Category: Detik.com Ekonomi

  • BRI Raih Predikat Sangat Terpercaya di Ajang Indonesia Trusted Companies

    BRI Raih Predikat Sangat Terpercaya di Ajang Indonesia Trusted Companies

    Jakarta

    PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali meraih predikat ‘Sangat Terpercaya’ dalam ajang Indonesia Trusted Companies 2025 berdasarkan indeks Corporate Governance Perception Index (CGPI) 2024. Hal ini menegaskan posisi BRI sebagai perusahaan dengan tata kelola terbaik di Indonesia.

    Penghargaan ini diberikan oleh The Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG) bekerja sama dengan Majalah SWA sebagai bentuk pengakuan atas konsistensi perusahaan dalam menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) secara menyeluruh dan berkelanjutan.

    Tahun ini, BRI masuk 25 perusahaan dengan skor tertinggi, menegaskan tata kelola kuat sesuai standar industri. Capaian ini kian relevan di tengah tantangan ekonomi global dan ketegangan geopolitik, menjadikan tata kelola kokoh sebagai fondasi ketahanan dan pertumbuhan berkelanjutan.

    Direktur Human Capital & Compliance BRI, A. Solichin Lutfiyanto menyampaikan penghargaan ini merupakan bukti komitmen seluruh insan BRI dalam menjaga standar tata kelola yang tinggi.

    “Predikat Sangat Terpercaya pada CGPI 2024 merupakan hasil dari kerja keras seluruh Insan BRILian yang terus menjunjung tinggi nilai integritas serta prinsip-prinsip GCG dalam setiap aktivitas operasional. Bagi kami, tata kelola bukan sekadar kepatuhan, tetapi fondasi penting untuk memastikan keberlanjutan bisnis dan menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar A. Solichin dalam keterangan tertulis, Senin (1/12/2025).

    Ia menegaskan BRI akan terus memperkuat kapabilitas organisasi untuk menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks.

    Dalam konteks bisnis yang bergerak cepat dan penuh ketidakpastian, BRI berkomitmen membangun kapabilitas dinamis serta budaya perusahaan yang adaptif agar mampu mengenali peluang baru, berinovasi, dan menjaga daya saing berkelanjutan.

    “Penerapan GCG yang kuat menjadi kunci dalam memastikan setiap langkah tersebut berjalan secara etis, terukur, dan bertanggung jawab,” tambahnya.

    Tahun ini, CGPI mengangkat tema ‘Membangun Kapabilitas Dinamis dalam Kerangka GCG’ yang menekankan pentingnya adaptivitas perusahaan menghadapi perubahan bisnis yang cepat, kompleks, dan penuh ketidakpastian.

    Di tengah tantangan era VUCA, disrupsi teknologi, serta dinamika global, perusahaan dituntut tidak hanya responsif, tetapi juga proaktif dalam mengelola sumber daya, mengidentifikasi peluang, dan membangun keunggulan kompetitif yang berkelanjutan.

    Indonesia Trusted Companies 2025 diikuti 52 perusahaan dari tujuh kelompok industri. Seluruh peserta melewati tahapan ketat, mulai dari self-assessment, penilaian dokumen, hingga observasi langsung yang melibatkan Direksi, Dewan Komisaris, serta pemangku kepentingan internal dan eksternal.

    Penilaian mencakup tiga aspek utama: struktur, proses, dan hasil tata kelola, dengan bobot ditentukan panel ahli melalui metode Analytical Network Process (ANP). Skor akhir kemudian diklasifikasikan ke dalam tiga kategori; Sangat Terpercaya, Terpercaya, dan Cukup Terpercaya.

    Pencapaian ini menegaskan komitmen BRI pada transparansi, akuntabilitas, integritas, dan kehati-hatian dalam setiap keputusan bisnis. Dengan tata kelola yang kuat, BRI menjaga keberlanjutan kinerja sekaligus memperkuat kepercayaan pemegang saham, regulator, dan masyarakat.

    (anl/ega)

  • Bank Jatim Sabet Platinum Rank di Asia Sustainability Reporting Rating

    Bank Jatim Sabet Platinum Rank di Asia Sustainability Reporting Rating

    Jakarta

    PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) meraih penghargaan platinum rank untuk Integrated Report 2024 dalam ajang Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025. Adapun penghargaan itu diterima oleh Corporate Secretary Bank Jatim Fenty Rischana K.

    Fenty mengatakan penghargaan platinum rank ini menjadi bukti nyata keseriusan Bank Jatim untuk mengelola lembaga secara berkelanjutan, memastikan tata kelola yang kuat, meningkatkan dampak sosial, serta berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan. Pencapaian ini juga merupakan hasil kerja keras seluruh insan Jatimers dalam penyusunan integrated report. Adapun penghargaan itu diterima di The Westin Resort Nusa Dua Bali, Jumat (28/11/2025).

    “Pencapaian platinum rank ini menandai peningkatan kualitas penerapan prinsip environment, social, and governance (ESG) dan pelaporan keberlanjutan Bank Jatim, yang sebelumnya secara konsisten meraih peringkat gold pada penyelenggaraan ASRRAT di tahun-tahun sebelumnya,” kata Fenty dalam keterangan tertulis, Senin (1/12/2025).

    Menurut Fenty, penerapan prinsip ESG dapat membuat operasional perusahaan terus berjalan berkelanjutan dan konsisten mencetak kinerja positif.

    “Keberlanjutan telah menjadi fondasi dan bagian dari perkembangan Bank Jatim dalam menjalankan seluruh aktivitas bisnis. Bank Jatim akan terus memajukan keberlanjutan melalui peningkatan transparansi pelaporan, pengukuran dampak sosial, efisiensi sumber daya, hingga transformasi layanan digital untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.

    Dia mengatakan secara konsolidasi, kinerja Bank Jatim di September 2025 cukup baik. Untuk nilai aset berada di Rp 125,1 triliun atau tumbuh 17,3 persen dari tahun sebelumnya. Peningkatan aset mayoritas berasal dari kontribusi aset produktif seperti peningkatan penyaluran kredit sebesar Rp 80,2 triliun atau meningkat 29% YoY dan pengelolaan dana pihak ketiga sebesar Rp 99,3 Triliun atau naik 13,5 %YoY.

    “Nah, atas pengelolaan aset tersebut, Bank Jatim mampu membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 5,10 triliun atau meningkat 29,25% YoY. Kemudian untuk laba bersih di triwulan III ini secara konsolidasi mencatatkan angka sebesar Rp 1,14 triliun atau tumbuh 23,5% YoY. Di sisi pengelolaan aset sendiri, Bank Jatim berhasil menghasilkan pendapatan bunga sebesar Rp 7,42 triliun dengan nilai pendapatan bunga bersih sebesar Rp5,10 Triliun atau tumbuh sebesar 29,2 % YoY,” tuturnya.

    Dia menjelaskan ASRRAT 2025 ini diselenggarakan oleh National Center for Corporate Reporting (NCCR) bekerjasama dengan Institute of Certified Sustainability Practitioners (ICSP). Memasuki tahun ke-21, ASRRAT kembali memperkuat perannya sebagai platform penilaian kualitas laporan keberlanjutan terkemuka di Asia.

    “Tahun ini, ajang tersebut diikuti oleh 82 perusahaan dan organisasi yaitu 78 dari Indonesia (termasuk 3 entitas sektor publik) serta 4 entitas dari luar negeri (Bangladesh 1 entitas dan Filipina 3 entitas),” tuturnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Chairman Board of Trustee NCCR Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro menjelaskan pentingnya harmonisasi standar pelaporan keberlanjutan secara global. Pihaknya menekankan bahwa perkembangan regulasi internasional seperti IFRS S1-S2, TCFD, GRI Standards, serta ASEAN Taxonomy menuntut pengungkapan yang semakin terukur, terbandingkan, dan digunakan secara nyata oleh pemangku kepentingan.

    “Perusahaan perlu menyesuaikan diri dengan tuntutan global yang semakin terukur dan dapat diperbandingkan. Selain itu, relevansi laporan keberlanjutan bagi daya saing di tingkat regional dan internasional juga penting. Dengan data yang kuat, konsisten, dan selaras dengan standar global, laporan keberlanjutan dapat menjadi alat strategis yang menunjukkan kesiapan organisasi menghadapi transisi ekonomi dan tantangan keberlanjutan,” tuturnya.

    Prof. Bambang menjelaskan bahwa ASRRAT berperan penting sebagai mekanisme penilaian independen yang mendukung peningkatan kualitas laporan dari tahun ke tahun. ASRRAT 2025 diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi, pembelajaran, dan refleksi mengenai perkembangan laporan keberlanjutan di Asia.

    “Melalui mekanisme penilaian rating dan penyerahan feedback penilaian atas laporan keberlanjutan seperti scorecard, ASRRAT terus mendorong peningkatan kualitas laporan keberlanjutan secara konsisten dari tahun ke tahun, selaras dengan standar penilaian dan praktik berkelanjutan di tingkat global,” tutupnya.

    (akd/ega)

  • RI Impor Beras 364.300 Ton, Kementan: Kebutuhan Khusus-Industri

    RI Impor Beras 364.300 Ton, Kementan: Kebutuhan Khusus-Industri

    Jakarta

    Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sepanjang Januari-Oktober 2025, Indonesia mengimpor beras 364,3 ribu ton dengan nilai US$ 178,5 juta. Impor beras tersebut dari Myanmar, Thailand dan India.

    Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Pertanian, Moch Arief Cahyono menegaskan tidak ada impor beras medium yang masuk ke Indonesia. Beras impor yang masuk tahun ini merupakan bagian dari kebijakan beras khusus dan beras industri berbasis neraca komoditas. Kebijakan tersebut memastikan hanya jenis beras yang tidak diproduksi dalam negeri atau dibutuhkan sebagai bahan baku industri yang dapat masuk.

    “Yang perlu dipahami publik tidak ada satu pun impor beras medium. Yang masuk hanya beras kebutuhan khusus, beras premium tertentu, dan beras industri. Tidak menyentuh konsumsi masyarakat umum,” tegas Arief dalam keterangan tertulis, Senin (1/12/2025).

    Ia merinci, jenis beras yang masuk meliputi beras pecah 100% atau menir (HS 1006.40.90) sebagai bahan baku industri, beras kebutuhan khusus termasuk untuk penderita diabetes, serta beras khusus untuk restoran asing dan hotel.

    Selain itu, terdapat varian khusus berkode HS 1006.30.99 seperti basmati, jasmine, dan japonica dengan tingkat kepecahan maksimal 5% yang memang tidak diproduksi di Indonesia.

    Arief memastikan bahwa pemasukan beras khusus tersebut tidak mempengaruhi pasar beras medium dan tidak menekan harga gabah petani.

    “Segmen industri harus berjalan, tetapi stabilitas pangan dan perlindungan petani tetap menjadi prioritas,” ujarnya.

    Menurutnya, untuk kebutuhan nasional dapat dipenuhi oleh produksi dalam negeri. Di mana produksi beras diproyeksi mencapai 34,79 juta ton menurut data BPS. Dengan capaian tersebut, Indonesia berada dalam kondisi surplus beras medium, sehingga pasokan nasional aman dan stabil.

    “Bersyukur tahun ini kebutuhan beras medium kita aman dari tangan petani dalam negeri dan sudah surplus. Produksi kita mencukupi, sehingga tidak ada alasan untuk impor beras medium. Petani tetap menjadi prioritas utama,” lanjutnya.

    Sebelumnya, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartin menyampaikan bahwa impor beras pada Oktober 2025 tercatat sebesar 40,7 ribu ton, sedangkan kumulatif Januari-Oktober 2025 mencapai 364,3 ribu ton dengan nilai US$ 178,5 juta. Seluruhnya merupakan kategori beras khusus dan industri, bukan beras medium.

    (ada/ara)

  • Rayakan HUT Ke-35 di GBK Basketball Hall, JNE Adakan Tasyakuran-Santunan

    Rayakan HUT Ke-35 di GBK Basketball Hall, JNE Adakan Tasyakuran-Santunan

    Jakarta

    JNE merayakan hari ulang tahunnya yang ke-35 dengan semangat kebersamaan dan komitmen untuk terus memberikan kontribusi bagi masyarakat Indonesia. Mengusung tema ‘Bergerak Bersama’, perayaan ini menjadi puncak rangkaian kegiatan sebagai wujud syukur serta implementasi filosofi perusahaan: Berbagi, Memberi, dan Menyantuni.

    Rangkaian perayaan dimulai dengan pelaksanaan tasyakuran secara hybrid yang menghubungkan 64 cabang di seluruh Indonesia dari Ballroom kantor JNE Pusat, Jl Tomang Raya 11, Jakarta Barat.

    Acara dibuka dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur, dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada anak yatim oleh jajaran Direksi dan manajemen JNE.

    “JNE ‘Bergerak Bersama’ memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia, serta mendukung sektor UMKM untuk terus tumbuh dan bergerak maju bersama JNE dengan semangat ‘Connecting Happiness’. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak yang telah bersama-sama membawa JNE hingga mencapai usia ke-35 tahun, dan mari kita terus bergerak bersama dalam menghubungkan kebahagiaan,” ujar Presiden Direktur JNE M Feriadi Soeprapto, dalam keterangan tertulis, Senin (1/12/2025).

    Acara puncak perayaan HUT JNE ke-35 diselenggarakan pada Minggu (30/11) secara hybrid dari GBK Basket Hall, Jakarta Pusat, dan disiarkan langsung melalui YouTube JNE ID. Puluhan ribu Ksatria dan Srikandi JNE dari seluruh Indonesia turut menyaksikan perayaan yang mengusung tema ‘Bergerak Bersama’, mencerminkan upaya JNE dalam melintasi generasi dan menghadirkan inovasi dengan semangat ‘Connecting Happiness’.

    Foto: JNE

    Acara dibuka dengan doa bersama dan kultum yang dipimpin oleh Habib Ja’far, serta pemberian santunan kepada 35 anak yatim dari Yayasan Soeprapto Soeparno.

    Perayaan semakin meriah dengan kehadiran duo MC energik, Ario Astungkoro dan Sara Zany, yang memandu jalannya acara termasuk pengundian Grand Prize berupa dua unit rumah dan 35 unit motor.

    Sebagai penutup, penampilan spesial dari Dewa 19 dan Silet Open Up menghadirkan momen kebahagiaan yang mempererat rasa kebersamaan seluruh Ksatria dan Srikandi JNE serta para tamu undangan.

    Dalam momentum bahagia ini, JNE juga mendapatkan pengakuan istimewa. JNE berhasil mencatatkan rekor di Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai perusahaan ekspedisi tajuk rekor Perusahaan Jasa Pengiriman yang Memberangkatkan Umrah Karyawan Terbanyak dalam kurun waktu tiga Bulan. Sebanyak 1.171 karyawan/ti diberangkatkan dalam kurun waktu tiga bulan dari September hingga November 2025.

    Pemberangkatan Umrah karyawan ini merupakan kegiatan rutin tahunan JNE sebagai bentuk apresiasi perusahaan yang tinggi terhadap kinerja karyawan yang telah mencapai masa kerja 12 tahun.

    Sebelum mencapai puncak perayaan, JNE telah mengadakan berbagai kegiatan sosial sebagai bagian dari rangkaian HUT ke-35. Di antaranya program Shopping Bareng Yatim yang melibatkan 20 yayasan yatim piatu dan keluarga almarhum karyawan, serta pemberian santunan bagi para pelaku UMKM.

    “Semua kegiatan ini mengingatkan filosofi pendiri JNE, Alm. H. Soeprapto Soeparno untuk ‘Berbagi, Memberi, dan Menyantuni’. Rangkaian acara lainnya juga diisi dengan kegiatan tasyakuran, potong tumpeng, dan ziarah ke makam pendiri JNE sebagai bentuk penghormatan dan doa bersama,” ungkap Feriadi.

    Foto: JNE

    Sejak didirikan pada 26 November 1990 oleh Soeprapto Soeparno, JNE berupaya sebagai perusahaan ekspres dan logistik nasional untuk terus berkontribusi nyata terhadap kemajuan perekonomian bangsa. Perjalanan lebih dari 35 tahun ini telah membawa JNE berkembang dari kelompok kecil, dan kini didukung oleh lebih dari 50.000 Ksatria dan Srikandi JNE serta 8.000 titik jaringan yang terus tumbuh dan berkembang untuk dapat memberikan manfaat terbaik.

    Dalam rangka memeriahkan HUT JNE ke-35, JNE menghadirkan berbagai program dan promo menarik bagi masyarakat Indonesia. JNE memberikan diskon 50% untuk layanan pengiriman internasional ke Hong Kong, Taiwan, Singapura, dan Malaysia selama periode 25 November-5 Desember 2025.

    Selain itu, menyambut perayaan Hari Bebas Ongkos Kirim (Harbokir) 2025, JNE juga memberikan promo spesial berupa bebas ongkos kirim khusus bagi member JNE Loyalty Card (JLC) untuk setiap pengiriman dalam kota yang berlaku di seluruh cabang JNE se-Indonesia pada 29-30 November 2025.

    Program unggulan JNE Loyalty Card (JLC) Race 2025 juga kembali hadir dengan tema ‘Stay Loyal, Get Reward’. Program yang berlangsung dari 1 September 2025 hingga 28 Februari 2026 ini akan memilih pemenang berdasarkan nilai transaksi tertinggi dan jumlah pengiriman terbanyak.

    Dengan hadiah utama berupa 2 unit mobil BYD Atto 1, serta berbagai hadiah menarik lainnya seperti 4 unit sepeda motor, logam mulia, perjalanan tour wisata dan umrah, smartphone, gadget dan banyak hadiah lainnya. Pengumuman pemenang dijadwalkan pada April 2026.

    Puncak perayaan HUT ke-35 JNE juga akan dimeriahkan melalui Live Instagram di akun @JNE_ID, yang menghadirkan hadiah utama berupa sepeda motor serta beragam produk dari jenama lokal.

    Selain itu, JNE menghadirkan program khusus bagi para pelaku usaha jenama lokal, di antaranya giveaway ‘Bergerak Bersama Band Lokal’ dan podcast YouTube Cerita Bersama Brand Lokal, sebagai upaya meningkatkan eksposur dan dukungan terhadap pertumbuhan jenama lokal di media sosial.

    (anl/ega)

  • Jadi Anggota Bank Bentukan BRICS, RI Mau Setor Modal Rp 16,6 T

    Jadi Anggota Bank Bentukan BRICS, RI Mau Setor Modal Rp 16,6 T

    Jakarta

    Indonesia resmi bergabung sebagai anggota ke-10 BRICS pada Januari 2025 lalu. Kondisi ini membuat Indonesia secara otomatis tergabung dalam bank bentukan blok ekonomi baru itu, New Development Bank (NDB).

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan sebagai anggota baru NDB, Indonesia diminta untuk memberikan setoran modal awal ke NDB. Dalam hal ini, pemerintah berencana untuk menyetorkan modal awal sebesar US$ 1 miliar atau Rp 16,66 triliun (kurs Rp 16.662 per dolar AS).

    “Maka bergabungnya Indonesia juga ditindaklanjuti dengan bergabung kepada New Development Bank, dan pemerintah sudah sepakat untuk memberikan dana US$ 1 miliar untuk investasi di New Development Bank,” terang Airlangga dalam Rapat Pimpinan Nasional Kadin Indonesia, di The Park Hyatt Hotel Jakarta, Senin (1/12/2025).

    Untuk diketahui, BRICS merupakan organisasi antarpemerintah dengan empat negara anggota pendiri, yakni Brasil, Rusia, India, dan China. Blok ekonomi tersebut kini diikuti oleh 11 negara termasuk Indonesia, dengan tambahan anggota seperti Afrika Selatan, Mesir, Ethiopia, Iran, Arab Saudi, Uni Emirat Arab.

    Dengan menjadi anggota NDB, Indonesia memiliki akses pendanaan lebih besar untuk proyek-proyek strategis nasional. Di saat yang bersamaan, sebagai anggota BRICS tentunya Indonesia dinilai memiliki potensi pasar baru yang lebih besar di negara-negara anggota lainnya.

    “Jadi kita menjadi anggota dan langsung berpartisipasi aktif dalam persiapan New Development Bank,” paparnya.

    “Dengan BRICS kita juga melihat ini merupakan akses pasar baru dengan BRICS kita juga melihat merupakan potensi kerja sama Global South,” kata Airlangga.

    Sebagai informasi, sebelumnya Airlangga menjelaskan NDB merupakan bank pembangunan yang dibentuk langsung oleh BRICS. Indonesia sebagai anggota BRICS pun memiliki jatah tempat untuk bergabung.

    Menurut Airlangga setoran modal ke NDB nanti dalam bentuk uang sesuai dengan formula yang ditetapkan NDB. Namun saat itu Airlangga mengaku tidak bisa menyebutkan besaran modal yang harus disetor ke NDB. Dia hanya bilang modal tersebut bisa dibayarkan dalam 7 tahun.

    “Pokoknya bayarnya bisa dalam 7 tahun,” ujarnya singkat di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (26/3/2025) lalu.

    (acd/acd)

  • Pertamax Naik! Cek Harga Terbaru BBM di Semua SPBU Pertamina

    Pertamax Naik! Cek Harga Terbaru BBM di Semua SPBU Pertamina

    Jakarta

    Pengumuman! PT Pertamina (Persero) kembali menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, berlaku mulai hari ini, Senin 1 Desember 2025.

    Mengutip situs MyPertamina, harga Pertamina Dex (CN 53), Dexlite (CN 51), Pertamax (RON 92), Pertamax Turbo (RON 98), dan Pertamax Green (RON 95), naik.

    Sebagai contoh di Jakarta, harga Pertamax naik menjadi Rp 12.750 per liter, dari sebelumnya Rp 12.200 per liter. Harga Pertamax Turbo naik menjadi Rp 13.750 per liter, dari sebelumnya Rp 13.100 per liter.

    Harga Pertamax Green 95 naik menjadi Rp 13.500 per liter, dari sebelumnya Rp 13.000 per liter.

    Harga Dexlite naik menjadi Rp 14.700 per liter, dari sebelumnya Rp 13.900 per liter. Pertamina Dex naik menjadi Rp 15.000 per liter, dari sebelumnya Rp 14.200 per liter.

    Sementara itu harga Pertalite dan solar subsidi tidak berubah. Harga Pertalite tetap Rp 10.000 per liter dan solar subsidi Rp 6.800 per liter.

    Penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) Umum dalam rangka mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum.

    Berikut Daftar Harga BBM Nonsubsidi Pertamina mulai 1 Desember 2025 dari Aceh sampai Papua

    Aceh

    Pertamax: Rp 13.050/liter
    Pertamax Turbo: Rp 14.050/liter
    Dexlite: Rp 15.000/liter
    Pertamina Dex: Rp 15.300/liter

    Free Trade Zone (FTZ) Sabang

    Pertamax: Rp 12.050/liter
    Dexlite: Rp 13.750/liter

    Sumatera Utara

    Pertamax: Rp 13.050/liter
    Pertamax Turbo: Rp 14.050/liter
    Dexlite: Rp 15.000/liter
    Pertamina Dex: Rp 15.300/liter

    Sumatera Barat

    Pertamax: Rp 13.350/liter
    Pertamax Turbo: Rp 14.350/liter
    Dexlite: Rp 15.300/liter
    Pertamina Dex: Rp 15.600/liter

    Riau

    Pertamax: Rp 13.350/liter
    Pertamax Turbo: Rp 14.350/liter
    Dexlite: Rp 15.300/liter
    Pertamina Dex: Rp 15.600/liter

    Kepulauan Riau

    Pertamax: Rp 13.350/liter
    Pertamax Turbo: Rp 14.350/liter
    Dexlite: Rp 15.300/liter
    Pertamina Dex: Rp 15.600/liter

    Free Trade Zone (FTZ) Batam

    Pertamax: Rp 12.250/liter
    Pertamax Turbo: Rp 13.100/liter
    Dexlite: Rp 13.950/liter
    Pertamina Dex: Rp 14.300/liter

    Jambi

    Pertamax: Rp 13.050/liter
    Pertamax Turbo: Rp 14.050/liter
    Dexlite: Rp 15.000/liter
    Pertamina Dex: Rp 15.300/liter

    Bengkulu

    Pertamax: Rp 13.050/liter
    Pertamax Turbo: Rp 14.050/liter
    Dexlite: Rp 15.000/liter
    Pertamina Dex: Rp 15.300/liter

    Sumatera Selatan

    Pertamax: Rp 13.050/liter
    Pertamax Turbo: Rp 14.050/liter
    Dexlite: Rp 15.000/liter
    Pertamina Dex: Rp 15.300/liter

    Bangka Belitung

    Pertamax: Rp 13.050/liter
    Pertamax Turbo: Rp 14.050/liter
    Dexlite: Rp 15.000/liter
    Pertamina Dex: Rp 15.300/liter

    Lampung

    Pertamax: Rp 13.050/liter
    Pertamax Turbo: Rp 14.050/liter
    Dexlite: Rp 15.000/liter
    Pertamina Dex: Rp 15.300/liter

    DKI Jakarta

    Pertamax: Rp 12.750/liter
    Pertamax Turbo: Rp 13.750/liter
    Pertamax Green 95: Rp 13.500/liter
    Dexlite: Rp 14.700/liter
    Pertamina Dex: Rp 15.000/liter

    Banten

    Pertamax: Rp 12.750/liter
    Pertamax Turbo: Rp 13.750/liter
    Pertamax Green 95: Rp 13.500/liter
    Dexlite: Rp 14.700/liter
    Pertamina Dex: Rp 15.000/liter

    Jawa Barat

    Pertamax: Rp 12.750/liter
    Pertamax Turbo: Rp 13.750/liter
    Pertamax Green 95: Rp 13.500/liter
    Dexlite: Rp 14.700/liter
    Pertamina Dex: Rp 15.000/liter

    Jawa Tengah

    Pertamax: Rp 12.750/liter
    Pertamax Turbo: Rp 13.750/liter
    Pertamax Green 95: Rp 13.500/liter
    Dexlite: Rp 14.700/liter
    Pertamina Dex: Rp 15.000/liter

    Yogyakarta

    Pertamax: Rp 12.750/liter
    Pertamax Turbo: Rp 13.750/liter
    Pertamax Green 95: Rp 13.500/liter
    Dexlite: Rp 14.700/liter
    Pertamina Dex: Rp 15.000/liter

    Jawa Timur

    Pertamax: Rp 12.750/liter
    Pertamax Turbo: Rp 13.750/liter
    Pertamax Green 95: Rp 13.500/liter
    Dexlite: Rp 14.700/liter
    Pertamina Dex: Rp 15.000/liter

    Bali

    Pertamax: Rp 12.750/liter
    Pertamax Turbo: Rp 13.750/liter
    Dexlite: Rp 14.700/liter
    Pertamina Dex: Rp 15.000/liter

    Nusa Tenggara Barat

    Pertamax: Rp 12.750/liter
    Pertamax Turbo: Rp 13.750/liter
    Dexlite: Rp 14.700/liter
    Pertamina Dex: Rp 15.000/liter

    Nusa Tenggara Timur

    Pertamax: Rp 12.750/liter
    Pertamax Turbo: Rp 13.750/liter
    Dexlite: Rp 14.700/liter
    Pertamina Dex: Rp 15.000/liter

    Kalimantan Barat

    Pertamax: Rp 13.050/liter
    Pertamax Turbo: Rp 14.050/liter
    Dexlite: Rp 15.000/liter
    Pertamina Dex: Rp 15.300/liter

    Kalimantan Tengah

    Pertamax: Rp 13.050/liter
    Pertamax Turbo: Rp 14.050/liter
    Dexlite: Rp 15.000/liter
    Pertamina Dex: Rp 15.300/liter

    Kalimantan Selatan

    Pertamax: Rp 13.350/liter
    Pertamax Turbo: Rp 14.350/liter
    Dexlite: Rp 15.300/liter
    Pertamina Dex: Rp 15.600/liter

    Kalimantan Timur

    Pertamax: Rp 13.050/liter
    Pertamax Turbo: Rp 14.050/liter
    Dexlite: Rp 15.000/liter
    Pertamina Dex: Rp 15.300/liter

    Kalimantan Utara

    Pertamax: Rp 13.050/liter
    Pertamax Turbo: Rp 14.050/liter
    Dexlite: Rp 15.000/liter
    Pertamina Dex: Rp 15.300/liter

    Sulawesi Utara

    Pertamax: Rp 13.050/liter
    Pertamax Turbo: Rp 14.050/liter
    Dexlite: Rp 15.000/liter
    Pertamina Dex: Rp 15.300/liter

    Gorontalo

    Pertamax: Rp 13.050/liter
    Pertamax Turbo: Rp 14.050/liter
    Dexlite: Rp 15.000/liter
    Pertamina Dex: Rp 15.300/liter

    Sulawesi Tengah

    Pertamax: Rp 13.050/liter
    Pertamax Turbo: Rp 14.050/liter
    Dexlite: Rp 15.000/liter
    Pertamina Dex: Rp 15.300/liter

    Sulawesi Tenggara

    Pertamax: Rp 13.050/liter
    Pertamax Turbo: Rp 14.050/liter
    Dexlite: Rp 15.000/liter
    Pertamina Dex: Rp 15.300/liter

    Sulawesi Selatan

    Pertamax: Rp 13.050/liter
    Pertamax Turbo: Rp 14.050/liter
    Dexlite: Rp 15.000/liter
    Pertamina Dex: Rp 15.300/liter

    Sulawesi Barat

    Pertamax: Rp 13.050/liter
    Pertamax Turbo: Rp 14.050/liter
    Dexlite: Rp 15.000/lliter
    Pertamina Dex: Rp 15.300/liter

    Maluku

    Pertamax: Rp 13.050/liter
    Dexlite: Rp 15.000/liter

    Maluku Utara

    Pertamax: Rp 13.050/liter
    Dexlite: Rp 15.000/liter

    Papua

    Pertamax: Rp 13.050/liter
    Pertamax Turbo: Rp 14.050
    Dexlite: Rp 15.000/liter

    Papua Barat

    Pertamax: Rp 13.050/liter
    Dexlite: Rp 15.000/liter
    Pertamina Dex: Rp 15.300/liter

    Papua Selatan

    Pertamax: Rp 13.050/liter
    Dexlite: Rp 15.000/liter

    Papua Pegunungan

    Pertamax: Rp 13.050/liter
    Dexlite: Rp 15.000/liter

    Papua Tengah

    Pertamax: Rp 13.050/liter
    Dexlite: Rp 15.000/liter

    Papua Barat Daya

    Pertamax: Rp 13.050/liter
    Dexlite: Rp 15.000/liter
    Pertamina Dex: Rp 15.300/liter

    (hal/hns)

  • DJP Temukan Dugaan Pelanggaran Baru Sawit, Pelaku Usaha Diminta Berbenah

    DJP Temukan Dugaan Pelanggaran Baru Sawit, Pelaku Usaha Diminta Berbenah

    Jakarta

    Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mengumpulkan para pelaku usaha di industri kelapa sawit. Dalam pertemuan tersebut, DJP mengungkapkan temuan berbagai modus kecurangan data mulai dari underinvoicing hingga penggunaan faktur fiktif.

    Temuan itu diungkapkan dalam acara Sosialisasi Kewajiban Perpajakan di Sektor Produk Kelapa Sawit dan Turunannya pada Jumat (28/11/2025). Setidaknya ada sebanyak 200 pelaku usaha yang mewakili 137 Wajib Pajak strategis di sektor kelapa sawit.

    Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pelaksanaan operasi gabungan Kemenkeu-Polri yang berhasil mengungkap penyelundupan produk turunan CPO pada awal November 2025.

    Ia menekankan, aktivitas tersebut bukan bertujuan menakut-nakuti pelaku usaha, melainkan memastikan kegiatan usaha berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

    “Kalau ada kesulitan atau masalah apa pun, laporkan ke saya. Kita bereskan. Yang jelas, kita ingin industri sawit ini tetap menjadi tulang punggung industri Indonesia,” kata Purbaya, dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu (30/11).

    Menurut Purbaya, Pemerintah ingin menciptakan iklim usaha yang sehat dan berkeadilan. Kebijakan fiskal akan diarahkan agar memberikan manfaat bagi pelaku usaha sekaligus memperkuat penerimaan negara.

    “Teman-teman dunia usaha, mohon kerja samanya demi kelancaran kita semua dan untuk memaksimalkan kontribusi Anda bagi negara ini,” ujarnya.

    Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto mengatakan, sebagai tindak lanjut pengungkapan modus pelanggaran ekspor yang terbaru, DJP telah mengidentifikasi sejumlah dugaan ketidaksesuaian lain, termasuk praktik under-invoicing serta penggunaan faktur pajak Tidak Berdasarkan Transaksi Sebenarnya (TBTS) atau faktur fiktif.

    “Dalam kesempatan sosialisasi ini, kami mengimbau Bapak-Ibu untuk segera melakukan pembenahan secara sukarela sebelum DJP melakukan langkah penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang terindikasi tidak patuh,” ujar Bimo.

    Bimo juga memastikan, pihaknya akan memperkuat tata kelola industri sawit agar semakin transparan, akuntabel, dan berkelanjutan serta mampu mempertahankan daya
    saing di pasar global.

    (kil/kil)

  • DJP Temukan Dugaan Pelanggaran Baru Sawit, Pelaku Usaha Diminta Berbenah

    DJP Temukan Dugaan Pelanggaran Baru Sawit, Pelaku Usaha Diminta Berbenah

    Jakarta

    Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mengumpulkan para pelaku usaha di industri kelapa sawit. Dalam pertemuan tersebut, DJP mengungkapkan temuan berbagai modus kecurangan data mulai dari underinvoicing hingga penggunaan faktur fiktif.

    Temuan itu diungkapkan dalam acara Sosialisasi Kewajiban Perpajakan di Sektor Produk Kelapa Sawit dan Turunannya pada Jumat (28/11/2025). Setidaknya ada sebanyak 200 pelaku usaha yang mewakili 137 Wajib Pajak strategis di sektor kelapa sawit.

    Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pelaksanaan operasi gabungan Kemenkeu-Polri yang berhasil mengungkap penyelundupan produk turunan CPO pada awal November 2025.

    Ia menekankan, aktivitas tersebut bukan bertujuan menakut-nakuti pelaku usaha, melainkan memastikan kegiatan usaha berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

    “Kalau ada kesulitan atau masalah apa pun, laporkan ke saya. Kita bereskan. Yang jelas, kita ingin industri sawit ini tetap menjadi tulang punggung industri Indonesia,” kata Purbaya, dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu (30/11).

    Menurut Purbaya, Pemerintah ingin menciptakan iklim usaha yang sehat dan berkeadilan. Kebijakan fiskal akan diarahkan agar memberikan manfaat bagi pelaku usaha sekaligus memperkuat penerimaan negara.

    “Teman-teman dunia usaha, mohon kerja samanya demi kelancaran kita semua dan untuk memaksimalkan kontribusi Anda bagi negara ini,” ujarnya.

    Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto mengatakan, sebagai tindak lanjut pengungkapan modus pelanggaran ekspor yang terbaru, DJP telah mengidentifikasi sejumlah dugaan ketidaksesuaian lain, termasuk praktik under-invoicing serta penggunaan faktur pajak Tidak Berdasarkan Transaksi Sebenarnya (TBTS) atau faktur fiktif.

    “Dalam kesempatan sosialisasi ini, kami mengimbau Bapak-Ibu untuk segera melakukan pembenahan secara sukarela sebelum DJP melakukan langkah penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang terindikasi tidak patuh,” ujar Bimo.

    Bimo juga memastikan, pihaknya akan memperkuat tata kelola industri sawit agar semakin transparan, akuntabel, dan berkelanjutan serta mampu mempertahankan daya
    saing di pasar global.

    (kil/kil)

  • Cara Pemerintah Bikin SDM Industri Makin Unggul & Siap Kerja

    Cara Pemerintah Bikin SDM Industri Makin Unggul & Siap Kerja

    Jakarta

    Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus menyiapkan sumber daya manusia (SDM) industri yang unggul. Salah satu langkah proaktif pemerintah, yakni memperkuat kesiapan angkatan kerja memasuki pasar kerja nasional maupun global

    Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan Indonesia saat ini berada pada titik krusial bonus demografi, dengan penduduk usia produktif mencapai lebih dari 218 juta orang. Momentum ini, menurutnya, harus dimanfaatkan secara optimal untuk mengakselerasi industrialisasi dan memperluas kesempatan kerja.

    “Tingkat pengangguran yang masih berada pada kisaran lima persen mendorong pemerintah untuk mengambil langkah proaktif dalam memperkuat kesiapan angkatan kerja memasuki pasar kerja nasional maupun global,” ujar Agus dalam keterangannya, Minggu (30/11/2025).

    Oleh karena itu, dalam konteks memperkuat SDM industri nasional, Agus menekankan bahwa arah pembangunan pendidikan vokasi selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan penguatan pendidikan vokasi merupakan strategi utama untuk memutus rantai kemiskinan.

    “Bapak Presiden menekankan bahwa pendidikan vokasi harus menjadi prioritas nasional agar lulusan dapat memiliki kompetensi yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, baik di dalam negeri maupun di pasar global,” terangnya.

    Hal ini juga selaras dengan Asta Cita pemerintah sebagai misi pembangunan nasional, yang menempatkan pembangunan manusia unggul, percepatan industrialisasi berbasis nilai tambah, penguatan hilirisasi berkelanjutan, serta transformasi digital dan inovasi teknologi sebagai agenda strategis.

    “Semua agenda besar tersebut hanya dapat dicapai apabila Indonesia memiliki SDM industri yang kompeten, adaptif, produktif, dan siap menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional,” tambahnya.

    Ia memaparkan pihaknya telah menyusun Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN) sebagai kerangka pembangunan industri nasional ke depan. Strategi ini menempatkan transformasi industri dalam empat arah besar, yang meliputi peningkatan nilai tambah melalui industrialisasi, pembangunan industri yang lebih hijau dan berkelanjutan, percepatan penerapan teknologi digital dalam proses manufaktur, serta pembangunan industri yang inklusif agar seluruh lapisan masyarakat merasakan manfaat industrialisasi.

    “Seluruh arah tersebut hanya dapat berjalan apabila Indonesia memiliki SDM yang unggul dan inovatif dalam mengelola kemajuan teknologi dan dinamika pasar global,” tutur Agus.

    Dalam rangka memastikan kebutuhan SDM industri terpenuhi, Kemenperin telah membangun ekosistem vokasi yang terintegrasi melalui jaringan 13 Politeknik dan Akademi Komunitas, 9 Sekolah Menengah Kejuruan, serta 7 Balai Diklat Industri. Seluruh lembaga ini memiliki spesialisasi pendidikan yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan sektor industri secara langsung.

    Kemenperin juga terus memperkuat kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri melalui kurikulum link and match, teaching factory, magang industri, serta peningkatan kapasitas tenaga pendidik untuk memastikan pendidikan vokasi selalu selaras dengan perkembangan teknologi terbaru.

    Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Doddy Rahadi dalam laporannya menyampaikan bahwa dari total 2.993 lulusan tahun ini, sebanyak 49,28 persen telah terserap bekerja, melanjutkan studi, atau menjalankan usaha mandiri.

    Selain itu, sebanyak 151 lulusan Program Setara Diploma 1 yang merupakan hasil kerja sama dengan industri, seluruhnya telah terserap bekerja. Hal ini menjadi bukti kuat atas meningkatnya kepercayaan sektor industri terhadap kualitas pendidikan vokasi Kemenperin.

    Doddy juga menjelaskan bahwa BPSDMI terus mendorong transformasi kelembagaan dengan memperluas status Badan Layanan Umum (BLU) bagi Politeknik di bawah Kemenperin, serta meningkatkan akreditasi nasional dan internasional. Langkah ini diambil untuk memastikan lembaga pendidikan vokasi memiliki tata kelola yang unggul, fleksibel, dan mampu bersaing di kancah global.

    Pada kesempatan yang sama, Agus telah mengukuhkan dua Guru Besar baru, yaitu Prof. Dr. Candra Irawan, M.Si. dari Politeknik AKA Bogor dan Prof. Dr. Siti Aisyah, S.T., M.T. dari Politeknik STMI Jakarta. Keduanya memiliki kontribusi signifikan dalam pengembangan riset di bidang kimia bahan alam, teknik industri otomotif, serta inovasi proses industri.

    Agus menyampaikan bahwa pengukuhan Guru Besar ini bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi para akademisi, tetapi juga menjadi kebanggaan institusional karena akan memperkuat peran perguruan tinggi vokasi dalam menghasilkan riset terapan yang relevan bagi kebutuhan industri.

    (rea/kil)

  • Terdampak Bencana, Navigasi Penerbangan di Aceh-Sumut-Sumbar Aman?

    Terdampak Bencana, Navigasi Penerbangan di Aceh-Sumut-Sumbar Aman?

    Jakarta

    Layanan navigasi penerbangan di wilayah terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor dijamin masih berfungsi dengan lancar dan aman. Sejak minggu lalu bencana banjir dan tanah longsor menerpa beberapa titik di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

    Selaku penyedia layanan navigasi penerbangan, AirNav Indonesia mengambil langkah cepat, terukur, dan terkoordinasi dalam menjaga kelancaran serta keamanan layanan navigasi penerbangan di wilayah terdampak bencana.

    Upaya ini juga menjadi bagian dari dukungan penuh AirNav terhadap operasi kemanusiaan yang sedang berlangsung. Diketahui, beberapa bantuan hanya bisa dikirim lewat jalur udara.

    Direktur Utama AirNav Indonesia Avirianto Suratno menegaskan komitmen perusahaan dalam memastikan layanan navigasi penerbangan tetap terjaga, kendati sejumlah unit layanan menghadapi dampak langsung bencana.

    “Dalam kondisi darurat seperti ini, prioritas kami adalah menjaga keberlangsungan layanan navigasi penerbangan. Sekaligus pula memastikan operasional misi kemanusiaan dapat berlangsung tanpa hambatan,” jelas Avirianto melalui keterangan resminya, Minggu (30/11/2025).

    Sebagai langkah tanggap darurat awal, dia menjelaskan, AirNav Indonesia telah menerbitkan NOTAM TIBA (Traffic Information Broadcast by Aircraft) di Bandara Lhokseumawe, Takengon, dan Mandailing Natal. Langkah ini ditempuh karena sebagian personel navigasi yang bertugas di lokasi tersebut turut terdampak banjir atau mengalami kendala akses menuju lokasi kerja.

    Di sisi lain, manajemen juga mengaktifkan Posko Operasional Navigasi Penerbangan di fasilitas INMC (Indonesia Network Management Center) sebagai pusat kendali, koordinasi, dan monitoring layanan terhadap unit-unit di wilayah terdampak.

    Untuk menjaga stabilitas operasional, AirNav Indonesia melakukan penambahan personel operasional dan teknis dari sejumlah kantor cabangnya. Antara lain kantor cabang Makassar Air Traffic Service Center (MATSC), Jakarta Air Traffic Service Center (JATSC), Halim Perdanakusuma, dan Pekanbaru untuk memperkuat pelayanan di Kantor Cabang Aceh dan Medan.

    Selain itu, dilakukan pula penugasan langsung personel ke unit layanan di Lhokseumawe dan Takengon. Langkah ini guna memastikan operasional bandara tetap berjalan dan mendukung misi kemanusiaan melalui jalur udara yang dilakukan sejumlah instansi.

    “Seperti Basarnas, TNI, BNPB, serta lembaga kemanusiaan lainnya. Dengan pemulihan personel tersebut, NOTAM TIBA kemudian dicabut,” lanjut Avirianto.

    Di sisi infrastruktur, AirNav Indonesia juga memperkuat sistem komunikasi penerbangan melalui penyediaan dan pemasangan jaringan internet Starlink di Lhokseumawe, Sibolga, dan Gunung Sitoli untuk memastikan konektivitas operasional tetap stabil meskipun infrastruktur telekomunikasi darat mengalami gangguan.

    AirNav juga mengirimkan peralatan teknis pendukung untuk memastikan seluruh fasilitas navigasi tetap berfungsi optimal.

    (kil/kil)