Category: Detik.com Internasional

  • Sydney Masuki Tahun 2026, Diawali Menghening untuk Korban Penembakan Bondi

    Sydney Masuki Tahun 2026, Diawali Menghening untuk Korban Penembakan Bondi

    Syd

    Hari telah berganti di Sydney, Australia. Warga di Sydney pun telah merayakan tahun baru 2026.

    Dilansir BBC, Rabu (31/12/2025), warga di Vanuatu, Kepulauan Solomon, dan Bougainville – wilayah otonom Papua Nugini – serta sebagian Rusia telah memasuki tahun 2026.

    Perayaan tahun baru 2026 di Sydney digelar meriah dengan pesta kembang api di Pelabuhan Sydney. Lebih dari satu juta orang merayakan tahun 2026 di tepi laut – dan tempat menonton sudah penuh sejak siang.

    Perayaan tahun baru di Sydney diawali dengan waktu khusus untuk mengenang korban penembakan di Pantai Bondi. Pelabuhan Sydney hening selama satu menit pada pukul 23.00 waktu setempat.

    Kerumunan orang memegang lampu untuk mengenang para korban Bondi. Sebuah menorah Yahudi diproyeksikan ke tiang-tiang Jembatan Pelabuhan.

    Penembakan yang disebut aksi terorisme anti-Semit di Bondi itu menewaskan 15 orang. Peristiwa itu terjadi saat perayaan Hanukah pada 14 Desember lalu.

    Perdana Menteri Australia Anthony Albanese, dalam pidato Malam Tahun Barunya, mengakui kesulitan dalam merayakan. Dia mengatakan kegembiraan yang biasanya dirasakan di awal tahun baru ini diredam oleh kesedihan tahun yang lama.

    (haf/haf)

  • Uni Eropa Tegur Israel yang Larang Organisasi Bantuan Kemanusiaan di Gaza

    Uni Eropa Tegur Israel yang Larang Organisasi Bantuan Kemanusiaan di Gaza

    Jakarta

    Uni Eropa (UE) menegaskan ‘undang-undang pendaftaran organisasi bantuan asing tidak dapat diterapkan dalam bentuknya saat ini’. Pernyataan itu Kepala Kemanusiaan UE, Hadja Lahbib, setelah Israel melarang kegiatan sejumlah organisasi bantuan asing, karena tidak memberikan rincian data karyawan Palestina yang bekerja dengan mereka.

    “Hukum humaniter internasional (IHL) tidak memberi ruang untuk keraguan: bantuan harus sampai kepada mereka yang membutuhkan,” tulis Lahbib di X, Rabu (31/12/2025).

    Israel: Hapus kemungkinan keterlibatan terorisme

    Organisasi bantuan nonpemerintah atau LSM diberi waktu hingga 31 Desember untuk mendaftar di bawah kerangka kerja baru, yang menurut Israel bertujuan untuk mencegah “aktor-aktor yang bermusuhan atau pendukung terorisme” beroperasi di wilayah Palestina.

    Pada Selasa (30/12) Israel mengumumkan bahwa organisasi-organisasi yang “menolak menyerahkan daftar karyawan Palestina mereka untuk menyingkirkan kemungkinan adanya hubungan dengan terorisme” telah menerima pemberitahuan bahwa izin mereka akan dicabut mulai 1 Januari 2026, dengan kewajiban untuk menghentikan semua kegiatan pada 1 Maret.

    Para pejabat Israel mengatakan peraturan tersebut bertujuan untuk mencegah kelompok militan Hamas dan kelompok bersenjata lainnya menyusup ke organisasi bantuan atau mengalihkan bantuan. Israel menuduh Hamas menyalahgunakan pasokan bantuan. Klaim ini dibantah oleh Hamas.

    Doctors Without Borders termasuk yang ditangguhkan

    Israel mengatakan lebih dari 30 organisasi, atau sekitar 15% dari organisasi yang beroperasi di Gaza, belum memenuhi aturan baru tersebut. Organisasi yang terkena dampak termasuk Doctors Without Borders (juga dikenal sebagai MSF) dan kelompok bantuan CARE. Kementerian menuduh dua karyawan MSF memiliki hubungan dengan kelompok militan, tuduhan ini dibantah MSF.

    Beberapa LSM mengatakan aturan baru ini akan sangat mempengaruhi distribusi bantuan di Gaza karena saat ini pun jumlah bantuan yang masuk ke Gaza masih belum memadai.

    Lembaga lain yang terkena dampak termasuk organisasi Norwegian Refugee Council, Komite Penyelamatan Internasional, dan divisi dari badan amal besar seperti Oxfam dan Caritas.

    Israel dikritik telah sewenang-wenang

    Organisasi-organisasi penyalur bantuan mengkritik aturan tersebut dan mengatakannya sebagai aturan yang sewenang-wenang. Mereka juga memperingatkan bahwa aturan ini dapat sangat membahayakan kehidupan warga sipil.

    MSF, yang menyediakan sekitar 20% pelayanan medis di rumah sakit dan membantu sepertiga kelahiran bayi, mengatakan bahwa persyaratan ini dapat menyebabkan ratusan ribu orang di Gaza kehilangan akses ke perawatan medis yang diperlukan untuk menyelamatkan jiwa.

    Lembaga amal tersebut mengatakan bahwa mereka “terus terlibat dan berdiskusi dengan otoritas Israel,” dan bahwa mereka “belum menerima keputusan tentang pendaftaran ulang.”

    LSM: Data staf perlu dilindungi

    Beberapa kelompok mengatakan tidak menyerahkan daftar staf Palestina karena khawatir mereka akan menjadi sasaran Israel, serta untuk mematuhi undang-undang perlindungan data di Eropa.

    “Ini berasal dari perspektif hukum dan keamanan. Di Gaza, kami melihat ratusan pekerja bantuan terbunuh,” ujar Shaina Low, penasihat komunikasi untuk Norwegian Refugee Council.

    Persyaratan tersebut sama dengan “mempolitisasi bantuan,” demikian menurut Bushra Khalidi, pemimpin kebijakan Oxfam di Yerusalem.

    Berbicara kepada DW, Khalidi memperingatkan bahwa mematuhi persyaratan Israel berarti melanggar kewajiban untuk melindungi staf.

    “Pada dasarnya, kami tidak dapat memenuhi persyaratan yang memaksa kami menyerahkan data pribadi sensitif staf Palestina dan keluarga mereka, atau kami tidak dapat menerima kondisi politik dan ideologis yang tidak terkait dengan pekerjaan kemanusiaan kami yang dipaksakan oleh kriteria ini,” kata Khalidi.

    “Terutama selama dua tahun terakhir, kami menyaksikan jumlah pekerja kemanusiaan yang tewas di Gaza mencapai rekor tertinggi, lebih dari 500 orang.”

    Lihat juga Video ‘1.283 Faskes Kena Serangan Konflik di Sejumlah Negara Sepanjang 2025’:

    (haf/haf)

  • Ada Apa Antara Arab Saudi dan UEA di Yaman?

    Ada Apa Antara Arab Saudi dan UEA di Yaman?

    Jakarta

    Arab Saudi memberi peringatan ke Uni Emirat Arab (UEA) terkait situasi di Yaman. Sebenarnya, apa yang terjadi antara dua negara itu?

    Dilansir AFP dan Al Arabiya, Rabu (31/12/2025), koalisi yang dipimpin Arab Saudi membombardir kota pelabuhan Mukalla di Yaman. Pasukan koalisi Saudi melakukan serangan setelah dua kapal yang diduga membawa muatan senjata tiba dari Pelabuhan Fujairah, UEA.

    Saudi mengatakan serangannya menargetkan sejumlah besar senjata dan kendaraan tempur yang diturunkan dari kapal-kapal itu. Juru bicara Pasukan Koalisi pimpinan Saudi, Brigjen Turki al-Maliki, mengatakan bahwa para awak kedua kapal itu kedapatan menonaktifkan sistem pelacakan dan menurunkan muatan senjata dan kendaraan tempur di pelabuhan Mukalla.

    Persenjataan dan kendaraan tempur itu diduga dikirim untuk mendukung para petempur dari kelompok separatis, Dewan Transisi Selatan (STC). Kelompok itu berada di area Hadramaut dan al-Mahrah di Yaman yang dilanda konflik berkepanjangan.

    “Awak kedua kapal itu menonaktifkan sistem pelacakan mereka dan menurunkan sejumlah besar senjata dan kendaraan tempur untuk mendukung pasukan Dewan Transisi Selatan (STC),” demikian dilaporkan kantor berita Saudi Press Agency (SPA).

    “Mengingat bahaya dan eskalasi yang ditimbulkan oleh senjata-senjata ini… Angkatan Udara koalisi melancarkan operasi militer terbatas pagi ini yang menargetkan persenjataan dan kendaraan tempur yang telah diturunkan dari kedua kapal di pelabuhan al-Mukalla,” sebut laporan SPA tersebut.

    Dalam beberapa pekan terakhir, STC yang didukung UEA dan berupaya menghidupkan kembali negara Yaman Selatan yang sebelumnya merdeka. Mereka juga menyapu sebagian besar wilayah negara tersebut, mengusir pasukan pemerintah dan sekutu-sekutunya.

    Pasukan koalisi pimpinan Saudi telah memperingatkan pihaknya akan mendukung pemerintah Yaman dalam konfrontasi militer apa pun dengan pasukan separatis. Saudi telah mendesak mereka untuk mundur ‘secara damai’ dari provinsi-provinsi yang baru saja direbut.

    Sebuah video yang dirilis, menurut koalisi pimpinan Saudi, menunjukkan pengiriman senjata dilakukan setelah kedua kapal dari UEA itu berlabuh di Yaman.

    “Ini merupakan pelanggaran nyata terhadap langkah-langkah deeskalasi dan upaya untuk mencapai solusi damai, serta pelanggaran terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) No. 2216 tahun 2015,” kata Al-Maliki dalam pernyataannya.

    Al-Maliki mengatakan serangan itu dilakukan berdasarkan permintaan Ketua Dewan Kepemimpinan Presiden Yaman kepada pasukan koalisi pimpinan Saudi untuk mengambil tindakan militer guna melindungi warga sipil di Hadramout dan al-Mahrah. Dia mengatakan bombardir itu dilancarkan setelah transfer senjata didokumentasikan dan dilakukan sesuai dengan hukum kemanusiaan internasonal.

    Perkembangan situasi terbaru di Yaman ini memberikan tekanan pada hubungan antara Saudi dan UEA, yang mendukung kelompok-kelompok yang bersaing dalam pemerintahan Yaman. Laporan SPA menyebut operasi militer itu tidak memicu kerusakan tambahan dan korban jiwa di Yaman.

    Arab Saudi juga secara langsung mengaitkan kemajuan STC di Yaman dengan dukungan UEA. Dalam pernyataan keras, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyebut langkah UEA sebagai ancaman serius.

    “Kerajaan mencatat bahwa langkah-langkah yang diambil oleh negara saudara Uni Emirat Arab adalah sangat berbahaya,” demikian pernyataan resmi tersebut.

    Serangan ini menandai ketegangan antara Riyadh dan Abu Dhabi, dua sekutu lama yang selama bertahun-tahun tergabung dalam koalisi melawan pemberontak Houthi yang didukung Iran. Kedua negara ini belakangan bersaing dalam pengaruh politik dan ekonomi di kawasan Timur Tengah dan Laut Merah, meskipun tetap memiliki hubungan erat dan sama-sama anggota OPEC.

    Dewan Kepresidenan Yaman yang didukung Arab Saudi mengumumkan keadaan darurat nasional. Dewan tersebut secara resmi mengakhiri kerja sama keamanan dengan Abu Dhabi dan memerintahkan seluruh pasukan UEA untuk meninggalkan wilayah Yaman dalam waktu 24 jam.

    Selain itu, ada larangan selama 72 jam terhadap seluruh penyeberangan perbatasan, serta akses ke bandara dan pelabuhan laut di wilayah yang mereka kuasai, kecuali yang mendapat izin langsung dari Arab Saudi. Langkah-langkah ini menandai putusnya hubungan keamanan antara pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dengan Abu Dhabi, sekaligus memperdalam perpecahan di antara kekuatan anti-Houthi.

    Respons UEA

    Uni Emirat Arab (UEA) mengatakan mereka akan menarik pasukan yang tersisa dari Yaman. Penarikan pasukan ini menyusul tuntutan Arab Saudi.

    Dilansir AFP, Kementerian pertahanan Uni Emirat Arab mengatakan pihaknya menarik “tim anti-terorisme atas kemauan sendiri”. UEA membantah berada di balik serangan separatis tersebut.

    Pihak Abu Dhabi juga mengatakan pengiriman yang ditujukan ke Mukalla hanya berisi kendaraan yang ditujukan untuk pasukannya sendiri. UEA mengecam tuduhan Saudi dan menegaskan apa yang dituduhkan Saudi itu tidak benar.

    “UEA mengutuk klaim yang dibuat mengenai pemberian tekanan atau arahan kepada pihak Yaman mana pun untuk melakukan operasi militer,” demikian pernyataan tersebut.

    Pernyataan itu menambahkan: “Pengiriman yang dimaksud tidak berisi senjata apa pun, dan kendaraan yang dibongkar tidak ditujukan untuk pihak Yaman mana pun.”

    Baik UEA maupun Arab Saudi menyatakan kesediaan untuk terlibat dalam dialog.

    “Diplomasi masih menjadi pilihan untuk menghentikan eskalasi lebih lanjut,” kata seorang sumber yang dekat dengan koalisi militer Saudi kepada AFP.

    Meski demikian, STC tetap menentang dan bersikeras bahwa “tidak ada pemikiran untuk mundur” dari posisi yang baru saja mereka rebut.

    “Tidak masuk akal jika pemilik tanah diminta untuk meninggalkan tanahnya sendiri. Situasi ini mengharuskan untuk tetap tinggal dan memperkuat pertahanan.

    Lihat juga Video ‘Trump Ungkap akan Bantu Selesaikan Masalah Perang di Sudan’:

    Halaman 2 dari 3

    (haf/haf)

  • Pidato Malam Tahun Baru, Putin Ngaku Yakin Bakal Menang Perang di Ukraina

    Pidato Malam Tahun Baru, Putin Ngaku Yakin Bakal Menang Perang di Ukraina

    Moskow

    Presiden Rusia Vladimir Putin mengaku yakin akan menang dalam perang di Ukraina. Dia meminta warga Rusia terus mendukung operasi militer itu.

    Dilansir AFP, Rabu (31/12/2025), hal itu disampaikan Putin dalam pidato Malam Tahun Baru. Perang di Ukraina sendiri telah berlangsung hampir 4 tahun.

    Pidato tradisional Putin pertama kali disiarkan di semenanjung Kamchatka di timur jauh. Kamchatka menjadi wilayah Rusia pertama yang memasuki tahun 2026.

    Dia menyerukan kepada warga Rusia untuk ‘mendukung para pahlawan kita’ yang berjuang di Ukraina. Dia mengaku yakin kemenangan akan dicapai oleh Rusia.

    “Kami percaya pada Anda dan kemenangan kita,” ujarnya.

    Dia mengucapkan selamat Tahun Baru kepada ‘para pejuang dan komandan’ di Ukraina. Dia mengatakan warga Rusia juga mendukung tentara yang berperang di Ukraina.

    31 Desember menandai peringatan ke-26 Putin berkuasa. Putin menjadi presiden Rusia pada Malam Tahun Baru 1999 atau tepat ketika Boris Yeltsin mengundurkan diri.

    Pidato Malam Tahun Baru yang disiarkan di televisi ini melanjutkan tradisi yang dimulai oleh pemimpin Soviet Leonid Brezhnev. Pidato ini menjadi tradisi liburan yang umum di Rusia dan ditonton di jutaan rumah tangga.

    Pidato tersebut ditayangkan di televisi pemerintah tepat sebelum tengah malam di setiap 11 zona waktu Rusia.

    Lihat juga Video ‘Rumah Putin Diserang Puluhan Drone, Trump Sangat Marah’:

    (haf/haf)

  • FBI Sita Koleksi Rp 667 M Bandar Narkoba, Ada Eks Motor Rossi-Lorenzo

    FBI Sita Koleksi Rp 667 M Bandar Narkoba, Ada Eks Motor Rossi-Lorenzo

    Los Angeles

    FBI bersama sejumlah otoritas lain menyita aset mantan atlet seluncur salju Olimpiade yang kini menjadi tersangka perdagangan narkoba, Ryan James Wedding. Koleksi yang disita itu termasuk motor MotoGP yang diduga pernah digunakan Valentino Rossi hingga Marc Marquez.

    Dilansir CNBC News, Rabu (31/12/2025), FBI Los Angeles menyebut pihak berwenang Meksiko mengamankan puluhan sepeda motor mahal dan bertenaga tinggi senilai sekitar USD 40 juta atau sekitar RP 667 miliar yang diyakini dimiliki oleh Wedding.

    FBI mengatakan penyitaan tersebut merupakan bagian dari operasi gabungan yang juga melibatkan polisi Los Angeles dan Kepolisian Kerajaan Kanada (Royal Canadian Mounted Police). FBI Los Angeles juga merilis foto-foto sepeda motor yang disita meski tidak menyebut secara pasti di mana sepeda motor tersebut ditemukan.

    Dalam foto-foto yang dirilis FBI dan dilansir Toronto Star, tampak beberapa motor MotoGP atau replikanya. Koleksi motor tersebut termasuk motor MotoGP Ducati 2018 yang dikendarai Jorge Lorenzo, serta Desmosedici 2019 milik Andrea Dovizioso.

    Ada juga dua unit Ducati tunggangan Valentino Rossi pada 2011 dan 2012. Ada juga motor Moto2 milik Marc Marquez musim 2011 dan 2012.

    Sekretariat Keamanan dan Perlindungan Warga Negara Meksiko menyebut mereka juga menyita dua kendaraan, karya seni, dua medali Olimpiade, narkoba, dan barang-barang lainnya di empat lokasi di Mexico City. Belum jelas medali siapa yang ditemukan oleh pihak Meksiko.

    Wedding mewakili Kanada pada Olimpiade Musim Dingin 2002 di Salt Lake City tetapi tidak memenangkan medali apa pun. Dia menempati peringkat ke-24 dalam slalom paralel raksasa putra.

    Wedding masuk dalam daftar Sepuluh Buronan Paling Dicari FBI karena dicurigai menjalankan jaringan narkoba internasional. Dia diyakini bersembunyi di Meksiko di bawah perlindungan kartel Sinaloa.

    Departemen Kehakiman AS meningkatkan hadiah untuk informasi yang mengarah pada penangkapan dan penghukuman Wedding menjadi USD 15 juta atau Rp 250 miliar. Direktur FBI Kash Patel menyamakan Wedding dengan gembong narkoba terkenal seperti Pablo Escobar dan Joaquín ‘El Chapo’ Guzmán.

    Wedding telah didakwa di pengadilan federal Los Angeles atas beberapa tuduhan terkait narkoba. Bulan lalu, dia dikenai tuduhan baru yang menuduhnya memerintahkan pembunuhan terhadap seorang saksi dalam kasus pemerintah AS terhadapnya dan merekrut pembunuh bayaran untuk membunuh para pengedar narkoba saingannya.

    Organisasi Wedding, kata Jaksa Agung Pam Bondi saat itu, bertanggung jawab atas impor sekitar 60 metrik ton kokain per tahun ke Los Angeles.

    “Dia mengendalikan salah satu organisasi perdagangan narkoba paling produktif dan kejam di dunia ini. Saat ini dia adalah distributor kokain terbesar di Kanada,” kata Bondi.

    Menurut jaksa federal, Wedding memulai kariernya sebagai pengedar narkoba sekitar tahun 2008 ketika dia pergi ke San Diego bersama dua pria lain untuk membeli kokain. Setelah dihukum karena konspirasi untuk mendistribusikan kokain, Wedding dibebaskan dari penjara pada Desember 2011 dan dengan cepat memantapkan dirinya sebagai distributor narkoba ilegal internasional kelas kakap.

    Halaman 2 dari 2

    (haf/whn)

  • 7 Jam Lebih Cepat dari Jakarta, Wilayah Ini Sudah Masuk Tahun 2026

    7 Jam Lebih Cepat dari Jakarta, Wilayah Ini Sudah Masuk Tahun 2026

    Kiritimati

    Atol Kiritimati atau yang dikenal sebagai Pulau Christmas secara resmi menyambut tahun baru 2026. Lokasi ini menjadi tempat pertama di dunia yang masuk tahun baru.

    Dilansir BBC, Rabu (31/12/2025), Pulau Kirimati merupakan bagian dari negara yang terletak di Samudra Pasifik, Kiribati. Negara itu terletak di selatan Hawaii, Amerika Serikat, dan timur laut Australia.

    Pulau ini terdiri dari beberapa atol atau terumbu karang berbentuk cincin dan membentang hampir 4.000 Km dari timur ke barat. Kirikati, diucapkan Kiribass, merdeka dari Inggris pada tahun 1979.

    Wilayah ini merupakan rumah bagi cagar laut terbesar di Pasifik Selatan. Banyak atol di negara ini yang dihuni.

    Sebagian besar atol tersebut berada di dataran rendah dan berisiko terkena dampak kenaikan permukaan laut akibat pemanasan global. Kepulauan ini memiliki populasi sekitar 116.000 jiwa. Meskipun letaknya hampir tepat di selatan Hawaii, Kiribati merayakan Tahun Baru sehari lebih awal.

    Sebagai informasi, Kiritimati terletak di zona waktu UTC +14. Sementara, Jakarta terletak di zona UTC +7. Artinya, Kiritimati sudah masuk 1 Januari 2026 saat Jakarta masih pukul 17.00 WIB, 31 Desember 2025.

    Pulau Chatham di Selandia Baru juga sudah masuk tahun 2026. Pulau Chatham, Selandia Baru, yang dihuni sekitar 600 orang menjadi kelompok berikutnya yang menyambut tahun 2026.

    Sekitar seperenam populasi kepulauan terpencil itu, sebagian besar penduduk setempat, menghabiskan saat-saat terakhir tahun 2025 di bar Hotel Chatham.

    Pemilik hotel setempat, Toni Croon, mengatakan tidak semua orang begadang hingga tengah malam.

    “Tim kami akan begadang hingga fajar, tetapi kami yang sudah tua akan pulang,” katanya.

    Toni memperkirakan kaum muda di pulau itu akan memiliki kemauan untuk begadang dan menyaksikan matahari terbit pertama tahun 2026.

    “Yang menyatukan kita semua adalah cinta yang kita miliki untuk tempat ini. Kita akan selalu memiliki kesamaan itu. Sungguh istimewa menyambut tahun 2026 di tempat yang terpencil dan terisolasi seperti ini,” ujarnya.

    Halaman 2 dari 2

    (haf/dhn)

  • Turki Tahan 125 Tersangka ISIS dalam Penggerebekan di Puluhan Provinsi

    Turki Tahan 125 Tersangka ISIS dalam Penggerebekan di Puluhan Provinsi

    Ankara

    Otoritas Turki mengumumkan penahanan puluhan tersangka yang diduga berafiliasi dengan kelompok radikal Islamic State (ISIS). Penahanan massal itu dilakukan dalam operasi penggerebekan yang dilakukan secara nasional, atau di berbagai wilayah Turki.

    “Kami menangkap 125 tersangka Daesh (akronim Arab untuk ISIS-red) dalam operasi serentak yang dilakukan di sebanyak 25 provinsi, pagi ini,” kata Menteri Dalam Negeri Turki, Ali Yerlikaya, seperti dilansir AFP, Rabu (31/12/2025).

    Yerlikaya mengatakan bahwa operasi penggerebekan pada Rabu (31/12) waktu setempat itu berlangsung di area Istanbul dan 24 provinsi lainnya, termasuk Ankara dan Yalova.

    Dia membagikan cuplikan video yang menunjukkan pasukan keamanan Turki menggerebek rumah sejumlah tersangka, beberapa di antara terlihat dengan tangan terborgol di belakang punggung.

    “Mereka yang berusaha merusak persaudaraan kita, persatuan kita, kebersamaan kita… hanya akan menghadapi kekuatan negara kita dan persatuan bangsa kita,” tegas Yerlikaya memberi peringatan.

    Turki telah melakukan sejumlah penggerebekan yang menargetkan tersangka militan, setelah tiga polisi tewas pada Senin (29/12) dalam operasi melawan kelompok ekstremis tersebut di Yalova, bagian barat laut negara tersebut.

    Bentrokan yang berlangsung selama berjam-jam itu juga menewaskan enam anggota ISIS, yang semuanya warga negara Turki.

    Pada Selasa (30/12) waktu setempat, pasukan keamanan Turki menangkap sedikitnya 357 orang dalam gelombang operasi lainnya yang menargetkan ISIS, yang dilakukan di sebanyak 21 provinsi di negara tersebut.

    “Kami tidak akan pernah memberikan kesempatan sedikit pun kepada mereka yang berupaya membuat negara ini bertekuk lutut melalui terorisme,” ucap Yerlikaya pada saat itu.

    Turki berbagi perbatasan darat sepanjang 900 kilometer dengan Suriah, yang menjadi lokasi sisa-sisa ISIS yang masih aktif.

    Lihat juga Video ‘Ricuh di Parlemen Turki, Sesama Anggota Saling Adu Jotos’:

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/idh)

  • India Geser Jepang sebagai Negara dengan Ekonomi Terbesar ke-4 Dunia

    India Geser Jepang sebagai Negara dengan Ekonomi Terbesar ke-4 Dunia

    New Delhi

    India telah melampaui Jepang dan kini menempati posisi sebagai negara dengan ekonomi terbesar keempat dunia. Capaian ini terungkap dalam perhitungan terbaru pemerintah India yang dimuat dalam laporan tinjauan ekonomi akhir tahun.

    Dalam laporan itu disebutkan, jika tren pertumbuhan saat ini berlanjut, India diproyeksikan akan menyalip Jerman dan menjadi negara dengan ekonomi terbesar ketiga dunia dalam tiga tahun ke depan, hanya berada di bawah Amerika Serikat dan China.

    Seberapa kuat ekonomi India?

    Produk domestik bruto (PDB) India saat ini diperkirakan telah mencapai sekitar US$4,18 triliun atau (sekitar Rp 70 ribu triliun), dan diproyeksikan melonjak hingga US$7,3 triliun (sekitar Rp122 ribu triliun) pada 2030. Dengan capaian ini, India diperkirakan akan menjadi kekuatan ekonomi global ketiga terbesar dalam ukuran ekonomi.

    Pertumbuhan ekonomi India juga menunjukkan tren menguat. Pada kuartal kedua tahun fiskal 2025–2026, PDB riil India tumbuh 8,2 persen, meningkat dari 7,8 persen pada kuartal sebelumnya dan menjadi level tertinggi dalam enam kuartal terakhir.

    Kinerja ekspor turut menguat. Nilai ekspor barang India naik menjadi US$38,13 miliar (sekitar Rp636 triliun) pada November, dibandingkan US$36,43 miliar (sekitar RP608 triliun) pada Januari. Kenaikan ini ditopang oleh ekspor barang teknik, elektronik, farmasi, serta produk minyak bumi.

    Meski demikian, konfirmasi resmi atas posisi India sebagai ekonomi keempat terbesar dunia masih menunggu rilis data PDB tahunan final pada 2026. Dana Moneter Internasional (IMF) juga memperkirakan India akan melampaui Jepang pada tahun depan.

    Bank Sentral India, Reserve Bank of India (RBI), turut merevisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk tahun fiskal 2025–2026 menjadi 7,3 persen.

    Mesin pertumbuhan dari dalam negeri

    Laporan tersebut menggambarkan kondisi ekonomi saat ini sebagai fase langka “Goldilocks”, yakni pertumbuhan tinggi dengan inflasi yang relatif rendah. Neraca keuangan perusahaan yang solid, aliran kredit yang stabil, serta reformasi struktural dinilai menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan jangka panjang.

    “India termasuk salah satu negara dengan ekonomi besar yang pertumbuhannya tercepat di dunia dan berada pada posisi yang baik untuk mempertahankan momentum ini,” demikian bunyi laporan tersebut.

    Dengan target mencapai status negara berpendapatan menengah-atas pada 2047, bertepatan dengan 100 tahun kemerdekaannya, India disebut tengah membangun fondasi kuat melalui pertumbuhan ekonomi, reformasi struktural, dan kemajuan sosial.

    Tantangan apa yang masih mengintai?

    Di balik lonjakan ekonomi, kesenjangan pendapatan dengan negara maju tetap lebar. Data terbaru Bank Dunia menunjukkan PDB per kapita India pada 2024 berada di US$2.694 (sekitar Rp45 juta), yaitu 12 kali lebih rendah dari Jepang dan hampir 20 kali lebih rendah dari Jerman.

    India juga kini menjadi negara dengan populasi terbesar di dunia, setelah melampaui China pada 2023. Lebih dari seperempat dari total 1,4 miliar penduduk India berusia antara 10 hingga 26 tahun.

    Menciptakan lapangan kerja berkualitas bagi jutaan generasi muda menjadi tantangan besar berikutnya. Meski demikian, laporan pemerintah tetap optimistis.

    “Sebagai salah satu negara termuda di dunia, kisah pertumbuhan India akan sangat ditentukan oleh kemampuannya menciptakan lapangan kerja berkualitas yang mampu menyerap tenaga kerja secara produktif dan mendorong pertumbuhan yang inklusif serta berkelanjutan,” tulis laporan tersebut.

    Pada tahun ini, Perdana Menteri Narendra Modi meluncurkan pemangkasan besar pajak konsumsi dan mendorong reformasi undang-undang ketenagakerjaan, menyusul perlambatan ekonomi yang sempat mencapai titik terendah dalam empat tahun terakhir.

    Tekanan juga datang dari sisi nilai tukar. Rupee India sempat menyentuh level terendah sepanjang sejarah terhadap dolar AS pada awal Desember, setelah melemah sekitar 5 persen sepanjang 2025. Pelemahan ini dipicu kekhawatiran atas belum tercapainya kesepakatan dagang dengan Washington serta dampak kenaikan tarif terhadap produk India.

    India sebelumnya menjadi negara dengan ekonomi terbesar kelima dunia pada 2022, setelah PDB-nya melampaui Inggris, yakni mantan penguasa kolonialnya.

    Editor: Rizki Nugraha

    (nvc/nvc)

  • Mossad Beri Pesan Khusus ke Demonstran Iran yang Protes Kondisi Ekonomi

    Mossad Beri Pesan Khusus ke Demonstran Iran yang Protes Kondisi Ekonomi

    Teheran

    Badan intelijen Israel, Mossad, memberikan seruan langsung untuk para demonstran Iran, yang menggelar aksi memprotes kondisi ekonomi yang sulit di negara tersebut. Mossad mendesak para demonstran Iran untuk melanjutkan protes mereka.

    Disebutkan juga oleh Mossad dalam seruannya, seperti dilansir AFP, Rabu (31/12/2025), bahwa mereka mendukung unjuk rasa itu “di lapangan”, ketika aksi protes meluas di ibu kota Teheran dan kota-kota Iran lainnya.

    “Turunlah ke jalan bersama-sama. Waktunya telah tiba. Kami bersama Anda,” tulis Mossad dalam postingan media sosial X, menggunakan bahasa Farsi, seperti dilaporkan radio militer Israel.

    “Bukan hanya dari jauh atau melalui kata-kata. Kami juga bersama Anda di lapangan,” imbuh postingan Mossad tersebut.

    Unjuk rasa ini dimulai sejak Minggu (28/12) waktu setempat oleh para pemilik toko dan pedagang di ibu kota Teheran, yang memprotes memburuknya kondisi ekonomi Iran. Aksi protes serupa telah menyebar ke kota-kota lainnya di wilayah Iran.

    Bahkan yang terbaru, unjuk rasa ini melibatkan para mahasiswa yang kini ikut berpartisipasi dalam protes tersebut.

    Nilai tukar mata uang Rial Iran telah jatuh terhadap dolar Amerika dan mata uang dunia lainnya, yang memaksa kenaikan harga impor dan merugikan para pedagang ritel.

    Seruan Mossad itu disampaikan setelah pembicaraan pekan ini yang berlangsung antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu. Usai pembicaraan itu, Trump memperingatkan Iran akan serangan baru jika negara itu melanjutkan pengembangan program nuklir atau rudal balistiknya.

    Israel dan Iran yang merupakan musuh bebuyutan, terlibat perang selama 12 hari pada pertengahan Juni lalu.

    Tel Aviv melancarkan gelombang serangan besar-besaran terhadap fasilitas nuklir Teheran, serta area-area permukiman di negara tersebut. Pada saat itu, Israel mengklaim serangannya bertujuan untuk melumpuhkan penelitian nuklir dan kemampuan rudal balistik Iran.

    Teheran membalas serangan rentetan serangan drone dan rudal terhadap target-target di Israel. AS, sekutu Israel, bergabung dalam perang itu dengan mengebom situs-situs nuklir Iran sebelum akhirnya gencatan senjata diumumkan.

    Iran, yang tidak mengakui Israel, telah sejak lama menuduh Tel Aviv melakukan operasi sabotase terhadap fasilitas nuklirnya dan membunuh para ilmuwan nuklir di negara tersebut.

    Teheran juga mendukung kelompok-kelompok militan di kawasan, sebagai bagian dari apa yang disebut sebagai “poros perlawanan”. Poros itu mencakup Hizbullah dan Hamas, yang keduanya telah terlibat perang besar melawan Israel dalam dua tahun terakhir.

    Mantan pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, dibunuh di Teheran pada Juli 2024 lalu dalam serangan yang dikaitkan dengan Israel.

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/idh)

  • Ekonomi Sulit, Mahasiswa dan Pedagang di Iran Turun ke Jalan

    Ekonomi Sulit, Mahasiswa dan Pedagang di Iran Turun ke Jalan

    Teheran

    Aksi demonstrasi terkait kenaikan biaya hidup di Iran meluas ke beberapa universitas. Massa yang merupakan gabungan mahasiswa, pedagang, dan pengusaha turun ke jalan untuk menyampaikan ketidakpuasannya terhadap devaluasi mata uang hingga dampaknya terhadap harga barang.

    Menurut kantor media yang sepenuhnya belum resmi, aksi unjuk rasa itu terjadi pada Selasa (30/12) waktu setempat. Berdasarkan informasi dari agen berita Fars, ratusan mahasiswa berunjuk rasa di empat universitas di Teheran. Selain itu, ada juga media yang melaporkan aksi serupa terjadi di tujuh lokasi berbeda.

    Demonstrasi juga meletus di universitas teknologi di kota Isfahan dan di lembaga-lembaga lain di kota Yazd dan Zanjan, seperti dilaporkan oleh Ilna dan kantor berita milik negara IRNA.

    Presiden Iran janjikan dialog dengan pengunjuk rasa

    Setelah unjuk rasa besar-besaran pada Senin (29/12) malam waktu setempat, Presiden Masoud Pezeshkian melalui media sosialnya mengumumkan bahwa para menteri telah diarahkan untuk mengatur pembicaraan demi membahas “tuntutan nyata” para pengunjuk rasa. Selain itu dia menyebut bahwa pemerintah tengah merumuskan respons terkait aksi tersebut.

    “Kami memiliki langkah-langkah fundamental dalam agenda mereformasi sistem moneter dan perbankan serta menjaga daya beli masyarakat,” kata Masoud Pezeshkian, setelah mata uang rial Iran kehilangan hampir setengah nilainya terhadap dolar AS sepanjang tahun 2025.

    Pada Desember 2025 inflasi di Iran mencapai 42,5%, Ini terjadi di tengah tekanan sanksi AS dan Eropa, hingga ancaman serangan lanjutan dari Israel pascakonflik singkat yang terjadi pada Juni 2025.

    Sementara itu, media Iran mengutip pernyataan juru bicara pemerintah, Fatemeh Mohajerani, pada Selasa (30/12), yang menyampaikan bahwa otoritas “mengakui” para demonstran.

    Di sisi lain, pemerintah juga mengumpulkan massa pendukungnya yang membawa bendera di ibu kota pada Selasa (30/12). Kegiatan tersebut merupakan salah satu agenda rutin untuk mendukung rezim.

    Ayo berlangganan gratis newsletter mingguan Wednesday Bite. Recharge pengetahuanmu di tengah minggu, biar topik obrolan makin seru!

    Aksi protes pertama sejak konflik dengan Israel

    Demonstrasi ini merupakan aksi protes publik dalam skala besar pertama sejak perang singkat Iran dengan Israel pada Juni 2025, yang saat itu memicu ekspresi solidaritas patriotik yang luas di tengah masyarakat.

    Ekonomi Iran telah mengalami kesulitan selama bertahun-tahun sejak diberlakukannya kembali sanksi AS pada 2018. Kemudian, tekanan berlanjut ketika sanksi PBB kembali berlaku pada September 2025, setelah kegagalan upaya untuk memulai kembali pembicaraan pelucutan senjata nuklir.

    Berdasarkan data dari platform valuta asing swasta, pada Selasa (30/12) mata uang rial Iran anjlok menjadi sekitar 1,4 juta rial per dolar AS, padahal nilai tukar di awal tahun 2025 berada di level 817.500 rial per dolar.

    Pada Senin (29/12), gubernur bank sentral mengundurkan diri. Media Iran melaporkan bahwa kebijakan liberalisasi ekonomi pemerintah baru-baru ini telah memberikan tekanan pada pasar rial terbuka, yang memungkinkan warga biasa di Iran membeli mata uang asing.

    Rangkaian demo terbesar di Iran

    Iran punya sejarah aksi demonstrasi massal yang meluas dalam beberapa tahun terakhir, meskipun biasanya diredam oleh pemerintah dan pasukan keamanan. Contoh terbaru pada Mei 2022, ketika terjadi unjuk rasa atas kenaikan harga barang-barang pokok, termasuk roti.

    Pada akhir 2022 hingga awal 2023, gelombang kerusuhan juga melanda Iran. Pemicunya saat itu adalah pembunuhan Jina Mahsa Amini, seorang perempuan muda Kurdi Iran, ketika ditahan oleh “kepolisian moral” Iran yang dikenal keras dalam menegakkan aturan berpakaian.

    Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris

    Diadaptasi oleh Muhammad Hanafi

    Editor: Tezar Aditya Rahman

    (nvc/nvc)