Category: CNNindonesia.com Internasional

  • Orang Arab Mulai Gabung Pasukan Israel, Diduga Taktik Pecah Belah

    Orang Arab Mulai Gabung Pasukan Israel, Diduga Taktik Pecah Belah

    Jakarta, CNN Indonesia

    Fakta orang-orang Arab kini mulai banyak gabung jadi tentara di pasukan militer Israel diduga sebagai taktik pecah belah.

    Politikus Arab di Israel menduga pendaftaran warga Arab sebagai pasukan Israel bermotif politik. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) diduga bermaksud untuk memecah belah warga Arab di Israel.

    Anggota Knesset Arab-Israel, Hanin Zoabie, mengklaim bahwa Israel berusaha mengincar orang-orang yang miskin dan tidak memiliki pekerjaan untuk menjadi tentara.

    “Sembilan puluh persen orang Arab yang bertugas di tentara Israel tidak memiliki kesetaraan dengan orang Israel. Israel tidak membutuhkan mereka untuk melindungi keamanannya, ini adalah masalah politik, yang pertama adalah perpecahan dan pemerintahan.” ungkap Zoabie.

    Ia mengatakan selama ini masyarakat dunia mungkin salah paham terkait tentara Israel sebenarnya. Kebanyakan orang percaya bahwa pasukan pertahanan ini didominasi oleh warga Yahudi.

    Organisasi Haganah, Palmach, Lehi dan Irgun memang menjadi kelompok bersenjata yang awalnya ada saat kemerdekaan Israel. Perdana Menteri pertama Israel David Ben-Gurion memutuskan untuk menyatukan angkatan tunggal dengan pembentukan IDF pada 26 Mei 1948, dilansir dari Al Majalla.

    Namun, IDF berkembang tidak hanya mewakili warga Yahudi saja. Saat ini, IDF mewakili seluruh bangsa, yaitu Yahudi Israel, Druze, Muslim, Arab, Badui dan Kristen semuanya bersaudara.

    Suku Druze, kelompok minoritas berbahasa Arab, menjadi pendaftar tertinggi IDF di Israel karena “Perjanjian Darah” pada 1956. Lebih dari 80 persen pria Druze mendaftarkan diri sebagai tentara IDF.

    Suku Druze banyak gabung IDF

    Suku Druze ditetapkan oleh pemerintah Israel sebagai komunitas etnis yang terpisah dari Muslim Palestina dan Kristen yang ada di Israel. Sedangkan, warga negara Arab yang ada di Israel disebut orang Arab Israel.

    Mereka adalah keturunan 160.000 warga Palestina yang tetap tinggal saat dideklarasikan kemerdekaan Israel 1948.

    Orang Arab memenuhi seperlima populasi non-Yahudi di Israel. Hukum Israel tidak memaksa orang Arab Muslim, Kristen, atau Badui untuk mendaftarkan diri sebagai pasukan IDF.

    Namun, dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, jumlah pria dan wanita Arab Israel yang mendaftar ke IDF meningkat drastis.

    “Merupakan suatu kehormatan, memegang senapan serbu di satu tangan dan Alquran di tangan lainnya, untuk membela tanah air saya, Israel” kata Sersan Emad, pemuda Arab Israel.

    Ashraf Ashkar, seorang Arab Israel 35 tahun, juga mengatakan bahwa teman-temannya bertugas dalam IDF di wilayah yang mendapat serangan Hamas 7 Oktober lalu.

    “Saya berbicara dengan mereka sepanjang waktu, saya punya teman, seorang Arab, yang bergabung dengan cadangan minggu lalu,” ungkap Ashkar, dikutip dari CNN.

    Presiden Israel soal orang Arab gabung IDF, bersambung ke halaman berikutnya…

    Presiden Israel Izaac Herzog mengungkapkan kebanggaan dan rasa salut bagi mereka yang mau mendaftar sebagai pasukan IDF.

    Sebagian dari orang Arab Israel merasa memiliki dan setia terhadap Israel yang menjadi pendorong mereka bergabung dengan IDF.

    “Karena ini adalah tanah air saya, saya adalah bagian dari negara ini dan saya ingin berkontribusi.” ungkap Sersan Sami Heib, pria 20 tahun.

    “Fakta bahwa saya berasal dari kelompok minoritas mungkin menjadi alasan mengapa IDF memperlakukan saya lebih istimewa, karena mereka ingin saya merasa diterima di sini,” imbuhnya.

    Sejumlah perwira Arab Israel juga menerima penghargaan ‘Pujian Pelayanan Terbaik’ pada Upacara Hari Kemerdekaan’ tahun lalu.

    “Saya dibesarkan dengan nilai-nilai Islam, dan nilai-nilai itu mengajarkan saya bahwa kesetiaan terhadap tanah air adalah sesuatu yang sakral dan merupakan suatu kewajiban. Inilah sebabnya saya membawa senjata saya untuk membela Israel.” kata Perwira Anas Safedi.

    Persuasi IDF rekrut orang-orang Arab

    IDF disebut sangat ahli untuk menjalankan strategi perekrutan anggotanya. Salah satu misi IDF adalah merekrut sebanyak mungkin warga Arab Israel.

    Pamdemi Covid-19 memainkan peran penting untuk IDF menarik hati masyarakat Arab di Israel.

    “Selama pandemi, tentara IDF dikerahkan untuk mengantarkan makanan dan obat-obatan kepada orang lanjut usia dan orang sakit. Mereka mengambil bagian dalam kampanye kesadaran akan virus corona dan kemudian membantu mendirikan pusat vaksin dan sebagainya. Upaya IDF sangat dihargai oleh warga Muslim yang tinggal di desa dan kota tersebut. Bisa dibilang faktor ketakutan telah hilang, karena masyarakat dapat melihat dengan mata kepala sendiri betapa tanpa lelahnya IDF bekerja untuk menjaga seluruh penduduk Israel.” ungkap pejabat senior IDF.

    “Zaman telah berubah, generasi muda Arab Israel lebih sadar akan apa itu IDF dan apa yang dapat ditawarkan kepada mereka dalam hal peluang karir di angkatan bersenjata atau pendidikan lebih lanjut pasca-tentara. kehidupan. Masyarakat ingin bergabung dengan tentara untuk memperbaiki keadaan mereka dan pada saat yang sama mereka ingin berkontribusi dan memperkuat keamanan negara mereka, Israel.” kata pejabat senior IDF dari Direktorat Ketenagakerjaan.

    IDF terus melakukan upaya penjaringan pasukan besar-besaran dengan menyebarkan undangan ke para pemuda Muslim di Israel melalui berbagai sarana media sosial.

  • Serangan Israel Melebar ke Rafah Dekat Mesir, 4 Orang Tewas

    Serangan Israel Melebar ke Rafah Dekat Mesir, 4 Orang Tewas

    Jakarta, CNN Indonesia

    Setidaknya empat orang dilaporkan meninggal dunia akibat serangan Israel di sebuah rumah di Rafah, perbatasan Jalur Gaza dengan Mesir, Jumat (1/12).

    Sejumlah media Palestina melaporkan beberapa orang juga luka-luka dalam serangan terbaru Israel setelah gencatan senjata negara itu dengan kelompok Hamas berakhir hari ini.

    Setidaknya dua orang juga tewas buntut serangan Israel di sebuah rumah di kamp Maghazi di Gaza tengah, demikian dilaporkan Middle East Eye.

    Kawasan Rumah Sakit Nasser di Kota Khan Younis, selatan Gaza, juga menjadi target serangan militer Negeri Zionis tersebut.

    Sementara itu di utara, serangan-serangan udara dan tembakan artileri kembali pecah, salah satunya menargetkan Sheikh Radwan, sebuah wilayah di utara Gaza, dan Jabalia.

    “Jalur Gaza berada di bawah tembakan artileri berat dan bahkan pemboman udara oleh pasukan Israel. Beberapa jam mendatang kita mungkin menyaksikan peningkatan jumlah dan tingkat serangan Israel di seluruh wilayah,” lapor jurnalis Al Jazeera, Tareq Abu Azzoum, seperti dikutip Al Jazeera, Jumat (1/12).

    “Ini membawa Palestina hanya punya satu pilihan: Mereka akan hidup kembali di bawah pemboman Israel yang akan menghancurkan semua sarana kehidupan di dalam Jalur Gaza.”

    Di Jalur Gaza tengah, tank-tank Israel juga dilaporkan menembaki kawasan sekitar kamp-kamp pengungsi Nuseirat dan Bureij.

    Sebelum serangan baru ini terjadi, Israel mengklaim sistem pertahanan rudal mereka mencegat roket yang ditembakkan dari Gaza, Palestina. Klaim ini muncul satu jam jelang perpanjangan senjata gencatan berakhir.

    Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) menyatakan temuan itu berdasarkan laporan terkait sirene yang berbunyi di kalangan masyarakat dekat Jalur Gaza.

    “Pasukan pertahanan udara Israel berhasil mencegat sebuah roket yang meluncur dari Jalur Gaza,” demikian rilis resmi militer Israel, dikutip AFP.

    Menurut militer Israel, roket ini perdana diluncurkan dari Gaza sejak hari pertama gencatan senjata pada 24 November lalu.

    (blq/wiw)

    [Gambas:Video CNN]

  • Aktivis HAM Duga Israel Curi Mayat dan Organ Warga Palestina

    Aktivis HAM Duga Israel Curi Mayat dan Organ Warga Palestina

    Jakarta, CNN Indonesia

    Kelompok aktivis hak asasi manusia (HAM) Euro-Med Monitor menduga Israel mencuri mayat dari fasilitas medis di Gaza, Palestina, untuk diambil organnya secara ilegal.

    Seperti dikutip dari The New Arab, laporan yang dikeluarkan Euro-Med Monitor itu menyatakan bahwa tentara Israel telah mengambil jenazah dari Kompleks Medis Al-Shifa dan Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza utara.

    Selain itu, lokasi lain yang diduga tempat tentara Israel mencuri mayat warga Gaza yakni di selatan wilayah Palestina yang terkepung juga.

    Para ahli medis di Gaza telah menemukan bukti yang menunjukkan hilangnya organ dari beberapa jenazah yang dikembalikan ke keluarga mereka, termasuk kornea mata dan organ lainnya.

    Para ahli medis di Gaza mengungkapkan, pemeriksaan menyeluruh terhadap jenazah yang ada masih belum dapat dilakukan di tengah serangan udara Israel yang ganas dan masuknya pasien baru yang terus-menerus.

    “Israel dianggap sebagai pusat perdagangan ilegal organ tubuh manusia secara global,” kata laporan Euro-Med, mengacu pada penyelidikan CNN yang juga menunjukkan Israel terlibat dalam pencurian organ dari mayat warga Palestina.

    Organisasi yang bermarkas di Jenewa ini juga menuduh Israel menyimpan jenazah di suhu beku (di bawah 40 derajat Celcius), kemungkinan untuk menyembunyikan pencurian organ.

    Israel memiliki sejarah dalam menjaga jenazah warga Palestina. Euro-Med mengatakan bahwa setidaknya 145 jenazah ditahan di kamar mayat, sekitar 255 lainnya di fasilitas rahasia ‘Numbers Cemetery’ dekat perbatasan Yordania, sementara 75 lainnya masih hilang dan tidak teridentifikasi.

    Beberapa dari jenazah ini dikatakan disimpan di kuburan massal tersembunyi – yang dikenal sebagai “kuburan kombatan musuh” – di wilayah militer, di mana konon hanya ditandai dengan pelat logam.

    Kementerian Kesehatan di Gaza mengatakan pihaknya harus menguburkan sejumlah jenazah warga Palestina yang tidak dikenal di kuburan massal beberapa kali selama perang dengan Israel di Gaza, yang telah menewaskan lebih dari 15.000 warga Palestina, di mana kebanyakan dari mereka adalah wanita dan anak-anak.

    Dalam upaya agar keluarga mereka dapat mengidentifikasi jenazahnya nanti, kepala kantor pers pemerintah, Salama Maarouf, menyebut akan menggunakan cara tertentu.

    “Kami telah mendokumentasikan semua jenazah dan memotret semua tanda-tanda yang membedakan mereka sebelum menguburkannya di kuburan massal,” kata Salama Maarouf.

    Meski muncul kecurigaan dan tuduhan bahwa tentaranya mencuri mayat dan organ warga Palestina, pihak Israel sejauh ini belum memberi penjelasan atau bantahan. 

    (wiw/wiw)

    [Gambas:Video CNN]

  • Serangan Israel Targetkan Gaza Selatan, Bombardir Sekitar RS Nasser

    Serangan Israel Targetkan Gaza Selatan, Bombardir Sekitar RS Nasser

    Jakarta, CNN Indonesia

    Pasukan Israel membombardir area dekat Rumah Sakit Nasser di Khan Younis, Gaza Selatan, usai gencatan senjata berakhir pada hari ini, Jumat (1/12).

    “Jet tempur Israel menyerang target di dekat Rumah Sakit Nasser di Khan Younis,” demikian laporan Middle East Eye.

    Gaza selatan merupakan wilayah yang padat penduduk usai Israel mengusir warga Gaza di utara. Para warga ini kemudian ramai-ramai ke Gaza selatan.

    Serangan terbaru Israel berlangsung usai gencatan senjata antara Israel dan kelompok di Palestina, Hamas, berakhir. Mereka sempat sepakat gencatan senjata pada 24 November dan terus diperpanjang hingga tujuh hari.

    Al Jazeera melaporkan jet tempur Israel terdengar mondar-mandir Gaza.

    Kendaraan militer Israel juga melepaskan tembakan di barat laut Gaza.

    Tak hanya itu, beberapa outlet berita Palestina melaporkan terdengar suara tembakan dan ledakan terdengar di Gaza utara.

    Sebelum menyerang, Israel sempat menuduh Hamas melanggar kesepakatan gencatan senjata karena meluncurkan roket ke wilayah itu.

    Di sisi lain, Israel juga menyatakan tak segan mempertimbangkan akan kembali menggempur Gaza jika Hamas tak bisa memenuhi syarat dalam gencatan senjata.

    (isa/bac)

    [Gambas:Video CNN]

  • Gencatan Senjata Berakhir, Tank Israel Tembak Wilayah Kamp Pengungsi

    Gencatan Senjata Berakhir, Tank Israel Tembak Wilayah Kamp Pengungsi

    Jakarta, CNN Indonesia

    Pertempuran sengit antara kelompok perlawanan Palestina dengan pasukan Israel (IDF) kembali berlanjut usai gencatan senjata di Jalur Gaza tak lagi berlaku pada Kamis (1/12).

    Di Jalur Gaza tengah, tank-tank Israel juga dilaporkan menembaki kawasan sekitar kamp-kamp pengungsi Nuseirat dan Bureij.

    Sebelum serangan baru ini terjadi, Israel mengklaim sistem pertahanan rudal mereka mencegat roket yang ditembakkan dari Gaza, Palestina, perdana sejak gencatan senjata.

    Klaim ini juga muncul satu jam jelang perpanjangan senjata gencatan berakhir.

    Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) menyatakan temuan itu berdasarkan laporan terkait sirene yang berbunyi di kalangan masyarakat dekat Jalur Gaza.

    “Pasukan pertahanan udara Israel berhasil mencegat sebuah roket yang meluncur dari Jalur Gaza,” demikian rilis resmi militer Israel, dikutip AFP.

    Menurut militer Israel, roket ini perdana diluncurkan dari Gaza sejak hari pertama gencatan senjata.

    Sementara itu, pasukan Israel kembali melancarkan serangan udara ke utara Jalur Gaza usai gencatan senjata resmi berakhir hari ini Jumat (1/12).

    Jurnalis Al Jazeera, Tareq Abu Azzoum, melaporkan serangan udara itu salah satunya menargetkan Sheikh Radwan, sebuah wilayah di utara Gaza. Tak cuma itu, tembakan-tembakan dari artileri juga mulai marak di Gaza tengah seiring dengan rencana perluasan operasi militer Israel di Gaza.

    Suara drone Israel pun dilaporkan bisa terdengar jelas di atas kepala. Bahkan, drone itu terbang di langit selatan Jalur Gaza di mana pasukan Israel sebelumnya menyatakan Hamas melanggar gencatan senjata dengan meluncurkan roket ke arah pemukiman Israel.

    “Jalur Gaza berada di bawah tembakan artileri berat dan bahkan pemboman udara oleh pasukan Israel. Beberapa jam mendatang kita mungkin menyaksikan peningkatan jumlah dan tingkat serangan Israel di seluruh wilayah,” lapor Azzoum, seperti dikutip Al Jazeera, Jumat (1/12).

    Ia melanjutkan, “Ini membawa Palestina hanya punya satu pilihan: Mereka akan hidup kembali di bawah pemboman Israel yang akan menghancurkan semua sarana kehidupan di dalam Jalur Gaza.”

    (bac/bac)

    [Gambas:Video CNN]

  • Pejabat Israel Diklaim Abaikan Laporan Intel soal Hamas Akan Menyerang

    Pejabat Israel Diklaim Abaikan Laporan Intel soal Hamas Akan Menyerang

    Jakarta, CNN Indonesia

    Para pejabat Israel disebut telah menerima laporan dari intelijen bahwa kelompok Hamas Palestina tengah bersiap melancarkan serangan ke Israel, sebelum serangan terjadi 7 Oktober lalu.

    Namun, pejabat-pejabat itu mengabaikan laporan tersebut.

    Kabar ini diungkapkan oleh surat kabar New York Times pada Kamis (30/11). NYT menyebut dokumen yang telah diterima otoritas Israel “telah menguraikan persis poin demi poin jenis invasi yang menghancurkan yang menyebabkan kematian sekitar 1.200 orang (di Israel).”

    Dokumen yang telah ditinjau oleh NYT itu sendiri tidak merinci kapan tepatnya Hamas akan menyerang. Namun ada rincian soal rentetan roket, upaya untuk melumpuhkan pengawasan, dan gelombang orang-orang bersenjata menyeberang ke Israel melalui darat dan udara.

    The Times melaporkan dokumen tersebut juga mencakup informasi keamanan sensitif tentang kapasitas dan lokasi militer Israel. Dokumen itu disebut telah beredar luas di kalangan pemimpin militer dan intelijen negara itu.

    Namun, tidak diketahui apakah dokumen intel itu telah ditinjau atau belum oleh para pejabat Israel.

    Dilansir dari AFP, militer Israel tahun lalu sempat menyatakan bahwa terlalu dini untuk menyebut rencana itu benar dirancang oleh Hamas. Seorang analis intelijen yang mewanti-wanti bahwa Hamas telah melakukan latihan sesuai rencana tersebut bahkan dipecat karena peringatannya.

    Analis perempuan tersebut saat itu mengatakan ada “rencana yang dirancang untuk memulai perang.”

    Militer Israel cuma merespons untuk “tunggu dengan sabar.”

    Peringatan itu pada dasarnya tidak menunjukkan bahwa Hamas bakal melaksanakan rencana itu dalam waktu dekat. Seiring dengan itu, intelijen Israel pun terus percaya bahwa Hamas tidak menginginkan perang dengan mereka.

    Ini sama dengan kegagalan intelijen Amerika Serikat menghindari serangan 11 September 2001 silam.

    Serangan Hamas ke Israel sejauh ini menewaskan 1.200 orang dan menyandera 240 orang, menurut pejabat Israel.

    Sementara itu, agresi darat dan udara Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 15.000 orang, dengan mayoritas anak-anak dan perempuan, menurut pihak berwenang Hamas.

    (blq/bac)

    [Gambas:Video CNN]

  • Tuduh Hamas Langgar Gencatan Senjata, Israel Kembali Bombardir Gaza

    Tuduh Hamas Langgar Gencatan Senjata, Israel Kembali Bombardir Gaza

    Jakarta, CNN Indonesia

    Militer Israel telah menyatakan untuk melanjutkan pertempuran di Jalur Gaza, Palestina, setelah tak ada pengumuman soal perpanjangan gencatan senjata yang berakhir hari ini, Jumat (1/12).

    Israel mengklaim Hamas telah melanggar kesepakatan gencatan senjata dengan menembakkan artileri ke wilayah mereka detik-detik jelang masa jeda pertempuran habis. 

    “Hamas melanggar gencatan senjata dengan menembak ke wilayah Israel,” demikian menurut laporan Al Jazeera.

    Hingga masa tenggat gencatan senjata yang berakhir pada Jumat pagi pukul 07.00 waktu Gaza atau 12.00 WIB, tidak ada pernyataan resmi terbaru antara Israel-Hamas soal perpanjangan jeda pertempuran keduanya itu.

    Tak lama setelah masa gencatan senjata habis, serangan Israel di Gaza pun mulai terdengar lagi. Al Jazeera melaporkan jet-jet tempur Israel mulai terdengar terbang di atas langit Gaza.

    Kendaraan militer Israel juga terdengar mulai melepaskan tembakan lagi di barat laut Gaza.

    Tak hanya itu, beberapa outlet berita Palestina melaporkan bahwa suara tembakan dan ledakan terdengar di utara Gaza.

    Israel dan kelompok perlawanan Palestina, Hamas, sepakat gencatan senjata pada 24 November dan terus diperpanjang dan berakhir hari ini.

    Israel sempat menyatakan Hamas harus bisa memulangkan 10 sandera hidup-hidup setiap hari jika ingin gencatan senjata terus diperpanjang.

    Jika Hamas tak bisa memenuhi syarat tersebut, Israel mempertimbangkan akan kembali menggempur Gaza.

    Sebelum serangan baru ini mulai, Israel mengklaim sistem pertahanan rudal mencegat roket yang ditembakkan dari Gaza, Palestina, perdana sejak gencatan senjata.

    Klaim ini juga muncul satu jam jelang perpanjangan senjata gencatan berakhir.

    Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) menyatakan temuan itu berdasarkan laporan terkait sirine yang berbunyi di kalangan masyarakat dekat Jalur Gaza.

    “Pasukan pertahanan udara Israel berhasil mencegat sebuah roket yang meluncur dari Jalur Gaza,” demikian rilis resmi militer Israel, dikutip AFP.

    Menurut militer Israel, roket ini perdana diluncurkan dari Gaza sejak hari pertama gencatan senjata.

    (isa/rds)

    [Gambas:Video CNN]

  • Israel Klaim Cegat Roket dari Gaza, Perdana Sejak Gencatan Senjata

    Israel Klaim Cegat Roket dari Gaza, Perdana Sejak Gencatan Senjata

    Jakarta, CNN Indonesia

    Militer Israel mengklaim sistem pertahanan rudal mencegat roket yang ditembakkan dari Gaza, Palestina, perdana sejak gencatan senjata pada Jumat (1/12).

    Klaim ini juga muncul satu jam jelang perpanjangan senjata gencatan berakhir dan sebelum militer Israel.

    Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) menyatakan temuan itu berdasarkan laporan terkait sirine yang berbunyi di kalangan masyarakat dekat Jalur Gaza.

    “Pasukan pertahanan udara Israel berhasil mencegat sebuah roket yang meluncur dari Jalur Gaza,” demikian rilis resmi militer Israel, dikutip AFP.

    Menurut militer Israel, roket ini perdana diluncurkan dari Gaza sejak hari pertama gencatan senjata.

    Israel dan kelompok perlawanan Palestina, Hamas, sepakat gencatan senjata pada 24 November dan terus diperpanjang hingga hari ini.

    Namun, hingga sekarang belum ada informasi lebih lanjut apakah jeda kemanusiaan ini akan diperpanjang atau dihentikan.

    Kelompok sayap militer Hamas, Brigade Al Qassam, sempat menyatakan siap tempur jika Israel ogah memperpanjang gencatan senjata.

    Sementara itu, Israel menyatakan Hamas harus bisa memulangkan 10 sandera hidup-hidup setiap hari jika ingin gencatan senjata terus diperpanjang.

    Jika Hamas tak bisa memenuhi syarat tersebut, Israel mempertimbangkan akan kembali menggempur Gaza.

    Israel melancarkan agresi ke Palestina pada 7 Oktober. Imbas serangan itu, lebih dari 15.000 orang meninggal.

    (isa/bac)

    [Gambas:Video CNN]

  • Gencatan Senjata Israel-Hamas Berakhir, Gaza Kembali Dibombardir

    Gencatan Senjata Israel-Hamas Berakhir, Gaza Kembali Dibombardir

    Jakarta, CNN Indonesia

    Gencatan senjata Israel dan Hamas di Jalur Gaza Palestina resmi berakhir menyusul tidak ada pembaruan kesepakatan antara keduanya soal perpanjangan jeda pertempuran hingga detik-detik terakhir pada Jumat (1/12).

    “Batas waktu perpanjangan gencatan senjata Israel-Hamas telah berlalu tanpa ada kesepakatan yang diumumkan,” demikian laporan Al Jazeera.

    Al Jazeera juga melaporkan jet-jet tempur Israel mulai terdengar terbang kembali di atas langit Gaza.

    Wartawan Al Jazeera, Tareq Abu Azzoum, melaporkan gempuran Israel bahkan tak hanya terjadi di utara Gaza tapi juga ke daerah Khan Younis di Jalur Gaza selatan.

    “Insiden ini bertepatan dengan drone dan jet tempur militer Israel yang kembali beroperasi di langit Jalur Gaza,” kata Azzoum.

    Kendaraan militer Israel juga melepaskan tembakan di barat laut Gaza.

    Tak hanya itu, beberapa outlet berita Palestina melaporkan bahwa suara tembakan dan ledakan terdengar di utara Gaza.

    Israel dan kelompok perlawanan Palestina, Hamas, sepakat gencatan senjata pada 24 November dan terus diperpanjang dan berakhir hari ini.

    Israel sempat menyatakan Hamas harus bisa memulangkan 10 sandera hidup-hidup setiap hari jika ingin gencatan senjata terus diperpanjang.

    Jika Hamas tak bisa memenuhi syarat tersebut, Israel mempertimbangkan akan kembali menggempur Gaza.

    (isa/rds)

    [Gambas:Video CNN]

  • Rabi-Hakim Israel Pemberi ‘Fatwa’ Bom RS Gaza Tewas di Yerusalem

    Rabi-Hakim Israel Pemberi ‘Fatwa’ Bom RS Gaza Tewas di Yerusalem

    Jakarta, CNN Indonesia

    Rabi sekaligus hakim senior Israel Elimelech Wasserman yang memberi ‘fatwa’ terkait bom di rumah sakit Jalur Gaza Palestina, turut tewas dalam serangan penembakan di Yerusalem pada Kamis (30/11).

    Hamas kemudian mengklaim bertanggung jawab atas serangan penembakan tersebut yang menewaskan tiga orang, seperti dikutip dari AFP.

    Kabar kematian itu terungkap usai Menteri Pelayanan Keagamaan Michael Malchieli menyatakan satu dari tiga korban yang tewas di Yerusalem adalah Wasserman.

    Ia menerangkan insiden ini terjadi saat Rabi Wasserman dalam perjalanan menuju Pengadilan Rabbi di Ashdod. Malchieli pun menyampaikan duka cita untuk hakim senior ini.

    “Semoga jalan dia diberkati,” kata Malchieli, dikutip Jerusalem Post, Kamis (30/11).

    Kepala Rabi Yitzhak Yosef juga menyampaikan bela sungkawa untuk Wassermn.

    “[Saya] berduka atas pembunuhan tragis hakim rabi, Rabi Elimelech Wasserman, yang dibunuh secara brutal oleh pelaku kejahatan pagi ini di Yerusalem,” kata Yosef dalam pernyataan resmi.

    Wasserman merupakan salah satu korban dalam serangan yang dilakukan Hamas di Yerusalem pada Kamis.

    Semasa hidup, dia dianggap sebagai salah satu hakim senior. Wasserman juga berpengalaman dan memiliki pengetahuan yang luas soal Talmud atau kumpulan ajaran, hukum, hingga interpretasi sastra Yahudi, dan keputusan hukum Yahudi.

    Dia juga sempat menuai sorotan usai menjadi salah satu sosok yang mengeluarkan fatwa untuk mengizinkan pengeboman Rumah Sakit Al Shifa di Gaza.

    Menurut laporan Watan, sekitar 43 rabi telah mengeluarkan fatwa yang mengizinkan pengeboman di RS Al Shifa ke Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

    Keputusan itu muncul usai puluhan ribu warga Palestina mencari perlindungan di tempat tersebut imbas gempuran Israel yang mengenai rumah mereka.

    Israel melancarkan serangan ke Al Shifa pada pertengahan November. Mereka juga sempat mengepung rumah sakit tersebut.

    Tak hanya itu, Israel merangsek masuk ke RS dan melepas tembakan hingga menyebabkan korban luka.

    Sebelum menggempur habis-habisan RS itu, Israel menuduh Al Shifa menjadi markas Hamas. Di sana, kata mereka, terdapat terowongan yang menuju rumah pemimpin Hamas.

    Namun, pihak RS Al Shifa membantahnya. Terowongan yang dimaksud adalah jalur air untuk mengisi kolam.

    (isa/rds/bac)

    [Gambas:Video CNN]