Category: Detik.com Internasional

  • Trump Angkat Pengusaha Ganja Jadi Utusan Khusus AS untuk Irak

    Trump Angkat Pengusaha Ganja Jadi Utusan Khusus AS untuk Irak

    Jakarta

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengangkat seorang pengusaha ganja sebagai utusan khusus AS untuk Irak. Trump memujinya karena telah membantu menggalang suara dalam pemilihan presiden tahun lalu.

    Mark Savaya adalah pendiri Leaf and Bud, sebuah perusahaan penanam ganja dalam ruangan di Detroit dengan iklan yang terpampang di seluruh kota, yang terbesar di negara bagian Michigan.

    “Pemahaman mendalam Mark tentang hubungan Irak-AS, dan koneksinya di kawasan tersebut, akan membantu memajukan kepentingan rakyat Amerika,” tulis Trump di platform Truth Social miliknya, dilansir kantor berita AFP, Selasa (21/10/2025).

    “Mark adalah pemain kunci dalam kampanye saya di Michigan, di mana dia, dan yang lainnya, membantu mengamankan rekor suara dengan Muslim Amerika,” ujar Trump.

    Savaya bukan Muslim tetapi berasal dari komunitas Chaldean.

    Diketahui bahwa ganja ilegal di Irak, yang masih menerapkan hukuman mati untuk kasus-kasus perdagangan narkoba besar.

    Trump sangat bergantung pada utusan khusus, yang bertanggung jawab kepadanya dan tidak memerlukan konfirmasi Senat, dibandingkan duta besar.

    Savaya menulis di X bahwa ia “berkomitmen untuk memperkuat kemitraan AS-Irak di bawah kepemimpinan dan arahan Presiden Trump.”

    Tonton juga Video: Trump Juluki Kolombia ‘Mesin Narkoba’, Sebut Presidennya Bermasalah

    (ita/ita)

  • Trump Ancam Musnahkan Hamas Jika Langgar Gencatan Senjata

    Trump Ancam Musnahkan Hamas Jika Langgar Gencatan Senjata

    Washington DC

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan dirinya akan memberikan kesempatan kepada kelompok Hamas untuk menghormati kesepakatan gencatan senjata Gaza. Namun, Trump juga memperingatkan jika Hamas gagal menghormati kesepakatan, maka kelompok itu akan “dimusnahkan”.

    “Kita membuat kesepakatan dengan Hamas bahwa mereka akan bersikap sangat baik, mereka akan berperilaku baik, mereka akan bersikap baik,” kata Trump saat berbicara dengan wartawan di Gedung Putih, seperti dilansir AFP, Selasa (21/10/2025).

    “Dan jika mereka tidak demikian, kita akan pergi dan memusnahkan mereka, jika perlu. Mereka akan dimusnahkan, dan mereka mengetahui hal itu,” ucap Trump dalam pernyataan pada Senin (20/10) waktu setempat.

    Pernyataan Trump tersebut disampaikan ketika dua utusan utama AS bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu, setelah rentetan kekerasan pada akhir pekan mengancam akan meruntuhkan gencatan senjata yang rapuh di Jalur Gaza.

    Lebih lanjut, Trump menegaskan bahwa pasukan militer AS tidak akan terlibat langsung dalam melawan Hamas. Dia mengatakan bahwa puluhan negara, yang telah menyetujui untuk bergabung dengan pasukan stabilisasi internasional untuk Jalur Gaza, akan “senang hati untuk masuk” ke wilayah tersebut.

    “Selain itu, Israel akan masuk dalam dua menit, jika saya meminta mereka untuk masuk.” ujar Trump dalam pernyataannya.

    “Tetapi saat ini, kita belum mengatakan itu. Kita akan memberinya sedikit kesempatan, dan semoga kekerasan yang terjadi akan sedikit berkurang. Tetapi saat ini, Anda tahu, mereka adalah orang-orang yang kejam,” sebutnya.

    Trump mengatakan bahwa Hamas sekarang jauh lebih lemah, terutama mengingat pendukung regionalnya, Iran, saat ini tidak mungkin ikut turun tangan setelah serangan-serangan Israel dan AS pada Juni lalu.

    Gencatan senjata Gaza terancam kolaps setelah serangan mematikan melanda pasukan Israel di area Rafah, Jalur Gaza bagian selatan, pada Minggu (19/10). Militer Israel, seperti dilansir The Times of Israel, melaporkan dua tentaranya tewas dan tiga orang lainnya luka-luka akibat serangan tersebut.

    Tel Aviv menyalahkan Hamas sebagai dalang di balik serangan tersebut, yang mereka sebut sebagai “pelanggaran terang-terangan terhadap kesepakatan gencatan senjata”.

    Namun Hamas menyebut serangan itu terjadi di area yang berada di bawah kendali Israel, di mana mereka mengklaim tidak ada kontak dengan anggota mereka selama berbulan-bulan.

    Sejak serangan mematikan itu terjadi, Israel menggempur area Rafah pada Minggu (19/10) pagi, dengan menurut sumber militer setempat, lebih dari 20 target diserang oleh pasukan Israel.

    Serangan-serangan Israel itu, menurut data sejumlah rumah sakit di Jalur Gaza, menewaskan sedikitnya 44 orang di beberapa wilayah Jalur Gaza.

    Simak juga Video Trump Peringatkan Hamas Jika Langgar Perjanjian: Kami Akan Bertindak

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/ita)

  • Afghanistan-Pakistan Kembali Sepakati Gencatan Senjata

    Afghanistan-Pakistan Kembali Sepakati Gencatan Senjata

    Jakarta

    Untuk kedua kalinya dalam beberapa hari terakhir, Afganistan dan Pakistan menyepakati gencatan senjata demi menyudahi konflik militer antara kedua negara. Setelah bentrokan yang berlangsung selama berhari-hari dan menewaskan banyak orang serta melukai ratusan lainnya, gencatan senjata dicapai setelah negosiasi yang ditengahi Qatar.

    Menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Qatar pada Minggu(19/10) dini hari, perwakilan kedua negara dalam perundingan di ibu kota Doha sepakat melakukan “gencatan senjata segera dan membentuk mekanisme untuk memperkuat perdamaian dan stabilitas yang berkelanjutan.”

    Saling jamin keamanan

    Setelah pembicaraan di ibu kota Qatar, Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif menyatakan bahwa kedua “negara tetangga akan saling menghormati keutuhan wilayah teritorial masing-masing.” Pertemuan lanjutan dijadwalkan pada Sabtu (25/10) di kota Istanbul, Turki, untuk membahas “isu-isu secara lebih merinci,” jelas Asif.

    Juru bicara pemerintahan Taliban Afghanistan, Sabihullah Mujahid, mengonfirmasi perkembangan ini. Ia menyatakan bahwa para pemimpin di Kabul “tidak akan mendukung kelompok mana pun yang melakukan serangan terhadap pemerintah Pakistan”.

    Perundingan penting Sabtu(18/10) di Doha dimediasi oleh Qatar dan Turki. Baik Afghanistan maupun Pakistan menyampaikan terima kasih kepada kedua negara tersebut. Menurut Kementerian Luar Negeri Qatar, tujuan pertemuan lanjutan di Istanbul adalah “menjamin keberlangsungan gencatan senjata serta memantau implementasinya secara tepat dan berkelanjutan.”

    Gencatan senjata pertama hanya bertahan selama dua hari

    Gencatan senjata pertama diberlakukan di pertengahan minggu lalu untuk meredam situasi. Sebelumnya, kedua belah pihak terlibat pertempuran darat menggunakan artileri dan senjata berat. Namun, gencatan senjata ini hanya berlangsung selama dua hari.

    Pada Jumat(17.10) sebuah serangan bom bunuh diri terjadi di wilayah perbatasan Pakistan utara, Waziristan. Tujuh anggota pasukan keamanan Pakistan tewas. Hal ini memicu eskalasi baru. Menurut pemerintah Islamabad, kelompok Hafis Gul Bahadur asal Afganistan terlibat dalam serangan tersebut.

    Menurut aparat keamanan Pakistan “serangan udara presisi” tersebut menargetkan kelompok Hafis Gul Bahadur, kelompok yang diduga memiliki keterkaitan dengan Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP). Pemerintah Pakistan telah lama menghadapi eskalasi serangan dari TTP.

    Konflik telah berlangsung selama empat tahun

    Taliban membantah memberikan perlindungan bagi kelompok militan yang menyerang Pakistan. Sebaliknya, pemerintah di Kabul menuduh militer Pakistan sengaja menyebarkan informasi palsu dan merusak stabilitas Afghanistan. Sejak Taliban kembali berkuasa pada Agustus 2021, bentrokan militer kedua negara telah berulang kali terjadi.

    Kedua negara tetangga ini berbagi perbatasan sepanjang sekitar 2.400 kilometer, yang ditetapkan pada tahun 1893 antara Inggris India saat itu dan Emirat Afghanistan. Garis perbatasan ini dikenal sebagai “Garis Durand”, yang hingga kini statusnya masih menjadi perselisihan kedua negara.

    Ketidakpercayaan mendalam antar kedua negara serta sengketa yang belum terselesaikan terkait kelompok militan di perbatasan diperkirakan akan terus membebani hubungan kedua negara yang dulunya bersekutu ini.

    Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Jerman

    Diadaptasi oleh Sorta Caroline

    Editor: Rizki Nugraha


    (ita/ita)

  • Museum Louvre Bantah Libatkan Intelijen Israel Usut Pencurian Mahkota Berlian

    Museum Louvre Bantah Libatkan Intelijen Israel Usut Pencurian Mahkota Berlian

    Jakarta

    Kasus perampokan berlian dan perhiasan mewah lainnya di Museum Louvre, Paris, Prancis, saat ini masih diusut. Kini, tersiar kabar pengusutan kasus itu melibatkan kantor intelijen Israel.

    Hal itu disampaikan oleh CGI Group, firma intelijen yang berbasis di Tel Aviv. Mereka mengatakan telah diminta oleh pihak Museum Louvre untuk menyelidiki pencurian di museum kenamaan tersebut.

    “Louvre secara khusus meminta kami untuk mengungkap identitas orang-orang yang terlibat dalam pencurian tersebut dan untuk mengambil kembali artefak yang dicuri,” kata CEO CGI Group, Zvika Naveh, dilansir AFP, Selasa (21/10/2025).

    Naveh mengatakan permintaan bantuan itu datang melalui perantara yang bertindak atas nama Museum Louvre dan entitas lain, termasuk perusahaan asuransi. Namun, pihak Museum Louvre membantah keras telah menghubungi intelijen Israel dalam mengusut pencurian di museumnya.

    “Manajemen Louvre membantahnya,” bunyi keterangan pihak museum.

    Permintaan bantuan kepada CGI Group ini disebut merujuk pada kerja mereka yang berhasil mengungkap kasus pencurian di Museum Green Vault Dresden, Jerman, pada tahun 2019. Museum itu dibobol maling dan perhiasan abad ke-18 senilai USD 132 juta raib. Perhiasan curian tersebut, yang diasuransikan senilai lebih dari 113 juta euro, sebagian dikembalikan oleh lima penjahat yang dihukum karena pencurian tersebut.

    Sama seperti Museum Louvre, Koleksi Seni Negara Dresden juga membantah sempat menjalin kerja sama dengan intelijen Israel dalam menyelidiki pencurian tahun 2019 silam.

    Meski begitu, Zvika Naveh tetap bersikeras bahwa firma intelijen yang dinaunginya telah diminta bantuan untuk mengusut pencurian di Museum Louvre. Dia mengatakan permintaan tersebut bisa saja diajukan oleh perusahaan asuransi, pengacara perusahaan asuransi, entitas apa pun yang terkait dengan museum atau ahkan bisa jadi kementerian.”

    “Masing-masing pihak memiliki kepentingan yang berbeda. Kepentingan museum tidak sama dengan kepentingan perusahaan asuransi… atau perusahaan keamanan, yang telah melakukan kesalahan,” tambahnya.

    “Beberapa orang berkepentingan untuk mengungkap cerita ini, dan yang lainnya berkepentingan untuk menyangkalnya… tentu saja, kepolisian Prancis tidak menyukai kenyataan bahwa kami, sebagai firma swasta Israel, ditugaskan untuk melakukan investigasi,” ujarnya.

    Kepolisian Prancis saat ini sedang memburu empat pencuri yang mencuri sembilan perhiasan tak ternilai harganya setelah membobol Museum Louvre pada hari Minggu (19/10). Salah satu perhiasan-sebuah mahkota yang dilapisi lebih dari 1.000 berlian-dijatuhkan saat mereka melarikan diri.

    Lihat juga Video: Detik-detik Pria Bersajam Rampok Pemilik Konter di Jambi

    (ygs/yld)

  • 4 Fakta Rampok Satset Gondol Mahkota 1.300 Berlian di Museum Louvre

    4 Fakta Rampok Satset Gondol Mahkota 1.300 Berlian di Museum Louvre

    Jakarta

    Museum seni terbesar dan paling banyak dikunjungi di Paris, Museum Louvre, dibobol maling. Dalam hitungan menit, para perampok berhasil membawa kabur mahkota era Napoleon.

    Dirangkum detikcom, Senin (20/10/2025), aksi pencurian ini terjadi pada Minggu kemarin. Pelaku pencurian tiba di lokasi sekitar pukul 09.30 dan pukul 09.40 waktu setempat.

    Menteri Kebudayaan Prancis Rachida Dati melaporkan adanya pembobolan di Louvre di Paris. Ia menyebut tidak ada korban dalam insiden tersebut.

    “Perampokan terjadi pagi ini saat pembukaan Museum Louvre,” tulis Dati di X, seperti dilansir AFP.

    Berikut fakta-fakta pencurian di Museum Louvre:

    1. Perampokan Terjadi dalam Waktu 4 Menit

    Pelaku melakukan aksi pencurian secara satset. Pencurian ternyata terjadi dalam waktu empat menit saja.

    “Kami datang segera, beberapa menit setelah menerima informasi perampokan ini. Sejujurnya, operasi ini berlangsung hampir empat menit–sangat cepat. Harus kami akui bahwa mereka professional,” kata Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dilansir Al Jazeera, Senin (20/10).

    Komplotan pencuri berjumlah empat orang ini sukses mencuri delapan barang antik yang bernilai sejarah tinggi.

    Para ahli forensik tiba di lokasi untuk mengumpulkan bukti. Sementara pihak berwenang mengatakan mereka juga berencana untuk meninjau rekaman CCTV di area tersebut.

    2. Daftar 8 Barang Antik yang Raib

    Total delapan perhiasan mewah hilang dalam perampokan empat menit di Museum Louvre. Apa saja barang-barang antik di museum kenamaan itu yang berhasil digondol pencuri?

    Komplotan pencuri berhasil menyusup memasuki Galeri Apollo melalui jendela tidak lama setelah museum dibuka. Pelaku menggunakan lift yang dipakai untuk mengangkat furnitur ke dalam gedung.

    Hanya dalam waktu empat menit, pelaku berhasil mengambil sembilan barang antik peninggalan era Napoleon yang disimpan di Galeri Apollo Museum Louvre Paris.

    Barang-barang tersebut termasuk barang-barang milik Permaisuri Marie-Louise, istri Kaisar Prancis Napoleon I, dan barang-barang lainnya milik Permaisuri Eugenie, istri Napoleon III.

    Berikut adalah barang-barang yang dicuri:

    1. Tiara dari set perhiasan Ratu Marie-Amelie dan Ratu Hortense
    2. Kalung dari set perhiasan safir milik Ratu Marie-Amelie dan Ratu Hortense
    3. Satu anting dari set perhiasan safir
    Kalung zamrud dari set Marie-Louise
    4. Sepasang anting zamrud dari set Marie-Louise
    5. Bros yang dikenal sebagai bros “relikui”
    6. Tiara Permaisuri Eugenie
    7. Bros besar lainnya milik Permaisuri Eugenie
    8. Mahkota Permaisure Eugenie, istri Napoleon III

    Namun barang kesembilan, Mahkota Permaisure Eugenie, istri Napoleon III, ditemukan di luar dinding museum. Barang itu terjatuh saat pencuri melarikan diri. Mahkota tersebut berisi 1.354 berlian dan 56 zamrud.

    “Galeri Apollo juga menyimpan berbagai permata tak ternilai lainnya, termasuk tiga berlian bersejarah – Regent, Sancy, dan Hortensia – dan “koleksi bejana batu keras yang megah milik raja-raja Prancis,” menurut situs web museum.

    3. 60 Penyidik Tangani Kasus

    Empat terduga pelaku saat ini tengah diburu otoritas Prancis. Sebanyak 60 penyidik diturunkan untuk menangani kasus.

    “Pihak berwenang Prancis sedang memburu empat pencuri untuk perampokan berani di Museum Louvre pada hari Minggu, di mana mereka menyita delapan perhiasan tak ternilai dan bersejarah, kata Jaksa Agung Paris, Laure Beccau, dilansir AFP.

    Beccau mengatakan pelaku menggunakan topeng saat melakukan aksinya. Mereka lalu kabur menggunakan skuter usai berhasil mencuri delapan perhiasan berharga di Museum Louvre.

    Para pencuri mengancam penjaga museum dengan gerinda sudut yang mereka gunakan untuk memotong bilik pajangan kaca berisi permata yang mereka incar.

    “Komplotan itu mengendarai truk sambil menarik tangga elektrik yang dapat diperpanjang, yang biasa digunakan untuk mengangkat furnitur ke dalam gedung, ke sisi Museum Louvre untuk mendapatkan akses melalui jendela yang mereka pecahkan,” kata Beccuau.

    Alarm Museum Louvre berbunyi saat perampokan terjadi, namun pihak berwenang masih menyelidiki apakah para penjaga mendengar alarm tersebut. Jaksa menduga tim perampok bekerja atas perintah sebuah organisasi kriminal.

    “Geng kriminal terorganisasi dapat memiliki dua tujuan: memenuhi perintah yang diberikan kepada mereka, atau mendapatkan permata untuk tujuan pencucian uang,” ujarnya.

    Beccuau mengatakan sekitar 60 penyidik sedang menangani kasus yang sangat terkenal ini. Dia menyebut rompi kuning yang digunakan oleh salah satu pelaku telah ditemukan.

    “Saya yakin (museum) akan dapat menemukan kembali barang-barang curian dalam beberapa hari mendatang,” ujarnya.

    4. Menteri Prancis Akui Kegagalan Keamanan

    Menteri Kehakiman Prancis Gerald Darmanin mengakui adanya kelemahan keamanan dalam melindungi Museum Louvre, yang membuat para pencuri berhasil menggondol sejumlah perhiasan pada siang hari bolong di jantung Paris.

    “Yang pasti, kita telah gagal, karena orang-orang dapat memarkir alat pengangkut furnitur di tengah kota Paris, lalu mengangkat beberapa orang dalam beberapa menit untuk mengambil perhiasan tak ternilai harganya dan memberikan citra buruk bagi Prancis,” kata Darmanin kepada Radio Fance Inter, seperti dilansir AFP, Senin (20/10).

    Klip singkat aksi pencurian itu, yang tampaknya terekam melalui ponsel seorang pengunjung museum, ditayangkan oleh salah satu saluran berita Prancis. Para pencuri yang memakai penutup wajah itu mencuri sembilan perhiasan dari abad ke-19, namun salah satunya — mahkota Permaisuri Eugenie — terjatuh dan rusak saat mereka melarikan diri.

    Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez menyebut pencurian itu berlangsung singkat diduga dilakukan oleh tim berpengalaman, kemungkinan “orang asing”.

    Penindakan yang dilakukan oleh staf museum memaksa para pencuri kabur dan meninggalkan beberapa peralatan yang digunakan dalam aksi pencurian itu.

    Imbas pencurian itu, pihak manajemen mengumumkan bahwa Museum Louvre masih akan ditutup untuk umum pada Senin (20/10). “Museum tidak buka hari ini,” kata seorang pejabat museum tersebut, yang tidak disebut namanya, kepada AFP.

    Papan pemberitahuan di Museum Louvre memberitahu para pengunjung bahwa museum tetap tutup karena “situasi luar biasa” dan mengatakan bahwa semua pengunjung yang telah membeli tiket untuk hari itu akan mendapatkan refund.

    Lihat juga Video: Manajer Bulutangkis RI di Olimpiade Paris Kena Rampok, Rp 1 M Hilang

    Halaman 2 dari 2

    (lir/lir)

  • Trump Angkat Pengusaha Ganja Jadi Utusan Khusus AS untuk Irak

    Bisa-bisanya Trump Tuding Presiden Kolombia Gembong Narkoba

    Washington DC

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuduh Presiden Kolombia Gustavo Petro sebagai ‘gembong narkoba’. Hal itu membuat hubungan kedua negara semakin panas.

    Dilansir Al Arabiya, Senin (20/10/2025), Trump menyalahkan kepemimpinan politik Kolombia atas kegagalan memenuhi kewajiban pengendalian narkoba. Trump mengatakan AS akan menghentikan ‘pembayaran dan subsidi skala besar’ untuk Kolombia.

    “Petro adalah pemimpin narkoba ilegal yang sangat mendorong produksi narkoba secara besar-besaran,” kata Trump dalam pernyataan via media sosial Truth Social.

    Dia mengatakan produksi narkoba itu ditujukan untuk dijual ke AS. Menurutnya, hal itu memicu kematian di AS.

    “Tujuan produksi narkoba ini adalah penjualan produk dalam jumlah besar di Amerika Serikat, yang menyebabkan kematian, kehancuran, dan malapetaka,” ujarnya.

    Trump juga mengatakan pembayaran dan subsidi AS kepada Kolombia merupakan penipuan. Dia tak menyebut jelas apa subsidi yang dimaksud.

    “MULAI HARI INI, PEMBAYARAN INI, ATAU BENTUK PEMBAYARAN LAINNYA, ATAU SUBSIDI, TIDAK AKAN LAGI DILAKUKAN,” tegasnya, dalam postingan yang menggunakan huruf kapital.

    Petro, dalam pernyataan pada Minggu (19/10), mengatakan Trump telah ‘dibodohi’ oleh para penasihatnya saat mengumumkan penghentian bantuan AS untuk Kolombia. Dalam pernyataan via media sosial X, Petro menyebut Trump ‘dibodohi oleh timnya dan para penasihatnya’.

    Hubungan antara Washington dan Bogota telah merenggang sejak Trump kembali menjabat. Bulan lalu, otoritas AS mencabut visa Petro setelah dia bergabung dengan unjuk rasa pro-Palestina di New York dan mendesak tentara-tentara AS untuk tidak mematuhi perintah Trump.

    Tahun lalu, Petro berjanji untuk ‘menjinakkan’ wilayah-wilayah penghasil koka, yang biasa digunakan dalam produksi kokain, di Kolombia dengan intervensi sosial dan militer besar-besaran. Namun, strategi tersebut hanya membuahkan sedikit keberhasilan.

    Pada September lalu, Trump memasukkan negara-negara seperti Afghanistan, Bolivia, Myanmar, Kolombia, dan Venezuela ke dalam daftar negara-negara yang diyakini oleh AS telah ‘terbukti gagal’ dalam menegakkan perjanjian antinarkotika selama setahun terakhir.

    AS Serang Kapal Narkoba dari Kolombia

    Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengumumkan serangan terhadap kapal pemberontak Kolombia, yang diklaim menyelundupkan narkoba, di perairan internasional di kawasan Amerika Selatan. Serangan itu menandai perluasan operasi militer AS di kawasan tersebut.

    Pengumuman mengenai serangan tersebut, seperti dilansir AFP, disampaikan oleh Menteri Pertahanan (Menhan) AS Pete Hegseth pada Minggu (19/10). Serangan itu, kata Hegseth, telah dilancarkan pada Jumat (17/10) lalu.

    Hegseth mengatakan pasukan AS menyerang sebuah kapal yang disebutnya berafiliasi dengan Tentara Pembebasan Nasional Kolombia, sebuah kelompok gerilya sayap kiri yang dikenal sebagai ELN dalam bahasa Spanyol. Hegseth menyebut sedikitnya tiga awak kapal tersebut tewas akibat serangan AS.

    Dalam pernyataannya, Hegseth menyebut kapal itu diserang saat berlayar di perairan internasional yang masuk dalam wewenang Komando Selatan AS, yang mengawasi operasi militer AS di kawasan Amerika Latin. Dia tidak merinci lokasi serangan itu secara spesifik. Kolombia memiliki pesisir Karibia dan pesisir Pasifik.

    Sejauh ini, belum ada tanggapan langsung dari otoritas Kolombia atas pengumuman tersebut. AS telah mengerahkan sejumlah kapal perang ke kawasan Karibia, di dekat lepas pantai Venezuela, sejak Agustus lalu.

    Sejauh ini, kapal-kapal perang Washington itu telah menyerang setidaknya enam kapal, yang diklaim menyelundupkan narkoba ke wilayah AS, hingga menewaskan sedikitnya 27 orang. Para pakar mempertanyakan legalitas serangan AS terhadap kapal-kapal tersebut di perairan internasional, tanpa mencoba mencegat atau menangkap awak kapal dan mengadili mereka.

    Serangan itu memicu ketegangan antara AS dan Venezuela. Venezuela menuduh tujuan akhir dari operasi militer AS itu mungkin untuk menggulingkan Presiden Nicolas Maduro yang dituduh oleh Washington memimpin kartel narkoba.

    Terlepas dari itu, pengumuman Hegseth itu disampaikan setelah Presiden Donald Trump mengatakan AS menghentikan bantuan keuangan untuk Kolombia. Trump juga menyebut Presiden Kolombia Gustavo Petro sebagai “gembong narkoba” karena membiarkan produksi narkoba di negaranya.

    Tonton juga video “Donald Trump: Saya Bukan Raja” di sini:

    Halaman 2 dari 4

    (haf/haf)

  • Ribuan Unjuk Rasa di Amerika Serikat Menentang Donald Trump

    Ribuan Unjuk Rasa di Amerika Serikat Menentang Donald Trump

    Dunia Hari Ini kembali dengan laporan dari beberapa belahan dunia selama 24 jam terakhir.

    Laporan utama dalam edisi Senin, 20 Oktober 2025 kami hadirkan dari Amerika Serikat.

    Ribuan unjuk rasa menentang Trump

    Lebih dari 2.600 unjuk rasa “No Kings” digelar di sejumlah kota-kota besar untuk menentang Presiden Donald Trump dianggap warga sudah melakukan tindakan anti demokrasi.

    Aksi ini merupakan kelanjutan dari protes “No Kings” pertama pada bulan Juni, mencerminkan rasa frustrasi warga atas perilaku pemerintahan Trump.

    Tindakan yang mereka kecam antara lain tindakan hukum yang dijatuhkan kepada mereka yang dianggap musuh-musuh politik, penggerebekan mengatasnamakan imigrasi nasional, serta pengiriman pasukan federal ke sejumlah kota.

    Para peserta berunjuk rasa di beberapa tempat dengan membawa tulisan seperti “Tidak ada yang lebih patriotik daripada protes” atau “Lawan fasisme.”

    Serangan udara Israel

    Militer Israel melancarkan serangan udara di Gaza dan menuduh Hamas melakukan serangan “pelanggaran gencatan senjata yang berani.”

    Pejabat Pasukan Pertahanan Israel (IDF) kemarin mengatakan Hamas menyerang pasukan Israel di Gaza, termasuk dengan serangan granat berpeluncur roket dan serangan penembak jitu terhadap tentara Israel.

    “Sebelumnya hari ini, teroris menembakkan rudal anti-tank dan menembak pasukan IDF, yang beroperasi untuk menghancurkan infrastruktur teror di wilayah Rafah sesuai dengan ketentuan perjanjian,” bunyi pernyataan IDF di X.

    “Ini merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap perjanjian gencatan senjata, dan IDF akan merespons dengan kekuatan.”

    Museum Louvre di Paris dibobol pencuri

    Pencuri membobol Museum Louvre di Paris, mencuri perhiasan dengan “nilai sejarah yang tak ternilai.”

    Le Parisien melaporkan para pencuri masuk melalui sisi yang menghadap Sungai Seine, tempat konstruksi sedang berlangsung.

    Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez mengatakan perampok dilaporkan menggunakan sepeda motor, tiba sekitar pukul 09.30 waktu setempat kemarin, kemudian menggunakan lift keranjang untuk mencapai jendela dan membobolnya dengan pemotong cakram.

    Menteri Kebudayaan Prancis Rachida Dati mengatakan perampokan itu hanya berlangsung selama empat menit.

    Kanonisasi Santo pertama Papua Nugini

    Paus Leo XIV telah mengkanonisasi Petrus ToRot, seorang pria Papua Nugini yang dibunuh di penjara pada tahun 1945 karena memperjuangkan pernikahan monogami di masa poligami masih dipraktikkan.

    Ia adalah santo pertama dari Papua Nugini dan dipilih oleh Paus Fransiskus, yang menyetujui kanonisasi tersebut sebelum ia wafat.

    Warga Papua Nugini mengatakan mereka senang memiliki santo pertama dari negara mereka dan banyak yang datang untuk menyaksikan upacara tersebut.

    Giorgio Licini, seorang pastor senior yang berbasis di Port Moresby, mengatakan penobatan ToRot sebagai santo menjadi momen penting bagi negara tersebut, yang baru mengenal Katolik kurang dari 150 tahun yang lalu.

    Tonton juga video “Donald Trump: Saya Bukan Raja” di sini:

  • Israel Klaim Pulihkan Gencatan Senjata Usai Serang Gaza

    Israel Klaim Pulihkan Gencatan Senjata Usai Serang Gaza

    Jakarta

    Israel dan Hamas saling tuduh satu sama lain pada Minggu (19/10) atas pelanggaran kesepakatan gencatan senjata yang diperantarai Amerika Serikat. Serangan mematikan pada hari Minggu (19/10) merupakan intervensi terbesar Israel sejak gencatan senjata disepakati sembilan hari lalu.

    Otoritas Gaza yang dijalankan Hamas melaporkan bahwa setidaknya 33 orang tewas akibat serangan tersebut.

    Militer Israel mengatakan serangan itu dilakukan sebagai respons terhadap “teroris yang menembaki pasukan (Israel),” dengan target di wilayah Rafah. Serangan juga terjadi di Muwasi, Khan Younis, dan kamp pengungsi Nuseirat di Gaza tengah.

    Sebelumnya, pada Minggu pagi (19/10), dua tentara Israel tewas di Gaza, sementara tiga lainnya terluka. Salah satu dari tiga tentara yang terluka itu “parah,” kata IDF, dan telah dievakuasi ke rumah sakit untuk perawatan. Sejauh ini, lebih dari 900 tentara Israel telah tewas dalam perang di Gaza.

    Awal mula bentrok di Rafah

    Militer Israel menyebutkan serangan terjadi setelah “teroris menembakkan rudal anti-tank dan tembakan ke arah pasukan IDF yang sedang beroperasi untuk membongkar infrastruktur teroris.” IDF menambahkan bahwa “tindakan teroris ini merupakan pelanggaran nyata terhadap kesepakatan gencatan senjata, dan IDF akan menanggapi dengan tegas.”

    Sementara itu, sayap bersenjata Hamas menyatakan bahwa mereka “tidak mengetahui insiden atau bentrokan yang terjadi di wilayah Rafah, karena ini adalah zona merah di bawah kendali penjajah, dan kontak dengan kelompok-kelompok kami yang tersisa di sana telah terputus sejak perang dimulai kembali pada Maret tahun ini.”

    Serangan pada hari Minggu merupakan serangan besar pertama Israel sejak gencatan senjata diberlakukan sembilan hari lalu. IDF menegaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari upaya untuk “menegakkan” kesepakatan gencatan senjata sesuai arahan pemerintah Israel.

    Militer Israel mengatakan bahwa mereka kembali “menegakkan” kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas, setelah serangkaian apa yang disebutnya “serangan signifikan” terhadap kelompok militan Palestina.

    Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan bahwa langkah ini sesuai dengan arahan dari pemerintah Israel. IDF memperingatkan bahwa mereka akan “menanggapi dengan tegas” setiap pelanggaran gencatan senjata.

    Netanyahu hentikan bantuan kemanusiaan

    Menyusul perkembangan terakhir, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memerintahkan penghentian semua pasokan bantuan kemanusiaan ke Gaza “sampai pemberitahuan lebih lanjut,” menurut beberapa media Israel. Langkah ini muncul saat Israel dan Hamas saling menuduh melanggar gencatan senjata. Israel bersumpah untuk “menanggapi dengan kekuatan” setiap pelanggaran oleh kelompok militan tersebut.

    Netanyahu juga memerintahkan militer untuk mengambil “tindakan keras … terhadap target teroris,” menuduh Hamas melakukan pelanggaran gencatan senjata. Pengumuman dari Kantor Perdana Menteri ini muncul setelah Netanyahu bertemu dengan Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, dan “kepala-kepala badan keamanan [Israel]” pada Minggu.

    Dalam pernyataan terpisah, Katz mengatakan bahwa organisasi militan Palestina “akan membayar harga mahal” untuk setiap pelanggaran gencatan senjata, memperingatkan bahwa serangan Israel akan meningkat jika “pesan itu tidak dipahami.”

    Sementara itu, otoritas Hamas melaporkan bahwa lebih dari 68.000 warga Palestina telah tewas sejak Israel melancarkan kampanye militer di Gaza setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, termasuk setidaknya 33 orang yang tewas pada Minggu (19/10).

    Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris

    Diadaptasi oleh Rahka Susanto

    Editor: Rizki Nugraha

    Tonton juga video “Gencatan Senjata, Korban Tewas di Gaza Bertambah Jadi 68.159” di sini:

    (ita/ita)

  • Trump Usulkan Pembagian Donbas untuk Akhiri Invasi Rusia di Ukraina

    Trump Usulkan Pembagian Donbas untuk Akhiri Invasi Rusia di Ukraina

    Jakarta

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Minggu (19/10) mengatakan bahwa Ukraina dan Rusia seharusnya menghentikan pertempuran di garis depan dan mulai bernegosiasi untuk mengakhiri perang, meski artinya harus melepas wilayah timur Donbas yang saat ini berada di bawah pendudukan Moskow.

    “Kami berpikir bahwa yang seharusnya mereka lakukan adalah menghentikan perang di garis tempat mereka berada, garis terdepan, pulang, berhentilah membunuh orang, dan selesai,” kata Trump kepada wartawan di atas pesawat kepresidenan Air Force One dalam perjalanan dari Florida ke Washington.

    Trump menambahkan bahwa sekitar “78 persen wilayah tersebut telah diambil oleh Rusia,” dan bahwa sisanya “sangat sulit untuk dinegosiasikan.” Ia menegaskan, “Biarkan saja seperti sekarang. Wilayah ini toh sudah terpecah. Mereka bisa bernegosiasi lagi di kemudian hari.”

    Pernyataan itu muncul dua hari setelah pertemuannya dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Gedung Putih pada Jumat (17/10). Ketika ditanya apakah ia meminta Zelensky menyerahkan Donbas kepada Rusia, Trump membantah. “Tidak. Kami tidak pernah membicarakannya,” ujarnya.

    Trump diduga desak Zelensky serahkan Donbas

    Namun, Financial Times, mengutip sumber anonim, melaporkan bahwa Trump diduga mendesak Zelensky untuk menyerahkan seluruh wilayah Donbas sebagai bagian dari usulan penghentian perang, langkah yang akan memberikan keuntungan strategis besar bagi Presiden Rusia Vladimir Putin.

    Sebelumnya, wilayah industri Donbas, yang mencakup Donetsk dan Luhansk, menjadi salah satu wilayah paling diperebutkan dalam konflik Rusia-Ukraina karena kaya akan sumber daya alam dan pusat industri berat Ukraina. Wilayah ini memiliki cadangan batu bara, bijih besi, serta infrastruktur pabrik besar yang menjadi tulang punggung ekonomi Ukraina timur, sehingga pendudukan Donbas menjamin kendali terhadap sumber daya strategis.

    Zelensky siap hadiri pertemuan puncak di Budapest

    Presiden Zelensky pada Senin pagi (20/10) mengatakan bahwa ia siap bergabung dengan Trump dan Putin dalam pertemuan puncak yang direncanakan di Budapest, Hungaria, jika mendapat undangan resmi.

    “Jika saya diundang ke Budapest, baik dalam format pertemuan bersama atau diplomasi shuttle, kami akan setuju,” kata Zelensky kepada wartawan di Kyiv.

    Trump dan Putin sebelumnya menyatakan bahwa mereka akan bertemu di ibu kota Hungaria dalam beberapa minggu mendatang. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya baru Trump untuk menengahi kesepakatan damai guna mengakhiri perang Rusia, Ukraina yang telah berlangsung sejak Februari 2022.

    Zelensky kembali ke negaranya pada Minggu malam (19/10), setelah melakukan kunjungan tiga hari ke Washington. Setibanya di Kyiv, ia menegaskan bahwa Ukraina “tidak akan pernah memberikan imbalan apa pun kepada teroris atas kejahatan mereka.”

    “Kami mengandalkan mitra kami untuk menjunjung tinggi posisi ini,” tulis Zelensky di media sosial, merujuk pada koalisi sukarela 33 negara untuk keamanan Ukraina, yang mencakup Inggris, Prancis dan Jerman. Ia mendesak negara sekutu untuk “tidak menuruti atau berusaha menenangkan Rusia” dan menyerukan “langkah-langkah tegas” dari Eropa serta Amerika Serikat.

    Zelensky pulang dengan tangan kosong?

    Zelensky bertolak ke Washington pada Jumat (17/10) untuk bertemu dengan Presiden AS Donald Trump. Kunjungan ini dilakukan setelah lobi selama berminggu-minggu dari Ukraina untuk memperoleh pasokan rudal jarak jauh Tomahawk dari Washington. Namun, pertemuan tersebut tidak membuahkan hasil, karena Trump ingin lebih fokus mencari solusi kebuntuan di Ukraina melalui “terobosan diplomatik baru,” yang diyakini terinspirasi dari kesepakatan damai Gaza sepekan sebelumnya.

    Setelah pertemuan tersebut, Trump menulis di media sosial bahwa pembicaraannya dengan Zelenskyy “sangat menarik dan bersahabat,” namun ia menambahkan, “Saya mengatakan kepadanya, seperti yang juga saya sarankan dengan tegas kepada Presiden Putin, bahwa sudah waktunya untuk menghentikan pembunuhan, dan membuat PERJANJIAN!”

    Sebelumnya, Trump telah memperingatkan Rusia bahwa AS mungkin akan mengirimkan misil Tomahawk ke Ukraina jika konflik tidak segera diselesaikan. Namun, dalam pertemuan itu, ia tidak memberikan jaminan pengiriman senjata dan justru mengusulkan agar Ukraina dan Rusia menghentikan pertempuran di garis depan saat ini, lalu menyelesaikan perselisihan teritorial kemudian, pendekatan yang tidak disambut baik oleh Ukraina.

    Sementara itu, serangan udara Rusia terus menargetkan infrastruktur energi Ukraina, termasuk rumah sakit di Kharkiv yang terpaksa mengevakuasi pasien akibat serangan tersebut. Zelenskyy menekankan kebutuhan mendesak akan sistem pertahanan udara tambahan dari AS dan sekutunya untuk melindungi warga sipil dan infrastruktur penting.

    Meskipun ada penurunan signifikan dalam bantuan militer dari AS pada Juli dan Agustus, hingga kini belum ada langkah konkret untuk memenuhi permintaan Ukraina. Secara keseluruhan, meskipun ada upaya diplomatik antara AS dan Ukraina, hasilnya terbatas, sementara kekhawatiran Ukraina mengenai kurangnya dukungan militer signifikan dari AS terus berlanjut.

    Rusia kembali melancarkan serangan terhadap pasokan energi Ukraina pada Jumat malam hingga Sabtu, menyusul pembicaraan di Washington yang bertujuan mengakhiri perang, menegaskan bahwa konflik masih jauh dari selesai.

    Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris

    Diadaptasi oleh Rahka Susanto

    Editor: Rizki Nugraha

    Tonton juga video “Israel Serang Gaza, Trump Sebut Gencatan Senjata Masih Berlaku” di sini:

    (ita/ita)

  • AS Bilang Israel Harus Bantu Palestina Usai Perang Gaza

    AS Bilang Israel Harus Bantu Palestina Usai Perang Gaza

    Washington DC

    Utusan Amerika Serikat (AS) Jared Kushner mengatakan bahwa Israel harus membantu Palestina untuk “berkembang” jika ingin mencapai integrasi regional setelah perang Gaza berakhir. Kushner menegaskan Washington terus mengupayakan agar Israel dan Palestina bisa hidup berdampingan dalam damai.

    Kushner, yang juga merupakan menantu Presiden Donald Trump, seperti dilansir AFP, Senin (20/10/2025), turut terlibat dalam upaya mediasi gencatan senjata Gaza antara Israel dan Hamas.

    Dia juga membantu menengahi kesepakatan-kesepakatan penting selama masa jabatan pertama Trump, yang memungkinkan beberapa negara Arab menormalisasi hubungan dengan Israel.

    “Pesan terbesar yang kami coba sampaikan kepada para pemimpin Israel sekarang adalah bahwa setelah perang berakhir, jika Anda ingin mengintegrasikan Israel dengan Timur Tengah yang lebih luas, Anda harus mencari cara untuk membantu rakyat Palestina berkembang dan menjadi lebih baik,” kata Kushner dalam wawancara dengan CBS News, yang ditayangkan pada Minggu (19/10).

    Wawancara itu dilakukan sebelum serangan terbaru Israel menghantam Jalur Gaza pada Minggu (19/10) waktu setempat, menyusul tuduhan yang dilontarkan Tel Aviv bahwa Hamas telah melanggar gencatan senjata dengan menyerang tentara-tentaranya.

    Dalam wawancara dengan CBS News, Kusher mengatakan bahwa situasinya masih “sangat sulit”, tetapi dirinya mengupayakan “keamanan bersama dan peluang ekonomi” untuk menjamin agar warga Israel dan Palestina “dapat hidup berdampingan secara damai dan berkelanjutan”.

    Kushner, pada Senin (20/10), kembali ke Israel bersama Utusan Khusus Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, dalam kunjungan yang diperkirakan akan diwarnai pertemuan dengan para pejabat pemerintah Tel Aviv.

    Merujuk pada situasi di Jalur Gaza sejak gencatan senjata dimulai pada 10 Oktober lalu, Kushner mengatakan: “Hamas saat ini sedang melakukan persis seperti yang diperkirakan dari sebuah organisasi teroris, yaitu mencoba membangun kembali (kelompoknya) dan merebut kembali posisi mereka.”

    Namun dia berpendapat jika ada “alternatif yang layak” muncul, maka “Hamas akan gagal, dan Gaza tidak akan menjadi ancaman bagi Israel di masa depan.”

    Ketika ditanya mengenai prospek negara Palestina — yang kini diakui oleh sebagian besar negara di seluruh dunia tetapi tidak diakui oleh AS dan Israel, Kushner mengatakan “masih terlalu dini untuk mengatakannya”.

    Tonton juga video “Israel Serang Gaza, Trump Sebut Gencatan Senjata Masih Berlaku” di sini:

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/ita)