Category: Detik.com Internasional

  • WNI Bunuh Istri di Singapura Minta Diadili di RI, Hakim Jawab Begini

    WNI Bunuh Istri di Singapura Minta Diadili di RI, Hakim Jawab Begini

    Singapura

    Warga negara Indonesia bernama Salehuddin (41) terancam hukuman mati di Singapura karena membunuh istrinya sendiri, Nurdia Rahmah Rery (38). Salehuddin sempat meminta untuk diadili di Indonesia.

    Dilansir The Straits Times dan Channel News Asia, Minggu (26/10/2025), pembunuhan tersebut terjadi di salah satu hotel di South Bridge Road pada 24 Oktober lalu.

    Salehuddin membunuh istrinya di kamar hotel pada dini hari. Dia kemudian mendatangi kantor polisi pada pagi hari dan mengatakan dirinya telah membunuh istrinya.

    Kasus ini kemudian dibawa ke pengadilan. Salehuddin mengikuti sidang dakwaan melalui sambungan video.

    Dia mendengarkan dakwaan dibacakan kepadanya dalam Bahasa Indonesia oleh seorang penerjemah. Salehuddin sempat bertanya apakah dia dapat dituntut dan dijatuhi hukuman di Indonesia.

    Hakim Distrik, Tan Jen Tse, mengatakan kasus ini masih dalam tahap awal. Hakim menyatakan tidak akan menerima permohonan apa pun saat ini.

    Hakim memerintahkan agar Salehuddin ditahan untuk menjalani observasi psikiatris selama tiga minggu. Hakim mengatakan kepadanya bahwa pengacara kemungkinan akan ditugaskan untuk memberi pendampingan hukum.

    “Saya keberatan, Yang Mulia. Hukumannya adalah hukuman mati,” kata Salehuddin merespons dakwaan melalui seorang penerjemah.

    Polisi mengatakan Salehuddin pergi ke Pusat Kepolisian Lingkungan Bukit Merah Timur pukul 07.40 pagi pada Jumat (24/10). Dia mengaku ke petugas bahwa dia telah membunuh istrinya di hotel.

    Petugas kemudian menemukan korban di kamar hotel. Salehuddin terancam hukuman mati jika terbukti bersalah atas pembunuhan.

    Ini merupakan pembunuhan kelima yang dilaporkan terjadi pada tahun 2025 di Singapura. Pada September lalu, seorang wanita tewas akibat kekerasan usai terlibat perselisihan kebisingan antartetangga di Yishun Central.

    Halaman 2 dari 2

    (haf/imk)

  • Jepang Tepis Isu PM Baru Bakal Deportasi Massal WNA

    Jepang Tepis Isu PM Baru Bakal Deportasi Massal WNA

    Tokyo

    Sanae Takaichi telah menjabat sebagai Perdana Menteri Jepang. Pemerintahannya pun langsung diterpa isu ‘deportasi massal’ terhadap warga negara asing di Jepang.

    Dilansir AFP, Minggu (26/10/2025), isu palsu yang beredar di X dan Facebook-sebagian besar berbahasa Inggris-mengatakan Sanae Takaichi, perdana menteri perempuan pertama Jepang yang dilantik minggu ini, meminta Kimi Onoda untuk memimpin kementerian tersebut.

    Onoda sendiri telah ditunjuk untuk sejumlah peran dalam pemerintahan Takaichi. Dia ditunjuk sebagai Menteri Keamanan Ekonomi dan menteri yang bertanggung jawab atas ‘masyarakat yang hidup berdampingan secara tertib dan harmonis dengan warga negara asing’.

    Sebuah departemen dengan nama yang sama dibentuk di bawah pendahulu Takaichi, Shigeru Ishiba, meskipun penunjukan seorang menteri kabinet untuk mengawasinya merupakan hal baru.

    Onoda mengatakan Jepang ‘akan menangani secara ketat warga negara asing yang tidak mematuhi aturan’. Tetapi, dia menyebut tidak ada deportasi massal.

    “Penyalahgunaan berbagai sistem yang tidak tepat oleh beberapa penduduk asing, kejahatan dan perilaku buruk mereka menyebabkan kecemasan dan rasa ketidakadilan di antara orang Jepang,” ujarnya.

    Tingkat imigrasi di Jepang tetap rendah dibandingkan dengan negara-negara maju lainnya. Tetapi, dengan populasi yang menua dan salah satu tingkat kelahiran terendah di dunia, jepang mulai menghadapi kekurangan pekerja di banyak industri hingga jumlah imigran meningkat.

    Meningkatnya jumlah orang asing, termasuk turis, menjadi isu utama dalam perebutan kepemimpinan Partai Demokrat Liberal. Takaichi memenangkan pemilihan kepemimpinan di partai itu hingga terpilih menjadi perdana menteri.

    Takaichi telah menuduh orang asing melakukan tindakan yang tidak pantas di kota asalnya, Nara. Salah satu unggahan yang beredar luas di X mengatakan bahwa Takaichi ‘dilantik dan SEGERA membentuk kementerian untuk deportasi massal’ dan telah ditonton lebih dari sembilan juta kali.

    Video lain yang tersebar di Facebook secara keliru mengklaim bahwa kaisar Jepang telah menyetujui ‘rencana deportasi nasional’. Klaim palsu tersebut juga beredar dalam bahasa Thailand, Jerman, dan Spanyol.

    Mereka muncul setelah program pertukaran budaya dan sosial Jepang dengan empat negara Afrika dibatalkan bulan lalu usai memicu banjir email dan panggilan telepon dari orang-orang yang keliru meyakini bahwa program tersebut merupakan kebijakan imigrasi baru. Bulan lalu, kota Kitakyushu juga dilaporkan dibanjiri keluhan setelah klaim yang tidak akurat bahwa kota tersebut merencanakan makan siang ramah Muslim di sekolah.

    Pada bulan Juli, partai anti-imigrasi Sanseito meraih hasil yang baik dalam pemilihan majelis tinggi. Partai itu menambah perolehan kursinya dari dua menjadi 15 kursi. Di majelis rendah, partai ini memiliki tiga anggota parlemen.

    Agenda partai tersebut ialah menggemakan gerakan populis lain di seluruh dunia, menentang ‘elitisme’ dan ‘globalisme’, serta menyatakan akan ‘mengembalikan kekuasaan kepada rakyat’.

    Lihat juga Video: Sosok Sanae Takaichi, Perempuan Pertama yang Jadi PM Jepang

    Halaman 2 dari 3

    (haf/imk)

  • Skandal ‘Sembelih Babi’ Kripto, Bos Perusahaan Kamboja Chen Zhi Jadi Buronan

    Skandal ‘Sembelih Babi’ Kripto, Bos Perusahaan Kamboja Chen Zhi Jadi Buronan

    Jakarta

    Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyita lebih dari 14 miliar dolar AS dalam bentuk bitcoin setelah menjerat Chairman Prince Holding Group di Kamboja, Chen Zhi, terkait penipuan kripto skema ‘pig butchering’ atau ‘sembelih babi’. Chen dituduh mendalangi penipuan kripto besar-besaran yang melibatkan kamp kerja paksa.

    Dikutip dari Channel News Asia, Minggu (26/10/2025), jaksa federal AS mendakwa Chen terkait konspirasi penipuan dan pencucian uang. Chen dan komplotannya diduga mengeksploitasi kerja paksa untuk menipu calon investor yang kemudian hasil kejahatannya digunakan untuk membeli yacht, jet pribadi, hingga lukisan Picasso.

    Di saat yang bersamaan, otoritas AS dan Inggris menjatuhkan sanksi kepada perusahaan Chen, yang bergerak di sektor properti dan layanan keuangan, dan Departemen Keuangan AS menetapkannya sebagai organisasi kriminal transnasional.

    Skema ‘Sembelih Babi’

    Ada sejumlah tindak kejahatan yang terungkap dalam dakwaan yang dijatuhkan jaksa federal. Chen (38) dituduh merestui kekerasan terhadap para pekerja, menyuap pejabat asing, serta memanfaatkan bisnis lain seperti judi daring dan penambangan kripto untuk mencuci hasil perolehan ilegal.

    Selain itu, Chen disebut sebagai ‘dalam di balik imperium penipuan siber yang luas’. Bahkan Jaksa AS Joseph Nocella menyebutnya sebagai salah satu operasi penipuan investasi terbesar dalam sejarah.

    Jaksa mengungkap modus penipuan ‘pig butchering’ atau ‘sembelih babi’ yang dijalankan Chen mampu meraup 30 juta dolar AS setiap hari.

    Chen Zhi Masih Buron

    Selain itu, jika pengadilan mengizinkan, aset 127.271 bitcoin yang disita AS dapat digunakan untuk mengganti kerugian korban. Nilai koin tersebut, sekitar 113.000 dolar AS.

    Pada tahun lalu, warga Amerika disebut kehilangan sedikitnya 10 miliar dolar AS terkait skema penipuan berbasis Asia Tenggara atau meningkat 66 persen dibandingkan dari 2023. Menurut Departemen Keuangan AS, Chen merupakan pemain dominan dalam bisnis gelap tersebut. Di sisi lain, otoritas China juga sudah menyelidiki perusahaan itu atas dugaan penipuan siber dan pencucian uang sejak 2020.

    Laporan CNA menyebutkan bahwa upaya permintaan respons telah disampaikan kepada juru bicara Prince Holding Group, Gabriel Tan telah. Situs perusahaan itu mengklaim berpegang pada “standar bisnis global.” Juru bicara pemerintah Kamboja Pen Bona belum memberikan respons.

    Lihat juga Video: Terlibat Penipuan Rp651 T, Bos Kripto Do Kwon Terancam 61 Tahun Bui

    (knv/imk)

  • WNI Didakwa Bunuh Istri di Singapura, Terancam Hukuman Mati

    WNI Didakwa Bunuh Istri di Singapura, Terancam Hukuman Mati

    Singapura

    Seorang warga negara Indonesia, Salehuddin (41), didakwa membunuh istrinya sendiri, Nurdia Rahmah Rery (38). Kini, Salehuddin terancam hukuman mati.

    Dilansir The Straits Times, Minggu (26/10/2025), pembunuhan itu disebut terjadi di salah satu hotel di South Bridge Road pada 24 Oktober lalu.

    Salehuddin disebut membunuh wanita tersebut di kamar hotel pada dini hari. Kasus ini telah dibawa ke pengadilan.

    Salehuddin dihadirkan melalui sambungan video dari dalam tahanan. Dia mendengarkan dakwaan dibacakan kepadanya dalam Bahasa Indonesia oleh seorang penerjemah.

    Salehuddin sempat bertanya apakah dia dapat dituntut dan dijatuhi hukuman di Indonesia. Hakim Distrik, Tan Jen Tse, mengatakan kasus ini masih dalam tahap awal dan dia tidak akan menerima permohonan apa pun saat ini.

    Dia juga meminta agar Salehuddin ditahan untuk menjalani observasi psikiatris selama tiga minggu. Salehuddin mengaku keberatan karena terancam hukuman mati.

    “Saya keberatan, Yang Mulia. Hukumannya adalah hukuman mati,” kata Salehuddin melalui seorang penejemah.

    Polisi mengatakan Salehuddin pergi ke Pusat Kepolisian Lingkungan Bukit Merah Timur pukul 07.40 pagi pada Jumat (24/10). Dia disebut mengaku ke petugas bahwa dia telah membunuh istrinya.

    Petugas kemudian menemukan korban di kamar hotel. Salehuddin pun menghadapi hukuman mati jika terbukti bersalah atas pembunuhan.

    Ini merupakan pembunuhan kelima yang dilaporkan terjadi pada tahun 2025 di Singapura. Pada bulan September, seorang perempuan tewas setelah serangan kekerasan akibat perselisihan kebisingan antar tetangga di Yishun Central. Terduga penyerang, seorang pria berusia 66 tahun, didakwa dengan pembunuhan.

    Halaman 2 dari 2

    (haf/imk)

  • Trump Tiba di Malaysia untuk KTT ASEAN, Disambut Anwar Ibrahim di Bandara

    Trump Tiba di Malaysia untuk KTT ASEAN, Disambut Anwar Ibrahim di Bandara

    Kuala Lumpur

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tiba di Malaysia. Dia bakal menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN yang digelar di Kuala Lumpur.

    Dilansir AFP dan Free Malaysia Today, Minggu (26/10/2025), Trump mendarat di Kuala Lumpur International Airport pagi waktu setempat. Trump disambut langsung oleh Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim di bandara.

    Di Malaysia, Trump dijadwalkan menghadiri KTT ASEAN. Ini merupakan pertemuan yang beberapa kali dia lewatkan selama masa jabatan pertamanya.

    Dia juga akan menandatangani perjanjian perdagangan dengan Malaysia. Dia juga akan menyaksikan penandatanganan perjanjian gencatan senjata antara Thailand dan Kamboja.

    “Kami akan menandatangani Perjanjian Damai segera setelah tiba,” kata Trump di media sosial tentang gencatan senjata yang ia bantu mediasi setelah bentrokan paling mematikan antara Thailand dan Kamboja dalam beberapa dekade.

    Trump mengatakan dia berharap dapat bertemu dengan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva di sela-sela KTT ASEAN untuk memperbaiki hubungan dengan pemimpin sayap kiri tersebut setelah berbulan-bulan perseteruan. Saat singgah untuk mengisi bahan bakar di Qatar dalam perjalanan dari Washington, Trump juga bertemu dengan para pemimpin emirat Teluk tersebut yang merupakan salah satu penjamin kesepakatan gencatan senjata Gaza yang dipelopori oleh Trump.

    Ini merupakan perjalanan pertama Trump ke Asia yang akan mencakup perundingan perdagangan berisiko tinggi dengan China. Trump dijadwalkan bertemu Xi di Korea Selatan pada hari terakhir kunjungan regionalnya dalam upaya mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang dagang.

    Trump juga akan mengunjungi Jepang. Trump mengatakan kepada para wartawan di Air Force One bahwa dia mengharapkan ‘kesepakatan komprehensif’ dengan Presiden China Xi Jinping. Dia juga berharap China akan mencapai kesepakatan untuk menghindari tarif 100 persen lebih lanjut yang akan berlaku pada 1 November.

    Lihat juga Video: Prabowo Bertolak ke Kuala Lumpur untuk Hadiri KTT ASEAN

    (haf/imk)

  • Timor Leste Resmi Menjadi Anggota ASEAN

    Timor Leste Resmi Menjadi Anggota ASEAN

    Kuala Lumpur

    Timor Leste resmi bergabung menjadi anggota ke-11 Association of Southeast Asian Nations (ASEAN). Pengukuhan Timor Leste sebagai negara anggota berlangsung pada KTT ASEAN ke-47 di Malaysia.

    “Peranannya (Timor Leste) di sini melengkapi keluarga besar ASEAN, menegaskan kembali takdir bersama kita dan rasa kekerabatan regional yang mendalam,” ujar Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim pada KTT ASEAN di Kuala Lumpur, seperti dilansir AFP, Minggu (26/10/2025).

    KTT ASEAN ke-47 ini berlangsung pada 26-28 Oktober di Kuala Lumpur. Salah satu agenda KTT ASEAN kali ini adalah Penandatanganan Deklarasi Penerimaan Timor-Leste ke dalam ASEAN, yang menandai penerimaan resminya sebagai negara anggota ASEAN ke-11.

    PM Malaysia Anwar Ibrahim memimpin KTT ASEAN ke-47, yang dibagi menjadi sesi pleno dan retret. Sesi pleno juga akan melibatkan partisipasi tamu ASEAN, yaitu Perdana Menteri Kanada, Presiden Dewan Eropa, dan Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF).

    Semua KTT ASEAN di Kuala Lumpur akan didahului oleh berbagai pertemuan tingkat menteri luar negeri dan menteri ekonomi, serta pejabat senior, dari 22 hingga 25 Oktober 2025.

    KTT ini juga merupakan puncak dari kepemimpinan Malaysia 2025, sebelum Filipina akan mengambil alih Kepemimpinan ASEAN berikutnya mulai 1 Januari 2026. Upacara serah terima kepemimpinan ASEAN dari Malaysia kepada Filipina akan dilaksanakan pada 28 Oktober 2025.

    (lir/imk)

  • Masa Berkabung Setahun di Thailand Usai Ibu Suri Sirikit Berpulang

    Masa Berkabung Setahun di Thailand Usai Ibu Suri Sirikit Berpulang

    Jakarta

    Ibu dari Raja Maha Vajiralongkorn, Ratu Sirikit meninggal dunia. Masa berkabung selama setahun untuk Kerajaan Thailand diterapkan.

    Ibu Suri Kerajaan Thailand, Ratu Sirikit meninggal dalam usia 93 tahun pada Jumat (24/10) malam waktu setempat. Ratu Sirikit, yang merupakan istri dari mendiang Raja Bhumibol Adulyadej, meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Memorial Raja Chulalongkorn.

    Keluarga Kerajaan Thailand dan seluruh pejabat istana akan menjalani masa berkabung selama satu tahun sejak tanggal wafatnya Ratu Sirikit. Sejak Sabtu (25/10) pagi, para penyiar berita Thailand terlihat mengenakan pakaian hitam selama siaran pagi, yang menjadi tanda berkabung secara publik.

    Dilansir AFP, Kerajaan Thailand dalam pernyataannya menyampaikan Ratu Sirikit telah dirawat di rumah sakit sejak tahun 2019 karena “menderita beberapa penyakit” yang memerlukan perawatan berkelanjutan, termasuk infeksi darah yang dialaminya pada bulan Oktober ini.

    “Kondisi Yang Mulia memburuk hingga Jumat (24/10) dan beliau meninggal dunia … di Rumah Sakit Chulalongkorn pada usia 93 tahun,” sebut Biro Rumah Tangga Kerajaan Thailand dalam pengumumannya.

    Raja Vajiralongkorn memerintahkan Biro Rumah Tangga Kerajaan Thailand untuk menyelenggarakan upacara pemakaman dengan penghormatan tertinggi sesuai dengan tradisi kerajaan untuk sang ibunda. Jenazah Ratu Sirikit akan disemayamkan di Aula Singgasana Dusit Maha Prasat di dalam Grand Palace Bangkok.

    Ibu Bangsa

    Sosok Ratu Sirikit disebut sebagai “Ibu Bangsa” dan hari ulang tahunnya ditetapkan sebagai Hari Ibu di Thailand.

    Mantan diplomat dan akademisi Thailand yang mempelajari monarki, Pavin Chachavalpongun, menyebut kepergian Ratu Sirikit “menandai peristiwa yang sangat penting bagi Keluarga Kerajaan Thailand dan seluruh bangsa, mengingat popularitasnya yang luar biasa dan hubungan mendalam dengan mendiang raja yang tetap sangat dihormati”.

    Warga Thailand Beri Penghormatan Terakhir

    Rumah Sakit Chulalongkorn, Bangkok, ramai didatangi warga untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Ibu Suri Sirikit pada Jumat (24/10) malam. Ibu Suri Sirikit meninggal saat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Memorial Raja Chulalongkorn.

    Dilansir media lokal Thailand, The Nation, Sabtu (25/10/2025), warga Thailand berkumpul di Rumah Sakit Chulalongkorn untuk menyampaikan belasungkawa atas wafatnya mendiang Sirikit, seiring dimulainya persiapan untuk pemakaman kerajaan. Mereka mengenakan pakaian hitam.

    Suasana duka mendalam menyelimuti kompleks rumah sakit yang menjadi tempat meninggalnya sosok yang dijuluki sebagai “Ibu Bangsa” tersebut.

    Beberapa pelayat, seperti terlihat dalam foto-foto yang dirilis kantor berita AFP, tampak tak kuasa menahan air mata sembari membawa foto mendiang Sirikit, ada juga yang membawa foto sang Ibu Suri dengan mendiang suaminya, Raja Bhumibol.

    Mendiang Sirikit dan Raja Bhumibol menjadi sosok yang sangat dicintai selama memimpin Kerajaan Thailand sekitar 70 tahun lamanya, sejak tahun 1946 silam.

    Meskipun putra tunggal Raja Bhumibol dan Sirikit, Raja Vajiralongkorn, telah naik takhta sekitar sembilan tahun lalu, namun masih banyak yang menghormati mendiang Raja Bhumibol sebagai pemimpin paling teguh dan Sirikit sebagai pendamping setianya.

    Raja Vajiralongkorn telah memerintahkan Biro Rumah Tangga Kerajaan Thailand untuk menyelenggarakan upacara pemakaman dengan penghormatan tertinggi sesuai dengan tradisi kerajaan untuk sang ibunda. Jenazah Sirikit disemayamkan di aula Singgasana Dusit Maha Prasat di dalam Grand Palace Bangkok.

    Lihat Video: Mantan Ratu Thailand Wafat, Kerajaan Tetapkan Masa Berkabung Satu Tahun

    Halaman 2 dari 2

    (dek/dek)

  • Trump Tak Mau Buang Waktu Temui Putin Kecuali Ada Kesepakatan soal Ukraina

    Trump Tak Mau Buang Waktu Temui Putin Kecuali Ada Kesepakatan soal Ukraina

    Jakarta

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan ia tidak akan menjadwalkan pembicaraan apa pun dengan Presiden Vladimir Putin kecuali pemimpin Rusia itu serius ingin mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang di Ukraina. Trump mengaku tak ingin buang-buang waktu.

    “Saya harus tahu bahwa kita akan mencapai kesepakatan. Saya tidak akan membuang-buang waktu saya,” kata Trump kepada para wartawan di atas Air Force One dalam perjalanannya menuju Asia, seperti dilansir AFP, Minggu (26/10/2025).

    Trump mengatakan bahwa ia memiliki hubungan baik dengan Putin. Akan tetapi, pertemuan yang sebelumnya dijadwalkan yang kemudian dibatalkan kedua belah pihak membuat Trump kecewa.

    “Saya selalu memiliki hubungan yang baik dengan Vladimir Putin, tetapi ini sangat mengecewakan,” kata pemimpin AS itu.

    “Saya pikir ini akan tercapai sebelum perdamaian di Timur Tengah,” imbunya.

    Pada Rabu (22/10), Amerika Serikat menjatuhkan sanksi kepada dua perusahaan minyak terbesar Rusia dan mengeluh bahwa pembicaraannya dengan Putin mengenai konflik di Ukraina “tidak membuahkan hasil.”

    Namun, miliarder Republik itu mengatakan ia berharap sanksi terhadap Rosneft dan Lukoil hanya bersifat sementara dan bahwa “perang akan berakhir.”

    Putin mengakui sanksi tersebut “serius”. Akan tetapi, dia menekankan bahwa sanksi tersebut tidak cukup untuk merusak perekonomian Rusia secara signifikan.

    Ia menambahkan bahwa sanksi tersebut merupakan “tindakan tidak bersahabat” yang “tidak memperkuat hubungan Rusia-AS, yang baru saja mulai pulih.”

    Namun, pemimpin Rusia tersebut mengatakan ia tetap terbuka untuk berdialog dengan Trump.

    Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut sanksi AS sebagai “pesan yang kuat dan sangat dibutuhkan bahwa agresi tidak akan dibiarkan begitu saja.”

    Uni Eropa menjatuhkan sanksi keras terhadap sektor minyak dan gas Rusia bersamaan dengan langkah-langkah AS.

    (lir/lir)

  • Akhir Penantian Timor Leste Gabung ASEAN

    Akhir Penantian Timor Leste Gabung ASEAN

    Jakarta

    Timor Leste akan diresmikan menjadi anggota ASEAN. Penetapan itu akan dilakukan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-47 yang diselenggarakan di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC) pada 26-28 Oktober 2025.

    Presiden Prabowo Subianto akan menghadiri KTT ke-47 ASEAN di Malaysia dan KTT Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) di Korea Selatan. Dua agenda tersebut rencananya digelar pada akhir Oktober dan awal November mendatang.

    “ASEAN Summit itu dijadwalkan tanggal 26 sampai dengan 28 Oktober, yang kemudian saya kira dalam satu rangkaian, Pak Presiden Prabowo juga akan mengikuti APEC di Gyeongju, Korea Selatan, pada 30 Oktober sampai 2 November. Saat ini kita dalam tahap persiapan untuk menghadiri keduanya,” kata Menteri Luar Negeri, Sugiono, Rabu (22/10/2025).

    Rangkaian KTT ke-47 ASEAN akan meliputi 25 pertemuan penting berkenaan dengan peningkatan kerja sama ekonomi regional, transisi energi bersih, dan pengembangan ekonomi digital. Salah satu yang akan menjadi fokus pembahasan adalah potensi pemanfaatan energi nuklir untuk tujuan damai dalam kerangka jaringan listrik ASEAN yang terintegrasi.

    Selain itu, KTT ASEAN akan membahas perkembangan situasi di Gaza dan posisi ASEAN terhadap upaya perdamaian di kawasan tersebut. Pertemuan kali ini turut mencatat momen bersejarah dengan pengukuhan Timor Leste sebagai anggota penuh ASEAN.

    Timor Leste Jadi Anggota ke-11 ASEAN

    Upacara pembukaan KTT ke-47 ASEAN dijadwalkan pada Minggu (26/10). Upacara ini akan dihadiri oleh seluruh pemimpin ASEAN termasuk Presiden dan Perdana Menteri Timor-Leste, tamu ASEAN, serta tamu undangan lainnya.

    Dalam upacara tersebut, akan dilakukan Penandatanganan Deklarasi Penerimaan Timor-Leste ke dalam ASEAN, yang menandai penerimaan resminya sebagai negara anggota ASEAN ke-11.

    Bendera negara-negara anggota ASEAN (Foto: Getty Images/Aj_OP)

    Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim akan memimpin KTT ASEAN ke-47, yang dibagi menjadi sesi pleno dan retret. Sesi pleno juga akan melibatkan partisipasi tamu ASEAN, yaitu Perdana Menteri Kanada, Presiden Dewan Eropa, dan Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF).

    Semua KTT ASEAN di Kuala Lumpur akan didahului oleh berbagai pertemuan tingkat menteri luar negeri dan menteri ekonomi, serta pejabat senior, dari 22 hingga 25 Oktober 2025.

    KTT ini juga merupakan puncak dari kepemimpinan Malaysia 2025, sebelum Filipina akan mengambil alih Kepemimpinan ASEAN berikutnya mulai 1 Januari 2026. Upacara serah terima kepemimpinan ASEAN dari Malaysia kepada Filipina akan dilaksanakan pada 28 Oktober 2025.

    Timor Leste Merdeka Tahun 2002

    Dirangkum detikcom, Timor Leste merdeka tahun 2002. Hal ini bermula pada 17 Juli 1976, di mana Timor Timur resmi menjadi provinsi ke-27 Indonesia.

    Lalu, pada tanggal 30 Agustus 1999, dalam sebuah referendum yang dilakukan bersama pemerintah Republik Indonesia kala itu, mayoritas rakyat Timor Timur memilih untuk menjadi sebuah negara tersendiri. Pada tanggal 20 Mei 2002, Timor Timur menjadi negara merdeka Timor Leste.

    Sebelumnya, Timor Leste pernah menjadi wilayah jajahan bangsa Portugis. Dimulai pada 1520, Portugis menjajah Timor Leste yang saat itu dinamai Timor Portugues, disusul oleh Jepang dan Belanda yang berusaha menguasai wilayah Timor Leste.

    Belanda dan Portugal akhirnya membuat Perjanjian Lisbon 20 April 1859, yang mengatur batas-batas wilayah koloni Belanda dan Portugal. Lalu pada tahun 1974, rezim Estado Novo Portugal tumbang dan berujung pada pendirian partai politik Fretilin.

    Pada tanggal 30 November 1975, Timor Leste merdeka dari jajahan Portugis. Namun hanya selang dua hari, tiga partai politik pesaing Fretilin yang pro-integrasi Indonesia mendeklarasikan integrasi ke Indonesia. Peristiwa ini dikenal sebagai Deklarasi Balibo.

    Deklarasi ini menjadi sebuah legitimasi Pemerintahan Orde Baru di bawah Soeharto yang saat itu menentang keras gerakan komunisme untuk menginvasi Timor Leste di bawah rezim Fretilin yang berhaluan kiri. Operasi ini disebut sebagai Operasi Seroja.

    Operasi militer penaklukan Timor Leste pun mendapatkan kecaman dari dunia internasional atas kekerasan yang dilakukan oleh tentara Indonesia. Selanjutnya, di bawah kepemimpinan BJ Habibie, diadakan referendum untuk menentukan nasib Timor Timur.

    Halaman 2 dari 2

    (kny/jbr)

  • Trump Bertemu Emir Qatar, Puji Peran Penting dalam Gencatan Senjata di Gaza

    Trump Bertemu Emir Qatar, Puji Peran Penting dalam Gencatan Senjata di Gaza

    Jakarta

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump singgah di Qatar dalam lawatannya ke Asia. Trump bertemu dengan Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani dan Perdana Menteri Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani di atas pesawat Air Force One.

    Dilansir AFP, Minggu (26/20/2025), para pemimpin Qatar itu menaiki Air Force One yang mendarat di Pangkalan Udara Al Udeid. Pangkalan udara ini menampung markas regional militer AS dan ribuan pasukan Amerika.

    Trump mengatakan bahwa keduanya telah memainkan peran penting dalam proses perdamaian Timur Tengah dan gencatan senjata di Gaza. Trump menambahkan bahwa Perdana Menteri Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani telah menjadi “sahabatnya bagi dunia.”

    “Apa yang telah kami lakukan adalah perdamaian yang luar biasa bagi Timur Tengah, dan mereka merupakan faktor yang sangat besar di dalamnya,” kata Trump.

    Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, yang baru saja melakukan perjalanan ke Israel sebagai bagian dari upaya diplomatik untuk menjaga gencatan senjata Gaza tetap pada jalurnya, hadir dalam pertemuan dengan para pemimpin Qatar.

    Trump akan melakukan perjalanan ke Asia untuk pertama kalinya sejak kembali menjabat pada bulan Januari. Lawatan ke Asia ini dengan dua pertemuan puncak regional dan pertemuan tatap muka dengan Presiden China Xi Jinping dan para pemimpin lainnya.

    Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani menjamu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan minggu ini untuk membahas langkah-langkah selanjutnya yang sangat sensitif dalam kesepakatan tersebut, termasuk pembentukan pasukan keamanan di Gaza dan nasib Hamas.

    Perdana Menteri Qatar juga telah menjadi negosiator kunci sejak pecahnya perang setelah serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023.

    Pembicaraan di atas Air Force One terjadi ketika Israel melancarkan serangan udara yang menargetkan seorang terduga militan Jihad Islam di Gaza.

    Meskipun ada gencatan senjata antara Hamas, sekutu Jihad Islam, dan Israel, Israel tetap memiliki hak untuk mempertahankan diri dan pasukannya dari serangan militan.

    “Mari kita lihat apa yang mereka lakukan dalam 48 jam ke depan. Saya mengamati ini dengan saksama,” kata Trump di platform Truth Social-nya setelah pembicaraan dengan para pemimpin Qatar.

    (lir/lir)