Category: Detik.com Internasional

  • Geger Penembakan Massal di Restoran AS, 4 Orang Tewas-20 Luka

    Geger Penembakan Massal di Restoran AS, 4 Orang Tewas-20 Luka

    Jakarta

    Penembakan massal kembali terjadi di Amerika Serikat. Empat orang tewas dan setidaknya 20 orang terluka dalam penembakan di sebuah restoran di South Carolina pada hari Minggu (12/10) waktu setempat.

    Kantor Sheriff Beaufort County mengatakan dalam sebuah pernyataan, para petugas polisi dipanggil ke Willie’s Bar and Grill di St. Helena Island tepat sebelum pukul 1 dini hari waktu setempat, dan menemukan beberapa orang menderita luka tembak.

    Dari mereka yang terluka, empat orang berada dalam kondisi kritis, kata pihak berwenang.

    Kantor sheriff mengatakan sedang menyelidiki insiden tersebut, tetapi menolak memberikan rincian lebih lanjut. Kantor tersebut menolak untuk merilis nama-nama korban tewas sambil menunggu pemberitahuan ke para anggota keluarga.

    Ratusan orang berada di sana pada saat penembakan, kata kantor sheriff.

    “Ini adalah insiden yang tragis dan sulit bagi semua orang,” kata kantor sheriff, dilansir kantor berita Reuters, Senin (13/10/2025).

    Penembakan massal, yang didefinisikan oleh Arsip Kekerasan Senjata sebagai insiden di mana empat orang atau lebih ditembak, telah menjadi lebih sering terjadi di AS dalam satu dekade terakhir.

    Masyarakat Amerika Serikat sebagian besar terbagi berdasarkan garis politik mengenai kemungkinan solusi kebijakan atas masalah penembakan massal tersebut. Partai Demokrat mendukung pembatasan senjata yang lebih ketat dan Partai Republik mendukung hak kepemilikan senjata dan penegakan hukum yang lebih baik terhadap kejahatan kekerasan.

    (ita/ita)

  • Trump Bisa Setujui Rudal Tomahawk untuk Ukraina Jika Putin Lanjut Perang

    Trump Bisa Setujui Rudal Tomahawk untuk Ukraina Jika Putin Lanjut Perang

    Washington DC

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan dirinya mungkin menawarkan rudal jarak jauh Tomahawk yang dapat digunakan oleh Ukraina, jika Presiden Rusia Vladimir Putin tidak juga mengakhiri perang.

    Washington sebelumnya dilaporkan sedang mempertimbangkan pasokan rudal Tomahawk untuk Kyiv, yang menuai reaksi keras Kremlin.

    Saat berbicara kepada wartawan dalam pesawat kepresidenan AS, Air Force One yang terbang ke Israel, seperti dilansir Reuters, Senin (13/10/2025), Trump mengatakan dirinya dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah membahas permintaan persenjataan yang diajukan Zelensky, termasuk rudal Tomahawk.

    Pembahasan itu dilakukan via telepon pada Sabtu (11/10) dan Minggu (12/10) waktu setempat.

    Rudal Tomahawk buatan AS memiliki jangkauan hingga 2.500 kilometer, cukup jauh untuk menyerang wilayah terdalam di Rusia, termasuk ibu kota Moskow.

    Kremlin telah memperingatkan AS untuk tidak memasok rudal Tomahawk ke Ukraina. Trump, pada Minggu (12/10), mengatakan bahwa rudal tersebut akan menjadi “langkah agresi baru” jika digunakan dalam perang.

    AS, sebut Trump, tidak akan menjual rudal tersebut secara langsung ke Ukraina, tetapi memasoknya kepada aliansi pertahanan NATO, yang kemudian dapat menawarkannya kepada Ukraina.

    “Ya, saya mungkin akan mengatakan kepadanya (Putin-red), jika perang tidak berakhir, kita mungkin akan melakukannya,” kata Trump. “Mungkin tidak, tetapi kita bisa melakukannya. … Apakah mereka ingin Tomahawk melesat ke arah mereka? Saya rasa tidak,” ucapnya.

    Zelensky sebelumnya mengatakan bahwa Ukraina hanya akan menggunakan rudal Tomahawk, jika memang dipasok AS, untuk tujuan militer dan tidak akan menyerang warga sipil di Rusia.

    “Kami tidak pernah menyerang warga sipil mereka. Inilah perbedaan besar antara Ukraina dan Rusia. Itulah sebabnya, jika kita berbicara tentang (rudal) jarak jauh, kita hanya berbicara tentang tujuan militer,” ujar Zelensky dalam wawancara dengan program Fox News “Sunday Briefing”.

    Pekan lalu, Tump mengatakan bahwa sebelum menyetujui pasokan rudal Tomahawk, dirinya ingin mengetahui bagaimana Ukraina akan menggunakannya karena dia tidak ingin meningkatkan eskalasi perang antara Moskow dan Kyiv.

    Sementara Putin, awal bulan ini, mengingatkan bahwa mustahil untuk menggunakan rudal Tomahawk tanpa partisipasi langsung personel militer AS, sehingga pasokan rudal semacam itu ke Ukraina akan memicu “eskalasi tahap baru yang kualitatif”.

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/ita)

  • Skenario Pertukaran Sandera dan Tahanan Antara Hamas dengan Israel

    Skenario Pertukaran Sandera dan Tahanan Antara Hamas dengan Israel

    Tel Aviv

    Israel mengaku akan membebaskan tahanan Palestina setelah mereka menerima semua sandera yang ditawan Hamas di Gaza. Pembebasan tahanan Palestina, katanya, akan dilakukan saat para sandera telah masuk ke wilayah Israel.

    “Tahanan Palestina akan dibebaskan setelah Israel mendapat konfirmasi bahwa semua sandera kami yang akan dibebaskan besok telah melintasi perbatasan menuju Israel,” ujar Juru Bicara PM Israel, Shosh Bedrosian, seperti dilansir Al Arabiya, Senin (13/10/2025).

    Dia mengatakan sandera yang telah tewas akan diidentifikasi lebih dulu oleh para ahli forensik di Israel. Bedrosian mengatakan para tahanan Palestina akan berada di dalam bus yang siap berangkat selama proses identifikasi berlangsung.

    “Begitu kami mendapat konfirmasi bahwa mereka (para sandera) telah memasuki wilayah Israel, bus-bus tersebut akan berangkat dan memulai perjalanan mereka,” ujarnya.

    Dia mengatakan pembebasan semua sandera yang ditawan di Jalur Gaza selama lebih dari 2 tahun diperkirakan akan dimulai Senin pagi waktu setempat. Israel dan Hamas telah menyetujui tahap pertama dari rencana yang diusulkan oleh Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri perang di Gaza.

    Perang itu diklaim Israel sebagai balasan atas serangan Hamas yang menewaskan 1.200 orang di Israel pada 7 Oktober 2023. Hamas juga menyandera ratusan orang setelah peristiwa itu.

    Serangan Israel ke Gaza telah menewaskan 67 ribu warga, ratusan ribu orang terluka dan jutaan orang menjadi pengungsi. Krisis pangan juga terjadi akibat blokade Israel.

    Kini, Hamas dan Israel sepakat gencatan senjata. Hamas akan membebaskan 47 sandera dalam kondisi hidup dan mati yang tersisa. Hamas juga diperkirakan akan menyerahkan jenazah seorang tentara yang tewas pada tahun 2014 dalam perang Gaza sebelumnya.

    Saat gencatan senjata terakhir, identifikasi para sandera yang tewas baru dikonfirmasi setelah autopsi di Institut Forensik Abu Kabir Israel.

    “Kami berharap ke-20 sandera kami yang masih hidup akan dibebaskan bersamaan ke Palang Merah dan diangkut dengan enam hingga delapan kendaraan. Para sandera kemudian akan dibawa ke pasukan di wilayah Gaza yang dikontrol Israel dan kemudian dipindahkan ke pangkalan Reim di Israel selatan, di mana mereka kemudian akan dipertemukan kembali dengan keluarga mereka,” ujarnya.

    Mereka kemudian akan dibawa ke tiga rumah sakit utama. Israel juga merevisi daftar tahanan Palestina yang akan dibebaskan.

    Menteri Israel menyetujui perubahan daftar tahanan Palestina yang dibebaskan sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata. Dilansir Aljazeera, perubahan tersebut mencakup penghapusan seorang warga Palestina yang sebelumnya akan dibebaskan.

    Israel juga memasukkan dua tahanan ke daftar tahanan akan dibebaskan ‘yang tidak menjalani hukuman seumur hidup dan tidak berafiliasi dengan Hamas’. Ada juga tujuh anak di bawah umur yang dihapus dari daftar. Kemudian, dua perempuan telah ditambahkan dalam daftar.

    Secara keseluruhan, ada 1.718 tahanan Palestina yang akan dibebaskan. Padahal, Israel awalnya sepakat akan membebaskan 1.722 tahanan.

    Halaman 2 dari 3

    (haf/imk)

  • Di Israel, Trump Dijadwalkan Bertemu Warga yang Ditahan Hamas

    Di Israel, Trump Dijadwalkan Bertemu Warga yang Ditahan Hamas

    Jakarta

    Hamas dijadwalkan membebaskan semua sandera yang masih hidup pada Senin (13/10) waktu setempat. Imbalannya, Israel membebaskan tahanan Palestina yang ditahan Israel.

    Dilansir AFP, Senin (13/10/2025), Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dikabarkan menuju Israel untuk menghadiri pertemuan puncak perdamaian setelah menyatakan perang Gaza “berakhir”.

    Kunjungan singkat Trump ke Israel dan Mesir bertujuan untuk merayakan perannya dalam menengahi gencatan senjata dan kesepakatan pembebasan sandera minggu lalu — tetapi datang di saat yang genting karena Israel dan Hamas sedang merundingkan langkah selanjutnya.

    Berdasarkan peta jalan yang diusulkan presiden AS, setelah militan Palestina menyerahkan para sandera yang masih hidup, Israel akan mulai membebaskan sekitar 2.000 tahanan sebagai imbalan. Namun, belakangan Israel merevisi jumlah yang dibebaskan menjadi 1.718 orang.

    Israel memperkirakan seluruh 20 sandera yang masih hidup akan diserahkan kepada Palang Merah “Senin pagi”, menurut juru bicara kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

    “Saya pikir gencatan senjata ini akan bertahan. Saya pikir orang-orang sudah lelah. Ini sudah berabad-abad,” kata Trump tentang perang di Gaza.

    Di Israel, Trump dijadwalkan bertemu dengan keluarga sandera yang disandera Hamas dalam serangan lintas perbatasan mematikan dua tahun lalu yang memicu perang, sebelum berpidato di hadapan parlemen Israel di Yerusalem.

    Perjalanannya sebagian merupakan langkah kemenangan atas kesepakatan Gaza yang ia bantu mediasi dengan rencana perdamaian 20 poin yang diumumkan pada akhir September.

    “Semua orang sangat gembira dengan momen ini,” kata Trump sebelumnya saat bersiap menaiki pesawat di Pangkalan Gabungan Andrews dekat Washington.

    Para pejabat penting AS yang ikut bersamanya antara lain Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, kepala CIA John Ratcliffe, dan perwira tinggi militer Dan Caine.

    (zap/imk)

  • Israel Revisi Daftar Tahanan Palestina yang Dibebaskan Jadi 1.718 Orang

    Israel Revisi Daftar Tahanan Palestina yang Dibebaskan Jadi 1.718 Orang

    Tel Aviv

    Israel merevisi daftar tahanan Palestina yang akan dibebaskan. Menteri Israel menyetujui perubahan daftar tahanan Palestina yang dibebaskan sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata.

    Dilansir Aljazeera, Senin (13/10), perubahan tersebut mencakup penghapusan seorang warga Palestina yang sebelumnya akan dibebaskan. Kemudian, Israel tambahkan dua tahanan ke daftar tahanan akan dibebaskan “yang tidak menjalani hukuman seumur hidup dan tidak berafiliasi dengan Hamas”, laporan surat kabar Israel, Haaretz.

    Disebutkan pula tujuh anak di bawah umur telah dihapus dari daftar. Kemudian, dua perempuan telah ditambahkan dalam daftar.

    Secara keseluruhan, dengan adanya revisi ini, 1.718 tahanan Palestina akan dibebaskan. Padahal semula Israel sepakat akan membebaskan 1.722 tahanan, tambah Haaretz.

    Laporan itu muncul ketika otoritas Israel memperingatkan warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki agar tidak merayakan pembebasan orang-orang Palestina.

    Sementara itu, Hamas menuntut pembebasan tokoh Palestina terkemuka, Marwan Barghouti, tetapi belum jelas apakah Israel akan membebaskannya.

    (isa/zap)

  • Usai Baku Tembak dengan Militer Afghanistan, Pakistan Tutup Perbatasan

    Usai Baku Tembak dengan Militer Afghanistan, Pakistan Tutup Perbatasan

    Jakarta

    Militer Pakistan dan Afghanistan terlibat bentrokan sejak kemarin. Pakistan pun menutup perbatasan antara negaranya dengan Afghanistan usai bentrokan itu terjadi.

    Dilansir Reuters, Senin (13/10/2025), pejabat Pakistan mengatakan pada Minggu (12/10) Pakistan telah menutup penyeberangan di sepanjang perbatasan dengan Afghanistan. Perbatasan itu dikenal sebagai Garis Durand.

    Perbatasan itu yang disengketakan kedua belah pihak. Perbatasan itu dibuat oleh Inggris pada 1893.

    “Dua penyeberangan perbatasan utama dengan Afghanistan, di Torkham dan Chaman, dan setidaknya tiga penyeberangan kecil, di Kharlachi, Angoor Adda, dan Ghulam Khan, ditutup pada Minggu,” kata para pejabat setempat.

    Sebelumnya, Taliban mengklaim telah menyerang pasukan Pakistan di beberapa lokasi pegunungan di perbatasan utara. Mereka juga mengklaim telah mengirimkan 58 personel militer Pakistan.

    Dilaporkan BBC , Minggu (12/10/2025), seorang juru bicara Taliban mengatakan 58 personel militer Pakistan itu tewas dalam apa yang disebut ‘tindakan penyelesaian’. Taliban mengklaim Pakistan telah melintasi wilayah udara Afghanistan dan mengebom sebuah pasar di dalam perbatasannya pada Kamis lalu.

    Sementara itu, Islamabad menuduh Kabul menyembunyikan teroris yang menargetkan Pakistan.

    Pekan lalu, pemerintah Taliban Afghanistan menuduh Pakistan melanggar ‘wilayah’ Kabul, ketika dua ledakan keras terdengar di kota itu pada Kamis malam. Pakistan mengebom sebuah pasar sipil di provinsi perbatasan Paktika, di tenggara Afghanistan, kata Kementerian Pertahanan Taliban. Penduduk setempat di sana mengatakan kepada BBC Afghanistan bahwa sejumlah toko telah dihancurkan.

    (zap/isa)

  • Trump Nyatakan Perang di Gaza Sudah Berakhir

    Trump Nyatakan Perang di Gaza Sudah Berakhir

    Washington

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan perang di Gaza, Palestina, sudah berakhir. Sementara Hamas bersiap membebaskan para sandera yang masih hidup.

    Dilansir AFP, Senin (13/10/2025), berdasarkan usulan Trump, setelah Hamas menyerahkan para sandera, Israel akan mulai membebaskan sekitar 2.000 tahanan sebagai imbalannya.

    Namun hingga Minggu (12/10), masih ada sedikit perdebatan terkait usulan itu. Dua sumber Hamas mengatakan kepada AFP bahwa Hamas bersikeras meminta Israel memasukkan tujuh pemimpin senior Palestina dalam daftar orang-orang yang akan dibebaskan.

    Dalam perjalanannya menuju Israel dengan para wartawan, Trump dengan percaya diri mengatakan bahwa “perang telah berakhir”.

    Trump dijadwalkan tiba di Israel usai pembebasan para tahanan. Trump akan berpidato di hadapan parlemen Israel sebelum menuju Mesir yang menjadi tuan rumah pertemuan para pemimpin dunia terkait perdamaian di Gaza.

    Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim negaranya meraih kemenangan atas Hamas. “Bersama-sama kita meraih kemenangan luar biasa, kemenangan yang memukau seluruh dunia… Namun di saat yang sama, saya harus memberi tahu Anda, perjuangan belum berakhir,” ujar Netanyahu.

    “Ini adalah malam yang emosional, malam yang penuh air mata, malam yang penuh sukacita, karena besok anak-anak kita akan kembali ke perbatasan kita,” kata Netanyahu, mengutip sebuah ayat Alkitab.

    Senada dengan Netanyahu, Panglima Angkatan Darat Israel, Letnan Jenderal Eyal Zamir, juga mengklaim kemenangan. “Tekanan militer yang kami terapkan selama dua tahun terakhir, bersama dengan langkah-langkah diplomatik pelengkap, merupakan kemenangan atas Hamas,” kata Zamir.


    Tonton juga Video Trump Ngaku Senang Selamatkan Jutaan Nyawa Meski Tak Dapat Nobel

    Halaman 2 dari 2

    (isa/fas)

  • Zelensky Telepon Macron Minta Bantuan Tambahan Rudal untuk Lawan Rusia

    Zelensky Telepon Macron Minta Bantuan Tambahan Rudal untuk Lawan Rusia

    Kyiv

    Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menelepon Presiden Prancis Emmanuel Macron. Dalam telepon itu, Zelensky meminta Macron menambah bantuan rudal untuk melawan Rusia.

    “Saya berbicara dengan Presiden Emmanuel Macron… Saya memberi tahu beliau tentang kebutuhan prioritas kami, pertama dan terutama sistem pertahanan udara dan rudal,” kata Zelensky dalam sebuah unggahan Facebook, dilansir kantor berita AFP, Minggu (12/10/2025).

    Prancis merupakan pendukung militer yang signifikan bagi Ukraina. Namun Prancis telah dilanda krisis politik sejak tahun lalu, ketika Macron mengadakan pemilihan umum dadakan dengan harapan mengamankan mayoritas tetapi justru membuat parlemen lumpuh karena banyaknya partai.

    Permintaan Zelensky agar Prancis meningkatkan bantuan pertahanan udara bagi Ukraina bukan tanpa alasan. Dia menyebut bahwa Rusia memanfaatkan perhatian dunia yang teralihkan untuk terus menyerang Ukraina.

    “Rusia sekarang memanfaatkan momen ini — fakta bahwa Timur Tengah dan isu-isu domestik di setiap negara mendapatkan perhatian maksimal,” ucap Zelensky.

    Rusia telah menggempur jaringan energi Ukraina dalam beberapa hari terakhir, memutus aliran listrik bagi ratusan ribu warga Ukraina menjelang musim dingin.

    (fas/whn)

  • Trump dan Presiden El-Sisi Bakal Pimpin KTT Perdamaian Gaza di Mesir

    Trump dan Presiden El-Sisi Bakal Pimpin KTT Perdamaian Gaza di Mesir

    Jakarta

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi akan memimpin KTT perdamaian Gaza di Sharm el-Sheikh, Mesir, besok. Pertemuan untuk mengakhiri perang di Gaza, Palestina, itu akan dihadiri para pemimpin dunia dan juga Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

    Dilansir kantor berita AFP, Minggu (12/10/2025), KTT perdamaian Gaza digelar di kota resor Laut Merah. Rencananya 20 pemimpin negara akan hadir.

    “Pertemuan ini akan bertujuan untuk mengakhiri perang di Jalur Gaza, meningkatkan upaya untuk mencapai perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah, dan mengawali era baru keamanan regional,” demikian pernyataan kantor Presiden El-Sisi.

    Kementerian Luar Negeri Mesir mengatakan bahwa sebuah dokumen untuk mengakhiri perang di Jalur Gaza diperkirakan akan ditandatangani selama pertemuan bersejarah tersebut.

    “KTT tersebut bertujuan untuk meresmikan babak baru perdamaian dan keamanan… dan meringankan penderitaan rakyat Palestina di Gaza,” tulis pernyataan Kementerian Luar Negeri Mesir.

    Terpisah, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memastikan dirinya akan hadir. Demikian pula Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, dan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez.

    “Rencana untuk Gaza menawarkan peluang nyata untuk membangun perdamaian yang adil dan berkelanjutan, dan Uni Eropa berkomitmen penuh untuk mendukung upaya ini dan berkontribusi pada implementasinya,” kata juru bicara Dewan Eropa.

    Raja Yordania, Abdullah II, juga diperkirakan akan hadir. Namun, hingga saat ini belum ada kabar langsung mengenai kehadiran Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Sementara Hamas telah menyatakan tidak akan berpartisipasi.

    (fas/whn)

  • Kontroversi Calon PM Jepang yang Ogah ‘Work-Life Balance’

    Kontroversi Calon PM Jepang yang Ogah ‘Work-Life Balance’

    Tokyo

    Sosok pemimpin baru Partai Demokrat Liberal dan calon Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, menuai kontroversi. Pernyataannya yang ogah menerapkan ‘work-life balance’ atau keseimbangan antara kerja dan kehidupan menuai kritik.

    Dilansir Japan Times dan Mainichi, Minggu (12/10/2025), sekelompok pengacara Jepang yang menangani karoshi atau kematian akibat kerja berlebihan memprotes pernyataan Takaichi yang menyerukan anggota partai berkuasa itu untuk ‘bekerja seperti kuda pekerja’. Takaichi sendiri menyampaikan pernyataan tersebut dalam pidato setelah memenangkan pemilihan ketua LDP.

    Takaichi merupakan anggota parlemen konservatif yang gigih. Dia menggarisbawahi perlunya pembaruan partai karena dukungan pemilih untuk LDP belum pulih dari berbagai skandal dan faktor lainnya.

    Dia lalu berkata kepada sesama anggota parlemen ‘Saya akan membuat semua orang bekerja seperti kuda’. Dia juga mengaku akan meninggalkan gagasan ‘Work-life balance’.

    “Saya sendiri akan meninggalkan gagasan keseimbangan kehidupan dan pekerjaan. Saya akan bekerja, bekerja, bekerja, bekerja, dan bekerja,” ujar calon PM wanita pertama Jepang ini.

    Ucapan Takaichi itu dikritik oleh Dewan Pembela Nasional untuk Korban Karoshi. Mereka meminta Takaichi mencabut pernyataannya dengan alasan sikapnya ‘dapat memaksa para pekerja, termasuk pegawai pemerintah, untuk bekerja berlebihan dan bekerja dalam jam kerja yang panjang serta dapat membangkitkan kembali mentalitas yang sudah ketinggalan zaman’.

    Kelompok ini dipimpin oleh Hiroshi Kawahito yang merupakan pengacara mewakili keluarga karyawan biro iklan besar yang bunuh diri diduga terlalu banyak bekerja. Keluarga seorang birokrat Kementerian Dalam Negeri Jepang yang bunuh diri pada tahun 2014 juga mengaku marah atas pernyataan Takaichi dan mendesaknya untuk merenungkan pernyataan itu.

    Di sisi lain, Menteri Kebijakan Terkait Anak-anak Jepang, Junko Mihara, menekankan keseimbangan kehidupan kerja adalah ‘sangat penting’. Dia membela Takaichi dan menyebut ucapannya itu hanya menunjukkan tekad sebagai pemimpin partai.

    “Saya yakin beliau telah menunjukkan tekadnya sebagai presiden (LDP),” kata Mihara.

    Peluang Jadi PM Jepang Menipis

    Selain diprotes gara-gara pernyataannya, Takaichi juga menghadapi persoalan politik setelah koalisi partai berkuasa pecah. Mitra koalisi mereka mengundurkan diri.

    Dilansir Reuters, Partai Demokrat Liberal merupakan partai penguasa dan telah memerintah Jepang hampir sepanjang era pascaperang. Namun, partai itu harus mendapatkan persetujuan di parlemen untuk menjadikan Takaichi sebagai perdana menteri pada akhir bulan ini.

    Hal itu sebelumnya dianggap cukup mudah mengingat koalisinya memiliki kursi terbanyak di parlemen Jepang meskipun bukan kurang mayoritas. Namun, langkah Takaichi menjadi PM perempuan pertama Jepang bakal berat usai mundurnya partai Komeito dari koalisi Partai Demokrat Liberal.

    Setelah pertemuan dengan Takaichi pada Jumat lalu, pemimpin Komeito, Tetsuo Saito, mengatakan kemitraan kedua partai yang sudah terjalin selama 26 tahun telah retak. Dia mengatakan LDP gagal menanggapi skandal pendanaan politik yang telah menghantui kelompok penguasa tersebut selama dua tahun terakhir.

    Dia mengatakan Komeito tidak akan mendukung Takaichi dalam pemungutan suara parlemen yang diperkirakan akan diadakan pada paruh kedua bulan Oktober. Takaichi menyebut keputusan Komeito ‘sangat disesalkan’ tetapi dia mengatakan akan melakukan apa pun untuk mendapatkan dukungan parlemen.

    Gejolak politik ini terjadi menjelang sejumlah pertemuan diplomatik Jepang, dengan KTT multilateral di Malaysia dan Korea Selatan, serta kunjungan Presiden AS Donald Trump yang diperkirakan akan berlangsung di Jepang pada akhir bulan ini.

    Yen telah menguat hingga 0,5% menjadi 152,38 per dolar AS setelah berita pecahnya koalisi Takaichi. Yen sempat jatuh ke level terendah dalam delapan bulan awal pekan ini karena investor khawatir rencana belanja besar Takaichi akan membebani ekonomi terbesar keempat di dunia tersebut.

    Dengan kepergian Komeito, Takaichi diprediksi akan berusaha menengahi aliansi dengan partai lain seperti Partai Inovasi yang berhaluan kanan-tengah. Sementara, oposisi utama Partai Demokrat Konstitusional telah mengisyaratkan mereka mungkin akan mendukung pemimpin karismatik dari partai oposisi lain, Yuichiro Tamaki, sebagai kandidat untuk menantang Takaichi dalam perebutan jabatan perdana menteri.

    Tonton juga video “PM Ishiba Mundur: Pasar Saham Jepang Melonjak, Yen Tertekan” di sini:

    Halaman 2 dari 4

    (haf/fas)