Category: Bisnis.com Nasional

  • Prabowo Bakal Groundbreaking 6 Proyek Hilirisasi pada Bulan Ini, Apa Saja?

    Prabowo Bakal Groundbreaking 6 Proyek Hilirisasi pada Bulan Ini, Apa Saja?

    Bisnis.com, BOGOR – Presiden Prabowo Subianto bakal melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking terhadap 6 proyek hilirisasi pada awal 2026.

    Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan ada 6 proyek hilirisasi yang akan diresmikan pembangunannya pada Januari ini. Salah satu proyek yang akan diresmikan adalah gasifikasi batu bara atau dimetil eter.

    “Rencananya akan ada di bulan Januari, ada enam groundbreaking dari program hilirisasi,” kata Prasetyo, di sela-sela Retret Kabinet Merah Putih di, Hambalang, Jawa Barat, Selasa (6/12/2026).

    Lebih lanjut, Prasetyo memerinci bahwa orang nomor satu di Indonesia itu juga akan melanjutkan agenda meletakkan batu pertama pada Februari dan Maret guna menyelesaikan kurang lebih 18 proyek hilirisasi.

    Meskipun tak menjabarkan enam proyek itu, tetapi Prasetyo menjelaskan proyek yang akan mulai pembangunannya yaitu proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTsa) atau yang disebut waste to energy.

    Prasetyo menjelaskan bahwa nantinya proyek itu akan dibangun di 34 titik pada kabupaten/kota dan diklaim dapat memproduksi 1.000 ton sampah per hari yang diharapkan dapat menjadi solusi penanganan masalah sampah di daerah.

    “[Sampah] sesegera mungkin untuk diolah sehingga sampah-sampah tersebut tidak menggunung dan menimbulkan banyak masalah,” kata Prasetyo.

    Tak hanya itu Prasetyo turut mengumumkan gasifikasi batu bara atau DME juga merupakan proyek lainnya yang akan diresmikan pembangunannya mengingat proyek ini berulang kali batal dibangun karena faktor yang produksi yang dinilai tidak ekonomis.

    Investor AS sempat hengkang dari proyek DME di Sumsel dan Kaltim pada Maret 2023 lalu. Meski setelahnya sempat ada rencana investor China masuk pada proyek ini yang tak kunjung terealisasi. “Kemudian ada juga beberapa proyek penanganan dengan energi, pembangunan beberapa titik DME,” kata Prasetyo.

    Prasetyo mengungkapkan proyek lainnya ada di bidang pertanian dan perikanan, seperti kampung nelayan dan proyek pembuatan kapal tangkap ikan.  

    “Itu adalah salah satu program bidang padat karya, tetapi juga memiliki nilai investasi yang cukup besar karena kita adalah negara yang dikaruniai oleh Tuhan yang Maha Esa. Kita dapat memproduksi komoditas-komoditas yang memiliki nilai jual tinggi seperti kopi, coklat, dan sebagainya,” tandas Prasetyo.

  • BNPB Catat Korban Meninggal Dunia Bencana Sumatra Bertambah jadi 1.178 Jiwa

    BNPB Catat Korban Meninggal Dunia Bencana Sumatra Bertambah jadi 1.178 Jiwa

    Bisnis.com, JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa korban jiwa bencana Sumatra per Selasa (6/1/2026) bertambah 1 orang atau menjadi 1.178.

    Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Abdul Muhari mengatakan korban jiwa ditemukan di Tapanuli Tengah. Sementara untuk korban hilang tidak bertambah atau tetap 147 jiwa, begitupun pengungsi sebanyak 242.174 jiwa.

    Dia menjelaskan bahwa pemerintah akan melakukan evaluasi membahas status bencana di Sumatra-Aceh.

    “Operasi pencarian pertolongan masih diteruskan sampai nanti fase tanggap darurat provinsi dievaluasi pada akhir perpanjangan ketiga di tanggal 8 Januari,” katanya saat konferensi pers secara daring, Selasa (6/1/2026).

    Terkait status darurat, di Aceh sebanyak 9 daerah memperpanjang masa status tanggap diantaranya di Aceh Tengah, Pidie Jaya, serta Gayo Lues.

    Kemudian sebanyak 9 daerah sudah masuk transisi status dari tanggap darurat menjadi pemulihan seperti di Aceh Tenggara, Aceh Barat, dan Aceh Timur.

    Di Sumatra Utara sebanyak 14 daerah beralih ke fase transisi diantaranya Tapanuli Utara, Langkat, dan Kota Banjai. Lalu, dua daerah telah mengakhiri fase transisi tanggap darurat yakni Kota Tebing Tinggi dan Serdang Bedagai. 

    Sama halnya seperti Sumatra Utara, sebanyak 11 wilayah di Sumatra Barat telah beralih ke fase transisi dan 2 mengakhiri fase tanggap darurat.

    “Sebelumnya Sumatra Barat masih menyisahkan satu kabupaten yang masih dalam status tanggap darurat yaitu Kabupaten Agam. Per hari ini Kabupaten Agam sudah menetapkan masuk ke transisi darurat,” jelasnya.

    Adapun pembangunan jembatan bailey di Aceh sebanyak enam telah rampung; 2 di Sumatra Utara; dan 4 di Sumatra Barat.

    Dari data yang dipaparkan Abdul, kegiatan mengajar di wilayah telah dilaksanakan menggunakan tenda sementara. Sementara itu, penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) telah disalurkan.

    Di Aceh DTH yang disalurkan sebanyak 22; Sumatra Utara 256; dan Sumatra Barat 478. Abdul menuturkan bahwa angka tersebut akan terus berubah seiring perkembangan penyaluran DTH.

  • Lengkap! Ini Pidato Prabowo saat Retret Kabinet di Hambalang 2026

    Lengkap! Ini Pidato Prabowo saat Retret Kabinet di Hambalang 2026

    Bisnis.com, BOGOR – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa Taklimat Awal Tahun 2026 dalam Retret Kabinet Merah Putih digelar untuk mengevaluasi kinerja tahun sebelumnya, membaca dinamika global, serta menetapkan arah kebijakan pemerintah pada tahun ini. 

    Kepala negara menyinggung berbagai tantangan nasional, termasuk bencana di sejumlah daerah, namun menegaskan bahwa Indonesia telah membuktikan ketangguhan dan kekuatan sebagai negara sepanjang 2025 dan siap mengulanginya pada 2026.

    Dalam arahannya, Prabowo menyampaikan apresiasi kepada jajaran kabinet, TNI-Polri, dan pimpinan lembaga negara atas kerja keras, inisiatif, serta keberanian mengambil keputusan.

    Orang nomor satu di Indonesia itu pun menekankan bahwa kepemimpinan sejati tidak selalu menunggu instruksi, melainkan memahami arah besar dan tujuan strategis pemerintahan demi menghasilkan capaian nyata yang bisa dirasakan rakyat.

    Prabowo menegaskan strategi transformasi bangsa yang menjadi fondasi pemerintahan, yakni kemandirian nasional melalui swasembada pangan dan energi.

    Presiden Ke-8 RI itu juga menekankan bahwa ketahanan pangan baik beras, karbohidrat, maupun protein serta kemandirian energi merupakan syarat mutlak kemerdekaan dan kesejahteraan. Prabowo menyatakan Indonesia berhasil mencapai swasembada beras pada akhir 2025, dengan cadangan beras tertinggi sepanjang sejarah republik.

    Berikut pengarahan taklimat awal tahun Prabowo saat menghadiri Retret Kabinet Merah Putih di Desa Bojongkoneng, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (6/1/2026):

    Bismillahirrahmanirrahim. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang, salam sejahtera bagi kita sekalian.

    Shalom, salve, om swastiastu, namo budaya, salam kebajikan, rahayu rahayu. Yang saya hormati, Wakil Presiden Republik Indonesia, Saudara Gibran Raka Buming Raka, para Menteri Koordinator, para Menteri, para Kepala Badan, Ketua Dewan Ekonomi Nasional, para Penasihat Khusus Presiden, Jaksa Agung, Kepala Bin Kapolri, Panglima TNI, dan seluruh Kepala Staf Angkatan, para Wakil Menteri, dan seluruh anggota Kabinet Merah Putih yang saya banggakan.

    Pertama-tama, tentunya sebagai insan yang bertakwa, marilah kita tidak henti-hentinya memanjatkan puji syukur kehadiran Tuhan Maha Besar bagi umat Islam, Allah SWT, atas segala karuniah, kesehatan, kebaikan yang masih diberikan kepada kita, sehingga kita dapat berkumpul di siang hari ini di Hambalang, Jawa Barat.

    Hari ini saya sengaja mengundang saudara-saudara berkumpul di Hambalang, Jawa Barat. Hari ini saya sengaja mengundang saudara-saudara berkumpul di Hambalang di padepokan Garuda Yaksa untuk memberi taklimat awal tahun 2026. Pertimbangan saya kumpulkan adalah pertama untuk kita evaluasi kerja kita tahun lalu.

    Selanjutnya, kita memahami kunci bangsa kita di tengah dinamika dan gejolak dunia dan selanjutnya kita melihat ke depan tahun ini langkah-langkah apa yang harus kita laksanakan. Sasaran-sasaran apa yang harus kita capai.

    Saudara sekalian kita memahami bahwa kondisi bangsa kita penuh dengan tantangan dan cobaan yang terakhir tentunya kita memahami benar bencana-bencana yang terjadi di tiga provinsi di Aceh, tetapi juga di beberapa-beberapa tempat-tempat lain di Jawa Barat juga, di Jawa Tengah, di beberapa tempat lain.

    Jadi, saudara-saudara kita hadapi itu dan dengan kita hadapi itu kita memahami benar bahwa ternyata negara kita sesungguhnya memiliki kekuatan. Negara kita telah mampu dan terus menerus membuktikan kepada rakyat kita dan sesungguhnya kepada diri kita sendiri, kepada elit kita bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia punya kekuatan kita memahami itu dan kita terus telah membuktikan itu pada tahun 2025 dan akan kita buktikan di 2026 ini.

    Saudara-saudara sekalian, dengan ini semua saya ingin menggunakan kesempatan pertama di awal taklimat saya untuk menyampaikan terima kasih saya yang sedalam-dalamnya dari hati saya. Terima kasih, saya sebagai Presiden, sebagai pemimpin, sebagai penerima mandat dari rakyat Indonesia, sebagai boleh dikatakan nahkoda, saya ingin menyampaikan terima kasih kepada pembantu-pembantu saya yang paling inti, saudara-saudara para Menko, para menteri, para Kepala badan, wakil Kepala Badan, pejabat-pejabat, lembaga-lembaga tinggi negara yang sangat penting, Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung.

    Kita buktikan dengan fakta, fact on the ground yang bisa diukur, bisa dipegang, bisa dilihat, dengan demikian, saya menyampaikan penghargaan kepada saudara-saudara sekalian. Tidak mungkin, saya sebagai presiden bisa melaporkan hal ini kepada bangsa tanpa kerja keras saudara-saudara semuanya. Saudara-saudara walaupun mungkin tidak terlalu sering saya kumpulkan saudara-saudara.

    Saudara-saudara telah bekerja dengan penuh inisiatif dengan penuh pemahaman keberanian karena saudara-saudara mengambil keputusan, mengambil inisiatif itu membutuhkan keberanian yang paling aman, paling gampang tidak berbuat apa-apa atau menunggu petunjuk. Tetapi, pemimpin sejati, pemimpin sebenarnya adalah mereka yang memahami strategi besar, memahami tujuan, memahami directive pemimpin sehingga yang dipahami adalah arah besar adalah petunjuk umum bukan tiap keputusan harus menunggu petunjuk atasan. Jadi saudara-saudara apa yang sudah kita capai menurut saya sangat membanggakan.

    Salah satu landasan pertama dari strategi transformasi bangsa yang saya canangkan yang saya tawarkan kepada rakyat sewaktu saya dan saudara Gibran mencalonkan diri sebagai Presiden dan Wakil Presiden.

    Kita maju ke hadapan rakyat dengan sesuatu strategi. Strategi tertulis, strategi terukur, strategi melalui kajian puluhan tahun, strategi yang kami yakini yang kami sebut strategi transformasi bangsa yang mana esensi-esensinya adalah yang mana yang pertama, yang pertama, bangsa Indonesia harus mandiri. Bangsa Indonesia harus berdiri di atas kaki kita sendiri. Dan di situ, elemen utamanya adalah swasembada pangan.

    Tidak ada bangsa yang merdeka bila mana bangsa itu tidak bisa menjamin makan untuk rakyatnya. Dan awalnya adalah swasembada beras, karena beras adalah makanan pokok kita. Tapi, yang dikatakan swasembada pangan adalah tidak hanya beras.

    Beras, jagung, singkong, dan yang lain-lain. Swasembada pangan artinya adalah karbohidrat dan protein. Kita harus swasembada protein.

    Dan juga, selain swasembada pangan, dasar selanjutnya adalah swasembada energi. Kalau kita tergantung dengan bangsa lain untuk energi kita, tidak mungkin kita makmur. Tidak mungkin kita lepas dari kemiskinan.

    Saudara-saudara, strategi ini ternyata dibenarkan oleh dinamika dunia. Kita bisa bayangkan, kalau kita tidak swasembada beras, di tengah konflik di mana-mana, di tengah perang di mana-mana, sumber import beras kita tadinya adalah Thailand, dan Kamboja, dan Vietnam. Sekarang, Thailand sama Kambodja perang terus.

    Setelah perang, negosiasi, gencatan senjata, damai, meletus lagi, meletus lagi. Dalam keadaan seperti itu, bayangkan, amankah kita tergantung import dari negara yang konflik? Salah satu sumber makanan kita juga dari India. India perang sama Pakistan.

    Saudara-saudara, kita juga pernah mengalami COVID-19. Semua negara pengekspor makanan dan menutup. Kita tidak bisa import walaupun kita punya uang. Dan import berarti devisa kita keluar. Jadi, saudara-saudara, pangan dan energi harus kita mendiri. Harus kita mandiri.

    Alhamdulillah, target yang saya berikan kepada tim tim pangan kita, saya berikan target waktu awal pemerintahan yang saya pimpin adalah empat tahun untuk sebuah sembada pangan. Alhamdulillah, Desember 31 tahun 2025, waktu 24.00, bisa kita dengan resmi mengatakan di tahun 2025, Republik Indonesia sebuah sembada beras. Dan, saya juga cukup merasa besar hati, bangga, bahwa hari ini cadangan beras kita di gudang-gudang pemerintah Indonesia adalah yang tertinggi selama sejarah berdirinya Republik Indonesia.

  • Klaim Swasembada Beras pada 2025, Prabowo Singgung Konflik Thailand-Kamboja

    Klaim Swasembada Beras pada 2025, Prabowo Singgung Konflik Thailand-Kamboja

    Bisnis.com, BOGOR — Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia secara resmi telah mencapai swasembada beras pada akhir 2025, lebih cepat dari target awal yang ditetapkan pemerintah. Dia pun menyinggung konflik geopolitik antara Thailand dan Kamboja. 

    Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat memberikan pengarahan dalam taklimat awal tahun pada Retret Kabinet Merah Putih di Desa Bojongkoneng, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).

    “Saudara-saudara, strategi ini ternyata dibenarkan oleh dinamika dunia. Kita bisa bayangkan, kalau kita tidak swasembada beras, di tengah konflik di mana-mana, di tengah perang di mana-mana, sumber import beras kita tadinya adalah Thailand, dan Kamboja, dan Vietnam. Sekarang, Thailand sama Kamboja perang terus,” ujarnya. 

    Prabowo menegaskan bahwa kemandirian pangan dan energi merupakan keharusan strategis bagi Indonesia. Dia mengungkapkan, sejak awal masa pemerintahannya, dirinya menargetkan swasembada pangan dapat dicapai dalam waktu empat tahun.

    “Target yang saya berikan kepada tim pangan adalah empat tahun untuk swasembada pangan. Alhamdulillah, pada 31 Desember 2025 pukul 24.00, kita bisa secara resmi mengatakan bahwa pada tahun 2025 Republik Indonesia swasembada beras,” imbuhnya. 

    Selain mencapai swasembada beras, Presiden juga menyampaikan capaian signifikan terkait cadangan beras nasional. Menurutnya, stok beras yang tersimpan di gudang-gudang pemerintah saat ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah berdirinya Republik Indonesia.

    “Saya juga merasa besar hati dan bangga bahwa hari ini cadangan beras kita di gudang-gudang pemerintah Indonesia adalah yang tertinggi selama sejarah berdirinya Republik Indonesia,” katanya.

    Prabowo membandingkan capaian tersebut dengan periode sebelumnya. Dia menyebut pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, cadangan beras pemerintah pernah mencapai puncak sekitar 2 juta ton. Namun saat ini, cadangan beras nasional telah melampaui angka tersebut.

    “Hari ini, cadangan beras kita di gudang pemerintah lebih dari 3 juta ton. Tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia,” ujarnya.

    Presiden menilai capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh unsur pemerintah dan pemangku kepentingan di sektor pangan. Ia menegaskan keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi lintas kementerian, lembaga, serta para pelaku di lapangan.

    “Ini saya kira adalah akibat kerja keras semua unsur,” kata Prabowo.

  • Menkum Janji KUHP Baru Tidak Jerat Kajian soal Komunisme-Paham lain

    Menkum Janji KUHP Baru Tidak Jerat Kajian soal Komunisme-Paham lain

    Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas memastikan kajian yang berkaitan ideologi komunisme atau paham lainnya tidak akan dijerat pidana sesuai Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang mulai berlaku pada 2 Januari 2026.

    Menurutnya aturan yang tertuang dalam Pasal 188 itu sudah ada pasal sebelumnya. Namun ada penambahan bahwa jika tujuannya membuat kajian maka tidak dipidana.

    “Kemudian yang pasal 188 ini soal penyebaran ideologi komunis. Ini juga bukan pasal baru. Ini pasal yang lama, bahkan ada yang baru, yang baru itu seperti yang disebutkan yang terakhir kalau tujuannya adalah untuk kajian itu tidak dipidana. Jadi itu sesuatu yang luar biasa,” katanya dikutip pada Selasa (6/1/2026).

    Dia menggaris bawahi jika ideologi ini digunakan untuk mencederai ideologi Pancasila yang dianut Indonesia, maka dapat terjerat pidana.

    Senada, Albert Aries, Tim Penyusun KUHP, menjelaskan bahwa Pancasila sudah menjadi aturan final yang tidak bisa diubah. 

    Dia menegaskan bahwa jerat pidana bisa diberlakukan jika ada pihak-pihak yang membuat gerakan komunisme atau paham lainnya yang bertentangan dengan Pancasila.

    “Intinya adalah membentuk gerakan kelompok untuk menentang Pancasila, yang saya pikir dalam konteks NKRI satu-satunya pasal di Undang-Undang Dasar yang enggak boleh diubah adalah NKRI, kalau Pancasila terganggu sudah pasti NKRI juga akan terganggu,” ucap Albert.

    Melihat KUHP, pada Pasal 188 ayat (1) berbunyi, Setiap Orang yang menyebarkan dan mengembangkan ajaran komunisme/marxisme-leninisme atau paham lain yang bertentangan dengan Pancasila di muka umum dengan lisan atau tulisan termasuk menyebarkan atau mengembangkan melalui media apapun, dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun.”

    Pada ayat (2) dijelaskan “Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan maksud mengubah atau mengganti Pancasila sebagai dasar negara, dipidana dengan pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun.”

    Pada ayat (3) berbunyi, “Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) atau ayat (2) mengakibatkan terjadinya kerusuhan dalam masyarakat atau kerugian Harta Kekayaan, dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun.”

    Pada ayat (6) berbunyi, “Tidak dipidana orang yang melakukan kajian terhadap ajaran komunisme/marxisme-leninisme atau paham lain yang bertentangan dengan Pancasila untuk kepentingan ilmu pengetahuan.”

  • Prabowo: Dimaki dan Difitnah Jadi Konsekuensi Membela Rakyat Kecil

    Prabowo: Dimaki dan Difitnah Jadi Konsekuensi Membela Rakyat Kecil

    Bisnis.com, BOGOR — Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintahannya untuk membela rakyat kecil, memberantas kemiskinan, dan menghilangkan kelaparan, meski harus menghadapi kritik, ejekan, hingga fitnah.

    Penegasan itu disampaikan Presiden saat memberikan pengarahan dalam taklimat awal tahun pada Retret Kabinet Merah Putih di Desa Bojongkoneng, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).

    Dalam arahannya, Prabowo menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kondisi anak-anak Indonesia yang masih mengalami kelaparan dan kekurangan gizi. Dia mempertanyakan nurani pihak-pihak yang, menurutnya, tidak tergerak melihat kondisi tersebut.

    “Saya tidak paham manusia macam mana yang tidak tergerak hatinya melihat anak-anak seperti itu,” ujar Prabowo.

    Kepala negara juga menyindir kalangan yang selama ini mengejek dan meragukan kebijakan pemerintah, khususnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia meminta para pengkritik melihat langsung kondisi rakyat dengan empati.

    “Lihatlah dengan mata dan hatimu rakyat kita, anak-anak itu,” katanya.

    Prabowo menegaskan keyakinannya bahwa pemerintah berada di jalur yang benar dalam menjalankan agenda kebijakan sosial. Menurutnya, keberpihakan kepada rakyat miskin dan upaya menghapus kelaparan merupakan jalan keadilan yang tidak perlu diragukan.

    “Kita berada di jalan yang benar, di jalan membela keadilan, di jalan memberantas kemiskinan, di jalan menghilangkan kelaparan,” ujarnya.

    Orang nomor satu di Indonesia itu juga menekankan pentingnya integritas dalam menjalankan pemerintahan. Ia menyatakan selama niat pemerintah bersih dan tidak menyalahgunakan uang rakyat, tidak ada alasan untuk gentar menghadapi tekanan maupun serangan politik.

    “Kalau niat kita bersih, niat kita tidak mencuri uang rakyat, kita tidak perlu ragu-ragu, kita tidak perlu sedikit pun gentar,” kata Prabowo.

    Dia mengakui bahwa upaya memberantas kemiskinan dan penyelewengan akan menghadapi perlawanan dari pihak-pihak yang selama ini diuntungkan oleh praktik korupsi dan ketidakadilan.

    “Kita pasti dimaki, kita pasti difitnah, kita pasti diejek,” ujarnya.

    Namun, Prabowo justru menyebut kritik dari pihak-pihak tersebut sebagai penanda bahwa pemerintah berada di jalur yang benar.

    “Kalau orang jahat mengejek kita, berarti kita benar dan kita harus terus melaksanakan dan membela kebenaran,” tandas Prabowo.

  • Prabowo Tekankan Swasembada Protein sebagai Pilar Transformasi Bangsa

    Prabowo Tekankan Swasembada Protein sebagai Pilar Transformasi Bangsa

    Bisnis.com, BOGOR — Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya swasembada protein sebagai bagian utama dari strategi transformasi bangsa yang dicanangkannya sejak masa kampanye Pilpres 2024.

    Penegasan itu disampaikan Presiden saat memberikan taklimat awal tahun dalam Retret Kabinet Merah Putih di Desa Bojongkoneng, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).

    Prabowo menyatakan strategi transformasi bangsa yang ditawarkan bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka merupakan strategi yang dirancang secara tertulis, terukur, dan berbasis kajian panjang.

    “Kita maju ke hadapan rakyat dengan sesuatu strategi. Strategi tertulis, strategi terukur, strategi melalui kajian puluhan tahun, yang kami yakini sebagai strategi transformasi bangsa,” ujar Prabowo.

    Menurutnya, esensi utama dari strategi tersebut adalah kemandirian nasional. Dia menegaskan Indonesia harus berdiri di atas kaki sendiri, dengan swasembada pangan sebagai fondasi utama.

    “Bangsa Indonesia harus mandiri. Bangsa Indonesia harus berdiri di atas kaki kita sendiri. Dan elemen utamanya adalah swasembada pangan,” katanya.

    Prabowo menekankan bahwa tidak ada bangsa yang benar-benar merdeka jika tidak mampu menjamin kebutuhan pangan rakyatnya. Swasembada pangan, menurutnya, tidak hanya terbatas pada beras sebagai makanan pokok, tetapi mencakup seluruh sumber karbohidrat dan protein.

    “Beras, jagung, singkong, dan yang lain-lain. Swasembada pangan artinya adalah karbohidrat dan protein. Kita harus swasembada protein,” tegas Prabowo.

    Selain pangan, Kepala negara juga menyoroti pentingnya swasembada energi sebagai pilar kemandirian bangsa. Ketergantungan pada energi impor, menurutnya, akan menghambat kemakmuran dan upaya pengentasan kemiskinan.

    “Kalau kita tergantung dengan bangsa lain untuk energi kita, tidak mungkin kita makmur. Tidak mungkin kita lepas dari kemiskinan,” ujarnya.

    Prabowo menilai dinamika geopolitik global semakin membuktikan relevansi strategi tersebut. Ia mencontohkan konflik di sejumlah negara produsen pangan yang selama ini menjadi sumber impor Indonesia.

    “Kita bisa bayangkan, kalau kita tidak swasembada beras, di tengah konflik di mana-mana. Thailand dan Kamboja perang terus. India perang sama Pakistan,” katanya.

    Presiden Ke-8 RI itu juga mengingatkan pengalaman pandemi Covid-19, ketika banyak negara pengekspor pangan menutup keran ekspor sehingga impor menjadi sulit meskipun Indonesia memiliki kemampuan finansial. “Kita tidak bisa impor walaupun kita punya uang. Dan impor berarti devisa kita keluar,” ujarnya.

    Oleh karena itu, Prabowo menegaskan bahwa kemandirian pangan dan energi merupakan keharusan strategis bagi Indonesia.

    “Pangan dan energi harus kita mandiri,” kata Prabowo.

  • 1 Tahun Pelaksanaan MBG, Prabowo Klaim Telah Jangkau 55 Juta Penerima

    1 Tahun Pelaksanaan MBG, Prabowo Klaim Telah Jangkau 55 Juta Penerima

    Bisnis.com, BOGOR — Presiden Prabowo Subianto menyatakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau 55 juta penerima manfaat dalam satu tahun pelaksanaan. Program tersebut menyasar anak-anak sekolah serta ibu hamil sebagai upaya intervensi negara untuk mengatasi masalah gizi, stunting, dan kelaparan.

    Hal itu disampaikan Presiden saat memberikan pengarahan dalam taklimat awal tahun pada Retret Kabinet Merah Putih di Desa Bojongkoneng, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).

    Presiden Ke-8 RI itu menjelaskan, program MBG dicanangkan sejak awal pemerintahannya dengan pertimbangan tingginya angka kekurangan gizi di Indonesia. Berdasarkan berbagai kajian, sekitar 20 persen anak Indonesia mengalami kekurangan gizi, bahkan di sejumlah daerah angkanya mencapai lebih dari 30 persen.

    “Puluhan juta anak-anak Indonesia berangkat sekolah tanpa makan pagi. Banyak yang makan hanya nasi dengan daun-daunan,” ujar Prabowo.

    Program MBG mulai dijalankan pada 6 Januari 2025. Tepat satu tahun kemudian, pada 6 Januari 2026, Presiden menerima laporan bahwa jumlah penerima manfaat telah mencapai 55 juta orang.

    “Hari ini dilaporkan kepada saya 55 juta penerima manfaat. Lima puluh lima juta anak-anak Indonesia menerima makan tiap hari, termasuk ibu-ibu hamil,” kata Prabowo.

    Presiden membandingkan capaian tersebut dengan negara lain yang telah lebih dulu menjalankan program serupa. Ia mencontohkan Brasil yang membutuhkan waktu 11 tahun untuk menjangkau 40 juta penerima manfaat.

    “Kita satu tahun mencapai 55 juta penerima manfaat,” ujarnya.

    Kendati demikian, Prabowo mengakui pelaksanaan program berskala besar tersebut tidak lepas dari kekurangan dan potensi penyimpangan. Namun, dia menilai tingkat keberhasilannya sangat tinggi.

    “Dalam usaha manusia sebesar ini pasti ada kekurangan dan penyimpangan. Tapi secara objektif statistik boleh dikatakan kita 99,99 persen berhasil,” katanya.

    Kepala negara menegaskan pemerintah tidak akan berpuas diri dan tetap menargetkan zero defect melalui penguatan pengawasan dan pengamanan program secara berkelanjutan.

    “Kekurangan sekecil apa pun harus kita atasi. Langkah demi langkah pengawasan terus kita lakukan,” ujarnya.

    Prabowo menegaskan esensi utama program MBG adalah intervensi negara untuk memastikan rakyat tidak kelaparan. Ia mengutip pernyataan Presiden pertama RI Sukarno, “The hungry stomach cannot wait.”

    “Pemimpin yang bertanggung jawab, yang punya hati dan kepedulian, harus bekerja keras untuk menghilangkan kelaparan dan kemiskinan,” kata Prabowo.

    Orang nomor satu di Indonesia itu juga menyinggung skeptisisme sejumlah pihak terhadap program MBG di awal pelaksanaannya. Namun, ia menilai capaian yang ada menjadi bukti keberhasilan program tersebut.

    “Banyak pakar mengejek dan menyinyir, mengatakan MBG pasti gagal. Tapi kita buktikan MBG berhasil dan dinantikan rakyat,” ujarnya.

    Menurutnya, antusiasme masyarakat terlihat di berbagai daerah saat distribusi MBG dilakukan. Ia mengaku kerap mendapat pertanyaan langsung dari anak-anak mengenai kapan mereka menerima program tersebut.

    “Anak-anak teriak ke saya, ‘Pak, kapan kami terima MBG?’ Itu menunjukkan harapan rakyat,” tandas Prabowo.

  • Prabowo Resmi Buka Retret Kabinet di Hambalang, Bahas Gejolak Global hingga Banjir Sumatra

    Prabowo Resmi Buka Retret Kabinet di Hambalang, Bahas Gejolak Global hingga Banjir Sumatra

    Bisnis.com, BOGOR — Presiden Prabowo Subianto memberikan pengarahan dan taklimat awal tahun 2026 kepada jajaran Kabinet Merah Putih dalam Retret Kabinet yang digelar di Padepokan Garuda Yaksa, Desa Bojongkoneng, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).

    Dalam arahannya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa pertemuan tersebut secara khusus digelar untuk melakukan evaluasi kinerja pemerintah sepanjang tahun 2025 sekaligus merumuskan langkah strategis menghadapi dinamika global dan tantangan nasional pada tahun 2026.

    “Hari ini saya sengaja mengundang saudara-saudara berkumpul di Hambalang, di Padepokan Garuda Yaksa, untuk memberi taklimat awal tahun 2026. Pertimbangan saya kumpulkan adalah pertama untuk kita evaluasi kerja kita tahun lalu,” ujar Prabowo.

    Presiden Ke-8 RI itu menegaskan pentingnya pemahaman bersama di antara jajaran kabinet terkait posisi dan kekuatan Indonesia di tengah gejolak dan dinamika dunia yang terus berubah. Selain evaluasi, retret kabinet juga diarahkan untuk menyepakati sasaran dan target yang hendak dicapai pemerintah pada tahun berjalan.

    “Selanjutnya, kita memahami kunci bangsa kita di tengah dinamika dan gejolak dunia dan melihat ke depan tahun ini langkah-langkah apa yang harus kita laksanakan, sasaran-sasaran apa yang harus kita capai,” katanya.

    Kepala negara juga menyinggung berbagai tantangan yang dihadapi bangsa, termasuk bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah, khususnya di tiga provinsi di Aceh, serta beberapa daerah di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan wilayah lainnya.

    “Kondisi bangsa kita penuh dengan tantangan dan cobaan, yang terakhir tentunya kita memahami benar bencana-bencana yang terjadi di tiga provinsi di Aceh, tetapi juga di beberapa tempat lain,” ujarnya.

    Kendati demikian, orang nomor satu di Indonesia itu menekankan bahwa rangkaian ujian tersebut justru menunjukkan kekuatan fundamental bangsa dan negara. 

    Menurutnya, Indonesia telah membuktikan ketangguhannya sepanjang tahun 2025 dan optimistis dapat terus menunjukkannya pada 2026.

    “Negara kita sesungguhnya memiliki kekuatan. Negara kita telah mampu dan terus menerus membuktikan kepada rakyat kita, kepada diri kita sendiri, bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia punya kekuatan,” kata Prabowo.

    Dia menegaskan keyakinannya bahwa pemerintah akan kembali membuktikan ketahanan dan kemampuan Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan di tahun 2026.

    “Telah kita buktikan pada tahun 2025 dan akan kita buktikan di 2026 ini,” tandas Prabowo.

  • Ngengg! Menteri KKP Datang ke Retret Kabinet di Hambalang Naik Motor Bebek

    Ngengg! Menteri KKP Datang ke Retret Kabinet di Hambalang Naik Motor Bebek

    Bisnis.com, BOGOR — Ada momen lucu yang terjadi jelang pelaksanaan Retret Kabinet Merah Putih di kawasan Hambalang, Bogor, Jawa Barat pada Selasa (6/1/2026). 

    Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono tampak hadir di lokasi kegiatan dengan cara yang sederhana, yakni mengendarai sepeda motor jenis bebek.

    Menurut pantauan, terlihat Trenggono mengenakan pakaian dinas berwarna krem, mengendarai motor bebek saat memasuki kawasan kediaman pribadi Presiden Prabowo Subianto di Hambalang. Di sekitarnya tampak pengamanan dan kendaraan dinas lain yang turut mengawal jalannya kegiatan retret kabinet.

    Kehadiran Menteri KKP menggunakan sepeda motor ini mencuri perhatian karena berbeda dari kebiasaan para pejabat negara yang umumnya menggunakan kendaraan dinas.

    Retret Kabinet Merah Putih sendiri merupakan forum pengarahan dan evaluasi yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran menteri untuk membahas capaian kinerja pemerintahan selama satu tahun terakhir, serta merumuskan langkah strategis ke depan.

    Selain membahas isu-isu strategis seperti swasembada pangan dan energi, hilirisasi, pendidikan, serta penanganan bencana, retret ini juga menjadi ajang konsolidasi antar-menteri.