Category: CNNindonesia.com Internasional

  • Pesawat Jeju Air Jatuh saat Mendarat, Mungkinkah Gegara Tabrak Burung?

    Pesawat Jeju Air Jatuh saat Mendarat, Mungkinkah Gegara Tabrak Burung?

    Jakarta, CNN Indonesia

    Sejumlah pakar menyampaikan penilaian mereka soal kecelakaan tragis yang menimpa Jeju Air di Bandara Internasional Muan Korea Selatan pada Minggu (29/12).

    Kecelakaan pesawat penerbangan dari Thailand itu menyebabkan 179 dari 181 penumpang dan awak pesawat tewas. Hanya dua yang dilaporkan selamat yakni dua awak kabin dan kini masih dirawat di rumah sakit.

    Sejauh ini, publik masih terus bertanya penyebab pesawat Boeing 737-800 itu jatuh tergelincir tanpa roda saat mendarat hingga meledak usai menabrak tembok pembatas landasan pacu.

    Sampai saat ini, sejumlah analis penerbangan hingga pihak berwenang masih menduga Jeju Air jatuh karena tabrakan dengan burung atau bird strike hingga menyebabkan mesin gagal berfungsi.

    Namun, apakah bird strike menjadi satu-satunya penyebab pesawat bisa jatuh secara fatal? Adakah faktor lainnya?

    Pakar lain yang juga merupakan Direktur Pusat Pendidikan Penerbangan Universitas Hanseo, Kim Kyu Wang, mengidentifikasi tabrakan burung sebagai penyebab paling mungkin dari kegagalan fungsi roda pendaratan.

    Kim menilai tabrakan burung kemungkinan mempengaruhi kinerja mesin dan sistem hidrolik.

    “Jika burung terbang ke mesin, mesin bisa rusak dan mempengaruhi sistem hidrolik yang terhubung,” ujar dia, dikutip kantor berita Yonhap, Senin (30/12).

    Sistem hidrolik berfungsi menaikkan dan menurunkan roda pendaratan selama lepas landas dan mendarat.

    “Bagian itu mungkin telah rusak,” ungkap Kim.

    Namun, beberapa pihak tak sepakat tabrakan burung itu menggagalkan operasi mesin hingga menyebabkan hasil yang mengerikan.

    Mereka mencatat meski satu mesin rusak akibat tabrakan burung, mesin kedua bisa menggerakkan roda pendaratan, yang menunjukkan kemungkinan ada masalah sistemik tambahan.

    Profesor penerbangan dari Universitas INHA, Choi Kee Young, meyakini roda pendaratan yang tak bisa dioperasikan merupakan penyebab langsung kecelakaan.

    “Jika Anda melihat videonya, roda pendaratan tak memanjang dan pesawat jatuh dengan kehilangan kecepatan,” kata dia.

    Pesawat, lanjut dia, punya beberapa rem. Jika roda pendaratan tak berfungsi, mesin penggerak terbalik mengangkat sayap, yang berfungsi sebagai rem udara.

    “Namun, rem tersebut tampaknya tak berfungsi dalam kasus ini,” ungkap Choi.

    Lebih lanjut,Choi mengatakan saat mendarat dengan posisi perut, pesawat harus memperlambat laju dengan menciptakan lebih banyak hambatan pada sayap.

    “Tetapi hal ini tak terlihat dalam video. Dugaan saya, kedua mesinnya rusak,” imbuh dia.

    Choi lalu mengatakan jika kedua mesin rusak, seluruh pesawat akan jatuh dan perintah pilot tak tersampaikan.

    Pakar lain menganjurkan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab kecelakaan pesawat termasuk potensi cacat bawaan.

    “Sulit menyimpulkan tabrakan dengan burung menjadi penyebabnya. Kita juga perlu memeriksa apakah pesawat itu memiliki cacat bawaan,” kata Direktur Pusat Pendidikan Penerbangan Universitas Dirgantara Korea, Kim In Gyu.

    (isa/rds)

    [Gambas:Video CNN]

  • Penyelidik Korsel Siapkan Surat Penangkapan Presiden Yoon Suk Yeol

    Penyelidik Korsel Siapkan Surat Penangkapan Presiden Yoon Suk Yeol

    Jakarta, CNN Indonesia

    Tim investigasi gabungan Korea Selatan menyatakan telah mengajukan permintaan surat perintah penangkapan terhadap Presiden Yoon Suk Yeol atas penerapan darurat militer sepihak pada awal Desember lalu.

    Tim gabungan ini terdiri dari Kantor Investigasi Korupsi untuk Pejabat Tinggi (CIO), polisi, dan unit investigasi Kementerian Pertahanan. 

    Tim penyelidikan menyebutkan permintaan surat penangkapan itu diajukan setelah Yoon, yang telah dimakzulkanparlemen, mangkir tiga kali panggilan untuk menghadiri pemeriksaan jaksa atas dugaan pemberontakan dan penyalahgunaan kekuasaan sebagai presiden.

    Dengan kondisi ini, Yoon menjadi presiden pertama Korsel yang sedang menjabat menghadapi ancaman penangkapan.

    Permintaan tersebut diajukan tim penyelidikan ke Pengadilan Distrik Barat Seoul pada Minggu (29/12) tengah malam. 

    Penyelidik menyatakan Yoon memimpin pemberontakan dan menyalahgunakan kekuasaan ketika ia mendeklarasikan darurat militer pada 3 Desember lalu. Yoon juga diduga memerintahkan pasukan menuju Majelis Nasional untuk menghentikan anggota parlemen membatalkan dekrit tersebut.

    Dikutip Korea Herald, Yoon membantah tuduhan itu, dengan mengatakan bahwa deklarasi darurat militernya adalah “tindakan pemerintahan” untuk memperingatkan partai oposisi atas apa yang ia sebut sebagai penyalahgunaan kekuasaan legislatif.

    Yun Gap-geun, salah satu perwakilan hukum Yoon, berjanji akan mengambil “langkah resmi” sebagai tanggapan.

    “Ini adalah permintaan dari lembaga yang tidak memiliki wewenang untuk menyelidiki (tuduhan pemberontakan),” katanya kepada kantor berita Yonhap, merujuk pada CIO.

    (rds)

    [Gambas:Video CNN]

  • Apa Itu Bird Strike Diduga Jadi Penyebab Jeju Air Jatuh saat Mendarat?

    Apa Itu Bird Strike Diduga Jadi Penyebab Jeju Air Jatuh saat Mendarat?

    Jakarta, CNN Indonesia

    Dunia penerbangan kembali berduka usai pesawat Jeju Air yang mengangkut total 181 orang jatuh saat mendarat di Bandara Muan, Korea Selatan, pada Minggu (29/12).

    Seluruh penumpang dan awak kabin Jeju Air dinyatakan meninggal dunia. Hanya ada dua orang yang berhasil selamat dan keduanya merupakan pramugari.

    Dilansir AFP, Jeju Air yang berangkat dari Thailand ke Korea Selatan itu membawa total 181 orang. Terdiri dari 175 penumpang dan 6 awak kabin.

    Sejauh ini, analis penerbangan hingga aparat Korsel masih menunggu penyelidikan kotak hitam pesawat untuk memastikan penyebab kecelakaan.

    Namun, para pengamat dan pihak berwenang sejauh ini menduga kecelakaan Jeju Air terjadi imbas bird strike dan diperparah dengan cuaca buruk saat insiden terjadi.

    Pemadam kebakaran Korsel menyatakan cuaca buruk dan bird strike mampu memicu kerusakan mesin pesawat saat terbang. Namun, penjelasan rinci terkait penyebab akan diumumkan setelah investigasi gabungan selesai.

    “[Penyebab] diduga adalah tabrakan burung yang dikombinasikan dengan kondisi cuaca buruk,” ujar Kepala Stasiun Pemadam Kebakaran Muan Lee Jeong-hyun.

    Kementerian Pertanahan, Infrastruktur dan Transportasi Korea juga merilis pernyataan terkait kronologi di landasan pacu. Menara pengawas disebut sempat memberi peringatan tabrakan burung kepada pilot.

    Peringatan itu membuat pesawat tersebut sempat mencoba mendarat lagi di landasan. Namun, upaya itu tidak berhasil, pesawat justru mendarat tanpa roda pendaratan.

    Pesawat kemudian hilang kendali dan keluar dari landasan pendaratan, lalu menabrak pagar, dan hancur hingga memicu kepulan api.

    Apa itu birdstrike?

    Bird strike merupakan insiden yang terjadi Ketika pesawat sedang terbang dan menabrak burung. Meski terlihat sepele dan cukup sering terjadi, tabrakan dengan burung, apalagi sekawanan burung, bisa membahayakan pesawat.

    Menurut Organisasi Penerbangan Siil Internasional (ICAO), bird strike bisa membuat jet atau mesin kehilangan daya saat terbang jika burung tersedot ke dalam saluran udara pesawat.

    Tabrakan burung telah menyebabkan sejumlah kecelakaan fatal di seluruh dunia.

    “Kami sedang mempertimbangkan kemungkinan burung besar mengenai mesin, dan seperti yang kita ketahui, itu sangat jarang terjadi,” kata konsultan penerbangan Philip Butterworth-Hayes kepada AFP.

    Ia menyebutkan salah satu kecelakaan pesawat imbas bird strike yang paling diingat adalah insiden “Miracle on the Hudson” pada 2009. Saat itu, pesawat Airbus A320 milik US Airways terpaksa mendarat darurat di Sungai Hudson, New York, setelah menabrak burung hingga kedua mesin pesawat rusak.

    Seluruh penumpang berhasil selamat.

    Meski begitu, Butterworth-Hayes menuturkan jika bird strike benar-benar menjadi penyebab utama pesawat jeju Air jatuh, insiden tabrak burung itu benar-benar mengenai titik vital pesawat.

    “Butuh rangkaian peristiwa yang benar-benar katastropik untuk menyebabkan kehilangan nyawa sebesar ini,” kata Butterworth-Hayes.

    “Sistem perlindungan dalam pesawat sangat tangguh,” tambahnya.

    Butterworth-Hayes menggambarkan insiden Jeju Air ini sebagai “kejadian paling serius yang pernah saya lihat” dalam beberapa tahun terakhir.

    (rds)

    [Gambas:Video CNN]

  • Seluruh Penumpang Pesawat Jeju Air Tewas, 2 Pramugari Selamat

    Seluruh Penumpang Pesawat Jeju Air Tewas, 2 Pramugari Selamat

    Jakarta, CNN Indonesia

    Sebanyak 179 penumpang Jejur Air dipastikan tewas dalam kecelakaan di Bandara Muan, Korea Selatan.

    Jumlah tersebut merupakan data final dari total 181 orang yang berada di dalam pesawat.

    Dua orang pramugari berhasil diselamatkan dari bagian ekor pesawat.

    Kecelakaan terjadi pada Minggu (29/12) pukul 09.00 waktu setempat, saat pesawat akan mendarat setelah terbang dari Bangkok, Thailand.

  • Fakta Terbaru Kecelakaan Pesawat Jeju Air di Muan Korsel

    Fakta Terbaru Kecelakaan Pesawat Jeju Air di Muan Korsel

    Daftar Isi

    Jakarta, CNN Indonesia

    Dunia penerbangan kembali berduka usai pesawat Jeju Air yang mengangkut total 181 orang jatuh saat mendarat di Bandara Muan, Korea Selatan, pada Minggu (29/12).

    Berikut update terbaru seputar kecelakaan penerbangan komersial yang paling fatal selama 2024 ini:

    Seluruh penumpang tewas, 2 awak kabin selamat

    Seluruh penumpang dan awak kabin Jeju Air yang mengalami kecelakaan di Bandara Muan, Korea Selatan, dinyatakan meninggal dunia. Hanya ada dua orang yang berhasil selamat, keduanya merupakan pramugari.

    Dilansir AFP, Minggu (29/12), Jeju Air yang berangkat dari Thailand ke Korea Selatan itu membawa total 181 orang. Terdiri dari 175 penumpang dan 6 awak kabin.

    Kecelakaan pesawat Jeju Air dikonfirmasi setelah layanan darurat menerima panggilan di Bandara Internasional Muan yang berlokasi di Provinsi Jeolla Selatan. Ini terjadi sekitar pukul 09.00 waktu setempat.

    Pesawat mengalami kecelakaan saat akan mendarat usai terbang dari Bangkok, Thailand.

    Diduga gegara tabrak burung

    Sejumlah pengamat dan laporan aviasi sejauh ini menduga Jeju Air jatuh karena tabrakan dengan kawanan burung (birdstrike) dan cuaca buruk.

    pemadam kebakaran Korea Selatan menyatakan dua penyebab itu memantik kerusakan mesin. Namun, penjelasan rinci terkait penyebab akan diumumkan setelah investigasi gabungan selesai.

    Aparat juga sudah berhasil menemukan dua kotak hitam (black box) pesawat dan kini tengah diperiksa.

    “[Penyebab] diduga adalah tabrakan burung yang dikombinasikan dengan kondisi cuaca buruk,” ujar Kepala Stasiun Pemadam Kebakaran Muan Lee Jeong-hyun.

    Kementerian Pertanahan, Infrastruktur dan Transportasi Korea juga merilis pernyataan terkait kronologi di landasan pacu. Menara pengawas disebut sempat memberi peringatan tabrakan burung kepada pilot.

    Peringatan itu membuat pesawat tersebut sempat mencoba mendarat lagi di landasan. Namun, upaya itu tidak berhasil, pesawat justru mendarat tanpa roda pendaratan.

    Pesawat kemudian hilang kendali dan keluar dari landasan pendaratan, lalu menabrak pagar, dan hancur hingga memicu kepulan api.

    Kecelakaan pesawat terburuk kala Korsel ‘tak punya’ presiden

    Insiden Jeju Air ini menjadi kecelakaan pesawat terburuk dalam sejarah aviasi Korsel sejauh ini.

    Ini juga menjadi insiden fatal pertama yang melibatkan maskapai bertarif rendah (low-cost carrier) Jeju Air.

    Korea Selatan menjadi salah satu negara dengan riwayat keamanan penerbangan komersial solid dan bagus.

    Karena itu, warga Negeri Ginseng sangat dikejutkan dengan insiden Jeju Air hingga pemerintahan Korsel yang kini tengah dilanda krisis kepemimpinan telah mendeklarasikan hari berkabung selama tujuh hari ke depan.

    Saat ini, Korsel dipimpin oleh presiden sementara, Choi Sang Mok, yang merupakan wakil perdana Menteri lantaran Presiden Yoon Suk Yeol dan PM Han Duck Soo telah dimakzulkan hanya dalam sebulan kurang imbas drama darurat militer sepihak awal Desember lalu.

    (rds)

    [Gambas:Video CNN]

  • 4 Kecelakaan Pesawat Terjadi dalam Sehari, Dunia Penerbangan Berduka

    4 Kecelakaan Pesawat Terjadi dalam Sehari, Dunia Penerbangan Berduka

    Jakarta, CNN Indonesia

    Industri penerbangan dikejutkan oleh empat kecelakaan pesawat yang terjadi di belahan dunia hanya dalam waktu 24 jam pada Minggu (29/12). Ratusan orang tewas. Ini menimbulkan kekhawatiran tentang keselamatan penerbangan.

    Berikut CNNIndonesia.com telah merangkumnya:

    1. Kecelakaan di Korea Selatan

    Kecelakaan paling tragis terjadi di Korea Selatan, ketika pesawat Jeju Air dengan nomor penerbangan 7C2216 dan kode HL8088, mengalami kecelakaan saat mendarat di Bandara Internasional Muan.

    Pesawat tersebut terbakar setelah gagal melakukan pendaratan, menewaskan 179 orang di dalamnya. Dua orang berhasil selamat dan sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

    Kecelakaan pesawat Jeju Air dikonfirmasi setelah layanan darurat menerima panggilan di Bandara Internasional Muan yang berlokasi di Provinsi Jeolla Selatan. Ini terjadi sekitar pukul 09.00 waktu setempat.

    Pesawat mengalami kecelakaan saat akan mendarat usai terbang dari Bangkok, Thailand. Sebuah video menampilkan pesawat Jeju Air itu mengepulkan gumpalan asap dari mesin, sebelum seluruh badan pesawat dengan cepat dilalap api.

    Berdasarkan sejumlah sumber, mesin pesawat mengalami kerusakan akibat menabrak kawanan burung. Di lain sisi, pesawat juga tidak mengeluarkan roda pendaratan saat akan mendarat sehingga kehilangan kendali di landasan pacu.

    2. Pendaratan darurat di Kanada

    Sementara itu di Kanada, tak berselang lama dari peristiwa Jeju Air, penerbangan Air Canada 2259 yang berangkat dari Bandara Internasional St. John’s mengalami masalah pendaratan pada Sabtu (28/12) pukul 21:30 AST (01:30 GMT, Minggu) yang menyebabkan pesawat tergelincir dan mesin terbakar.

    Dalam sebuah video terekam suasana kabin pesawat di mana penumpang panik melihat kobaran api di sayap pesawat yang bergesekan dengan landasan pacu.

    Pesawat tersebut membawa 73 orang penumpang beserta awak. Seluruh penumpang berhasil dievakuasi tanpa korban jiwa, meski beberapa di antaranya mengalami luka ringan.

    Penumpang bernama Nikki Valentine mengatakan salah satu ban pesawat tidak berfungsi dengan baik saat mendarat.

    “Pesawat mulai miring sekitar 20 derajat ke kiri, dan saat itu terjadi, kami mendengar suara keras yang hampir terdengar seperti suara benturan ketika sayap pesawat mulai tergelincir di sepanjang landasan, bersama dengan, saya kira, mesinnya,” katanya kepada CBC News yang dikutip AnadoluAgency.

    Setelah mendarat, penumpang di dalam pesawat dievakuasi dan dibawa ke hanggar untuk diperiksa oleh paramedis.

    Sebagai tindakan pencegahan, penerbangan di Bandara Halifax sempat hentikan sementara setelah insiden tersebut. Namun, satu landasan telah dibuka kembali pada dini hari Minggu.

    3. Pesawat tergelincir di Norwegia

    Kecelakaan ketiga terjadi di Norwegia, di mana pesawat KLM Boeing 737-800 penerbangan KL1204 tergelincir dari landasan pacu saat melakukan pendaratan darurat di Bandara Oslo Sandefjord Torp. Pesawat tersebut mengalami masalah pada sistem hidrolik. Beruntung, 176 penumpang dan enam awak pesawat selamat tanpa cedera serius.

    Pesawat KLM Royal Dutch Airlines dengan nomor penerbangan KL1204 itu terbang dari Oslo, Norwegia menuju Amsterdam, Belanda. Namun tak lama usai lepas landas, pesawat itu mengalami masalah sehingga harus mendarat darurat.

    “Pesawat Boeing 737-800 dengan nomor penerbangan KL1204 tergelincir ke sisi kanan landasan 18 setelah mendarat di Bandara Oslo Torp Sandefjord. Penerbangan ini dialihkan ke sana tidak lama setelah lepas landas dari Bandara Oslo (OSL),” bunyi pernyataan Royal Dutch Airlines yang diunggah di X.

    4. Pesawat ringan jatuh di UEA

    Sebuah pesawat ringan jatuh di lepas pantai Ras AlKhaimah,Uni Emirat Arab, Minggu (29/12). Kecelakaan tersebut mengakibatkan dua orang tewas.

    Menurut Otoritas Penerbangan Sipil Umum (GCAA), pesawat yang dioperasikan oleh Jazirah Aviation Club jatuh ke laut dan menewaskan pilot serta kopilot.

    “Pesawat ringan yang dioperasikan oleh Jazirah Aviation Club jatuh ke laut, mengakibatkan tewasnya kedua penumpang, yaitu pilot dan kopilot,” ungkap otoritas penerbangan tersebut dikutip AFP, Senin (30/12). 

    Kecelakaan terjadi tidak lama setelah pesawat lepas landas, dekat dengan Hotel Cove Rotana yang terletak di sepanjang pantai Ras AlKhaimah.

    Laporan awal menunjukkan bahwa pesawat glider tersebut kehilangan kontak radio dan berusaha melakukan pendaratan darurat. Namun, meskipun upaya resusitasi dilakukan, kedua penumpang tidak dapat diselamatkan.

    GCAA menyebut penyelidikan telah dimulai untuk mencari tahu penyebab kecelakaan tersebut. Diketahui, kedua korban berasal dari India dan Pakistan.

    Investigasi dan tindakan lanjutan

    Keempat insiden ini sedang diselidiki oleh otoritas penerbangan setempat dan internasional untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan. Otoritas penerbangan global menyerukan pemeriksaan keselamatan ketat di seluruh maskapai penerbangan guna mencegah terulangnya tragedi serupa.

    Kekhawatiran keselamatan penerbangan

    Rentetan kecelakaan ini menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap pemeliharaan pesawat dan pelatihan awak penerbangan. Meskipun perjalanan udara dikenal sebagai salah satu moda transportasi paling aman, peristiwa ini menunjukkan bahwa perbaikan sistem keselamatan terus diperlukan.

    Masyarakat dunia kini menanti hasil investigasi dan langkah-langkah perbaikan yang akan diambil untuk memastikan keselamatan penerbangan di masa depan.

    (tim/isn)

    [Gambas:Video CNN]

  • Pesawat Ringan Jatuh di Lepas Pantai UEA, 2 Tewas

    Pesawat Ringan Jatuh di Lepas Pantai UEA, 2 Tewas

    Jakarta, CNN Indonesia

    Sebuah pesawat ringan jatuh di lepas pantai Ras Al Khaimah, Uni Emirat Arab, Minggu (29/12). Kecelakaan tersebut mengakibatkan dua orang tewas.

    Menurut Otoritas Penerbangan Sipil Umum (GCAA), pesawat yang dioperasikan oleh Jazirah Aviation Club jatuh ke laut dan menewaskan pilot serta kopilot.

    “Pesawat ringan yang dioperasikan oleh Jazirah Aviation Club jatuh ke laut, mengakibatkan tewasnya kedua penumpang, yaitu pilot dan kopilot,” ungkap otoritas penerbangan tersebut dikutip AFP, Senin (30/12).

    GCAA menyebut penyelidikan telah dimulai untuk mencari tahu penyebab kecelakaan tersebut. Diketahui, kedua korban berasal dari India dan Pakistan.

    Kecelakaan terjadi tidak lama setelah pesawat lepas landas, dekat dengan Hotel Cove Rotana yang terletak di sepanjang pantai Ras Al Khaimah.

    Laporan awal menunjukkan bahwa pesawat glider tersebut kehilangan kontak radio dan berusaha melakukan pendaratan darurat. Namun, meskipun upaya resusitasi dilakukan, kedua penumpang tidak dapat diselamatkan.

    Ras Al Khaimah terletak di bagian paling utara Uni Emirat Arab dan merupakan salah satu destinasi wisata populer di negara tersebut. Kejadian ini mengundang perhatian besar, terutama terkait keselamatan penerbangan ringan di kawasan tersebut.

    Pihak berwenang terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kecelakaan dan memastikan bahwa kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

    (tim/isn)

    [Gambas:Video CNN]

  • Ledakan Gudang Senjata di Suriah Tewaskan 11 Orang, Diduga Ulah Israel

    Ledakan Gudang Senjata di Suriah Tewaskan 11 Orang, Diduga Ulah Israel

    Jakarta, CNN Indonesia

    Sebuah ledakan dahsyat terjadi di gudang senjata di kawasan industri Adra, sekitar 30 kilometer dari ibu kota Damaskus, pada Minggu (29/12), menewaskan sedikitnya 11 orang. Insiden ini terjadi hanya beberapa minggu setelah pemberontak menggulingkan Bashar al-Assad dari kekuasaan.

    Menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, ledakan tersebut ‘kemungkinan besar’ disebabkan oleh serangan udara Israel. Namun, pihak militer Israel membantah keterlibatan mereka dalam insiden ini.

    Sumber setempat yang meminta anonimitas mengatakan kepada AFP bahwa ledakan yang masih belum diketahui penyebabnya itu mengguncang kawasan industri tersebut.

    Jumlah korban jiwa yang pasti masih dalam proses verifikasi, sementara operasi penyelamatan terus berlanjut untuk mengevakuasi korban yang selamat dan mengamankan lokasi.

    Kepala Observatorium Suriah Rami Abdel Rahman menyatakan ledakan terjadi di sebuah gudang senjata yang diduga milik rezim Al Assad.

    “Setidaknya 11 orang tewas, sebagian besar dari mereka adalah warga sipil,” katanya.

    Polisi dan tim forensik masih menginvestigasi sumber ledakan dan dampak lebih lanjut terhadap warga sipil di sekitar lokasi kejadian. Otoritas setempat juga mengimbau warga untuk menjauhi area tersebut hingga situasi dinyatakan aman.

    Sementara, Juru bicara militer Israel mengatakan, “Kami tidak mengetahui adanya serangan oleh IDF (Pasukan Pertahanan Israel) di daerah tersebut.”

    Sejak tergulingnya Al Assad pada 8 Desember, wilayah Suriah telah menjadi titik rawan konflik. Banyak warga sipil yang mencoba mencari barang bekas, termasuk logam, dari bekas lokasi militer untuk dijual demi bertahan hidup. Aktivitas ini menimbulkan kekhawatiran akan bahaya yang lebih besar akibat persenjataan yang belum diamankan sepenuhnya.

    Setelah Al Assad digulingkan, Israel dilaporkan telah melancarkan ratusan serangan udara terhadap fasilitas militer di Suriah. Tujuannya adalah untuk mencegah persenjataan tersebut jatuh ke tangan kelompok-kelompok militan yang dianggap berbahaya. Namun, ketegangan terus meningkat di kawasan tersebut, memperumit situasi kemanusiaan yang sudah genting.

    (tim/isn)

    [Gambas:Video CNN]

  • PM Israel Benjamin Netanyahu Jalani Operasi Pengangkatan Prostat

    PM Israel Benjamin Netanyahu Jalani Operasi Pengangkatan Prostat

    Jakarta, CNN Indonesia

    Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menjalani operasi pengangkatan prostat, Minggu (29/12) usai didiagnosis menderita infeksi saluran kemih.

    “Netanyahu menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Hadassah pada hari Rabu, di mana ia didiagnosis mengalami infeksi saluran kemih akibat pembesaran prostat jinak,” kata Kantor Perdana Menteri Israel dalam sebuah pernyataan dikutip AFP, Minggu (29/12).

    Prosedur ini dilakukan di tengah situasi perang Israel melawan militan Hamas di Jalur Gaza.

    “Sebagai hasilnya, perdana menteri akan menjalani operasi pengangkatan prostat,” tambah pernyataan tersebut.

    Pada bulan Maret, ia telah menjalani operasi hernia, sementara pada Juli tahun lalu, dokter menanamkan alat pacu jantung pada Netanyahu setelah mengalami masalah kesehatan.

    (tim/isn)

    [Gambas:Video CNN]

  • Pesawat KLM Royal Dutch Tergelincir Saat Mendarat Darurat di Norwegia

    Pesawat KLM Royal Dutch Tergelincir Saat Mendarat Darurat di Norwegia

    Jakarta, CNN Indonesia

    Pesawat KLM Royal Dutch Airlines tergelincir hingga keluar dari landasan pacu saat mendarat darurat di Bandara Oslo Torp Sandefjord, Norwegia, Minggu (29/12).

    Dikutip Anadolu, Pesawat KLM Royal Dutch Airlines dengan nomor penerbangan KL1204 itu terbang dari Oslo, Norwegia menuju Amsterdam, Belanda. Namun tak lama usai lepas landas, pesawat itu mengalami masalah sehingga harus mendarat darurat.

    “Pesawat Boeing 737-800 dengan nomor penerbangan KL1204 tergelincir ke sisi kanan landasan 18 setelah mendarat di Bandara Oslo Torp Sandefjord. Penerbangan ini dialihkan ke sana tidak lama setelah lepas landas dari Bandara Oslo (OSL),” bunyi pernyataan Royal Dutch Airlines yang diunggah di X.

    Media lokal ap7am.com melaporkan, pilot memilih mengalihkan penerbangan pesawat ke Bandara Sandefjord Torp yang berjarak 110 kilometer dari Oslo, untuk melakukan pendaratan darurat.

    Saat mendarat, pesawat KLM Royal Dutch Airlines itu tergelincir keluar dari landasan pacu dan berhenti di area rumput landasan pacu. Kecelakaan itu diduga disebabkan karena kegagalan sistem hidrolik.

    Pesawat milik maspakai penerbangan nasional Belanda itu membawa 176 penumpang dan enam kru. Semuanya selamat dan tidak ada yang cedera.

    Penyebab pesawat KLM Royal Dutch Airlines mendarat darurat hingga tergelincir di landasan pacu sedang diselidiki pihak berwenang.

    Insiden tergelincirnya KLM Royal Dutch Airlines di Norwegia merupakan kasus ketiga kecelakaan pesawat yang terjadi dalam 24 jam terakhir.

    Sebelumnya Pesawat Jeju Air terbakar setelah keluar landasan pacu dan menabrak pagar pembatas saat mendarat di Bandara Muan, Korea Selatan, Minggu (29/12) pagi, menewaskan 179 orang.

    Dua jam setelahnya, giliran Pesawat Air Canada terbakar saat mendarat darurat di Bandara Halifax Stanfield, Kanada, Sabtu (28/12) malam waktu setempat. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

    (tim/isn)

    [Gambas:Video CNN]