Category: Detik.com Internasional

  • AS Serang Dermaga Kapal Penyelundup Narkoba Asal Venezuela

    AS Serang Dermaga Kapal Penyelundup Narkoba Asal Venezuela

    Washington DC

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bahwa negaranya telah menyerang dan menghancurkan area dermaga yang menjadi tempat kapal-kapal, yang diduga menyelundupkan narkoba dari Venezuela, berlabuh.

    Serangan Washington ini berpotensi menjadi serangan darat pertama dalam operasi militer yang diklaim bertujuan memberantas perdagangan narkoba dari kawasan Amerika Latin.

    Pernyataan terbaru Trump ini muncul saat dia meningkatkan kampanye tekanan terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro, yang menuduh Presiden AS itu berupaya menggulingkan rezim pemerintahannya di Caracas.

    “Terjadi ledakan besar di area dermaga tempat mereka memuat kapal-kapal dengan narkoba,” kata Trump saat berbicara kepada wartawan di kediamannya di Mar-a-Lago di Florida, seperti dilansir AFP, Selasa (30/12/2025).

    “Jadi kita menyerang semua kapal-kapal dan sekarang kita menyerang area tersebut, area pelaksanaan, di situlah mereka melaksanakannya. Dan area tersebut sudah tidak ada lagi,” sebutnya.

    Trump tidak mengatakan lebih lanjut apakah itu merupakan operasi militer atau operasi badan intelijen pusat AS (CIA), juga di mana serangan itu dilancarkan. Dia hanya menyebut serangan itu terjadi di “sepanjang pantai”.

    Saat ditanya lebih lanjut soal apakah dirinya telah berbicara dengan Maduro baru-baru ini, setelah panggilan telepon sebelumnya pada November lalu, Trump mengatakan mereka telah berbicara “baru-baru ini”, namun dia juga menyebut “tidak banyak yang dihasilkan dari percakapan tersebut”.

    Sejauh ini belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Venezuela mengenai serangan yang diumumkan Trump tersebut.

    Pengumuman Trump ini disampaikan setelah selama berminggu-minggu, dia mengancam serangan darat terhadap kartel-kartel narkoba di kawasan tersebut, yang disebutnya akan segera dimulai. Serangan yang diumumkan Trump ini menjadi contoh nyata pertama dari hal tersebut.

    Sejak September lalu, pasukan AS telah melancarkan banyak serangan di area Laut Karibia dan Samudra Pasifik bagian timur, yang diklaim oleh Washington menargetkan kapal-kapal penyelundup narkoba.

    Namun pemerintahan Trump belum memberikan bukti-bukti untuk menunjukkan bahwa kapal-kapal yang ditargetkan terlibat dalam perdagangan dan penyelundupan narkoba, sehingga memicu perdebatan tentang legalitas operasi tersebut.

    Para pakar hukum internasional dan kelompok hak asasi manusia (HAM) mengatakan serangan-serangan tersebut kemungkinan besar merupakan pembunuhan di luar hukum. Tuduhan itu dibantah oleh Washington.

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/dhn)

  • Rusia Tuduh Ukraina Kirim Drone Serang Kediaman Putin, Zelensky Bantah

    Rusia Tuduh Ukraina Kirim Drone Serang Kediaman Putin, Zelensky Bantah

    Moskow

    Rusia menuduh Ukraina mengerahkan puluhan drone dalam serangan terhadap salah satu kediaman Presiden Vladimir Putin pada Senin (29/12) waktu setempat. Tuduhan itu dibantah mentah-mentah oleh Kyiv, yang menyebutnya sebagai “kebohongan” yang bertujuan untuk melemahkan upaya mengakhiri perang.

    Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov, yang biasanya tidak pernah mengumumkan serangan drone di negaranya, seperti dilansir AFP dan Reuters, Selasa (30/12/2025), mengatakan kepada publik bahwa Ukraina telah mengerahkan “91 kendaraan udara tanpa awak jarak jauh” ke salah satu kediaman Putin.

    Rentetan serangan drone Ukraina itu, sebut Lavrov, menghujani kediaman Putin yang ada di area Novgorod, antara Minggu (28/12) tengah malam hingga Senin (29/12) dini hari waktu setempat. Lavrov menyebut semua drone berhasil ditembak jatuh oleh sistem pertahanan Rusia.

    Dia mengatakan tidak ada korban luka dan tidak ada kerusakan akibat serangan drone Ukraina, yang disebutnya sebagai “terorisme negara”.

    Lavrov menekankan bahwa serangan drone itu terjadi selama negosiasi membahas kemungkinan kesepakatan perdamaian untuk perang Ukraina. Dia mengatakan bahwa meskipun Rusia tidak meninggalkan negosiasi, posisi Moskow akan ditinjau ulang.

    “Mengingat kemerosotan total rezim kriminal Kyiv, yang telah beralih ke kebijakan terorisme negara, posisi negosiasi Rusia akan dipertimbangkan kembali,” kata Lavrov dalam pernyataannya, tanpa menjelaskan lebih lanjut atau memberikan bukti untuk penilaian Moskow tersebut.

    Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, dalam tanggapannya, menyebut tuduhan Rusia itu sebagai kebohongan dan “rekayasa sepenuhnya” yang dirancang untuk melemahkan proses perundingan perdamaian yang dicetuskan Amerika Serikat (AS).

    Zelensky juga mengatakan bahwa Moskow sedang mempersiapkan serangan terhadap gedung-gedung pemerintahan di Kyiv.

    Lavrov, dalam pernyataannya, mengatakan bahwa target-target telah dipilih untuk serangan balasan oleh Angkatan Bersenjata Rusia. “Tindakan sembrono seperti itu tidak akan dibiarkan begitu saja,” tegasnya.

    Tidak diketahui secara jelas apakah Putin berada di kediamannya tersebut saat serangan drone terjadi.

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/dhn)

  • Trump Ancam Serangan ke Iran Jika Terus Kembangkan Nuklir-Rudal

    Trump Ancam Serangan ke Iran Jika Terus Kembangkan Nuklir-Rudal

    Florida

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa negaranya dapat mendukung serangan besar lainnya, terutama oleh Israel, terhadap Iran jika negara itu terus melanjutkan pengembangan program rudal balistik atau senjata nuklirnya.

    Pernyataan bernada ancaman itu, seperti dilansir Reuters dan Al Arabiya, Selasa (30/12/2025), disampaikan Trump setelah melakukan pertemuan tatap muka dengan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu di kediamannya di Mar-a-Lago, Florida, pada Senin (29/12) waktu setempat.

    Komentar terbaru Trump ini mengisyaratkan bahwa Teheran mungkin sedang berupaya memulihkan program senjatanya setelah serangan besar-besaran Israel, yang didukung AS, pada Juni lalu.

    “Saya mendengar Iran berusaha membangun kembali, dan jika mereka melakukannya, kita harus menghancurkannya,” kata Trump saat berbicara kepada wartawan di Mar-a-Lago.

    “Kita akan melumpuhkan mereka,” tegasnya.

    Iran yang berperang selama 12 hari melawan Israel pada pertengahan Juni lalu, mengatakan pekan lalu bahwa mereka menggelar latihan rudal untuk kedua kalinya pada bulan ini. Netanyahu mengatakan pekan lalu bahwa Israel tidak mencari konfrontasi dengan Iran, tetapi menyadari laporan tersebut.

    Trump, dalam pernyataan kepada wartawan setelah pertemuan dengan Netanyahu, membahas soal upaya Iran membangun kembali persenjataan di lokasi-lokasi berbeda, setelah pengeboman Tel Aviv dan Washington pada Juni lalu memicu kerusakan pada fasilitas-fasilitas nuklir Teheran.

    “Saya telah membaca bahwa mereka sedang membangun persenjataan dan hal-hal lainnya, dan jika memang demikian, mereka tidak menggunakan situs-situs yang telah kita hancurkan, tetapi mungkin situs yang berbeda,” ucap Trump.

    “Kita mengetahui persis ke mana mereka bergerak, apa yang mereka lakukan, dan saya berharap mereka tidak melakukannya karena tidak ingin membuang bahan bakar untuk B-2,” kata Trump merujuk pada pesawat pengebom AS yang digunakan dalam serangan sebelumnya.

    Trump kemudian menambahkan bahwa dirinya tetap terbuka untuk menegosiasikan “kesepakatan”, yang disebutnya sebagai cara yang “jauh lebih cerdas”.

    Trump, yang membahas potensi kesepakatan nuklir dengan Iran dalam beberapa bulan terakhir, mengatakan bahwa pembicaraan dengan Netanyahu fokus membahas upaya mengatasi kekhawatiran Israel atas Iran dan Hizbullah, serta upaya memajukan kesepakatan perdamaian Gaza.

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/dhn)

  • Konflik Memanas, Militer China Simulasikan Blokade Laut terhadap Taiwan

    Konflik Memanas, Militer China Simulasikan Blokade Laut terhadap Taiwan

    Beijing

    China mengumumkan latihan militer “besar” di sekitar Taiwan pada Senin (29/12). Pengumuman ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan dengan Jepang soal komitmen Tokyo membela Taipei. Pulau yang cuma berjarak 160 km dari daratan China itu berstatus merdeka, tapi diklaim Beijing sebagai wilayahnya.

    Latihan militer juga dilakukan di tengah kemarahan China atas penjualan senjata Amerika Serikat (AS) ke Taiwan. Penjualan itu diumumkan sebagai paket terbesar dalam sejarah kedua negara, dan menggariskan perubahan strategi pertahanan Taipei, yang berpotensi merumitkan medan invasi bagi Beijing.

    Meskipun militer China sebelumnya pernah mengadakan latihan tembak nyata dan simulasi blokade pelabuhan di sekitar Taiwan, ini adalah pertama kalinya mereka secara terbuka mengatakan bahwa latihan tersebut bertujuan untuk mencegah intervensi militer dari pihak luar.

    Latihan terbaru China di sekitar Taiwan

    Militer China menjelaskan bahwa latihan di lima zona besar sekitar Taiwan akan mencakup:

    Operasi gabungan angkatan udara, angkatan laut, dan pasukan roket.Wilayah latihan meliputi Selat Taiwan dan empat area di sekitarnya.Patroli kesiapan tempur laut dan udara.Latihan untuk menguasai “superioritas komprehensif” atau dominasi terkoordinasi di seluruh pasukan.Simulasi blokade pelabuhan penting di Taiwan.Pencegahan militer multidimensi di luar rantai Pulau Taiwan.Penggunaan berbagai alat tempur udara, termasuk jet tempur, pembom, drone, dan pasukan roket jarak jauh.Serangan terhadap target bergerak di laut dan udara di Selat Taiwan bagian tengah.

    Awalnya, militer China mengatakan latihan yang dinamai “Just Mission 2025” ini akan dimulai Selasa (30/12) dengan latihan tembak nyata. Namun, pada Senin (29/12) China menyatakan sudah melakukan latihan tembak nyata terhadap target maritim di utara dan barat daya Taiwan.

    “Ini merupakan peringatan serius bagi pasukan separatis ‘Kemerdekaan Taiwan’ dan pasukan campur tangan eksternal, dan merupakan tindakan yang sah dan perlu untuk menjaga kedaulatan dan kesatuan nasional China,” kata Shi Yi, juru bicara Komando Teater Timur China.

    “Latihan ini fokus pada pelatihan patroli kesiapan tempur maritim dan udara, mendapatkan kontrol terpadu, menutup pelabuhan dan area penting, dan melakukan pencegahan multidimensi,” tambahnya.

    Reaksi Taiwan terhadap latihan China

    “Menanggapi pengabaian otoritas China terhadap norma internasional dan penggunaan intimidasi militer untuk mengancam negara tetangga, Taiwan menyatakan kecaman kerasnya,” kata juru bicara presiden, Karen Kuo, dalam sebuah pernyataan.

    Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan pada Senin (29/12) pagi bahwa mereka telah mendeteksi dua pesawat China dan 11 kapal China beroperasi di sekitar pulau dalam 24 jam terakhir. Kementerian tersebut mengatakan telah membentuk pusat respons cepat dan berjanji untuk “melindungi demokrasi, kebebasan, kedaulatan, dan keselamatan” di pulau itu.

    “Sebuah pusat respons telah dibentuk, dan pasukan yang sesuai telah dikerahkan,” kata militer Taiwan, menambahkan bahwa angkatan bersenjatanya “telah melakukan latihan respons cepat.”

    Meningkatnya ketegangan antara China dan Jepang

    Taiwan yang demokratis telah memerintah dirinya sendiri selama beberapa dekade, tetapi China menganggapnya sebagai provinsi separatis dan lama telah berjanji akan merebutnya dengan kekuatan jika diperlukan.

    Pengumuman latihan militer ini muncul setelah Beijing menyatakan kemarahan atas komentar Perdana Menteri nasionalis baru Jepang, Sanae Takaichi, yang menyarankan bahwa tindakan China terhadap Taiwan bisa menjadi “situasi yang mengancam kelangsungan hidup”, sebuah penetapan di bawah hukum Jepang yang membuka pintu bagi intervensi militer.

    Ini juga terjadi setelah Amerika Serikat mengumumkan penjualan senjata terbesar sepanjang masa ke Taiwan, dengan paket senilai $ 11,1 miliar (sekitar Rp 185 triliun).

    Artikel ini pertama kali diterbitkan dalam bahasa Inggris

    Diadaptasi oleh Rahka Susanto

    Editor: Rizki Nugraha

    (nvc/nvc)

  • Kereta Penumpang di Meksiko Tergelincir, 15 Orang Terluka

    Kereta Penumpang di Meksiko Tergelincir, 15 Orang Terluka

  • Trump Bilang Ukraina-Rusia ‘Lebih Dekat’ Menuju Perdamaian

    Trump Bilang Ukraina-Rusia ‘Lebih Dekat’ Menuju Perdamaian

    Washington DC

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Minggu (28/12) menegaskan bahwa Ukraina dan Rusia kini berada “lebih dekat dari sebelumnya” untuk mencapai kesepakatan damai, saat ia menjamu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di resor Mar-a-Lago miliknya di Florida.

    Namun, Trump mengakui bahwa proses negosiasi sangat kompleks dan masih berpeluang gagal. Kebuntuan perundingan dikhawatirkan dapat membuat perang berlarut-larut selama bertahun-tahun.

    Pernyataan itu disampaikan Trump setelah pertemuannya dengan Zelenskyy, yang berlangsung usai pembicaraan telepon selama dua setengah jam dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

    Trump menyebut percakapannya dengan Putin sebagai “sangat baik” dan mengatakan ia masih percaya bahwa pemimpin Rusia itu menginginkan perdamaian, meskipun Moskow kembali melancarkan serangan ke Kyiv saat Zelenskyy terbang ke Amerika Serikat.

    “Rusia ingin melihat Ukraina berhasil,” kata Trump dalam konferensi pers pada Minggu (18/12) sore setelah pertemuannya dengan Zelenskyy. Trump berulang kali memuji presiden Ukraina itu sebagai sosok yang “berani”.

    Zelenskyy, dalam kesempatan yang sama, menyampaikan apresiasi kepada Trump.

    “Ukraina siap untuk perdamaian,” katanya.

    Donbas dan jaminan keamanan jadi batu sandungan

    Keduanya menyebut masa depan wilayah Donbas di Ukraina timur sebagai titik paling sulit dalam perundingan.

    “Itu isu yang sangat sulit, tetapi saya pikir akan bisa diselesaikan,” kata Trump.

    Zelenskyy menegaskan bahwa posisi Ukraina berbeda secara mendasar dengan Rusia.

    “Sikap kami sangat jelas. Itulah mengapa Presiden Trump mengatakan ini adalah pertanyaan yang sangat sulit dan, tentu saja, kami memiliki posisi yang berbeda dengan Rusia mengenai hal itu,” ujar Zelenskyy.

    Trump tetap menyatakan keyakinannya bahwa Putin “sangat serius” ingin mengakhiri perang, meskipun Rusia terus menyerang target di Ukraina.

    “Saya percaya Ukraina juga telah melakukan beberapa serangan yang sangat kuat,” kata Trump.

    Namun, ia juga memperingatkan bahwa perundingan masih bisa runtuh.

    “Dalam beberapa minggu, kita akan tahu hasilnya, satu atau lain cara. Bisa saja ada satu isu besar yang tidak terpikirkan sebelumnya dan menghancurkan semuanya. Ini adalah negosiasi yang sangat sulit dan sangat rinci,” ujarnya.

    Serangan berlanjut di tengah negosiasi

    Di tengah intensifnya diplomasi, pertempuran di lapangan belum mereda. Saat Zelenskyy melakukan perjalanan ke Amerika Serikat untuk perundingan terbaru, Rusia kembali melancarkan serangan ke berbagai wilayah Ukraina.

    Trump mengakui kontradiksi tersebut, tetapi tetap menegaskan keyakinannya bahwa kedua pihak serius mencari jalan keluar.

    “Saya percaya Putin sangat serius untuk mengakhiri perang,” kata Trump, meski ia mengakui Rusia terus menyerang Ukraina. Ia juga menambahkan bahwa Ukraina pun “telah melakukan beberapa serangan yang sangat kuat.”

    Trump menilai dinamika ini mencerminkan kompleksitas perundingan, di mana tekanan militer kerap berjalan beriringan dengan upaya diplomasi. Ia kembali mengingatkan bahwa jika negosiasi gagal, konflik ini bisa berlangsung lama.

    “Ini bisa menjadi sesuatu yang berlangsung bertahun-tahun,” katanya.

    Trump, Putin, dan diplomasi intensif dengan Eropa

    Trump mengatakan ia akan kembali menelepon Putin setelah pertemuannya dengan Zelenskyy. Sebelumnya, penasihat kebijakan luar negeri Kremlin, Yuri Ushakov, menyebut panggilan Trump–Putin tersebut diinisiasi oleh pihak AS dan berlangsung “bersahabat, penuh niat baik, dan bernuansa bisnis”.

    Menurut Ushakov, Trump dan Putin sepakat untuk kembali berbicara “dalam waktu dekat” setelah pertemuan Trump dengan Zelenskyy. Namun, ia menegaskan bahwa dibutuhkan “keputusan politik yang berani dan bertanggung jawab dari Kyiv” terkait Donbas dan isu-isu lain agar tercapai “penghentian total permusuhan”.

    Setelah pertemuan di Florida, Trump dan Zelenskyy juga menghubungi sejumlah pemimpin Eropa, termasuk Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen serta para pemimpin Finlandia, Prancis, Jerman, Inggris, dan Polandia.

    Zelenskyy mengatakan Trump telah sepakat untuk kembali menjamu para pemimpin Eropa, kemungkinan di Gedung Putih, pada Januari mendatang. Trump menyebut pertemuan itu bisa berlangsung di Washington atau “di suatu tempat”.

    Trump menekankan bahwa para perunding telah membuat kemajuan signifikan. Zelenskyy sebelumnya mengatakan bahwa rancangan proposal perdamaian 20 poin yang dibahas para negosiator “sekitar 90% siap”, sejalan dengan optimisme pejabat AS ketika tim perunding utama Trump bertemu Zelenskyy di Berlin bulan ini.

    Dalam pembicaraan terbaru, AS setuju menawarkan jaminan keamanan tertentu bagi Ukraina yang mirip dengan perlindungan NATO. Proposal ini muncul ketika Zelenskyy menyatakan kesediaannya untuk melepaskan ambisi Ukraina bergabung dengan NATO, asalkan negaranya mendapatkan perlindungan setara NATO untuk mencegah serangan Rusia di masa depan.

    Tuntutan Putin dan risiko kebuntuan panjang

    Zelenskyy juga mengungkapkan bahwa pada Hari Natal ia berbicara dengan utusan khusus AS Steve Witkoff dan Jared Kushner, menantu Trump. Ia mengatakan pembicaraan itu mencakup “detail substantif tertentu”, tetapi memperingatkan bahwa “masih ada pekerjaan yang harus dilakukan pada isu-isu sensitif” dan bahwa “minggu-minggu ke depan juga bisa sangat intensif”.

    Putin secara terbuka menyatakan ingin semua wilayah di empat kawasan utama yang telah direbut pasukannya, serta Semenanjung Krimea yang dianeksasi secara ilegal pada 2014, diakui sebagai wilayah Rusia. Ia juga menuntut Ukraina menarik pasukan dari wilayah timur tertentu yang bahkan belum sepenuhnya dikuasai Rusia, tuntutan yang secara terbuka ditolak Kyiv.

    Kremlin juga mendesak Ukraina untuk meninggalkan ambisinya bergabung dengan NATO, serta memperingatkan bahwa pengerahan pasukan dari negara-negara NATO akan dianggap sebagai “target yang sah”. Putin juga menuntut pembatasan ukuran militer Ukraina dan pemberian status resmi bagi bahasa Rusia.

    Ushakov mengatakan kepada harian bisnis Kommersant bahwa polisi Rusia dan Garda Nasional akan tetap berada di sebagian wilayah Donetsk, salah satu dari dua wilayah utama Donbas bersama Luhansk, bahkan jika wilayah tersebut dijadikan zona demiliterisasi dalam rencana perdamaian.

    Ia juga memperingatkan bahwa upaya mencapai kompromi bisa memakan waktu lama. Menurutnya, proposal AS yang semula mempertimbangkan tuntutan Rusia telah “diperburuk” oleh perubahan yang diusulkan Ukraina dan sekutu Eropanya.

    Trump sendiri menunjukkan sikap yang relatif terbuka terhadap sebagian tuntutan Putin, dengan berargumen bahwa presiden Rusia dapat diyakinkan untuk mengakhiri perang jika Kyiv bersedia menyerahkan sebagian wilayah Donbas dan jika Barat menawarkan insentif ekonomi untuk menarik Rusia kembali ke sistem ekonomi global.

    Meski demikian, Trump menegaskan bahwa hasil akhir masih belum pasti, dan dunia akan segera mengetahui apakah momentum diplomasi ini benar-benar mampu mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir empat tahun.

    Editor: Rizki Nugraha

    (nvc/nvc)

  • Trump Bilang Hamas Bakal Tanggung Akibatnya Jika Tolak Lucuti Senjata

    Trump Bilang Hamas Bakal Tanggung Akibatnya Jika Tolak Lucuti Senjata

    Jakarta

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan Hamas untuk segera melucuti senjata. Kata Trump, Hamas bakal menanggung akibatnya jika menolak itu.

    “Jika mereka tidak melucuti senjata seperti yang telah mereka sepakati, maka mereka akan menanggung akibatnya,” kata Trump dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Florida, dilansir kantor berita AFP, Selasa (30/12/2025).

    Trump mengatakan Hamas harus segera melucuti senjata. Dia menyebut hal itu harus dilakukan dalam waktu dekat.

    “Mereka harus melucuti senjata dalam waktu yang cukup singkat,” kata Trump.

    Trump secara terbuka menyatakan dukungannya kepada Netanyahu, yang telah mengambil sikap dalam melangkah ke tahap selanjutnya dari rencana gencatan senjata Gaza.

    “Saya tidak khawatir dengan apa pun yang dilakukan Israel,” kata Trump.

    Trump diketahui bertemu Netanyahu di Florida. Pertemuan membahas langkah selanjutnya dalam rencana gencatan senjata Gaza.

    Keduanya juga membahas Iran. Trump mengatakan bahwa jika Teheran membangun kembali fasilitas nuklirnya, Amerika Serikat akan “menghancurkannya.”

    Trump mengecilkan laporan tentang ketegangan dengan Netanyahu, dengan mengatakan bahwa “dia bisa sangat sulit” tetapi Israel “mungkin tidak akan ada” tanpa kepemimpinannya setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.

    “Kami membahas sekitar lima topik utama, dan Gaza akan menjadi salah satunya,” kata Trump kepada wartawan di resor Mar-a-Lago miliknya menjelang pertemuan bilateral tersebut.

    (whn/whn)

  • Juru Bicara Sayap Militer Hamas Tewas Dibunuh Israel

    Juru Bicara Sayap Militer Hamas Tewas Dibunuh Israel

    Jakarta

    Sayap bersenjata kelompok Hamas, Brigade Ezzedine al-Qassam mengumumkan juru bicaranya, Abu Obeida tewas dibunuh Israel. Abu Obeida tewas dalam serangan udara di Gaza.

    Dilansir kantor berita AFP, Senin (29/12/2025), Brigade Ezzedine Al-Qassam merilis pernyataan video di saluran Telegram mereka terkait kematian Abu Obeida. Pengumuman ini setelah beberapa bulan Israel mengumumkan bahwa Abu Obeida telah tewas dalam serangan udara di Gaza.

    “Kami berhenti sejenak untuk memberi penghormatan kepada… pria bertopeng yang dicintai oleh jutaan orang… komandan dan juru bicara Brigade Qassam yang gugur sebagai martir, Abu Obeida,” tulis kelompok tersebut.

    Seperti diketahui, Israel sebelumnya mengumukan telah melakukan serangan udara pada 30 Agustus 2025 lalu. Israel mengklaim saat itu Abu Obeida tewas dalam serangan tersebut.

    Israel telah menghancurkan kepemimpinan Hamas selama 23 bulan pertempuran yang menghancurkan di Jalur Gaza. Israel mengatakan pihaknya berupaya membasmi kelompok bersenjata tersebut dan memulangkan para sandera yang ditawan oleh militan Palestina dalam serangan mereka pada 7 Oktober 2023 yang memicu perang tersebut.

    Panglima militer Israel, Eyal Zamir, berjanji untuk terus menargetkan kepemimpinan Hamas, yang sebagian besar katanya kini berada di luar negeri.

    (whn/eva)

  • Banjir Landa Spanyol Akibat Hujan Deras, 3 Orang Tewas

    Banjir Landa Spanyol Akibat Hujan Deras, 3 Orang Tewas

    Jakarta

    Banjir melanda Spanyol akibat hujan deras. Tiga orang ditemukan tewas akibat peristiwa tersebut.

    Dilansir AFP, Senin (29/12/2025), tim pencarian menemukan dua jenazah pria yang disebut hilang setelah hujan deras di Spanyol selatan, kata para pejabat. Polisi Guardia Civil Spanyol mengatakan jenazah seorang pria ditemukan sekitar tiga kilometer (dua mil) dari tempat ia tersapu arus sungai yang meluap di dekat Granada pada hari Minggu.

    Televisi Spanyol melaporkan bahwa pria berusia 20 tahun itu terseret arus saat mencoba menyeberangi dasar sungai dengan sepeda motor.

    Jenazah pria lain, yang mobil van-nya juga tersapu arus, ditemukan di provinsi Malaga, kata walikota Alhaurin el Grande, Antonio Bermudez. Penumpang lain dari van tersebut ditemukan tewas lebih dulu pada hari Minggu.

    Kedua pria dalam van yang berusia awal 50-an, disebut “teman seumur hidup,” kata Bermudez, menggambarkan tragedi itu sebagai “Natal yang menyedihkan dan kelam bagi komunitas.”

    Spanyol menjadi salah satu negara yang paling terdampak perubahan iklim dalam beberapa tahun terakhir. Negara ini kerap mengalami gelombang panas yang semakin panjang serta hujan lebat yang terjadi lebih sering.

    Kondisi tersebut berpuncak pada banjir besar Oktober 2024 yang menewaskan lebih dari 230 orang, dengan sebagian besar korban berada di wilayah timur Valencia.

    (eva/azh)

  • Staycation Pakai Duit Salah Transfer Berujung Bui bagi Pria Singapura

    Staycation Pakai Duit Salah Transfer Berujung Bui bagi Pria Singapura

    Jakarta

    Pria di Singapura divonis 12 minggu penjara usai menikmati uang salah transfer untuk staycation. Pelaku dibui usai menolak mengembalikan SGD 9.000 atau sekitar Rp 118 juta yang salah kirim ke rekeningnya.

    Dilansir Channel News Asia, Senin (29/12/2025), pria itu bernama Mohamed Basheer Hanif Mohamed (27). Dia menerima uang yang salah transfer oleh Universitas Teknologi Nanyang (NTU).

    Basheer menghabiskan uang tersebut untuk menginap di hotel dan pengeluaran sehari-hari. Basheer mengaku bersalah atas satu dakwaan penggelapan dana secara tidak jujur.

    Berdasarkan dokumen pengadilan, seorang petugas keuangan NTU mengatakan universitas tersebut secara keliru mentransfer SGD 9.087,04 kepada Basheer pada 10 November 2023. Pada hari yang sama, Basheer menyadari jumlah tersebut di rekening bank POSB-nya yang sebelumnya kosong.

    Kemudian Basheer menarik uang tersebut untuk keperluan pribadinya. Petugas keuangan dan POSB telah beberapa kali mencoba menghubungi Basheer tetapi tidak berhasil.

    Pada 21 November 2023, petugas keuangan mengirim email kepada Basheer tentang transfer yang salah tersebut. Basheer menjawab bahwa dia tidak mengetahui adanya uang tersebut karena dia telah berhenti menggunakan rekening bank tersebut.

    Dia juga menolak memberikan nomor telepon seluler dan alamat terbarunya atas permintaan NTU dan menyuruh petugas keuangan untuk berhenti menghubunginya. Dia tidak mengembalikan uang tersebut.

    Muncul melalui tautan video tanpa perwakilan hukum, Basheer mengatakan bahwa dia telah ditahan sejak Oktober karena tidak mampu membayar uang jaminan. Dia mengaku selama ini tinggal di sebuah flat sewaan bersama istrinya, dan mereka sedang mengalami kesulitan keuangan.

    Basheer mengatakan kepada hakim bahwa dia menyesal dan tidak akan mengulangi pelanggaran setelah dibebaskan. Hakim kemudian bertanya apakah ada perwakilan NTU yang hadir dan seorang wanita terlihat maju. Kemudian, terungkap bahwa wanita tersebut adalah istri Basheer, dan bukan perwakilan universitas.

    Penggelapan dana secara tidak jujur dapat membuat seseorang dipenjara hingga 2 tahun, didenda, atau keduanya.

    Halaman 2 dari 2

    (lir/lir)