Category: Detik.com Internasional

  • Ricuh Kampanye Politikus di India, 36 Orang Tewas

    Ricuh Kampanye Politikus di India, 36 Orang Tewas

    Jakarta

    Sebuah kampanye politikus di India berujung ricuh. Sebanyak 36 orang dilaporkan meninggal dunia akibat insiden tersebut.

    Kericuhan terjadi dalam sebuah kampanye politikus India bernama Vijay di Tamil Nadu pada Sabtu (27/9). Vijay diketahui merupakan aktor populer di India dan kini beralih sebagai politikus.

    “Saya sangat sedih dan berduka mengetahui bahwa 36 orang, termasuk delapan anak-anak dan 16 perempuan, telah meninggal dunia sejauh ini,” kata politikus India sekaligus Ketua Menteri Tamil Nadu ke-8, M.K. Stalin, dalam sebuah pernyataan yang diunggah di X, dilansir AFP, Minggu (28/9/2025).

    Saat peristiwa berlangsung, Vijay sedang berpidato di hadapan massa yang hadir. Namun, acara itu mendadak ricuh hingga memaksa Vijay menghentikan pidatonya.

    “Saya menyampaikan belasungkawa dan simpati terdalam saya kepada keluarga saudara-saudari terkasih yang kehilangan nyawa mereka di Karur,” kata Vijay di X.

    The Hindustan Times melaporkan bahwa sebagian besar penonton yang ingin melihat sekilas Vijay, menyerbu ke arah barikade panggung, memicu kepanikan.

    “Doa saya bersama keluarga yang telah kehilangan orang yang mereka cintai. Semoga mereka diberi kekuatan di masa sulit ini,” ujarnya dalam sebuah pernyataan di media sosial.

    Insiden kerumunan yang mematikan sering terjadi di acara-acara massal di India, seperti festival keagamaan, karena manajemen yang buruk dan kelalaian keamanan.

    Kepanikan di festival keagamaan Kumbh Mela di India pada bulan Januari tahun ini menewaskan 30 orang dan melukai beberapa lainnya. Pada bulan Juli tahun lalu, 121 orang tewas di negara bagian Uttar Pradesh utara dalam sebuah pertemuan keagamaan Hindu.

    (ygs/ygs)

  • Pidato di PBB, Menlu Rusia Tolak Keras Rencana Israel Caplok Tepi Barat

    Pidato di PBB, Menlu Rusia Tolak Keras Rencana Israel Caplok Tepi Barat

    Jakarta

    Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengkritik rentetan serangan Israel ke negara-negara di Timur Tengah (Timteng). Lavrov menyebut aksi Israel itu seperti ingin sengaja meledakkan wilayah Timteng.

    Hal itu disampaikan Lavrov saat berpidato di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, pada Sabtu (27/9). Dia menyebut serangan Israel ke negara-negara Timteng merupakan tindakan illegal.

    “Penggunaan kekuatan ilegal Israel terhadap Palestina dan tindakan agresif terhadap Iran, Qatar, Yaman, Lebanon, Suriah, dan Irak hari ini mengancam akan meledakkan seluruh Timur Tengah,” kata Lavrov dilansir AFP, Minggu (28/9/2025).

    Lavrov juga mengecam rencana Israel dalam mencaplok wilayah Tepi Barat di Palestina. Dia menyebut aksi itu merupakan upaya dalam mematikan negara Palestina yang merdeka.

    “Tidak ada pembenaran atas rencana aneksasi Tepi Barat. Kita pada dasarnya sedang menghadapi upaya semacam kudeta yang bertujuan mengubur keputusan PBB tentang pembentukan negara Palestina,” kata Lavrov.

    Prancis, Inggris, dan beberapa negara Barat lainnya mengakui negara Palestina selama sepekan terakhir. Mereka menyuarakan kekesalan terhadap perang Israel yang tak henti-hentinya di Gaza.

    Amerika Serikat, pendukung utama Israel, sangat menentang deklarasi kenegaraan tersebut, tetapi Presiden Donald Trump juga telah memberi tahu Netanyahu untuk tidak mencaplok Tepi Barat setelah mitra-mitra Arab AS menyuarakan kekhawatiran.

    Lavrov mencemooh pengakuan Barat atas negara Palestina. Dia menyindir pengakuan tersebut seharusnya telah dikeluarkan sejak lama

    “Dengan menunggu hingga Sidang Umum, mereka mungkin berharap “tidak akan ada apa pun dan tidak seorang pun yang tersisa untuk diakui” sementara Israel melanjutkan serangannya, kata Lavrov.

    Rusia telah mengakui negara Palestina sejak zaman Soviet meskipun Israel juga berusaha mempertahankan hubungan baik dengan Moskow karena pengaruh regionalnya dan komunitas Yahudi yang cukup besar di Rusia.

    Lavrov juga menuduh kekuatan Barat menyabotase diplomasi terhadap Iran melalui penerapan kembali sanksi PBB yang diperkirakan akan terjadi dalam beberapa jam.

    “Penolakan terhadap tawaran Rusia dan Tiongkok untuk memperpanjang batas waktu akhirnya mengungkap kebijakan Barat yang menyabotase upaya mencari solusi konstruktif di Dewan Keamanan PBB, serta keinginannya untuk mendapatkan konsesi sepihak dari Teheran melalui pemerasan dan tekanan,” kata Lavrov.

    (ygs/ygs)

  • Israel Ledakkan Rumah Warga Palestina di Tepi Barat, 5 Bangunan Ikut Hancur

    Israel Ledakkan Rumah Warga Palestina di Tepi Barat, 5 Bangunan Ikut Hancur

    Jakarta

    Pasukan tentara Israel meledakkan sebuah rumah milik warga Palestina di Tepi Barat. Pemilik rumah itu diduga merupakan pelaku serangan penembakan di Yerusalem yang menewaskan enam orang pada dua pekan lalu.

    “Rumah dua lantai milik Muthanna Amro diledakkan saat fajar di kota Al-Qubaybah di Tepi Barat yang diduduki Israel,” kata Wali Kota Nafiz Hamouda dilansir AFP, Sabtu (27/9/2025).

    Rekaman AFP menunjukkan bahan peledak menghancurkan rumah tersebut. Ledakan meninggalkan dua lubang menganga dan tumpukan puing di dalamnya.

    Hamouda mengatakan militer telah memberi tahu warga 10 hari sebelumnya tentang niat mereka untuk menghancurkan properti tersebut.

    “Ledakan itu juga menyebabkan kerusakan signifikan pada empat atau lima rumah di sekitarnya,” kata Hamouda.

    “Beginilah sifat pendudukan. Mereka tidak berhenti pada melukai satu orang, tetapi berusaha untuk melukai sebanyak mungkin warga,” tambahnya.

    Kantor berita resmi Palestina, Wafa, melaporkan bahwa pasukan militer Israel dalam jumlah besar menyerbu kota, mengepung rumah tersebut, dan mengevakuasi penduduk di sekitarnya sebelum meledakkan gedung tersebut.

    Israel, yang telah menduduki Tepi Barat sejak 1967, secara rutin menghancurkan rumah-rumah warga Palestina yang dituduh melakukan serangan terhadap warga Israel.

    Pemerintah berpendapat bahwa pembongkaran ini berfungsi sebagai pencegah, tetapi para kritikus mengecamnya sebagai hukuman kolektif yang membuat keluarga-keluarga kehilangan tempat tinggal.

    Seperti diketahui, Muthanna Amro dan Mohammed Taha telah ditembak mati oleh petugas setelah melakukan penembakan di sebuah halte bus di Yerusalem pada 8 September. Serangan itu menewaskan enam orang.

    Kekerasan di Tepi Barat telah melonjak sejak perang Gaza meletus pada Oktober 2023 menyusul serangan Hamas terhadap Israel. Data Kementerian Kesehatan Gaza menjelaskan pasukan dan pemukim Israel telah menewaskan setidaknya 983 warga Palestina di Tepi Barat, termasuk banyak militant, sejak Oktober 2023.

    Selama periode yang sama, setidaknya 36 warga Israel, termasuk anggota pasukan keamanan, tewas dalam serangan Palestina atau selama operasi militer Israel.

    (ygs/jbr)

  • Terjadi Lagi! Drone Misterius Muncul di Pangkalan Militer Terbesar Denmark

    Terjadi Lagi! Drone Misterius Muncul di Pangkalan Militer Terbesar Denmark

    Kopenhagen

    Sejumlah drone tak teridentifikasi kembali terpantau di malam hari di wilayah Denmark, dengan kali ini terjadi di area pangkalan militer terbesar di negara tersebut. Ini menjadi insiden terbaru dari serangkaian penampakan drone misterius di Denmark beberapa waktu terakhir.

    Perdana Menteri (PM) Mette Frederiksen menyebut penampakan drone tak teridentifikasi, yang sebelumnya terjadi di sejumlah bandara Denmark itu, sebagai “serangan hybrid”. Namun intelijen Kopenhagen sejauh ini belum berhasil mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab di balik penampakan drone tersebut.

    Penampakan drone-drone misterius itu mendorong penutupan beberapa bandara di Denmark sejak Senin (22/9) waktu setempat, ketika drone pertama muncul.

    Kemunculan drone terbaru, seperti dilansir AFP, Sabtu (27/9/2025), terjadi di pangkalan militer Karup di Denmark pada Jumat (26/9) malam.

    “Saya dapat mengonfirmasi bahwa kami mengalami insiden sekitar pukul 20.15 waktu setempat, yang berlangsung selama beberapa jam. Satu hingga dua drone terpantau di luar dan di atas pangkalan udara,” kata petugas jaga pada pangkalan militer tersebut, Simon Skelsjaer, kepada AFP.

    Dia mengatakan bahwa pihak kepolisian tidak bisa menjelaskan dari mana drone itu berasal.

    “Kami tidak menembak jatuh drone itu,” imbuh Skelsjaer dalam pernyataannya.

    Ditambahkan Skelsjaer bahwa pihak kepolisian bekerja sama dengan pihak militer dalam penyelidikan insiden tersebut.

    Pangkalan militer Karup, sebut Skelsjaer, berbagi landasan pacu dengan bandara sipil Midtjylland, yang sempat ditutup sementara. Namun demikian, menurut Skelsjaer, tidak ada penerbangan yang terdampak karena tidak ada penerbangan komersial yang dijadwalkan pada jam tersebut.

    Frederiksen, dalam pernyataan pada Kamis (26/9), mengatakan bahwa “selama beberapa hari terakhir, Denmark telah menjadi korban serangan hybrid” — merujuk pada perang non-konvensional. Dia memperingatkan bahwa penerbangan drone tersebut “dapat berlipat ganda”.

    Para penyelidik Denmark sejauh ini belum berhasil mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab di balik penampakan drone tersebut.

    Namun Frederiksen menekankan: “Ada satu negara utama yang menjadi ancaman bagi keamanan Eropa, yaitu Rusia.”

    Rusia, dalam pernyataan pada Kamis (25/9), menyatakan mereka “menolak secara tegas” segala dugaan keterlibatan mereka dalam insiden-insiden drone di Denmark. Kedutaan Besar Rusia di Kopenhagen menyebutnya sebagai “provokasi”.

    Tonton juga Video: Wujud Drone yang Ditembak Jatuh di Wilayah Polandia

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/idh)

  • Misteri ‘Wanita Busana Merah Jambu’ Tewas di Spanyol Terpecahkan, Siapa Dia?

    Misteri ‘Wanita Busana Merah Jambu’ Tewas di Spanyol Terpecahkan, Siapa Dia?

    Madrid

    Mayat perempuan yang ditemukan di Spanyol lebih dari 20 tahun lalu berhasil diidentifikasi berkat kerja sama interpol lintas negara. Jenazah itu diidentifikasi sebagai Liudmila Zavada, warga negara Rusia yang tewas saat berusia 31 tahun.

    Liudmila adalah orang ketiga yang diidentifikasi melalui investigasi bertajuk Operasi Identifikasi Saya, yang diluncurkan Interpol pada 2023.

    Operasi kepolisian itu bertujuan menemukan nama-nama perempuan yang dibunuh atau meninggal dalam keadaan mencurigakan atau tidak dapat dijelaskan di Eropa.

    Kasus pertama adalah seorang perempuan Inggris yang dibunuh di Belgia. Ia diidentifikasi oleh keluarganya setelah melihat foto tato di tubuhnya dalam sebuah laporan BBC News.

    Sekretaris Jenderal Interpol, Valdecy Urquiza, mengatakan identifikasi terbaru terhadap Luidmila akan memberikan “harapan baru bagi keluarga dan teman-teman orang yang hilang”.

    Interpol mengklaim operasi pencarian ini dapat menjadi “petunjuk baru” bagi para penyelidik.

    “Setelah 20 tahun, seorang perempuan tak dikenal telah mendapatkan kembali identitasnya,” katanya.

    “Tugas kami juga bertujuan memulihkan martabat korban dan memberikan suara bagi mereka yang terdampak oleh tragedi tersebut,” begitu klaim Interpol (Getty Images)

    Jasad Luidmila ditemukan Juli 2005, di tepi jalan di Provinsi Barcelona, Spanyol.

    Saat itu kepolisian menamainya sebagai “perempuan berbusana merah jambu”. Alasannya, saat ditemukan mayat tersebut mengenakan blus pink bermotif bunga, celana pink, dan sepatu pink.

    Polisi setempat menyatakan penyebab kematiannya mencurigakan. Musababnya, bukti menunjukkan jenazah telah dipindahkan dalam 12 jam sebelum ditemukan.

    Meskipun telah dilakukan penyelidikan yang mendalam, identitas wanita tersebut tetap menjadi misteri selama dua dekade.

    Sebuah petunjuk

    Tahun lalu, kasus ini menjadi bagian Operasi Identifikasi Saya. Operasi ini memungkinkan interpol mempublikasikan data seperti sidik jari dari daftar “notifikasi hitam” (kasus-kasus mayat perempuan tak dikenal) kepada kepolisian di seluruh dunia.

    Sebagai bagian dari inisiatif ini, Interpol juga mengirimkan data biometrik tentang kasus-kasus tersebut ke 196 negara anggotanya. Interpol meminta aparat penegak hukum di negara anggota membandingkan informasi tersebut dengan yang tersimpan di basis data nasional mereka.

    Jenazah Luidmila Zavada ditemukan 20 tahun yang lalu di Viladecans, sebuah kota di Provinsi Barcelona, Spanyol (Interpol)

    Dengan cara ini, aparat keamanan juga dapat mencocokkan sampel DNA dari kerabat biologis secara internasional.

    Proses ini dapat dilakukan berkat sampel yang disumbang secara sukarela oleh keluarga orang yang hilang.

    Awal tahun ini, polisi Turki menganalisis sidik jari dalam basis data nasionalnya. Mereka kemudian mengungkap identitas Zavada.

    Verifikasi berlanjut. DNA Luidmila Zavada ditemukan kesesuaian DNA-nya dengan kerabat dekat di Rusia.

    “Kasus-kasus seperti ini menyoroti peran penting yang dimainkan oleh warga negara dan entitas terkait, dalam berkontribusi pada upaya ini,” kata Interpol.

    Meskipun identitas Luidmila telah terungkap, kepolisian masih menyelidiki penyebab kematiannya serta peristiwa yang menyertainya.

    Negara-negara anggota Interpol bekerja sama secara erat untuk memaksimalkan kemampuan analisis mereka (Interpol)

    Perempuan pertama yang diidentifikasi melalui kampanye ini adalah Rita Roberts, perempuan berumur 31 tahun asal Wales.

    Dia dibunuh di Belgia pada 1992. Keluarganya mengaku cemas selama puluhan tahun, tanpa mengetahui apa yang terjadi padanya.

    Mayat wanita Paraguay

    Awal tahun ini, perempuan yang ditemukan tewas di sebuah peternakan pedesaan di Spanyol berhasil diidentifikasi sebagai Ainoha Izaga Ibieta Lima, 33 tahun, asal Paraguay.

    Berdasarkan informasi kerabatnya, Lima pergi ke Spanyol pada 2013. Pada 2019, ia kemudian melaporkan Lima hilang kepada otoritas Paraguay, setelah tak ada kabar berita selama berbulan-bulan.

    Polisi menggambarkan kondisi kematiannya sebagai “tidak dapat dijelaskan”.

    Tujuh tahun telah berlalu sejak kematiannya di provinsi Girona, Spanyol.

    Dia tidak membawa dokumen identitas apa pun. Penduduk di kawasan peternakan serta tetangga lainnya mengaku tidak mengenal identitasnya.

    Polisi menyatakan, dia punya tato bertuliskan “kesuksesan” dalam bahasa Ibrani.

    Lalu, jasadnya dapat diidentifikasi saat pihak berwenang di Paraguay membandingkan sidik jari yang ada dalam database Spanyol dengan database nasional mereka.

    Interpol telah menerbitkan “notifikasi hitam” untuk setiap jasad wanita yang tidak dikenal (Getty Images)

    Interpol masih berusaha mengidentifikasi identitas dari 44 wanita lain yang ditemukan tewas. Kasusnya tersebar di Belanda, Jerman, Belgia, Prancis, Italia, dan Spanyol. Sebagian besar dari mereka adalah korban pembunuhan dan diperkirakan berusia antara 15 hingga 30 tahun.

    Interpol mengatakan, peningkatan migrasi global dan perdagangan manusia telah memicu banyak laporan orang hilang di luar negara asal mereka, yang dapat mempersulit identifikasi jenazah.

    Seorang pejabat agen tersebut mengatakan kepada BBC, perempuan “terkena dampak yang tidak proporsional dari kekerasan berbasis gender, termasuk kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan seksual, dan perdagangan manusia”.

    Rincian setiap kasus telah dipublikasikan di situs web Interpol, bersama dengan foto-foto elemen identifikasi potensial dan rekonstruksi wajah.

    BBC

    (nvc/nvc)

  • Tangkal Ancaman Rusia, Pasukan NATO Pamer Kekuatan di Laut Utara

    Tangkal Ancaman Rusia, Pasukan NATO Pamer Kekuatan di Laut Utara

    Brussels

    Aliansi militer Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) memamerkan kekuatannya dalam latihan gabungan di perairan Laut Utara pekan ini. Latihan gabungan ini digelar saat Rusia diduga menguji kemampuan pertahanan NATO di sisi timur wilayah aliansi tersebut.

    Sejumlah jet tempur F-18 berjajar di atas kapal induk terbesar di dunia, diapit oleh 20 kapal dan sekitar 10.000 personel militer dari 13 negara.

    Beberapa kapal penghancur milik Amerika Serikat (AS) dan kapal-kapal frigate milik Prancis juga Denmark mengawal kapal raksasa USS Gerald R Ford — kapal induk AS yang merupakan kapal induk terbesar di dunia — berlayar di laut lepas sebagai bagian dari latihan gabungan NATO yang diberi nama Neptune Strike 25-3.

    Demikian seperti dilansir AFP, Sabtu (27/9/2025).

    Dalam latihan gabungan tersebut, sejumlah jet tempur siluman F-35 dan jet tempur F-18 mengudara dalam formasi berlian di belakang pesawat E-2 Hawkeye, dalam unjuk kemampuan dan untuk menguji koordinasi mereka di tengah ketegangan tinggi dengan Moskow.

    Sehari sebelum latihan digelar, Kementerian Pertahanan Jerman mengatakan bahwa sebuah pesawat pengintai Rusia mengudara tiga kali di atas kapal frigate Hamburg milik Jerman pada “ketinggian sangat rendah” di Laut Baltik pada 21 September lalu.

    “Kami menganggap perilaku ini tidak profesional dan tidak kooperatif,” kata juru bicara Kementerian Pertahanan Jerman.

    Latihan gabungan NATO ini dimulai pada hari yang sama ketika, beberapa ratus kilometer jauhnya, sebanyak “tiga atau empat drone besar” mengudara di atas Bandara Kopenhagen, Denmark, yang mengganggu lalu lintas udara.

    Perdana Menteri (PM) Denmark Mette Frederiksen menyebutnya sebagai “serangan hybrid”, dan memperingatkan serangan semacam itu dapat meningkat.

    “Kami meyakinkan sekutu-sekutu kami, dan dengan musuh kami atau pihak lainnya… kami membangun pencegahan strategis sebagai sebuah kelompok, sebagai sebuah tim,” ucap Komandan Grup Tempur Kapal Induk 12, Laksamana Muda AS Paul Lanzilotta.

    Prancis berpartisipasi dalam latihan gabungan Neptune Strike dengan kapal frigatenya, Bretagne, yang dapat menjalankan misi antikapal selam dan antipesawat.

    Komandan kapal frigate Prancis tersebut, Kapten Nicolas Simon, menyebut latihan gabungan ini “menyatukan 13 negara NATO di tiga lautan berbeda”.

    “Ini merupakan cara untuk mengintegrasikan seluruh pasukan NATO dan berlatih dalam latihan tingkat tinggi,” sebutnya.

    Dalam latihan gabungan Neptune Strike tersebut, simulasi serangan udara, penyerbuan kapal, dan pendaratan amfibi menjadi beberapa cara para anggota NATO menunjukkan kekuatan dan koordinasi aliansi mereka dalam menghadapi ancaman.

    Lihat juga Video: Rusia Mulai Waswas oleh Ancaman Nyata NATO

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/idh)

  • 12 Negara Dunia Umumkan Dukungan Finansial untuk Otoritas Palestina

    12 Negara Dunia Umumkan Dukungan Finansial untuk Otoritas Palestina

    Madrid

    Sebanyak 12 negara, termasuk Inggris, Prancis, Jepang, Arab Saudi dan Spanyol, mengumumkan koalisi baru untuk mendukung Otoritas Palestina secara finansial. Dukungan ini diberikan saat Otoritas Palestina sedang kekurangan pendanaan karena Israel menahan pendapatan pajak mereka.

    Kementerian Luar Negeri Spanyol dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Sabtu 27/9/2025), menyebut koalisi baru itu bernama “Koalisi Darurat untuk Keberlanjutan Keuangan Otoritas Palestina”.

    “Dibentuk sebagai respons terhadap krisis keuangan yang mendesak dan belum pernah terjadi sebelumnya (yang dihadapi Otoritas Palestina),” sebut Kementerian Luar Negeri Spanyol menjelaskan alasan pembentukan koalisi tersebut.

    Koalisi tersebut, menurut Kementerian Luar Negeri Spanyol, bertujuan untuk menstabilkan keuangan badan yang berbasis di Ramallah tersebut, mempertahankan kemampuannya untuk memerintah, menyediakan layanan-layanan penting, dan menjaga keamanan.

    “Semuanya sangat diperlukan bagi stabilitas regional dan untuk menjaga solusi dua negara,” sebut pernyataan Kementerian Luar Negeri Spanyol itu.

    Pernyataan itu juga menyebutkan “kontribusi keuangan yang signifikan” di masa lalu dan janji “dukungan berkelanjutan” dari koalisi tersebut.

    Koalisi 12 negara itu terdiri atas Inggris, Prancis, Jepang, Arab Saudi, Spanyol, Belgia, Denmark, Islandia, Irlandia, Norwegia, Slovenia, dan Swiss.

    Kantor Perdana Menteri (PM) Palestina Mohammad Mustafa mengatakan bahwa para donatur menjanjikan setidaknya US$ 170 juta (Rp 2,8 triliun) untuk membiayai Otoritas Palestina.

    Saudi, menurut pernyataan Menteri Luar Negeri (Menlu) Pangeran Faisal bin Farhan, akan menyediakan dana sebesar US$ 90 juta (Rp 1,5 triliun.)

    Menyadari ketidakcukupan bantuan jangka pendek, menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Spanyol, negara-negara koalisi itu akan bekerja sama dengan lembaga keuangan dan mitra internasional “untuk memobilisasi sumber daya, mendukung tata kelola, dan reformasi ekonomi yang sedang berlangsung, serta memastikan transparansi dan akuntabilitas penuh”.

    Berdasarkan Protokol Paris tahun 1994, Israel memungut pajak atas nama Otoritas Palestina.

    Usai perang Gaza berkecamuk pada Oktober 2023, Tel Aviv menahan pendapatan pajak Otoritas Palestina, meskipun setelah Otoritas Palestina menyatakan bahwa layanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan memburuk dan kemiskinan melonjak.

    Israel mengatakan bahwa sebagian dana yang ditahan dimaksudkan untuk membayar kembali biaya-biaya seperti listrik yang dijualnya kepada warga Palestina.

    Namun Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich menghentikan semua pembayaran pajak kepada Otoritas Palestina empat bulan lalu. Dia menegaskan akan mengupayakan keruntuhan pemerintah Palestina melalui “pencekikan ekonomi” untuk mencegah pembentukan negara Palestina.

    Pengumuman soal dukungan finansial ini disampaikan beberapa hari setelah sekutu-sekutu tradisional AS, seperti Prancis dan Inggris, mengakui secara resmi negara Palestina di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

    Tonton juga Video: Presiden Kolombia Demo di PBB, Desak Kirim Pasukan Bantu Palestina

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/idh)

  • 50 Orang Tewas Digempur Israel di Gaza Saat Netanyahu Pidato di PBB

    50 Orang Tewas Digempur Israel di Gaza Saat Netanyahu Pidato di PBB

    Gaza City

    Badan pertahanan sipil Jalur Gaza melaporkan sedikitnya 50 orang tewas akibat serangan militer Israel di berbagai wilayah kantong Palestina tersebut sepanjang Jumat (26/9), saat Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu berpidato di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

    Netanyahu, dalam pidatonya di New York, Amerika Serikat (AS), bertekad untuk “menyelesaikan pekerjaan” melawan kelompok Hamas.

    Militer Israel terus melancarkan serangan terhadap Hamas di Kota Gaza, kota terbesar di Jalur Gaza, di mana ratusan ribu orang terpaksa mengungsi dalam beberapa pekan terakhir.

    Badan pertahanan sipil Gaza, pasukan penyelamat yang beroperasi di bawah otoritas Hamas, seperti dilansir AFP, Sabtu (27/9/2025), melaporkan sedikitnya 50 orang tewas di berbagai wilayah Jalur Gaza sejak Jumat (26/9) pagi.

    Sekitar 30 korban tewas di antaranya, menurut badan pertahanan sipil Gaza, tewas akibat serangan di area Kota Gaza.

    Militer Israel, dalam pernyataannya, mengatakan bahwa Angkatan Udara mereka selama sehari terakhir telah “menyerang lebih dari 140 target di seluruh Jalur Gaza, termasuk para teroris, terowongan dan infrastruktur militer”.

    Rekaman video AFP dari kamp pengungsi Al-Shati di dekat Kota Gaza menunjukkan kerusakan parah pada bangunan-bangunan setempat usai serangan udara menghantam area tersebut.

    Netanyahu, dalam pidatonya di Sidang Umum PBB pada Jumat (26/9), mengatakan bahwa militer Israel telah “menghancurkan sebagian besar mesin teror” Hamas dan berupaya menyelesaikan pekerjaan “secepat mungkin”.

    Dalam pidatonya, yang diklaim disiarkan via pengeras suara di Jalur Gaza dan melalui livestreaming pada ponsel warga Gaza, Netanyahu menyerukan kepada Hamas untuk segera membebaskan semua sandera yang masih mereka tahan.

    “Jika Hamas menyetujui tuntutan kita, perang bisa berakhir sekarang juga,” ucapnya.

    Hamas, dalam tanggapannya, mengatakan bahwa “jika dia benar-benar peduli terhadap para sandera, dia akan mengakhiri pengeboman brutal, pembantaian, dan penghancuran Gaza, tetapi sebaliknya, dia berbohong dan terus membahayakan nyawa mereka”.

    Lihat juga Video: Kekecewaan Warga Gaza soal Netanyahu akan Lanjutkan Perang

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/idh)

  • Pidato di PBB Disiarkan ke Gaza, Netanyahu Sampaikan Hal Ini untuk Hamas

    Pidato di PBB Disiarkan ke Gaza, Netanyahu Sampaikan Hal Ini untuk Hamas

    New York

    Dalam pidatonya yang disiarkan menggunakan pengeras suara ke wilayah Jalur Gaza, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pesan terbaru untuk kelompok Hamas. Apa pesan tersebut?

    Pidato Netanyahu, seperti dilansir The Times of Israel, Sabtu (27/9/2025), sebagian besar mengkritik negara-negara Barat yang baru saja mengakui negara Palestina. Dia juga menyebut Otoritas Palestina, yang dipimpin Presiden Mahmoud Abbas, sebagai otoritas yang “korup sampai ke akar-akarnya”.

    Netanyahu juga berjanji akan terus melanjutkan serangan-serangan Israel terhadap Hamas di Jalur Gaza.

    Pada satu momen, Netanyahu membahas soal pengeras suara yang dipasang di perbatasan Israel dan di dalam Jalur Gaza untuk menyiarkan pidatonya di Sidang Umum PBB. Dia juga mengklaim bahwa intelijen Israel telah mengupayakan pidatonya disiarkan via livestreaming pada ponsel-ponsel warga Gaza.

    Netanyahu awalnya menyampaikan pesan dalam bahasa Ibrani untuk para sandera yang masih ditahan di Jalur Gaza. Dia mengatakan dirinya tidak melupakan para sandera “sedetik pun” dan, pada intinya, menjanjikan akan memulangkan semua sandera dari Jalur Gaza.

    Kemudian, Netanyahu menyampaikan pesan dan peringatan terbaru untuk Hamas, yang hingga kini terus berperang melawan Israel di Jalur Gaza.

    “Kepada para pemimpin Hamas yang etrsisa, dan kepada para penjaga para sandera kita, saya sekarang mengatakan: Letakkan senjata kalian. Bebaskan rakyat saya! Bebaskan para sandera! Semuanya. Seluruh 48 sandera,” ucapnya.

    “Bebaskan para sandera sekarang! Jika Anda melakukannya, Anda akan hidup. Jika tidak, Israel akan memburu Anda,” tegas Netanyahu dalam pidatonya.

    PM Israel Benjamin Netanyahu saat berpidato di Sidang Umum PBB Foto: Getty Images via AFP/ALEXI J. ROSENFELD

    Ditambahkan Netanyahu dalam pidatonya bahwa: “Jika Hamas menyetujui tuntutan kita, perang bisa berakhir sekarang juga.”

    “Gaza akan didemiliterisasi, Israel akan mempertahankan kendali keamanan yang dominan, dan otoritas sipil yang damai akan didirikan oleh warga Gaza dan pihak-pihak lainnya yang berkomitmen pada perdamaian dengan Israel,” ucapnya.

    Sementara itu, Hamas dalam pernyataan terpisah menuduh Netanyahu mengulangi “kebohongan dan penyangkalan terang-terangan atas genosida, pemindahan paksa, dan kelaparan sistematis yang dilakukan olehnya” dan militer Israel di Jalur Gaza.

    “Jika dia benar-benar peduli terhadap para sandera, dia akan mengakhiri pengeboman brutal, pembantaian, dan penghancuran Gaza, tetapi sebaliknya, dia berbohong dan terus membahayakan nyawa mereka,” sebut kelompok Hamas dalam pernyataannya.

    Tonton juga Video: Pakai ‘Sound Horeg’, Pidato Netanyahu di PBB Disiarkan ke Gaza

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/idh)

  • AS Cabut Visa Presiden Kolombia Usai Ikut Aksi Pro-Palestina di New York

    AS Cabut Visa Presiden Kolombia Usai Ikut Aksi Pro-Palestina di New York

    New York

    Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengatakan akan mencabut visa Presiden Kolombia Gustavo Petro. Washington menuding Petro telah melakukan “tindakan menghasut” selama berpartisipasi dalam aksi pro-Palestina di jalanan kota New York pekan ini.

    Insiden itu terjadi saat Petro sedang berada di New York untuk menghadiri Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

    “Sebelumnya hari ini, Presiden Kolombia @petrogustavo berdiri di jalanan NYC (Kota New York) dan mendesak tentara AS untuk tidak mematuhi perintah dan menghasut kekerasan,” sebut Departemen Luar Negeri AS dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Sabtu (27/9/2025).

    “Kami akan mencabut visa Petro karena tindakannya yang sembrono dan menghasut,” tegas pernyataan Departemen Luar Negeri AS yang dirilis pada Jumat (26/9) waktu setempat.

    Via akun media sosialnya, Petro membagikan video dirinya berbicara dalam bahasa Spanyol kepada kerumunan besar menggunakan megafon pada Jumat (26/9), dengan penerjemahnya kemudian menyampaikan komentarnya yang menyerukan “negara-negara di dunia” untuk menyumbangkan tentara bagi angkatan bersenjata yang “lebih besar daripada Amerika Serikat”.

    “Itulah sebabnya, dari sini di New York, saya meminta semua tentara di militer Amerika Serikat untuk tidak mengarahkan senapan mereka kepada kemanusiaan. Tidak mematuhi perintah Trump! Patuhi perintah kemanusiaan!” kata Petro pada saat itu.

    Sumber dari kantor kepresidenan Kolombia mengonfirmasi kepada AFP bahwa Petro dalam perjalanan pulang ke Bogota pada Jumat (26/9) malam.

    Petro sebelumnya mengatakan dirinya juga memiliki kewarganegaraan Italia, dan tidak memerlukan visa untuk memasuki AS.

    Dalam pidatonya di Sidang Umum PBB, Petro mengecam keras pemerintahan Trump dan menyerukan penyelidikan kriminal atas serangan-serangan AS terhadap kapal-kapal yang dituduh mengangkut narkoba dari Venezuela.

    Petro mengatakan bahwa “anak-anak muda miskin” yang tidak bersenjata tewas dalam serangan tersebut — totalnya lebih dari selusin orang. Namun Washington menegaskan tindakan itu merupakan bagian dari operasi antinarkoba AS di area lepas pantai Venezuela.

    Tonton juga Video: Presiden Kolombia Demo di PBB, Desak Kirim Pasukan Bantu Palestina

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/idh)