Category: Detik.com Internasional

  • Filipina vs China di Laut China Selatan, 1 Awak Luka Kena Meriam Air

    Filipina vs China di Laut China Selatan, 1 Awak Luka Kena Meriam Air

    Manila

    Kapal-kapal Filipina dan China terlibat insiden terbaru di perairan Laut China Selatan yang menjadi sengketa. Filipina melaporkan satu awaknya luka-luka pada Selasa (16/9) akibat serangan meriam air yang dilancarkan oleh kapal Penjaga Pantai China di dekat beting yang disengketakan di perairan strategis tersebut.

    Beijing menuduh kapal Manila secara sengaja telah menabrak kapalnya dalam insiden terbaru di perairan Laut China Selatan.

    Insiden ini merupakan yang terbaru dari serangkaian konfrontasi antara Filipina dan China di jalur perairan krusial tersebut, yang hampir seluruhnya diklaim oleh Beijing, meskipun ada putusan internasional yang menyatakan bahwa klaim China itu tidak memiliki dasar hukum.

    Juru bicara Penjaga Pantai Filipina Komodor Jay Tarriela, seperti dilansir AFP, Rabu (17/9/2025), mengatakan bahwa dua kapal China menggunakan meriam air saat mengejar kapal biro perikanan Filipina, BRP Datu Gumbay Piang, yang sedang mengirimkan ransum kepada nelayan-nelayan Filipina di dekat Scarborough Shoal.

    Scarborough Shoal yang dikuasai China kerap menjadi titik rawan konflik antara kedua negara.

    Otoritas Penjaga Pantai Filipina melaporkan bahwa serangan meriam air oleh kapal Penjaga Pantai China itu telah memecahkan kaca jendela di bagian anjungan kapal tersebut.

    “Tindakan agresif ini berlangsung selama sekitar 29 menit, mengakibatkan kerusakan signifikan, termasuk pecahan kaca dari jenderal di bagian belakang anjungan,” sebut Tarriela dalam pernyataannya, sembari menambahkan bahwa kerusakan juga terjadi pada “partisi kabin kapten” pada kapal Fiipina tersebut.

    Dituturkan Tarriela bahwa seorang awak dari kapal Filipina itu “mengalami luka-luka akibat pecahan kaca yang disebabkan oleh meriam air”. Sebuah gambar yang dirilis oleh Penjaga Pantai Filipina menunjukkan seorang pria dengan luka-luka pada bagian telinganya.

    Dalam pernyataan terpisah yang dirilis pada Selasa (16/9) malam, Penjaga Pantai China menuduh kapal Filipina telah “secara sengaja menabrak” kapalnya.

    Diklaim oleh Penjaga Pantai China bahwa kapal-kapal Beijing telah “mengambil tindakan pengendalian” terhadap beberapa kapal yang “bersikeras menginvasi perairan teritorial China di Huangyan Dao” — nama yang digunakan China untuk menyebut Scarborough Shoal.

    Sebuah video yang menyertai pernyataan tersebut menunjukkan sebuah kapal Filipina, yang terjebak di antara dua kapal Penjaga Pantai China, melakukan kontak dengan salah satu kapal China setelah terkena meriam air.

    Tariella dalam pernyataannya menyebut kapal Filipina tersebut kemudian berlayar ke “posisi yang lebih aman” menjauhi dari area Scarborough Shoal setelah insiden terjadi, yang juga disebut menyebabkan korsleting di atas kapal.

    Insiden terbaru ini terjadi setelah bulan lalu, sebuah kapal Angkatan Laut China bertabrakan dengan salah satu kapal Penjaga Pantai dari negaranya sendiri saat mengejar sebuah kapal patroli Filipina di dekat Scarborough Shoal.

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/idh)

  • Makin Panas! Israel Bombardir Pelabuhan Yaman yang Dikuasai Houthi

    Makin Panas! Israel Bombardir Pelabuhan Yaman yang Dikuasai Houthi

    Sanaa

    Militer Israel menyerang pelabuhan Hodeida yang dikuasai kelompok Houthi di Yaman pada Selasa (16/9) waktu setempat. Tel Aviv mengklaim serangannya menargetkan infrastruktur yang digunakan oleh kelompok yang didukung Iran tersebut.

    Laporan Al-Masirah TV yang dikelola oleh Houthi, seperti dilansir AFP, Rabu (17/9/2025), menyebut belasan serangan melanda area pelabuhan tersebut.

    “Sebanyak 12 serangan udara musuh Israel menargetkan pelabuhan Hodeida,” sebut Al-Masirah TV dalam laporannya.

    Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, dalam pernyataan terpisah menyebut pertahanan udara kelompoknya menghadapi “pesawat musuh Israel yang melancarkan agresi terhadap negara kami”.

    Beberapa waktu terakhir, Israel semakin meningkatkan serangan terhadap Houthi, dengan salah satu serangannya bulan lalu telah menewaskan Perdana Menteri (PM) Ahmed Ghaleb Nasser Al-Rahawi dari pemerintahan Houthi dan hampir separuh kabinetnya.

    Serangan terpisah Tel Aviv pekan lalu, yang disebut menargetkan operasi media Houthi, telah menewaskan puluhan orang.

    Militer Israel merilis peringatan yang mengimbau warga sipil di sekitar Hodeida untuk mengungsi sebelum serangan menghujani area pelabuhan tersebut. Diklaim oleh militer Israel dalam pernyataannya bahwa mereka menyerang “infrastruktur militer milik rezim teroris Houthi” di pelabuhan Hodeida.

    “Beberapa waktu lalu, IDF (Angkatan Bersenjata Israel) menyerang lokasi infrastruktur militer milik rezim teroris Houthi di pelabuhan Hodeida di Yaman,” sebut militer Israel dalam pernyataannya.

    Dalam pernyataannya itu, militer Israel menuduh Houthi menggunakan pelabuhan tersebut “untuk mentransfer senjata yang dipasok oleh rezim Iran, untuk melancarkan serangan terhadap negara Israel dan sekutu-sekutunya”.

    Seorang sopir truk di pelabuhan Hodeida mengatakan kepada AFP bahwa dirinya telah meninggalkan tempat kerjanya setelah peringatan Israel tersebut.

    “Warga-warga sipil lainnya yang bekerja di sana juga telah pergi,” katanya.

    Sementara itu, Menteri Pertahanan (Menhan) Israel, Israel Katz, melontarkan peringatan via media sosial X bahwa Houthi akan “terus menerima pukulan dan membayar harga yang mahal atas setiap upaya menyerang negara Israel”.

    Militer Israel, dalam pernyataan lanjutan, mengatakan pihaknya telah mencegat sebuah rudal yang diluncurkan dari Yaman yang telah memicu sirene serangan udara di area Yerusalem dan di beberapa area lainnya.

    Houthi mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut, dengan mengatakan mereka telah menembakkan sebuah rudal balistik yang menargetkan area Jaffa di dekat Tel Aviv. Saree dalam pernyataannya juga mengklaim bahwa serangan drone dilancarkan ke bandara Ramon di wilayah Israel bagian selatan.

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/idh)

  • Trump Mulai Kunjungan Bersejarah di Inggris, Akan Bertemu Raja Charles

    Trump Mulai Kunjungan Bersejarah di Inggris, Akan Bertemu Raja Charles

    London

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tiba di Inggris pada Selasa (16/9) untuk kunjungan kenegaraan yang bersejarah. Trump menjadi Presiden AS pertama yang diundang untuk dua kunjungan kenegaraan ke Inggris.

    Inggris memberikan sambutan karpet merah kerajaan untuk memikat sang Presiden AS tersebut.

    Trump, seperti dilansir AFP, Rabu (17/9/2025), menjadi Presiden AS yang pertama diundang untuk dua kunjungan kenegaraan, setelah sebelumnya dijamu oleh Ratu Elizabeth II pada akhir masa jabatan pertamanya tahun 2019 lalu — seiring upaya Inggris untuk menjaga hubungan istimewa tersebut tetap terjalin.

    “Banyak hal di sini yang menghangatkan hati saya. Ini tempat yang sangat istimewa,” kata Trump kepada wartawan setelah tiba di London bersama Ibu Negara AS Melania Trump, pada Selasa (16/9) waktu setempat.

    Raja Charles III akan menjamu Trump di Kastil Windsor untuk jamuan mewah dan perjalanan dengan kereta kuda pada Rabu (17/9) waktu setempat, sebelum sang Presiden AS ini bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Keir Starmer di kediamannya di area pedesaan Inggris pada Kamis (18/9) mendatang.

    Sebagai tanda kemegahan dalam sambutan Inggris untuk Trump, barisan kehormatan menyambut Trump dan istrinya saat mereka turun dari pesawat kepresidenan Air Force One di Bandara Stansted di dekat London.

    Trump kemudian mengungkapkan kekagumannya pada sang Raja Inggris.

    “Dia sudah sejak lama menjadi teman saya, dan semua orang menghormatinya, dan mereka mencintainya,” kata Trump saat tiba dengan helikopter di Winfield House, kediaman Duta Besar AS di London, yang menjadi tempatnya bermalam.

    “Besok akan menjadi hari yang sangat penting,” sebutnya.

    Kunjungan Trump ini sebagian besar akan digelar secara tertutup dengan pengamanan ketat.

    Di Kastil Windsor pada Rabu (16/9), Trump akan mendapatkan kesempatan naik kereta kuda seremonial dan menyaksikan pertunjukan udara oleh jet-jet tempur Inggris bersama AS, dalam apa yang disebut para pejabat sebagai pertunjukan militer terbesar untuk kunjungan kenegaraan yang pernah ada.

    Malam harinya, Raja Charles akan menjamu Trump dalam jamuan makan malam kenegaraan yang mewah, di mana keduanya akan menyampaikan pidato.

    Pertemuan dengan PM Starmer akan digelar pada Kamis (17/9) di kediamannya di area pinggiran Chequers, dengan pembicaraan kedua pemimpin akan berfokus pada isu perdagangan dan perang Ukraina juga perang Gaza.

    Kunjungan ini dijadwalkan bertepatan dengan pengumuman beberapa investasi di Inggris — yang terbaru adalah janji Microsoft untuk menggelontorkan dana sebesar US$ 30 miliar selama empat tahun.

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/idh)

  • Penembak Charlie Kirk Sempat Tulis Catatan Rencana Pembunuhan, Ini Isinya

    Penembak Charlie Kirk Sempat Tulis Catatan Rencana Pembunuhan, Ini Isinya

    Jakarta

    Penembak Charlie Kirk, Tyler Robinson, ternyata sempat membuat pesan kepada teman sekamarnya, mengenai rencana pembunuhan aktivis sayap kanan AS itu. Isi catatan yang berisi pengakuan Tyler itu ditemukan di bawah keyboard.

    Dilansir BBC, Rabu (17/9/2025), isi pesan Robinson tersebut terungkap dalam dakwaan yang dibacakan oleh jaksa. Jaksa wilayah Utah, Jeffrey Gray, mengatakan Tyler Robinson (22) meninggalkan sebuah catatan di bawah keyboard agar teman sekamarnya menemukannya.

    Jaksa menyebut teman sekamar tersebut merupakan pasangan terdakwa. Menurut Gray, pesan yang tertulis pada catatan tersebut berbunyi: “Saya memiliki kesempatan untuk membunuh Charlie Kirk, dan saya akan melakukannya.”

    Jaksa juga membagikan pesan teks di antara kedua teman sekamar tersebut, termasuk satu pesan di mana terdakwa diduga mengatakan ia menembak Kirk karena ia “sudah muak dengan kebenciannya”.

    Diketahui Robinson kini ditahan tanpa jaminan di unit khusus di Penjara Wilayah Utah. Ia menjalani sidang pertamanya pada hari Selasa kemarin dengan, hadir secara jarak jauh. Ia didakwa dengan 7 dakwaan.

    Dakwaannya meliputi pembunuhan berat, pelepasan senjata api sebagai tindak pidana, dua dakwaan menghalangi keadilan, dua dakwaan merusak saksi, dan melakukan kejahatan kekerasan di hadapan anak-anak.

    Jaksa juga mengatakan akan menuntut hukuman mati atas penembakan Kirk, yang mengakibatkan kehilangan nyawanya saat ia berbicara di Universitas Utah Valley.

    (yld/zap)

  • Komisi Penyelidik PBB Nyatakan Israel Lakukan Genosida di Gaza

    Komisi Penyelidik PBB Nyatakan Israel Lakukan Genosida di Gaza

    Jenewa

    Komisi Penyelidik PBB menyatakan Israel telah melakukan genosida terhadap warga Palestina di Gaza. Komisi itu menyebut Tel Aviv telah memenuhi empat dari lima kriteria tindakan yang dikategorikan hukum internasional sebagai genosida.

    Keempat kriteria tersebut mencakup membunuh sejumlah anggota sebuah kelompok, menyebabkan penderitaan fisik serta mental secara serius, sengaja menciptakan kondisi yang bisa menghancurkan kelompok tersebut, dan mencegah kelahiran.

    Dalam pertimbangan untuk membuktikan adanya genosida, Komisi Penyelidik PBB turut menyitir pernyataan sejumlah pemimpin Israel dan menjabarkan pola militer yang mereka lakukan di Gaza.

    Kementerian Luar Negeri Israel menyangkal laporan tersebut, menyebutnya “menyimpang dan palsu.”

    Juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel juga menuding tiga pakar dalam komisi itu sebagai “proksi Hamas” dan hanya mengandalkan “kebohongan Hamas yang telah berulang kali dipatahkan.”

    “Berbanding terbalik dengan kebohongan dalam laporan itu, Hamas lah yang justru mencoba melakukan genosida di Israel membunuh 1.200 orang, memerkosa perempuan, membakar keluarga hidup-hidup, dan secara terbuka menyatakan tujuannya membunuh setiap orang Yahudi,” lanjut Kementerian Luar Negeri Israel.

    Militer Israel melancarkan serangan ke Gaza pada 7 Oktober 2023 yang diklaim sebagai respons atas serangan Hamas ke Israel Selatan. Serangan itu menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera 251 orang.

    Kementerian Kesehatan Hamas menyatakan korban akibat serangan Israel ke Gaza sejatinya jauh lebih besar, mencapai setidaknya 64.905 orang.

    Serangan berkepanjangan, menurut Kementerian Kesehatan Hamas, telah membuat mayoritas penduduk Gaza mengungsi; lebih dari 90% rumah rusak atau hancur; dan sistem kebersihan, kesehatan, dan air kolaps.

    Pakar ketahanan pangan PBB juga menyebut Gaza telah mengalami bencana kelaparan.

    Komisi Penyelidik Internasional Independen untuk Wilayah Palestina dibentuk Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB pada 2021 untuk menyelidiki dugaan pelanggaran hukum humaniter internasional dan HAM.

    Komisi ini dipimpin Navi Pillay, mantan Ketua HAM PBB asal Afrika Selatan yang juga sempat memimpin pengadilan internasional soal genosida di Rwanda.

    Apa saja pelanggaran Israel?

    Apa saja tindakan Israel yang dikategorikan Komisi Penyelidik PBB sebagai genosida, seperti termaktub di Konvensi Genosida 1948?

    Membunuh sejumlah anggota sebuah kelompok melalui serangan ke objek-objek yang dilindungi, menargetkan warga sipil, dan tindakan lain yang dilakukan secara sengaja hingga menyebabkan kematian.

    Menyebabkan penderitaan fisik atau mental secara serius melalui serangan langsung ke warga sipil, menyiksa tahanan, memaksa warga mengungsi, dan merusak lingkungan.

    – Menciptakan kondisi hidup yang bisa menghancurkan sebuah kelompok melalui penghancuran infrastruktur vital, penghalangan ke akses kesehatan; memblokade bantuan, air, listrik, dan bahan bakar; melakukan kekerasan reproduksi; serta memukul anak-anak.

    – Mencegah kelahiran, misalnya, dalam serangan Desember 2023 ke klinik fertilitas terbesar di Gaza yang menghancurkan sekitar 4.000 embrio dan 1.000 sampel sperma dan sel telur yang disimpan di fasilitas kesehatan itu.

    Militer Israel memerintahkan evakuasi terhadap ratusan ribu orang Palestina dari Kota Gaza (Reuters)

    Sebuah tindakan dikategorikan genosida jika pelaku memiliki niat khusus untuk menghancurkan sebagian atau keseluruhan kelompok masyarakat.

    Guna memperkuat hal itu, Komisi kemudian menganalisis pernyataan para pemimpin Israel. Komisi itu mendapati bahwa para pemimpin Israel seperti Presiden Isaac Herzog, PM Benjamin Netanyahu, dan mantan Menhan Yoav Gallant telah “menghasut terjadinya genosida”.

    Dalam kesimpulannya, komisi itu juga menyebut “niat genosida adalah satu-satunya kesimpulan yang masuk akal” dari pola dan tindakan otoritas serta militer Israel di Gaza.

    “Sejak 7 Oktober 2023, Perdana Menteri [Benjamin] Netanyahu berjanji bakal melakukan ‘balas dendam besar’ ke ‘semua tempat di mana Hamas bersembunyi, kota terkutuk itu, akan kami jadikan puing’,” kata Pillay ke BBC.

    “Frasa ‘kota terkutuk’ dalam pernyataan yang sama juga menyiratkan bahwa seluruh Gaza dianggap [Netanyahu] bersalah dan dijadikan target balas dendam. Ia juga menyebut warga Palestina harus ‘segera pergi karena kami akan beroperasi dengan keras di mana-mana’.”

    Pillay menambahkan, “Perlu dua tahun buat kami [Komisi Penyelidik] mengumpulkan semua bukti dan memastikan faktanya Dan Konvensi Genosida baru bisa dipakai kalau tindakan-tindakan itu memang dilakukan dengan niat tersebut.”

    Ia menyebut, tindakan para pemimpin politik dan militer Israel dapat “dihubungkan langsung ke negara Israel”,

    Dengan demikian, terang Komisi Penyelidik PBB, Israel “bertanggung jawab atas kegagalan mencegah genosida, melakukan genosida, dan gagal menghukum pelakunya.”

    Lebih lanjut, komisi itu juga memperingatkan negara lain untuk “mencegah dan menghukum kejahatan genosida” dengan segala cara yang ada. Kalau tidak, terang Komisi, negara-negara itu bisa dianggap ikut terlibat.

    “Kami belum sejauh itu untuk menyebut pihak mana yang ikut bersekongkol atau terlibat genosida. Namun, itu bagian dari kerja kami yang masih berjalan. Nanti akan sampai ke sana,” kata Pillay.

    Tudingan genosida terhadap Israel seperti disampaikan Komisi Penyelidik PBB bukan yang pertama. Sebelumnya, sejumlah organisasi HAM internasional, pakar independen PBB, serta akademisi juga menuding Israel telah melakukan genosida di Gaza.

    Mahkamah Internasional (ICJ) juga sedang menggelar sidang kasus yang diajukan Afrika Selatan, menuduh militer Israel melakukan genosida.

    Adapun Israel, seperti pernyataan yang sudah-sudah menyebut kasus itu “sama sekali tidak berdasar” dan dibangun di atas “klaim palsu dan bias”.

    Mereka pun berkeras bahwa operasi militer yang dilakukan hanya ditujukan untuk melumpuhkan Hamas bukan warga Gaza. Mereka juga mengklaim para tentara telah mengikuti hukum internasional dan berusaha meminimalisasi jatuhnya korban sipil.

    (nvc/nvc)

  • Menhan Israel Usai IDF Luncurkan Serangan Darat: Gaza Terbakar!

    Menhan Israel Usai IDF Luncurkan Serangan Darat: Gaza Terbakar!

    Jakarta

    Militer Israel melancarkan serangan darat ke wilayah Gaza. Menteri Pertahanan (Menhan) Israel, Israel Katz, mengatakan kondisi Gaza saat ini terbakar.

    “Gaza terbakar,” tulis Katz di X sebagaimana dilansir Reuters, Rabu (17/9/2025).

    Seorang pejabat pasukan pertahanan Israel (IDF) mengatakan pasukan darat bergerak lebih jauh ke dalam kota utama. Jumlah tentara juga akan terus semakin meningkat dalam beberapa hari.

    IDF menyerang sejumlah infrastruktur di Gaza. Dia juga terus melancarkan serangan dengan harapan warganya yang kini menjadi sandera dibebaskan dan Hamas kalah.

    Dalam melancarkan serangan tersebut, pemerintah Israel menentang para pemimpin Eropa yang mengancam akan menjatuhkan sanksi dan bahkan memperingatkan beberapa komandan militer Israel sendiri yang menyatakan serangan itu bisa menjadi kesalahan yang besar.

    Presiden AS Donald Trump sebelumnya juga menyatakan dia berpihak pada Israel. Trump bahkan mengatakan Hamas akan “bertanggung jawab” jika menggunakan sandera sebagai perisai manusia selama serangan tersebut.

    Sebelumnya diberitakan serangan Israel pada Selasa (16/9) menewaskan setidaknya 91 orang di Gaza. Otoritas kesehatan mengatakan salah satu bom Israel mengenai kendaraan yang membawa orang-orang yang hendak mengamankan diri.

    Kemudian ada 17 bangunan di Gaza hancur. Bangunan yang hancur itu termasuk Masjid Aybaki di lingkungan Tuffah yang menjadi sasaran pesawat tempur Israel.

    Selain bom yang menghujani Gaza, tentara Israel juga terus menghancurkan wilayah Gaza di utara, selatan, dan timur, dengan robot-robot bermuatan bahan peledak.

    (zap/yld)

  • Kerugian Israel Jika Negara Arab dan Muslim Putuskan Hubungan Diplomatik

    Kerugian Israel Jika Negara Arab dan Muslim Putuskan Hubungan Diplomatik

    Jakarta

    Para pemimpin Arab dan Muslim menyerukan untuk meninjau ulang hubungan diplomatik dan ekonomi dengan Israel menyusul serangan mematikan Israel ke Doha, Qatar. Apa dampak bagi Israel bila negara-negara Arab dan Muslim memutus hubungan dengan Israel?

    Pakar hubungan internasional dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Teuku Rezasyah mengatakan ada beberapa dampak yang akan diterima Israel. Menurutnya, Israel akan terkucilkan.

    “Israel akan terkucil di wilayah terdekatnya sendiri, sehingga pengucilan ini dapat secara perlahan meluas keberbagai belahan bumi,” ujar Rezasyah kepada wartawan, Rabu (17/9/2025).

    Selanjutnya, Israel bisa tercitra sebagai negara yang membahayakan dan mengancam perdamaian dunia. Sehingga, Israel perlu dijauhi oleh negara-negara lain.

    Kemudian, pemutusan hubungan diplomatik dan ekonomi diprediksi berimbas ke dunia pariwisata Israel. “Terdapat potensi runtuhnya industri pariwisata Israel, dan membuat warga negara Israel tidak nyaman, dan merasa diri mereka terancam di luar negeri,” kata Rezasyah.

    Lalu, kandasnya hubungan diplomatik dengan negara-negara Arab membuat hubungan perdagangan akan berlangsung lewat pihak ketika. Hal ini dinilai akan membuat harga barang di Israel semakin mahal.

    Harga barang yang serba mahal memicu terjadinya demonstrasi. “(Efek lainnya) Akan banyak perjanjian bilateral yang dibatalkan secara sepihak oleh para mitra Israel,” sambungnya.

    Israel, kata Rezasyah, membutuhkan energi yang luar biasa untuk memulihkan nama baiknya yang dianggap sudah tercemar terutama soal hak asasi manusia. Tentu hal-hal ini dinilai akan membuat Israel semakin tertekan.

    “Akan bermunculan negara dan kelompok yang mengkritik dan menekan negara-negara yang memberikan status dwi-kenegaraan pada penduduk Israel,” ujar Rezasyah.

    Sebelumnya, para pemimpin Arab dan Muslim menyerukan untuk meninjau ulang hubungan dengan Israel. Hal itu diutarakan dalam pertemuan darurat oleh Liga Arab dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang digelar di Doha pada Senin (15/9) waktu setempat.

    Pertemuan gabungan yang mempertemukan hampir 60 negara itu, berupaya mengambil tindakan tegas setelah Israel melancarkan serangan mengejutkan di Doha, yang diklaim menargetkan pemimpin senior Hamas, saat perundingan gencatan senjata berproses.

    Pernyataan bersama yang dihasilkan pertemuan itu mendesak “semua negara untuk mengambil semua langkah hukum dan efektif yang memungkinkan untuk mencegah Israel melanjutkan tindakannya terhadap rakyat Palestina”, termasuk “meninjau kembali hubungan diplomatik dan ekonomi dengan negara tersebut, dan memulai proses hukum terhadapnya”.

    Simak Video ‘Israel Lancarkan Serangan Darat-Udara ke Gaza, Ini Respons PBB’:

    Halaman 2 dari 3

    (isa/eva)

  • Israel Serang Gaza: 91 Orang Tewas dan 17 Bangunan Hancur Termasuk Masjid

    Israel Serang Gaza: 91 Orang Tewas dan 17 Bangunan Hancur Termasuk Masjid

    Jakarta

    Tentara Israel terus menggempur wilayah Kota Gaza secara brutal. Serangan itu membuat ribuan warga Gaza mengungsi ke beberapa titik.

    Dilansir Aljazeera, Rabu (17/9/2025), serangan Israel pada Selasa (16/9) menewaskan setidaknya 91 orang di Gaza. Otoritas kesehatan mengatakan salah satu bom Israel mengenai kendaraan yang membawa orang-orang yang hendak mengamankan diri.

    Kemudian ada 17 bangunan di Gaza hancur. Bangunan yang hancur itu termasuk Masjid Aybaki di lingkungan Tuffah yang menjadi sasaran pesawat tempur Israel.

    Selain bom yang menghujani Gaza, tentara Israel juga terus menghancurkan wilayah Gaza di utara, selatan, dan timur, dengan robot-robot bermuatan bahan peledak.

    Pada masa awal Israel berjanji akan menggempur Gaza habis-habisan, banyak warga Gaza yang berjanji untuk tetap tinggal di sana. Namun, militer Israel mempercepat rencana pengambilalihan Gaza itu dengan membombardir Gaza sehingga gedung-gedung tinggi, rumah warga, dan infrastruktur hancur. Bahkan, warga yang ingin menyelamatkan diri ke zona aman juga ikut diserang.

    Israel Berjanji Serang Gaza

    Sebelumnya, PM Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pasukan Israel sedang bersiap melancarkan serangan terbaru di Gaza. Mereka bersiap untuk menduduki Kota Gaza.

    “Dalam dua hari kami telah merobohkan 50 menara teror, dan ini hanyalah tahap awal dari manuver darat yang intensif di Kota Gaza. Saya katakan kepada penduduk: kalian telah diperingatkan, pergi sekarang!” kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan video dilansir AFP, Selasa (9/9).

    Menteri Pertahanan (Menhan) Israel, Israel Katz, sebelumnya juga mengatakan bahwa “badai dahsyat akan menghantam langit Kota Gaza dan atap-atap menara teror” jika Hamas tidak menyerah, tidak membebaskan sandera dan tidak meletakkan senjata mereka.

    “IDF (Angkatan Bersenjata Israel-red) melanjutkan operasi sesuai rencana — dan sedang bersiap untuk memperluas manuver guna mengalahkan Gaza secara telak,” tegas sang Menhan Israel.

    Lihat Video ‘Israel Tak Terima Disebut Lakukan Genosida dalam Penyelidikan PBB’:

    Halaman 2 dari 2

    (zap/yld)

  • Penembak Charlie Kirk Sempat Tulis Catatan Rencana Pembunuhan, Ini Isinya

    Pembunuh Charlie Kirk Terancam Hukuman Mati

    Jakarta

    Pembunuh Charlie Kirk, Tyler Robinson, didakwa dengan tujuh dakwaan sekaligus. Jaksa mengatakan akan menuntut hukuman mati kepada Tyler.

    Dilansir Reuters, Rabu (17/9/2025), jaksa wilayah Utah, Jeffrey Gray, mengatakan pihaknya telah mengajukan tujuh dakwaan terhadap Robinson. Salah satu dakwaannya yakni pembunuhan berat, menghalangi keadilan karena menghilangkan barang bukti, hingga manipulasi saksi, karena Robinson meminta teman sekamarnya menghapus pesan teks terkait dirinya.

    Gray mengatakan ia telah membuat keputusan untuk menjatuhkan tuntutan hukuman mati. Diketahui, sejumlah politikus bahkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump juga menyerukan hukuman mati dalam kasus ini.

    Sidang perdana Robinson digelar pada Selasa (17/9) sore waktu setempat. Saat mengikuti sidang Robinson terlihat duduk tanpa ekspresi tetapi terlihat sedang mendengarkan pembacaan dakwaan secara seksama.

    Robinson hanya diam selama persidangan. Dia hanya satu kali mengeluarkan suara ketika diminta menyebut namanya.

    Pada sidang perdana, Robinson belum didampingi pengacara. Hakim Pengadilan Distrik Utah, Tony Graf, mengatakan dia akan menunjuk seorang pengacara untuk membela pelaku penembakan influencer konservatif Amerika Serikat (AS) itu sebelum sidang berikutnya yang dijadwalkan pada Senin (29/9) mendatang.

    Simak Video ‘Jaksa Akan Tuntut Hukuman Mati untuk Pembunuh Charlie Kirk’:

    (zap/yld)

  • Trump Perpanjang Tunda Blokir TikTok di AS hingga Pertengahan Desember

    Trump Perpanjang Tunda Blokir TikTok di AS hingga Pertengahan Desember

    Jakarta

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperpanjang penundaan pemberlakuan larangan terhadap TikTok hingga 16 Desember. Hal itu menandai penundaan keempat dari undang-undang yang dirancang untuk memaksa penjualan aplikasi tersebut dari pemiliknya di China.

    Dilansir kantor berita AFP, Rabu (17/9/2025), pengumuman tersebut, yang dibuat melalui perintah eksekutif, terjadi meskipun Trump mengatakan kepada wartawan sebelumnya bahwa Amerika Serikat dan China telah mencapai kesepakatan mengenai struktur kepemilikan baru untuk bisnis AS dari aplikasi berbagi video yang sangat populer tersebut.

    Perpanjangan ini menyusul penundaan sebelumnya yang dikeluarkan pada bulan Januari, April, dan Juni saat pemerintah menavigasi implikasi hukum dan keamanan nasional yang rumit seputar operasi TikTok di Amerika Serikat.

    Penundaan terbaru ditetapkan berakhir pada hari Rabu, yang akan memungkinkan undang-undang AS yang ditandatangani pada tahun 2024 oleh Presiden saat itu Joe Biden untuk memaksa penutupan TikTok di Amerika Serikat karena kepemilikannya di Tiongkok.

    Undang-undang tersebut dirancang untuk mengatasi masalah keamanan nasional atas perusahaan induk TikTok di Tiongkok, ByteDance, dan potensi hubungannya dengan pemerintah Tiongkok.

    Namun Trump, yang kampanye pemilihannya tahun 2024 sangat bergantung pada media sosial dan mengatakan ia menyukai TikTok, menunda larangan tersebut.

    (whn/whn)