Category: Detik.com Internasional

  • AS Serang Lagi Kapal Narkoba di Lepas Pantai Venezuela, 6 Orang Tewas

    AS Serang Lagi Kapal Narkoba di Lepas Pantai Venezuela, 6 Orang Tewas

    Washington DC

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan pasukan militernya kembali melancarkan serangan terhadap sebuah kapal yang diduga menyelundupkan narkoba di lepas pantai Venezuela. Trump menyebut serangan tersebut menewaskan sedikitnya enam tersangka pengedar narkoba.

    Dalam pernyataan terbaru, seperti dilansir Reuters dan Anadolu Agency, Rabu (15/10/2025), Trump menyebut serangan yang dilakukan pada Selasa (14/10) itu menargetkan organisasi teroris yang telah masuk daftar hitam AS. Namun dia tidak menyebutkan lebih lanjut nama organisasi teroris tersebut.

    “Di bawah wewenang tetap saya sebagai panglima tertinggi, pagi ini, Menteri Perang, memerintahkan serangan kinetik mematikan terhadap sebuah kapal yang berafiliasi dengan Organisasi Teroris yang Ditetapkan (DTO) yang melakukan penyelundupan narkotika di wilayah tanggung jawab USSOUTHCOM — tepat di lepas pantai Venezuela,” kata Trump dalam postingannya via media sosial Truth Social.

    “Intelijen mengonfirmasi bahwa kapal tersebut menyelundupkan narkotika, yang terkait dengan jaringan teroris narkotika ilegal,” sebutnya.

    Postingan Trump itu menyertakan sebuah video berdurasi 30 detik, yang tampak memperlihatkan sebuah kapal dalam kondisi diam di perairan sedang dihantam proyektil sebelum akhirnya meledak.

    “Serangan itu dilakukan di perairan internasional, dan enam pria teroris narkotika di atas kapal tersebut tewas dalam serangan itu. Tidak ada pasukan AS yang terluka,” sebut Trump dalam postingannya.

    Serangan itu merupakan serangan kelima yang dilakukan Washington dalam beberapa pekan terakhir, yang menargetkan kapal-kapal yang diduga mengangkut narkoba yang akan dibawa ke wilayah AS.

    Screenshot video yang diunggah Trump di media sosial menunjukkan sebuah kapal meledak Foto: Donald Trump via Truth Social/via REUTERS Purchase Licensing Rights

    AS, dalam beberapa waktu terakhir, semakin meningkatkan pengerahan aset militer ke kawasan Karibia, yang diklaim sebagai bagian dari misi memerangi perdagangan narkoba.

    Selain mengerahkan jet-jet tempur F-35 ke Puerto Rico yang terletak di sebelah utara Venezuela, AS juga mengirimkan delapan kapal perang, yang membawa ribuan pelaut dan marinir, ke kawasan tersebut, serta mengerahkan satu kapal selam bertenaga nuklir.

    Pemerintahan Trump hanya memberikan sedikit informasi mengenai serangan-serangan sebelumnya, termasuk soal identitas tersangka yang tewas atau detail muatan narkoba yang diklaim diangkut kapal-kapal yang diserang.

    Presiden Venezuela Nicolas Maduro berulang kali menuduh AS ingin menggulingkan dirinya dari kekuasaan. Pada Agustus lalu, Washington menggandakan tawaran imbalan untuk informasi yang mengarah pada penangkapan Maduro menjadi US$ 50 juta.

    AS menuduh Maduro memiliki hubungan dengan sindikat perdagangan narkoba dan kelompok kriminal. Tuduhan itu telah dibantah keras oleh Maduro.

    Lihat juga Video ‘238 Gangster Venezuela Kiriman Trump Tiba di Penjara El Salvador’:

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/ita)

  • Ledakan Guncang Pusat Perbelanjaan Ekuador, 1 Orang Tewas

    Ledakan Guncang Pusat Perbelanjaan Ekuador, 1 Orang Tewas

    Jakarta

    Satu orang tewas dan beberapa orang lainnya luka-luka dalam sebuah ledakan di sebuah pusat perbelanjaan ramai di kota pelabuhan Guayaquil, Ekuador. Peristiwa ini terjadi seiring Ekuador tengah bergulat dengan lonjakan kekerasan terkait perdagangan narkoba Amerika Latin.

    Dilansir kantor berita AFP, Rabu (15/10/2025), polisi mengatakan mereka masih menyelidiki penyebab ledakan pada hari Selasa (14/10) waktu setempat, yang mengguncang bisnis lokal, restoran, dan hotel di kawasan kelas menengah tersebut.

    Seorang saksi mata, Samantha Vera mengatakan kepada AFP bahwa dia hanya “beberapa meter” dari ledakan tersebut.

    “Kami lari karena takut terjadi hal lain. Kami kaget,” kata wanita berusia 40 tahun itu.

    Claudia Quimi, pemilik salon di dekat lokasi kejadian, mengatakan jendela-jendela kaca bergetar akibat “ledakan yang mengerikan.”

    Ekuador telah menjadi pusat perdagangan kokain global seiring kartel dan mafia saling bertikai untuk mendapatkan kekuasaan.

    Bulan lalu, ledakan terjadi di luar sebuah penjara di Guayaquil, beberapa hari setelah kerusuhan di penjara lain yang menewaskan 13 narapidana dan seorang penjaga di bagian lain Ekuador.

    Hingga Agustus tahun ini, lebih dari 5.200 kasus pembunuhan telah tercatat di Ekuador tahun ini saja, dan sekitar sepertiganya terjadi di Guayaquil, kota berpenduduk 2,8 juta jiwa dan pusat komersial negara tersebut.

    Lihat juga Video: Detik-detik Drone Israel Hantam Mobil di Lebanon, 2 Tewas

    (ita/ita)

  • Trump Ancam Lakukan Ini Jika Hamas Tolak Lucuti Senjata

    Trump Ancam Lakukan Ini Jika Hamas Tolak Lucuti Senjata

    Washington DC

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meyakini kelompok Hamas akan melucuti persenjataan mereka, sesuai dengan kesepakatan gencatan senjata Gaza. Trump juga menegaskan jika Hamas menolak untuk melucuti senjata, maka AS akan mengambil tindakan yang dimungkinkan melibatkan kekerasan.

    “Mereka (Hamas-red) akan melucuti senjata, karena mereka mengatakan akan melucuti senjata,” kata Trump dalam pernyataan terbarunya, seperti dilansir AFP dan The Hill, Rabu (15/10/2025).

    “Jika mereka tidak melucuti senjata, kita yang akan melucuti senjata mereka,” tegasnya dalam pernyataan pada Selasa (14/10) waktu setempat.

    “Saya berbicara kepada Hamas dan saya berkata ‘Kalian akan melucuti senjata’ dan mereka berkata ‘Iya pak, kami akan melucuti senjata’,” klaim Trump.

    Trump melanjutkan bahwa dirinya memang tidak berkomunikasi secara langsung dengan Hamas, namun pesan tersebut telah disampaikan “melalui orang-orang saya, di tingkat tertinggi”.

    “Mereka tahu saya tidak main-main,” ucap Trump merujuk pada Hamas.

    “Itu akan terjadi dengan cepat, dan mungkin dengan kekerasan,” imbuhnya, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

    Komentar Trump ini disampaikan sehari setelah dia melakukan kunjungan singkat ke Israel dan Mesir untuk merayakan kesepakatan gencatan senjata Gaza.

    Usai gencatan senjata diwujudkan, dan pertukaran sandera-tahanan telah dilakukan oleh Hamas-Israel, pertanyaan-pertanyaan pun muncul mengenai tahap selanjutnya untuk implementasi rencana perdamaian Gaza yang diusulkan Trump.

    Hamas sejauh ini menolak untuk melucuti senjata mereka, meskipun hal tersebut menjadi bagian penting dari tahap selanjutnya dari rencana perdamaian 20 poin yang diusulkan Trump untuk gencatan senjata dan perjanjian damai jangka panjang di Timur Tengah.

    Trump, selama berkunjung ke Israel dan Mesir, bersikeras menyatakan bahwa perang antara Israel dan Hamas “telah berakhir”, dan bahwa kesepakatan damai yang dia mediasi akan mampu bertahan.

    Namun para pakar, dan bahkan beberapa sekutu Trump, merasa kurang yakin, dengan menekankan pada berbagai hambatan yang masih ada untuk memastikan perdamaian abadi di kawasan tersebut. Rencana perdamaian Trump itu mengharuskan Hamas untuk menonaktifkan persenjataannya, dan belum jelas apakah kelompok tersebut akan berubah sikap.

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/ita)

  • Meta Umumkan Instagram Akan Batasi Konten untuk Remaja

    Meta Umumkan Instagram Akan Batasi Konten untuk Remaja

    Anda sedang membaca rangkuman berita-berita pilihan dari berbagai negara sepanjang 24 terakhir.

    Dunia Hari Ini, edisi Rabu, 15 Oktober 2025, kita awali dengan peraturan baru di Instagram.

    Konten untuk remaja akan dibatasi

    Konten di Instagram untuk remaja akan secara default menjadi format PG-13 (pengaturan untuk penonton berusia minimal 13 tahun) dan tidak akan dapat diubah tanpa izin orangtua.

    Artinya, anak-anak yang menggunakan akun khusus remaja akan secara otomatis melihat foto dan video di Instagram yang mirip dengan yang mereka lihat dengan film berlabel PG-13: tidak ada seks, narkoba, atau adegan berbahaya.

    “Ini termasuk menyembunyikan atau tidak merekomendasikan unggahan dengan bahasa kasar, aksi berisiko tertentu, dan konten yang dapat mendorong [perilaku] yang berpotensi membahayakan,” demikian pernyataan Meta, hari ini.

    Meta menyebut pembatasan ini sebagai langkah yang paling signifikan sejak Instagram memperkenalkan akun remaja tahun lalu.

    Siapa pun berusia di bawah 18 tahun yang mendaftar sebagai pengguna Instagram secara otomatis dimasukkan ke dalam akun remaja yang dibatasi, kecuali orangtua atau wali memberi mereka izin.

    Tahanan Palestina pulang ke rumah

    Tahanan Palestina yang kembali ke Gaza dan Tepi Barat menuduh adanya perlakuan buruk di tangan otoritas Israel, dengan mengatakan mereka dipukuli, disiksa, dan diberi “makanan busuk.”

    Hampir 2.000 tahanan, sebagian besar ditahan tanpa dakwaan, sudah dibebaskan sebagai bagian dari pertukaran sandera Israel yang ditahan oleh Hamas.

    Tuduhan perlakuan buruk itu sejalan dengan laporan warga Palestina lainnya yang mengatakan mereka telah dianiaya dan disiksa di tahanan Israel, serta temuan dari lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa.

    Sampai hari pertukaran sandera, warga Palestina telah diperingatkan oleh saluran militer resmi Israel untuk tidak merayakan kepulangan keluarga mereka, bahkan militer Israel atau IDF menyebarkan selebaran larangan dari udara di atas permukiman Ramallah.

    Militer Madagaskar mengambil alih kekuasaan

    Seorang pejabat militer di Madagaskar menyebut angkatan bersenjata negara tersebut akan mengambil alih kekuasaan di negara kepulauan di Afrika itu.

    Hal ini dilakukan menyusul protes yang dipimpin oleh anak-anak muda terhadap pemerintah, yang terinspirasi dengan aksi serupa di Kenya dan Nepal.

    Para pengunjuk rasa mengangkat berbagai isu, termasuk kemiskinan dan biaya hidup, akses ke pendidikan tinggi, dan dugaan korupsi oleh pejabat pemerintah beserta keluarga dan rekan mereka.

    Presiden Madagaskar, Andry Rajoelina, sebelumnya dikabarkan sudah melarikan diri dari negaranya di tengah gelombang protes dalam negeri.

    Kebakaran pabrik garmen mematikan

    Setidaknya 16 orang tewas setelah kebakaran di sebuah pabrik garmen dan gudang bahan kimia yang ada di dekatnya di kota Dhaka, Bangladesh.

    “Enam belas jenazah telah ditemukan dari lantai dua dan tiga pabrik garmen tersebut,” kata direktur pemadam kebakaran Tajul Islam Chowdhury.

    Ia menambahkan jumlah korban tewas dapat bertambah seiring berlanjutnya operasi evakuasi, namun masih belum diketahui apa penyebabnya.

    Kebakaran terjadi sekitar tengah hari di lantai tiga bangunan pabrik berlantai tujuh, kemudian menyebar ke gudang bahan kimia yang menyimpan bubuk pemutih, plastik, dan hidrogen peroksida, kata Talha Bin Jashim, pejabat pemadam kebakaran.

    Korban tewas akibat banjir di Meksiko

    Meksiko sedang dilanda dampak banjir yang meluas, setelah curah hujan tinggi melanda lima negara bagian di wilayah tengah.

    Setidaknya 64 orang telah dipastikan tewas, sebagian besar di negara bagian Veracruz dan Hidalgo, sementara 65 orang masih hilang.

    Pihak berwenang mengatakan sekitar 100.000 rumah rusak akibat hujan deras dan banjir susulan di kedua negara bagian tersebut.

    Pemerintah Meksiko kini berfokus pada upaya pembangunan kembali dan penanggulangan penyebaran penyakit akibat genangan air.

  • Pakistan-Taliban Bentrok Bersenjata, Ancaman Konflik Besar Mengintai

    Pakistan-Taliban Bentrok Bersenjata, Ancaman Konflik Besar Mengintai

    Jakarta

    Pertempuran sengit antara militer Pakistan dan pasukan Taliban Afganistan yang terjadi akhir pekan lalu, menjadi konflik paling mematikan antara kedua negara sejak Taliban kembali berkuasa di Kabul pada Agustus 2021.

    Baik Pakistan maupun Taliban-Afganistan mengklaim telah menimbulkan kerugian besar terhadap pihak lawan.

    Taliban mengatakan pada Minggu (12/10/2025) telah menewaskan 58 tentara Pakistan dalam operasi perbatasan. Namun, militer Pakistan menyebut jumlah lebih sedikit yakni 23 tentara yang tewas. Taliban turut mengklaim telah merebut 25 pos militer Pakistan.

    Di lain pihak, militer Pakistan mengklaim telah menewaskan lebih dari 200 militan Afghanistan, sedang Taliban mengklaim hanya sembilan tentaranya yang tewas.

    Klaim dari kedua belah pihak belum dapat diverifikasi secara independen dikarenakan akses ke wilayah perbatasan sangat dibatasi.

    Mengapa Pakistan dan Taliban Afganistan saling serang?

    Ketegangan antara kedua negara, yang dulunya adalah sekutu, meningkat setelah Islamabad menuntut Kabul menindak Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP), kelompok separatis yang terafiliasi erat dengan Taliban Afganistan.

    TTP berupaya memberlakukan interpretasi Islam garis keras, terutama di provinsi Khyber Pakhtunkhwa di barat laut Pakistan, yang berbatasan dengan Afganistan. Menurut pemerintah Pakistan, kelompok ini beroperasi dari wilayah Afganistan. Namun pihak Taliban Afganistan membantah tuduhan tersebut.

    Sebuah laporan PBB tahun ini menyebut, TTP “menerima dukungan logistik dan operasional yang substansial dari pihak otoritas de facto,” merujuk pada pemerintah Taliban di Kabul.

    Lebih dari 500 orang, termasuk diantaranya 311 tentara dan 73 polisi, tewas dalam serangan sejak Januari hingga 15 September, menurut kantor berita AFP yang mengutip juru bicara militer Pakistan.

    Pemerintah Pakistan menuding India telah mendukung Taliban dan kelompok pemberontak lain untuk mengguncang stabilitas Pakistan. India membantah tuduhan tersebut, dan balik menuduh justru Pakistanlah yang mendukung kelompok militan separatis beroperasi di wilayah Kashmir yang dikuasai India.

    Situasi yang rawan di perbatasan

    Pekan lalu, Taliban Afganistan menuduh Pakistan telah mengebom Kabul dan sebuah pasar di wilayah timur Afghanistan.

    Pemerintah Pakistan tidak mengonfirmasi maupun membantah serangan tersebut. Namun Pakistan berulang kali menegaskan haknya untuk membela diri terhadap tindakan militansi lintas batas yang telah bereskalasi.

    Pasukan Taliban Afganistan mengatakan serangan terhadap pasukan Pakistan pada Sabtu(11/10) malam sebagai tindakan “balasan atas serangan udara yang dilakukan oleh militer Pakistan di Kabul.”

    Michael Kugelman, analis Asia Selatan yang berbasis di Washington kepada DW mengatakan, bentrokan antara Pakistan dan Afganistan “disebabkan oleh kegagalan Islamabad menekan terorisme anti-Pakistan yang berbasis di Afganistan.”

    “Meski telah mencoba berbagai strategi, termasuk perundingan dan operasi militer terbatas di dalam ngeri, Pakistan sulit untuk berhasil,” kata Kugelman. Ia menambahkan, “operasi kontra-terorisme yang diperkuat darinPakistan” terhadap target di Afganistan kini memicu respons Taliban, sehingga kian bereskalasi.

    Meskipun pertempuran tampak mereda untuk saat ini, situasinya rawan dan ketegangan masih tinggi.

    Pakistan menutup titik-titik perlintasan di sepanjang perbatasan sepanjang 2.600 kilometer, menyebabkan terhentinya arus perdagangan di perbatasan kedua negara.

    Akankah TTP Meningkatkan Serangan?

    Omar Samad, mantan duta besar Afganistan untuk Kanada dan peneliti senior Atlantic Council, mengatakan kepada DW, permusuhan antara kedua pihak “dapat meningkat menjadi kekerasan yang meluas dan aksi militer yang lebih besar dari yang terjadi sekarang” dan dapat merusak hubungan kedua negara secara permanen.

    “Ketegangan antara institusi militer Pakistan dan pemerintah de facto Afganistan telah meningkat selama dua tahun terakhir, sebagian karena salah langkah, salah paham, dan salah kelola,” kata Samad.

    Kugelman berpendapat, salah satu konsekuensi krisis ini bisa berupa meningkatnya serangan balasan oleh TTP, “yang memiliki kehadiran kuat di Pakistan meskipun berbasis di Afganistan.”

    Ia mengatakan lebih lanjut, kekuatan militer Taliban Afganistan tidak sebanding dengan kekuatan militer Pakistan, meski Taliban mampu melancarkan operasi di pos-pos perbatasan.

    “Serangan balasan TTP yang kemungkinan didukung oleh Taliban Afganistan — menjadi kekhawatiran utama bagi Pakistan ke depannya,” ujarnya.

    Imtiaz Gul, pakar keamanan dan direktur eksekutif Center for Research and Security Studies di Islamabad, memiliki pandangan serupa.

    “Pakistan akan menghadapi ancaman yang semakin besar dari meningkatnya militansi TTP setelah bentrokan dengan Afganistan,” katanya kepada DW. “Hal ini menuntut penguatan operasi kontra-terorisme dan kemampuan intelijen untuk menghadapi ancaman dan memberantas terorisme.”

    Apa upaya meredakan ketegangan?

    Pemerintah Pakistan, Mei 2025 lalu mengumumkan akan meningkatkan hubungan diplomatik dengan Taliban Afganistan dengan menunjuk seorang duta besar untuk Kabul, meski Pakistan belum secara resmi mengakui pemerintahan Taliban.

    Kedua negara juga memiliki ikatan sejarah, budaya, dan hubungan antarmasyarakat yang erat.

    Jutaan warga Afganistan yang melarikan diri dari perang selama 40 tahun terakhir, sebelumnya telah menemukan tempat berlindung di Pakistan.

    Namun, di tengah hubungan yang memburuk dengan Taliban Afganistan, pemerintah Pakistan memulai program besar-besaran untuk memulangkan sekitar 4 juta warga Afghanistan yang tinggal di Pakistan pada 2023 silam.

    Sejak itu, Pakistan telah mendeportasi lebih dari 800.000 warga Afghanistan. Hal ini menambah ketegangan hubungan dengan Kabul.

    “Waktunya kepemimpinan yang bijaksana”

    Samad mengatakan, kedua belah pihak seharusnya mengadakan pembicaraan konstruktif untuk menyelesaikan masalah mereka, bukan mengadopsi taktik konfrontatif.

    “Kedua negara memiliki kerentanan dan kekuatan yang unik yang saling bertolak belakang,” ujar Samad. “Afganistan tidak mengkhawatirkan kerugian menghadapi kekuatan militer besar, sedang Pakistan rapuh dari dalam.”

    “Sekarang adalah waktunya untuk kepemimpinan yang bijaksana dan hati-hati serta dialog yang jujur,” tambahnya. “Bukan waktunya untuk tipu daya, manipulasi, atau gertakan.”

    Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris

    Diadaptasi oleh Sorta Caroline

    Editor: Agus Setiawan

    Simak juga Video: Taliban Klaim Tewaskan 58 Tentara Pakistan dalam Baku Tembak

    (haf/haf)

  • Netanyahu Ingatkan Hamas soal Perlucutan Senjata dan Demiliterisasi

    Netanyahu Ingatkan Hamas soal Perlucutan Senjata dan Demiliterisasi

    Jakarta

    Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengingatkan seruan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump agar Hamas melucuti senjatanya setelah kesepakatan gencatan senjata. Netanyahu mengatakan syarat Hamas melepaskan senjata ini termasuk dalam poin rencana perdamaian di Gaza.

    “Syarat-syarat dalam rencana perdamaian 20 poinnya sangat jelas. Bukan hanya kita harus mengeluarkan para sandera, tanpa memakai militer kita, tetapi kita selanjutnya akan melakukan demiliterisasi dan perlucutan senjata,” kata Netanyahu kepada CBS News dilansir Aljazeera, Kamis (15/10/2025).

    “Pertama, Hamas harus menyerahkan senjatanya, dan kedua, Anda harus memastikan tidak ada pabrik senjata di dalam Gaza, tidak ada penyelundupan senjata ke Gaza. Itulah demiliterisasi,” imbuhnya.

    Pemimpin Israel itu mengaku berharap perlucutan senjata terjadi secara damai. Dia mengatakan jika hal itu tidak dilakukan Hamas, maka akan terjadi kekacauan.

    “Jika tidak, saya rasa saya mendengar presiden berbicara malam ini, dan dia berkata, ‘dengarkan, mereka sebaiknya melakukannya’, atau…, katanya, ‘kekacauan akan terjadi’,” katanya.

    Sebelum Netanyahu memberikan peringatan, Hamas menyatakan pihaknya tidak akan memegang kendali dan pemerintahan di wilayah Gaza. Mereka juga bicara mengenai pelucutan senjata.

    Menurut sumber Hamas yang dikutip AFP, tidak ada perpecahan di antara para anggota senior Hamas, termasuk dalam hal perlucutan senjata, yang sejak lama digambarkan oleh kelompok tersebut sebagai red line.

    “Hamas menyetujui gencatan senjata jangka panjang, dan senjatanya tidak akan digunakan sama sekali selama periode ini, kecuali jika terjadi serangan Israel terhadap Gaza,” ucap sumber Hamas tersebut.

    Seorang pejabat Hamas lainnya, yang juga enggan disebut namanya, sebelumnya mengatakan kepada AFP bahwa pelucutan senjata Hamas merupakan hal yang mustahil. Klausul pertama dalam rencana perdamaian 20 poin yang diusulkan Trump menyerukan agar Jalur Gaza menjadi “zona bebas teror yang dideradikalisasi dan tidak menimbulkan ancaman bagi negara-negara tetangganya”.

    Simak juga Video Netanyahu Jelang Pertukaran Sandera: Peristiwa Bersejarah

    (zap/yld)

  • Bus Terbakar di Rajasthan India, 20 Orang Tewas

    Bus Terbakar di Rajasthan India, 20 Orang Tewas

    Jakarta

    Bus mengalami gangguan hingga terbakar di negara bagian Rajasthan, India barat. Sebanyak 20 orang dilaporkan tewas.

    Dilansir AFP, Rabu (15/10/2025), kendaraan yang mengangkut lebih dari 50 penumpang tersebut sedang dalam perjalanan dari Kota Jaisalmer ke Jodhpur ketika insiden itu terjadi.

    “Sembilan belas penumpang tewas di dalam bus dan satu orang meninggal karena luka bakar dalam perjalanan ke Jodhpur,” kata perwira polisi senior Rajesh Meena kepada AFP.

    Kantor berita Press Trust of India — yang juga mengonfirmasi jumlah korban, mengutip seorang anggota parlemen setempat — melaporkan bahwa bus tersebut berhenti di jalan raya setelah asap mengepul dari bagian belakang bus.

    “Sopir menghentikan bus di pinggir jalan, tetapi dalam beberapa saat, api telah melahap kendaraan tersebut,” tambahnya.

    Insiden itu terjadi tak lama setelah bus berangkat dari Jaisalmer sekitar pukul 15.00.

    Perdana Menteri India Narendra Modi mengatakan ia “berduka atas hilangnya nyawa”.

    “Berdoa untuk pemulihan yang cepat bagi mereka yang terluka,” kata Modi.

    Modi menambahkan bahwa 200.000 rupee akan diberikan sebagai kompensasi kepada keluarga korban dari dana Bantuan Nasional Perdana Menteri. Sementara yang terluka akan menerima 50.000 rupee.

    India, negara dengan penduduk terpadat di dunia, memiliki catatan keselamatan jalan raya yang terkenal buruk.

    Pada tahun 2023, menurut data terbaru yang tersedia, lebih dari 480.000 kecelakaan dilaporkan di jalan raya India, yang mengakibatkan hampir 173.000 kematian dan hampir 463.000 cedera.

    Lihat juga Video: Bus Adhi Prima Terbakar di Terminal Bekasi

    (lir/lir)

  • Sapaan hingga Pujian Trump ke Prabowo di KTT Perdamaian Gaza

    Sapaan hingga Pujian Trump ke Prabowo di KTT Perdamaian Gaza

    Jakarta

    Momen khusus terjadi antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perdamaian Gaza. Donald Trump sempat menyapa hingga memuji Prabowo.

    Momen tersebut terjadi sebelum dan saat KTT Perdamaian Gaza berlangsung di Sharm El-Sheikh, Mesir, Senin (13/10) yang lalu. Mulanya Trump sempat menyapa Prabowo.

    Berdasarkan kanal YouTube Times News, Senin (13/10/2025), Trump memang menyambut satu per satu pemimpin dunia di panggung berlatar KTT Sharm El-Sheikh ‘Peace 2025’. Trump tampak mengenakan setelan jas biru.

    Trump bersalaman dengan para pemimpin dunia lalu berfoto. Trump menjabat tangan kepada pemimpin dunia itu salah satunya Presiden Prancis Emmanuel Macron.

    Kemudian, giliran Prabowo yang terlihat mengenakan setelan jas abu disambut Trump dengan salaman. Saat menyambut, Trump mengatakan Prabowo pria tangguh.

    “I see tough man right here (saya melihat pria tangguh di sini), ” kata Donald Trump.

    Trump dan Prabowo terlihat berbincang dan bersalaman sebentar. Trump lalu mengajak Prabowo berfoto bersama.

    Pada momen ini, Trump tampak tersenyum lebar saat berfoto bersama Prabowo. Berbeda dengan pemimpin dunia sebelumnya, Trump dalam sesi foto dengan Prabowo mengacungkan jempol.

    Melihat Trump mengacungkan jempol, Prabowo pun ikut mengacungkan jempol. Prabowo lalu memasuki ruangan KTT.

    Prabowo Disebut Sosok Luar Biasa

    Tak hanya menyapa, selama memberikan pidato di KTT Perdamaian Gaza, Trump juga sempat memuji Presiden Prabowo. Kata Trump, Prabowo sosok luar biasa yang datang dari Indonesia.

    Trump awalnya mengucapkan terima kasih kepada pemimpin dunia yang hadir di KTT perdamaian Gaza termasuk Prabowo. Trump lalu memuji Prabowo di hadapan para pemimpin dunia.

    “Bersama dengan kita adalah Presiden Prabowo, sosok luar biasa dari Indonesia,” ujar Trump.

    Pernyataan Trump itu pun mendapat tepuk tangan dari para pemimpin dunia. Prabowo lalu memberi hormat ke Trump dan kemudian keduanya tampak saling menghampiri untuk bersalaman.

    Trump Puji Indonesia Negara Berkembang Luar Biasa

    Kemudian, Trump juga sempat memuji Indonesia. Ia menyebut Indonesia sebagai negara yang berkembang dengan luar biasa.

    “Indonesia, kita sudah bahas, dan saya hanya ingin mengatakan bahwa itu negara besar, negara yang kuat, yang berkembang luar biasa,” kata Trump.

    Trump mengaku sangat senang Indonesia menjadi bagian dari KTT perdamaian di Gaza. Trump juga memuji kehadiran Prabowo dalam penandatanganan kesepakatan perdamaian Gaza.

    “Sangat menyenangkan memiliki Anda di sini. Irak, kita juga punya Irak,” ujar Trump.

    Simak juga Video: Momen Trump Salami Prabowo di KTT Perdamaian Gaza

    Halaman 2 dari 3

    (maa/lir)

  • Banjir Terjang Venezuela, 14 Orang Penambang Emas Tewas

    Banjir Terjang Venezuela, 14 Orang Penambang Emas Tewas

    Jakarta

    Banjir menerjang Venezuela timur usai hujan deras melanda daerah tersebut. Sebanyak 14 orang penambang dilaporkan tewas.

    Dilansir AFP, Rabu (15/10/2025), badan-badan bantuan bencana dan militer mengatakan bahwa mereka sedang berupaya mengevakuasi jenazah para pekerja dari sebuah tambang emas di Kota El Callao di negara bagian Bolívar.

    Para pekerja sedang berada di bawah tanah ketika hujan deras turun di wilayah yang berbatasan dengan Guyana dan Brasil. Air membanjiri beberapa lubang tambang.

    “Mereka terkejut,” kata Gubernur Bolívar Yulisbeth Garcia dalam sebuah pernyataan, seraya menambahkan bahwa upaya penyelamatan masih terus berlanjut.

    Video yang diunggah di media sosial menunjukkan para pekerja mengangkat beberapa jenazah berlumpur dari tambang.

    “Apa yang kami alami sungguh mengerikan,” ujar Elizabeth Zerpa, yang kehilangan dua kerabatnya dalam bencana tersebut-saudara laki-laki dari keluarga yang sama-kepada AFP.

    Pertambangan emas merupakan tulang punggung perekonomian El Callao, sebuah kota sekitar 800 kilometer di tenggara Caracas. Wilayah ini merupakan rumah bagi sekitar 60.000 penambang.

    Tidak jelas apakah tambang tersebut beroperasi secara legal atau ilegal.

    Kecelakaan mematikan sering terjadi di tambang emas ilegal di seluruh Amerika Selatan. Antara tahun 2023 dan 2024, setidaknya 30 penambang tewas dalam runtuhnya tambang emas di negara bagian Bolivar.

    Lihat juga Video Korban Banjir Meksiko: 64 Orang Meninggal Dunia, 65 Hilang

    (lir/lir)

  • Hamas Rilis Video Eksekusi Mati ‘Geng’ Penjahat di Jalanan Gaza

    Hamas Rilis Video Eksekusi Mati ‘Geng’ Penjahat di Jalanan Gaza

    Jakarta

    Kelompok militan Hamas merilis video yang menunjukkan para pejuangnya mengeksekusi delapan pria yang ditutup matanya, diikat, dan berlutut di jalan. Aksi Hamas ini dikecam oleh pemerhati hak asasi manusia di Palestina.

    Dilansir AFP, Rabu (15/10/2025), kelompok bersenjata Hamas sedang melancarkan kampanye melawan geng dan klan kriminal Palestina di Gaza setelah gencatan senjata dengan pasukan Israel.

    Video tersebut disiarkan Senin malam di saluran Telegram al-Aqsa TV yang dikelola Hamas dengan judul: ‘Perlawanan melaksanakan hukuman mati terhadap sejumlah kolaborator dan penjahat di Kota Gaza.’

    Gambar-gambar yang mengerikan, yang menunjukkan orang-orang bersenjata membunuh orang-orang tersebut dari jarak dekat di jalan yang ramai di hadapan kerumunan penonton. Dengan cepat video ini viral di media sosial.

    Hal ini juga memicu kecaman dari kelompok hak asasi manusia Palestina.

    Komisi Independen untuk Hak Asasi Manusia (ICHR), sebuah badan yang dibentuk oleh Otoritas Palestina pada tahun 1993, mengeluarkan pernyataan yang menuntut “diakhirinya eksekusi di luar hukum dan sewenang-wenang di Jalur Gaza”.

    “Kejadian tersebut merupakan kejahatan hukum dan moral yang membutuhkan kecaman dan pertanggungjawaban segera,” imbuhnya.

    Di Gaza, para pejabat keamanan Hamas — dan banyak penduduk yang mengatakan kepada AFP bahwa mereka menginginkan kembalinya ketertiban setelah gencatan senjata dalam perang dua tahun dengan Israel — telah mencoba membenarkan pembunuhan baru-baru ini.

    Sebuah sumber keamanan di Gaza mengatakan kepada AFP bahwa unit Hamas yang baru dibentuk, yang namanya diterjemahkan sebagai “Pasukan Penangkalan,” sedang melakukan “operasi lapangan yang berkelanjutan untuk memastikan keamanan dan stabilitas”.

    “Pesan kami jelas: Tidak akan ada tempat bagi penjahat atau mereka yang mengancam keamanan warga negara,” ujarnya.

    (lir/lir)