Category: Bisnis.com Tekno

  • Strategi Indosat Kejar Target 60 Mbps Mobile Broadband

    Strategi Indosat Kejar Target 60 Mbps Mobile Broadband

    Bisnis.com, JAKARTA— Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) menilai pencapaian target peningkatan kecepatan mobile broadband nasional sebesar 60 Mbps pada tahun ini sangat dipengaruhi oleh ekosistem pendukung, terutama ketersediaan spektrum yang memadai serta kebijakan harga spektrum yang terjangkau dan berkelanjutan.

    Chief Legal and Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison Reski Damayanti mengatakan aspek tersebut berlaku baik untuk spektrum yang saat ini telah digunakan maupun spektrum baru yang akan dirilis ke depan.

    “Disertai juga dengan kemudahan perizinan dan kebijakan lain yang mendorong keberlanjutan investasi jaringan dan layanan telekomunikasi,” kata Reski kepada Bisnis, Minggu (11/1/2026).

    Dari sisi kesiapan infrastruktur, Reski menyebut Indosat terus memperkuat kapasitas jaringan melalui perluasan base transceiver station (BTS) 4G dan 5G secara bertahap di berbagai wilayah.

    Pada dasarnya, Indosat mendukung arah kebijakan pemerintah yang tertuang dalam Rencana Strategis Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) 2025–2029, termasuk peningkatan target kecepatan broadband nasional.

    Indosat menilai kebijakan tersebut sebagai langkah positif untuk mendorong pemerataan akses digital sekaligus memastikan kualitas konektivitas yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat di berbagai daerah. 

    Menurut Reski, peningkatan kecepatan dan kualitas jaringan memiliki peran strategis dalam mendukung transformasi digital nasional, termasuk pemanfaatan teknologi berbasis data dan kecerdasan artifisial yang membutuhkan konektivitas stabil, berkapasitas tinggi, dan berlatensi rendah.

    “Karena itu, fokus pada stabilitas layanan dan pemerataan kualitas akses menjadi sama pentingnya dengan pencapaian target kecepatan nasional,” ungkapnya.

    Lebih lanjut, Reski menegaskan pencapaian target broadband nasional merupakan agenda bersama yang memerlukan kolaborasi erat antara pemerintah dan industri.

    “Dengan kerangka regulasi yang seimbang antara kepentingan publik dan keberlangsungan industri, agar pemerataan kualitas layanan dapat terwujud secara berkelanjutan,” ujarnya.

    Adapun target peningkatan kualitas konektivitas internet tersebut tercantum dalam dokumen Rencana Strategis (Renstra) Komdigi 2025–2029. Pemerintah menargetkan kecepatan rata-rata layanan mobile broadband mencapai 60 Mbps pada 2026, meningkat dari 50 Mbps pada 2025. Target tersebut selanjutnya dinaikkan menjadi 70 Mbps pada 2027, 80 Mbps pada 2028, dan mencapai 100 Mbps pada 2029.

    Selain kecepatan, Komdigi juga menargetkan perluasan cakupan layanan mobile broadband minimal 4G/LTE mencapai 97,50% dari total wilayah permukiman pada 2026, meningkat dari target 2025 sebesar 97,30% dan capaian 2024 sebesar 97,16%. 

    Secara bertahap, cakupan tersebut ditargetkan mencapai 97,75% pada 2027, meningkat menjadi 97,90% pada 2028, dan mencapai 98% pada 2029. Dari sisi keterjangkauan, pemerintah menargetkan rasio harga layanan jaringan pita lebar tetap terhadap pendapatan per kapita berada di level 4% pada 2026. 

    Pemerintah juga menargetkan persentase luas permukiman dan jalur transportasi utama yang masih mengalami blank spot sinyal 5G tetap berada di angka 4,44%.

    Selain itu, dalam periode Renstra tersebut, Komdigi menargetkan terbentuknya satu kota berkonsep gigacity pada 2026, serta penambahan 29 kabupaten/kota berstatus gigacity pada 2027.

  • Intip Harga dan Spesifikasi Samsung S26 Serta Duo Galaxy A Terbaru yang Segera Dirilis

    Intip Harga dan Spesifikasi Samsung S26 Serta Duo Galaxy A Terbaru yang Segera Dirilis

    Bisnis.com, JAKARTA — Samsung dikabarkan akan merilis andalan terbaru di segmen flagship series Galaxy S26 dan kelas menengah (mid-range) duo Galaxy A series yaitu Galaxy A37 dan Galaxy A57. 

    Keduanya disebut akan menjadi jagoan terbaru di segmen flagship dan mid-range Android pada awal 2026. Berdasarkan laporan PhoneArena, Samsung diperkirakan akan mempertahankan tradisi peluncuran seri Galaxy S di Galaxy Unpacked pada Februari.

    Sejumlah bocoran spesifikasi mulai beredar. Dari sisi desain, Galaxy S26 diprediksi hadir dengan layar Dynamic AMOLED berukuran sekitar 6,3 inci dengan resolusi 2340×1080 piksel dan refresh rate 120 Hz, menawarkan visual tajam dan responsif. Panel ini juga dilaporkan akan dilindungi oleh Corning Gorilla Glass Victus 2 serta modul kamera baru yang lebih modern. 

    Smartphone ini kemungkinan besar dibekali chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 untuk pasar global, dipadu dengan RAM 12 GB dan penyimpanan internal mulai dari 256 GB. Kombinasi tersebut diklaim mampu menghasilkan performa kencang untuk multitasking dan game berat. 

    Sistem operasi yang dijalankan adalah Android 16 dengan antarmuka One UI generasi terbaru, memberikan pengalaman penggunaan yang lebih halus dan intuitif. Fitur seperti pembaruan sistem hingga 7 generasi Android menjadi daya tarik tambahan bagi konsumen jangka panjang. 

    Untuk kapasitas baterai, Galaxy S26 dikabarkan membawa baterai sekitar 4300 mAh dengan dukungan pengisian cepat serta Qi2 wireless charging. Meskipun sedikit lebih kecil dibanding model Ultra, kombinasi baterai dan optimasi perangkat lunak diharapkan memberikan daya tahan yang memadai sepanjang hari. 

    Sektor fotografi juga mendapatkan perhatian serius dari Samsung. Bocoran menyebut konfigurasi kamera belakangnya mencakup kamera utama 50 MP, lensa ultra-wide 12 MP, serta telefoto 12 MP dengan zoom optik 3×. Kamera depan diproyeksikan memiliki resolusi 12 MP untuk swafoto dan panggilan video. 

    Beberapa rumor tambahan dari komunitas teknologi menyebutkan kemungkinan peningkatan lain seperti layar privasi terintegrasi, sensor kamera yang lebih besar, serta kemampuan AI yang lebih canggih untuk pengalaman fotografi dan fungsi pintar lainnya. Ini menunjukkan Samsung tidak hanya fokus pada performa, tetapi juga fitur yang mendukung penggunaan sehari-hari. 

    Harga Galaxy S26 diperkirakan akan sedikit naik dibanding generasi sebelumnya, meskipun Samsung berupaya menjaga harga kompetitif di pasar global. Prediksi awal menyebut harga dasar model ini berkisar Rp18-21 jutaan atau mirip dengan Galaxy S25, tergantung pada konfigurasi memori dan wilayah penjualan. 

    Duo Galaxy A Series Terbaru 202

    Tak hanya itu, Samsung diperkirakan akan meramaikan pasar smartphone 2026 dengan peluncuran dua ponsel kelas menengah terbarunya, Samsung A57 5g 12gb Ram And 256gb Rom dan Galaxy A37 5G. 

    Kedua ponsel ini sama-sama dibekali layar Super AMOLED 6,7 inci dengan resolusi 2340×1080 piksel dan refresh rate 120 Hz, menjanjikan tampilan yang tajam dan responsif untuk konten harian maupun multimedia. Panel ini juga dilindungi oleh Corning Gorilla Glass Victus+, memberikan perlindungan ekstra terhadap goresan dan benturan ringan. 

    Dari sisi desain, Galaxy A37 5G menggunakan bahan belakang kaca dengan bingkai plastik, sedangkan Galaxy A57 5G hadir dengan bingkai aluminium sehingga terasa lebih premium. Keduanya juga telah mendapatkan sertifikasi IP67 untuk ketahanan air dan debu serta fitur fingerprint di bawah layar. 

    Untuk performa, Galaxy A37 5G diperkirakan menggunakan chipset octa-core dengan konfigurasi RAM hingga 12 GB dan penyimpanan internal 256 GB, sementara Galaxy A57 5G juga menawarkan pilihan RAM 8 GB hingga 12 GB dengan penyimpanan yang sama. Keduanya tidak mendukung ekspansi memori melalui microSD. 

    Kapasitas baterai yang diusung kedua model ini sama besar, yaitu 5000 mAh dengan dukungan pengisian cepat 45 Wyang mampu mengisi daya lebih cepat dibanding beberapa seri lain di kelasnya. Fitur ini sangat membantu pengguna yang aktif sepanjang hari. 

    Dari sisi kamera, kedua ponsel juga mengusung konfigurasi triple camera dengan kamera utama 50 MP (OIS, PDAF) yang mampu menghasilkan foto tajam di berbagai kondisi. Galaxy A37 5G menempatkan kamera ultra-wide 8 MP, sementara Galaxy A57 5G meningkatkan sensor ultra-wide menjadi 12 MP untuk hasil yang lebih luas dan detail. Kamera makro 5 MP juga hadir di keduanya. 

    Samsung juga membekali Galaxy A37 5G dan Galaxy A57 5G dengan sistem operasi Android 15. Namun akan ada kemungkinan akan update ke Android 16 di peluncuran. Terakhir, duo ini juga didukung konektivitas lengkap termasuk 5G, Wi-Fi 6, Bluetooth, NFC, dan berbagai sensor modern.

  • Pakar Wanti-wanti Ancaman Phising di Balik Permohonan Ganti Kata Sandi Instagram

    Pakar Wanti-wanti Ancaman Phising di Balik Permohonan Ganti Kata Sandi Instagram

    Bisnis.com, JAKARTA — Pakar siber meminta masyarakat berhati-hati atas maraknya notifikasi permintaan ganti kata sandi atau password akun Instagram. Mereka khawatir hal itu bagian dari upaya phising.

    Phishing merupakan teknik penipuan siber yang bertujuan mencuri data sensitif seperti username, password, nomor rekening, atau informasi pribadi lainnya. 

    Pelaku phishing biasanya menyamar sebagai entitas tepercaya seperti bank, Instagram, pemerintah, atau perusahaan besar melalui email, SMS, WhatsApp, telepon, atau situs web palsu.

    Ketua Indonesia Cyber Security Forum (ICSF), Ardi Sutedja menyarankan jika pengguna ingin melakukan pengkinian password, sebaiknya langsung di aplikasi Instagram yang sudah terdaftar di perangkat masing-masing karena sudah terverifikasi. Dia mengimbau agar pengguna IG tidak mengklik tautan yang disebar di email meski itu dari akun email resmi Instagram. 

    “Jangan mengklik link-link atau tautan-tautan yang ada di email atau DM karena sekarang sangat sulit untuk verifikasi benar atau tidaknya email-email tersebut,” kata Ardi kepada Bisnis. 

    Dia juga menekankan bahwa centang biru belum tentu akun resmi. Menurutnya, saat ini makin banyak email-email phising yang sulit diverifikasi keabsahannya terutama oleh mayoritas pengguna yang awam tentang masalah keamanan siber. 

    “Terus kalau di IG langsung, kalau pengguna lama tentunya aplikasi sudah terverifikasi dan sudah di-patch dan pengkiniannya sudah yang terbaru sehingga tinggal pengkinian passwordnya. Kalau klik link email, kita juga tidak tahu apakah emailnya bener atau tidak?. Centang biru juga tidak menjamin,” kata Ardi kepada Bisnis. 

    Senada, Ketua Bidang Network dan Infrastruktur Indonesian Digital Empowerment Community (IDIEC) Ariyanto A. Setyawan meminta masyarakat untuk berhati-hati jika mendapat permintaan ganti password Instagram melalui email karena kemungkinan besar yang mengirim email adalah pihak lain, bukan pihak Instagram resmi. 

    Ariyanto juga mengimbau kepada masyarakat untuk selalu menggunakan autentikasi dua Faktor (2FA), sebuah metode keamanan berlapis yang mengharuskan pengguna memberikan dua bentuk verifikasi berbeda untuk masuk ke akun, bukan hanya kata sandi.

    Ini menambahkan lapisan keamanan ekstra, seperti memasukkan kode unik dari aplikasi autentikator, sidik jari (sesuatu yang Anda miliki secara biologis), atau SMS OTP, setelah memasukkan kata sandi, sehingga sangat mempersulit peretas untuk mengakses akun Anda. 

    “Tunggu dipaksa reset dari aplikasinya saja. Best practice-nya di pengembang aplikasi saat ini, untuk proses pemaksaan ganti password itu ya di aplikasinya, bukan dikirim email. Kalau email, banyaknya phishing malahan. dan teknik itu sudah ditinggalkan oleh pengembang aplikasi,” kata Ariyanto.

    Diketahui, di Indonesia angka phising cenderung meningkat. BSSN mencatat pada September 2025 aktivitas anomali siber total mencapai 4,41 miliar, termasuk phishing sebagai urutan ke-3 modus terbanyak setelah malware dan akses tidak sah. Phishing disebut modus yang banyak ditemui dengan lonjakan hingga 26 juta kasus.

    Sementara itu Komdigi mencatat ada 1,2 juta laporan penipuan digital hingga pertengahan 2025, mayoritas berupa phishing via SMS/email.

    Ilustrasi Peretas

    Sebelumnya, ribuan pengguna Instagram di seluruh dunia, termasuk  di Indonesia, baru-baru ini menerima notifikasi permintaan reset password secara massal.

    Laporan dari perusahaan antivirus Malwarebytes menyebut telah terjadi kebocoran data yang memengaruhi 17,5 juta akun Instagram dengan informasi sensitif seperti nama pengguna, alamat fisik, nomor telepon, dan alamat email yang bocor. 

    Malwarebytes menemukan pelanggaran ini melalui pemindaian rutin di dark web, yang terkait dengan kebocoran API Instagram pada 2024.[conversation_history] Data tersebut kini dijual secara terbuka dan berpotensi disalahgunakan untuk serangan siber seperti phishing atau pengambilalihan akun, memicu lonjakan permintaan reset password yang membingungkan pengguna.

    Dilansir dari Cybersecuritynews, Minggu (11/1/2026), melaporkan insiden ini awal memicu kekhawatiran serius soal privasi dan keamanan akun pengguna global, termasuk di Indonesia.

    Anggri (34) salah satu pengguna Instagram mengaku telah menerima notifikasi lewat surel dari email resmi Instagram untuk mengganti password pada 6 Januari 2026 atau 5 hari lalu. Anggri tidak hanya mendapat email itu sekali, tetapi berkali-kali. Maksudnya, selama 5 hari ini Anggri sudah mendapat 2 kali notifikasi pada tanggal 6 Januari dan 10 Januari. 

    Masalah serupa juga dialami oleh pengguna IG bernama Denis, yang juga mengaku mendapat email untuk mengubah password. Denis memilih mengabaikan pesan tersebut karena khawatir itu sebagai upaya scam. Dengan mengganti password, mereka khawatir data mereka diambil. 

    Bisnis telah mencoba mengonfirmasi kepada Meta mengenai kabar dugaan data bocor Instagram dan kekhawatiran pengguna terkait permintaan penggantian password IG lewat email. Hingga berita ini diturunkan, Meta tidak membalas. 

    Cara Membedakan Email Asli dan Phising

    Email phishing sulit dibedakan dari email asli karena penjahat siber sering meniru tampilan resmi, tetapi ada ciri khas yang bisa dicek secara manual untuk membedakan hal tersebut dilansir dari berbagai sumber.

    Berikut langkah-langkah untuk membedakannya, berdasarkan pola umum serangan yang terkait kebocoran data Instagram:

    Cek Alamat Pengirim

    Periksa domain email pengirim secara teliti. Email asli dari Instagram menggunakan domain resmi seperti “@instagram.com” atau “@mail.instagram.com”, bukan variasi seperti “@instagram-security.com” atau “@insta-gram.co”.

    Nama pengirim bisa dipalsukan, jadi fokus ke alamat lengkap—hover atau klik “Show Original/Header” di Gmail/Outlook untuk lihat detail asli.

    Periksa Tautan dan Lampiran

    Jangan klik link langsung. arahkan kursor mouse ke atasnya untuk pratinjau URL sebenarnya. Email asli punya link pendek dan sesuai situs resmi (misalnya, instagram.com), sementara phishing sering alihkan ke domain aneh seperti “instagrarn-login.ru”. Hindari lampiran tak terduga seperti .exe atau .zip.

    Verifikasi Tambahan

    Gunakan fitur “Reply” untuk lihat apakah alamat balas sama dengan pengirim; ketidaksesuaian jadi tanda merah. Hubungi Instagram langsung via app resmi atau help.instagram.com, bukan balas email. Aktifkan filter spam dan 2FA untuk perlindungan ekstra.

  • Pengguna Instagram di RI Dapat Notifikasi Ubah Kata Sandi Lewat Surel, Aman?

    Pengguna Instagram di RI Dapat Notifikasi Ubah Kata Sandi Lewat Surel, Aman?

    Bisnis.com, JAKARTA — Pengguna Instagram di Indonesia mendapat notifikasi massal terkait permohonan untuk mengganti kata sandi atau password. Permohonan tersebut dikirim melalui surel kepada pengguna sejak beberapa hari lalu melalui akun email Instagram dengan centang biru. 

    Anggri (34) salah satu pengguna Instagram mengaku telah menerima notifikasi lewat surel dari email resmi Instagram untuk mengganti password pada 6 Januari 2026 atau 5 hari lalu. Anggri tidak hanya mendapat email itu sekali, tetapi berkali-kali. Maksudnya, selama 5 hari ini Anggri sudah mendapat 2 kali notifikasi pada tanggal 6 Januari dan 10 Januari. 

    Anggri sempat mengunggah permohonan tersebut di story IG. Seketika ada 7 teman yang mengirim pesan langsung (DM) ke akunnya dan mengaku mengalami hal yang sama. 

    “Langsung dapat DM hari itu juga, mereka bilang juga dapat notifikasi yang sama,” kata Anggri kepada Bisnis, Minggu (11/1/2026). 

    Surel permohonan ganti password IG

    Anggri mengatakan setelah mendapat email tersebut dirinya tidak langsung mengganti password karena khawatir itu bagian dari upaya penipu mencuri data-data pentingnya. Terlebih, password yang dia pakai mirip dengan password beberapa akun media sosial lainnya.

    Masalah serupa juga dialami oleh pengguna IG bernama Denis, yang juga mengaku mendapat email untuk mengubah password. Denis memilih mengabaikan pesan tersebut karena khawatir itu sebagai upaya scam. Dengan mengganti password, mereka khawatir data mereka diambil. 

    “Aku diamkan permintaan saja permintaannya di email. Semoga aman,” kata Denis. 

    Bisnis telah mencoba mengonfirmasi kepada Meta mengenai kabar dugaan data bocor Instagram dan kekhawatiran pengguna terkait permintaan penggantian password IG lewat email. Hingga berita ini diturunkan, Meta tidak membalas. 

    Centang Biru Tak Berarti Asli

    Sementara itu Ketua Indonesia Cyber Security Forum (ICSF), Ardi Sutedja menyarankan jika pengguna ingin melakukan pengkinian password, sebaiknya langsung di aplikasi Instagram yang sudah terdaftar di perangkat masing-masing karena sudah terverifikasi.

    Dia mengimbau agar pengguna IG tidak mengklik tautan yang disebar di email meski itu dari akun email resmi Instagram. 

    “Jangan mengklik link-link atau tautan-tautan yang ada di email atau DM karena sekarang sangat sulit untuk verifikasi benar atau tidaknya email-email tersebut,” kata Ardi kepada Bisnis. 

    Dia juga menekankan bahwa centang biru belum tentu akun resmi. Menurutnya, saat ini makin banyak email-email phising yang sulit diverifikasi keabsahannya terutama oleh mayoritas pengguna yang awam tentang masalah keamanan siber. 

    “Terus kalau di IG langsung, kalau pengguna lama tentunya aplikasinya sudah terverifikasi dan sudah di-patch dan pengkiniannya sudah yang terbaru sehingga tinggal pengkinian passwordnya. Kalau klik link email, kita juga tidak tahu apakah emailnya bener atau tidak?. Centang biru juga tidak menjamin,” kata Ardi kepada Bisnis. 

    Senada, Ketua Bidang Network dan Infrastruktur Indonesian Digital Empowerment Community (IDIEC) Ariyanto A. Setyawan meminta masyarakat untuk berhati-hati jika mendapat permintaan ganti password Instagram melalui email karena kemungkinan besar yang mengirim email adalah pihak lain, bukan pihak Instagram resmi. 

    “Tunggu dipaksa reset dari aplikasinya saja. Best practicenya di pengembang aplikasi saat ini untuk proses pemaksaan ganti password itu ya di aplikasinya, bukan dikirim email. Kalau email, banyaknya phishing dan teknik itu sudah ditinggalkan oleh pengembang aplikasi,” kata Ariyanto.

    Untuk diketahui Phishing merupakan teknik penipuan siber yang bertujuan mencuri data sensitif seperti username, password, nomor rekening, atau informasi pribadi lainnya. 

    Pelaku phishing biasanya menyamar sebagai entitas tepercaya seperti bank, Instagram, pemerintah, atau perusahaan besar melalui email, SMS, WhatsApp, telepon, atau situs web palsu. Mereka mengirim pesan mendesak seperti “Akun Anda akan diblokir, verifikasi sekarang” dengan tautan yang mengarah ke halaman login tiruan, sehingga korban memasukkan data tanpa curiga.

    Kasus Phising Meningkat Signifikan

    Di Indonesia angka phising cenderung meningkat. BSSN mencatat pada September 2025 aktivitas anomali siber total mencapai 4,41 miliar, termasuk phishing sebagai urutan ke-3 modus terbanyak setelah malware dan akses tidak sah. Phishing disebut modus yang banyak ditemui dengan lonjakan hingga 26 juta kasus.

    Sementara itu Komdigi mencatat ada 1,2 juta laporan penipuan digital hingga pertengahan 2025, mayoritas phishing/smishing via SMS/email.

    Sebelumnya, ribuan pengguna Instagram di seluruh dunia, termasuk  di Indonesia, baru-baru ini menerima notifikasi permintaan reset password secara massal.

    Laporan dari perusahaan antivirus Malwarebytes menyebut telah terjadi kebocoran data yang memengaruhi 17,5 juta akun Instagram dengan informasi sensitif seperti nama pengguna, alamat fisik, nomor telepon, dan alamat email yang bocor. 

    Data pengguna IG dijual di darkweb

    Malwarebytes menemukan pelanggaran ini melalui pemindaian rutin di dark web, yang terkait dengan kebocoran API Instagram pada 2024.[conversation_history] Data tersebut kini dijual secara terbuka dan berpotensi disalahgunakan untuk serangan siber seperti phishing atau pengambilalihan akun, memicu lonjakan permintaan reset password yang membingungkan pengguna.

    Dilansir dari Cybersecuritynews, Minggu (11/1/2026), melaporkan insiden ini awal memicu kekhawatiran serius soal privasi dan keamanan akun pengguna global, termasuk di Indonesia.

    Penjual di dark web bernama “Subkek” mengklaim data ini di-scrape melalui API publik Instagram dan sumber negara-spesifik pada akhir 2024, dengan sampel record terlihat jelas di listing. Kombinasi data ini memudahkan pencuri identitas, phishing targeted, dan social engineering, di mana penjahat siber bisa kirim pesan palsu seolah dari Instagram untuk curi kata sandi.

  • 17,5 Juta Pengguna Instagram Dikabarkan Alami Kebocoran, Data Dijual di Dark Web

    17,5 Juta Pengguna Instagram Dikabarkan Alami Kebocoran, Data Dijual di Dark Web

    Bisnis.com, JAKARTA — Pengguna Instagram di seluruh dunia, termasuk  di Indonesia, baru-baru ini menerima notifikasi permintaan reset password secara massal. Laporan dari perusahaan antivirus Malwarebytes menyebut telah terjadi kebocoran data yang memengaruhi 17,5 juta akun Instagram dengan informasi sensitif seperti nama pengguna, alamat fisik, nomor telepon, dan alamat email yang bocor. 

    Malwarebytes menemukan pelanggaran ini melalui pemindaian rutin di dark web, yang terkait dengan kebocoran API Instagram pada 2024.

    Data tersebut kini dijual secara terbuka dan berpotensi disalahgunakan untuk serangan siber seperti phishing atau pengambilalihan akun, memicu lonjakan permintaan reset password yang membingungkan pengguna.

    Dilansir dari Cybersecuritynews, Minggu (11/1/2026), melaporkan insiden ini awal memicu kekhawatiran serius soal privasi dan keamanan akun pengguna global, termasuk di Indonesia.

    Penjual di dark web bernama “Subkek” mengklaim data ini di-scrape melalui API publik Instagram dan sumber negara-spesifik pada akhir 2024, dengan sampel record terlihat jelas di listing. Kombinasi data ini memudahkan pencuri identitas, phishing targeted, dan social engineering, di mana penjahat siber bisa kirim pesan palsu seolah dari Instagram untuk curi kata sandi.

    Data pengguna Instagram dijual di Dark Web/Cybersecuritynews

    Pengguna di Indonesia Terima Notifikasi Massal

    Anggri (34) salah satu pengguna Instagram di Indonesia mengaku telah menerima notifikasi lewat surel dari email resmi Instagram untuk mengganti password pada 6 Januari 2026 atau 5 hari lalu. Anggri tidak hanya mendapat email itu sekali, tetapi berkali-kali. Maksudnya, selama 5 hari ini Anggri sudah mendapat 2 kali notifikasi pada tanggal 6 Januari dan 10 Januari. 

    Anggri sempat memposting kondisi tersebut di story IG. Seketika ada 7 teman yang mengirim pesan langsung (DM) ke akunnya dan mengaku mengalami hal yang sama. 

    “Langsung dapat DM hari itu juga, mereka bilang juga dapat notifikasi yang sama,” kata Anggri kepada Bisnis. 

    Masalah serupa juga dialami oleh pengguna IG lainnya bernama Denis, yang juga mengaku mendapat email untuk mengubah password. Anggri dan Denis memilih mengabaikan pesan tersebut karena khawatir itu sebagai upaya scam. Dengan mengganti password, mereka khawatir data mereka diambil. 

    Email dari Instagram yang meminta password diganti

    “Aku diamkan permintaan saja permintaannya di email. Semoga aman,” kata Denis. 

    Bisnis telah mencoba mengonfirmasi kepada Meta mengenai kabar dugaan data bocor Instagram dan kekhawatiran pengguna terkait permintaan penggantian password IG lewat email. Hingga berita ini diturunkan, Meta tidak membalas. 

    Perlu Ganti Password?

    Sementara itu Ketua Indonesia Cyber Security Forum (ICSF), Ardi Sutedja menyarankan jika pengguna ingin melakukan pengkinian password, sebaiknya langsung di aplikasi Instagram yang sudah terdaftar di perangkat masing-masing karena sudah terverifikasi.

    Dia mengimbau agar pengguna IG tidak mengklik tautan yang disebar di email meski itu dari akun email resmi Instagram. 

    “Jangan mengklik link-link atau tautan-tautan yang ada di email atau DM karena sekarang sangat sulit untuk verifikasi benar atau tidaknya email-email tersebut,” kata Ardi kepada Bisnis. 

  • Komdigi Blokir Grok AI, Minta Platform X Milik Elon Musk Klafirikasi

    Komdigi Blokir Grok AI, Minta Platform X Milik Elon Musk Klafirikasi

    Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) resmi memutus akses sementara terhadap aplikasi kecerdasan artifisial (AI) Grok AI di platform X milik Elon Musk.

    Langkah ini diambil sebagai respons atas potensi penyalahgunaan teknologi tersebut untuk memproduksi konten pornografi palsu atau deepfake.

    Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid menegaskan bahwa pemutusan akses ini merupakan upaya pemerintah dalam melindungi masyarakat, khususnya perempuan dan anak-anak, dari risiko paparan konten negatif yang dihasilkan oleh AI.

    “Pemerintah memandang praktik deepfake seksual, nonkonsensual sebagai pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia, martabat, serta keamanan warga negara di ruang digital,” ujar Meutya dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (10/1/2026).

    Selain pemutusan akses, Kementerian Komdigi juga telah melayangkan permintaan resmi kepada Platform X (sebelumnya Twitter) untuk memberikan klarifikasi. 

    Dalam laporannya, pemerintah RI meminta pengelola platform X untuk segera hadir dan menjelaskan mitigasi dampak negatif dari penggunaan fitur Grok di ekosistem mereka.

    Adapun secara regulasi, tindakan tegas pemutusan akses ini didasarkan pada kewenangan kementerian yang tercantum dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat.

    Berdasarkan Pasal 9 regulasi tersebut, setiap PSE memiliki kewajiban hukum untuk memastikan sistem elektronik yang dikelolanya tidak memuat, memfasilitasi, maupun menyebarluaskan informasi atau dokumen elektronik yang dilarang oleh peraturan perundang-undangan di Indonesia.

    “Pasal 9 mewajibkan setiap Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) memastikan sistem elektronik yang dikelolanya tidak memuat, memfasilitasi, atau menyebarluaskan informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang dilarang,” pungkas Meutya.

  • Infinix Note 60 – Huawei Mate 60 Bisa Telpon & SMS via Satelit, Tanpa Menara BTS

    Infinix Note 60 – Huawei Mate 60 Bisa Telpon & SMS via Satelit, Tanpa Menara BTS

    Bisnis.com, JAKARTA — Produsen HP asal China dan Amerika Serikat berlomba merilis ponsel yang bisa digunakan dengan jaringan satelit. Artinya, mereka tidak butuh menara telekomunikasi untuk berkomunikasi dengan pengguna smartphone lainnya. Nama Infinix, Huawei, dan Google masuk dalam daftar.

    Pada acara Consumer Electronics Show (CES) 2026 di Las Vegas, perusahaan itu secara resmi mengumumkan bahwa seri Infinix Note 60 yang terbaru dapat menggunakan fitur panggilan dan pesan satelit.

    Perangkat ini dipastikan menjadi ponsel pertama dari perusahaan yang mengintegrasikan sistem Komunikasi Satelit Infinix dan arsitektur pendingin cair HydroFlow.

    Melansir dari The Tech Outlook Jumat (9/1/2026), seri Infinix Note 60 dijadwalkan hadir di pasar pada tahun ini.

    Fitur unggulan utama pada seri ini adalah sistem Komunikasi Satelit yang mendukung transmisi data sebesar 4kbps. Teknologi tersebut memungkinkan pengguna melakukan panggilan dua arah serta layanan pesan singkat (SMS).

    “Teknologi ini mencakup hampir dua pertiga permukaan Bumi dan diposisikan sebagai koneksi darurat yang selalu aktif,” dikutip dari The Tech Outlook.

    Infinix menegaskan bahwa keunggulan sistem ini terletak pada kemudahan akses bagi pengguna. Konsumen nantinya dapat memanfaatkan konektivitas satelit tanpa perlu melakukan proses registrasi tambahan.

    Selain itu, perangkat lunak yang disematkan memungkinkan peralihan yang lancar (seamless) antara konektivitas seluler standar dan jaringan satelit.

    Dari sisi kinerja hardware, Infinix memperkenalkan inovasi manajemen suhu melalui sistem pendingin cair HydroFlow. Arsitektur baru ini menampilkan pompa keramik piezoelektrik ganda yang mampu mendorong cairan pendingin dengan kecepatan aliran 6,5 ml per menit.

    Sistem tersebut dipadukan dengan kipas piezoelektrik model baru yang menggunakan bilah getar ultra tipis setebal 0,1 mm. Kipas ini dirancang untuk berdenyut hingga 25.000 kali per detik guna memaksimalkan pembuangan panas dari komponen internal.

    Huawei

    Selain Infinix Note 60, Huawei telah lebih dahulu memperkenalkan Mate 60 Pro. Smartphone yang mendukung panggilan suara dan pesan dua arah melalui satelit (Beidou) saat tidak ada sinyal seluler. Fitur ini menjadi penyelamat nyawa untuk komunikasi darurat di area terpencil, meskipun saat ini hanya tersedia di China melalui operator China Telecom dan memerlukan biaya layanan tambahan.

    Fitur ini menjadikannya pesaing kuat iPhone karena menawarkan konektivitas satelit lebih unggul, termasuk kemampuan panggilan suara, selain konektivitas 5G internalnya. 

    Google

    Amerika Serikat memiliki Google Pixel 9 dengan fitur Satelit SOS yang memungkinkan pengguna menghubungi layanan darurat melalui satelit saat tidak ada sinyal seluler atau Wi-Fi. Fitur baru dapat diaktifkan dii AS dan gratis selama dua tahun pertama saat diluncurkan.

    Fitur ini bekerja dengan mengirimkan pesan dan lokasi ke petugas darurat, dan memerlukan aplikasi Google Messages sebagai aplikasi SMS default.  (Muhammad Diva Farel Ramadhan)

  • Serangan Ransomware Makin Ganas, Korban di Global Meningkat 50% pada 2025

    Serangan Ransomware Makin Ganas, Korban di Global Meningkat 50% pada 2025

    Bisnis.com, JAKARTA — Firma keamanan siber Emsisoft mencatat kenaikan serangan ransomware sepanjang 2025 dengan jumlah korban yang terpublikasi di situs pemerasan meningkat lebih dari 50% dibandingkan data 2023.

    Dalam laporan bertajuk 2025 State of Ransomware in the US, Emsisoft mengungkapkan bahwa intensitas serangan terus mendaki meskipun aparat penegak hukum telah melakukan serangkaian penindakan agresif.

    Salah satu keberhasilan aparat adalah penutupan operasi kelompok besar BlackSuit pada Agustus lalu, namun hal tersebut belum cukup membendung tren kenaikan korban.

    Melansir dari The Register Sabtu (10/1/2026), data yang dihimpun dari situs kebocoran data atau leak sites di dark web, seperti Ransomware.live dan RansomLook.io menunjukkan lebih dari 8.000 klaim korban di seluruh dunia pada 2025. Angka ini naik lebih dari setengahnya jika disandingkan dengan statistik dua tahun sebelumnya.

    Emsisoft menegaskan bahwa angka statistik tersebut hanyalah yang nampak dari realitas kejahatan siber yang sebenarnya. Data tersebut hanya mencakup insiden di mana peretas memutuskan untuk mempublikasikan bukti peretasan, sementara banyak korban lain memilih membayar tebusan atau memulihkan sistem secara diam-diam tanpa melapor.

    Laporan tersebut menyoroti adanya pergeseran struktural fundamental dalam ekosistem ransomware yang mempersulit mitigasi. Jumlah kelompok aktif tercatat membengkak dari hanya beberapa lusin pada 2023 menjadi ratusan pada akhir 2025.

    Ekosistem ini kini tidak lagi didominasi oleh segelintir pemain besar atau “mega-brand”, melainkan menjadi lebih terfragmentasi dengan bermunculannya ratusan entitas kecil. 

    Fragmentasi ini menjelaskan mengapa penindakan hukum terhadap infrastruktur geng besar tidak serta-merta menurunkan volume serangan secara agregat.

    Mematikan infrastruktur satu “brand” kejahatan siber dinilai hanya menghentikan operasi merek tersebut, namun jarang berhasil menghentikan individu di baliknya. 

    Para operator ini cenderung muncul kembali dengan identitas baru atau bergabung dengan sindikat lain yang membutuhkan tenaga ahli berpengalaman.

    Di tengah pasar yang makin marak tersebut, beberapa pemain lama seperti Qilin, Akira, Cl0p, dan Play tetap mendominasi daftar korban. 

    Kendati demikian, Emsisoft memperingatkan agar pelaku industri tidak melihat penghitungan ini sebagai klasemen yang mutlak, mengingat beberapa kelompok cenderung lebih agresif dalam mempermalukan korban dibanding yang lain.

    Selain struktur organisasi, taktik inisiasi serangan juga mengalami perubahan yang berdampak pada strategi pertahanan korporasi. 

    Meskipun eksploitasi celah keamanan (bugs) masih menjadi pintu masuk, para geng peretas kini makin mengandalkan metode lama seperti phishing, pencurian kredensial, dan rekayasa sosial.

    Kelompok peretas seperti Scattered Lapsus$ Hunters diketahui lebih menyukai pendekatan yang memotong langsung pertahanan perimeter jaringan melalui manipulasi akses, alih-alih mencoba menembusnya secara teknis. 

    Analis Intelijen Ancaman Emsisoft Luke Connolly menilai perputaran pelaku dan efektivitas taktik non-teknis ini menjadi bahan bakar utama keberlangsungan ekosistem ransomware.

    “Selama afiliasi tetap melimpah dan rekayasa sosial tetap efektif, jumlah korban kemungkinan akan terus meningkat,” kata Connolly dikutip. (Muhammad Diva Farel Ramadhan)

  • China Ciptakan Teknologi Pembuat ‘Matahari Buatan’, Era Energi Bersih Tiba

    China Ciptakan Teknologi Pembuat ‘Matahari Buatan’, Era Energi Bersih Tiba

    Bisnis.com, JAKARTA — Tim peneliti dari China di fasilitas Experimental Advanced Superconducting Tokamak (EAST) mengumumkan terobosan penting dalam teknologi energi masa depan.

    Melansir dari Futursism Sabtu (10/1/2026), disebut sebagai reaktor matahari buatan China, EAST menggunakan medan magnet yang kuat untuk menahan plasma di tempatnya sambil memanaskannya hingga suhu ekstrem.

    Melalui publikasi di jurnal Science Advances, para ilmuwan berhasil membuktikan bahwa reaktor fusi dapat beroperasi stabil dalam kondisi kepadatan plasma yang sangat tinggi. Temuan ini mematahkan batasan teori lama yang selama ini menghambat efisiensi reaktor fusi nuklir.

    Pencapaian ini berpusat pada penemuan “density-free regime”. Dalam istilah teknis, eksperimen ini sukses menembus “Batas Greenwald”. Selama puluhan tahun, batas ini dianggap sebagai titik maksimal kepadatan plasma; jika dilanggar, reaksi fusi biasanya menjadi kacau dan berhenti bekerja. 

    Namun, tim EAST membuktikan bahwa operasional reaktor bisa tetap stabil dan aman meski melampaui batas kecepatan tersebut.

    Kunci keberhasilan ini terletak pada penerapan teori plasma-wall self organization (PWSO). Secara sederhana, para peneliti mengatur tekanan gas dan pemanasan awal dengan sangat presisi menggunakan gelombang mikro (electron cyclotron resonance heating). 

    Strategi ini menciptakan keseimbangan antara plasma panas dan dinding logam reaktor, sehingga meminimalisir gangguan energi yang biasanya terjadi saat kepadatan dinaikkan.

    Dalam reaksi fusi yang membutuhkan suhu hingga 150 juta kelvin, tenaga listrik yang dihasilkan akan meningkat drastis seiring dengan bertambahnya kepadatan plasma.

     Dengan kemampuan beroperasi di densitas tinggi tanpa risiko meledak atau mati, reaktor masa depan dapat memproduksi energi jauh lebih besar dengan infrastruktur yang sama, sehingga menekan biaya produksi listrik fusi 

    Salah satu pimpinan riset, Prof. Ping Zhu, mengatakan bahwa temuan ini membuka peta jalan yang praktis untuk pengembangan reaktor generasi berikutnya. 

    “Temuan ini menyarankan jalur yang praktis dan dapat diskalakan untuk memperluas batas densitas dalam Tokamak,” kata Zhu mengutip laporan riset tersebut.

    Ke depan, tim berencana menerapkan metode ini pada mode operasi berkinerja tinggi di reaktor EAST. 

    Langkah ini bertujuan untuk memvalidasi apakah stabilitas yang sama dapat dipertahankan saat reaktor dipacu pada kapasitas penuhnya menuju tahap ignition atau penyalaan mandiri.

    Optimisme terhadap energi fusi sebagai solusi listrik bersih tanpa limbah radioaktif jangka panjang terus meningkat. Sektor swasta mulai agresif berinvestasi, seperti langkah Microsoft yang telah menyepakati kontrak pembelian listrik fusi dari Helion Energy mulai tahun 2028. (Muhammad Diva Farel Ramadhan)

  • Vendor Smartphone Pilih Jaga Nilai Produk di Tengah Kelangkaan Komponen Global

    Vendor Smartphone Pilih Jaga Nilai Produk di Tengah Kelangkaan Komponen Global

    Bisnis.com, JAKARTA — Kelangkaan komponen global yang masih membayangi industri teknologi memaksa para vendor smartphone menyesuaikan strategi bisnis agar tetap kompetitif di pasar domestik. Penyesuaian harga hingga penguatan kualitas produk menjadi langkah utama yang ditempuh di tengah tekanan rantai pasok tersebut.

    Marketing Director Xiaomi Indonesia Andi Renreng menyampaikan bahwa harga smartphone Xiaomi sejatinya dipengaruhi oleh beberapa faktor. Menurutnya, fluktuasi nilai tukar, kebijakan pajak dan regulasi, biaya logistik, serta kondisi operasional di masing-masing pasar turut memengaruhi penetapan harga perangkat.

    Dalam situasi pasar global yang dinamis, Xiaomi secara rutin melakukan evaluasi harga agar tetap mencerminkan kondisi riil sekaligus mendukung keberlanjutan investasi pada inovasi dan kualitas produk. Andi menegaskan, perusahaan tetap berpegang pada prinsip menghadirkan produk dengan nilai terbaik bagi konsumen, meski dihadapkan pada tantangan kelangkaan komponen.

    “Setiap penyesuaian harga dilakukan dengan pertimbangan matang terhadap dinamika pasar lokal, ekspektasi konsumen, dan peta persaingan, demi memastikan produk kami tetap menawarkan keseimbangan yang optimal antara performa, kualitas, dan keterjangkauan,” ujarnya kepada Bisnis, Jumat (9/1/2026).

    Sementara itu, PR Manager vivo Indonesia Alexa Tiara menyatakan bahwa perusahaan tetap menempatkan pengguna sebagai prioritas, terlepas dari tantangan global yang dihadapi industri saat ini.

    Vivo, lanjut Alexa, akan terus menekankan peningkatan kualitas produk secara berkelanjutan, penyempurnaan pengalaman pengguna, serta konsistensi sistem layanan purnajual. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan konsumen dalam jangka panjang, terutama ketika pasar dihadapkan pada isu keterbatasan komponen dan potensi kenaikan biaya produksi.

    “Vivo berupaya menghadirkan pengalaman jangka panjang yang memberikan rasa aman dan kepercayaan bagi para pengguna,” sebutnya kepada Bisnis.

    Tekanan terhadap rantai pasok semikonduktor akibat lonjakan permintaan komponen untuk kecerdasan buatan (AI), disinyalir berdampak signifikan pada harga smartphone global pada 2026.

    Dalam laporan terbaru Counterpoint, kekurangan chip memori, terutama dynamic random-access memory (DRAM), berpotensi mendorong kenaikan rata-rata harga jual smartphone (ASP) hingga sekitar 6,9% secara tahunan, hampir dua kali lipat dari proyeksi sebelumnya sebesar 3,6%. 

    Di sisi lain, Fransisco Jeronimo, Vice President Data & Analytics Device dari International Data Corporation (IDC) lebih rinci menerangkan kondisi ini terjadi didorong adanya ekspansi masif infrastruktur AI dan beban kerja komputasi berintensitas tinggi telah menyerap porsi besar kapasitas manufaktur memori global. 

    Beban kerja AI menuntut penggunaan memori dalam jumlah besar, sehingga produsen memilih mengalihkan produksi dari memori konvensional ke solusi memori berperforma tinggi dengan margin keuntungan lebih besar.

    Alih-alih memperluas produksi DRAM dan NAND yang lazim digunakan pada ponsel pintar, komputer pribadi, dan perangkat elektronik konsumen lainnya, produsen memori utama justru memprioritaskan pengembangan memori yang digunakan pusat data AI, seperti high bandwidth memory (HBM) dan DDR5 berkapasitas tinggi.

    Pergeseran ini secara langsung membatasi pasokan modul memori di pasar, sekaligus mendorong kenaikan harga secara menyeluruh. “Dinamika tersebut menyebabkan ketersediaan DRAM untuk perangkat konsumen berkurang, memperburuk tekanan harga di pasar yang ketat,” jelas Jeronimo.