Jakarta, CNN Indonesia —
Sejumlah foto viral di media sosial, Kamis (7/12), yang menunjukkan puluhan pria di Gaza ditangkap hingga dilucuti pakaiannya oleh tentara Israel.
Bagikan:
url telah tercopy

Jakarta, CNN Indonesia —
Sejumlah foto viral di media sosial, Kamis (7/12), yang menunjukkan puluhan pria di Gaza ditangkap hingga dilucuti pakaiannya oleh tentara Israel.
Bagikan:
url telah tercopy

Jakarta, CNN Indonesia —
Warga menuliskan nama kerabatnya yang masih tertimbun bangunan runtuh di Gaza, Palestina.
Nama kerabat yang menjadi korban kekejaman pasukan Israel selama perang ini ditulis menggunakan tinta merah.
Selama perang, Israel menyerang fasilitas umum di Gaza termasuk kamp pengungsian, hingga rumah warga.

Jakarta, CNN Indonesia —
Badan Pengungsi PBB (UNHCR) melaporkan jumlah pengungsi Rohingya yang datang ke Indonesia sejak November 2023 mencapai 1.200 jiwa.
Kedatangan ribuan pengungsi ini mendapat reaksi pro dan kontra dari masyarakat Indonesia, terutama karena fasilitas yang diberikan UNHCR dianggap berlebihan.
Rekam jejak buruk yang dimiliki pengungsi Rohingya di Malaysia juga menambah kekhawatiran masyarakat Indonesia.
Rohingya merupakan kelompok etnis mayoritas beragama Islam yang telah berabad-abad tinggal di Myanmar sebagai negara mayoritas beragama Budha.
Terjadinya serangan bersenjata, kekerasan berskala besar, dan pelanggaran hak asasi manusia pada Agustus 2017, memaksa ribuan warga Rohingya keluar dari rumah mereka di Negara Bagian Rakhine, Myanmar, dilansir dari USA for UNHCR.
Banyak dari mereka bahkan harus berjalan kaki selama berhari-hari di dalam hutan dan melalui perjalanan laut berbahaya untuk sampai di Bangladesh.
Kelompok etnis Rohingya saat ini berjumlah lebih dari 1,1 juta orang dan tersebar di berbagai negara Asia Tenggara.
Orang Rohingya berkomunikasi menggunakan Bahasa Rohingya atau Ruaingga. Dialek yang digunakan berbeda dengan bahasa Myanmar pada umumnya.
Bangsa Rohingya tidak termasuk dalam 135 kelompok etnis resmi negara tersebut dan status kewarganegaraan telah ditolak Myanmar sejak 1982.
Hampir seluruh bangsa Rohingya tinggal di pesisir barat Rakhine dan mereka tidak diperbolehkan melewati perbatasan tanpa izin dari pemerintah.
Negara ini merupakan salah satu negara bagian termiskin di Amerika, dengan kamp-kamp yang mirip ghetto.
Asal Etnis Rohingya
Para sejarawan meneliti bahwa etnis Rohingya telah berada di Myanmar sejak abad ke-12.
“Rohingya telah tinggal di Arakan sejak dahulu kala,” ungkap Organisasi Nasional Rohingya.
Selama lebih dari 100 tahun masa pemerintahan Inggris (1824-1948), terjadi migrasi pekerja secara masal ke wilayah Myanmar dari India dan Bangladesh, dilansir dari Al Jazeera.
Migrasi ini dianggap negatif oleh mayoritas penduduk asli.
Setelah Myanmar berhasil mendapat kemerdekaan, migrasi yang terjadi pada masa pemerintahan Inggris dinilai ilegal, sehingga mereka menolak kewarganegaraan Rohingya.
Hal ini menyebabkan banyak umat Buddha menganggap Rohingya sebagai orang Bengali dan menolak penyebutan istilah Rohingya atas dasar politik.
Bersambung ke halaman berikutnya…
Tidak lama setelah diresmikannya kemerdekaan Myanmar pada 1948, disahkan Undang-Undang Kewarganegaraan Uni.
Undang-undang ini mengatur etnis mana yang bisa mendapatkan kewarganegaraan. Etnis Rohingya tidak tercantum dalam undang-undang ini, tetapi pemerintah mengizinkan warga Rohingya tinggal di Myanmar selama dua generasi untuk mengajukan identitas.
Rohingya pada mulanya diberi identifikasi dan kewarganegaraan berdasarkan ketentuan generasi. Bahkan beberapa warga Rohingya bertugas di parlemen.
Kudeta militer pada 1962 di Myanmar menciptakan berbagai perubahan dramatis bagi penduduk Rohingya.
Semua warga diwajibkan untuk mendapatkan kartu registrasi nasional, tetapi warga Rohingya hanya diberikan kartu identitas asing.
Penetapan Undang-Undang Kewarganegaraan baru kembali tidak memasukkan Rohingya sebagai etnis resmi.
Undang-undang tersebut membagi kewarganegaraan menjadi tiga tingkatan. Persyaratan dasarnya adalah memiliki dokumen bukti lahir di Myanmar sebelum 1948 dan fasih dalam salah satu bahasa nasional.
Ketidakmampuan warga Rohingya untuk memenuhi persyaratan tersebut semakin menyulitkan mereka.
Mereka merasakan pembatasan dalam hak belajar, bekerja, bepergian, beragama, dan mengakses layanan kesehatan.
Penganiayaan Rohingya
Masyarakat Rohingya mengalami kekerasan, diskriminasi, dan penganiayaan selama beberapa dekade.
Sejak tahun 1970-an, sejumlah tindakan keras terhadap etnis Rohingya di Negara Bagian Rakhine telah memaksa ratusan ribu orang mengungsi ke negara tetangga Bangladesh, Malaysia, Thailand, dan negara-negara Asia Tenggara lainnya.
Eksodus terbesar yang menimpa mereka terjadi pada 2017 dengan gelombang kekerasan besar-besaran terjadi di Negara Bagian Rakhine, Myanmar.
Seluruh desa dibakar habis, ribuan keluarga terbunuh atau terpisah dan pelanggaran hak asasi manusia besar-besaran terjadi.
Human Right Watch (HRW) melaporkan bahwa Myanmar beberapa kali melakukan kampanye pembersihan etnis Rohingya.
Saat ini, lebih dari 930.000 pengungsi Rohingya berada di Bangladesh, terutama kamp pengungsi Kutupalong dan Nayapara di wilayah Cox’s Bazar Bangladesh.
Populasi pengungsi saat ini berjumlah sepertiga dari total populasi di wilayah Cox’s Bazar.
Pada bulan Mei 2023, Topan Mocha melanda Bangladesh dan Myanmar. Bencana Topan ini merusak berbagai infrastruktur publik. Salah satu yang terdampak parah adalah pengungsi Rohingya berjumlah 930.000 jiwa.

Jakarta, CNN Indonesia —
Momen pemuda Palestina diberondong tembakan oleh militer Israel beredar di media sosial.
Dalam video berdurasi 36 detik itu, Rami Aboushi tampak sedang berkumpul saat militer Israel mendekat.
Saat teman-temannya melarikan diri, Rami terlihat terjatuh akibat tembakan dari pasukan Israel.
Terlihat sudah bersimbah darah, militer Israel kembali menembak Rami hingga dia tewas di tempat.
Perang Israel-Hamas telah berlangsung selama dua bulan, meski sempat berhenti akibat gencatan senjata.
Lebih dari 17.500 warga Palestina tewas akibat gempuran Israel ke Gaza.

Jakarta, CNN Indonesia —
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengklaim berhasil membunuh Komandan Batalion Shejaiya Hamas, Emad Krikae.
Klaim pembunuhan terhadap Krikae ini disampaikan IDF dalam unggahan akun Instagramnya pada Senin (11/12).
Selama terjadinya perang di Gaza, Israel terus menargetkan para pemimpin dan komandan Hamas untuk digugurkan.
Pasukan Israel juga telah membunuh Komandan Batalion Shati, Haitham Khuwajari, pekan lalu. Juru bicara militer Israel, Daniel Hagari, mengatakan Khuwajari tewas dalam serangan di sekitar kamp pengungsi Al-Shati.
IDF mengidentifikasi Krikae sebagai penanggung jawab pelatihan rudal anti-tank di Brigade Kota Gaza.
Krikae berperan dalam penembakan rudal anti-tank dan rangkaian serangan yang terjadi di wilayah Israel.
Tewasnya Komandan Batalion Sheijaya Hamas selama perang berlangsung membuat Krikae menggantikan posisi tersebut.
Dilansir dari 7Israel National News, Krikae sebelumnya menjabat Wakil Komandan Batalyon Shuja’iyya Hamas sejak 2019.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, untuk pertama kalinya mengeluarkan pernyataan meminta agar pasukan Hamas yang masih berperang untuk meletakkan senjata mereka.
“Ini akan memakan waktu lebih lama, perang masih berlangsung dengan kekuatan penuh, tetapi ini adalah awal dari akhir Hamas,” ungkap Netanyahu, dilansir dari The Media Line.
“Saya katakan kepada teroris Hamas: Ini sudah berakhir. Jangan mati demi [Yahya] Sinwar. Menyerah – sekarang,” imbuhnya.
Permohonan Netanyahu ini seiring dengan kemajuan signifikan pasukan IDF menguasai kota Khan Younis di Gaza selatan.
Israel mengepung secara menyeluruh kediaman pemimpin utama Hamas di Jalur Gaza, Yahya Sinwar.
Israel mengerahkan angkatan darat, angkatan laut, dan angkatan udara untuk berfokus pada penyerangan wilayah tersebut. Fokus utamanya adalah wilayah kubu Hamas, termasuk Jabalya, Shejaiya, Beit Hanoun, dan Khan Younis.
(cpa/bac)
[Gambas:Video CNN]

Jakarta, CNN Indonesia —
Asap pekat terlihat muncul di kamp pengungsian di Jabalia, Minggu (10/12).
Dalam rekaman yang didapat Reuters, para pengungsi tampak panik dan mencoba menjauh dari kepulan asap.
Bom asap itu diduga berasal dari serangan udara yang dilancarkan Israel ke Gaza.
Perang Israel-Hamas telah berlangsung selama dua bulan, meski sempat berhenti akibat gencatan senjata.
Lebih dari 17.500 warga Palestina tewas akibat gempuran Israel ke Gaza.

Jakarta, CNN Indonesia —
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu protes kepada Presiden Vladimir Putin atas dukungan Rusia terhadap Palestina dan meminta gencatan senjata di Jalur Gaza, Palestina.
Putin pun membalas komplain Netanyahu itu dalam percakapan telepon tersebut.
Dalam percakapan telepon selama 50 menit, Netanyahu menyatakan ketidaksenangannya dengan dukungan Kremlin atas resolusi yang telah diveto Amerika Serikat itu.
“Perdana Menteri [Benjamin Netanyahu] menyatakan kekesalannya atas sikap anti-Israel oleh perwakilan Rusia di PBB dan forum lainnya,” demikian pernyataan Kantor PM Netanyahu, seperti dikutip The Times of Israel, Minggu (10/12).
Dalam pemungutan suara di New York, Jumat (8/12), AS membatalkan resolusi yang mendesak gencatan senjata kemanusiaan di Jalur Gaza menggunakan hak vetonya. Draf yang diajukan Uni Emirat Arab dan didukung 13 negara anggota itu terpaksa gagal diadopsi karena hal tersebut.
Lebih lanjut, dalam percakapan telepon Netanyahu dan Putin, PM Israel itu juga menyampaikan kritik tajam atas hubungan erat Rusia dan Iran.
Sejak agresi Israel di Gaza diluncurkan buntut serbuan Hamas 7 Oktober lalu, Rusia berulang kali mengkritik Israel, termasuk di Dewan Keamanan PBB, karena kekejaman militer Zionis terhadap warga Gaza.
Di saat bersamaan, Rusia juga menjadi tuan rumah bagi para pemimpin kelompok Hamas pada Oktober, yang dinilai publik berkaitan dengan hubungan hangatnya dengan Iran. Iran adalah sekutu Hamas.
Rusia dan Iran sementara itu memang dekat, salah satunya terlihat dari drone-drone Iran yang digunakan Rusia untuk berperang dengan Ukraina.
Meski protes, Netanyahu juga menyampaikan apresiasinya kepada Putin mengenai upaya Moskow membebaskan Roni Krivoi, seorang warga berkewarganegaraan ganda Israel-Rusia yang disandera Hamas.
Dia juga mendesak Putin untuk menekan Palang Merah Internasional yang dinilai tak bertindak banyak dalam membebaskan para sandera, demikian dilaporkan The Times of Israel.
Terpisah, menurut kantor berita Rusia TASS, Putin mengatakan kepada Netanyahu bahwa Kremlin menolak terorisme, namun tidak mendukung situasi “mengerikan” terhadap warga sipil Gaza.
“[Moskow] siap untuk menyediakan semua bantuan yang mungkin untuk meringankan penderitaan warga sipil dan mengurangi konflik,” bunyi pernyataan dari Kremlin seperti dikutip TASS.
(isa/bac)
[Gambas:Video CNN]

Jakarta, CNN Indonesia —
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memberi ultimatum ke kelompok perlawanan di Palestina, Hamas, akhir pekan lalu.
Netanyahu meminta Hamas untuk menyerah di tengah gempuran besar-besaran Israel ke Gaza.
“Perang masih berlangsung tetapi ini awal dari berakhirnya Hamas. Saya katakan untuk teroris Hamas: selesai,” kata Netanyahu pada Minggu (10/12), dikutip AFP.
Dia kemudian berujar, “Jangan mati demi [Pemimpin Hamas] Yahya [Sinwar]. Menyerah sekarang.”
Pernyataan Netanyahu muncul usai Hamas berkomentar soal pembebasan sandera.
Juru bicara Hamas Abu Obeida mengatakan kelompok ini tak akan membebaskan sandera hidup-hidup hingga Israel menghentikan agresi ke Gaza.
“Baik musuh fasis dan kepemimpinannya yang arogan, maupun para pendukungnya, tak bisa menahan tawanan mereka hidup-hidup tanpa pertukaran dan negosiasi, serta memenuhi tuntutan perlawanan,” kata Obeida, dikutip Al Jazeera.
Dia juga menegaskan Hamas akan terus melawan pasukan Israel.
Serangan Israel, lanjut Obeida, bertujuan mematahkan kekuatan perlawanan Hamas.
Dia mengatakan kelompok ini tak punya pilihan selain melawan.
“Namun, kami berperang di tanah kami dalam pertempuran suci,” kata Obeida.
Lebih dari dua bulan, Israel menggempur habis-habisan Gaza. Selama agresi, mereka menyerang warga dan objek sipil seperti rumah sakit hingga kamp pengungsian.
Israel dan Hamas sempat gencatan senjata pada 24 November dan diperpanjang dua kali hingga berakhir 30 November.
Kesepakatan ini mencakup pertukaran tahanan, jeda pertempuran, dan lebih banyak bantuan kemanusiaan yang masuk.
Menyoal pertukaran tahanan, orang yang dibebaskan harus dalam keadaan hidup.
Saat gencatan senjata tak diperpanjang, Israel langsung meluncurkan serangan fase kedua di wilayah selatan Gaza.
Wilayah selatan menjadi tempat tinggal warga Gaza utara yang sempat diusir Israel pada November. Kini, daerah itu pun digempur Israel.
Israel mengusir mereka karena ingin memusnahkan Hamas yang diklaim banyak di daerah utara.
Kini, warga Gaza tak punya lagi tempat yang aman karena tiap sudut Palestina tak lepas dari rudal Israel.
Sejauh ini, total korban yang meninggal di Palestina akibat serangan Israel nyaris 18.000 jiwa.
(isa/bac)
[Gambas:Video CNN]

Jakarta, CNN Indonesia —
Saling serang pasukan Israel dan milisi dari Lebanon selatan, Hizbullah, kian membara saat lebih dari dua bulan pasukan Zionis agresi ke Palestina.
Menurut laporan media Israel, delapan roket diluncurkan dari Lebanon ke wilayah Maalot Tarshiha, Israel utara, pada Senin (11/12) pagi ini.
Berdasarkan video yang beredar di media sosial, Iron Dome mencegat roket-roket yang ditembakkan dari Lebanon selatan.
Beberapa roket dilaporkan jatuh di area terbuka. Sejauh ini, belum ada laporan soal jumlah korban tewas atau luka.
Sementara itu di Lebanon, koresponden Al Jazeera melaporkan Israel menggempur daerah sekitar Naqoura, Zibqin, Yarin, Marwahin dan Al Jebin.
Perbatasan Lebanon-Israel memanas usai pasukan Zionis melancarkan agresi ke Palestina sejak 7 Oktober.
Hizbullah turut menggempur wilayah Israel untuk membantu Hamas. Namun, pasukan Zionis justru membalas gempuran secara besar-besaran.
Terbaru, Israel menyerang Lebanon dan menyebabkan satu tentara negara tersebut tewas.
Israel lantas meminta maaf dan menyebut target mereka bukan tentara Lebanon. Namun, Beirut tak peduli, mereka tetap akan mengadukan serangan Israel ke Dewan Keamanan PBB.
Sejak bentrokan di lintas batas pecah, tercatat lebih dari 110 orang di Lebanon tewas. Mayoritas korban ini adalah anggota Hizbullah.
Sementara itu, dari pihak Israel enam tentara dan tiga warga sipil dilaporkan tewas.
(isa/bac)
[Gambas:Video CNN]