Category: CNNindonesia.com Internasional

  • Pejabat CIA Sempat Unggah Foto Pro-Palestina di Medsos

    Pejabat CIA Sempat Unggah Foto Pro-Palestina di Medsos

    Jakarta, CNN Indonesia

    Salah satu pejabat senior Agen Intelijen Amerika Serikat (CIA) sempat mengunggah foto pro-Palestina tiga pekan usai serangan Hamas ke Israel.

    Unggahan itu disebut sebagai pernyataan politik secara publik yang jarang dilakukan pejabat senior CIA tentang perang sehingga diklaim memicu perdebatan besar di dalam pemerintahan Presiden Joe Biden, seperti dikutip dari Financial Times.

    Pejabat CIA itu mengubah cover foto Facebook pada 21 Oktober memakai foto pria Palestina tengah mengibarkan bendera yang biasa digunakan untuk mengecam agresi Israel.

    The Financial Times yang merilis berita itu mengidentifikasi bahwa perempuan tersebut sebagai Wakil Direktur Muda CIA untuk Analisis, namun tak diungkap namanya untuk alasan keamanan.

    Media itu kemudian menyebut bahwa mengunggah gambar yang bersifat politik di platform publik amat tak biasa dilakukan pejabat senior intelijen di AS.

    Hal itu mencuat setelah ketegangan meningkat di dalam pemerintahan Biden antara menekan Israel untuk menyetop agresi di Jalur Gaza atau mendukungnya.

    Pada unggahan lainnya di akun Facebook, pejabat CIA itu mengunggah swafoto dengan stiker bertuliskan “Free Palestine” yang disematkan di foto tersebut.

    Seorang yang mengetahui gambar tersebut mengatakan bahwa foto itu diunggah bertahun-tahun lalu sebelum agresi Israel ke Palestina di Gaza dan Tepi Barat tahun ini.

    “Pejabat ini merupakan analis karier dengan latar belakang luas di seluruh aspek tentang Timur Tengah. Unggahan itu (bendera Palestina) tak bermaksud menunjukkan posisi (CIA) di konflik,” tutur seorang yang familier dengan situasi kepada Financial Times.

    Sumber Financial Times yang tak ingin diungkap identitasnya juga menyatakan bahwa pejabat CIA itu pernah mengunggah pernyataan melawan antisemitisme di Facebook.

    Media itu mencoba menjangkau pejabat CIA itu via LinkedIn pada Senin (27/11), namun tak ada respons. Unggahannya soal bendera Palestina itu juga kemudian segera dihapus.

    (tim/bac)

    [Gambas:Video CNN]

  • VIDEO: Sukacita Warga Palestina Sambut Tahanan yang Bebas dari Israel

    VIDEO: Sukacita Warga Palestina Sambut Tahanan yang Bebas dari Israel

    Jakarta, CNN Indonesia

    Ratusan warga Palestina menyambut tawanan yang dibebaskan oleh Israel pada Selasa (28/11).

    Warga yang berkumpul mengibarkan bendera kuning Fatah dan bendera hijau Hamas.

    Tahanan yang dibawa melewati kerumunan warga oleh bus Palang Merah Palestina.

    Hamas dan Israel membebaskan sandera dan tahanan ketika gencatan senjata berlangsung.

    Setidaknya 30 tahanan Palestina bebas dari Israel saat gencatan senjata diperpanjang.

    Gencatan senjata ini akan berakhir pada Rabu (29/11) waktu setempat. Namun dunia internasional mendesak agar gencatan senjata ini dapat ditetapkan permanen sehingga memungkinkan pemulihan situasi kemanusiaan bagi warga Palestina di Gaza.

  • Tak Ada Hubungan Diplomatik, Kenapa Qatar Bisa Mediasi Israel-Hamas?

    Tak Ada Hubungan Diplomatik, Kenapa Qatar Bisa Mediasi Israel-Hamas?

    Jakarta, CNN Indonesia

    Israel dan Hamas sepakat melakukan gencatan senjata selama empat hari pada 24-27 November lalu.

    Setelah empat hari, gencatan senjata diperpanjang lagi selama dua hari.

    Gencatan senjata ini disetujui setelah berminggu-minggu negosiasi, yang ditengahi Qatar hingga Mesir.

    Israel mau membebaskan 150 tahanan Palestina apabila Hamas melepaskan 50 sandera. Dalam kesepakatan ini, kedua belah pihak juga setuju untuk mengizinkan truk-truk bantuan kemanusiaan yang mengangkut makanan, air, hingga gas memasuki Gaza.

    Mereka juga sepakat tidak saling menyerang dan menghentikan aktivitas udara serta darat.

    Kesepakatan gencatan senjata itu pun berjalan baik hingga hari terakhir pada 27 November. Israel dan Hamas lantas kembali bernegosiasi untuk perpanjangan durasi gencatan senjata di Gaza, yang tentunya dimediasi Qatar lagi.

    Qatar lantas mengumumkan bahwa keduanya setuju memperpanjang gencatan senjata sementara selama dua hari mulai 28-19 November.

    Sejak pertama berhasil memediasi negosiasi, sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, mengucapkan terima kasih kepada Qatar karena sukses membuat kedua pihak yang bertikai itu menjatuhkan sementara senjata mereka. Ucapan itu kembali disampaikan setelah Qatar berhasil memperpanjang gencatan senjata lagi kali ini.

    Qatar nyatanya bisa melunakkan hati Israel yang dari awal ogah gencatan senjata. Hal ini menjadi sorotan lantaran Qatar selama ini tidak punya hubungan diplomatik dengan Israel.

    Sementara itu, Qatar juga menyatakan tak mendukung serangan Hamas pada 7 Oktober lalu.

    Lantas kenapa Qatar bisa menjadi mediator untuk Israel-Hamas?

    Qatar mampu memainkan peran ini karena menjadi rumah bagi pangkalan militer AS terbesar di Timur Tengah, yakni pangkalan udara Al-Udeid. Qatar bisa memediasi Israel-Hamas salah satunya karena menjalin hubungan baik dengan AS.

    Dilansir dari NPR, Qatar juga menjadi markas bagi para pemimpin Hamas. Menurut seorang pejabat Qatar yang meminta anonim, kantor politik Hamas di Doha dibuka lebih dari satu dekade lalu dengan berkoordinasi dengan AS.

    Pejabat itu menerangkan AS telah meminta Qatar untuk membangun jalur komunikasi tak langsung dengan Hamas. Hal ini dilakukan karena status Hamas yang dicap AS sebagai organisasi teroris.

    Qatar juga sudah lama menjadi tuan rumah atau pihak yang bicara langsung dengan kelompok-kelompok yang tidak ingin ditangani langsung oleh AS dan Eropa dalam negosiasi yang sulit.

    Ini membantu memberi pengaruh bagi Qatar sebagai pemain kunci di panggung global dan mempererat hubungan Qatar dengan berbagai pemain lainnya mulai dari AS hingga Iran.

    Sementara itu, pangkalan udara AS di Qatar juga digunakan oleh AS dan lainnya untuk meluncurkan serangan udara terhadap kelompok milisi di Irak dan Suriah.

    Lebih jauh, Qatar turut berperan penting dalam mengevakuasi orang-orang dari Afghanistan dua tahun lalu, selama evakuasi yang dilakukan AS dari negara itu usai Afghanistan diambil alih lagi oleh Taliban.

    Qatar pun menjadi tuan rumah pembicaraan damai antara AS dan Taliban serta pertemuan-pertemuan lainnya.

    Menurut NPR, Doha juga telah membantu membebaskan sandera Barat dari kelompok ekstremis di Suriah dan baru-baru ini menegosiasikan pertukaran tahanan pejabat tinggi antara AS dan Iran.

    Seiring dengan pengaruh Qatar ini, Presiden AS Joe Biden lantas menunjuk negara itu sebagai sekutu utama non-NATO AS.

    Akhir tahun lalu, AS menggambarkan Qatar sebagai salah satu “mitra militer terdekat Amerika Serikat di kawasan itu” dan mengatakan upaya Qatar di Gaza telah membantu menstabilkan wilayah tersebut.

    Negara Teluk pertama yang jalin hubungan dengan Israel

    Qatar adalah salah satu Negara Teluk pertama yang menjalin hubungan dagang resmi dengan Israel pada 1990-an.

    Namun demikian, kantor Israel di Doha ditutup permanen setelah perang Israel di Gaza pada 2009, yang disebut sebagai Operasi Cast Lead atau Pembantaian Gaza.

    Sejak saat itu, Qatar tak menjalin hubungan resmi apa pun dengan Israel.

    (blq/bac)

    [Gambas:Video CNN]

  • Surat Pujian Sandera Israel ke Hamas hingga Erdogan Desak PBB

    Surat Pujian Sandera Israel ke Hamas hingga Erdogan Desak PBB

    Jakarta, CNN Indonesia

    Salah satu sandera warga Israel yang dibebaskan Hamas disebut menulis surat pujian dan terima kasih kepada kelompok perlawanan di Palestina itu.

    Berita lainnya adalah ribuan warga Palestina yang bekerja di Israel disebut akan dipulangkan ke Jalur Gaza saat gencatan senjata diperpanjang.

    Berikut sejumlah kabar 24 jam terakhir yang dirangkum CNNIndonesia.com dalam Kilas Internasional pagi ini.

    Sebuah surat berisi ucapan terima kasih dari seorang warga Israel kepada kelompok Hamas viral di media sosial.

    Sayap bersenjata Hamas, Brigade Al Qassam, merilis surat di Telegram pada Senin (27/11) yang diklaim ditulis oleh salah satu sandera yang dibebaskan Hamas pada 24 November. Pembebasan ini sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata dengan Israel pekan lalu.

    Surat itu disebut ditulis oleh Danielle Aloni, ibu dari Emilia Aloni yang berusia 5 tahun.

    Dalam surat itu, Danielle berterima kasih kepada Hamas karena telah merawat putrinya dengan sangat baik selama 49 hari penahanan mereka di Gaza.

    Israel dan kelompok Hamas Palestina resmi memperpanjang gencatan senjata selama dua hari terhitung sejak Selasa (28/11) dini hari waktu Gaza.

    Perpanjangan gencatan senjata ini disebut-sebut untuk membebaskan lebih banyak sandera atau tahanan dari Gaza dan Israel.

    Pentolan Hamas Ghazi Hamid mengatakan kesepakatan perpanjangan ini telah tertulis dalam perjanjian. Perpanjangan gencatan senjata disepakati lantaran kedua belah pihak setuju membebaskan lebih banyak tahanan dan sandera dari masing-masing pihak.

    “Itu [kemungkinan perpanjangan gencatan senjata] tertulis dalam perjanjian, jika Hamas membebaskan lebih banyak sandera, akan ada lebih banyak gencatan senjata,” kata Hamid kepada Al Jazeera.

    Ribuan warga Palestina yang bekerja di Israel disebut akan dipulangkan ke Jalur Gaza saat gencatan senjata diperpanjang.

    “Lebih dari 10 bus melintas pagi ini dalam perjalanan menuju perbatasan Kerem Shalom,” demikian menurut laporan Israeli Army Radio, dikutip Al Jazeera.

    Mereka lalu berujar, “300 pekerja dipindahkan hari ini dan besok sekitar 1.000 lebih diperkirakan akan pindah.”

    (tim/bac)

    [Gambas:Video CNN]

  • Erdogan Desak PBB Seret Israel ke Pengadilan Internasional

    Erdogan Desak PBB Seret Israel ke Pengadilan Internasional

    Jakarta, CNN Indonesia

    Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan Israel harus bertanggung jawab di pengadilan internasional, atas kejahatan perang yang dilakukan di Gaza.

    Hal ini disampaikan Erdogan saat melakukan percakapan telepon dengan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Antonio Guterres.

    Kantor Kepresidenan Turki membeberkan bahwa dalam percakapan itu, Erdogan dan Guterres membahas “harapan komunitas internasional mengenai serangan ilegal Israel”.

    Keduanya juga membahas akses bantuan kemanusiaan ke wilayah Gaza, dan upaya untuk perdamaian abadi.

    “Selama panggilan telepon tersebut, Presiden Erdogan mengatakan bahwa Israel tanpa malu-malu terus menginjak-injak hukum internasional, hukum perang, dan hukum kemanusiaan internasional,” demikian pernyataan kantor kepresidenan Turki.

    “Israel harus bertanggung jawab atas kejahatan yang dilakukannya di hadapan dunia,” lanjut pernyataan itu, dilansir Reuters.

    Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan Menteri Luar Negeri Hakan Fidan akan menghadiri pertemuan Dewan Keamanan PBB di New York.

    Turki mengecam keras serangan Israel di Gaza dan terus menyerukan gencatan senjata penuh untuk memungkinkan diskusi mengenai solusi dua negara terhadap konflik Israel-Palestina yang lebih luas.

    Erdogan menyebut serangan Israel di Gaza sebagai genosida dan menuduh Israel sebagai “negara teror”. Namun Israel menolak tuduhan tersebut dan mengatakan bahwa mereka bertindak untuk membela diri.

    Saat ini Israel dan kelompok Hamas sepakat untuk memperpanjang gencatan senjata di Gaza, demi membebaskan lebih banyak sandera dan tahanan Palestina.

    Gencatan senjata ini akan berakhir pada Rabu (29/11) waktu setempat. Namun dunia internasional telah mendesak agar gencatan senjata ini dapat ditetapkan permanen sehingga memungkinkan pemulihan situasi kemanusiaan bagi warga Palestina di Gaza.

    (dna/dan)

    [Gambas:Video CNN]

  • Hari Kelima Gencatan Senjata, Hamas Kembali Bebaskan 12 Sandera

    Hari Kelima Gencatan Senjata, Hamas Kembali Bebaskan 12 Sandera

    Jakarta, CNN Indonesia

    Memasuki hari kelima kesepakatan gencatan senjata, kelompok Hamas kembali melepaskan 12 orang sandera sementara Israel membebaskan 30 tahanan Palestina dari penjara.

    Dilansir Reuters, Komite Palang Merah Internasional (ICRC) mengatakan 12 orang sandera itu telah keluar dari Gaza.

    Militer Israel juga sudah mengonfirmasi bahwa 10 warga negara Israel dan dua warga negara asing berada bersama pasukan khusus di wilayah Israel.

    Melalui siaran langsung oleh televisi Al Jazeera, memperlihatkan sebuah bus berisi tahanan Palestina telah meninggalkan Penjara Ofer Israel di wilayah Tepi Barat.

    Israel sebelumnya menyebut mereka yang dibebaskan terdiri dari 15 orang perempuan dan 15 remaja laki-laki. Mereka kini sudah tiba di kota Ramallah, Tepi Barat, dan Yerusalem.

    Jumlah sandera yang dibebaskan Hamas sejak dimulainya gencatan senjata pada Jumat (24/11) lalu kini berjumlah 81 orang.

    Di antaranya 60 warga Israel yang semuanya adalah perempuan dan anak-anak, dan 21 warga negara asing yang didominasi warga negara Thailand.

    Sementara itu Israel telah membebaskan total 150 tahanan Palestina dari beberapa penjara.

    Israel dan kelompok Hamas sepakat memperpanjang gencatan senjata hingga Rabu (29/11) waktu setempat.

    Sejauh ini, hanya sandera perempuan dan anak-anak yang dibebaskan Hamas, tidak termasuk sandera laki-laki.

    Israel sebelumnya mengatakan gencatan senjata dapat diperpanjang, asalkan Hamas terus membebaskan setidaknya 10 sandera Israel setiap harinya.

    (dna/dan)

  • Kota Oakland AS Dukung Gencatan Senjata Penuh di Gaza

    Kota Oakland AS Dukung Gencatan Senjata Penuh di Gaza

    Jakarta, CNN Indonesia

    Dewan Kota Oakland, California, Amerika Serikat (AS), mengeluarkan resolusi yang menyerukan gencatan senjata penuh di Jalur Gaza, Palestina, dari serangan Israel

    Dewan yang berlokasi di Kota California Bay Area ini memberikan suara 8-0 menyetujui mosi yang mendukung resolusi kongres untuk gencatan senjata permanen, bersamaan dengan bantuan kemanusiaan yang masuk tanpa batas ke Gaza, pemulihan layanan dasar, hingga pembebasan semua sandera.

    “Jumlah anak-anak yang terbunuh sejak 7 Oktober melampaui jumlah anak-anak yang terbunuh dalam konflik global selama empat tahun terakhir,” kata Presiden dewan Nikki Fortunato Bas, seperti dikutip Associated Press, Senin (27/11).

    “Saya benar-benar malu melihat bayi-bayi yang meninggal dunia. Gencatan senjata akan sangat penting untuk menyetop pembunuhan tersebut,” timpal anggota dewan Kevin Jenkins.

    Resolusi Dewan Kota Oakland ini diikuti oleh sekian ratus orang. Menurut laporan Associated Press, beberapa orang bahkan terlihat mengenakan syal keffiyeh Palestina, syal hitam-putih simbol perjuangan Palestina.

    Seruan gencatan senjata ini membuat Oakland bergabung dengan sejumlah kota AS lain, mulai dari Michigan hingga ke Georgia, yang mendesak hal serupa.

    Setidaknya tiga kota di Michigan dan Atlanta, serta Akron di Ohio, Wilmington di Delaware, dan Providence di Rhode Island, menyerukan gencatan senjata di Gaza.

    “Kami telah melihat adanya penargetan dan pembantaian terhadap warga sipil, fasilitas layanan kesehatan, rumah sakit, dan ambulans,” kata salah satu pembicara.

    “Diam dalam menghadapi penindasan dan genosida menurut saya bukanlah respons yang dapat diterima.”

    Selain itu, beberapa orang juga berpendapat warga Oakland tidak semestinya mendanai senjata untuk Israel. Uang itu, menurut mereka, bisa dialihkan untuk mengatasi masalah-masalah di dalam kota, seperti menyediakan perumahan bagi tunawisma.

    Sementara itu, resolusi Oakland menuntut gencatan senjata segera; pembebasan seluruh sandera; masuknya bantuan kemanusiaan tanpa batas ke Gaza; pemulihan makanan, air, listrik, dan pasokan medis ke Gaza; penghormatan terhadap hukum internasional; serta menyerukan resolusi yang melindungi keamanan bagi semua warga sipil yang tidak bersalah.

    Resolusi Oakland ini dirilis saat Israel dan Hamas tengah melakukan gencatan senjata sementara selama empat hari.

    Gencatan senjata itu disepakati atas hasil mediasi Qatar hingga Mesir. Mengikuti kesepakatan, Hamas telah melepaskan setidaknya 50 sandera Israel. Sebagai balasan, Israel akan membebaskan 150 tahanan Palestina.

    Gencatan ini berlaku mulai 24-27 November. Kini, gencatan itu diperpanjang selama dua hari hingga 29 November.

    (blq/pra)

  • 17 Hari Terjebak, 41 Pekerja di Terowongan India Berhasil Dievakuasi

    17 Hari Terjebak, 41 Pekerja di Terowongan India Berhasil Dievakuasi

    Jakarta, CNN Indonesia

    Tim penyelamat berhasil mengevakuasi 41 orang pekerja konstruksi yang terperangkap selama 17 hari, di dalam terowongan yang runtuh di Himalaya, India.

    Evakuasi puluhan pekerja itu dimulai lebih dari enam jam, setelah tim penyelamat berhasil menerobos puing-puing terowongan yang ambruk sejak 12 November lalu itu.

    Mereka ditarik keluar dengan tandu beroda melalui pipa baja sebesar 90 cm, dan seluruh proses selesai dalam waktu sekitar satu jam.

    “Kondisi mereka sangat baik. Tidak ada kekhawatiran mengenai kesehatan mereka,” kata pemimpin tim penyelamat Wakil Hassan.

    Setelah evakuasi, para pekerja dibawa dengan ambulans ke rumah sakit yang berjarak sekitar 30 kilometer dari lokasi.

    Selama terjebak di dalam terowongan, para pekerja itu mendapatkan makanan, air, oksigen hingga obat-obatan melalui sebuah pipa. Upaya penggalian terowongan menggunakan mesin bor bertenaga tinggi juga beberapa kali mengalami hambatan.

    Badan-badan pemerintah akhirnya meminta “penambang tikus” untuk mengebor bebatuan dan kerikil dengan tangan dari dalam pipa evakuasi.

    Para “penambang tikus” yang dibawa dari India tengah ini berhasil menembus bebatuan, tanah, dan logam sepanjang sekitar 60 meter setelah bekerja selama lebih dari satu hari.

    Terowongan ini merupakan salah satu proyek paling ambisius dari pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi, yang dibangun untuk menghubungkan empat tempat ziarah Hindu melalui jaringan jalan sepanjang 890 kilometer.

    Pihak berwenang belum mengungkap apa yang menyebabkan keruntuhan tersebut, namun wilayah tersebut rentan terhadap tanah longsor, gempa bumi, dan banjir.

    (dna/dan)

    [Gambas:Video CNN]

  • Gencatan Senjata Diperpanjang, 30 Tahanan Palestina Bebas dari Israel

    Gencatan Senjata Diperpanjang, 30 Tahanan Palestina Bebas dari Israel

    Jakarta, CNN Indonesia

    Sebanyak 30 tahanan Palestina akan dibebaskan dari penjara Israel, di hari pertama perpanjangan gencatan senjata pasukan Israel dan kelompok Hamas di Jalur Gaza pada Selasa (28/11) waktu setempat.

    Dilansir Al Jazeera, Klub Tahanan Palestina telah merilis daftar nama 15 perempuan dan 15 anak-anak yang akan dibebaskan oleh Israel.

    Jurnalis Al Jazeera yang melaporkan dari luar Penjara Ofer Israel menyebut sekitar 20 orang dari daftar itu diyakini berasal dari Yerusalem Timur.

    “Mengenai kapan [pembebasan tahanan] terjadi, masih harus dilihat,” kata jurnalis Al Jazeera Charles Sratford.

    “Kami mengalami penundaan dalam beberapa malam terakhir, terjadi cukup banyak kekerasan tadi malam dan bus tersebut meninggalkan Penjara Ofer di lingkungan Beitunia,” imbuhnya.

    Selain tahanan Palestina, militer Israel juga menyebut telah menerima informasi pembebasan 12 orang sandera Hamas di Gaza.

    Pihak militer Israel mengatakan menerima kabar dari Palang Merah bahwa para sandera sudah dalam perjalanan menuju Israel. DI antara sandera itu adalah 10 warga Israel dan dua orang warga negara asing.

    Gencatan senjata Israel dan Hamas telah memasuki hari kelima usai diperpanjang dua hari hingga Rabu (29/11). Sejauh ini Hamas telah membebaskan 69 sandera, mulai dari warga Israel hingga warga negara asing.

    Israel dan Hamas sebelumnya sepakat gencatan senjata selama empat hari mulai 24-27 November.

    Dalam perjanjian itu, Hamas harus membebaskan 50 sandera. Sebagai balasan, Israel bakal melepaskan 150 warga Palestina dari penjara-penjara negara itu.

    (dna/dan)

  • Ribuan Warga Palestina di Israel Disebut Akan Segera Pulang ke Gaza

    Ribuan Warga Palestina di Israel Disebut Akan Segera Pulang ke Gaza

    Jakarta, CNN Indonesia

    Ribuan warga Palestina yang bekerja di Israel disebut akan dipulangkan ke Jalur Gaza saat gencatan senjata diperpanjang.

    “Lebih dari 10 bus melintas pagi ini dalam perjalanan menuju perbatasan Kerem Shalom,” demikian menurut laporan Israeli Army Radio, dikutip Al Jazeera.

    Mereka lalu berujar, “300 pekerja dipindahkan hari ini dan besok sekitar 1.000 lebih diperkirakan akan pindah.”‘

    Radio lain, GZL, melaporkan pihak berwenang Israel menangkap dan menahan buruh-buruh Palestina karena masuk serta hidup di negara itu secara ilegal.

    Sejak 7 Oktober, Israel berulang kali memulangkan buruh-buruh Palestina ke Gaza.

    Israel sebelumnya mengeluarkan lebih dari 18.000 izin yang memungkinkan warga Gaza menyeberang untuk bekerja di negara Zionis ini.

    Mayoritas warga Palestina di Israel bekerja di bidang pertanian atau konstruksi. Mereka bisa mendapat upah 10 kali lipat dari gaji yang mereka dapat saat bekerja di Jalur Gaza.

    Israel menjadi perhatian dunia usai meluncurkan agresi ke Palestina. Mereka juga mendeklarasikan perang melawan Hamas.

    Selama operasi, mereka menyerang warga dan objek sipil seperti sekolah dan rumah sakit. Imbas gempuran pasukan Israel, lebih dari 14.800 orang meninggal.

    Usai puluhan hari menyerang Palestina, Israel dan Hamas sepakat gencatan senjata selama empat hari. Jeda kemanusiaan ini berlaku pada 24-27 November dan diperjang dua hari.

    Perjanjian itu mencakup jeda pertempuran, pertukaran tahanan, hingga lebih banyak bantuan kemanusiaan yang masuk.

    Namun, di tengah penerapan gencatan senjata pasukan Israel masih menyerang Gaza dan Tepi Barat.

    (blq/bac)

    [Gambas:Video CNN]