Perdana Menteri Timor Leste, Xanana Gusmão, menyambut hangat Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, saat keduanya bertemu di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-47 ASEAN di Kuala Lumpur, Minggu (26/10/2025). (REUTERS/Chalinee Thirasupa/Pool)
Category: CNBCindonesia.com News
-

Gubernur Bank Sentral Warning Ekonomi Menuju “Mati Suri” Gegara Utang
Jakarta, CNBC Indonesia – Gubernur Bank of France, Francois Villeroy de Galhau, mengeluarkan peringatan keras bahwa Prancis berada dalam risiko “mati suri ekonomi” jika negara tersebut tidak segera mengatasi masalah anggaran dan utangnya.
Dalam sebuah wawancara akhir pekan lalu, Villeroy de Galhau mengakui bahwa Prancis menghadapi “masalah anggaran yang serius,” di mana defisit pemerintah diproyeksikan tetap tinggi sebesar 5,4% dari PDB pada 2025, hanya sedikit membaik dari 5,8% tahun lalu.
Ia juga mendesak pemerintah untuk menurunkan defisit tersebut hingga 3% pada tahun 2029 demi memulihkan kredibilitas fiskal.
“Negara kita tidak terancam kebangkrutan, tetapi dengan mati suri bertahap,” kata Villeroy de Galhau, menunjuk pada biaya pembayaran utang yang diproyeksikan meningkat tajam.
Biaya layanan utang Prancis diperkirakan akan melonjak dari 30 miliar euro (sekitar Rp579,2 triliun) pada tahun 2020 menjadi lebih dari 100 miliar euro (sekitar Rp1.930 triliun) pada akhir dekade ini.
Ia memperingatkan bahwa suku bunga yang lebih tinggi sudah mendorong biaya pinjaman untuk rumah tangga dan bisnis, sekaligus mengalihkan dana dari prioritas seperti pertahanan dan transisi hijau.
Villeroy de Galhau juga menyoroti beban utang yang diwariskan kepada generasi mendatang.
“Akhirnya, dan di atas segalanya, itu adalah utang yang makin besar yang kita tinggalkan untuk anak cucu kita,” katanya.
Utang publik Prancis saat ini berada di angka 3,3 triliun euro (sekitar Rp63.713 triliun) atau sekitar 115% dari PDB-nya.
Komentar Villeroy de Galhau muncul tak lama setelah Moody’s merevisi prospek kredit Prancis dari stabil menjadi negatif, mengutip “fragmentasi politik” yang dapat menghambat pembuatan kebijakan.
Sebelumnya pada tahun ini, Fitch Ratings dan S&P Global Ratings juga telah menurunkan peringkat kredit Prancis menjadi A+, menunjukkan risiko fiskal dan politik yang meningkat.
Villeroy de Galhau mencatat bahwa Moody’s kini menjadi satu-satunya lembaga besar yang masih memberikan Prancis peringkat double-A, yang ia gambarkan sebagai “tanda bahwa negara itu mempertahankan kekuatannya, meskipun prospeknya negatif.”
Meskipun dihadapkan pada ancaman fiskal, Gubernur tersebut mempertahankan perkiraan pertumbuhan yang moderat sekitar 0,7% pada 2025, mencatat bahwa Prancis tetap menjadi “negara Eropa utama yang menciptakan lapangan kerja terbanyak selama sepuluh tahun terakhir.”
Adapun tingkat pengangguran di Prancis, yang secara tradisional tinggi, saat ini berada di sekitar 7,5%.
(luc/luc)
[Gambas:Video CNBC]
-

Bangun 1.000 Rumah, Pemerintah Kembangkan Kawasan Transmigrasi
Jakarta, CNBC Indonesia –Kementerian TransmigrasI berkaloborasi dengan pemerintah Kota Batam dan BP Batam akan membangun 1.000 unit rumah di Tanjung Banon dan kawasan Barelang dengan letak yang strategis berpotensi akan membuka peluang ekonomi baru untuk masyarakat lokal.
Selengkapnya dalam program Evening Up CNBC Indonesia, Senin (27/10/2025).
-

Video: Laba Industri China Naik 21,6%, Tertinggi Hampir 2 Tahun
Jakarta, CNBC Indonesia –Laba perusahaan industri besar di China naik tajam pada September 2025. Kenaikan ini menjadi yang tertinggi dalam hampir dua tahun terakhir, didorong kebijakan pemerintah untuk menekan perang harga dan menjaga stabilitas industri manufaktur.
Selengkapnya dalam program Manufacture Check CNBC Indonesia, Senin (27/10/2025).
-

Video: Menperin Sebut Tekstil RI Efisien, Targetkan Jadi Pemain Global
Jakarta, CNBC Indonesia –Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang menyatakan industri tekstil dan produk tekstil Indonesia masih lebih efisien dibandingkan negara-negara raksasa tekstil dunia seperti China dan Turki.
Selengkapnya dalam program Manufacture Check CNBC Indonesia, Senin (27/10/2025).
-

Disinggung Soal Ekonomi “Bawah Tanah”, Purbaya Jawab Hal Tak Terduga
Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan akan fokus pada ekonomi riil dibandingkan underground economy alias aktivitas perekonomian yang tidak tercatat resmi oleh pemerintah.
“Jadi daripada ngomongin itu, saya perbaikin yang ada dulu yang bukan underground, yang di atas tanah. Yang kelihatan ada kelemahannya, yang bisa saya perbaiki. Saya kejar itu dulu. Nanti kalau itu selesai semua, baru yang lain lagi,” ucapnya di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (27/10/2025).
Menurut Purbaya, angka underground economy tidak bisa dihitung dengan pasti.
“Gimana ngukurnya? Orang underground? Dia juga pasti tebak-tebakan. Kalau bisa di atas dihitung berarti bukan underground,” ucapnya.
“Cuma kalau dikejar betul ini… Mengejar sesuatu yang seolah-olah ada tapi nggak bisa dihitung. Jadi saya mau target berapa saya mau ambil. Nggak tahu, nggak terlalu clear,” sambungnya.
Iya menegaskan bawa mengejar underground economy adalah zero result alias tak ada hasil, sehingga lebih penting memperbaiki yang ada di depan mata.
“Intinya zero result-nya. Jadi daripada ngomongin itu, saya perbaikin yang ada dulu, yang bukan underground, yang di atas tanah. Yang kelihatan ada kelemahannya, yang bisa saya perbaiki. Saya kejar itu dulu. Nanti kalau itu selesai semua, baru yang lain lagi,” ucapnya.
(wia)
[Gambas:Video CNBC]
-

Jerman Musnahkan Pembangkit Listrik Nuklir, Kenapa?
Jakarta, CNBC Indonesia – Jerman memusnahkan dua menara pendingin Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di kota Gundremmingen, Bavaria, Sabtu (25/10/2025). Sekitar 600 kilogram (kg) bahan peledak dan 1.800 lubang bor dibutuhkan untuk menghancurkan dua bangunan tersebut.
Kedua bangunan tersebut telah berfungsi sebagai fasilitas penting selama hampir enam dekade, menciptakan banyak lapangan kerja baru dan berhasil meningkatkan perekonomian lokal.
Melansir Euronews, Senin (27/10/2025), pembongkaran dua fasilitas tersebut seiring dengan kebijakan transisi energi di Jerman. Adapun, PLTN di Brokdorf dan Grohnde telah dinonaktifkan sejak Desember 2021 lalu.
Menurut perusahaan energi RWE, pembongkaran tersebut diamati di berbagai titik pengawasan di wilayah tersebut. Secara total, ada tiga ledakan yang dilakukan untuk merobohkan kedua fasilitas tersebut.
Ledakan pertama dilakukan untuk mengusir hewan dan satwa liar di dekatnya. Ledakan kedua untuk menjatuhkan menara pertama, dan yang ketiga untuk meruntuhkan kedua menara secara total.
Sebanyak 56.000 ton beton runtuh dalam hitungan detik. Penyelesaian pembongkaran menara tersebut ditargetkan bisa tuntas pada tahun 2040 mendatang.
(wia)
[Gambas:Video CNBC]
-

Video: Industri Manufaktur Serap 19 Juta Pekerja
Jakarta, CNBC Indonesia – Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, membenarkan adanya pemutusan hubungan kerja di sejumlah sektor manufaktur seperti tekstil dan rokok. Namun ia menegaskan industri manufaktur tetap menjadi penopang utama penyerapan tenaga kerja nasional.
Selengkapnya dalam program Manufacture Check CNBC Indonesia, Senin (27/10/2025).
-

Gempa M6.5 Guncang Leeward Island, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami ke RI
Jakarta, CNBC Indonesia – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut bahwa pada Senin, 27 Oktober 2025, pukul 19:38:40 WIB wilayah Leeward Island, diguncang gempabumi tektonik.
Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki magnitudo M6.5 dengan episenter terletak pada koordinat 16,537° LU; 59,568° BB, pada kedalaman 10 km.
Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi ini merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Caribbean dan Lempeng North America.
“Hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia. Oleh karena itu, kepada masyarakat pesisir di wilayah Indonesia diimbau agar tetap tenang. Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempabumi tersebut,” jelas Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono, dalam keterangan resmi, Senin (27/10/2025).
Hingga Senin, 27 Oktober 2025, pukul 21:00 WIB, dia menyebut, belum menunjukkan ada aktivitas gempabumi susulan.
“Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” ujarnya.
(wia)
[Gambas:Video CNBC]

