Category: Detik.com Internasional

  • Demo Gen Z, Apa yang Memicu Kemarahan Anak Muda di Maroko?

    Demo Gen Z, Apa yang Memicu Kemarahan Anak Muda di Maroko?

    Jakarta

    Sejak minggu lalu, jalanan di ibu kota Maroko, Rabat, tampak lebih sepi dari biasanya. Ini karena setiap sore, pusat kota berubah menjadi arena demonstrasi yang dipimpin oleh kelompok anonim bernama GenZ 212.

    Nama Gen Z mengacu pada usia para demonstran. Sebagian besar mereka remaja atau berusia 20an, sedangkan angka 212 adalah kode telepon internasional Maroko.

    Demonstrasi dimulai dalam skala kecil pada Sabtu (27/09), secara bertahap meluas ke kawasan permukiman kelas pekerja di seluruh Rabat. Demonstrasi kemudian menyebar ke kota-kota besar Maroko, termasuk Casablanca dan Agadir, sebelum menyentuh kota-kota kecil lainnya.

    Belakangan, gelombang protes ini diwarnai kekerasan. Kementerian Dalam Negeri Maroko melaporkan bahwa akibat aksi kekerasan pada awal pekan ini, lebih dari 400 orang ditangkap, 263 petugas keamanan terluka, dan 142 kendaraan rusak. Selain itu, 20 mobil milik pribadi juga rusak dan 23 warga sipil terluka.

    Dua orang tewas pada 1 Oktober lalu setelah polisi menembak demonstran di Kota Lqliaa. Kantor berita Maroko melaporkan kejadian itu sebagai tindakan pembelaan diri.

    Bagaimana gelombang protes ini dimulai?

    Kelompok GenZ 212 pertama kali menyerukan aksi protes sekitar sebulan yang lalu, melalui platform Discord. Kelompok ini menyerukan kepada anak muda untuk berdemonstrasi pada tanggal 27 dan 28 September. Mereka menuntut hak atas layanan kesehatan dan pendidikan yang lebih baik serta mengecam prioritas kebijakan pemerintah yang salah.

    Kebijakan yang dimaksud adalah soal besarnya dana publik yang diinvestasikan untuk stadion sepak bola di Maroko yang akan digunakan untuk berbagai turnamen, termasuk Piala Afrika 2026 dan Piala Dunia FIFA 2030. Di sisi lain, sekolah dan rumah sakit lokal justru kekurangan dana.

    Awalnya tidak jelas apakah seruan GenZ 212 untuk berdemonstrasi akan didengarkan. Namun, demonstrasi dalam skala kecil terjadi pada Sabtu (27/09) dan terus berkembang. Kelompok tersebut kemudian memutuskan untuk mengorganisir demonstrasi harian. Aksi ini yang kemudian melahirkan sejumlah demonstrasi antipemerintah terbesar di Maroko dalam beberapa tahun terakhir.

    Penduduk Maroko berusia antara 15 dan 34 tahun, menyumbang sekitar 30% dari total populasi.

    Meskipun GenZ 212 belum menjadikan lapangan kerja sebagai tuntutan utama, 37% penduduk Maroko berusia 15-24 tahun saat ini tidak memiliki pekerjaan. Di wilayah perkotaan, angka ini meningkat hingga mencapai 48%.

    Pada Selasa (01/10), protes itu berubah menjadi kekerasan untuk pertama kalinya. Para demonstran bentrok dengan aparat keamanan Maroko, membakar mobil dan toko, menghancurkan jendela, dan melemparkan batu.

    Siapa sebenarnya GenZ 212?

    Menurut analis politik Maroko, Rachid Belghiti, GenZ 212 adalah “produk murni dari internet.” Mereka tidak memiliki struktur organisasi tradisional atau pemimpin yang dikenal publik.

    Ini berbeda dari gerakan protes sebelumnya seperti Gerakan 20 Februari pada 2011 yang menuntut reformasi politik dan konstitusi baru. GenZ 212 lebih menekankan tuntutan umum dan menunjukkan semangat idealisme politik anak muda.

    Pemerintah Maroko lamban menanggapi protes

    Awalnya, media yang berafiliasi dengan pemerintah tidak banyak meliput protes ini. Beberapa pejabat mengunggah pesan di Facebook dan YouTube di mana mereka membela pemerintah dan mengkritik para demonstran atau menyerukan agar tetap tenang. Bahkan, ada tuduhan bahwa protes tersebut dipicu oleh pengaruh asing.

    Namun, sejak itu, pernyataan resmi menjadi jauh lebih terbuka.

    Pada Selasa (30/09), pemerintah mengeluarkan pernyataan: “Setelah meninjau berbagai perkembangan terkait ekspresi pemuda di ruang maya dan publik, pemerintah menekankan bahwa mereka mendengarkan dan memahami tuntutan sosial ini,” kata pernyataan tersebut. Kemudian, mereka juga menekankan bahwa langkah ke depan harus didasarkan pada dialog.

    Fatima-Zahra Mansouri, Menteri Perumahan Maroko dan Wali Kota Marrakesh, menggambarkan protes tersebut sebagai bentuk “vitalitas demokratis.”

    “Kami tidak takut pada generasi muda kami,” katanya dalam pertemuan awal pekan ini. “Berunjuk rasa adalah hal yang sah, tetapi kami ingin agar hal itu tetap dalam batas hukum agar dialog dapat terjadi.”

    Selama siaran langsung dari dalam parlemen, Menteri Kesehatan Maroko, Amin Tehraoui, mengakui adanya kelemahan yang serius dalam sistem kesehatan nasional. Sebelumnya, ia telah memecat Direktur Rumah Sakit Agadir yang menjadi sasaran protes pada awal September lalu.

    Partai-partai oposisi juga menyatakan bahwa pemerintah seharusnya menanggapi tuntutan para demonstran. Beberapa anggota partai oposisi bahkan menyarankan agar pemerintah mundur.

    Salah satu hal yang mencolok adalah ketidakhadiran Perdana Menteri Maroko yang juga seorang miliarder, Aziz Akhannouch, untuk menanggapi protes ini. Akibatnya, Akhannouch menjadi sasaran ejekan dan kritik di platform media sosial.

    Banyak warga mulai menyerukan agar Raja Mohammed VI turun tangan. Meski Maroko memiliki parlemen terpilih dan sistem monarki konstitusional, kekuasaan politik dan ekonomi utama tetap berada di tangan sang raja yang telah memimpin selama lebih dari 22 tahun.

    Aktivis GenZ 212 menegaskan bahwa mereka tidak menargetkan sistem ini. “Masalah kami hanya pada masalah pemerintah saat ini dan kebijakannya,” kata salah satu pernyataan. “Jangan salah artikan kritik terhadap situasi ini sebagai penolakan terhadap negara.”

    Apa yang akan terjadi selanjutnya?

    Belghiti memperkirakan pemerintah akan terus mengandalkan aparat keamanan untuk mengendalikan situasi. “Itu solusi mudah yang mempertahankan status quo,” katanya.

    Namun, itu tidak akan menyelesaikan akar masalah yang memicu protes, sistem pendidikan dan kesehatan yang bermasalah secara struktural, dan mungkin tidak menjadi prioritas bagi politisi yang lebih mementingkan keuntungan.

    Jika protes yang dipimpin pemuda terus berlanjut, atau bahkan semakin besar, kemungkinan Perdana Menteri Akhannouch akan dipaksa mundur dari kekuasaan, menurut Belghiti.

    Untuk saat ini, situasinya masih berkembang. Beberapa pakar mengatakan belum cukup informasi untuk memprediksi arah gerakan ini, apalagi dengan banyaknya seruan untuk menahan diri dan menghindari eskalasi.

    Artikel ini pertama kali diterbitkan dalam bahasa Arab dan diadaptasi dari bahasa Inggris

    Diadaptasi oleh Algadri Muhammad dan Tezar Aditya

    Editor: Hani Anggraini

    Lihat Video ‘Demo Gen Z 212 di Maroko Ricuh, 3 Orang Tewas Didor Polisi’:

    (ita/ita)

  • Dilindungi Tentara, Buldoser Israel Bangun Jalan Baru di Tepi Barat

    Dilindungi Tentara, Buldoser Israel Bangun Jalan Baru di Tepi Barat

    Tepi Barat

    Israel mengerahkan sejumlah buldoser untuk membangun ruas jalanan baru di wilayah Tepi Barat. Pembangunan ini mendapat penjagaan langsung oleh tentara-tentara Israel yang siaga dengan senjata api di dekat buldoser-buldoser tersebut.

    Ashraf Samara, salah satu warga Tepi Barat, seperti dilansir Reuters dan Al Arabiya, Jumat (3/10/2025), mengatakan bahwa dirinya melihat sejumlah buldoser di sekitar desa Beit Ur al-Fauqa yang menjadi tempat tinggalnya.

    Dengan dikelilingi oleh para tentara bersenjata, mesin berat yang dikerahkan Israel itu menggali tanah untuk membuat rute baru bagi permukiman Yahudi, membagi wilayah di sekitar desa tersebut dan menciptakan hambatan baru bagi pergerakan warga Palestina yang tinggal di Tepi Barat.

    “Ini untuk mencegah para penduduk menjangkau dan menggunakan wilayah ini,” kata Samara, yang merupakan anggota dewan desa Beit Ur al-Fauqa.

    Dia mengatakan kepada Reuters bahwa langkah tersebut akan “menjebak desa-desa dan komunitas permukiman” dengan membatasi mereka hanya pada area tempat tinggal mereka.

    Dengan setiap jalanan baru yang memudahkan pergerakan para pemukim Yahudi, warga-warga Palestina di Tepi Barat yang biasanya dilarang menggunakan rute tersebut menghadapi rintangan baru untuk mencapai kota-kota terdekat, tempat kerja mereka, atau lahan pertanian.

    Setelah beberapa negara besar Eropa, termasuk Inggris dan Prancis, pada September lalu bergabung dengan negara-negara lainnya yang mengakui negara Palestina, permukiman Israel di Tepi Barat berkembang pesat di bawah pemerintahan Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu seiring perang Gaza berkecamuk.

    Palestina dan sebagian besar negara di dunia ini menganggap permukiman semacam itu ilegal menurut hukum internasional. Israel menolak hal tersebut.

    Hagit Ofran, salah satu anggota kelompok aktivis Israel, Peace Now, mengatakan bahwa ruas jalanan baru yang dibangun di sekitar Beit Ur al-Fauqa dan wilayah sekitarnya merupakan upaya Israel untuk menguasai lebih banyak tanah Palestina.

    “Mereka melakukannya untuk menetapkan fakta di lapangan. Sebanyak mereka memiliki kemampuan, mereka akan menghabiskan uangnya,” sebutnya, sembari menyebut Israel telah mengalokasikan dana 7 miliar Shekels (Rp 35 triliun) untuk membangun jalan di Tepi Barat sejak serangan Hamas pada Oktober 2023.

    “Yang sedang dilakukan pemerintah sekarang adalah membangun infrastruktur bagi jutaan pemukim yang ingin mereka tarik ke Tepi Barat,” kata Ofran.

    “Tanpa jalan, mereka tidak bisa melakukannya. Jika ada jalan, pada akhirnya, hampir secara alami, para pemukim akan datang,” ucapnya.

    Permukiman Israel, yang semakin luas dan semakin banyak sejak Israel merebut Tepi Barat dalam perang tahun 1967, membentang jauh ke dalam wilayah tersebut, dengan didukung oleh sistem jalan dan infrastruktur lainnya di bawah kendali Tel Aviv.

    Kantor Netanyahu dan militer Israel belum memberikan tanggapan.

    Halaman 2 dari 2

    Simak Video “Video: Sopir Truk Yordania Tembak Mati 2 Warga Israel di Tepi Barat”
    [Gambas:Video 20detik]
    (nvc/ita)

  • Tinggalkan Barang Bekas di Jalanan Berlin? Hati-hati Bisa Kena Denda!

    Tinggalkan Barang Bekas di Jalanan Berlin? Hati-hati Bisa Kena Denda!

    Jakarta

    Sofa tua, lemari es rusak, kotak pakaian bayi hingga satu peti kaset lawas adalah ‘harta karun’, yang merupakan pemandangan keseharian di pinggir jalan kota Berlin. Dari tumpukan barang buangan tersebut, musisi Berlin Eno Thiemann justru menemukan buku favoritnya.

    Buku-buku karya penulis Jepang Haruki Murakami, ditinggalkan di pinggir jalan dengan label “zu verschenken” (diberikan gratis). Bagi warga Berlin ini adalah tradisi lama – meninggalkan barang-barang yang masih dapat digunakan di depan rumah untuk diambil orang lain. Dalam hitungan menit, barang-barang itu akan diambil orang lain.

    “Saya sangat senang ketika kembali ke Berlin pada 2013 dan melihat ada budaya ini,” kata Thiemann yang meninggalkan ibukota tiga dekade silam – sebelum budaya “zu verschenken” ini populer. “Ini hal yang menyenangkan dan dapat membantu lingkungan sekitarnya,” imbuhnya.

    Namun, pemerintah kota Berlin kini berencana mendenda orang yang menaruh barang buangan di pinggir jalan, dan dengan itu ekonomi sirkular informal ini pun terancam lenyap. Departemen lingkungan pemerintah kota Berlin berkilah, meski meninggalkan barang untuk diambil orang lain adalah hal yang “baik dan diingkan,” hal itu menjadi ” berlebihan dan tidak lagi sejalan dengan tujuan awal.” Pembersihan kota tidaklah murah — tahun lalu pemerintah ibukota Jerman itu mengeluarkan anggaran sekitar €10,3 juta (Rp200 miliar) untuk membersihkan sampah elektronik hingga sampah konstruksi bangunan yang ditinggalkan begitu saja di pinggir jalanan, dibuang tanpa izin.

    “Meninggalkan barang di jalan tidak membebaskan pemilik dari tanggung jawab atas barang tersebut, dengan alasan “zu verschenken” (dihadiahkan gratis) bukan berarti ‘si pemilik terbebas darinya,” kata juru bicara departemen lingkungan kota Berlin kepada DW.

    Berlin naikkan denda

    Berliner Stadtreinigungsbetriebe (BSR), perusahaan kontraktor persampahan dan daur ulang kota, menyebutkan, tahun lalu pihaknya membersihkan 54.000 meter kubik sampah ilegal yang ditemukan di seluruh Berlin. Volumenya meningkat 8% dari tahun sebelumnya. Pihak berwenang mengklaim, pelaku utamanya adalah perusahaan pembuangan limbah konstruksi yang ingin menghemat biaya.

    Denda diperberat untuk memberi efek jera “Pembuang sampah ilegal seringkali hanya bisa ditegur lewat denda,” kata juru bicara BSR, dan menambahkan masalah sampah ini di beberapa distrik kota Berlin bahkan sangat parah.

    Juru bicara distrik tersebut menjelaskan, warga yang membuang peralatan rumah tangga seperti lemari es lawas atau mesin cuci bobrok dapat dikenai denda antara €1.000 hingga €15.000 (Rp 19,5 juta hingga 290 juta). Sebelumnya, denda maksimumnya adalah €5.000 (Rp 97 juta).

    Seberapa realistis denda ini?

    Denda akan diberlakukan oleh staf di lapangan, atau melalui saksi yang melaporkan pembuangan secara online. Namun warga Berlin tidak yakin denda baru ini dapat diterapkan.

    “Mereka keluar, menemukan kasur bekas, lalu apa?” tanya Marianne Kuhlmann, salah satu pendiri Circularity, organisasi Berlin yang membantu bisnis mengurangi limbah. “Kemungkinan menangkap basah pelakunya saat mreka menaruh kasur bekas itu sangat rendah.”

    “Untuk menemukan orangnya, akan sulit kecuali orang-orang meninggalkan kartu nama,” kata Thiemann.

    Alternatif dari pemberian gratis

    BSR berpendapat, warga Berlin dapat menggunakan cara lain untuk membuang barang miliknya yang tidak lagi mereka inginkan.

    “Ada banyak opsi untuk menyingkirkan limbah besar, limbah elektronik, dan sampah lainnya secara gratis atau dengan biaya rendah,” kata juru bicara BSR, Sebastian Harnisch, kepada DW.

    Opsi tersebut, antara lain hari tukar menukar barang yang biasanya ada di tiap distrik, menaruh barang bekas di salah satu dari 14 pusat daur ulang kota atau di toko barang bekas “NochMall” (‘sekali lagi’). Untuk opsi-opsi tersebut, BSR menyediakan layanan penjemputan rumah ke pusat daur ulang dengan biaya tertentu”, papar Harnisch.

    Bagi para pegiat sistem keberlanjutan, membawa barang bekas ke titik daur ulang tidak menarik, terlebih jika tidak mengemudi atau tidak punya mobil.

    “Orang-orang yang takut didenda, di masa depan mungkin akan membuang barang bagus dan masih bisa digunakan ke tempat sampah, karena lebih mudah dan nyaman daripada harus mengemudi ke tengah kota untuk menyumbangkannya ke NochMall,” kata Doris Knickmeyer, Mentor Zero Waste City di organisasi nonprofit Berlin Zero Waste Verein.

    Bagaimana Berlin mendaur ulang sampah?

    Pemerintah kota Berlin menargetkan daur ulang 64% limbah konstruksi, dan mengurangi volume sampah sisa sebesar 20% pada akhir 2030. Mendirikan agen zero-waste di dalam BSR sejalan dengan target tersebut. Namun laporan 2024 dari Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) menyebutkan, ketergantungan Berlin pada pembakaran sampah masih tinggi, dan tingkat daur ulang tertinggal dari kuota rata-rata nasional.

    Kota-kota metropolitan Eropa seperti Madrid, Brussels, Kopenhagen, dan Ljubljana telah mulai mengurangi ketergantungan mereka pada pembakaran, atau menolak rencana pembangunan pabrik baru untuk mengurangi emisi karbon dari pembakaran sampah.

    Knickmeyer dari Berlin Zero Waste Verein mengusulkan, agar Berlin mempertahankan budaya “zu verschenken” dengan tempat khusus di setiap jalan, atau setiap lingkungan untuk pemberian barang.

    “Kita harus mencari keseimbangan antara memudahkan orang dan meneruskan budaya “zu versechenken” dalam komunitas, tetapi juga memahami bahwa budaya ini juga dapat menyebabkan masalah nyata sampah perkotaan, yang butuh pembersihan seharga jutaan euro setiap tahunnya,” kata Kuhlmann.

    Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris

    Diadaptasi oleh Sorta Caroline

    Editor: Agus Setiawan

    (ita/ita)

  • Prancis Bilang Hamas Harus Mau Menyerah Sesuai Rencana Damai Trump

    Prancis Bilang Hamas Harus Mau Menyerah Sesuai Rencana Damai Trump

    Jakarta

    Menteri Luar Negeri (Menlu) Prancis Jean-Noel Barrot mengatakan bahwa kelompok Hamas telah kalah dalam pertempuran di Gaza. Dia menyebut Hamas harus menerima “penyerahan diri” berdasarkan rencana perdamaian yang diajukan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

    Kelompok militan Palestina tersebut saat ini sedang mempertimbangkan tanggapannya terhadap rencana Trump tersebut, yang telah disetujui secara terbuka oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

    “Hamas memikul tanggung jawab yang sangat berat atas bencana yang dialami oleh Palestina,” kata Barrot, dilansir kantor berita AFP, Jumat (3/10/2025) di Arab Saudi, tempat ia menghadiri pertemuan tentang masalah keamanan global.

    “Mereka telah kalah. Mereka harus menerima penyerahan diri mereka sendiri,” tambahnya, merujuk pada resolusi PBB baru-baru ini yang menyerukan agar Hamas dikeluarkan dari kepemimpinan negara Palestina di masa depan.

    Barrot menegaskan kembali dukungan Prancis terhadap rencana Trump tersebut pada hari Kamis (2/10) waktu setempat. Dia mengatakan bahwa pihaknya siap untuk “mengerjakan implementasinya untuk mengakhiri perang, kelaparan, dan penderitaan di Gaza”.

    Ia menolak berspekulasi tentang apa yang mungkin terjadi jika Hamas menolak kesepakatan tersebut.

    Rencana damai Trump di Gaza menyerukan gencatan senjata, pembebasan sandera dalam 72 jam, perlucutan senjata Hamas, dan penarikan pasukan Israel secara bertahap dari Gaza.

    Hamas belum membuat keputusan akhir terkait proposal tersebut, menurut sumber Palestina yang dekat dengan para pemimpin kelompok tersebut.

    Barrot juga membela keputusan Prancis untuk melanjutkan dialog dengan pemerintah Iran mengenai program nuklirnya, meskipun sanksi PBB dan Eropa baru-baru ini diberlakukan kembali.

    “Prancis akan melakukan upaya terbaiknya menuju solusi yang dinegosiasikan,” ujarnya.

    Halaman 2 dari 2

    (ita/ita)

  • Presiden Afsel Desak Israel Bebaskan Aktivis Flotilla Termasuk Cucu Mandela

    Presiden Afsel Desak Israel Bebaskan Aktivis Flotilla Termasuk Cucu Mandela

    Pretoria

    Presiden Afrika Selatan (Afsel) Cyril Ramaphosa mendesak Israel untuk membebaskan para aktivis yang ditahan, setelah rombongan kapal Global Sumud Flotilla dicegat Israel saat berlayar membawa bantuan ke Jalur Gaza. Terdapat cucu mantan Presiden Nelson Mandela di antara para aktivis yang ditahan Israel.

    Ramaphosa dalam pernyataannya, seperti dilansir Al Arabiya, Jumat (3/10/2025), juga mengecam pencegatan yang dilakukan pasukan Israel terhadap puluhan kapal itu sebagai pelanggaran hukum internasional.

    “Pencegatan Global Sumud Flotilla merupakan pelanggaran berat lainnya yang dilakukan oleh Israel terhadap solidaritas dan sentimen global yang bertujuan untuk meringankan penderitaan di Gaza dan memajukan perdamaian di kawasan tersebut,” kata Ramaphosa dalam pernyataannya pada Kamis (2/10).

    Afrika Selatan telah menggugat Israel ke Mahkamah Internasional (ICJ), menuduh negara Yahudi itu melakukan genosida atas perang yang menghancurkan di Jalur Gaza. Tuduhan itu telah dibantah keras oleh Israel.

    Dalam pernyataannya, Ramaphosa menyebut pencegatan armada kapal yang membawa bantuan kemanusiaan oleh pasukan Israel di perairan internasional itu telah melanggar putusan Mahkamah Internasional yang menyatakan bahwa bantuan kemanusiaan harus diizinkan mengalir tanpa hambatan.

    Global Sumud Flotilla, yang melibatkan sekitar 45 kapal yang membawa para politisi dan aktivis dari berbagai negara termasuk aktivis Swedia Greta Thunberg, berangkat dari Spanyol bulan lalu dengan tujuan menembus blokade Israel atas Jalur Gaza.

    Cucu laki-laki mendiang Mandela, Nkosi Zwelivelile Mandela, atau yang akrab dipanggil Mandla, ikut dalam misi Global Sumud Flotilla tersebut.

    Dalam wawancara dengan Reuters sebelum meninggalkan Afrika Selatan untuk bergabung dengan misi itu, Mandla mengatakan bahwa kehidupan warga Israel di bawah pendudukan Israel lebih buruk daripada apa pun yang dialami warga kulit hitam Afrika Selatan di bawah apartheid.

    Israel selalu menolak perbandingan antara kehidupan warga Palestina di bawah pendudukannya atau blokade ekonomi selama lebih dari setengah abad dengan era apartheid di Afrika Selatan, ketika mayoritas warga kulit hitam diperintah oleh pemerintahan minoritas kulit putih yang represif.

    Sementara itu, penyelenggara Global Sumud Flotilla, seperti dilansir Anadolu Agency, mengonfirmasi bahwa lebih dari 450 aktivis dari 47 negara telah dipindahkan ke pelabuhan Ashdod di Israel bagian selatan setelah sebagian besar kapal dicegat pasukan Tel Aviv.

    Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan bahwa para aktivis yang ditahan akan dideportasi ke Eropa setelah dibawa ke pelabuhan Ashdod.

    Tel Aviv juga mengakui bahwa ada satu kapal Global Sumud Flotilla yang masih berlayar di kejauhan, dan bersumpah akan mencegahnya mendekati Jalur Gaza.

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/ita)

  • Gelombang Pelarangan Buku di Malaysia Meningkat Drastis

    Gelombang Pelarangan Buku di Malaysia Meningkat Drastis

    Jakarta

    Tahun ini, Malaysia mengalami lonjakan pelarangan buku yang disebut oleh sejumlah penerbit, akademisi, dan kelompok HAM sebagai kemunduran berbahaya menuju penindasan dan dogma Islam konservatif.

    Kementerian Dalam Negeri Malaysia telah melarang peredaran 24 buku hingga Oktober 2025, jumlah yang melebihi total pelarangan selama enam tahun terakhir, dan menjadi yang tertinggi sejak 2017.

    Buku-buku yang dilarang mencakup novel thriller, kisah romantis, kumpulan puisi berjudul “Masturbation”, buku non-fiksi tentang Islam, serta panduan pubertas untuk anak-anak praremaja.

    Hampir separuh dari buku-buku yang masuk daftar hitam mengangkat tema LGBTQ+, termasuk novel terkenal “Call Me by Your Name” yang diadaptasi menjadi film pemenang Oscar tahun 2017 yang dibintangi Timothee Chalamet.

    Di Malaysia, homoseksualitas adalah tindakan ilegal. Warga Melayu secara hukum dianggap muslim, dan meninggalkan Islam dapat dikenai hukuman penjara oleh pengadilan agama.

    Saat mengumumkan beberapa pelarangan, kementerian menyatakan bahwa buku-buku tersebut dilarang untuk “mencegah penyebaran elemen, ideologi, atau gerakan yang dapat membahayakan keamanan nasional dan ketertiban umum.”

    PEN Malaysia, cabang lokal dari lembaga advokasi kebebasan berekspresi internasional, menyebut lonjakan larangan buku sebagai “pengekangan yang mengkhawatirkan” terhadap hak warga Malaysia untuk berbicara dan menulis secara jujur tentang isu-isu penting, terutama yang berkaitan dengan ras, agama, dan seksualitas.

    “Kami tidak bisa berdialog. Kami hanya diperintahkan apa yang harus dilakukan, buku-buku ditarik dari rak, dan yang bisa kami lakukan hanyalah menonton atau protes. Dan jika kami protes, kami juga bisa mendapat masalah lebih besar,” tambahnya.

    Nuansa konservatif dalam pemerintah reformis Malaysia

    Lonjakan larangan buku terjadi pada tahun ketiga pemerintahan Perdana Menteri Anwar Ibrahim.

    Politisi senior ini naik ke tampuk kekuasaan pada akhir 2022 dengan janji membangun pemerintahan yang lebih demokratis, transparan, dan adil bagi semua warga Malaysia, bukan hanya mayoritas Muslim Melayu.

    Koalisi pemerintahan Anwar mengusung kebijakan “Malaysia Madani” yang menekankan enam nilai inti, seperti rasa hormat dan kasih sayang. Namun, menurut analis politik Wong Chin-Huat dari Universitas Sunway, praktiknya justru menunjukkan kecenderungan yang lebih reaksioner dan pro-muslim.

    “Peningkatan pelarangan buku mungkin mencerminkan konservatisme yang tumbuh dalam birokrasi negara selama bertahun-tahun, bukan semata-mata karena Anwar menjabat, di mana pandangan yang dianggap menyimpang atau sesat tidak dilawan secara intelektual, tetapi ditekan secara hukum,” katanya.

    Wong menambahkan bahwa pemerintahan Anwar mungkin memperkuat sikap konservatif tersebut, baik karena keyakinan atau untuk keuntungan politik.

    “Yang pasti, Malaysia tidak menjadi lebih terbuka di bawah pemerintahan Madani.”

    Ahmad Farouk Musa, Direktur Islamic Renaissance Front, menyebut kebijakan pelarangan buku ini sebagai kebalikan dari semangat Madani. Kelompoknya mempromosikan interpretasi Islam yang lebih liberal dan juga menerbitkan buku, tiga di antaranya telah dilarang pada 2017, dan dua lainnya sedang dalam proses peninjauan.

    “Mereka menyebut diri mereka Madani, artinya mereka seharusnya lebih terbuka dan menerima ide-ide yang berbeda. Namun, kenyataannya justru sebaliknya,” katanya.

    Farouk Musa menambahkan bahwa tindakan keras pemerintahan Anwar adalah strategi politik untuk menarik dukungan pemilih muslim.

    Islam dalam politik Malaysia

    Meski koalisi Anwar memenangkan pemilu 2022, kemenangan tersebut diperoleh dengan bantuan besar dari pemilih muslim non-Melayu. Partai Islam Se-Malaysia (PAS) memenangkan jumlah kursi parlemen terbanyak di antara semua partai dalam pemilu tersebut. Mereka meraih suara lebih dari dua kali lipat dibandingkan perolehan pada pemilu empat tahun sebelumnya.

    Dalam pemilihan regional 2023, koalisi pro-Islam yang dipimpin oleh PAS memenangkan 60% dari 245 kursi yang diperebutkan, merebut 71 kursi di antaranya, dan memperluas pengaruhnya di beberapa basis kekuatan partai penguasa.

    Farouk Musa mengatakan larangan buku yang melonjak tiba-tiba adalah salah satu cara koalisi Anwar untuk mencoba menarik lebih banyak pemilih muslim dalam pemilu mendatang, atau setidaknya mempertahankan yang sudah ada.

    “Itu alasan utamanya, karena jika tidak, mereka akan kalah,” katanya.

    Amir Muhammad, seorang pedagang dan penerbit buku independen, mengatakan larangan buku adalah cara untuk mendapatkan simpati pemilih dengan “menggunakan kartu bahwa mereka membantu melindungi moral.”

    Pada Juni lalu, petugas dari Kementerian Dalam Negeri yang mengenakan rompi kuning neon tiba tanpa pemberitahuan di toko buku kecil Muhammad di Kuala Lumpur untuk mencari tiga buku.

    Muhammad mengatakan judul-judul tersebut adalah dua novel horor psikologis dan satu novel romantis, semuanya karya penulis lokal. Petugas tersebut membawa satu salinan masing-masing tanpa menjelaskan mengapa buku-buku tersebut dicurigai.

    Muhammad mengatakan bahwa ini sedikitnya sudah empat kali petugas dari kementerian melakukan razia di tokonya, dan menyebutnya sebagai “risiko pekerjaan” dalam menjual buku di Malaysia.

    “Ini hanyalah salah satu risiko dalam menjalankan bisnis ini,” katanya.

    Kementerian Dalam Negeri Malaysia tidak menanggapi permintaan komentar dari DW.

    Larangan buku kian meluas

    Menurut beberapa laporan, larangan buku juga makin meningkat secara global.

    Pada Hari Buku Sedunia pada April lalu, PEN International menyatakan telah mendokumentasikan “peningkatan dramatis” dalam larangan buku di seluruh dunia. Namun, organisasi tersebut menyoroti Malaysia di antara belasan negara yang diangkat tahun ini karena fokusnya pada pemblokiran publikasi yang mengandung karakter atau tema LGBTQ+.

    Menurut Ramakrishnan dari PEN Malaysia, Malaysia telah melarang lebih banyak buku belakangan ini dibandingkan dengan negara-negara tetangga yang lebih liberal seperti Indonesia dan Filipina, tetapi masih belum seketat sensor di Kamboja, Myanmar, atau Vietnam, negara-negara yang dipimpin oleh rezim otoriter, komunis, atau militer.

    “Dampak dari semua pembatasan ini adalah menyempitnya ruang bagi ide-ide yang berbeda, dan secara perlahan mendorong penulis, penerbit, distributor, bahkan pembaca untuk melakukan sensor diri,” kata Ramakrishnan.

    Artikel ini terbit pertama kali dalam bahasa Inggris

    Diadaptasi oleh Algadri Muhammad dan Tezar Aditya

    Editor: Hani Anggraini

    (ita/ita)

  • Polisi Identifikasi Pelaku Serangan Teror di Sinagoge Inggris

    Polisi Identifikasi Pelaku Serangan Teror di Sinagoge Inggris

    Selamat menyambut akhir pekan!

    Kami menghadirkan rangkuman berita-berita utama dari berbagai negara selama 24 jam terakhir.

    Laporan dari Inggris akan mengawali Dunia Hari Ini edisi Jumat, 3 Oktober 2025.

    Pelaku serangan teror di sinagoge Inggris diidentifikasi

    Dua orang tewas dan empat lainnya dibawa ke rumah sakit setelah seorang pria menabrakkan mobilnya ke kerumunan di dekat Heaton Park Hebrew Congregation Synagogue di Manchester, sekitar pukul 09.30 waktu setempat.

    Pria yang mengemudikan mobil kemudian keluar dari mobil, kata polisi, dan mulai menikam para jemaat.

    “Kami yakin orang yang bertanggung jawab atas serangan hari ini adalah Jihad Al-Shamie yang berusia 35 tahun,” kata Kepolisian Greater Manchester.

    “Kami sedang berupaya memahami motif di balik serangan itu sementara penyelidikan terus berlanjut,” tambah polisi.

    Menteri luar negeri Israel mengkritik Inggris setelah serangan itu, dengan mengatakan negaranya akan “menuntut” tindakan terhadap antisemitisme yang “merajalela”.

    Sembilan orang tewas dalam protes Kashmir

    Pasukan keamanan dan polisi membanjiri jalanan Muzaffarabad untuk menangani gelombang unjuk rasa menuntut diakhirinya berbagai fasilitas bagi politisi dan pejabat pemerintah, termasuk listrik gratis dan mobil mewah.

    Gas air mata ditembakkan ke arah pengunjuk rasa, yang diperkirakan berjumlah hingga 6.000 orang.

    Menurut pernyataan resmi pemerintah Azad Kashmir, enam warga sipil dan tiga petugas polisi tewas.

    Lebih dari 170 personel polisi terluka dalam “demonstrasi yang diwarnai kekerasan”, menurut pernyataan pemerintah, sementara penyelenggara protes mengatakan lebih dari 100 warga sipil terluka.

    Militer belum memberikan pernyataan mengenai protes tersebut atau menanggapi permintaan komentar dari kantor berita AFP.

    Selamat dari cerobong asap runtuh

    Sebuah ledakan di gedung apartemen di kota New York menyebabkan cerobong asap dari bata setinggi 20 lantai runtuh.

    Batu bata dari reruntuhan berserakan di kawasan taman bermain dan menyebabkan debu mengepul.

    Apartemen di gedung tersebut tidak mengalami kerusakan berat, meskipun penghuninya dievakuasi sebagai tindakan pencegahan.

    “Kami menghindari bencana besar di sini,” kata Presiden Borough Bronx, Vanessa Gibson, dalam konferensi pers, sementara para penyelidik terus memeriksa apakah ada kebocoran gas atau ada pemicu lain yang menyebabkan ledakan tersebut.

    Foto-foto pilihan dari Australia

    ABC telah memilih foto-foto menarik, yang pertama adalah ladang kanola di kawasan Australia Barat.

    Ladang-ladang tersebut dapat dilihat dari luar angkasa, dan tanaman kanola menghasilkan miliaran dolar bagi perekonomian Australia Barat setelah diperkenalkan di Kanada pada tahun 1960-an.

    Akhir September lalu, gumpalan asap hitam terlihat dari jarak beberapa kilometer ketika sebuah perahu sepanjang 50 kaki terbakar di Pelabuhan Kapal Hillarys, Australia Barat.

    Petugas pemadam kebakaran tidak butuh waktu lama untuk memadamkan api, tetapi kapal itu hangus terbakar.

    Sementara itu, dengan berat 1,7 ton dan tinggi mencapai 2 meter, Chianina menjadi jenis sapi terbesar di dunia.

    Sapi-sapi ini berasal dari Italia dan walaupun dagingnya sulit diolah, jenis ini bisa menjadi hidangan yang lezat.

  • Fantastis, Israel Bayar Influencer Rp 116 Juta Per Postingan di Medsos

    Fantastis, Israel Bayar Influencer Rp 116 Juta Per Postingan di Medsos

    Tel Aviv

    Otoritas Israel mengerahkan pasukan influencer di media sosial untuk mempengaruhi opini publik mengenai perang yang terus berkecamuk di Jalur Gaza. Setiap influencer dilaporkan mendapatkan bayaran fantastis hingga mencapai sebesar US$ 7.000 atau setara Rp 116,2 juta per postingan propaganda Israel.

    Langkah semacam itu, seperti dilansir Middle East Monitor, Jumat (3/10/2025), dilakukan saat opini publik global mulai bergeser secara tajam dalam menentang perang yang dikobarkan Israel di di Jalur Gaza, dengan tuduhan genosida terhadap negara Yahudi itu semakin meluas.

    Dalam operasi yang digencarkan di media sosial, Israel semakin mengintensifkan upaya-upaya untuk mendominasi ruang informasi melalui jaringan influencer berbayar, manipulasi algoritma, content framing melibatkan AI, dan kemitraan media secara rahasia atau diam-diam.

    Praktik itu terungkap dari dokumen yang diajukan berdasarkan Undang-undang Pendaftaran Agen Asing Amerika Serikat (AS), yang menunjukkan bagaimana kampanye Israel secara luas dirancang untuk mendistorsi wacana publik, terutama di kalangan muda, dan menangkis tuduhan genosida yang semakin meningkat.

    Kementerian Luar Negeri Israel, melalui kontraktor Bridges Partners, dilaporkan telah membayar hingga US$ 7.000 (Rp 116,2 juta) per postingan kepada para influencer untuk memposting konten pro-Israel di platform seperti TikTok dan Instagram.

    Menurut laporan Responsible Statecraft, operasi “Kampanye Influencer” ini memiliki anggaran sebesar US$ 900.000 (Rp 14,9 miliar) yang mencakup pembayaran 75-90 postingan antara Juni hingga September 2024. Konten tersebut diproduksi di bawah sebuah inisiatif yang disebut “Proyek Esther”.

    Nama tersebut mirip dengan inisiatif terpisah oleh lembaga think-tank sayap kanan AS, Heritage Foundation, yang meluncurkan “Proyek Esther” mereka pada Oktober 2024. Kampanye ini fokus mengidentifikasi dan melawan retorika “antisemitisme” di kampus-kampus AS dan dalam wacana publik.

    Kedua proyek itu, menurut Responsible Statecraft, tidak berkaitan secara resmi, namun memiliki tujuan ideologis yang sama, yakni mengkategorikan solidaritas Palestina dan kritikan terhadap Israel sama dengan ekstremisme demi mendelegitimasi perbedaan pendapat.

    Strategi lebih luas tidak hanya melibatkan konten pro-Israel, tetapi juga upaya mengubah arsitektur platform informasi. Upaya ini melibatkan perusahaan bernama Clock Tower X LLC, yang mendapatkan kontrak senilai US$ 6 juta dari pemerintah Israel untuk menyebarkan pesan pro-Israel kepada Gen Z.

    Kontrak Clock Tower mencakup upaya mempengaruhi bagaimana perangkat AI, seperti ChatGPT, merespons pertanyaan tentang Israel dan Palestina. Upaya ini bertujuan memastikan perangkat AI lebih cenderung menyuarakan poin-poin pro-Israel — bukan karena faktanya benar, tetapi karena internet telah secara strategis disemai dengan perspektif tersebut melalui cara khusus.

    Berbicara kepada para influencer Israel pekan lalu, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengakui bahwa ruang digital menjadi garda terdepan yang “paling penting” dalam upaya Israel untuk menjustifikasi perangnya.

    “Anda tidak bisa berperang hari ini dengan pedang, itu tidak efektif. (Senjata) Yang paling penting adalah media sosial,” sebutnya.

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/ita)

  • Kenapa Global Flotilla Kirim Bantuan Lewat Laut Meski Israel Tutup Akses?

    Kenapa Global Flotilla Kirim Bantuan Lewat Laut Meski Israel Tutup Akses?

    Jakarta

    Angkatan Laut Israel mencegat sejumlah kapal bagian dari Global Sumud Flotilla (GSF) yang membawa bantuan ke Gaza dan menahan para aktivis di dalamnya, termasuk aktivis iklim Swedia Greta Thunberg.

    Pihak berwenang Israel mengatakan para aktivis tersebut dipindahkan ke pelabuhan Israel, tempat proses deportasi mereka akan dimulai.

    Para aktivis yang terlibat dalam pengiriman bantuan kemanusiaan itu mengatakan mereka berada di perairan internasional saat terjadi penangkapan.

    GSF mengatakan beberapa kapal masih dicegat pada Kamis (02/09) pagi.

    Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan telah mencegat semua kapal kecuali satu. Israel mengatakan satu kapal masih “berada di kejauhan”, tapi akan dicegat jika mendekat.

    BBCComplete the translations here: https://tinyurl.com/wj6kfa77Fill-in the commissioning form https://bit.ly/ws_design_form with this title in English: Gaza flotilla tracker map – 1245 BST – 2025100104

    Sebelumnya, pada pekan lalu, para aktivis melaporkan dugaan serangan terhadap armada tersebut.

    “[Pesawat tak berawak] itu mendarat tepat di luar perahu dan mengenai wajah saya, menyebabkan iritasi selama 30 detik, tapi saya berhasil membersihkannya dengan air bersih dan baik-baik saja.”

    Kapal yang ia tumpangi, Yulara, adalah bagian dari GSF, armada yang terdiri dari sekitar 50 kapal dengan 300 aktivis.

    GSF mengatakan sejumlah kapal melaporkan ledakan setelah benda tak dikenal dijatuhkan di dek mereka saat berada di laut selatan Pulau Kreta, Yunani.

    Suara pesawat tanpa awak terdengar di atas kepala dan komunikasi terputus, kata GSF, menuduh Israel melakukan “eskalasi berbahaya”.

    Rekaman video belum diverifikasi yang diberikan kepada BBC oleh seorang peserta GSF tampaknya menunjukkan ledakan di salah satu kapal armada di laut (Yasemin Acar)

    Militer Israel belum memerikan pernyataan tentang serangan terhadap armada ini, tetapi pejabat Kementerian Luar Negeri Israel, Eden Bar Tal, bilang bahwa “Israel tidak akan mengizinkan kapal mana pun memasuki zona pertempuran aktif”.

    “Tujuan sebenarnya dari armada ini adalah provokasi dan melayani Hamas, tentu saja bukan upaya kemanusiaan,” kata Bar Tal.

    Dalam langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dari pemerintah Eropa, Italia dan Spanyol mengirim kapal angkatan laut untuk membantu armada bantuan internasional dalam perjalanan ke Gaza.

    Baik pihak Italia maupun Spanyol menyatakan kapal-kapal mereka tidak akan berlayar mendekat hingga jarak kurang dari 278 km dari wilayah Israel/Gaza.

    Apa itu Global Sumud Flotilla?

    Dinamakan berdasarkan kata Arab Sumudberarti kegigihan atau ketahanan Global Sumud Flotilla (GSF) adalah koalisi kapal yang memuat pasokan bantuan kemanusiaan dan membawa aktivis dari puluhan negara.

    GSF menyatakan bahwa tujuannya adalah untuk “mematahkan pengepungan ilegal di Gaza melalui laut, membuka koridor kemanusiaan, dan mengakhiri genosida yang sedang berlangsung terhadap rakyat Palestina”.

    Kapal-kapal tersebut berlayar dari pelabuhan di Spanyol, Italia, Yunani, dan Tunisia setelah para ahli dari Klasifikasi Fase Keamanan Pangan Terpadu (IPC) yang didukung PBB mengonfirmasi bahwa terjadi kelaparan di Kota Gaza dan memperingatkan bahwa bencana itu dapat menyebar ke Gaza tengah dan selatan dalam beberapa pekan.

    Peserta GSF di atas kapal Alma, salah satu dari sekitar 50 kapal di armada tersebut. (Yasemin Acar)

    GSF adalah armada ke-38 yang berlayar menuju Gaza dengan tujuan mematahkan blokade maritim, yang telah berlangsung jauh sebelum perang di Gaza.

    Ini merupakan upaya terbesar hingga saat ini dalam upaya yang dimulai pada2008.

    Armada tersebut merupakan upaya gabungan dari Freedom Flotilla Coalition, the Gaza Free Movement, the Maghreb Sumud Flotilla, konvoi yang dipimpin rakyat dari negara-negara Afrika Utara dan Sumud Nusantara, yang diorganisir oleh Malaysia dan sembilan negara lainnya.

    Apa saja upaya sebelumnya untuk mencapai Gaza?

    Pada 2008, setidaknya satu kapal berhasil mencapai Gaza tetapi sejak itu semua misi armada serupa tidak berhasil.

    Pada 2010, pasukan komando Israel mendarat di kapal Mavi Marmara milik Turki, salah satu dari enam kapal yang berjarak sekitar 130 km dari pantai Israel.

    Pasukan komando tersebut melepaskan tembakan dengan peluru tajam mereka mengaku diserang terlebih dahulu dengan pentungan, pisau, dan senjata api yang menewaskan 10 aktivis Turki.

    Ide untuk misi GSF ini lahir pada pertengahan Juli setelah tiga kapal yang tergabung dalam Freedom Flotilla Coalition Conscience, Madleen dan Handala telah mencoba berlayar ke Gaza antara Mei dan Juli tahun ini.

    Nur Photo via Getty ImagesBerbagai kapal dalam armada berlayar dari Barcelona pada 31 Agustus silam.

    Kapal pertama, Conscience, diduga diserang oleh pesawat tak berawak pada Mei di lepas pantai Malta.

    Pemerintah Malta mengonfirmasi bahwa kebakaran di atas kapal telah “dipadamkan semalam”.

    Madleen berlayar pada Juni dengan membawa 12 orang di dalamnya, termasuk Greta Thunberg, dan menjadi sorotan internasional.

    Saat itu, Kementerian Luar Negeri Israel menyebutnya sebagai “kapal pesiar swafoto” yang membawa “kurang dari satu truk penuh bantuan”.

    Kapal pesiar itu dicegat pada dini hari oleh pasukan Israel, sekitar 185 km di sebelah barat Gaza, dan dibawa ke pelabuhan Ashdod di Israel. Thunberg dan yang lainnya kemudian dideportasi.

    Pada Juli, kapal lain, Handala, berangkat dengan 21 orang di dalamnya, tetapi pasukan Israel mencegat dan menaiki kapal tersebut sekitar 75 km dari Gaza.

    Mereka yang berada di kapal mengeluh bahwa mereka berada di perairan internasional pada saat itu, tetapi Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan angkatan laut negara itu menghentikan kapal tersebut “dari memasuki zona maritim pantai Gaza secara ilegal” dan melanggar blokade di sana.

    BBCComplete the translations here: https://tinyurl.com/33uxnr74Fill-in the commissioning form https://bit.ly/ws_design_form with this title in English: Gaza flotilla tracker – map – 2025100103

    Serangan pada Rabu (01/10) bukanlah yang pertama terhadap armada saat ini, menurut GSF, yang mengatakan bahwa kapal mereka juga diserang saat berada di pelabuhan di Tunisia.

    Tindakan pencegahan ekstra kini diberlakukan menyusul serangan minggu ini terhadap armada.

    Abdel Rahman Ghazal, peserta asal Kuwait di atas kapal Spectre, mengatakan kepada BBC dia hanya berjarak setengah meter dari sebuah perangkat yang dijatuhkan oleh pesawat tak berawak meledak pada Rabu lalu.

    “Kami terkena tiga bom. Bom ketiga jatuh di tepi atas kapal lalu jatuh ke laut. Saya berada di koridor antara tempat bom menghantam tepi dan air. Ada gas yang sangat bau. Baunya sangat menyesakkan dan saya hampir tidak bisa bernapas selama beberapa menit.”

    Ia mengatakan ia bereaksi cepat dan secara naluriah menyiramkan air laut ke zat yang dijatuhkan.

    Ghazal dan rekan-rekan relawannya kini mengikuti protokol keselamatan yang lebih ketat di atas kapal.

    Mereka tidak lagi tidur di area terbuka dan selalu membawa rompi pelampung saat beristirahat.

    Kelompok itu mengadakan konferensi pers pada Kamis (02/10), di mana mereka mengatakan mereka memiliki “informasi intelijen yang kredibel” tentang upaya Israel untuk menghentikan armada tersebut dalam 48 jam ke depan.

    “Kami sedang menyelidiki sumber informasi ini – Israel telah mengatakan selama berminggu-minggu bahwa mereka akan melakukan segala yang mereka bisa untuk menghentikan misi ini,” kata juru bicara GSF.

    Dia menambahkan semua peserta telah diancam dengan tuntutan hukum berdasarkan undang-undang antiterorisme dan hukuman penjara yang panjang.

    Siapa saja yang ada di dalam armada itu?

    Aktivis iklim Swedia Greta Thunberg, terlihat di sini bersama Youssef Samour di atas kapal Yulara, sedang melakukan upaya kedua untuk mencapai Gaza (Youssef Samour)

    Dari politisi hingga selebritas, GSF dikelola oleh relawan dari puluhan negara.

    Cucu Nelson Mandela, Mandla Mandela, aktris Amerika Susan Sarandon, aktris Prancis Adele Haenel bersama pejabat terpilih seperti Anggota Parlemen Eropa La France Insoumise Emma Fourreau dan mantan Wali Kota Barcelona Ada Colau semuanya turut ambil bagian.

    GSF mengatakan setiap kapal mewakili “sebuah komunitas dan penolakan untuk tetap diam dalam menghadapi genosida.”

    Thunberg juga ikut serta dalam armada kali ini. Dalam siaran langsung bersama Francesca Albanese, pelapor khusus PBB untuk wilayah Palestina, Thunberg menyebut serangan itu sebagai “taktik menakut-nakuti”.

    “Kami menyadari risiko serangan semacam ini, jadi itu bukan sesuatu yang akan menghentikan kami,” ujarnya.

    “Kami sangat, sangat bertekad untuk melanjutkan misi kami.”

    Laporan tambahan oleh Jasmin Dyer dan Mark Shea dari BBC World Service Global Journalism.

    (ita/ita)

  • Putin Wanti-wanti AS Tidak Pasok Rudal Tomahawk ke Ukraina!

    Putin Wanti-wanti AS Tidak Pasok Rudal Tomahawk ke Ukraina!

    Jakarta

    Presiden Rusia Vladimir Putin melontarkan peringatan keras terkait kemungkinan Amerika Serikat memasok rudal jarak jauh Tomahawk untuk Ukraina. Dia mengingatkan hal itu akan menyebabkan “tingkat eskalasi yang benar-benar baru”, termasuk dalam hubungan antara Moskow dan Washington.

    “Ini akan berarti tingkat eskalasi yang benar-benar baru, termasuk dalam hubungan antara Rusia dan Amerika Serikat,” kata Putin menanggapi pertanyaan tentang potensi pasokan rudal jarak jauh tersebut ke Ukraina melalui sekutu-sekutu Eropa, seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (3/10/2025).

    Sebelumnya, Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance mengatakan pada Minggu (28/9), bahwa Washington sedang mempertimbangkan permintaan Ukraina untuk mendapatkan pasokan rudal Tomahawk. Presiden AS Donald Trump belum mengambil keputusan akhir, dan Trump berhati-hati untuk tidak memicu eskalasi perang Ukraina menjadi konfrontasi langsung dengan Rusia.

    Namun demikian, fakta bahwa Trump sekarang mempertimbangkan langkah semacam itu menunjukkan seberapa besar frustrasi yang dirasakannya terhadap penolakan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menyetujui gencatan senjata.

    Bagi Kremlin, risiko eskalasi keterlibatan AS sudah jelas jika rudal jarak jauh semacam itu ditembakkan lebih jauh ke dalam wilayah Rusia. Dalam pernyataannya, juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan Rusia sedang melakukan “analisis mendalam” terhadap berbagai skenario.

    “Pertanyaannya… adalah: siapa yang dapat meluncurkan rudal-rudal ini…? Apakah hanya Ukraina yang dapat meluncurkannya, atau apakah tentara-tentara Amerika harus melakukannya?” kata Peskov kepada wartawan saat ditanya soal pernyataan terbaru Wapres AS.

    “Siapa yang menentukan penargetan rudal-rudal ini? Pihak Amerika atau Ukraina sendiri?” tanyanya.

    Peskov mengatakan bahwa “analisis yang sangat mendalam” diperlukan untuk situasi tersebut.

    Rudal Tomahawk memiliki jangkauan hingga 2.500 kilometer — cukup jauh untuk menghantam langsung Moskow dan sebagian besar wilayah Rusia di dekat Eropa jika ditembakkan dari Ukraina.

    Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky baru-baru ini memperingatkan para pejabat Kremlin bahwa mereka harus “mengetahui di mana tempat perlindungan bom berada” jika perang tidak juga diakhiri.

    Belum diketahui secara jelas bagaimana atau melalui negara mana rudal Tomahawk akan dipasok, jika nantinya AS mengabulkan permintaan Kyiv. Zelensky sebelumnya meminta Washington untuk menjualnya ke negara-negara Eropa yang kemudian akan mengirimkannya ke Ukraina.

    Halaman 2 dari 2

    (ita/ita)