Category: Detik.com Internasional

  • Presiden Kolombia Siap Angkat Senjata Hadapi Tuduhan Trump soal Narkoba

    Presiden Kolombia Siap Angkat Senjata Hadapi Tuduhan Trump soal Narkoba

    Jakarta

    Presiden Kolombia, Gustavo Petro, mengaku siap angkat senjata usai Presiden Amerika (AS) Donald Trump menuduhnya sebagai pengedar narkoba. Dia mengatakan siap mengangkat senjata untuk membela tanah airnya.

    Dilansir AFP, Senin (5/1/2026) dalam unggahan di akun X-nya, Petro, mantan gerilyawan yang selama berbulan-bulan menjadi sasaran penghinaan dan ancaman dari Trump, mengatakan “Saya bersumpah untuk tidak menyentuh senjata lagi… tetapi untuk tanah air, saya akan mengangkat senjata lagi.”

    Akhir pekan lalu, Trump mengingatkan Petro harus “hati-hati” dan menggambarkan pemimpin sayap kiri pertama Kolombia itu sebagai “orang sakit yang suka membuat kokain dan menjualnya ke Amerika Serikat.”

    Petro Tepis Tuduhan Trump

    Petro menolak tuduhan tersebut dengan mengatakan “namanya tidak muncul dalam catatan pengadilan.”

    “Berhenti memfitnah saya, Tuan Trump,” tulis Petro di platform media sosial X.

    “Bukan seperti itu cara Anda mengancam seorang presiden Amerika Latin yang muncul dari perjuangan bersenjata dan kemudian dari perjuangan rakyat Kolombia untuk perdamaian,” ujarnya.

    Dalam unggahan selanjutnya di X pada hari Minggu, Petro menambahkan, “teman tidak boleh mengebom.”

    Presiden Venezuela Ditangkap AS

    Sebelumnya, pasukan AS menyerang Caracas, ibu kota Venezuela pada dini hari Sabtu (3/1) waktu setempat lalu, membombardir target-target militer selama serangan mendadak untuk menggulingkan pemimpin Venezuela Nicolas Maduro dari kekuasaan.

    Berbicara kepada wartawan di dalam pesawat kepresidenan Air Force One pada hari Minggu (4/1) waktu setempat, Trump membuat ancaman serupa tentang tindakan militer terhadap Kolombia. Trump mengatakan bahwa negara Amerika Selatan itu “juga sangat sakit” dan “dijalankan oleh orang sakit yang suka membuat kokain dan menjualnya ke Amerika Serikat.”

    “Dia memiliki pabrik kokain dan tidak akan melakukannya lagi dalam waktu sangat lama,” tambah Trump, dilansir kantor berita AFP, Senin (5/1).

    Ketika ditanya apakah intervensi militer serupa dengan Venezuela akan dilakukan terhadap Kolombia, pemimpin Partai Republik itu berkata: “Kedengarannya bagus bagi saya.”

    “Anda tahu mengapa, karena mereka membunuh banyak orang,” klaim Trump tanpa bukti.

    Lihat juga Video: Usai Venezuela, Trump Kini Targetkan Kolombia, Kuba, dan Meksiko?

    (dek/jbr)

  • Satgas DPR Gelar Rapat Lanjutan di Aceh, Sinkronkan Data Pemulihan Pascabencana

    Satgas DPR Gelar Rapat Lanjutan di Aceh, Sinkronkan Data Pemulihan Pascabencana

    Jakarta

    Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Pascabencana DPR RI menggelar rapat koordinasi dan sinkronisasi lanjutan bersama 14 kementerian dan lembaga. Rapat tersebut membahas mekanisme pengumpulan, perumusan, serta pengolahan data dan laporan lapangan yang bersumber dari relawan, kementerian/lembaga, dan pemerintah daerah.

    Rapat digelar di Posko Pemulihan Pascabencana (Galapana), Aceh, Senin, (5/1/2026). Rapat dipimpin Anggota Komisi IV DPR RI, TA Khalid, dan dihadiri para Person in Charge (PIC) dari kementerian/lembaga yang telah ditunjuk untuk bertugas langsung di Aceh.

    TA Khalid mengatakan rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi yang digelar pada Selasa (30/12) di Banda Aceh. Rapat sebelumnya dipimpin Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bersama sejumlah anggota DPR RI dan kementerian/lembaga terkait dalam rangka penanganan dan pemulihan banjir, khususnya di Aceh.

    “Para PIC yang hadir hari ini akan menjadi penghubung utama antara kementerian/lembaga dengan Satgas DPR RI dalam menyusun dan melaksanakan langkah-langkah pemulihan pascabencana secara terpadu,” ujar TA Khalid dalam keterangannya.

    TA Khalid mengatakan data yang dikumpulkan dan diolah, akan menjadi dasar pengambilan keputusan dan percepatan tindak lanjut pemulihan. TA Khalid menegaskan Satgas Pemulihan Pascabencana DPR RI akan terus mengawal koordinasi lintas sektor, serta memastikan seluruh rekomendasi dan program pemulihan dapat segera direalisasikan bagi masyarakat terdampak.

    “Dengan mulai berkantornya 14 PIC kementerian/lembaga di Posko Galapana, diharapkan berbagai kendala di lapangan dapat segera teridentifikasi dan diselesaikan melalui koordinasi langsung,” jelasnya.

    (amw/dek)

  • KPK Sebut Kerugian Negara Rp 2,7 T di Kasus Konawe Utara Masih Hitungan Awal

    KPK Sebut Kerugian Negara Rp 2,7 T di Kasus Konawe Utara Masih Hitungan Awal

    Jakarta

    KPK mengatakan angka kerugian negara Rp 2,7 triliun dalam kasus izin tambang di Konawe Utara yang kini telah di SP3 masih hitungan kasar. Angka itu belum hitungan pasti.

    “Jadi ketika melakukan penyelidikan atau penyidikan itu penyelidik atau penyidik itu sudah menghitung secara estimasi gitu ya, menghitung secara kasar atau melakukan estimasi terkait dengan kalkulasi dugaan kerugian keuangan negara yang timbul dari suatu dugaan tindak pidana korupsi itu,” kata Jubir KPK Budi Prasetyo di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (5/1/2026).

    Pada saat itu, KPK berkoordinasi dengan pihak auditor untuk memastikan kerugian negara dalam kasus izin tambang di Konawe Utara. Namun karena BPK tak bisa melakukan hitungan kerugian negara, maka SP3 diterbitkan.

    “Itu prosesnya, untuk mendapatkan hasil akhirnya atau yang menjadi final nilai kerugian keuangan negara maka itu harus dilakukan hitung ulang kalkulasi oleh auditor negara secara firm. Dihitung lagi nanti kemudian keluar laporan hasil KN-nya,” ujarnya.

    “Masih hitungan awal karena kalau accounting forensik di KPK itu juga baru dibentuk sekitar tahun 2019,” tambahnya.

    Budi menjelaskan SP3 itu diterbitkan pada 17 Desember 2024 di era pimpinan Nawawi Pomolango. Budi menyebut SP3 itu keputusan bersama para pimpinan dan kedeputian KPK.

    Kasus Konawe Utara

    Pada 2017, KPK menetapkan mantan Bupati Konawe Utara, Aswad Sulaiman, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait izin pertambangan. Dia diduga memperkaya diri sendiri dan menyalahgunakan kewenangan sehingga menyebabkan kerugian keuangan negara.

    “Menetapkan ASW (Aswad Sulaiman) sebagai tersangka,” ucap Wakil Ketua KPK saat itu, Saut Situmorang, di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (3/10/2017).

    Saut menyebutkan dugaan korupsi itu terkait izin eksplorasi, izin usaha pertambangan, dan izin operasi produksi di Konawe Utara. Tindak pidana yang disangkakan pada Aswad diduga berlangsung pada 2007-2009.

    “Indikasi kerugian negara yang sekurang-kurangnya Rp 2,7 triliun yang berasal dari penjualan produksi nikel, yang diduga diperoleh dari proses perizinan yang melawan hukum,” kata Saut saat itu.

    KPK pun mengumumkan telah menerbitkan SP3 terkait kasus itu. Alasannya, karena terkendala perhitungan kerugian negara.

    Lihat juga Video Penampakan Uang Rp 79 Miliar Sitaan Korupsi PT Antam di Konawe Utara

    (ial/dek)

  • Brimob Trauma Healing Korban Bencana di Sumbar, Kembalikan Senyum Anak-anak

    Brimob Trauma Healing Korban Bencana di Sumbar, Kembalikan Senyum Anak-anak

    Jakarta

    Polri melalui Personel Resimen II Pasukan Pelopor bersama Satuan Brimob Polda Sumatera Barat menggelar kegiatan trauma healing kepada masyarakat terdampak bencana di wilayah Kayu Pasak. Trauma healing ini digelar untuk memulihkan psikologis korban terdampak bencana khususnya anak-anak.

    Kegiatan tersebut berlangsung Minggu (4/1/2026). Sejumlah aktivitas edukatif dan rekreatif diberikan kepada masyarakat dan anak-anak terdampak guna membantu mengurangi trauma serta mengembalikan rasa aman dan keceriaan.

    Tampak nak-anak mengikuti berbagai permainan seperti flying fox dan slackline yang dirancang untuk membangun keberanian, kebersamaan, serta menumbuhkan kembali semangat mereka setelah mengalami peristiwa bencana. Anak-anak tampak ceria dan menikmati setiap aktivitas yang dijalankan.

    Sambil berbaris, anak-anak mengikuti yel-yel Brimob. Semuanya terlihat bahagia.

    “Brigade, brigade, brigade, luar biasa,” ucap anak-anak.

    Foto: Brimob sumbar gelar Trauma healing anak-anak korban bencana (dok. screenshot video)

    Kegiatan trauma healing merupakan bagian dari pendekatan humanis Polri dalam penanganan pasca bencana dan diharapkan dapat membantu mempercepat pemulihan kondisi psikologis warga sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.

    Lihat juga Video: Kapolri Tinjau Aceh Tamiang, Siapkan Dapur Lapangan-Trauma Healing

    (dek/jbr)

  • Ngototnya Trump Ingin Ambil Alih Venezuela

    Ngototnya Trump Ingin Ambil Alih Venezuela

    Washington

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersikeras ingin mengendalikan Venezuela. Hal ini ia utarakan usai AS menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam gempuran mematikan pada Sabtu (3/1) waktu setempat.

    Dengan langkahnya menggempur Venezuela dan menangkap Maduro menuai kritikan, seperti dilansir AFP, Senin (5/1/2026), Trump kini menghadapi pertanyaan-pertanyaan mendalam atas pernyataannya yang berulang kali menegaskan bahwa AS sekarang menguasai Venezuela.

    Pernyataan itu disampaikan Trump setelah operasi militer AS yang berujung penangkapan Maduro dan istrinya, Cilia Flores, di ibu kota Cacaras pada Sabtu (3/1) dini hari. Maduro dijadwalkan hadir dalam persidangan di New York pada Senin (5/1) waktu setempat untuk menghadapi dakwaan perdagangan narkoba federal.

    Pemimpin sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, pada saat yang sama mengatakan dirinya siap bekerja sama dengan pemerintahan Trump. Dia juga meminta AS untuk menjalin hubungan yang seimbang dan saling menghormati.

    “Kita berurusan dengan orang-orang yang baru saja dilantik. Jangan tanya saya siapa yang bertanggung jawab karena saya akan memberikan Anda jawabannya dan itu akan sangat kontroversial,” kata Trump saat berbicara kepada wartawan di dalam pesawat kepresidenan Air Force One pada Minggu (4/1).

    Trump ditanya oleh wartawan soal apakah dirinya telah berbicara dengan Rodriguez. Trump sebelumnya mengancam bahwa Rodriguez, yang kini menjadi pemimpin sementara Venezuela, akan membayar “harga yang mahal” jika dia tidak bekerja sama dengan AS.

    Saat ditanya lebih lanjut soal maksud pernyataannya, Trump berkata: “Itu berarti kita yang bertanggung jawab.”

    Gambar yang diunggah di akun Truth Social milik Presiden AS Donald Trump pada 3 Januari 2026, menunjukkan apa yang menurut Presiden Trump adalah Presiden Venezuela Nicolas Maduro di atas kapal USS Iwo Jima setelah militer AS menangkapnya pada 3 Januari 2026. Foto: (AFP/HANDOUT)

    Pemerintahan Trump menyatakan kesediaan untuk bekerja sama dengan sisa pemerintahan Maduro, selama tujuan-tujuan Washington, khususnya membuka akses investasi AS ke cadangan minyak mentah Venezuela yang sangat besar, terpenuhi.

    Ketika ditanya kembali oleh wartawan soal apakah operasi militer AS di Venezuela berkaitan dengan minyak atau perubahan rezim, Trump menjawab: “Ini tentang perdamaian di Bumi.”

    Lebih lanjut, Trump mengatakan bahwa pemilu di Venezuela harus menunggu.

    “Kita akan mengendalikannya, memperbaikinya, kita akan menggelar pemilu pada waktu yang tepat, tetapi hal utama yang harus diperbaiki adalah itu merupakan negara yang hancur,” cetusnya.

    Ancaman Trump

    Trump mengancam akan ada serangan kedua ke Venezuela. Hal itu terjadi jika Venezuela “jika mereka tidak berperilaku baik”.

    “Kita siap melakukan serangan kedua,” kata Trump kepada wartawan.

    Ketika seorang wartawan bertanya apakah operasi militer lainnya terhadap Venezuela kini telah dikesampingkan, Trump menimpali: “Tidak, tidak demikian. Jika mereka tidak berperilaku baik, kita akan melancarkan serangan kedua.”

    Maduro saat ini berada di pusat penahanan di New York, AS, menunggu persidangan pada Senin (5/1) waktu setempat atas tuduhan perdagangan narkoba yang menjerat dirinya.

    Penangkapan Maduro memicu ketidakpastian mendalam tentang apa yang akan terjadi selanjutnya bagi negara Amerika Selatan yang kaya minyak tersebut.

    Halaman 2 dari 3

    (isa/isa)

  • PM Greenland Geram Atas Ancaman Trump: Cukup Sudah!

    PM Greenland Geram Atas Ancaman Trump: Cukup Sudah!

    Jakarta

    Seruan Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar Greenland menjadi bagian dari Amerika Serikat menuai kecaman internasional. Perdana Menteri (PM) wilayah otonom yang berada di bawah kedaulatan Denmark itu, pun menyerukan ke Trump: “Cukup sudah.”

    Intervensi militer Washington di Venezuela telah menghidupkan kembali kekhawatiran terhadap Greenland, yang berulang kali dikatakan Trump ingin dianeksasi, mengingat lokasinya yang strategis di Arktik.

    Saat berada di atas pesawat kepresidenan Air Force One dalam perjalanan ke Washington, Trump mengulangi niatnya tersebut.

    “Kita membutuhkan Greenland dari sudut pandang keamanan nasional, dan Denmark tidak akan mampu melakukannya,” katanya menanggapi pertanyaan seorang reporter, dilansir kantor berita AFP, Senin (5/1/2026).

    Perdana Menteri (PM) Greenland Jens-Frederik Nielsen kemudian mengeluarkan peringatan yang jelas: “Cukup sudah.”

    “Tidak ada lagi tekanan. Tidak ada lagi sindiran. Tidak ada lagi fantasi aneksasi,” tulis Jens-Frederik Nielsen di Facebook.

    “Kami terbuka untuk dialog. Kami terbuka untuk diskusi. Tetapi ini harus terjadi melalui saluran yang tepat dan dengan menghormati hukum internasional,” imbuhnya.

    Sementara itu, menyatakan “solidaritas” dengan Denmark pada hari Senin (5/1), juru bicara Kementerian Luar Negeri Prancis, Pascal Confavreux, mengatakan kepada saluran televisi TF1, bahwa “perbatasan tidak dapat diubah dengan paksa”.

    Trump telah mengguncang para pemimpin Eropa dengan menyerang Venezuela menangkap presidennya, Nicolas Maduro, yang sekarang ditahan di New York, AS.

    Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat sekarang akan “mengelola” Venezuela tanpa batas waktu dan memanfaatkan cadangan minyaknya yang besar.

    Ditanya dalam wawancara telepon dengan The Atlantic tentang implikasi operasi militer Venezuela terhadap Greenland yang kaya mineral, Trump mengatakan itu terserah orang lain untuk memutuskan.

    “Mereka harus melihatnya sendiri. Saya benar-benar tidak tahu,” kata Trump seperti dikutip The Atlantic.

    Dia menambahkan: “Tetapi kita memang membutuhkan Greenland, tentu saja. Kita membutuhkannya untuk pertahanan.”

    Bulan lalu, Trump mengklaim kapal-kapal Rusia dan China “bertebaran di seluruh” pantai wilayah tersebut.

    Kementerian Luar Negeri China membalas pada hari Senin (5/1) dengan mendesak “AS untuk berhenti menggunakan apa yang disebut ancaman China sebagai alasan untuk mencari keuntungan pribadi.”

    Lihat juga Video: Trump Ingin Kuasai Greenland Demi Keamanan, Singgung Rusia-China

    Halaman 2 dari 2

    (ita/ita)

  • Trump Tak Percaya Klaim Rusia soal Ukraina Serang Kediaman Putin

    Trump Tak Percaya Klaim Rusia soal Ukraina Serang Kediaman Putin

    Washington DC

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang sempat marah, kini tidak mempercayai jika Ukraina mengerahkan drone untuk menyerang kediaman Presiden Rusia Vladimir Putin, seperti yang diklaim oleh Kremlin.

    “Saya tidak percaya serangan itu terjadi,” kata Trump dalam pernyataan terbaru, seperti dilansir AFP, Senin (5/1/2026).

    Dia menanggapi pertanyaan soal serangan tersebut saat melakukan sesi tanya-jawab dengan wartawan di dalam pesawat kepresidenan AS Air Force One pada Minggu (4/1) waktu setempat.

    Serangan drone Ukraina itu sebelumnya disebut terjadi antara Minggu (28/12) tengah malam hingga Senin (29/12) dini hari. Rusia pada saat itu menuduh Ukraina mengerahkan “91 drone jarak jauh” dalam serangan terhadap salah satu kediaman Putin yang ada di area Novgorod.

    Pekan lalu, Kementerian Pertahanan Rusia merilis sebuah video yang menunjukkan sebuah drone ditembak jatuh, yang menurut Moskow, diluncurkan oleh Ukraina ke kediaman Putin tersebut. Kremlin mengatakan properti itu tidak mengalami kerusakan, dan Putin sedang berada di tempat lain ketika serangan terjadi.

    Trump, dalam pernyataannya, menekankan bahwa “tidak ada yang tahu pada saat itu” apakah tuduhan yang disampaikan Rusia itu benar.

    Tuduhan tersebut muncul pada saat yang genting, ketika upaya diplomasi yang bertujuan untuk mengakhiri perang yang berkecamuk selama hampir empat tahun terakhir itu semakin intensif. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky baru-baru ini terbang ke Florida, AS, untuk bertemu langsung dengan Trump.

    Para pejabat Rusia mengkritik Ukraina, yang disebut tidak tulus dalam upaya diplomatiknya. Sedangkan Kyiv dan sekutu-sekutu Eropa membantah serangan yang dituduhkan Kremlin itu telah terjadi.

    Trump, dalam pernyataannya, mengatakan bahwa “sesuatu” terjadi di dekat kediaman Putin, namun setelah meninjau bukti, para pejabat AS tidak meyakini bahwa kediaman pemimpin Kremlin itu menjadi target serangan Ukraina.

    Saat berbicara kepada kediamannya di Mar-a-Lago di Florida pada akhir Desember lalu, Trump mengatakan dirinya diberitahu secara langsung oleh Putin soal upaya Ukraina menyerang kediaman pemimpin Kremlin itu. Trump pada saat itu mengaku “sangat marah” atas upaya Kyiv untuk menyerang kediaman Putin.

    “Ini adalah periode waktu yang sensitif. Ini bukan waktu yang tepat. Bersikap ofensif itu satu hal, karena mereka memang ofensif. Menyerang rumahnya adalah hal lainnya. Ini bukan waktu yang tepat untuk melakukan hal-hal semacam itu,” tegas Trump pada saat itu.

    Zelensky sejak awal membantah tuduhan Rusia itu, yang disebutnya sebagai kebohongan dan “rekayasa sepenuhnya” yang dirancang untuk melemahkan proses perundingan perdamaian yang dicetuskan AS.

    Lihat juga Video: Rumah Putin Diserang Puluhan Drone, Trump Sangat Marah

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/ita)

  • Korban Kebakaran Bar di Swiss Teridentifikasi, Mayoritas Remaja

    Korban Kebakaran Bar di Swiss Teridentifikasi, Mayoritas Remaja

    Jakarta

    Semua dari 40 korban yang tewas dalam kebakaran sebuah bar di Pegunungan Alpen Swiss saat perayaan Tahun Baru telah berhasil diidentifikasi, kata polisi Swiss pada Minggu (4/1).

    Dua puluh enam korban berusia di bawah 18 tahun, sementara dua di antaranya yang meninggal dunia baru berusia 14 tahun, menurut para pejabat.

    Kebakaran yang terjadi pada Kamis (1/1) di Le Constellation di Crans-Montana disebut sebagai salah satu bencana terburuk dalam sejarah Swiss, kata Presiden Guy Parmelin.

    Sebuah acara doa bersama untuk mengenang para korban diadakan di resor ski tersebut pada Minggu (4/1).

    Pemilik bar, sepasang suami istri, sedang diselidiki atas dugaan pembunuhan karena kelalaian, menurut keterangan polisi.

    Rincian korban dan kewarganegaraan terungkap

    Menurut polisi Swiss, 21 korban meninggal merupakan warga negara Swiss dan tujuh adalah warga negara Prancis. Satu korban memiliki kewarganegaraan ganda Swiss–Prancis, dan seorang gadis berusia 15 tahun memiliki kewarganegaraan Prancis, Inggris, dan Israel. Enam dari mereka yang meninggal adalah warga negara Italia.

    Korban lainnya juga termasuk warga negara Uni Emirat Arab, Belgia, Portugal, Rumania, dan Turki.

    Selain 40 orang yang tewas, lebih dari 100 orang mengalami luka-luka, banyak di antaranya dalam kondisi serius. Sebanyak 35 orang telah dipindahkan ke rumah sakit di Belgia, Prancis, Jerman, dan Italia.

    Crans-Montana mengenang para korban kebakaran

    Di sebuah gereja kecil tak jauh dari bar yang hancur tersebut, sebuah ibadah diadakan pada hari Minggu untuk mengenang para korban.

    Setelah ibadah, kerumunan bergerak menuju bar Le Constellation dan memorial darurat di sampingnya, dengan para pengunjung memberikan tepuk tangan kepada para petugas layanan darurat yang hadir.

    Swiss akan mengadakan hari berkabung nasional pada Jumat (10/1) untuk mengenang para korban, ujar Presiden nasional Guy Parmelin kepada surat kabar lokal Sonntagsblick, seraya menambahkan bahwa semua orang di negara itu “dapat secara pribadi mengenang para korban.”

    Artikel ini pertama kali ditulis dalam bahasa Inggris
    Diadaptasi oleh Rahka Susanto
    Editor: Rizki Nugraha

    (ita/ita)

  • Inggris-Prancis Kompak Bombardir ISIS di Suriah

    Inggris-Prancis Kompak Bombardir ISIS di Suriah

    Damaskus

    Inggris dan Prancis mengatakan pada Minggu (4/1) bahwa militer mereka telah melancarkan serangan gabungan terhadap target kelompok radikal Islamic State (ISIS) di Suriah. Serangan ini bertujuan mencegah kebangkitan kembali kelompok ekstremis tersebut.

    Militer Prancis dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Senin (5/1/2026), menyebut serangan gabungan itu merupakan bagian dari Operation Inherent Resolve, operasi internasional yang dipimpin Amerika Serikat (AS) terhadap ISIS di wilayah Irak, Suriah dan juga Libya.

    Kementerian Pertahanan Inggris, dalam pernyataan terpisah, pihaknya bekerja sama dengan Prancis pada Sabtu (3/1) malam untuk membombardir fasilitas bawah tanah di Suriah, yang kemungkinan besar digunakan oleh ISIS untuk menyimpan persenjataan.

    “Pesawat-pesawat Angkatan Udara Kerajaan (Inggris) telah menyelesaikan serangan yang sukses terhadap Daesh (nama Arab untuk ISIS-red) dalam operasi gabungan dengan Prancis,” kata Kementerian Pertahanan Inggris dalam pernyataannya.

    “Fasilitas ini telah diduduki oleh Daesh, kemungkinan besar untuk menyimpan senjata dan peledak. Area di sekitar fasilitas tersebut tidak dihuni oleh warga sipil,” imbuh pernyataan tersebut.

    Disebutkan juga oleh Kementerian Pertahanan Inggris dalam pernyataannya bahwa tidak ada indikasi jika pengeboman di area sebelah utara situs kuno Palmyra itu menimbulkan risiko bagi warga sipil.

    Angkatan Bersenjata Prancis, dalam pernyataannya via media sosial X, mengatakan bahwa sebagai bagian dari Operation Inherent Resolve, kedua negara yang merupakan sekutu NATO tersebut “melancarkan serangan-serangan terhadap posisi kelompok teroris Islamic State”.

    “Mencegah kebangkitan kembali Daesh merupakan isu utama bagi keamanan kawasan,” sebut Angkatan Bersenjata Prancis dalam pernyataannya.

    ISIS dikalahkan secara teritorial di Suriah pada tahun 2019, tetapi kelompok radikal itu masih mempertahankan kehadirannya, terutama di area gurun yang luas di negara tersebut.

    Mencegah ISIS mendapatkan kembali kekuatannya merupakan prioritas utama bagi komunitas internasional, saat Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa, yang juga mantan jihadis, berupaya memperkuat keamanan di Suriah setelah menggulingkan mantan Presiden Bashar al-Assad lebih dari setahun lalu.

    Palmyra, yang menjadi rumah bagi reruntuhan kuno yang terdaftar di UNESCO, pernah dikuasai oleh para petempur jihadis. Bulan lalu, AS mengatakan seorang pria bersenjata ISIS di Palmyra menyerang para personel Amerika, menewaskan dua tentara AS dan seorang warga sipil AS.

    Sebagai balasan, pasukan militer Washington menyerang puluhan target ISIS di wilayah Suriah.

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/ita)

  • Potret Ekonomi Gaza dari Tukang Reparasi Uang Rusak

    Potret Ekonomi Gaza dari Tukang Reparasi Uang Rusak

    Jakarta

    Di tengah keramaian pasar Kota Gaza, seorang tukang reparasi uang dengan saksama memeriksa selembar uang kertas 100 shekel (Rp513.000) yang sudah usang dan berwarna kuning. Ia meluruskannya dan memperindah warnanya yang pudar dengan goresan pensil secara hati-hati.

    Baraa Abu al-Aoun seharusnya kuliah di universitas, tetapi ia sekarang mencari nafkah mereparasi uang rusak di lapak yang ia dirikan di pinggir jalan.

    Memperbaiki uang kertas adalah bisnis baru yang berkembang pesat di Gaza.

    Sejak serangan mematikan pada 2023, Israel menghentikan transfer uang kertas dan kebutuhan pokok lainnya ke Gaza.

    Sebagian besar bank hancur akibat gempuran Israel. Banyak pula bank dijarah. Meskipun beberapa cabang bank telah dibuka kembali sejak gencatan senjata beberapa waktu lalu, masih belum ada ATM yang berfungsi.

    Meski demikian, orang-orang masih memerlukan uang tunai untuk membeli makanan dan kebutuhan pokok.

    Hal itu memaksa mereka menggunakan jasa pedagang uang informal yang mengubah transfer digital menjadi uang tunai dengan imbalan besar. Hal ini memicu peningkatan penggunaan dompet elektronik dan aplikasi transfer uang.

    Di situlah Baraa Abu al-Aoun berperan.

    “Alat saya sederhana: penggaris, pensil, pensil warna, dan lem,” katanya.

    “Gencatan senjata tidak mengubah situasi keuangan. Yang saya lakukan sekarang adalah melayani orang dan membantu mereka.”

    Keruntuhan ekonomi Gaza selama dua tahun digempur intensif berdampak sangat dahsyat. Bahkan, sebuah laporan baru PBB menyebut seluruh penduduk Gaza yang berjumlah lebih dari dua juta jiwa telah terjerumus ke dalam kemiskinan.

    Menurut Konferensi PBB tentang Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD), empat dari lima orang di Gaza kini menganggur. Mereka yang masih memiliki pendapatan atau tabungan pun kesulitan mengakses uang tunai.

    “Ini murni penderitaan dan tidak ada yang lain,” kata Numan Rayhan, yang mengungsi ke Kota Gaza dari Jabalia di Gaza utara dengan sedikit barang bawaan.

    “Kekurangan pendapatan, kekurangan uang, tidak ada aliran uang tunai dari bank.”

    Pada awal serangan, Israel menargetkan bank-bank, yang menurut pejabat Israel terkait dengan Hamas.

    Israel mengklaim brankas bank-bank tersebut dijarah oleh geng-geng Palestina bersenjata, beberapa di antaranya dituduh sebagai Hamas. Otoritas Moneter Palestina (PMA) sebelumnya mengatakan, uang tunai senilai sekitar US$180 juta (Rp3 triliun) telah dicuri.

    Cogat, badan pertahanan Israel yang mengontrol penyeberangan perbatasan Gaza, mengonfirmasi, sesuai dengan perintah politik “dan karena ketergantungan Hamas pada uang tunai untuk mempertahankan aktivitas militernya”, Israel tidak mengizinkan uang tunai masuk ke Gaza.

    Banyak bank di Jalur Gaza rusak akibat gempuran Israel. (Anadolu via Getty Images)

    Sedikitnya uang tunai yang beredar “menyebabkan masalah bagi penjual dan pembeli”, kata Zakaria Ajour, seorang pedagang di pasar lain di Kota Gaza.

    Orang-orang tidak mau lagi menerima uang kertas yang usang dan rapuh dengan nilai nominalnya, “jika ada goresan kecil atau potongan selotip pada uang kertas tersebut.”

    “Beberapa pelanggan datang kepada saya hanya karena mereka menginginkan uang receh untuk transportasi, tetapi saya tidak punya uang receh,” lanjut Ajour.

    “Koin sepuluh shekel hampir tidak ditemukan. Kalaupun ditemukan, nilainya hampir tidak ada karena inflasi akibat krisis uang tunai,” sambungnya.

    Sekarang, ada antrean panjang di luar Bank Palestina di Kota Gaza, salah satu dari sembilan cabang dari lima bank yang telah dibuka kembali.

    Nasabah hanya dapat mengaktifkan kembali rekening yang dibekukan, membuka rekening baru, atau masuk ke aplikasi perbankan.

    Asmaa al-Ladaa ingin membuka rekening agar dia dapat menerima uang langsung dari kerabatnya yang tinggal di luar Gaza.

    “Hanya ada kekacauan dan keramaian,” katanya.

    “Kami bangun pukul 06.00 dan meninggalkan anak-anak kami di tenda. Kami meninggalkan segalanya hanya untuk datang ke bank.”

    Warga Palestina memperbaiki uang kertas yang rusak di Kota Gaza, 17 Juni 2025. (NurPhoto via Getty Images)

    Di Kota Khan Younis di bagian Selatan Jalur Gaza, bangunan-bangunan bank terlalu rusak untuk dibuka kembali.

    Abu Khalil baru saja kembali dari perjalanan ke Gaza tengah. Setelah menghabiskan hampir seharian untuk mengantre, ia tidak berhasil masuk ke bank. Dia putus asa membayangkan harus kembali lagi.

    Dia masih menerima gaji bulanan sekitar 2.000 shekel (Rp10,2 juta) dari Otoritas Palestina. Tetapi, hampir setengah dari pendapatannya habis untuk biaya yang dibayarkan kepada pedagang atau penukar uang.

    “Saya harus membayar biaya tersebut. Tidak ada alternatif lain,” keluhnya.

    Selama gempuran Israel, banyak pengusaha kecil yang sebelumnya menawarkan layanan transfer dan pertukaran uang, mulai mengenakan komisi tinggi kepada pelanggan guna mengubah transfer elektronik menjadi uang tunai. Kadang-kadang mencapai 50%, meskipun baru-baru ini turun.

    Seorang pedagang uang, yang ingin tetap anonim, memberi tahu kami bahwa kekuatan pasar menentukan tarif komisi.

    “Pekerjaan kami terkait langsung dengan aktivitas pasar dan masuknya barang dan bantuan,” katanya.

    “Ketika ada arus masuk barang, dan aktivitas jual beli yang tinggi, komisi turun secara signifikan, terkadang hingga serendah 20%. Tetapi ketika perbatasan ditutup, tarifnya naik.”

    Anadolu via Getty ImagesUang kertas yang rusak diperbaiki di Kota Gaza, 2 Juni 2025.

    Transfer elektronik melalui aplikasi perbankanyang dikenakan biaya kecil oleh pemilik toko dan kiosmenjadi solusi bagi warga Gaza untuk melakukan pembelian, bahkan barang-barang kecil.

    Otoritas Moneter Palestina, yang bertindak sebagai regulator keuangan, telah meluncurkan sistem pembayaran yang memungkinkan transaksi instan antar rekening bank lokal.

    Bagi mereka yang tidak memiliki rekening, Bank Palestina menawarkan dompet elektronik dan mengatakan, sekarang ada lebih dari 500.000 pengguna di Gaza.

    Transaksi ini dapat dilakukan tanpa koneksi internet atau aplikasi, menggunakan layanan SMS di ponsel apa pun.

    Dompet elektronik digunakan mengirimkan bantuan keuangan langsung kepada keluarga yang membutuhkan, oleh lembaga kemanusiaan termasuk UNICEF dan Program Pangan Dunia.

    Sejak awal tahun lalu, UNICEF mengatakan mampu melakukan transfer tunai kepada sekitar satu juta orangsetengahnya adalah anak-anak. Mereka memprioritaskan kelompok rentan, termasuk anak-anak yang diamputasi dan yatim piatu, serta ibu hamil atau menyusui.

    “Pada dasarnya, warga dapat pergi ke toko kelontong, dan ponsel digunakan sebagai kartu pembayaran, warga dapat membeli dengan itu,” jelas Jonathan Crickx dari UNICEF.

    “Bagaimana uang itu sebenarnya dibelanjakan bisa dilacak. Dari apa yang kami amati, 99% dari semua penerima manfaat membelanjakannya untuk makanan dan air. Kemudian untuk barang-barang kebersihan, seperti sabun. Terakhir untuk listrik melalui generator.”

    Crickx mengatakan, ia secara pribadi telah menyaksikan sejumlah keluarga harus membeli 2 kg tomat seharga sekitar Rp1,3 juta, dan 5 kg bawang seharga Rp1,1 juta.

    Anadolu via Getty ImagesUang kertas yang rusak diperbaiki di Kota Gaza, 2 Juni 2025.

    Hanan Abu Jahel, yang mengungsi dari Kota Gaza dan tinggal di sebuah kamp di al-Zawaideh di Gaza tengah bersama keluarga besarnya, baru-baru ini menerima 1.200 shekel (Rp6,2 juta) dari UNICEF. Dia menggunakannya untuk membeli kebutuhan pokok seperti beras, lentil, dan pasta.

    Namun dia berkata: “Anak-anak saya membutuhkan sayuran, buah-buahan, daging, dan telur. Putra bungsu saya sangat menginginkan telur, tetapi saya tidak bisa mendapatkannya karena harganya masih sangat tinggi dan saya harus memenuhi kebutuhan 12 orang.”

    Rencana perdamaian 20 poin Presiden AS Donald Trump menjanjikan “rencana pembangunan ekonomi untuk membangun kembali dan menghidupkan kembali Gaza”, dengan mengumpulkan “panel ahli yang telah membantu melahirkan beberapa kota ajaib modern yang berkembang pesat di Timur Tengah”.

    Rencana tersebut membayangkan investasi baru dan “ide-ide pembangunan yang menarik” yang dapat “menciptakan lapangan kerja, peluang, dan harapan untuk masa depan Gaza”.

    Namun, tidak ada rincian tentang bagaimana untuk mulai menghasilkan pertumbuhan dan stabilitas, ketika badan perdagangan PBB memperingatkan, kawasan tersebut sedang mengalami krisis ekonomi terparah yang pernah tercatat.

    BBCBaraa Abu al-Aoun memperbaiki uang kertas yang rusak di Kota Gaza.

    Kembali di Kota Gaza, Baraa Abu al-Aoun mengangkat uang kertas yang sedang ia perbaiki ke arah cahaya matahari.

    Banyak pelanggannya menunggu, tertarik oleh papan namanya yang menjanjikan perbaikan uang “dengan profesionalisme tinggi dan tanpa selotip”.

    Saat Baraa terus bekerja, ia merindukan kembalinya kehidupan normal dengan prospek pekerjaan yang lebih menguntungkan.

    “Saya hanya ingin serangan ini berakhir sepenuhnya,” katanya.

    “Harapan saya adalah akhirnya merasakan kelegaan, sehingga saya dapat belajar dan bekerja dengan gelar sarjana.”

    “Di Gaza, kami hanya bertahan hidup. Kami bukan manusia lagi.”

    (ita/ita)