Category: Detik.com Internasional

  • Fakta-fakta WNI Berenang ke Singapura dan Tinggal 11 Bulan Lamanya

    Fakta-fakta WNI Berenang ke Singapura dan Tinggal 11 Bulan Lamanya

    Jakarta

    Seorang warga negara Indonesia (WNI) bernama Jamaludin Taipabu (49) masuk ke Singapura dengan cara berenang setelah melompat dari perahu. Dia berhasil tinggal di negara tersebut hampir satu tahun sebelum akhirnya ditangkap.

    Dari proses persidangan terungkap, Jamaludin masuk secara ilegal karena alasan ekonomi. Dia kemudian divonis penjara dan hukuman cambuk setelah kedapatan hidup di Singapura selama 11 bulan tanpa dokumen resmi.

    Berikut rangkaian fakta kasus tersebut.

    Berenang 90 Menit ke Singapura

    Dilansir Channel News Asia (CNA), Minggu (21/9/2025), perjalanan Jamaludin dimulai pada September tahun lalu. Dia menaiki speedboat dari Batam yang dikapteni oleh seseorang bernama Azwar. Setelah sekitar satu setengah jam perjalanan, Azwar menyuruhnya melompat ke laut ketika mereka sudah berada di perairan Singapura.

    Jamaludin kemudian berenang selama kurang lebih satu jam dengan menggunakan alat pengapung rakitan. Ia berhasil mencapai pantai di Singapura tanpa terdeteksi otoritas setempat. Dari situlah perjalanannya hidup ilegal di negara tersebut dimulai.

    Hidup Selama 11 Bulan

    Setelah masuk, Jamaludin bertahan hidup dengan bekerja serabutan dan menjual rokok selundupan. Dia mengaku melakukan semua itu karena kesulitan keuangan dan tidak mampu mencukupi kebutuhan keluarganya di Indonesia.

    Namun pelariannya tidak berlangsung lama. Pada 12 Agustus 2025, dia ditangkap petugas Otoritas Imigrasi dan Pos Pemeriksaan (ICA) di kawasan Sungei Kadut, sekitar distrik Woodlands. Saat diperiksa, Jamaludin tidak bisa menunjukkan dokumen perjalanan maupun izin tinggal yang sah.

    Divonis Penjara dan Cambuk

    Jamaludin akhirnya dihadapkan ke pengadilan pada 16 September lalu. Dia dijatuhi hukuman penjara enam minggu serta tiga kali cambukan rotan karena melanggar Undang-Undang Imigrasi Singapura.

    Dalam sidang, Jamaludin mengaku bersalah. Dia menyampaikan bahwa keputusannya masuk ke Singapura secara ilegal semata-mata karena ingin mencari nafkah. Ia juga mengaku menyesal dan memohon hukuman yang lebih ringan.

    Otoritas Singapura menegaskan tidak akan memberi kelonggaran terhadap pelanggaran serupa.

    “Berdasarkan ketentuan Undang-Undang Imigrasi, setiap orang yang memasuki Singapura tanpa memiliki izin masuk yang sah yang diberikan kepadanya akan bersalah atas suatu pelanggaran,” bunyi pernyataan mereka.

    Kasus Jamaludin sekaligus menjadi pengingat bahwa pelanggaran imigrasi di Singapura ditindak tegas. Selain hukuman penjara, pelaku juga dapat dikenai cambukan rotan sebagai bagian dari sanksi.

    Halaman 2 dari 2

    (wia/idn)

  • Menteri Israel Geram Usai Inggris-Kanada Akui Negara Palestina

    Menteri Israel Geram Usai Inggris-Kanada Akui Negara Palestina

    Jakarta

    Inggris, Kanada, hingga Australia telah mengumumkan secara resmi pengakuan terhadap keberadaan negara Palestina. Sikap negara-negara barat ini memantik amarah dari para Menteri sayap kanan Israel.

    “Pengakuan oleh Inggris, Kanada, dan Australia atas negara Palestina… membutuhkan tindakan balasan segera: penerapan kedaulatan yang cepat di Yudea dan Samaria dan pembubaran penuh Otoritas Palestina,” kata Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dalam sebuah pernyataan, dilansir AFP, Minggu (21/9/2025).

    Yudea dan Samaria merupakan istilah yang dipakai Israel dalam menamakan wilayah Tepi Barat yang mereka duduki. Ben Gvir mengatakan pihaknya akan mengajukan proposal di sidang kabinet mendatang agar wilayah itu secara resmi disahkan menjadi bagian otoritas pemerintah Israel.

    “Saya bermaksud mengajukan proposal penerapan kedaulatan pada rapat kabinet mendatang,” katanya.

    Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, juga menyerukan aneksasi di Tepi Barat. Dia mendesak Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengambil sikap usai pengakuan resmi dari Inggris cs terhadap negara Palestina.

    “Masa-masa ketika Inggris dan negara-negara lain menentukan masa depan kita sudah berakhir. Mandat telah berakhir, dan satu-satunya respons terhadap langkah anti-Israel ini adalah kedaulatan atas tanah air bersejarah orang-orang Yahudi di Yudea dan Samaria, dan menghapus selamanya kebodohan negara Palestina dari agenda,” kata Smotrich di X.

    “Tuan Perdana Menteri, waktunya sekarang dan ada di tangan Anda,” tulisnya.

    Inggris cs Umumkan Akui Negara Palestina

    Inggris secara resmi mengakui eksistensi negara Palestina. Pengumuman itu disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, hari ini.

    “Hari ini, untuk menghidupkan kembali harapan perdamaian bagi Palestina dan Israel, serta solusi dua negara, Inggris secara resmi mengakui negara Palestina,” kata Starmer dalam sebuah unggahan di X, dilansir AFP, Minggu (21/9/2025).

    Keputusan serupa juga disampaikan oleh Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dan Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong. Keduanya mengumumkan secara resmi Australia mengakui negara Palestina yang merdeka dan berdaulat.

    “Dengan demikian, Australia mengakui aspirasi sah dan lama rakyat Palestina untuk memiliki negara sendiri,” ujar Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dan Menteri Luar Negeri Penny Wong dalam sebuah pernyataan bersama dilansir CNN.

    “Pengakuan Australia atas Palestina merupakan bagian dari “upaya internasional terkoordinasi untuk membangun momentum baru bagi solusi dua negara, dimulai dengan gencatan senjata di Gaza dan pembebasan para sandera yang disandera dalam kekejaman 7 Oktober 2023,” tambah pernyataan tersebut.

    Selain Inggris dan Australia, hari ini Perdana Menteri Kanada Mark Carney juga mengumumkan secara resmi Kanada telah mengakui negara Palestina. Kanada mendorong penyelesaian damai terhadap konflik Israel dan Palestina.

    “Kanada mengakui Negara Palestina dan menawarkan kemitraan kami dalam membangun janji masa depan yang damai bagi Negara Palestina dan Negara Israel,” ujar Perdana Menteri Kanada Mark Carney dalam sebuah unggahan di X, dilansir CNN.

    (ygs/lir)

  • Inggris, Kanada dan Australia Resmi Akui Negara Palestina

    Inggris, Kanada dan Australia Resmi Akui Negara Palestina

    Jakarta

    Inggris secara resmi mengakui eksistensi negara Palestina. Pengumuman itu disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, hari ini.

    “Hari ini, untuk menghidupkan kembali harapan perdamaian bagi Palestina dan Israel, serta solusi dua negara, Inggris secara resmi mengakui negara Palestina,” kata Starmer dalam sebuah unggahan di X, dilansir AFP, Minggu (21/9/2025).

    Keputusan serupa juga disampaikan oleh Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dan Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong. Keduanya mengumumkan secara resmi Australia mengakui negara Palestina yang merdeka dan berdaulat.

    “Dengan demikian, Australia mengakui aspirasi sah dan lama rakyat Palestina untuk memiliki negara sendiri,” ujar Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dan Menteri Luar Negeri Penny Wong dalam sebuah pernyataan bersama dilansir CNN.

    “Pengakuan Australia atas Palestina merupakan bagian dari upaya internasional terkoordinasi untuk membangun momentum baru bagi solusi dua negara, dimulai dengan gencatan senjata di Gaza dan pembebasan para sandera yang disandera dalam kekejaman 7 Oktober 2023,” tambah pernyataan tersebut.

    Selain Inggris dan Australia, hari ini Perdana Menteri Kanada Mark Carney juga mengumumkan secara resmi Kanada telah mengakui negara Palestina. Kanada mendorong penyelesaian damai terhadap konflik Israel dan Palestina.

    “Kanada mengakui Negara Palestina dan menawarkan kemitraan kami dalam membangun janji masa depan yang damai bagi Negara Palestina dan Negara Israel,” ujar Perdana Menteri Kanada Mark Carney dalam sebuah unggahan di X, dilansir CNN.

    Carney telah mengatakan pada bulan Juli bahwa negaranya bermaksud untuk mengakui Negara Palestina di Majelis Umum PBB. Saat itu, rencana tersebut menuai kecaman dari para pejabat Israel, yang menggambarkan keputusan tersebut sebagai “hadiah untuk Hamas.”

    “Otoritas Palestina telah meninggalkan kekerasan, telah mengakui Israel, dan berkomitmen pada solusi dua negara,” ujar seorang pejabat senior pemerintah Kanada kepada CNN sesaat sebelum pengumuman pada hari ini. “Kami mengakui Negara Palestina untuk memberdayakan mereka yang menginginkan koeksistensi damai dan meminggirkan Hamas.”

    Menjelang pernyataan Carney, para pejabat senior Kanada menepis reaksi negatif Israel terhadap keputusan tersebut, dengan mengatakan kepada bahwa pengakuan Palestina “tidak dilakukan untuk mengkonfrontasi atau menghukum Israel.”

    “Upaya komunikasi tulus kami adalah untuk menjelaskan hal ini dan melakukan segala daya upaya kami untuk mencegah suara-suara yang mencoba menjadikan ini gestur konfrontatif untuk menang,” kata seorang pejabat senior Kanada.

    Para pejabat Kanada menambahkan bahwa mereka yakin pengakuan tersebut tetap mempertahankan solusi dua negara meskipun Israel secara terbuka menentang prospek negara Palestina.

    (ygs/lir)

  • Sejumlah Bandara di Eropa Kembali Beroperasi Usai Serangan Siber

    Sejumlah Bandara di Eropa Kembali Beroperasi Usai Serangan Siber

    Brussels

    Sejumlah bandara di Eropa sempat terganggu karena serangan siber yang mempengaruhi sistem check in selama dua hari terakhir. Kini operasional di bandara-bandara tersebut berangsur pulih.

    Dilansir AFP, Minggu (21/9/2025), Bandara London Heathrow menyatakan mereka sedang mengelola arus penumpang sembari mencoba memperbaiki masalah pada perangkat lunak. Bandara Dublin, Irlandia, menyatakan diperkirakan akan beroperasi normal sepanjang hari Minggu.

    “Tim terus mendukung maskapai penerbangan hari ini, saat maskapai menangani gangguan yang sedang berlangsung akibat masalah teknis di seluruh Eropa yang berdampak pada sistem check-in dan boarding,” demikian pernyataan yang diposting di X.

    Bandara Heathrow, Inggris, menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa “sebagian besar penerbangan” tetap beroperasi berkat kerja sama dengan maskapai penerbangan.

    Sementara itu, Bandara Brussels, Belgia, menyatakan hampir hampir seperlima dari jadwal keberangkatan hari Minggu telah dibatalkan.

    Seorang juru bicara bandara Brussels mengatakan 45 dari 257 penerbangan yang berangkat telah dibatalkan. Para penumpang diperkirakan akan mengalami penundaan “antara 30 dan 90 menit”.

    Serangan Siber Ganggu Penerbangan di Bandara Eropa

    Bandara-bandara mulai melaporkan masalah pada software check-in penumpang yang disediakan oleh Collins Aerospace pada hari Jumat.

    Perusahaan tersebut mengatakan pada hari Sabtu bahwa mereka “secara aktif berupaya menyelesaikan masalah tersebut dan memulihkan fungsionalitas penuh bagi pelanggan kami secepat mungkin”.

    Perusahaan teknologi penerbangan ini, yang berspesialisasi dalam layanan pemrosesan digital dan data, merupakan anak perusahaan dari grup kedirgantaraan dan pertahanan Amerika RTX, yang sebelumnya dikenal sebagai Raytheon.

    Serangan siber dan gangguan teknologi telah mengganggu bandara di seluruh dunia dalam beberapa tahun terakhir, dari Jepang hingga Jerman. Hal ini dikarenakan perjalanan udara semakin bergantung pada sistem online yang saling terhubung.

    Sektor penerbangan mengalami peningkatan serangan siber sebesar 600 persen dari tahun 2024 hingga 2025. Data ini menurut laporan perusahaan kedirgantaraan Prancis, Thales, yang dirilis pada bulan Juni.

    Tonton juga Video: Klaim Elon Musk Serangan Siber Terhadap X Berasal dari Ukraina

    (lir/ygs)

  • Warga Filipina Demo Skandal Proyek Fiktif, 17 Orang Ditangkap Imbas Ricuh

    Warga Filipina Demo Skandal Proyek Fiktif, 17 Orang Ditangkap Imbas Ricuh

    Jakarta

    Massa melakukan demonstrasi di Manila, Filipina, terkait skandal yang melibatkan proyek pengendalian banjir fiktif yang diyakini merugikan negara miliaran dolar. Sebanyak 17 orang ditangkap dalam demo yang berujung ricuh tersebut.

    Dilansir AFP dan AP, Minggu (21/9/2025), demo tersebut terkait kemarahan publik atas apa yang disebut proyek infrastruktur ‘hantu’.

    Presiden Ferdinand Marcos mengatakan pada awal pekan lalu, bahwa ia tidak menyalahkan orang-orang yang melakukan protes. Ia juga menyerukan agar demonstrasi tetap damai.

    Berdasarkan laporan, jurnalis AFP menyaksikan sekelompok orang yang sebagian besar pemuda melemparkan batu dan botol ke arah polisi dalam dua insiden terpisah. Mereka juga membakar ban trailer yang digunakan sebagai barikade di dekat jembatan menuju istana presiden.

    Polisi yang bergerak maju di balik tembok perisai menangkap 17 orang yang sebagian besar masih muda dalam bentrokan pertama, kata pihak berwenang setempat.

    Hampir satu jam kemudian, bentrokan kedua terjadi ketika polisi menggunakan meriam air untuk menyerang sekelompok pengunjuk rasa bertopeng lainnya. Seorang jurnalis AFP di lokasi kejadian melihat beberapa polisi mengambil batu dan melemparkannya kembali ke arah para demonstran.

    Belum jelas apakah mereka yang terlibat memiliki hubungan dengan protes terorganisir tersebut.

    Polisi mengatakan dalam sebuah pernyataan setelah melakukan penangkapan bahwa situasi telah “terkendali” tetapi memperingatkan bahwa kekerasan dan vandalisme tidak akan ditoleransi.

    “Kami menghormati hak publik untuk berkumpul secara damai, tetapi kami sangat mengimbau semua orang untuk tetap tenang dan menahan diri dari kekerasan,” kata polisi.

    Puluhan pengunjuk rasa lainnya yang ditangkap polisi kemudian berlari ke jalan lain di dekat istana presiden dan mencoret-coret dinding dan tiang beton dengan grafiti. Beberapa mengibarkan bendera Filipina dan memajang poster bertuliskan slogan antikorupsi. Polisi membalas dengan gas air mata dan melakukan penangkapan lebih banyak lagi.

    Awalnya demo tersebut dimulai di pagi hari. Demo tersebut berlangsung damai di Taman Luneta di ibu kota yang dihadiri hampir 50.000 orang.

    Massa melakukan demonstrasi di Manila, Filipina, terkait skandal yang melibatkan proyek pengendalian banjir fiktif (Photo by Ted ALJIBE / AFP)

    Sementara ribuan orang lainnya bergabung dalam demonstrasi pada sore hari di jalan raya EDSA di ibu kota, titik awal gerakan tahun 1986 yang menggulingkan ayah diktator Marcos.

    “Sangat jarang saya pergi ke demonstrasi, tetapi situasi ini cukup buruk sehingga saya benar-benar didesak untuk mengatakan ‘ini sudah cukup’,” ujar Mitzi Bajet, seorang desainer berusia 30 tahun, kepada AFP di titik demo EDSA.

    (yld/knv)

  • Profil Legislator Belanda yang Diprotes saat Pakai Baju Bendera Palestina

    Profil Legislator Belanda yang Diprotes saat Pakai Baju Bendera Palestina

    Jakarta

    Anggota DPR Belanda, Ester Ouwehand, diprotes hingga diminta berganti pakaian karena memakai blus dengan warna bendera Palestina dalam sidang parlemen Belanda. Momentum tersebut viral di media sosial karena saat Ouwehand diminta mengganti pakaian, tetapi dia melakukannya dengan cara yang cerdik.

    Dirangkum detikcom dari situs DPR Belanda, Minggu (21/9/2025), wanita yang lahir di Katwijk pada 10 Juni 1976 itu tinggal di ‘s-Gravenhage atau Den Haag. Ia telah menjadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat selama total 6.423 hari.

    Ia pernah mengemban pendidikan jurusan Kebijakan, Komunikasi dan Organisasi di Universitas Amsterdam, namun ia belum menyelesaikan studinya tersebut. Ia juga mengemban pendidikan pra-universitas.

    Pada masa mudanya, Ouwehand pernah bekerja sebagai Manajer pemasaran junior untuk majalah remaja, Sanoma Uitgevers. Kini, ia merupakan anggota parlemen dari Partai untuk Hewan (Partij voor de Dieren).

    Anggota DPR Belanda, Ester Ouwehand (Foto: Tangkapan layar dari Ig @estherouwehandpvdd)

    Diketahu, viral peristiwa Ouwehand ‘diusir’ terjadi dalam sidang parlemen Belanda mengenai anggaran nasional. Saat berpidato, Ouwehand yang memakai baju bermotif bendera Palestina membuat anggota parlemen lain hingga pimpinan DPR merasa keberatan.

    “Saya merasa keberatan Anda sekarang berdiri di sini dengan bendera ini,” kata Ketua DPR Belanda Martin Bosma, dilansir Al Jazeera, Sabtu (20/9/2025).

    Ouwehand sempat berdebat dengan Bosma ketika diminta untuk mengganti pakaiannya yang bermotif bendera Palestina.

    “Saya membaca aturan tata tertib dan saya tidak melihat di mana pun yang mengatakan Anda tidak boleh berpidato hari ini dengan mengenakan blus berwarna merah, hijau, putih, dan hitam,” ucapnya.

    Anggota parlemen Belanda lainnya mengatakan bahwa parlemen harus tetap netral dan pernyataan politik apa pun akan merusak netralitas tersebut.

    Di dalam sidang, Ouwehand menegaskan tentang kontribusi dan solidaritasnya untuk Palestina. Menurutnya, penting untuk menjadikan warga Gaza, kelompok rentan yang tidak bisa membela diri mereka sendirian, sebagai pusat saat ini.

    “Kita berdiri di sini dalam solidaritas dengan Palestina. Tetapi yang terpenting adalah bahwa segala sesuatu yang tidak berdaya, dan bahwa kita hanya dapat bergerak maju jika kita berani menempatkan mereka yang paling rentan di pusat,” ujar Ouwehand.

    “Saya akan sangat menghargai jika saya dapat memberikan kontribusi tanpa harus berganti pakaian,” tambahnya.

    “Sekali lagi, saya ingin meminta Anda untuk berganti pakaian lain lalu kembali lagi,” pinta Bosma.

    Kemudian Ouwehand meninggalkan ruang parlemen. Dia berganti baju pakai kemeja merah muda dengan bintik-bintik hitam serta celana hijau. Ouwehand tetap menegaskan posisi serta dukungannya kepada Palestina.

    Pakaian baru yang dikenakan Ouwehand itu merupakan representasi dari semangka, yang menjadi simbol solidaritas terhadap warga Palestina. Semangka menjadi simbol setelah pemerintah Israel melarang pengibaran bendera Palestina selama Perang Enam Hari dengan Mesir, Suriah, dan Yordania pada 1967.

    Halaman 2 dari 2

    (yld/idn)

  • Demo Anti-Imigrasi di Belanda Berujung Rusuh, 30 Orang Ditangkap

    Demo Anti-Imigrasi di Belanda Berujung Rusuh, 30 Orang Ditangkap

    Jakarta

    Ribuan orang mengadakan demonstrasi anti imigrasi di Den Haag pada Sabtu. Demo tersebut berujung rusuh hingga akhirnya 30 orang ditangkap polisi Belanda.

    Dilansir Reuters, Minggu (21/9/2025), polisi Belanda menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan demonstran anti-imigrasi yang rusuh di Den Haag pada Sabtu. Sebanyak 30 orang ditangkap dalam bentrokan tersebut.

    Sebanyak dua petugas polisi terluka dalam insiden itu. Pihak berwenang menyebut tidak menutup kemungkinan ada penangkapan tambahan dalam beberapa hari mendatang sembari meninjau rekaman kamera pengawas.

    Diketahui, ribuan orang bergabung dalam aksi protes yang diorganisir oleh seorang aktivis sayap kanan. Mereka menuntut kebijakan migrasi yang lebih ketat dan tindakan keras terhadap pencari suaka, lebih dari sebulan sebelum pemilihan umum nasional.

    Dalam aksi protes tersebut, kelompok pengunjuk rasa banyak yang mengibarkan bendera Belanda dan bendera yang terkait dengan kelompok sayap kanan. Mereka bentrok dengan polisi, melempar batu dan botol, sebagaimana ditunjukkan oleh rekaman dari stasiun televisi NOS.

    Sebuah mobil polisi dibakar dan sekelompok pengunjuk rasa sempat memblokir jalan raya di dekat lokasi demonstrasi.

    Media lokal melaporkan bahwa para pengunjuk rasa juga memecahkan beberapa jendela di kantor pusat partai kiri-tengah D66, yang dipandang oleh banyak orang di sayap kanan ekstrem sebagai partai yang melayani elit progresif.

    (yld/knv)

  • Serangan Siber Menyasar Sejumlah Bandara di Eropa, Penerbangan Terganggu

    Serangan Siber Menyasar Sejumlah Bandara di Eropa, Penerbangan Terganggu

    Jakarta

    Sejumlah bandara di Eropa, termasuk Bandara Heathrow, London, diserang serangan siber terhadap penyedia sistem check-in dan boarding. Serangan itu mengganggu operasional di beberapa bandara yang menyebabkan penundaan dan pembatalan penerbangan.

    Peristiwa itu terjadi pada Sabtu dan berlanjut hingga Minggu. Otoritas bandara mengatakan permasalahan tersebut berpusat pada perangkat lunak MUSE yang dibuat oleh Collins Aerospace, yang menyediakan sistem untuk beberapa maskapai di bandara-bandara di seluruh dunia.

    “Dampaknya terbatas pada check-in pelanggan secara elektronik dan drop bagasi, dan dapat dikurangi dengan operasi check-in manual,” kata RTX (RTX.N), perusahaan induk Collins Aerospace, dalam pernyataan resminya, dilansir Reuters, Minggu (21/9/2025)

    RTX menambahkan bahwa mereka sedang berupaya memperbaiki masalah ini secepat mungkin. RTX tidak memberikan informasi apa pun tentang siapa yang mungkin berada di balik serangan tersebut.

    Bandara Heathrow mengatakan pihaknya termasuk di antara bandara-bandara yang terdampak. Tercatat Bandara Brussels dan Bandara Berlin juga terdampak.

    Beberapa jam kemudian, Bandara Dublin menyatakan bahwa mereka juga mengalami dampak kecil dari masalah ini, begitu pula Bandara Cork, bandara terbesar kedua di Irlandia setelah Dublin.

    Penerbangan Terganggu

    Di Heathrow, Berlin, dan Brussels, sebanyak 29 keberangkatan dan kedatangan penerbangan telah dibatalkan hingga pukul 11.30 GMT, menurut penyedia data penerbangan Cirium. Secara total, ada 651 keberangkatan dijadwalkan dari Heathrow, 228 dari Brussels, dan 226 dari Berlin pada hari Sabtu.

    Para pejabat di Brussels mengatakan telah terjadi empat pengalihan penerbangan, serta “penundaan pada sebagian besar penerbangan yang berangkat.”

    Bandara Brussels menyatakan telah meminta maskapai untuk membatalkan separuh jadwal keberangkatan penerbangan mereka pada hari Minggu guna menghindari antrean panjang dan pembatalan yang terlambat, menandakan bahwa gangguan akan berlanjut hingga akhir pekan.

    Seorang juru bicara Komisi Eropa mengatakan saat ini tidak ada indikasi “serangan yang meluas atau parah”. Sementara itu penyebab insiden masih dalam penyelidikan.

    (yld/knv)

  • Kronologi WNI Masuk Singapura Ilegal: Naik Speedboat, Berenang hingga Dihukum

    Kronologi WNI Masuk Singapura Ilegal: Naik Speedboat, Berenang hingga Dihukum

    Jakarta

    Seorang WNI, Jamaludin Taipabu (49), nekat berenang ke Singapura hingga akhirnya dihukum penjara dan dicambuk. Pria tersebut berangkat dari Batam dengan perahu sebelum akhirnya melompat dan nekat berenang ke Singapura.

    Diketahui, Jamaludin ditangkap pada bulan lalu, setelah tinggal di Singapura selama sekitar 11 bulan tanpa dokumen resmi. Ia dijatuhi hukuman penjara enam minggu dan tiga kali cambukan rotan pada hari Selasa 16 September lalu.

    Dilansir Channel News Asia (CNA), Minggu (21/9/2025), WNI tersebut menghadapi kesulitan keuangan sehingga memutuskan untuk masuk ke Singapura secara ilegal dan bekerja. Ia masuk ke Singapura pada September tahun lalu.

    Kronologi

    Kasus itu bermula pada sekitar pukul 23.00 pada pertengahan September tahun lalu, Jamaludin bertemu Azwar di sebuah pantai di Batam. Ia menaiki speedboat yang dikapteni Azwar dan ia berjongkok selama sekitar satu setengah jam sementara speedboat tersebut diarahkan menuju Singapura.

    Kemudian, Azwar memberi tahu Jamaludin bahwa mereka berada di perairan Singapura dan menyuruhnya untuk terjun ke laut.

    Jamaludin pun melakukannya dan berenang menuju Singapura menggunakan alat pengapung rakitan. Ia mencapai garis pantai yang tidak diketahui di Singapura sekitar satu jam kemudian dan memasuki negara itu tanpa terdeteksi.

    Di Singapura, Jamaludin bekerja serabutan dan menjual rokok selundupan untuk mencari uang. Ia ditangkap pada 12 Agustus tahun ini di sekitar Sungei Kadut, di sekitar distrik Woodlands.

    Ketika ditangkap oleh petugas dari Otoritas Imigrasi dan Pos Pemeriksaan (ICA), ia tidak dapat menunjukkan bukti apa pun yang menunjukkan bahwa ia tinggal di Singapura secara legal dan tidak memiliki dokumen perjalanan.

    Tidak ada catatan pergerakan yang menunjukkan bahwa Jamaludin telah memasuki Singapura secara legal, tetapi sidik jarinya dapat dilacak ke seseorang yang memiliki namanya.

    Sementara itu, Jamaludin mengaku menyesali perbuatan dan memohon hukuman yang lebih ringan.

    Dalam sebuah pernyataan kepada CNA, otoritas Singapura mengatakan bahwa mereka mengambil sikap tegas terhadap individu yang memasuki Singapura secara ilegal.

    “Berdasarkan ketentuan Undang-Undang Imigrasi, setiap orang yang memasuki Singapura tanpa memiliki izin masuk yang sah yang diberikan kepadanya akan bersalah atas suatu pelanggaran,” tambahnya.

    (yld/knv)

  • WNI Nekat Berenang Masuk Singapura, Berujung Dihukum Cambuk dan Penjara

    WNI Nekat Berenang Masuk Singapura, Berujung Dihukum Cambuk dan Penjara

    Jakarta

    Seorang WNI, Jamaludin Taipabu (49) nekat berenang selama satu jam ke Singapura setelah melompat dari perahu. Ia dihukum penjara 6 minggu dan 3 kali dicambuk akibat masuk ke Singapura tanpa membawa dokumen resmi.

    Dilansir Channel News Asia (CNA), Minggu (21/9/2025), WNI tersebut menghadapi kesulitan keuangan sehingga memutuskan untuk masuk ke Singapura secara ilegal dan bekerja.

    Pada September tahun lalu, Jamaludin naik speedboat dari Batam lalu melompat ke laut. Kemudian setelah melompat dari perahu, ia menggunakan alat pengapung rakitan untuk berenang selama satu jam ke Singapura.

    Jamaludin ditangkap bulan lalu, setelah tinggal di Singapura selama sekitar 11 bulan. Ia dijatuhi hukuman penjara enam minggu dan tiga kali cambukan rotan pada hari Selasa 16 September lalu.

    Ia mengaku bersalah atas tuduhan pelanggaran Undang-Undang Imigrasi karena memasuki Singapura tanpa izin yang sah dan dikeluarkan secara sah.

    Di pengadilan, Jamaludin mengaku masuk ke Singapura secara ilegal untuk mencari nafkah karena ia kesulitan menghidupi keluarganya dengan gajinya di Indonesia.

    Ia meminta bantuan temannya bernama Azwar. Ia setuju membayar Azwar 5 juta rupiah (US$305) untuk memfasilitasi masuknya Jamaludin secara ilegal.

    (yld/knv)