Category: CNNindonesia.com Internasional

  • Mahasiswa Asing Didesak Balik Kuliah sebelum Trump Dilantik, Ada Apa?

    Mahasiswa Asing Didesak Balik Kuliah sebelum Trump Dilantik, Ada Apa?

    Jakarta, CNN Indonesia

    Sejumlah perguruan tinggi di Amerika Serikat ramai-ramai mendesak mahasiswa internasionalnya segera kembali ke kampus sebelum Presiden terpilih Donald Trump dilantik pada 20 Januari.

    Kantor Pembelajaran Global Universitas Cornell meminta para mahasiswa asing yang bepergian ke luar negeri untuk kembali sebelum semester musim semi dimulai pada 21 Januari. Pasalnya, jika kembali setelah Trump dilantik, akan ada potensi diberlakukannya larangan perjalanan.

    “Larangan perjalanan kemungkinan akan berlaku segera setelah pelantikan,” demikian peringatan Universitas Cornell, seperti dikutip CNN.

    “Larangan itu kemungkinan mencakup warga negara yang ditargetkan dalam pemerintahan pertama Trump, yakni Kirgizstan, Nigeria, Myanmar, Sudan, Tanzania, Iran, Libya, Korea Utara, Suriah, Venezuela, Yaman, dan Somalia. Negara-negara baru dapat ditambahkan dalam daftar ini, terutama China dan India,” lanjut pernyataan tersebut.

    Universitas California Selatan (USC), yang memiliki lebih dari 17 ribu mahasiswa asing, juga mendesak pelajarnya balik ke AS satu minggu sebelum pelantikan Trump.

    Mereka menilai satu atau lebih “perintah eksekutif” yang berdampak pada perjalanan dan pemrosesan visa kemungkinan akan dirilis.

    “Meskipun belum ada kepastian bahwa perintah semacam itu akan dikeluarkan, namun cara teraman untuk menghindari tantangan apa pun yakni dengan hadir secara fisik di AS sebelum semester Musim Semi dimulai pada 13 Januari 2025,” demikian pernyataan kampus dengan mahasiswa internasional terbesar di California itu.

    Kantor Urusan Global di Universitas Massachusetts Amherst juga mendesak semua mahasiswa, penerima beasiswa, dosen, dan staf internasional kembali ke kampus sebelum hari pertama pemerintahan baru dimulai.

    Institut Teknologi Massachusetts (MIT) turut meminta mahasiswa menghindari “mengambil keputusan berdasarkan media sosial atau rumor.”

    Senada, Northeastern University juga meminta para pelajar internasional kembali ke kampus pada 6 Januari guna “meminimalkan potensi gangguan terhadap studi, pekerjaan, atau penelitian Anda.”

    Kantor Internasional Universitas Harvard turut menyarankan mahasiswa dan penerima beasiswa agar kembali sebelum dimulainya semester di bulan Januari untuk menghindari gangguan apa pun.

    Wesleyan University, dalam suratnya kepada mahasiswa yang bepergian ke luar negeri, juga merekomendasikan agar mereka kembali pada 19 Januari di tengah “ketidakpastian seputar rencana Presiden terpilih Donald Trump mengenai kebijakan terkait imigrasi.”

    Pada Oktober 2023, Trump berjanji untuk menerapkan kebijakan imigrasi yang lebih ketat setelah kembali ke Gedung Putih. Ia menyatakan bakal memperluas larangan perjalanan bagi warga dari negara mayoritas Muslim dan mencabut visa pelajar asing yang dinilai “anti-Amerika dan antisemit.”

    Ucapan Trump ini mengacu pada demonstrasi yang dilakukan sejumlah mahasiswa di AS yang memprotes agresi Israel di Jalur Gaza, Palestina.

    Trump mengkritik protes pro-Palestina tersebut dan mengatakan akan mengirim petugas imigrasi dan bea cukai mencekal para “demonstran pro-jihadis.”

    Di AS, ada lebih dari 1,1 juta mahasiswa internasional yang terdaftar di perguruan tinggi AS selama 2023-2024. Mereka umumnya memiliki visa non-imigran yang memungkinkan mereka belajar di AS namun tidak memberikan legalitas untuk tinggal di negara tersebut.

    “Ini adalah waktu yang menakutkan bagi mahasiswa internasional,” kata Pramath Pratap Misra (23), mahasiswa dari India yang lulus dari Universitas New York tahun ini dengan gelar sarjana ilmu politik.

    “Kami sangat tidak yakin mengenai masa depan,” kata Gabrielle Balreira Fontenelle Mota (21), mahasiswa asal Brasil yang belajar jurnalistik dan hubungan internasional di Universitas New York (NYU).

    “Saya bukan dari negara Muslim atau dari China, yang merupakan tempat-tempat yang biasanya dikritik Trump. Jadi saya tidak merasa rentan seperti mahasiswa internasional lainnya. Apa yang membuat saya sedikit lebih khawatir adalah penyaringan ideologis yang (Trump) katakan akan dia terapkan,” lanjut Mota.

    Para petinggi NYU telah menawarkan jaminan melalui email pasca-pemilihan presiden bulan lalu bahwa pihaknya akan memastikan keamanan mobilitas para mahasiswa asingnya.

    “Kami akan memantau setiap proposal undang-undang, dan tindakan terkait imigrasi yang dapat menjadi perhatian civitas kami,” demikian pernyataan NYU.

    (blq/bac)

    [Gambas:Video CNN]

  • Dugaan Azerbaijan Airlines Kena Rudal Rusia: Banyak Lubang di Pesawat

    Dugaan Azerbaijan Airlines Kena Rudal Rusia: Banyak Lubang di Pesawat

    Jakarta, CNN Indonesia

    Sejumlah lubang besar ditemukan di ekor pesawat Azerbaijan Airlines, menguatkan dugaan bahwa kapal terbang itu jatuh akibat diserang.

    Foto-foto dan video yang beredar luas menunjukkan lubang-lubang menganga lebar di bagian belakang pesawat jenis Embraer 190 tersebut.

    Warganet pun menilai lubang itu kemungkinan disebabkan oleh serpihan rudal yang meledak tak jauh dari badan pesawat. Netizen percaya pesawat penerbangan 8243 itu telah ditembak jatuh oleh serangan udara, demikian dilaporkan Anadolu Agency.

    Dugaan ini muncul setelah pesawat Azerbaijan Airlines dengan rute penerbangan Baku (Azerbaijan) ke Grozny (Rusia) gagal mendarat di ibu kota Chechnya, Rusia, pada Rabu (25/12).

    Pesawat itu justru mendarat di Kota Aktau, Kazakhstan, dengan tubuh pesawat hancur usai menubruk landasan pacu dan terbakar.

    Sejumlah pakar penerbangan menyatakan bahwa pesawat Azerbaijan Airlines kemungkinan telah ditembak oleh sistem pertahanan udara Rusia di atas wilayah Republik Chechnya.

    Seorang pejabat AS juga mengatakan kepada Reuters bahwa ada indikasi awal sistem anti-pesawat Rusia menyerang pesawat tersebut.

    Ketika dikonfirmasi oleh BBC, kantor kejaksaan di Baku menyatakan pihaknya masih menyelidiki penyebab jatuhnya pesawat.

    Sejumlah sumber dari pemerintah Azerbaijan sementara itu mengonfirmasi kepada Euronews bahwa rudal permukaan-ke-udara Rusia bertanggung jawab atas kecelakaan ini.

    Menurut sumber-sumber pemerintah tersebut, terdapat aktivitas drone di atas Kota Grozny ketika pesawat penerbangan 8243 mengudara. Sistem pertahanan udara Rusia lantas menembak pesawat tersebut seiring dengan operasinya terhadap drone.

    Rudal itu pun diduga meledak di samping pesawat dan pecahan pelurunya mengenai penumpang.

    Para sumber mengatakan pilot sempat berupaya meminta pendaratan darurat ke bandara Rusia mana pun, namun tak diberikan izin.

    Pesawat yang terkena pecahan proyektil rudal itu pun diperintahkan terbang melintasi Laut Kaspia menuju Kota Aktau di Kazakhstan.

    Sumber-sumber pemerintah Azerbaijan mengatakan kepada outlet internasional yang berbasis di Baku AnewZ bahwa rudal itu ditembakkan dari sistem pertahanan udara Pantsir-S.

    Menurut laporan BBC, komite investigasi yang terdiri dari otoritas Azerbaijan dan Kazakhstan tampaknya sudah memiliki bukti untuk ini namun menunggu Rusia untuk mengumumkannya terlebih dulu.

    Azerbaijan diduga tak ingin membuat Presiden Rusia Vladimir Putin kesal dengan menyalahkan Kremlin sehingga menunggu agar Rusia yang mengakuinya.

    Insiden ini menewaskan 38 orang dari total 67 penumpang termasuk awak kabin.

    Pemerintah Azerbaijan telah memperingati hari berkabung nasional pada Kamis (26/12) untuk mengenang para korban kecelakaan.

    (blq/bac)

  • Azerbaijan Airlines Jatuh Diduga Gegara Rudal Rusia, Moskow Buka Suara

    Azerbaijan Airlines Jatuh Diduga Gegara Rudal Rusia, Moskow Buka Suara

    Jakarta, CNN Indonesia

    Rusia segera buka suara menanggapi sejumlah klaim bahwa pesawat Azerbaijan Airlines jatuh pada Rabu (25/12) karena rudal dari negara itu.

    Moskow membantah tegas bahwa pihaknya menembak pesawat Azerbaijan Airlines dengan rudal hingga mengakibatkan kapal terbang itu jatuh.

    Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Rusia tidak mungkin menembakkan rudal ke pesawat komersial yang membawa penumpang sipil.

    “Kami, tentu saja, tidak akan melakukan ini dan tidak seorang pun boleh melakukan ini,” kata Peskov di Moskow.

    “Mengajukan hipotesis apa pun sebelum hasil investigasi keluar adalah hal yang salah,” ucap dia.

    Sejumlah pakar penerbangan sebelumnya menyatakan bahwa pesawat Azerbaijan Airlines kemungkinan telah ditembak oleh sistem pertahanan udara Rusia di atas wilayah Republik Chechnya.

    Seorang pejabat AS juga mengatakan kepada Reuters bahwa ada indikasi awal sistem anti-pesawat Rusia menyerang pesawat jenis Embraer 190 itu.

    Ketika ditanya oleh BBC, kantor kejaksaan di Baku menyatakan pihaknya masih menyelidiki penyebab jatuhnya pesawat.

    Sejumlah sumber dari pemerintah Azerbaijan sementara itu mengonfirmasi kepada Euronews bahwa rudal Rusia bertanggung jawab atas kecelakaan di Kota Aktau, Kazakhstan, ini.

    Menurut sumber-sumber pemerintah tersebut, ada aktivitas drone di atas Kota Grozny ketika pesawat penerbangan 8243 mengudara. Rudal permukaan-ke-udara Rusia lantas menembak pesawat tersebut seiring dengan operasinya terhadap drone.

    Rudal itu pun meledak di samping pesawat dan pecahan pelurunya mengenai penumpang.

    Para sumber mengatakan pilot sempat berupaya meminta pendaratan darurat ke bandara Rusia mana pun namun tak diberikan izin.

    Pesawat yang telah rusak karena terkena pecahan peluru itu pun diperintahkan terbang melintasi Laut Kaspia menuju Kota Aktau di Kazakhstan.

    Sumber-sumber pemerintah Azerbaijan mengatakan kepada outlet internasional yang berbasis di Baku AnewZ bahwa rudal itu ditembakkan dari sistem pertahanan udara Pantsir-S.

    Komite investigasi yang terdiri dari pejabat Azerbaijan dan Kazakhstan tampaknya sudah memiliki bukti untuk ini namun menunggu Rusia untuk mengumumkannya lebih dulu.

    Azerbaijan diduga tak ingin membuat Presiden Rusia Vladimir Putin kesal dengan menyalahkan Kremlin sehingga menunggu agar Rusia yang mengakuinya, demikian dilansir dari BBC.

    Pesawat Azerbaijan Airlines jatuh di Kota Aktau, Kazakhstan, pada Rabu (25/12) pagi.

    Pesawat itu seharusnya terbang dari Baku ke Kota Grozny namun mengalihkan rutenya ke lepas pantai timur Laut Kaspia. Maskapai sebelumnya beralasan pesawat dialihkan karena kabut tebal.

    Insiden ini menewaskan 38 orang dari total 67 penumpang termasuk awak kabin. Sekitar 28 orang selamat dari kecelakaan ini.

    Pemerintah Azerbaijan telah memperingati hari berkabung nasional pada Kamis (26/12) untuk mengenang para korban kecelakaan.

    (blq/bac)

  • Pesawat Bos WHO Kena Rudal Israel yang Hatam Bandara Yaman

    Pesawat Bos WHO Kena Rudal Israel yang Hatam Bandara Yaman

    Jakarta, CNN Indonesia

    Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus berada di Bandara Internasional Sanaa, Yaman, saat Israel membombardir fasilitas tersebut dengan rudal dan drone pada Kamis (26/12).

    Melalui unggahan di X, Tedros mengatakan dia hanya berjarak beberapa meter dari hantaman proyektil Israel, namun menekankan kondisinya aman.

    “Saat kami hendak menaiki pesawat dari Sana’a, sekitar dua jam yang lalu, bandara itu dibombardir dari udara. Salah satu awak pesawat kami terluka,” ucap Tedros dalam unggahannya.

    Tedros mengatakan sejumlah sudut bangunan bandara rusak imbas gempuran Israel itu. Setidaknya dua orang dilaporkan tewas imbas serangan udara Israel ini ke bandara.

    “Kami harus menunggu kerusakan di bandara diperbaiki sebelum kami dapat berangkat,” ucapnya seperti dikutip AFP.

    Tedros berada di Yaman sebagai bagian dari misi untuk mengupayakan pembebasan staf PBB yang ditahan milisi Houthi dan menilai situasi kesehatan dan kemanusiaan di negara yang masih dilanda perang sipil sejak 2011 lalu itu.

    Dia mengatakan misi itu “berakhir hari ini”, dan “kami terus menyerukan pembebasan segera para tahanan.”

    Saat hendak menaiki pesawat mereka, dia mengatakan “bandara itu dibombardir udara”.

    “Menara kontrol lalu lintas udara, ruang tunggu keberangkatan, hanya beberapa meter dari tempat kami berada, dan landasan pacu rusak.”

    Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke Yaman dengan menargetkan Bandara Internasional Ibu Kota Sanaa hingga markas militer negara tersebut pada Kamis (26/12). Serangan Israel ini balasan atas serangan milisi Houthi pada akhir pekan lalu yang mencapai Tel Aviv hingga melukai puluhan orang.

    Sementara itu, serangan Israel ini menyasar bandara, fasilitas militer, dan pembangkit listrik di Yaman yang sampai saat ini dikuasai oleh milisi Houthi. Houthi merupakan bagian dari aliansi milisi Timur Tengah yang dekat dengan Iran atau “Poros Perlawanan”.

    Menurut saksi mata kepada AFP memaparkan Israel menghantam Bandara Internasional Sanaa dengan “lebih dari enam” rudal. Serangan udara juga menyasar pangkalan udara Al-Dailami tak jauh dari bandara. 

    (rds)

    [Gambas:Video CNN]

  • Daftar Negara yang Hilang dari Peta Dunia

    Daftar Negara yang Hilang dari Peta Dunia

    Daftar Isi

    Jakarta, CNN Indonesia

    Sebuah negara yang sudah merdeka dan punya wilayah sendiri umumnya akan tercatat di peta dunia, baik peta dunia dalam bentuk digital maupun cetak.

    Namun, ada juga negara-negara yang kini sudah hilang dari peta dunia. Mereka kini sudah tidak tercatat lagi di peta dunia, baik dalam bentuk digital maupun cetak

    Dilansir World Population Review, sebuah negara bisa hilang dari peta dunia karena beberapa hal, seperti peperangan, pertikaian politik, atau reformasi.

    Hal-hal tersebut bisa menyebabkan suatu negara terpisah atau bersatu membentuk negara baru sehingga tidak lagi tercatat di peta dunia saat ini.

    Berikut daftar negara yang hilang dari peta dunia seperti yang sudah dirangkum CNNIndonesia.com.

    Uni Soviet

    Uni Soviet merupakan salah satu negara yang kini hilang dari peta dunia. Sebab pada 1991, negara ini sudah terpecah menjadi 15 negara baru.

    Beberapa di antaranya, seperti Ukraina, Polandia, Kazakhstan, dan Uzbekistan. Negara-negara ini mulanya tergabung ke dalam kekuasaan Uni Soviet.

    Yugoslavia

    Yugoslavia juga kini sudah hilang di peta dunia. Sama dengan Uni Soviet, negara ini juga terpecah menjadi enam negara merdeka pada 1990-an.

    Negara-negara merdeka yang hasil pecahan dari Yugoslavia, antara lain, dari Kroasia, Bosnia dan Herzegovina, Serbia, Montenegro, Makedonia Utara, dan Slovenia.

    Cekoslovakia

    Cekoslovakia mulanya merupakan negara kesatuan yang terdiri dari Republik Ceko dan Slovakia.

    Namun, pada 1993, kedua negara tersebut akhirnya memutuskan untuk memisahkan diri agar bisa menjadi negara merdeka.

    Hal ini membuat Cekoslovakia tidak lagi tercatat di dalam peta dunia. Sebab, saat ini, Ceko dan Slovakia sudah menjadi negara merdeka.

    Austria-Hungria

    Austria-Hungaria juga merupakan salah satu negara yang saat ini sudah tidak lagi tercatat di peta dunia.

    Setelah Perang Dunia 1, negara ini sudah terpecah menjadi beberapa negara merdeka, yakni Austria, Hungaria, Italia, Polandia, dan Italia.

    Vietnam Utara dan Vietnam Selatan

    Vietnam Utara dan Vietnam Selatan awalnya merupakan dua negara yang berbeda. kedua negara tersebut punya wilayah dan pemerintahannya masing-masing.

    Namun, pada 1975, kedua negara ini bersatu menjadi negara merdeka karena peristiwa perang saudara Vietnam.

    Jerman Timur dan Jerman Barat

    Jerman Timur dan Jerman Barat saat ini juga sudah tidak lagi tampak di peta dunia. Sebab, kedua negara ini kini telah bersatu membentuk negara baru, yakni Jerman.

    Persatuan ini terjadi pada 1990-an ketika tembok Jerman diruntuhkan warga agar Jerman Barat dan Timur bersatu menjadi negara merdeka yang baru.

    Tanganyika dan Zanzibar

    Tanganyika dan Zanzibar mulanya merupakan dua negara yang berbeda. Dengan kata lain, kedua negara tersebut punya wilayah dan pemerintahannya masing-masing.

    Namun, pada 1963, kedua negara ini bergabung dan membentuk negara baru bernama Tanzania. Sejak saat itulah Tanganyika dan Zanzibar tidak lagi tercatat di peta dunia.

    (gas/dna)

  • Serangan Besar-besaran Israel ke Yaman, Hantam Bandara-Markas Militer

    Serangan Besar-besaran Israel ke Yaman, Hantam Bandara-Markas Militer

    Jakarta, CNN Indonesia

    Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke Yaman dengan menargetkan Bandara Internasional Ibu Kota Sanaa hingga markas militer negara tersebut pada Kamis (26/12). Serangan Israel ini balasan atas serangan milisi Houthi beberapa waktu lalu.

    Serangan ini menyasar bandara, fasilitas militer, dan pembangkit listrik di Yaman yang sampai saat ini dikuasai oleh milisi Houthi. Houthi merupakan bagian dari aliansi milisi Timur Tengah yang dekat dengan Iran atau “Poros Perlawanan”.

    Menurut saksi mata kepada AFP memaparkan Israel menghantam Bandara Internasional Sanaa dengan “lebih dari enam” rudal. Serangan udara juga menyasar pangkalan udara Al-Dailami tak jauh dari bandara. 

    Serangkaian serangan juga diarahkan ke pembangkit listrik di Hodeida, kata seorang saksi mata dan stasiun TV resmi Houthi, Al-Masirah.

    Juru bicara Houthi, Mohammed Abdulsalam, menyebut serangan Israel ini terjadi sehari setelah Houthi menembakkan rudal dan dua drone ke Israel. Houthi menganggap serangan Israel ini “kejahatan Zionis terhadap seluruh rakyat Yaman.”

    Sementara itum militer Israel menyatakan bahwa pasukan jet tempurnya telah “melakukan serangan berbasis intelijen terhadap target militer milik rezim teroris Houthi.”

    Target tersebut termasuk “infrastruktur militer” di bandara dan pembangkit listrik di Sanaa dan Hodeida, serta fasilitas lainnya di pelabuhan Hodeida, Salif, dan Ras Kanatib, menurut pernyataan Israel.

    “Target-target militer ini digunakan oleh rezim teroris Houthi untuk menyelundupkan senjata Iran ke kawasan dan untuk memasukkan pejabat tinggi Iran,” tambah pernyataan itu.

    “Rezim teroris Houthi adalah bagian sentral dari poros teror Iran,” katanya.

    Pada Sabtu pekan lalu, Houthi lebih dulu melancarkan serangan rudal dan drone ke Israel hingga mencapai ibu kota Tel Aviv. Insiden itu melukai 16 orang.

    Serangan Houthi itu memicu amarah dan ultimatum dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Ia segera memerintahkan militer Israel melancarkan serangan balasan dan menghancurkan infrastruktur kelompok pemberontak tersebut.

    “Saya telah menginstruksikan pasukan kami untuk menghancurkan infrastruktur Houthi karena siapa pun yang mencoba menyakiti kami akan diserang dengan kekuatan penuh,” kata Netanyahu di parlemen.

    Houthi telah menembakkan serangkaian rudal dan drone ke Israel sejak agresi brutal Israel di Jalur Gaza Palestina meletus pada Oktober tahun lalu. Houthi mengklaim serangannya ke Israel selama ini merupakan bentuk solidaritas terhadap Palestina.

    (rds)

    [Gambas:Video CNN]

  • Pasukan PBB Nyalakan ‘Siaga’ atas Kebrutalan Israel di Lebanon

    Pasukan PBB Nyalakan ‘Siaga’ atas Kebrutalan Israel di Lebanon

    Jakarta, CNN Indonesia

    Pasukan penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon menyalakan ‘siaga bahaya’ atas kebrutalan Israel di Lebanon selatan. 

    UNIFIL menyampaikan kekhawatirannya terkait aksi serangan yang terus dilakukan oleh Israel di tengah perjanjian gencatan senjata dengan Hizbullah.

    Melalui keterangan resminya, UNIFIL mengaku khawatir terhadap serangan yang masih dilakukan oleh tentara Israel atau IDF terhadap pemukiman hingga lahan pertanian yang ada di wilayah Lebanon Selatan.

    “Ada kekhawatiran mengenai berlanjutnya penghancuran oleh IDF di daerah pemukiman, lahan pertanian dan jaringan jalan di wilayah Lebanon selatan,” ujar UNIFIL dikutip dari AFP, pada Kamis (26/12).

    UNIFIL menilai aksi yang dilakukan oleh tentara Israel selama periode gencatan senjata juga telah melanggar perjanjian 1701 yang diadopsi oleh Dewan Keamanan PBB.

    Mereka juga memerintahkan agar pemerintah Israel untuk segera menarik seluruh pasukannya yang ada di wilayah Lebanon dan mengikuti perjanjian 1701.

    Dalam perjanjian tersebut dijelaskan bahwa di wilayah Lebanon Selatan hanya diperbolehkan bagi pasukan penjaga perdamaian PBB dan Lebanon. Perjanjian itu juga memerintahkan agar pasukan Israel untuk mundur dari wilayah Lebanon.

    “Setiap tindakan yang membahayakan gencatan senjata permusuhan harus dihentikan,” tegas UNIFIL.

    (tfq/bac)

  • AS Indikasi Kuat Azerbaijan Airlines Jatuh Gegara Ditembak Rusia

    AS Indikasi Kuat Azerbaijan Airlines Jatuh Gegara Ditembak Rusia

    Jakarta, CNN Indonesia

    Seorang pejabat Amerika Serikat menyatakan indikasi awal menunjukkan pesawat Azerbaijan Airlines yang jatuh di Kazakhstan pada Rabu (25/12) gegara hantaman sebuah sistem pertahanan udara Rusia. Insiden itu menewaskan 38 orang.

    Pernyataan pejabat AS tersebut, yang berbicara secara anonim itu, muncul setelah laporan media juga mewartakan bahwa pihak berwenang Azerbaijan sama-sama meyakini bahwa rudal darat Rusia menjadi penyebab kecelakaan pesawat yang mengangkut total 67 orang itu.

    Dikutup AFP, pejabat AS tersebut mengatakan bahwa jika indikasi tersebut terbukti benar, hal itu akan menggarisbawahi apa yang digambarkan AS sebagai tindakan ceroboh Rusia terkait invasinya di Ukraina sejak 2022.

    Belakangan, aktivitas drone hingga rudal memang semakin sering terjadi di wilayah Rusia dekat Ukraina seperti Ingushetia dan Ossetia Utara. 

    Sementara itu, pesawat Embraer 190 itu jatuh saat dalam rute perjalanan dari Baku ke Kota Grozny, Rusia. Kota Grozny sendiri sedang dipertahankan dengan ketat oleh Rusia di tengah perangnya melawan Ukraina.

    Spekulasi soal kemungkinan pesawat jatuh karena tembakan rudal Rusia pertama kali muncul dari sumber resmi Azerbaijan.

    Dikutip Euronews, tim penyelidik mendapat kesaksian dari penumpang selamat. Penumpang tersebut mendengar ledakan diikuti oleh pecahan peluru menghantam pesawat serta merusak badan pesawat saat mendekati kota Grozny.

    Informasi yang diperoleh Euronews ini sesuai dengan laporan berita dari saluran berita internasional AnewZ yang berbasis di Azerbaijan.

    AnewZ mengutip blogger militer Rusia yang mengeklaim “kerusakan pada pesawat menunjukkan pesawat mungkin secara tidak sengaja terkena serangan sistem rudal pertahanan udara.”

    Jika spekulasi kabar ini terkonfirmasi, insiden ini akan berkorelasi dengan jatuhnya pesawat MH17 yang ditembak jatuh dengan rudal oleh pasukan yang didukung Rusia di Donbas pada tahun 2014 lalu.

    (rds/rds)

    [Gambas:Video CNN]

  • Horor Evakuasi Korban Kecelakaan Azerbaijan Airlines

    Horor Evakuasi Korban Kecelakaan Azerbaijan Airlines

    Jakarta, CNN Indonesia

    Jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan jatuhnya pesawat Azerbaijan Airlines di Kazakhstan menjadi 38 orang.

    Pesawat itu disebut mengangkut 67 orang, dengan 62 orang penumpang dan 5 awak kabin.

    Para penumpang pesawat tercatat 37 warga negara Azerbaijan, 6 warga Kazakhstan, 3 dari Kirgistan, dan 16 warga Rusia.

    Korban yang selamat telah dibawa ke rumah sakit, dengan dua di antaranya merupakan anak-anak.

    Pesawat Azerbaijan Airlines jenis Embraer 190 jatuh di Kota Aktau pada Rabu (25/12) usai terbang dari Baku, Azerbaijan, menuju Kota Grozny, Rusia.

  • AS Indikasi Kuat Azerbaijan Airlines Jatuh Gegara Ditembak Rusia

    2 Dugaan Penyebab Pesawat Azerbaijan Airlines Jatuh di Kazakhstan

    Jakarta, CNN Indonesia

    Penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengetahui penyebab kecelakaan pesawat Azerbaijan Airlines yang jatuh di daerah pesisir dekat Kota Aktau, Kazakhstan, Rabu (25/12).

    Otoritas Kazakhstan dan Azerbaijan masih terus mengumpulkan bukti-bukti untuk memastikan penyebab kecelakaan pesawat bermesin turbin jet jenis Embraer 190 itu.

    Kecelakaan tersebut menewaskan sedikitnya 38 orang dan 29 lainnya selamat.

    Setidaknya terdapat dua dugaan yang mengemuka di publik mengenai penyebab Pesawat Azerbaijan Airlines jatuh di dekat Kota Aktau, Kazakhstan, pada Rabu (25/12) kemarin.

    1. Menabrak burung

    Dugaan pertama penyebabnya lantaran tanki oksigen kabin pesawat meledak setelah menabrak seekor burung.

    Russia Today melaporkan bahwa Kementerian Kesehatan Kazakhstan membeberkan dugaan bahwa tabung oksigen meledak di dalam kabin pesawat usai menabrak burung.

    Kondisi itu menyebabkan seluruh orang yang ada di dalam pesawat hilang kesadaran, dilansir dari Armenpress. Ledakan tabung oksigen itu terjadi setelah mesin gagal berfungsi.

    2. Spekulasi kena serangan rudal Rusia

    Kemudian dugaan kedua muncul spekulasi jika pesawat Azerbaijan Airlines ditembak secara ‘tak sengaja’ oleh sistem pertahanan udara Rusia.

    Dikutip dari Euronews yang memperoleh informasi dari sumber resmi yang terkait dengan investigasi kecelakaan pesawat ini mendapatkan kesaksian dari penumpang selamat.

    Penumpang tersebut mendengar ledakan diikuti oleh pecahan peluru menghantam pesawat serta merusak badan pesawat saat mendekati kota Grozny di Rusia.

    Informasi yang diperoleh Euronews ini sesuai dengan laporan berita dari saluran berita internasional AnewZ yang berbasis di Azerbaijan.

    AnewZ mengutip blogger militer Rusia yang mengeklaim “kerusakan pada pesawat menunjukkan pesawat mungkin secara tidak sengaja terkena serangan sistem rudal pertahanan udara.”

    Otoritas setempat membeberkan sebanyak 32 orang selamat dari kecelakaan pesawat jenis Embraer 190 yang ditumpangi 67 orang tersebut. Jumlah korban selamat tersebut termasuk dua anak-anak.

    Sebelumnya sebuah rekaman video amatir memperlihatkan detik-detik pesawat Azerbaijan Airlines jatuh dan meledak di wilayah pesisir dekat Kota Aktau.

    Rekaman itu kemudian memperlihatkan sejumlah korban yang selamat dengan luka serius. Terdapat pula sejumlah jasad penumpang yang meninggal dunia terkapar tak jauh dari tempat kecelakaan pesawat Azerbaijan Airlines.

    (rzr/bac)