Category: CNNindonesia.com Internasional

  • Pesawat Air Canada Terbakar Saat Mendarat Darurat di Bandara Halifax

    Pesawat Air Canada Terbakar Saat Mendarat Darurat di Bandara Halifax

    Jakarta, CNN Indonesia

    Pesawat Air Canada terpaksa melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Halifax Stanfield, Kanada, setelah mengalami kerusakan pada roda pendaratannya pada Minggu (29/12).

    Penerbangan Air Canada 2259 yang berangkat dari Bandara Internasional St. John’s mengalami masalah pendaratan pada Sabtu (28/12) pukul 21:30 AST (01:30 GMT Minggu) yang menyebabkan pesawat tergelincir dan mesin terbakar.

    Insiden ini membuat penumpang panik lantaran api terlihat membesar di bagian mesin. Tim penyelamat segera melakukan evakuasi penumpang. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

    Penumpang bernama Nikki Valentine mengatakan salah satu ban pesawat tidak berfungsi dengan baik saat mendarat.

    [Gambas:Instagram]

    “Pesawat mulai miring sekitar 20 derajat ke kiri, dan saat itu terjadi, kami mendengar suara keras yang hampir terdengar seperti suara benturan ketika sayap pesawat mulai tergelincir di sepanjang landasan, bersama dengan, saya kira, mesinnya,” katanya kepada CBC News yang dikutip Anadolu Agency.

    Setelah mendarat, penumpang di dalam pesawat dievakuasi dan dibawa ke hanggar untuk diperiksa oleh paramedis.

    Sebagai tindakan pencegahan, penerbangan di Bandara Halifax sempat hentikan sementara setelah insiden tersebut. Namun, satu landasan telah dibuka kembali pada dini hari Minggu.

    (tim/isn)

    [Gambas:Video CNN]

  • Saat Tersadar Saya Sudah Diselamatkan

    Saat Tersadar Saya Sudah Diselamatkan

    Jakarta, CNN Indonesia

    Salah satu korban selamat dalam kecelakaan Pesawat Jeju Air di Bandara Muan, Korea Selatan, dalam keadaan sadar dan dapat berkomunikasi dengan baik.

    Pria bermarga Lee berusia 33 tahun itu mengaku tak mengingat saat ledakan pesawat. Ia hanya ingat saat terbangun ia sudah berada di rumah sakit.

    “Saat saya terbangun, saya sudah diselamatkan,” katanya kepada dokter di rumah sakit, menurut Direktur Rumah Sakit Ju Woong dalam konferensi pers dikutip Yonhap News.

    Lee merupakan seorang pramugara selamat bersama dengan satu rekannya lagi. Sementara 179 orang meninggal dalam insiden yang terjadi Minggu (29/12) itu.

    Ju mengatakan dia tidak menanyakan rincian kecelakaan itu kepada Lee agar ia berfokus pada penyembuhan terlebih dahulu.

    “Dia sepenuhnya mampu berkomunikasi,” kata Ju.

    “Belum ada indikasi kehilangan ingatan atau hal semacamnya.”

    Lee saat ini dirawat di unit perawatan intensif di Rumah Sakit Universitas Wanita Ewha di Seoul barat, setelah didiagnosis mengalami beberapa patah tulang.

    Ju mengatakan dia mendapatkan perawatan khusus karena kemungkinan efek lanjutan, termasuk kelumpuhan total.

    Sementara itu, korban selamat lainnya, seorang pramugari berusia 25 tahun bermarga Koo, sedang dirawat di Pusat Medis Asan di bagian timur Seoul.

    Dia dilaporkan dalam kondisi stabil meskipun mengalami cedera di pergelangan kaki dan kepala.

    Staf medis menolak menjawab pertanyaan wartawan tentang kondisinya.

    Kecelakaan pesawat Jeju Air dikonfirmasi setelah layanan darurat menerima panggilan di Bandara Internasional Muan yang berlokasi di Provinsi Jeolla Selatan. Ini terjadi sekitar pukul 09.00 waktu setempat.

    Pesawat mengalami kecelakaan saat akan mendarat usai terbang dari Bangkok, Thailand. Sebuah video menampilkan pesawat Jeju Air itu mengepulkan gumpalan asap dari mesin, sebelum seluruh badan pesawat dengan cepat dilalap api.

    Berdasarkan sejumlah sumber, mesin pesawat mengalami kerusakan akibat menabrak kawanan burung. Di lain sisi, pesawat juga tidak mengeluarkan roda pendaratan saat akan mendarat sehingga kehilangan kendali di landasan pacu.

    Boeing 737-8AS milik maskapai Jeju Air itu teregistrasi dengan nomor penerbangan 7C2216 dan kode HL8088.

    (isn/isn)

    [Gambas:Video CNN]

  • Dua Black Box Jeju Air Ditemukan Usai Kecelakaan

    Dua Black Box Jeju Air Ditemukan Usai Kecelakaan

    Jakarta, CNN Indonesia

    Kotak hitam alias black box dari pesawat Jeju Air yang kecelakaan di Bandara Muan, Korea Selatan, ditemukan. Ada dua bagian kotak hitam itu, yakni perekam suara kokpit dan perekam data penerbangan.

    “Kotak hitam baik perekam suara kokpit maupun perekam data penerbangan kini telah ditemukan,” kata Wakil Menteri Transportasi Korea Selatan Joo Jong-wan, dikutip dari AFP, Minggu (29/12).

    Menurut laporan, 179 orang yang ada di pesawat Jeju Air meninggal dunia. Hanya ada dua orang yang selamat yang keduanya merupakan pramugari.

    Jeju Air yang berangkat dari Thailand ke Korea Selatan itu membawa total 181 orang. Terdiri dari 175 penumpang dan 6 awak kabin.

    Pesawat itu mengalami kecelakaan saat mendarat, Minggu pagi. Badan pesawat mendarat tanpa roda, menabrak pagar pembatas dan terbakar.

    Kecelakaan pesawat itu diduga disebabkan dua hal, yakni tabrakan dengan kawanan burung dan cuaca buruk. Pemadam kebakaran Korea Selatan menyatakan dua penyebab itu memantik kerusakan mesin.

    (tim/tsa)

    [Gambas:Video CNN]

  • Semua Penumpang Pesawat Jeju Air Dinyatakan Tewas, Kecuali 2 Pramugari

    Semua Penumpang Pesawat Jeju Air Dinyatakan Tewas, Kecuali 2 Pramugari

    Jakarta, CNN Indonesia

    Sebanyak 179 penumpang Jeju Air dipastikan tewas dalam kecelakaan di Bandara Muan, Korea Selatan.

    National Fire Agency Korsel memastikan data tersebut merupakan jumlah korban final dari peristiwa nahas yang terjadi. Itu artinya semua penumpang meninggal dunia kecuali dua pramugari yang berhasil selamat.

    “Dari 179 korban tewas, 65 orang telah teridentifikasi,” tulis National Fire Agency Korsel, dikutip dari AFP, Minggu (29/12).

    Pesawat berusia 15 tahun 4 bulan itu disebut mengangkut 181 penumpang.

    Kecelakaan pesawat Jeju Air dikonfirmasi setelah layanan darurat menerima panggilan di Bandara Internasional Muan yang berlokasi di Provinsi Jeolla Selatan. Ini terjadi sekitar pukul 09.00 waktu setempat.

    Pesawat mengalami kecelakaan saat akan mendarat usai terbang dari Bangkok, Thailand. Sebuah video menampilkan pesawat Jeju Air itu mengepulkan gumpalan asap dari mesin, sebelum seluruh badan pesawat dengan cepat dilalap api.

    Berdasarkan sejumlah sumber, mesin pesawat mengalami kerusakan akibat menabrak kawanan burung. Di lain sisi, pesawat juga tidak mengeluarkan roda pendaratan saat akan mendarat sehingga kehilangan kendali di landasan pacu.

    Boeing 737-8AS milik maskapai Jeju Air itu teregistrasi dengan nomor penerbangan 7C2216 dan kode HL8088.

    (skt/wis)

    [Gambas:Video CNN]

  • Korban Tewas Kecelakaan Pesawat Jeju Air Jadi 120 Orang

    Korban Tewas Kecelakaan Pesawat Jeju Air Jadi 120 Orang

    Jakarta, CNN Indonesia
    Korban tewas dalam kecelakaan pesawat Jeju Air di Bandara Muan Korea Selatan pada Minggu (29/12) bertambah jadi 120 orang.

    Bagikan:

    url telah tercopy

  • Semua Penumpang Jeju Air Hampir Dipastikan Tewas, Kecuali 2 Pramugari

    Semua Penumpang Jeju Air Hampir Dipastikan Tewas, Kecuali 2 Pramugari

    Jakarta, CNN Indonesia

    Seluruh penumpang dan awak kabin Jeju Air yang mengalami kecelakaan di Bandara Muan, Korea Selatan, hampir dipastikan meninggal dunia. Hanya ada dua orang yang berhasil selamat, keduanya merupakan pramugari.

    Dilansir AFP, Minggu (29/12), Jeju Air yang berangkat dari Thailand ke Korea Selatan itu membawa total 181 orang. Terdiri dari 175 penumpang dan 6 awak kabin.

    Pesawat itu mengalami kecelakaan saat mendarat. Badan pesawat mendarat tanpa roda, menabrak pagar pembatas dan terbakar.

    Kecelakaan pesawat itu diduga disebabkan dua hal, yakni tabrakan dengan kawanan burung dan cuaca buruk. Pemadam kebakaran Korea Selatan menyatakan dua penyebab itu memantik kerusakan mesin.

    Namun, penjelasan rinci terkait penyebab akan diumumkan setelah investigasi gabungan selesai.

    Menurut keterangan, pesawat hancur total sehingga menyulitkan proses evakuasi. Identifikasi korban tewas juga jadi sulit.

    “Penumpang terlempar dari pesawat setelah menabrak dinding, sehingga peluang untuk selamat sangat kecil,” kata seorang petugas pemadam kebakaran.

    “Pesawat itu hampir hancur total. Mengidentifikasi korban tewas pun sulit. Proses ini memakan waktu sembari kami mengevakuasi jenazah,” lanjutnya.

    Sejauh ini, hanya dua orang yang berhasil diselamatkan. Keduanya adalah pramugari Jeju Air. AFP mencatat 167 orang dipastikan meninggal, sisanya masih dalam proses evakuasi.

    Sementara CNN mencatat korban tewas telah mencapai 176 penumpang. Catatan itu berdasarkan Badan Pemadam Kebakaran Korea. 

    Sebanyak 176 korban tewas itu terdiri dari 82 laki-laki, 83 perempuan, dan 11 orang yang belum diketahui jenis kelaminnya.

    Sementara jumlah korban yang ditemukan selamat hanya dua orang. Itu artinya masih ada 3 orang yang hilang. 

    (tim/tsa)

    [Gambas:Video CNN]

  • Suasana Duka di Ruang Tunggu Bandara Muan Korsel

    Suasana Duka di Ruang Tunggu Bandara Muan Korsel

    Jakarta, CNN Indonesia

    Tangis dan kecemasan para kerabat korban kecelakaan pesawat Jeju Air tampak di ruang tunggu Bandara Internasional Muan, Korea Selatan, Minggu (29/12).

    Mereka menunggu kabar dari pihak berwenang soal informasi korban.

    Teriakan histeris terdengar saat diumumkan nama 22 korban yang berhasil diidentifikasi.

    Hingga saat ini, tercatat 151 orang meninggal dunia dalam insiden nahas tersebut. Dua awak pesawat berhasil diselamatkan dari bagian ekor pesawat yang terbakar.

    Pesawat Jeju Air 7C2216 terbang dari Bangkok, Thailand, membawa 175 penumpang dan 6 awak.

  • Menlu Ucapkan Duka kepada Keluarga Korban Kecelakaan Pesawat Jeju Air

    Menlu Ucapkan Duka kepada Keluarga Korban Kecelakaan Pesawat Jeju Air

    Jakarta, CNN Indonesia

    Menteri Luar Negeri RI Sugiono turut menyampaikan duka cita atas kecelakaan tragis pesawat Jeju Air di Bandara International Muan, Korea Selatan, Minggu (29/12).

    Ia mengungkapkan rasa belasungkawa dan duka cita atas kejadian itu. Sugiono juga menyampaikan doa dan dukungannya untuk semua pihak yang terkena dampak kecelakaan tersebut.

    “Kami sangat berduka cita atas insiden tragis pesawat Jeju Air di Bandara Internasional Muan, Korea Selatan,” ujar Sugiono via akun Twitter/X @Menlu_RI.

    “Doa dan dukungan kami menyertai para korban, keluarga mereka, dan semua yang terkena dampak dari insiden menghancurkan ini,” lanjutnya.

    Pesawat Jeju Air bernomor penerbangan 7CC216 mengalami kecelakaan ketika hendak mendarat di Bandara Internasional Muan Korea Selatan. Pesawat itu semula terbang dari Bangkok ke Korea, tetapi mengalami masalah jelang pendaratan.

    Berdasarkan sejumlah sumber, mesin pesawat itu mengalami kerusakan akibat menabrak kawanan burung. Di sisi lain, ketika akan mendarat, pesawat juga tidak mengeluarkan roda pendaratan hingga kehilangan kendali di landasan pacu.

    Pesawat kemudian menabrak dinding pagar dan mengeluarkan gumpalan asap, sebelum seluruh badan pesawat terbakar.

    Petugas kebakaran kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi dan penyelidikan dari insiden tersebut. Menurut data per Minggu (29/12) pukul 14.42 waktu Korea, jumlah korban tewas sudah menyentuh angka 120 orang.

    Catatan itu sudah melampaui setengah dari total manusia yang ada di dalam pesawat saat insiden terjadi. Pesawat Jeju Air dengan penerbangan 7C2216 itu membawa 181 orang, terdiri dari 175 penumpang dan 6 kru pesawat.

    Di sisi lain, terdapat dua korban selamat yang semuanya merupakan pramugari. Keduanya juga telah dilarikan ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.

    (frl/mik)

    [Gambas:Video CNN]

  • Kecelakaan Jeju Air Diduga Akibat Tabrak Burung dan Cuaca Buruk

    Kecelakaan Jeju Air Diduga Akibat Tabrak Burung dan Cuaca Buruk

    Jakarta, CNN Indonesia

    Kecelakaan pesawat Jeju Air yang terjadi di Bandara Internasional Muan Korea Selatan, Minggu (29/12), diduga disebabkan dua hal, yakni tabrakan dengan kawanan burung dan cuaca buruk.

    Diberitakan AFP, pemadam kebakaran Korea Selatan menyatakan dua penyebab itu memantik kerusakan mesin. Namun, penjelasan rinci terkait penyebab akan diumumkan setelah investigasi gabungan selesai.

    “[Penyebab] diduga adalah tabrakan burung yang dikombinasikan dengan kondisi cuaca buruk,” ujar Kepala Stasiun Pemadam Kebakaran Muan Lee Jeong-hyun.

    “Namun, penyebab pastinya akan diumumkan setelah penyelidikan bersama,” lanjutnya.

    Kementerian Pertanahan, Infrastruktur dan Transportasi Korea juga merilis pernyataan terkait kronologi di landasan pacu. Menara pengawas disebut sempat memberi peringatan tabrakan burung kepada pilot.

    Peringatan itu membuat pesawat tersebut sempat mencoba mendarat lagi di landasan. Namun, upaya itu tidak berhasil, pesawat justru mendarat tanpa roda pendaratan.

    Pesawat kemudian hilang kendali dan keluar dari landasan pendaratan, lalu menabrak pagar, dan hancur hingga memicu kepulan api.

    “Butuh waktu sekitar tiga menit dari saat menara pengawas menyampaikan peringatan tabrakan burung hingga pesawat berupaya mendarat di landasan lagi,” ujar pernyataan resmi Kementerian Pertanahan Korea.

    Pernyataan itu juga menjelaskan bahwa pilot sempat menyerukan panggilan Mayday dua menit sebelum kecelakaan. Namun, insiden itu tidak terhindarkan hingga menelan ratusan korban jiwa.

    Kementerian Pertanahan, Infrastruktur dan Transportasi juga menilai kecelakaan itu tak disebabkan karena landasan yang terlalu pendek. Landasan itu dinilai bukan menjadi faktor lantaran panjangnya mencapai 2,8 kilometer.

    Pesawat dengan ukuran serupa juga bisa beroperasi dengan normal tanpa masalah sebelumnya. Dengan begitu, faktor ukuran lintasan pacu dinilai tak ikut berpengaruh dalam kecelakaan.

    “Landasan pacu itu panjangnya 2.800 meter, dan pesawat berukuran serupa telah beroperasi di sana tanpa masalah,” ujarnya.

    “Kecelakaan ini tidak mungkin disebabkan oleh panjangnya landasan pacu,” sambung pernyataan tersebut.

    Kecelakaan itu menelan ratusan korban jiwa yang hampir seluruhnya adalah penumpang. Menurut data per Minggu (29/12) pukul 14.42 waktu Korea, jumlah korban tewas sudah menyentuh angka 120 orang.

    Catatan itu sudah melampaui setengah dari total orang yang ada di dalam pesawat saat insiden terjadi. Pesawat Jeju Air dengan penerbangan 7C2216 itu membawa 181 orang, terdiri dari 175 penumpang dan 6 kru pesawat.

    Terdapat dua korban selamat yang semuanya merupakan pramugari. Keduanya telah dilarikan ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.

    (frl/tsa)

    [Gambas:Video CNN]

  • Presiden Yoon Suk Yeol Mangkir Panggilan Ketiga oleh KPK Korea

    Presiden Yoon Suk Yeol Mangkir Panggilan Ketiga oleh KPK Korea

    Jakarta, CNN Indonesia

    Presiden yang termakzul, Yoon Suk Yeol, mangkir untuk kali ketiga dari panggilan tim investigasi gabungan terkait deklarasi darurat militer yang memicu kegaduhan di Korea Selatan beberapa waktu lalu.

    Diberitakan AFP, Yoon absen dalam pemeriksaan yang telah dijadwalkan oleh Kantor Penyelidikan Korupsi untuk Pejabat Tinggi (CIO). Ia sebenarnya diminta memenuhi panggilan pada Minggu (29/12) pukul 10.00 waktu Korea.

    “Presiden Yoon Suk Yeol tidak muncul di Kantor Investigasi Korupsi untuk Pejabat Tinggi (CIO) pada pukul 10 pagi hari ini,” ujar kantor tersebut, seperti diberitakan AFP.

    “Markas Besar Investigasi Gabungan akan meninjau dan memutuskan tindakan selanjutnya,” sambung pernyataan tersebut.

    Situasi ini menjadi kali ketiga Yoon Suk Yeol mangkir dari pemeriksaan. Ia sebelumnya juga absen ketika CIO menjadwalkan pemeriksaan pada 17 Desember dan 25 Desember.

    CIO diperkirakan akan membuat keputusan terkait nasib Yoon dalam beberapa hari ke depan. Badan pemberantas korupsi itu dapat merilis panggilan keempat atau justru meminta pengadilan untuk memberikan surat perintah penangkapan.

    CIO bukan menjadi satu-satunya pihak yang tengah menyelidiki Yoon Suk Yeol. Lembaga itu juga turut bekerja sama dalam tim investigasi gabungan yang terdiri dari CIO, polisi, dan unit investigasi kementerian pertahanan.

    Pada 24 Desember, pengacara Yoon, Seok Dong-hyeon mengatakan kliennya memprioritaskan proses pemakzulannya di Mahkamah Konstitusi. Yoon juga disebut berencana mengeluarkan pernyataan soal posisinya dalam persidangan setelah Hari Natal.

    Presiden Yoon Suk Yeol sebelumnya dituding menyalahgunakan kekuasaan sebagai presiden untuk menerapkan darurat militer. Dia juga dituding mengerahkan militer untuk menggeruduk Majelis Nasional Korsel dan menangkap sejumlah tokoh kunci di parlemen.

    Langkah Yoon justru menjadi bumerang. Penolakan masif dari masyarakat dan partai oposisi mendesaknya untuk mencabut darurat militer.

    Selain itu, Majelis Nasional Korsel menyampaikan mosi pemakzulan. Mosi itu l didukung 204 dari 300 anggota Majelis Nasional Korsel. Dukungan pemakzulan juga datang dari PPP. Selain itu, ada 85 orang menolak, 3 abstain, 8 suara tidak sah. Pemakzulan Yoon berlanjut ke Mahkamah Konstitusi (MK).

    Jika dikuatkan MK, yang diharuskan menyampaikan putusan enam bulan sejak pemakzulan, pemilihan sela harus dilakukan dalam waktu 60 hari setelah putusan.

    (frl/mik)

    [Gambas:Video CNN]