Category: CNNindonesia.com Internasional

  • Suami Ditekan Mundur, Ibu Negara Korsel Minta Ketua Partai Digulingkan

    Suami Ditekan Mundur, Ibu Negara Korsel Minta Ketua Partai Digulingkan

    Jakarta, CNN Indonesia

    Ibu negara Korea Selatan sekaligus istri Presiden Yoon Suk Yeol, Kim Keon Hee, disebut meminta agar ketua partai berkuasa People Power Party (PPP), Han Dong Hoon dilengserkan.

    Wakil sekretaris jenderal perencanaan strategis PPP, Shin Ji Ho, mengatakan Kim menyampaikan perintah itu YouTuber pro-Yoon, Park, untuk menyingkirkan Han.

    “Beredar rumor bahwa pada 9 Desember, ibu negara meminta YouTuber pro-Yoon dan mengatakan, ‘Han Dong Hoon harus ditangani’,” kata Shin saat wawancara dengan Channel A yang dikutip Korea Times, Kamis (12/12).

    Perintah itu diduga muncul usai Han dan Perdana Menteri Han Duck Soo sepakat bekerja sama mengurus negara usai deklarasi darurat militer Yoon pada 3 Desember.

    Sejak deklarasi darurat militer yang diterapkan sang suami secara sepihak, Kim belum terlihat di depan umum atau memberi pernyataan resmi terkait situasi di negara tersebut.

    Di kesempatan itu, Shin juga mengatakan anggota Dewan Tinggi PPP Kim Min Jeon bertukar pesan dengan YouTuber itu terkait tindakan disiplin bagi pemimpin partai.

    Menanggapi upaya kudeta itu, Shin marah karena kubu Yoon di PPP justru ingin menguasai partai.

    Dia menyebut orang-orang pro Yoon ingin melemahkan Han.

    “Saat seluruh bangsa terkejut dan marah atas penetapan darurat militer yang tak konstitusional dan melanggar hukum, mereka fokus menyingkirkan Han Dong Hoon dan mengambil alih kendali partai,” ungkap dia.

    Yoon, lanjut Shin, membenarkan darurat militer sebagai cara membasmi kekuatan anti-negara.

    “Dan karena memerintahkan penangkapan Han Dong-hoon, jelas ia memandang Han sebagai kekuatan semacam itu,” kata dia.

    Lebih lanjut, Shin mengatakan kubu Yoon bermaksud membubarkan kepemimpinan partai dengan menekan empat anggota Dewan Tertinggi di bawah Han untuk mundur.

    “Namun, kami tak semudah itu dikalahkan,” ungkap dia.

    Shin juga mengatakan tak akan keluar jika pada akhirnya partai berganti kepemimpinan.

    Korea Selatan mengalami peristiwa politik paling dramatis usai Yoon mengumumkan darurat militer pada 3 Desember.

    Namun, status ini hanya bertahan enam jam karena parlemen mengeluarkan resolusi penolakan terhadap darurat militer.

    Meski berakhir, kemarahan publik Korsel tak sirna dan meminta Yoon mundur. Oposisi di parlemen juga mengajukan mosi pemakzulan kedua setelah sebelumnya gagal melengserkan presiden.

    (isa/rds)

    [Gambas:Video CNN]

  • Milisi Suriah Bakal Bubarkan Pasukan Keamanan Bashar Al Assad

    Milisi Suriah Bakal Bubarkan Pasukan Keamanan Bashar Al Assad

    Jakarta, CNN Indonesia

    Milisi Suriah Hayat Tahrir al Sham (HTS) pada Rabu (11/12) mengatakan bakal membubarkan pasukan keamanan Bashar Al Assad.

    Pasukan ini digunakan Assad guna memberangus milisi-milisi yang selama ini menjadi oposisi di pemerintahannya.

    Tidak hanya itu, HTS juga bakal menutup semua penjara yang selama ini digunakan untuk menawan orang-orang yang dianggap Assad sebagai musuhnya, termasuk penjara neraka Sednaya.

    “Kami akan membubarkan pasukan keamanan rezim sebelumnya dan menutup penjara-penjara terkenal,” kata pemimpin tertinggi HTS, Abu Mohammed Al Julani, dilansir Reuters.

    Julani menambahkan, HTS juga bakal memberangus siapa pun yang terlibat “dalam penyiksaan atau pembunuhan tahanan” yang ditawan Assad di penjara-penjara Suriah.

    Ia menegaskan tidak akan memberi ampunan kepada siapa pun yang melakukan tindakan keji tersebut.

    “Kami akan mengejar mereka di Suriah dan kami meminta negara-negara untuk menyerahkan mereka yang melarikan diri sehingga kami dapat mencapai keadilan,” lanjut Julani.

    Selama memimpin, Assad dilaporkan telah menahan ribuan orang yang antipemerintah di berbagai penjara yang ada di Suriah, termasuk di penjara Sednaya.

    Di sana, ribuan tahanan tersebut disiksa dan dibiarkan tidak makan dan minum seharian hingga akhirnya tewas di tempat.

    HTS sendiri pada 8 Desember lalu telah berhasil menggulingkan rezim Assad yang sudah berkuasa di Suriah selama 50 tahun.

    Untuk mengisi kekosongan pemimpin, HTS menunjuk eks Perdana Menteri Suriah, Mohammed Al Bashir, untuk menjadi memimpin pemerintahan sementara.

    Penunjukan ini juga sudah diutarakan Al Bashir dalam pernyataannya yang disiarkan di televisi Suriah pada Selasa (10/12) Waktu setempat.

    Sebagai PM sementara, Bashir bertugas untuk memulihkan keamanan dan otoritas negara, memulangkan jutaan pengungsi Suriah, dan menyediakan layanan penting.

    Bashir sendiri bakal menjadi PM sementara Suriah setidaknya hingga Maret 2025 mendatang. “Kami hanya akan bertahan sampai Maret 2025,” kata Bashir.

    (gas/rds)

    [Gambas:Video CNN]

  • SMA Almamater Presiden Korsel Dihujat Hingga Terima Ancaman

    SMA Almamater Presiden Korsel Dihujat Hingga Terima Ancaman

    Jakarta, CNN Indonesia

    Almameter Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol, SMA Chungam, menerima ancaman hingga penghinaan usai drama darurat militer.

    Yoon dan beberapa orang yang diduga terlibat dalam drama darurat militer merupakan alumni SMA Chungam.

    Beberapa orang itu di antaranya komandan Komando Kontraintelijen Pertahanan Yeo In-hyung, eks Menteri Pertahanan Kim Yong-hyun, dan Menteri Dalam Negeri saat itu Lee Sang-min. Mereka mendapat sebutan “Fraksi Chungam.”

    Media Korea Selatan, Korea Herald, melaporkan pelajar SMA Chungam mendapat ancaman.

    “Setelah insiden darurat militer, pelajar Chungam menjadi sasaran penghinaan dan ancaman,” demikian laporan Korea Herald, Rabu (12/12).

    Mereka juga melaporkan staf SMA Chungam menerima rentetan panggilan telepon sebagai protes darurat militer yang diterapkan Yoon.

    Demi menghindari ancaman, sekolah mengizinkan murid-murid tak memakai seragam hingga Februari 2025.

    SMA Chungam juga meminta polisi meningkatkan keamanan di sekitar sekolah.

    Tak hanya itu, dewan siswa SMA Chungam mengeluarkan pernyataan resmi menolak darurat militer dan menyebut tindakan Yoon salah.

    “Dewan siswa Sekolah Menengah Atas Chungam sangat setuju dengan kemarahan negara yang dipicu insiden 3 Desember,” demikian pernyataan itu.

    Yoon dan sekutunya, lanjut mereka, lulus dari Chungam sekitar 40 tahun lalu. Mereka tak lagi berhubungan dengan SMA tersebut.

    “[Mereka] tak memiliki hubungan apa pun dengan pelajar saat ini,” lanjut pernyataan tersebut.

    Yoon mendeklarasikan darurat militer pada 3 Desember. Penetapan ini mendapat penolakan dari parlemen hingga warga.

    Legislator lalu menggelar pleno luar biasa untuk membahas darurat militer dan sepakat menolak.

    Tak lama setelah itu, Yoon mencabut darurat militer. Namun, kemarahan warga tak begitu saja sirna.

    Warga meminta Yoon mundur dari jabatan saat ini karena dianggap memicu kekacauan.

    (isa/rds)

    [Gambas:Video CNN]

  • Dubes RI Sebut Kejatuhan Rezim Suriah Mirip Peristiwa Reformasi 1998

    Dubes RI Sebut Kejatuhan Rezim Suriah Mirip Peristiwa Reformasi 1998

    Jakarta, CNN Indonesia

    Duta Besar Republik Indonesia untuk Suriah Wajid Fauzi menyamakan situasi di negaranya saat ini mirip dengan yang terjadi di Indonesia ketika 1998.

    Pekan lalu, milisi Hayat Tahrir Al Sham (HTS) berhasil menumbangkan rezim diktator Presiden Bashar Al Assad yang telah berkuasa selama 24 tahun terakhir. Wajid menyebut situasi ini sebagai perubahan kekuasaan.

    “Saya lihat apa yang kita saksikan ini sesungguhnya adalah sebuah pergantian kekuasaan sebuah negara,” kata Wajid dalam diskusi soal Suriah yang digelar Partai Gelora secara virtual pada Rabu (11/12).

    Dia lalu menegaskan pergantian kekuasaan bisa terjadi di negara mana saja termasuk Indonesia.

    “Kita juga ingat waktu itu di Indonesia mengalami [perubahan kekuasaan] pada 1998 atau apa. Jadi, kita sebagai bangsa Indonesia melihat ini sebagai pergantian kekuasaan,” imbuh Wajid.

    Pada 1998, presiden yang menguasai Indonesia selama 32 tahun, Soeharto mundur usai serangkaian peristiwa politik. Publik menyebut insiden ini sebagai reformasi 1998.

    Sebelum lengser, rakyat dalam jumlah besar sering menggelar demonstrasi menentang pemerintahan Soeharto.

    Sebelum itu, sebanyak 50 tokoh terkemuka Indonesia merilis keprihatinan mereka dalam dokumen “Petisi 50.”

    Mereka termasuk mantan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Jenderal Nasution, mantan Kapolri Hoegeng Imam Santoso, mantan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta Ali Sadikin, dan mantan Perdana Menteri Burhanuddin Harahap serta Mohammad Natsir.

    Dokumen tersebut memproses penggunaan filsafat negara untuk melegitimasi kekuasaan oleh Soeharto. Saat itu, dia menyatakan setiap kritik yang dilancarkan ke presiden berarti kritik terhadap Pancasila.

    Soeharto juga dikenal kerap membungkam lawan politik dan siapa saja yang menentang dia.

    Kembali lagi soal Suriah, Wajid mengatakan Indonesia memiliki hubungan yang baik dengan negara tersebut.

    Suriah bahkan menjadi salah satu negara yang mendukung Indonesia di PBB saat berusaha meraih kemerdekaan.

    Suriah berhasil dikuasai HTS usai melancarkan sejumlah serangan pada akhir November lalu.

    Dalam waktu singkat, mereka berhasil merebut situs dan kota strategis seperti Aleppo. Kemudian pada 8 Desember, HTS menguasai Damaskus dan Istana Kepresidenan.

    [Gambas:Youtube]

    (isa/rds)

    [Gambas:Video CNN]

  • Ribuan Warga Korsel ‘Geruduk’ Rumah Presiden, Bentrok dengan Polisi

    Ribuan Warga Korsel ‘Geruduk’ Rumah Presiden, Bentrok dengan Polisi

    Jakarta, CNN Indonesia

    Ribuan warga Korea Selatan ramai-ramai menggeruduk kediaman Presiden Yoon Suk Yeol di Istana Kepresidenan pada hari ini, Kamis (12/12).

    Sekitar 1.000 orang berbaris menuju pintu masuk kediaman di Hannam-dong. Selama melancarkan aksi ini, para pedemo meneriakkan slogan “tangkap pemimpin pemberontakan Yoon Suk Yeol.

    Demo berlangsung hingga pukul 17.40 waktu setempat meski telah mendapat peringatan dari polisi

    Para pengunjuk rasa, termasuk anggota konfederasi buruh militan Korean Confederation of Trade Union (KCTU) dan kelompok sipil liberal, memulai aksi mereka dari dekat Seoul Plaza pada siang hari dan sempat bersitegang dengan polisi di Namyeong-dong.

    Dalam perjalanan menuju kediaman presiden, mereka memenuhi jalan, menyebabkan kemacetan lalu lintas ibu kota di hari kerja.

    Mereka juga terlibat bentrok dengan polisi yang berjaga di luar istana, dikutip kantor berita Yonhap.

    Demo itu merupakan bentuk kemarahan warga Korsel dan upaya mereka menjaga demokrasi usai Yoon mendeklarasikan darurat militer pada 3 Desember.

    Darurat militer itu hanya berlangsung enam jam karena ditolak parlemen melalui resolusi dalam sidang pleno.

    Oposisi di parlemen juga mengajukan mosi pemakzulan kedua untuk Yoon. Mereka akan menggelar pemungutan suara pada Sabtu mendatang.

    Di luar itu, warga terus berdemo menuntut Yoon mundur.

    Namun, Yoon dengan percaya diri akan menghadapi pemakzulan tersebut dan membawa kasus ini ke pengadilan.

    Yoon juga tak merasa bersalah karena menetapkan darurat militer dan mengerahkan pasukan ke Majelis Nasional.

     

    (isa/rds)

    [Gambas:Video CNN]

  • Rezim Presiden Assad yang Digulingkan Disebut Terlibat Kartel Narkoba

    Rezim Presiden Assad yang Digulingkan Disebut Terlibat Kartel Narkoba

    Jakarta, CNN Indonesia

    Pemerintahan Presiden Suriah Bashar Al Assad disebut terlibat perdagangan gelap narkoba selama berkuasa di negara itu selama 24 tahun sejak 2000.

    Kabar ini mencuat usai beredar video yang menunjukkan sebuah gudang di Damaskus yang dipenuhi narkoba jenis Captagon. Kabar ini muncul tak lama usai rezimnya digulingkan milisi Hayat Tahrir Al Sham (HTS) pada Minggu (8/12).

    Gudang tersebut dilaporkan terletak di markas besar militer Suriah yang dipimpin oleh saudara Assad, Maher Al Assad. Markas ini terletak di dekat Damaskus.

    Salah satu orang yang ada di rekaman video tersebut membenarkan bahwa gudang itu menjadi tempat produksi Captagon.

    “Salah satu fasilitas gudang terbesar untuk produksi pil Captagon,” ujar dia, demikian dikutip CNN.

    Dalam video itu juga terlihat tumpukan pil Captagon yang berceceran di lantai. Selain itu, terlihat pula alat yang diduga dipakai untuk meracik obat terlarang tersebut.

    Sebelumnya, Al Arabiya juga melaporkan bahwa telah ditemukan ribuan pil Captagon di markas angkatan udara Suriah yang terletak di Mazzeh, selatan Damaskus.

    Penemuan ini mendukung dugaan bahwa angkatan udara Suriah pernah terlibat dalam proses produksi dan distribusi Captagon ke sejumlah negara.

    Semua penemuan ini juga akan mendukung klaim Amerika Serikat dan negara lain bahwa rezim Assad di Suriah telah terlibat aktif dalam ekspor narkoba.

    Tahun lalu, Departemen Keuangan AS juga telah menjatuhkan sanksi kepada sejumlah orang yang punya hubungan dengan Assad atas dugaan keterlibatan perdagangan narkoba.

    “Rezim Suriah dan sekutunya semakin mendukung produksi dan perdagangan captagon untuk menghasilkan mata uang keras, yang oleh beberapa pihak diperkirakan mencapai miliaran dolar,” bunyi pernyataan Departemen Keuangan AS.

    Mereka yang dijatuhi sanksi adalah dua sepupu Assad dan Khalid Qaddour, rekan dekat Maher yang digambarkan sebagai “produsen obat terlarang utama dan fasilitator” produksi captagon di Suriah.

    Captagon sendiri merupakan salah satu jenis narkoba yang mengandung banyak amfetamin. Banyaknya kandungan zat tersebut membuat Captagon sangat bersifat adiktif.

    Captagon juga lumrah dikenal dengan sebutan ‘Kokain untuk orang miskin’. Sebab, harga Captagon terlibang lebih murah dan terjangkau dibanding jenis narkoba lainnya.

    Rezim Assad di Suriah saat ini sudah berhasil ditumbangkan oleh milisi Hayat Tahrir al-Sham (HTS) pada 8 Desember lalu. Peristiwa ini menjadi tanda berakhirnya rezim Assad yang telah berkuasa selama 50 tahun.

    Usia digulingkan, Assad terbang ke Moskow, Rusia, guna mencari suaka politik. Rusia saat ini juga sudah memberi suaka politik kepada Assad sebagai bentuk solidaritas hubungan di antara kedua negara yang sudah terjalin sejak lama.

    (gas/rds)

    [Gambas:Video CNN]

  • Pembelaan Presiden Korsel Yoon Suk Yeol soal Terapkan Darurat Militer

    Pembelaan Presiden Korsel Yoon Suk Yeol soal Terapkan Darurat Militer

    Jakarta, CNN Indonesia

    Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol membela keputusannya menerapkan darurat militer pada 3 Desember sebagai bentuk membela negara. Ia juga membantah pengerahan personel militer ke Majelis Nasional saat darurat militer merupakan bentuk pemberontakan.

    Dalam pidato yang disiarkan ke publik pada Kamis (12/12), Yoon menegaskan ia menggunakan wewenang presidennya untuk mendeklarasikan darurat militer “demi melindungi negara dan menormalkan urusan pemerintahan”.

    Yoon berdalih darurat militer perlu diterapkan demi melindungi negara dari oposisi yang diklaimnya ingin melumpuhkan pemerintahan. Menurutnya, menerapkan darurat militer pada 3 Desember lalu adalah “penilaian politik yang sangat terukur.”

    Sebab, saat itu, parlemen atau Majelis Nasional yang saat ini dikuasai partai oposisi pemerintah telah mengesahkan pemangkasan anggaran pemerintah untuk tahun depan dan melangsungkan mosi pemakzulan terhadap kepala auditor negara dan jaksa.

    “Majelis Nasional, yang didominasi oleh partai oposisi besar, telah menjadi monster yang menghancurkan tatanan konstitusional demokrasi bebas,” tegas Yoon dalam pidatonya seperti dikutip kantor berita Korsel, Yonhap.

    Ia pun membantah telah melakukan pemberontakan dan menolak seruan untuk mengundurkan diri. Yoon bersumpah dia akan menghadapi entah itu pemakzulan atau penyelidikan kriminal yang menargetkannya.

    “Apakah saya dimakzulkan atau diselidiki, saya akan menghadapinya dengan adil,” ujarnya lagi.

    Menurut aturan Korsel, pemberontakan adalah setiap upaya untuk menggulingkan badan-badan pemerintah yang ditetapkan Konstitusi atau membuat mereka tak berfungsi melalui penggunaan kekuatan.

    Sementara itu, Yoon berdalih bahwa pengerahan tank hingga ratusan personel militer ke gedung parlemen dan tiga lembaga lainnya termasuk badan pengawas pemilu di malam darurat militer adalah demi menjaga ketertiban.

    Namun, Yoon menegaskan bahwa ratusan pasukan itu segera ditarik mundur setelah parlemen mengeluarkan resolusi menolak darurat militer beberapa jam setelahnya.

    Namun, oposisi menyebut tindakan itu sebagai upaya menghalang-halangi parlemen agar tak bisa mencabut darurat militer. Sebab, Yoon menerapkan darurat militer secara sepihak tanpa konsultasi kepada parlemen hingga partainya sendiri, PPP.

    Belakangan, Yoong diduga kuat menerapkan darurat militer untuk menghindari penyelidikan kriminal terhadap dia dan istrinya, Kim Keon Hee, juga upaya pemakzulan sejumlah pejabat.

    (isa/rds)

    [Gambas:Video CNN]

  • Dubes Suriah di RI soal Kejatuhan Rezim Assad: Itu Kehendak Rakyat

    Dubes Suriah di RI soal Kejatuhan Rezim Assad: Itu Kehendak Rakyat

    Jakarta, CNN Indonesia

    Duta Besar Suriah untuk Indonesia Abdul Monem Annan buka suara usai kelompok milisi berhasil menumbangkan pemerintahan Presiden Bashar Al Assad.

    Annan mengatakan selama ini rakyat sengsara di bawah pemerintahan Assad dan ingin keluar dari rezim dia.

    “Jadi yang terjadi di Suriah memang murni perlawanan yang diberikan dari oposisi dan ini adalah kehendak rakyat Suriah,” kata Annan dalam diskusi yang digelar Partai Gelora secara virtual, Rabu (11/12).

    Annan juga menegaskan situasi di Suriah bukan bagian dari konflik di Timur Tengah.

    Dalam beberapa tahun terakhir, Timur Tengah membara karena agresi Israel di Palestina sejak Oktober 2023. Pasukan Zionis juga terlibat saling serang dengan milisi di Lebanon, Hizbullah.

    Tak hanya itu, Israel juga sempat saling serang rudal dengan Iran. Serangkaian insiden tersebut membuat Timur Tengah memanas dan mengkhawatirkan dunia.

    Di kesempatan itu, Annan juga membeberkan faktor kejatuhan rezim Assad.

    Menurut dia, selama ini Assad didukung Rusia dan Iran sehingga bisa begitu kuat mencengkeram Suriah.

    Namun saat ini, Rusia sedang fokus perang dengan Ukraina. Iran juga sibuk menghadapi Israel.

    Di sisi lain Hizbullah, yang juga mendukung Assad, mengalami kekalahan signifikan usai digempur habis-habisan oleh Israel.

    Hizbullah bahkan menarik pasukan mereka di Suriah dan membuat milisi leluasa bergerak.

    Sejak akhir November, milisi Hayat Tahrir Al Sham (HTS) menyerang Suriah dan dalam waktu singkat menguasai kota-kota strategis termasuk Aleppo.

    Kemudian pekan lalu, mereka berhasil menyerbu Damaskus dan menguasai Istana Kepresidenan.

    Peristiwa itu bagi sebagian warga Suriah merupakan kemenangan, tetapi bagi yang lain memicu kekhawatiran soal transisi kekuasaan.

    [Gambas:Youtube]

    (isa/rds)

    [Gambas:Video CNN]

  • Fakta Penjara ‘Neraka’ Sednaya di Suriah, Saksi Kekejaman Rezim Assad

    Fakta Penjara ‘Neraka’ Sednaya di Suriah, Saksi Kekejaman Rezim Assad

    Daftar Isi

    Jakarta, CNN Indonesia

    Penjara Sednaya di Suriah diduga menjadi saksi kekejaman rezim mantan Presiden Bashar Al Assad.

    Penjara itu menjadi sorotan usai milisi Hayat Tahrir Al Sham (HTS) melepas ribuan tahanan dari sel tersebut, setelah milisi berhasil menggulingkan rezim Assad.

    Tahanan di sel tersebut merupakan orang-orang yang menentang pemerintahan Assad sejak 2011.

    Berikut fakta-fakta penjara ‘Neraka’ Sednaya yang menjadi saksi kekejaman Assad.

    Pro-kontra sel bawah tanah

    Di penjara itu disebut terdapat pintu rahasia dan sel bawah tanah tersembunyi yang terletak di lantai bawah tanah.

    Untuk memastikan laporan itu, kelompok pertahanan sipil Suriah, White Helmets, mengerahkan lima tim darurat khusus ke penjara.

    “Untuk melakukan penyelidikan,” demikian menurut mereka pada Senin (9/12) dikutip AFP.

    Tim dipandu orang yang familiar dengan rincian rumit penjara dan informasi yang diperoleh dari kerabat yang dipenjara. Spesialis penjebol tembok dan unit anjing terlatih juga dikerahkan.

    Di tengah upaya pencarian itu, Asosiasi Tahanan & Orang Hilang di Penjara Sednaya (ADMSP) membantah sel bawah tanah di sana.

    “Tidak ada kebenaran mengenai keberadaan tahanan yang terjebak di bawah tanah, dan informasi yang dimuat dalam beberapa laporan pers tidak akurat,” kata pernyataan itu.

    Diduga ada sel khusus untuk menyiksa

    Pada 2017, Amnesty International menggunakan pemodelan 3D untuk merekonstruksi tata letak penjara berdasarkan kisah 84 penyintas. .

    Model yang dihasilkan mengungkap suatu struktur yang dirancang untuk mengisolasi dan meneror narapidana, dengan penyiksaan sistematis.

    Anggota advokasi senjata dan konflik di Amnesty International Prancis, Aymeric Elluin mengatakan tak ada interogasi di Sednaya.

    “Penyiksaan tak digunakan untuk memperoleh informasi, tetapi tampaknya sebagai cara untuk merendahkan, menghukum, dan mempermalukan,” kata Elluin.

    Para tahanan menjadi sasaran tanpa henti, pengakuan bahkan tak bisa menyelamatkan mereka.

    Tampung hingga 20 ribu tahanan

    Menurut Amnesty International, Sednaya terdiri dari dua bangunan utama. Penjara ini mampu menampung antara 10.000 hingga 20.000 tahanan yang dipisahkan berdasarkan status.

    Bangunan “putih” menampung personel militer yang ditahan karena kejahatan atau pelanggaran ringan seperti pembunuhan, pencurian, korupsi, atau penghindaran wajib militer.

    Lalu, gedung “merah” untuk warga sipil dan personel militer yang dipenjara karena pendapat, aktivitas politik mereka, atau tuduhan terorisme yang dibuat-buat.

    Jadi tempat eksekusi mati napi

    Pemerintahan Assad rutin mengeksekusi tahanan biasanya pada Senin dan Rabu.

    Amnesty International menyatakan pihak berwenang melakukan hukuman gantung massal di ruang bawah tanah gedung merah usai persidangan alu.

    “Para korban dipukuli, digantung, dan dibuang secara rahasia,” lanjut mereka.

    Jadi tempat penghilangan paksa

    Selain eksekusi dan penyiksaan, penghilangan paksa juga menandai sejarah kelam penjara tersebut.

    Sejak 2011, PBB memperkirakan lebih dari 100.000 warga Suriah hilang di seluruh negeri tanpa diketahui nasibnya.

    Banyak dari mereka diyakini telah ditahan di Sednaya pada waktu tertentu.

    (isa/dna)

  • Demo Tuntut Presiden Mundur di Korsel Kembali Bergolak

    Demo Tuntut Presiden Mundur di Korsel Kembali Bergolak

    Jakarta, CNN Indonesia

    Warga Korea Selatan kembali berdemo menentang Presiden Yoon Suk Yeol pada Rabu (11/12).

    Demo di Majelis Nasional ini dihadiri 50 ribu orang usai Presiden Yoon Suk Yeol mengumumkan darurat militer.

    Aksi massa ini terjadi setelah Kepolisian Korea Selatan menggeledah Kantor Kepresidenan yang secara signifikan meningkatkan investigasi terhadap Yoon.

    Sementara itu, Partai Demokrat Korea Selatan berencana mengadakan pemungutan suara di parlemen untuk kembali memakzulkan Yoon pada Sabtu (14/12) dengan beberapa anggota partai pengusung presiden.