrakan Beruntun di Tokyo: Api Berkobar, 57 Mobil Numpuk

  • 57 Mobil Lebih Tabrakan di Tol Tokyo, 2 Orang Tewas

    57 Mobil Lebih Tabrakan di Tol Tokyo, 2 Orang Tewas

    Jakarta

    Kecelakaan beruntun melibatkan 57 kendaraan terjadi di utara Tokyo, Jepang. Kecelakaan ini menewaskan dua orang dan melukai 26 orang.

    Dilansir NHK World, Sabtu (27/12/2025), kecelakaan beruntun tersebut terjadi sekitar pukul 19.30, Jumat (26/12) di Jalan Tol Kan-etsu di kota Minakami. Tabrakan itu dipicu dua truk yang saling bertabrakan.

    Lokasi kejadian berada di bagian jalan lurus yang mengikuti sedikit tikungan. Polisi mengatakan 57 kendaraan terlibat dalam kecelakaan tersebut dan lebih dari 10 di antaranya terbakar.

    Api berhasil dipadamkan sekitar tujuh setengah jam kemudian. Dilaporkan juga ada dua kasus penemuan mayat di dalam mobil, salah satunya adalah seorang wanita berusia 77 tahun, dan lima dari 26 korban luka mengalami luka serius.

    Peringatan salju lebat berlaku pada saat itu, dan dilaporkan salju sedang turun. Polisi percaya bahwa jalan yang licin mungkin menjadi faktor penyebab kecelakaan tersebut.

    Pada pukul 11.30 pagi hari ini, jalan tol ditutup di kedua arah antara persimpangan Yukawa di Prefektur Niigata dan Tsukiyono di Prefektur Gunma.

    Truk derek telah mulai mengevakuasi kendaraan yang tidak dapat dikendarai lagi. Pekerjaan ini diperkirakan akan memakan waktu lama untuk diselesaikan, dan masih belum jelas kapan jalan tol akan dibuka kembali.

    Lihat Video: Tabrakan Beruntun 50 Kendaraan di Jepang, 1 Orang Tewas-26 Terluka

    (azh/dhn)

  • Apakah ISIS Bangkit Lagi?

    Apakah ISIS Bangkit Lagi?

    Jakarta

    Amerika Serikat telah melancarkan serangan terhadap para milisi yang terkait dengan kelompok Negara Islam (ISIS) di Nigeria barat laut, pada Kamis 25 Desember 2025.

    Kamp-kamp yang dikelola oleh kelompok tersebut dihantam di dekat perbatasan dengan Niger, kata militer AS. Jumlah korban jiwa belum jelas, tetapi baik pejabat AS maupun Nigeria mengatakan bahwa sejumlah milisi telah tewas.

    Presiden AS, Donald Trump, mengatakan serangan pada Hari Natal itu “mematikan” dan menyebut kelompok tersebut “sampah teroris”. Trump juga mengklaim kelompok milisi itu telah “menargetkan dan membunuh secara kejam, terutama orang-orang Kristen yang tidak bersalah”.

    Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, mengatakan dirinya “bersyukur atas dukungan dan kerja sama pemerintah Nigeria”.

    Pentagon kemudian mengunggah video singkat yang menunjukkan rudal diluncurkan dari sebuah kapal.

    Menteri Luar Negeri Nigeria, Yusuf Maitama Tuggar, mengatakan kepada BBC bahwa serangan itu adalah “operasi gabungan” dan “tidak ada hubungannya dengan agama tertentu”.

    Tuggar mengatakan serangan itu telah direncanakan “untuk beberapa waktu” menggunakan intelijen yang diberikan oleh Nigeria.

    BBCAmerika Serikat melancarkan serangan terhadap para milisi yang terkait dengan kelompok Negara Islam (ISIS) di Nigeria barat laut, pada Kamis 25 Desember 2025.

    Serangan terhadap kelompok yang berafiliasi dengan ISIS di Nigeria berlangsung kurang dari dua pekan setelah penembakan di Pantai Bondi, Australia, pada 14 Desember lalu.

    Dalam kejadian yang menewaskan 15 orang itu, Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, mengklaim para pelakunya tampak dimotivasi oleh “ideologi Negara Islam (ISIS)”. Kepolisian Australia menemukan bendera ISIS serta bom rakitan di dalam kendaraan di tempat kejadian perkara.

    Seorang ayah dan anak telah diidentifikasi sebagai tersangka penyerang. Polisi menembak mati sang ayah, sedangkan sang anak telah didakwa dengan 15 tuduhan pembunuhan.

    ISIS mengomentari serangan itu melalui surat kabar mingguan mereka, al-Naba. Kelompok tersebut menggunakan bahasa yang menunjukkan bahwa mereka mengklaim telah menginspirasi aksi kekerasan melalui pesan daring, tapi tidak secara langsung merencanakannya.

    Anadolu via Getty ImagesBerbagai karangan bunga diletakkan untuk mengenang 15 orang yang tewas akibat penembakan di Pantai Bondi, New South Wales, Australia, pada 14 Desember 2025.

    Serangan di Sydney merupakan pengingat bahwa ISIS belum menyerah untuk mencoba mengatur atau menginspirasi serangan terhadap negara-negara Baratwalau pengaruhnya sangat berkurang sejak 2017, ketika basis “kekhalifahan” mereka di Suriah dan Irak runtuh.

    “Kita tidak bisa berbicara tentang kembalinya sesuatu yang sebenarnya tidak pernah hilang,” kata Mina al-Lami, seorang ahli jihadisme di BBC Monitoring.

    Dia memperingatkan agar masyarakat tidak terburu-buru melabeli serangan-serangan tersebut sebagai operasi ISIS, karena hal itu berisiko memperkuat propaganda kelompok tersebut alih-alih mencerminkan kemampuan mereka sebenarnya.

    Apakah ISIS masih aktif?

    Pada puncak kejayaannya, ISIS menguasai wilayah yang luas di Suriah dan Irak. Kelompok itu menampilkan diri sebagai negara yang berfungsi melalui sistem perpajakan, pendidikan, penegakan hukum agama, dan perawatan kesehatan.

    Namun, teritori mereka diambil alih pada 2019 oleh koalisi pimpinan AS yang terdiri dari lebih dari 70 negara.

    AFP via Getty ImagesISIS kehilangan teritori mereka pada 2019 oleh koalisi pimpinan AS yang terdiri dari lebih dari 70 negara.

    Al-Lami mengatakan daya tarik kelompok tersebut makin melemah karena kehilangan pendirinya, Abu Bakr al-Baghdadi, yang bunuh diri saat serangan AS pada 2019. Sejak itu, tidak satu pun pemimpinnya yang memiliki identitas atau profil publik yang diakui.

    Menurut Dewan Keamanan PBB, saat ini terdapat hingga 3.000 anggota ISIS di Suriah dan Irak.

    Padahal, puluhan ribu petempur asing pernah berbondong-bondong bergabung dengan kelompok tersebut setelah mendeklarasikan pembentukan kekhalifahan pada 2014.

    Al-Lami mengatakan tanda lain dari melemahnya kekuatan ISIS adalah skala serangannya.

    Kelompok tersebut mengklaim bertanggung jawab atas beberapa serangan besar di Suriah, Irak, dan Barat pada pertengahan 2010-an.

    “Sekarang mereka mengandalkan serangan kecil dan cepat,” katanya.

    Adapun serangan di negara-negara Barat sebagian besar “terinspirasi oleh” ISISalih-alih dikoordinasikan secara terpusat.

    Tahun lalu, cabang ISIS di Afghanistanyang dikenal sebagai ISIS di Provinsi Khorasan (ISKP)menjadi berita global setelah dikaitkan dengan serangan mematikan di Iran pada Januari, yang menewaskan hampir 100 orang. Kemudian, serangan di Rusia dua bulan kemudian, yang menewaskan hampir 150 orang tewas.

    Mereka juga dicurigai merencanakan beberapa serangan di Eropa, yang sebagian besar digagalkan.

    Namun, tahun ini, ISKP telah melemah secara signifikan dan kesulitan melakukan serangan bahkan di Afghanistan.

    Sebagian besar serangan yang dilakukan atas nama ISIS kini terjadi di Afrika sub-Sahara.

    Getty ImagesCabang ISIS di Afghanistan (atau yang dikenal sebagai ISIS di Provinsi Khorasan/ISKP) dikaitkan oleh serangan yang menewaskan hampir 150 orang di Krasnogorsk, Rusia, Maret 2024.

    Menurut laporan Indeks Terorisme Global 2025, yang diterbitkan oleh Institut Ekonomi dan Perdamaian, ISIS dan afiliasinya “tetap menjadi organisasi teroris paling mematikan pada 2024, bertanggung jawab atas 1.805 kematian di 22 negara.”

    Al-Lami menambahkan bahwa ISIS telah kehilangan sebagian besar kekuatan propagandanya.

    “Mereka memiliki video propaganda yang canggih dan rumit, dan sekarang mereka benar-benar kesulitan untuk membuat video.”

    Namun, ISIS masih menghasut serangan melalui media daringnya.

    Al-Lami mengatakan bahwa ISIS unik karena punya “pasukan pendukung daring, yang masih muda, mahir media sosial, dan benar-benar membantu mengisi kekosongan yang ditinggalkan kelompok tersebut dalam propagandanya.”

    Mereka aktif di platform seperti Facebook dan Instagram dalam upaya menjangkau kaum muda.

    Analis BBC Monitoring sering menemukan “instruksi langkah demi langkah” tentang cara menggunakan senjata, cara menembak, dan cara menikam seseorang hingga tewas.

    Meskipun al-Lami menduga bahwa beberapa unggahan ini dibuat oleh “anggota jihadis media” berpengalaman, ia memperkirakan bahwa beberapa di antaranya “hanyalah anak muda biasa yang terpengaruh oleh propaganda ISIS dan membantu kelompok tersebut menyebarkan pesannya.”

    Dalam komentarnya setelah serangan Bondi, ISIS mengklaim bahwa “jihad” kini telah “memasuki fase yang lebih sulit dan rumit”, fase yang semakin banyak dimainkan di ranah daring.

    “Strategi menerima perintah melalui dunia digital adalah strategi efektif yang tidak membutuhkan banyak sumber daya dan dapat mengatasi banyak rintangan,” katanya.

    Apakah ISIS berkembang di Afrika dan Asia?

    ISIS kini mencari lokasi alternatif setelah kehilangan dukungan di Timur Tengah.

    Di Asia Selatan, ISIS Provinsi Khorasan atau ISKP, dianggap sebagai salah satu cabang yang paling agresif.

    Berbasis di Afghanistan dan Pakistan utara, PBB memperkirakan bahwa cabang ini memiliki 2.000 anggota dan terus merekrut dari negara-negara Asia Tengah lainnya seperti Tajikistan dan Uzbekistan.

    Sementara itu, ISIS Provinsi Asia Timur ISIS (ISEAP)yang meliputi Asia Tenggara dan sebagian besar terkonsentrasi di Filipina Selatan, sebelumnya bertanggung jawab atas sejumlah serangan mematikan di Filipina dan Indonesia.

    Namun, cabang ini belum mengklaim serangan apa pun tahun ini.

    AFP via Getty ImagesISIS berusaha memperkuat pijakan di Mozambik.

    Para ahli mengatakan bahwa fokus utama ISIS adalah Afrika.

    Adrian Shtuni, seorang ahli keamanan di Pusat Internasional untuk Kontra-Terorisme (ICCT) yang berbasis di Belanda, memperingatkan bahwa “ISIS telah tumbuh secara eksponensial” di benua itu dalam beberapa tahun terakhir.

    “Mereka telah bertumbuh dengan mengeksploitasi celah keamanan di wilayah dengan tata pemerintahan yang lemah, seperti Sahel (wilayah Afrika utara) dan Afrika Barat, di tengah penarikan militer Barat secara paksa dan sukarela, ketidakstabilan regional, dan penurunan pendanaan untuk upaya kontra-terorisme.”

    Menurut PBB, ISIS di Provinsi Afrika Barat (ISWAP), mungkin memiliki 8.000 hingga 12.000 anggota. Al-Lami mengatakan sembilan dari 10 serangan yang dilakukan kelompok tersebut tahun ini terjadi di Afrika Sub-Sahara.

    Dia mengatakan ISIS aktif di Sahel dan Somalia, tempat terjadinya persaingan dengan cabang al-Qaeda yang lebih kuat.

    Namun, menurutnya, kelompok itu paling kuat di Nigeria, Republik Demokratik Kongo (DRC), dan Mozambik.

    Di negara-negara ini, milisi sering menargetkan komunitas Kristen serta pasukan militer.

    Di DRC, katanya, kelompok terafiliasi ISIS, telah mencoba untuk memberlakukan pajak yang harus dibayar oleh non-Muslim di daerah-daerah yang sering mereka serang.

    “ISIS mengatakan bahwa orang Kristen di DRC memiliki tiga pilihan: masuk Islam, membayar pajak kepada ISIS yang dikenal sebagai Jizya, atau dibunuh. Dalam kebanyakan kasus, mereka (para milisi) tidak memberi mereka pilihan. Mereka hanya menyerang desa-desa mereka dan membunuh mereka,” tambahnya.

    AFP via Getty ImagesSerdadu militer Kongo dan pasukan PBB memeriksa lokasi serangan ISIS pada April 2021.

    Al-Lami mengatakan bahwa ISIS dibiarkan beroperasi tanpa banyak pengawasan di Afrika karena kurangnya perhatian media globalsesuatu yang dikeluhkan oleh kelompok itu sendiri.

    “Tahun lalu ISIS merasa frustrasi. Mereka mengatakan melalui pesan resmi, ‘Kami telah membunuh semua orang Kristen di Afrika, dan media Barat rasis. Mereka tidak peduli,’” katanya.

    Namun, meskipun ISIS sangat aktif di Afrika, al-Lami mengatakan bahwa kekuatan mereka “tidak mendekati” kekuatan yang pernah mereka miliki di Suriah dan Irak.

    “Di Afrika, ISIS tidak menguasai wilayah seperti yang pernah mereka lakukan di Timur Tengah. Sebaliknya, mereka mengandalkan tempat persembunyian dan serangan gerilya.”

    Bagaimana selanjutnya?

    AFP via Getty ImagesPakar ragu ISIS bisa kembali meraih kekuatan militer seperti pada 2015.

    Dr. Renad Mansour, seorang peneliti senior di lembaga kajian Chatham House, percaya bahwa ISIS saat ini jauh lebih lemah.

    “Banyak penduduk yang hidup di bawah ISIS menderita,” katanya kepada BBC.

    Dia menambahkan bahwa di tempat-tempat yang warganya menaruh kekecewaan terhadap pemerintah, “tidak ada dorongan atau daya tarik yang sama seperti yang dulu dimiliki ISIS”.

    “Akar-akar itu tidak ada lagi, jadi sulit untuk melihat kekhalifahan bangkit dengan cara itu dalam waktu dekat,” tambahnya.

    Namun, ia juga memperingatkan bahwa ISIS berpotensi berkembang di daerah-daerah terdapat beberapa kelompok bersenjata yang bersaing untuk mendapatkan kekuasaan.

    Pakar keamanan Adrian Shtuni mengatakan risiko terbesar terletak pada bagaimana komunitas internasional menanggapi ancaman ISIS. Ia memperingatkan bahwa “pendekatan reaktif” setelah serangan-serangan besar tidak akan berhasil. Tekanan berkelanjutan dari berbagai negara justru sangat penting.

    “Ledakan perhatian yang terputus-putus tidak cukup untuk melawan musuh yang adaptif seperti ISIS dan taktiknya yang terus berkembang,” katanya, menambahkan bahwa “ISIS berkembang karena pengabaian”.

    (ita/ita)

  • Italia Tangkap 7 Orang yang Galang Dana untuk Hamas

    Italia Tangkap 7 Orang yang Galang Dana untuk Hamas

    Jakarta

    Kepolisian Italia menangkap tujuh orang yang diduga mengumpulkan dana jutaan euro untuk kelompok milisi Palestina, Hamas.

    Polisi juga mengeluarkan perintah penangkapan internasional untuk dua orang lainnya di luar negeri.

    Dilansir kantor berita AFP, Sabtu (27/12/2025), dalam sebuah pernyataan, kepolisian Italia mengatakan bahwa tiga asosiasi, yang secara resmi mendukung warga sipil Palestina, tetapi diduga berfungsi sebagai kedok untuk mendanai Hamas, tengah dalam penyelidikan.

    Kesembilan individu tersebut dituduh telah mendanai sekitar tujuh juta euro (US$8 juta) kepada “asosiasi-asosiasi yang berbasis di Gaza, di wilayah-wilayah Palestina, atau Israel, yang dimiliki, dikendalikan, atau terkait dengan Hamas.”

    Menurut kepolisian Italia, meskipun tujuan resmi ketiga asosiasi tersebut adalah mengumpulkan donasi “untuk tujuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina,” lebih dari 71 persen dana tersebut dialokasikan untuk pembiayaan langsung Hamas atau entitas yang berafiliasi dengan gerakan tersebut.

    Sebagian uang tersebut diberikan kepada “anggota keluarga yang terlibat dalam serangan teroris,” demikian pernyataan kepolisian tersebut.

    Menteri Dalam Negeri Italia Matteo Piantedosi menulis di media sosial X, bahwa operasi tersebut “membongkar perilaku dan aktivitas yang, dengan berpura-pura sebagai inisiatif untuk kepentingan penduduk Palestina, menyembunyikan dukungan dan partisipasi dalam organisasi teroris.”

    (ita/ita)

  • Kelompok Separatis Yaman Tak Gentar Usai Serangan Arab Saudi

    Kelompok Separatis Yaman Tak Gentar Usai Serangan Arab Saudi

    Jakarta

    Kelompok separatis Yaman menyatakan tidak gentar setelah serangan udara Arab Saudi menghantam posisi mereka pada hari Jumat (26/12) waktu setempat. Sebuah eskalasi terbaru sejak kelompok tersebut merebut sebagian wilayah Yaman, bulan lalu.

    Dilansir kantor berita AFP, Sabtu (27/12/2025), separatis yang didukung Uni Emirat Arab tersebut berupaya menghidupkan kembali negara Yaman Selatan yang sebelumnya telah merdeka. Kelompok itu berhasil merebut sejumlah wilayah Yaman dalam beberapa pekan terakhir. Sementara Arab Saudi, pendukung utama pemerintah Yaman, telah memperingatkan mereka untuk mundur.

    Washington, yang menganggap Arab Saudi dan Uni Emirat Arab sebagai sekutu, menyerukan untuk mengendalikan diri.

    Tidak ada laporan tentang korban jiwa dalam serangan udara Saudi di provinsi Hadramawt, yang terjadi di tengah eskalasi dramatis dalam konflik yang telah berlangsung lebih dari satu dekade itu. Konflik itu telah menjerumuskan Yaman ke dalam bencana kemanusiaan.

    Kelompok separatis Dewan Transisi Selatan (STC) tersebut mengatakan serangan itu “tidak akan menghasilkan jalan pemahaman apa pun dan tidak akan menghalangi rakyat Selatan untuk terus bergerak maju menuju pemulihan hak-hak penuh mereka”.

    Setelah serangan udara tersebut, pemerintah Yaman mendesak koalisi pimpinan Saudi untuk mendukung pasukannya di Hadramawt, setelah kelompok separatis merebut sebagian besar wilayah provinsi terbesar di negara itu.

    Pemerintah Yaman meminta koalisi untuk “mengambil semua tindakan militer yang diperlukan untuk melindungi warga sipil Yaman yang tidak bersalah di provinsi Hadramawt dan mendukung angkatan bersenjata” dalam melakukan de-eskalasi.

    Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio berupaya untuk tak memihak antara Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

    “Kami mendesak pengendalian diri dan diplomasi berkelanjutan, dengan tujuan mencapai solusi yang langgeng,” kata Rubio dalam sebuah pernyataan, menambahkan bahwa Washington “berterima kasih atas kepemimpinan diplomatik” dari Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

    Sebelumnya, seorang pejabat pemerintah Yaman di Riyadh mengatakan kepada AFP minggu ini, bahwa kepala dewan kepresidenan Yaman bertemu dengan para duta besar negara-negara Barat dan menteri pertahanan Arab Saudi sambil mengirimkan utusan ke Aden, Yaman untuk membujuk STC agar menarik diri dari provinsi Hadramawt dan Mahra.

    Awal bulan ini, delegasi militer Saudi-Uni Emirat Arab mengunjungi Aden untuk meminta STC mengembalikan kedua provinsi tersebut.

    Jika upaya untuk mengembalikan wilayah tersebut gagal, Arab Saudi telah memberi sinyal kepada pemerintah Yaman bahwa mereka dapat melancarkan serangan udara dan mengerahkan pasukan yang disebut Nation Shield, untuk melakukan serangan darat.

    Halaman 2 dari 2

    (ita/ita)

  • Pria Palestina Tusuk-Tabrak Mati 2 Warga Israel

    Pria Palestina Tusuk-Tabrak Mati 2 Warga Israel

    Jakarta

    Seorang pria Palestina menewaskan dua orang dalam serangan penusukan dan penabrakan di Israel utara. Serangan ini memicu operasi militer Israel terhadap desa pelaku di Tepi Barat yang diduduki.

    Serangan itu terjadi pada hari Jumat (26/12) waktu setempat, sehari setelah seorang tentara cadangan Israel yang berpakaian sipil menabrakkan kendaraannya ke seorang pria Palestina yang sedang salat di pinggir jalan di Tepi Barat.

    “Investigasi awal menunjukkan ini adalah serangan teror beruntun yang dimulai di kota Beit Shean, di mana seorang pejalan kaki ditabrak,” kata polisi Israel dalam sebuah pernyataan, dilansir kantor berita AFP, Sabtu (27/12/2025). Polisi menambahkan bahwa korban adalah seorang pria berusia 68 tahun.

    “Kemudian, seorang wanita muda ditikam… dan tersangka akhirnya terlibat baku tembak di dekat Persimpangan Maonot di Afula setelah intervensi dari seorang warga sipil,” katanya, menambahkan bahwa penyerang dibawa ke rumah sakit.

    Kedua korban meninggal dunia akibat luka-luka dalam serangan tersebut, kata layanan darurat Israel, Magen David Adom dalam sebuah pernyataan. Sementara seorang remaja berusia 16 tahun mengalami luka ringan ketika “ditabrak kendaraan”.

    Militer Israel mengatakan penyerang telah “menyusup ke wilayah Israel beberapa hari yang lalu”.

    Polisi Israel kemudian mengatakan penyerang berusia 34 tahun itu adalah warga Qabatiya dan telah menggunakan kendaraan majikannya untuk menabrak dua orang di Beit Shean, dan kemudian menabrak sebuah kendaraan yang sedang berhenti.

    “Ia kemudian keluar dari mobilnya sambil membawa pisau… dan berhasil mencapai seorang perempuan berusia 18 tahun dan menikamnya berulang kali,” kata pihak kepolisian, menambahkan bahwa majikan pelaku juga telah ditahan.

    Menteri Pertahanan Israel Katz memerintahkan militer Israel untuk “bertindak tegas dan segera terhadap desa Qabatiya, tempat asal pelaku serangan itu.

    Militer kemudian melancarkan operasi di desa tersebut. Para tentara menggeledah rumah pelaku dan mengambil langkah-langkah “dalam persiapan untuk penghancuran kediamannya”, kata militer Israel.

    Kantor berita resmi Palestina, Wafa melaporkan bahwa pasukan Israel telah menahan beberapa pemuda dan memberlakukan jam malam di Qabatiya.

    Halaman 2 dari 2

    (ita/ita)

  • Tentara Israel Tabrak Pria Palestina Lagi Salat di Tepi Barat

    Tentara Israel Tabrak Pria Palestina Lagi Salat di Tepi Barat

    Jakarta

    Seorang tentara cadangan Israel menabrakkan kendaraannya ke seorang pria Palestina, saat ia sedang salat di Tepi Barat yang diduduki.

    “Rekaman yang diterima menunjukkan seorang individu bersenjata menabrak seorang warga Palestina,” kata militer Israel dalam sebuah pernyataan usai kejadian pada Kamis (25/12) waktu setempat tersebut. Militer Israel menambahkan bahwa individu tersebut adalah seorang tentara cadangan dan kedinasan militernya telah dihentikan.

    Tentara cadangan tersebut dinyatakan telah bertindak “dengan pelanggaran berat terhadap wewenangnya dan senjatanya telah disita”, kata militer Israel, dilansir kantor berita Reuters, Sabtu (27/12/2025).

    Media Israel melaporkan bahwa ia kini dikenai tahanan rumah.

    Dilaporkan bahwa pria Palestina yang menjadi korban aksi tentara cadangan Israel tersebut telah pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan setelah serangan itu. Dia tidak mengalami luka serius dan sekarang telah berada di rumah.

    Video yang ditayangkan di TV Palestina dan diverifikasi oleh Reuters menunjukkan seorang pria berpakaian sipil dengan senjata api tersampir di bahunya, mengendarai kendaraan off-road dan menabrak seorang pria yang sedang salat di pinggir jalan.

    Lihat Video Tentara Israel Lindas Warga Palestina yang Sedang Salat di Tepi Barat

    (ita/ita)

  • Thailand-Kamboja Sepakat Gencatan Senjata!

    Thailand-Kamboja Sepakat Gencatan Senjata!

    Jakarta

    Thailand dan Kamboja sepakat untuk gencatan senjata “segera”. Demikian pernyataan bersama kedua negara pada hari Sabtu (27/12), yang berjanji untuk mengakhiri bentrokan perbatasan yang mematikan selama berminggu-minggu.

    Setidaknya 47 orang tewas dan lebih dari satu juta orang mengungsi dalam tiga minggu pertempuran dengan senjata artileri, tank, drone, dan jet tempur.

    Konflik telah menyebar ke hampir setiap provinsi perbatasan di kedua sisi, menggagalkan gencatan senjata sebelumnya yang diklaim oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

    “Kedua belah pihak sepakat untuk segera melakukan gencatan senjata setelah penandatanganan Pernyataan Bersama ini, berlaku mulai pukul 12.00 siang (waktu setempat) pada tanggal 27 Desember 2025,” demikian bunyi pernyataan yang ditandatangani oleh menteri pertahanan kedua negara, dilansir kantor berita AFP, Sabtu (27/12/2025).

    Gencatan senjata ini berlaku untuk “semua jenis senjata, termasuk serangan terhadap warga sipil, objek dan infrastruktur sipil, dan sasaran militer kedua belah pihak, dalam semua kasus dan semua wilayah,” lanjut pernyataan tersebut.

    Kedua belah pihak sepakat untuk membekukan semua pergerakan pasukan dan mengizinkan warga sipil yang tinggal di daerah perbatasan untuk kembali ke rumah sesegera mungkin, imbuh pernyataan itu.

    Gencatan senjata ini terjadi setelah tiga hari pembicaraan perbatasan yang diumumkan menyusul pertemuan para menteri luar negeri dari Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), yang anggotanya meliputi Kamboja dan Thailand.

    Amerika Serikat, China dan Malaysia juga telah mendesak kedua negara tetangga tersebut untuk menghentikan pertempuran.

    (ita/ita)

  • China Sanksi 20 Perusahaan AS Gegara Penjualan Senjata ke Taiwan

    China Sanksi 20 Perusahaan AS Gegara Penjualan Senjata ke Taiwan

    Jakarta

    Pemerintah China telah mengumumkan sanksi baru terhadap 20 perusahaan pertahanan Amerika Serikat, termasuk cabang raksasa Boeing. Sanksi-sanksi baru ini dijatuhkan terkait penjualan senjata terbaru Washington ke Taiwan, pulau yang diklaim oleh Beijing.

    Amerika Serikat telah lama menjadi pemasok senjata terbesar Taiwan, meskipun China memandang pulau demokratis itu sebagai bagian dari wilayahnya, dan menolak untuk mengesampingkan penggunaan kekuatan militer untuk menguasainya.

    Taipei mengatakan bulan ini, bahwa Washington telah menyetujui penjualan alat-alat pertahanan senilai US$11 miliar, yang akan menjadi salah satu paket senjata terbesar untuk pulau itu.

    Pemerintah China mengecam keras kesepakatan itu dan mengumumkan sanksi baru pada hari Jumat (26/12) terhadap cabang manufaktur pertahanan Boeing di St. Louis, AS, raksasa kedirgantaraan Northrop Grumman, dan lainnya.

    Dilansir kantor berita AFP, Sabtu (27/12/2025), perusahaan-perusahaan tersebut tampaknya memiliki sedikit atau tidak ada bisnis di China, dan beberapa di antaranya telah dikenai sanksi sebelumnya oleh Beijing.

    Entitas-entitas China akan dilarang bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan tersebut, dan aset mereka di negara itu akan dibekukan.

    Pemerintah China juga menjatuhkan sanksi kepada 10 eksekutif industri, melarang mereka memasuki negara itu, termasuk Hong Kong dan Makau.

    (ita/ita)

  • AS Ogah Ikuti Israel Akui Somaliland

    AS Ogah Ikuti Israel Akui Somaliland

    Jakarta

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pemerintahnya tak akan mengakui kedaulatan Somaliland.

    Hal ini disampaikannya dalam sebuah wawancara dengan New York Post yang diterbitkan hari Jumat (26/12) waktu setempat, setelah Perdana Menteri Israel dan sekutu utama Trump, Benjamin Netanyahu, mengatakan Israel akan menjadi negara pertama yang mengakui Somaliland.

    “Tidak,” kata presiden ketika ditanya oleh New York Post tentang pengakuan AS terhadap Somaliland. Dia menambahkan: “Apakah ada yang benar-benar tahu apa itu Somaliland?” tanya Trump, dilansir kantor berita AFP, Sabtu (27/12/2025).

    Israel secara resmi telah mengakui Somaliland sebagai negara merdeka dan berdaulat serta menandatangani perjanjian untuk menjalin hubungan diplomatik. Pengakuan ini ini disambut oleh Somaliland sebagai pengakuan resmi pertama dalam sejarahnya.

    Dilansir AFP, Sabtu (27/12/2025), Somaliland memproklamasikan kemerdekaan dari Somalia pada 1991 dan sejak itu mendorong pengakuan internasional. Presiden Somaliland Abdirahman Mohamed Abdullahi menjadikan pengakuan internasional sebagai prioritas sejak menjabat tahun lalu.

    Netanyahu mengumumkan pengakuan resmi tersebut. Pengumuman itu menjadikan Israel sebagai negara pertama yang melakukan pengakuan tersebut.

    “Israel kini menjadi negara pertama yang mengakui Republik Somaliland sebagai negara merdeka dan berdaulat,” kata kantor Netanyahu.

    “Pengumuman ini sejalan dengan semangat Perjanjian Abraham,” tambahnya, merujuk pada perjanjian antara Israel dan negara-negara Arab yang difasilitasi oleh Presiden AS Donald Trump.

    Abdullahi menyambut langkah ini. Dia menyebutnya sebagai awal kemitraan strategis.

    “Ini momen bersejarah… kami menyambut pengakuan Perdana Menteri Israel terhadap Republik Somaliland dan menegaskan kesiapan Somaliland bergabung dengan Abraham Accords,” tulis Abdullahi di media sosial X.

    Kantor Netanyahu juga merilis video percakapan telepon dengan Abdullahi. Netanyahu menyatakan pengakuan resmi Israel saat itu juga, dan menambahkan hubungan baru ini akan membuka peluang ekonomi.

    “Saya ingin Anda tahu bahwa saya sedang menandatangani pengakuan resmi Israel terhadap Somaliland saat kita berbicara sekarang,” kata Netanyahu kepada Abdullahi.

    “Saya sangat, sangat senang dan bangga pada hari ini, dan saya ingin mendoakan Anda dan rakyat Somaliland yang terbaik,” ujarnya.

    Halaman 2 dari 2

    (ita/ita)