Category: Bisnis.com

  • Daftar 10 Daerah dengan UMK Tertinggi di Indonesia, Ada Bekasi & Jakarta

    Daftar 10 Daerah dengan UMK Tertinggi di Indonesia, Ada Bekasi & Jakarta

    Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah daerah termasuk dalam daftar daerah dengan upah minimum kabupaten/kota (UMK) tertinggi di Indonesia pada 2025. Lantas, berapa besarannya jika naik hingga 10,5% sesuai dengan usulan buruh pada 2026?

    Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyatakan belum terdapat keputusan akhir mengenai formula kenaikan upah minimum 2026, seiring dengan pembahasan yang masih terus berlangsung.

    “UMP belum, sedang kita bahas,” kata Yassierli dalam konferensi pers di Kantor Kemnaker, Jakarta Selatan, Rabu (12/11/2025).

    Dia menjelaskan, menjelang tenggat pengumuman pada 21 November, fase pembahasan UMP 2026 sedang berjalan di Dewan Pengupahan Nasional (Depenas) dan Dewan Pengupahan tingkat provinsi.

    Yassierli lantas menyebut bahwa pihaknya terus melakukan dialog bersama serikat pekerja dan kalangan pengusaha, dalam hal ini Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).

    Di sisi lain, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) terus mendorong kenaikan upah minimum tahun depan sebesar 8,5% hingga 10,5%.

    Presiden KSPI Said Iqbal menyatakan bahwa kenaikan upah minimum dihitung dari pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi, serta indeks tertentu. Mengingat kondisi makroekonomi yang dinilai tak terlalu berbeda dibandingkan tahun lalu, dia berharap agar kenaikan UMP setidaknya sama seperti tahun lalu, yakni 6,5%.

    “Kami bisa memahami apabila indeks tertentunya 0,9 sampai 1,0. Kalau pakai 0,9 sampai 1,0 berarti sekitar minimal kenaikan upah minimumnya bisa 7,77%,” kata Said dalam konferensi pers secara daring, Minggu (9/11/2025).

    Berikut daftar 10 daerah dengan UMK tertinggi di Indonesia 2025:

    1. Kota Bekasi: Rp5.690.752
    2. Kabupaten Karawang: Rp5.599.593
    3. Kabupaten Bekasi: Rp5.558.515
    4. DKI Jakarta: Rp5.397.761
    5. Kota Depok: Rp5.195.721
    6. Kota Cilegon: Rp5.128.084
    7. Kota Bogor: Rp5.126.897
    8. Kota Tangerang: Rp5.069.708
    9. Kabupaten Mimika: Rp5.005.678
    10. Kota Batam: Rp4.989.600

    Daftar 10 Daerah dengan UMK Tertinggi 2026 jika naik 10,5%:

    1. Kota Bekasi: dari Rp5.690.752 menjadi Rp6.287.038
    2. Kabupaten Karawang: dari Rp5.599.593 menjadi Rp6.188.572
    3. Kabupaten Bekasi: dari Rp5.558.515 menjadi Rp6.142.644
    4. DKI Jakarta: dari Rp5.397.761 menjadi Rp5.964.587
    5. Kota Depok: dari Rp5.195.721 menjadi Rp5.740.279
    6. Kota Cilegon: dari Rp5.128.084 menjadi Rp5.666.568
    7. Kota Bogor: dari Rp5.126.897 menjadi Rp5.665.132
    8. Kota Tangerang: dari Rp5.069.708 menjadi Rp5.602.037
    9. Kabupaten Mimika: dari Rp5.005.678 menjadi Rp5.530.965
    10. Kota Batam: dari Rp4.989.600 menjadi Rp5.514.048

  • Pengusaha Baja Minta Alat Deteksi Radioaktif Dipasang di Border Bea Cukai

    Pengusaha Baja Minta Alat Deteksi Radioaktif Dipasang di Border Bea Cukai

    Bisnis.com, JAKARTA — The Indonesian Iron and Steel Association (IISIA) mengusulkan agar pemasangan alat pendeteksi radiasi atau radiation portal monitor (RPM) dilakukan di area perbatasan atau border yang berada di bawah pengawasan Bea Cukai. 

    Usulan tersebut disampaikan menyusul kebijakan pemerintah yang mewajibkan pelaku industri peleburan logam memasang alat pendeteksi radioaktif di masing-masing fasilitas usaha.

    Direktur Eksekutif IISIA Harry Warganegara mengatakan bahwa langkah pemerintah untuk memperketat pengawasan bahan baku logam, terutama scrap impor, sebenarnya dapat dipahami. Namun, pemasangan alat deteksi seharusnya dilakukan di titik masuk barang, bukan di area industri.

    “Kami bisa pasang alat pendeteksi itu, tapi seharusnya ini dipasang di border sehingga kalau ada apa-apa, ketahuan ada radioaktif, bisa langsung di re-export,” ujar Harry dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR, Rabu (12/11/2025).

    Harry menjelaskan, kebutuhan bahan baku menjadi tantangan utama industri baja nasional untuk menuju produksi baja hijau (green steel). 

    Indonesia saat ini mengimpor sekitar 1,2 juta ton scrap setiap tahun, sementara pasokan domestik hanya mampu memenuhi 30%—40% kebutuhan.

    Namun, pasokan scrap impor sempat terhambat setelah muncul temuan material radioaktif pada salah satu perusahaan peleburan di Cikande, Banten, yakni PT Peter Metal Technology (PMT). Dampaknya, impor scrap langsung dihentikan sementara waktu.

    “Kami memahami situasi yang terjadi di Cikande, akibatnya scrap itu disetop. Kami sudah melayangkan surat ke Kemenperin, KLHK, dan Kemendag, dan sudah direspons. Kami diberi waktu 3 bulan untuk memasang alat RPM atau CSSM sebagai detektor radioaktif,” ungkapnya.

    Meski demikian, Harry menekankan bahwa proses pengadaan alat tersebut memerlukan waktu. Dia mengungkap pihaknya tidak menolak untuk memasang alat deteksi tersebut. 

    Namun, secara waktu, pemasangan di kawasan industri dinilai akan terlambat apabila ditemukan unsur radioaktif setelah scrap tiba di area industri. Menurut Harry, kondisi itu membuat perusahaan tidak bisa lagi mengekspor kembali material yang terkontaminasi.

    “Kalau radioaktifnya ditemukan di pabrik anggota kami, itu sudah tidak bisa di-re-export. Solusinya adalah dikubur. Kalau dikubur berarti radioaktif itu ditanam di bumi Indonesia, bukan dikembalikan ke negara asal. Ini yang kami khawatirkan,” jelasnya.

    Harry menambahkan, sebenarnya Bea Cukai telah memiliki alat pendeteksi radioaktif di Pelabuhan Tanjung Priok. Namun, fasilitas itu dinilai belum mencukupi karena belum tersedia di seluruh pelabuhan tempat scrap impor masuk.

    “Bea Cukai memang punya di Priok, tapi apakah alat itu aktif 24 jam dan apakah semua scrap diperiksa? Karena scrap tidak hanya masuk lewat Priok, ada pelabuhan lain yang belum punya alat itu,” imbuhnya.

    Sementara itu, berdasarkan edaran dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), perusahaan peleburan diwajibkan memasang alat deteksi radioaktif sebelum dapat kembali mengimpor scrap. IISIA menilai kebijakan ini perlu penyesuaian agar tidak menghambat aktivitas industri.

    “Kalau harus pasang dulu baru boleh impor lagi, berarti selama alat dipasang, produksi berhenti. Dampaknya bukan hanya ke perusahaan, tapi juga ke karyawan. Untungnya sekarang sudah diperpanjang waktunya,” pungkasnya. 

  • SMI Genjot Pembiayaan Hijau, Portofolio Ditargetkan Tembus 30% di 2030

    SMI Genjot Pembiayaan Hijau, Portofolio Ditargetkan Tembus 30% di 2030

    Bisnis.com,HUMBANG HASUNDUTAN — PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI menargetkan portofolio pembiayaan proyek-proyek hijau meningkat hingga mencapai 25%-30% hingga 2030.

    Direktur Operasional dan Keuangan SMI, Aradita Priyanti mengatakan pihaknya akan terus meningkatkan portofolio pembiayaan hijau untuk mendukung program pemerintah dalam mencapai target nol emisi karbon atau net zero emission (NZE) pada 2030.

    Adapun, sampai dengan September 2025 portofolio pembiayaan proyek hijau atau climate related project SMI telah mencapai 20,9%. 

    “Kami ada roadmap untuk portofolio pembiayaan hijau dan sampai 2030 kami berupaya untuk meningkatkan menjadi 25% hingga 30%,” kata Aradita di Humbang Hasundutan, Sumatra Utara, Selasa (11/11/2025).

    Dia menjelaskan, dari 20,9% portofolio pembiayaan hijau SMI, masih didominasi oleh proyek energi terbarukan yakni sekitar 15,7%. Kemudian, disusul proyek air minum dan sanitasi dengan kontribusi sebesar 2,0%, energi baru 1,6% dan transportasi 1,6%.

    Salah satu bentuk dukungan SMI dalam proyek hijau ialah melalui pembiayaan pembangkit listrik tenaga minihidro (PLTM) Sion di Sumut. PT SMI memberikan fasilitas pembiayaan sebesar US$21,2 juta kepada PT Citra Multi Energi (CME) untuk proyek pembangkit senilai US$30,8 juta tersebut.

    Di sisi lain, Aradita mengungkapkan bahwa portofolio pembiayaan SMI untuk proyek dari sektor coal fired hanya sebesar 9%. Dia menjelaskan bahwa pembiayaan pada sektor coal fired memang terus menurun. Hal ini sejalan dengan dilakukannya moratorium pembiayaan pada proyek-proyek energi fosil.

    “Sejak 2018, PT SMI telah melakukan moratorium untuk proyek-proyek yang terkait dengan batu bara. Portofolio [pembiayaan non-renewable] yang ada sekarang adalah portofolio sebelum moratorium,” jelasnya.

    Komitmen untuk mendorong pembiayaan berkelanjutan, khususnya untuk proyek-proyek hijau juga ditegaskan oleh Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah. Dia memastikan portofolio pembiayaan hijau SMI akan terus meningkat ke depannya.

    “Kita setiap tahun menargetkan pembangunan proyek renewable sekitar 5 GW. Jadi bukan hanya proyek pembangkit listrik minihidro saja,” ujarnya.

    Selain itu, dia menyatakan tidak menutup kemungkinan SMI juga ke depannya akan menjajaki peluang pembiayaan pada proyek pengelolaan sampah menjadi energi listrik (PSEL).

    “Potensinya sangat besar sekali untuk PSEL ini dan kita akan mencoba berkolaborasi,” ucap Reynaldi.

    Untuk diketahui, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mendorong percepatan pembangunan PSEL. Hal ini sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden No 109/2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan Melalui Pengolahan Sampah Menjadi Energi Terbarukan Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.

    Aturan ini ditetapkan sebagai langkah strategis mengatasi darurat sampah nasional sekaligus mendukung ketahanan energi. Dalam pertimbangannya, pemerintah mencatat bahwa timbulan sampah di Indonesia pada 2023 mencapai 56,63 juta ton per tahun. Namun, sekitar 60,99% di antaranya belum terkelola dengan baik.

    Sementara itu, berdasarkan paparan SMI, per September 2025 akumulasi komitmen pembiayaan mencapai Rp254,27 triliun dan akumulasi nilai proyek yang dibiayai Rp1.149 triliun.

    “Dampak akumulasi proyek yang telah kita biayai telah menyerap 10,7 juta tenaga kerja. Yang paling penting, kami juga ikut berpartisipasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, nilainya kurang lebih Rp1.135 triliun atau 0,5% terhadap PDB Indonesia,” ujar Reynaldi.

    Dia menyebutkan akumulasi komitmen pembiayaan dan investasi SMI itu disalurkan ke sejumlah proyek, seperti pembangunan jalan dan jalan tol sepanjang 4.521 kilometer, proyek ketenagalistrikan 7,9 Gigawatt, proyek irigasi 218 juta m3 aliran air.

    Kemudian, proyek transportasi (242 rel kereta api, pelabuhan 3,1 juta TEUs), kawasan industri 14.208 m2, proyek telekomunikasi (590 tower dan 6.407 fiber optics), pariwisata 13,74 Ha area pariwisata, dan beberapa proyek lainnya.

    “Fokus SMI ialah membiayai proyek-proyek di bidang infrastruktur yang memberikan multiplier effect ke masyarakat atau daerah,” ungkapnya.

  • Prabowo Bertemu Eks PM Australia Paul Keating, Bahas Ekonomi hingga Geopolitik

    Prabowo Bertemu Eks PM Australia Paul Keating, Bahas Ekonomi hingga Geopolitik

    Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan mantan Perdana Menteri Australia Paul Keating di sela-sela kunjungan kenegaraannya di Australia. 

    Pertemuan keduanya berlangsung di hotel tempat Presiden Prabowo menginap di Sydney, Rabu (12/11/2025).

    Dalam pertemuan tersebut, Prabowo dan Paul Keating membahas berbagai isu strategis, mulai dari hubungan internasional, ekonomi, hingga dinamika geoekonomi dan geopolitik kawasan.

    Usai pertemuan, Prabowo menyampaikan kesan positif terhadap diskusi yang berlangsung. Dia menilai Paul Keating sebagai sosok yang berpengalaman dan memiliki pandangan yang tajam mengenai perkembangan global.

    “Saya kira sangat bagus. Beliau sangat berpengalaman. Pemikiran-pemikiran beliau sangat jernih. Pengalaman beliau sangat banyak. Jadi saya merasa banyak sekali saya dapat dari pemikiran-pemikiran beliau,” ujar Prabowo dalam keterangan resmi Setpres RI yang dikutip, Rabu (12/11/2025). 

    Presiden Ke-8 RI juga mengungkapkan bahwa berbagai topik strategis dibahas bersama Keating, terutama dalam konteks kerja sama lintas sektor.

    “Ya, di bidang hubungan internasional, di bidang ekonomi, di bidang geoekonomi, geopolitik. Banyak sekali,” tambahnya.

    Pertemuan dengan Paul Keating menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo di Australia.

    Kepala Negara menegaskan bahwa Indonesia dan Australia memiliki kepentingan bersama untuk memperkuat kemitraan bilateral yang saling menguntungkan.

    “Saya kira sangat baik, ya. Kita harus tahu bahwa kita bertetangga dan Indonesia berkepentingan punya hubungan baik dengan Australia. Demikian sebaliknya. Kalau kita bekerja sama dengan baik di semua bidang, ini akan membawa manfaat yang sangat besar untuk kedua negara dan kawasan kita semuanya,” tegas Prabowo.

  • Shell Incar Prospek Migas di Sulawesi hingga NTB

    Shell Incar Prospek Migas di Sulawesi hingga NTB

    Bisnis.com, JAKARTA — Kepala SKK Migas Djoko Siswanto memberi bocoran bahwa Shell Plc membidik sejumlah prospek migas di Sulawesi Barat, Bali, dan Nusa Tenggara Barat (NTB). 

    Dia mengatakan, Shell saat ini tengah melakukan joint study dengan Kuwait Foreign Petroleum Exploration Company (Kufpec). Joint study tersebut dilakukan untuk lima lapangan migas.

    Djoko tak memerinci nama kelima wilayah kerja (WK) migas yang dimaksud. Dia hanya menyebut, joint study dilakukan pada satu lapangan onshore di Sulawesi Barat dan satu offshore di Sulawesi Barat. Lalu, tiga wilayah offshore di Bali dan NTB.

    “Dua wilayah onshore, offshore Sulawesi Barat. Tiga wilayah offshore, Bali dan NTB,” ucap Djoko di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (12/11/2025).

    Sebelumnya, Djoko juga mengatakan bahwa Shell dan Kufpec melakukan joint study bersama dengan porsi 50:50.

    “Dia sudah join sama Kufpec 50:50, dia mengajukan proposal ke Ditjen Migas [Kementerian ESDM]. Ada dua offshore, tiga onshore, kalau tidak salah,” ujarnya di Jakarta, Selasa (11/11/2025).

    Dia menambahkan bahwa saat ini Ditjen Migas sedang mengevaluasi kepastian WK migas yang diminati Shell untuk eksplorasi.

    Kabar kembalinya Shell ke sektor hulu migas RI telah berhembus sejak awal 2025. Shell disebut tengah menjajaki peluang di lapangan WK eksis, yang berarti perusahaan tersebut akan berinvestasi di wilayah kerja yang saat ini juga dikelola kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) lain. Saat itu, SKK Migas masih mengurusi evaluasi minat area yang dikaji Shell.

    Belakangan, Deputi Eksplorasi, Pengembangan, & Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas Rikky Rahmat Firdaus memberi sinyal bahwa Shell bakal kembali berinvestasi di hulu migas RI pada November 2025.

    Rikky menuturkan, Shell tertarik kembali ke sektor hulu migas Indonesia karena banyak temuan lapangan baru, terutama di area lepas pantai dan laut dalam (deepwater). Menurutnya, temuan tersebut relevan dengan kompetensi Shell, yakni pengeboran minyak lepas pantai dan laut dalam.

    “Dengan temuan semua yang ada, kami sangat berharap nanti di bulan November kami ajak lagi Shell untuk benar-benar hadir di Indonesia,” ucap Rikky dalam acara Bisnis Indonesia Forum, Kamis (9/10/2025).

    Dia menambahkan, Shell sempat ragu untuk kembali masuk ke sektor hulu migas RI. Namun, pihaknya berhasil meyakinkan perusahaan asal Eropa itu.

    Menurut Rikky, Shell akan kembali karena prospek migas di Tanah Air memiliki daya tawar yang cukup baik.

    “Kita punya daya tawar yang cukup baik. Kita akan tetap bertemu, dan jadi Shell kan juga banyak entitasnya, jadi ini tone positif bagi rekan-rekan,” ujarnya.

  • Ciputra (CTRA) Perluas Ekspansi di Jakarta Barat

    Ciputra (CTRA) Perluas Ekspansi di Jakarta Barat

    Bisnis.com, JAKARTA—PT Ciputra Development Tbk. (CTRA) atau Ciputra Group meluncurkan proyek kawasan hunian The Forestine di CitraGarden City, Jakarta Barat.

    Jeffrey Jie, Deputy General Manager Sales & Marketing The Forestine, menyampaikan The Forestine mengusung konsep forest home dengan arsitektur tropical modern. Proyek ini dirancang untuk menghadirkan hunian bernuansa alam di tengah pengembangan kota mandiri CitraGarden City, Jakarta Barat, dengan total luas 465 hektare.

    Keunggulan lokasi menjadi salah satu nilai strategis The Forestine. Kawasan ini hanya 5 menit menuju Bandara Soekarno-Hatta, 5 menit menuju Tol JORR 2, dan 10 menit ke Tol Prof. Dr. Sedyatmo. Selain itu, penghuni dapat menikmati fasilitas lifestyle Sunset Avenue, area komersial lakefront seluas 10 hektare yang dapat dicapai dengan berjalan kaki.

    “Konektivitas menjadi salah satu nilai jual terkuat The Forestine, karena kami ingin memastikan penghuni dapat bergerak cepat dan efisien,” ujarnya dalam siaran pers, Rabu (12/11/2025).

    Sebagai kawasan berwawasan lingkungan, The Forestine menghadirkan 3,6 hektare ruang hijau, termasuk Taman sentral yang bernama The Everwood Art Park.

    Kawasan ini berfungsi sebagai pusat aktivitas sosial dan rekreasi. Ruang terbuka ini memberikan dampak lingkungan yang signifikan dengan meningkatkan kualitas udara serta kenyamanan kawasan.

    “Ruang hijau ini menjadi fondasi bagi pengalaman tinggal yang lebih sehat, sekaligus membangun suasana komunitas yang kuat di dalam kawasan,” kata Jimmy Soh, General Manager Sales & Marketing Ciputra Group.

    Kawasan ini dilengkapi fasilitas lengkap CitraGarden City, mulai dari Sekolah Citra Kasih, Ciputra Hospital, Citra Premier, Citra Interactive Zoo hingga Farmers Market. Beragam fasilitas tersebut memungkinkan penghuni memenuhi kebutuhan harian tanpa harus keluar dari kawasan kota mandiri, menjadikan kehidupan lebih praktis dan efisien.

    Untuk mendukung gaya hidup modern, The Forestine dilengkapi clubhouse eksklusif yang bernama The Treehouse Club dengan konsep hijau yang menyediakan kolam renang, pusat kebugaran, area bermain anak, kafe, taman, dan minimarket. Setiap hunian dirancang dengan bukaan lebar, pencahayaan alami, serta ventilasi silang yang menciptakan rumah tropical modern yang nyaman dan sehat.

    Dengan keunggulan konsep, lokasi, dan fasilitas yang terintegrasi, The Forestine diproyeksikan menjadi salah satu pilihan hunian paling potensial di Jakarta Barat.

  • Kanal Lapor Menaker Diluncurkan, Masyarakat Bisa Adukan Masalah K3 hingga PHK 4 jam yang lalu

    Kanal Lapor Menaker Diluncurkan, Masyarakat Bisa Adukan Masalah K3 hingga PHK

    4 jam yang lalu

  • IndiHome Fokus Beri Nilai Tambah di Luar Layanan Internet, Pelanggan Tumbuh

    IndiHome Fokus Beri Nilai Tambah di Luar Layanan Internet, Pelanggan Tumbuh

    Bisnis.com, JAKARTA — IndiHome, layanan internet tetap milik PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), menempelkan sejumlah produk over the top (OTT) dalam paket internet untuk memberi nilai tambah kepada pelanggan. Langkah ini terbukti efektif dalam mendongkrak jumlah pengguna.

    IndiHome tercatat melayani sekitar 10,3 juta pelanggan pada kuartal III/2025, tumbuh 9,4% secara tahunan (YoY). Pertumbuhan ini didukung oleh penambahan sekitar 200.000 pelanggan baru sepanjang kuartal tersebut dibandingkan periode sebelumnya. Jika digabungkan dengan pelanggan korporasi, total pelanggan IndiHome tercatat sekitar 11,5 juta hingga akhir September 2025.

    Vice President – Home Broadband and FMC Product Marketing Telkomsel Hardika Nugroho mengatakan perusahaan berupaya menyajikan layanan yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Saat ini pelanggan tidak hanya butuh layanan internet, juga butuh konten hiburan dan aplikasi yang mendukung produktivitas.

    “Kami mulai menawarkan kombinasi antara internet dengan OTT karena ada segmen pelanggannya yang bukan hanya butuh layanan internet, tapi juga butuh entertainment,” kata Hardika kepada Bisnis di sela-sela acara Anugerah Produk Indonesia (API) 2025, Selasa (11/11/2025).

    Sekadar informasi, IndiHome telah menjalin kerja sama dengan Vidio, Disney+, dan Maxstream, hingga konten kreator dalam negeri untuk memperkuat produknya. Secara total, ada sekitar 17 OTT yang telah berkolaborasi dengan Telkomsel.

    Hardika menambahkan beberapa pelanggan Telkomsel memiliki kebutuhan yang sangat spesifik, sehingga perusahaan menggandeng banyak mitra untuk menghadirkan layanan yang relevan dengan kebutuhan mereka.

    Strategi menghadirkan nilai tambah kepada pelanggan akan terus didorong perusahaan hingga akhir tahun 2025, dengan harapan jumlah pelanggan terus bertambah.

    Dalam laporan info memo, manajemen Telkomsel memastikan bahwa perusahaan terus memperluas layanan IndiHome secara agresif sepanjang 9 bulan pertama 2025. Ekspansi ini didukung oleh strategi rollout jaringan baru (greenfield), simplifikasi produk, dan penyesuaian harga yang lebih relevan dengan kebutuhan pelanggan masa kini.

    Beragam paket fleksibel nasional, upgrade kecepatan internet, dan penawaran upsell menjadi andalan Telkomsel untuk meningkatkan relevansi IndiHome di segmen rumah tangga Indonesia. Di tengah sentimen konsumen moderat dan tekanan afordabilitas, Telkomsel tetap mengedepankan disiplin komersial dan pertumbuhan yang terarah pada segmen broadband.

    Meskipun rerata pendapatan yang dibukukan Telkomsel dari pelanggan IndiHome (ARPU) terkoreksi menjadi Rp217.000 seiring dengan perubahan perilaku dan preferensi pelanggan, Telkomsel mampu menyiasati penurunan tersebut lewat streamlining produk dan penyempurnaan paket nasional.

    “Basis pelanggan konvergensi Telkomsel-IndiHome terus berkembang, menandakan strategi bundling dan up-selling berhasil menguatkan keterikatan pelanggan rumah tangga serta meningkatkan nilai jangka panjang pelanggan,” tulis dalam laporan Info Memo.

  • WIFI Perkuat Tim Pemasaran, Kejar Target Hubungkan Internet ke 20 Juta Rumah

    WIFI Perkuat Tim Pemasaran, Kejar Target Hubungkan Internet ke 20 Juta Rumah

    Bisnis.com, JAKARTA — PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) memperkuat tim pemasaran untuk mengejar target ambisius menghubungkan internet ke 20 juta rumah dalam kurun waktu 10 tahun.

    Direktur Surge Shannedy Ong mengatakan saat ini perusahaan mempersiapkan pengembangan ekosistem end-to-end untuk mendukung implementasi 5G FWA pada frekuensi baru 1.4 GHz.

    Setelah mendapatkan izin untuk mengoperasikan pita selebar 80 MHz di pita tengah tersebut, perusahaan juga mulai mempersiapkan tim pemasaran yang akan menjualkan produk internet murah kepada puluhan juga pelanggan rumahan.

    “Kami telah mengembangkan rencana pemasaran yang solid, terstruktur dan matang,” kata Shannedy kepada Bisnis, dikutip Rabu (12/11/2025).

    Diketahui, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) meminta para pemenang lelang pita frekuensi 1,4 GHz untuk merealisasikan target pembangunan 20 juta koneksi internet rumah (fixed broadband) sebagai bagian dari komitmen pengembangan konektivitas nasional. Komdigi memberi tenggat waktu kepada para pemenang untuk mencapai target tersebut.

    Shannedy mengatakan frekuensi 1,4 GHz membuka peluang besar bagi Indonesia yang masih memiliki tingkat penetrasi fixed broadband rendah, khususnya dalam menjangkau wilayah unserved dan underserved. Namun, terdapat tantangan pada sisi rantai pasok, terutama dalam pengembangan semikonductor chip yang mendukung frekuensi 1.4 GHz agar ekosistem dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.

    “Langkah strategis kami lakukan untuk menghadapi tantangan tersebut, kami bekerjasama dengan rekan bisnis rantai pasok ekosistem untuk men-develop semiconductor chip yang mendukung frekuensi 1.4GHz,” kata Shannedy.

    Diketahui, WIFI membukukan pendapatan sebesar Rp513 miliar pada semester I/2025 atau tumbuh 66% year on year/YoY. Di tengah lompatan pendapatan itu, beban pokok pendapatan turun Rp8 miliar menjadi Rp121 miliar. Sementara itu beban umum naik dari Rp30 miliar menjadi Rp72 miliar.

    Adapun dari sisi laba, perusahaan mencatatkan pertumbuhan positif dengan meraup Rp378 miliar pada semester I/2025, tumbuh dari periode yang sama tahun lalu yang senilai Rp148 miliar.

    Tahun depan, WIFI akan mendapat beban baru. WIFI harus menebus Rp403 miliar untuk menjual layanan internet FWA di regional I  yang meliputi Pulau Jawa, Maluku, dan Papua dengan menggunakan pita frekuensi 1,4 GHz.

    Penggunaan frekuensi radio, yang dikenal sebagai Izin Pita Frekuensi Radio (IPFR), diberikan untuk jangka waktu maksimal 10 tahun dan dapat diperpanjang satu kali untuk maksimal 10 tahun lagi.

  • Ngaku Sakit, Kortastipidkor Batal Periksa Halim Kalla Hari Ini 2 jam yang lalu

    Ngaku Sakit, Kortastipidkor Batal Periksa Halim Kalla Hari Ini

    2 jam yang lalu