Category: Bisnis.com Nasional

  • Waspada! BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat & Ombak Tinggi 20-23 Desember

    Waspada! BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat & Ombak Tinggi 20-23 Desember

    Bisnis.com, JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk sejumlah wilayah di Indonesia hingga beberapa hari ke depan.

    Berdasarkan peringatan dini cuaca BMKG, pada periode 20-22 Desember 2026, beberapa wilayah diperkirakan akan mengalami hujan dengan level siaga.

    “Beberapa wilayah diprakirakan akan mengalami hujan dengan level siaga,” jelas BMKG dikutip dari akun resmi @infohumasbmkg, di media sosial X, Minggu (21/12/2025).

    Beberapa wilayah yang dimaksud yakni Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan.

    Selain itu, BMKG juga mengeluarkan imbauan terkait dengan potensi gelombang tinggi yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia pada periode 20-23 Desember 2025.

    BMKG memperkirakan tinggi gelombang 1,25 m – 2,5 m berpeluang terjadi di wilayah selat Malaka bagian utara, perairan barat & selatan Sumatra–Jawa, Bali–NTB–NTT, Laut Jawa, Selat Makassar selatan, Laut Maluku, serta Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua.

    “BMKG mengimbau masyarakat pesisir dan pelaku kelautan untuk tetap waspada dan memantau info terbaru dari BMKG,” tulis BMKG.

    Halo #SobatBMKG!

    Periode 20 – 22 Desember 2025
    Beberapa wilayah diprakirakan akan mengalami hujan dengan level siaga

    Wilayah yang berpotensi terdampak antara lain: Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur,… pic.twitter.com/i6HYdURSxW

    — Humas_BMKG (@InfoHumasBMKG) December 20, 2025

  • Banjir Bandang Terjang Guci Tegal, BNPB: Belum Ada Laporan Korban Jiwa

    Banjir Bandang Terjang Guci Tegal, BNPB: Belum Ada Laporan Korban Jiwa

    Bisnis.com, JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan pihaknya belum menerima laporan adanya korban jiwa dari kejadian banjir bandang yang menerjang kawasan wisata pemandian air panas Guci di Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah, pada Sabtu (20/12/2025).

    “Hingga malam ini, belum ada laporan korban jiwa dari pengunjung wisata tersebut,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari di Jakarta, Sabtu (20/12/2025).

    Namun demikian, tim BPBD Kabupaten Tegal telah tiba di lokasi kejadian untuk melakukan kaji cepat dan upaya penanganan darurat di lapangan.

    Dia mengatakan, kejadian ini dilaporkan pukul 16.30 WIB saat hujan dengan intensitas tinggi berlangsung lama hingga aliran sungai meluap dan menerjang kawasan wisata Guci.

    “Kawasan objek wisata air panas pancuran 13 terdampak kejadian ini. Banjir bandang ini membuat kolam air panas di lokasi tersebut tersapu derasnya arus air,” katanya.

    Pantauan visual BNPB di lapangan, kata Abdul Muhari, sebagian area wisata telah tertutup material lumpur, pasir dan batu yang terbawa arus banjir.

    Untuk keamanan, kata Muhari, kawasan wisata tersebut ditutup sementara untuk umum.

    Dia mengimbau kepada masyarakat di sepanjang aliran Sungai Gung, khususnya wilayah Balapulang, Dukuhwaru, Adiwerna hingga kawasan Pantura untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan serta mengikuti arahan petugas di lapangan.

    Sebelumnya, Kepala Kepolisian Sektor Bojong Kompol Khaerun mengatakan banjir bandang yang melanda Kawasan Objek Wisata Guci karena kiriman banjir dari Sungai Sawangan yang berada di perbatasan Kabupaten Tegal dengan Kabupaten Brebes.

    “Tidak ada korban jiwa pada peristiwa itu, jadi masih aman. Ya, banjir karena kiriman dari wilayah atas,” kata Khaerun saat dihubungi di Tegal, Sabtu (20/12/2025).

    Hanya saja, kata dia, banjir bandang tersebut mengakibatkan pipa pancuran 13 di Objek Wisata Guci terbawa arus sungai.

    Dia mengimbau pada warga maupun pengunjung Objek Wisata Guci agar berhati-hati saat hujan turun sebagai upaya mengantisipasi sesuatu yang tidak diinginkan bersama.

    Petugas Pancuran 13 Objek Wisata Guci Jam Zami menceritakan detik-detik terjadinya banjir bandang di kawasan objek wisata tersebut.

    Dia mengatakan banjir bandang mulai terjadi sekitar pukul 15.00 WIB saat intensitas curah hujan meningkat cukup deras.

    “Luapan air sungai dengan arus kuat membawa material lumpur, batu, dan kayu ke area wisata. Banjir datang cukup deras sekitar pukul 15.00 WIB bersamaan dengan hujan lebat,” katanya.

    Akibat kejadian tersebut sebuah jembatan kecil di kawasan Pancuran 13 dilaporkan terbawa arus banjir serta kolam pemandian Pancuran 13 juga sempat tertutup material banjir sehingga tidak dapat digunakan.

    “Debit air banjir mulai surut dan kondisi berangsur membaik, Sabtu petang. Namun, hujan ringan masih turun di kawasan Guci,” katanya.

  • Mencekam! Detik-Detik Banjir Bandang Terjang Objek Wisata Guci Tegal

    Mencekam! Detik-Detik Banjir Bandang Terjang Objek Wisata Guci Tegal

    Bisnis.com, JAKARTA — Hujan deras dengan intensitas tinggi menyebabkan aliran sungai Gung meluap hingga menimbulkan banjir bandang di Kawasan Objek Wisata Guci, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (20/12/2025).

    Kepala Kepolisian Sektor Bojong Kompol Khaerun mengatakan banjir bandang yang melanda Kawasan Objek Wisata Guci karena kiriman banjir dari Sungai Sawangan yang berada di perbatasan Kabupaten Tegal dengan Kabupaten Brebes.

    “Tidak ada korban jiwa pada peristiwa itu, jadi masih aman. Ya, banjir karena kiriman dari wilayah atas,” kata Khaerun saat dihubungi di Tegal, Sabtu (20/12/2025).

    Hanya saja, kata dia, banjir bandang tersebut mengakibatkan pipa pancuran 13 di Objek Wisata Guci terbawa arus sungai.

    Dia mengimbau pada warga maupun pengunjung Objek Wisata Guci agar berhati-hati saat hujan turun sebagai upaya mengantisipasi sesuatu yang tidak diinginkan bersama.

    Petugas Pancuran 13 Objek Wisata Guci Jam Zami menceritakan detik-detik terjadinya banjir bandang di kawasan objek wisata tersebut.

    Dia mengatakan banjir bandang mulai terjadi sekitar pukul 15.00 WIB saat intensitas curah hujan meningkat cukup deras.

    “Luapan air sungai dengan arus kuat membawa material lumpur, batu, dan kayu ke area wisata. Banjir datang cukup deras sekitar pukul 15.00 WIB bersamaan dengan hujan lebat,” katanya.

    Akibat kejadian tersebut sebuah jembatan kecil di kawasan Pancuran 13 dilaporkan terbawa arus banjir serta kolam pemandian Pancuran 13 juga sempat tertutup material banjir sehingga tidak dapat digunakan.

    “Debit air banjir mulai surut dan kondisi berangsur membaik, Sabtu petang. Namun, hujan ringan masih turun di kawasan Guci,” katanya.

  • Pemulihan Sinyal Telekomunikasi Aceh, Koneksi Satelit Bisa Jadi Solusi

    Pemulihan Sinyal Telekomunikasi Aceh, Koneksi Satelit Bisa Jadi Solusi

    Bisnis.com, JAKARTA — Layanan telekomunikasi dinilai menjadi salah satu kebutuhan vital bagi wilayah terdampak bencana banjir seperti Aceh untuk komunikasi warga, koordinasi bantuan, maupun layanan pemerintah.

    Pengamat keamanan siber, Alfons Tanujaya berharap para operator telekomunikasi bisa memanfaatkan solusi sementara, termasuk memanfaatkan koneksi satelit yang kemudian disambungkan ke BTS, agar layanan dasar seperti panggilan suara, SMS, dan data bisa segera aktif.

    “Dalam kondisi darurat, yang utama adalah jaringan nyala dulu,” kata Alfons dalam keterangannya, Sabtu (20/12/2025).

    Menurutnya, pemulihan jaringan telekomunikasi bisa menunjang proses evakuasi distribusi bantuan, serta akses informasi masyarakat.

    “Yang penting masyarakat Aceh tidak terputus dari dunia luar,” ujarnya.

    Berdasarkan catatan Bisnis.com, Jumat (19/12/2025), PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) menuturkan ketersediaan listrik masih jadi kendala utama dalam pemulihan konektivitas di wilayah Aceh pascabencana banjir dan tanah longsor.

    Secara keseluruhan, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat tingkat pemulihan konektivitas di Aceh baru mencapai 73%. Angka tersebut masih lebih kecil dibandingkan wilayah terdampak bencana lainnya. 

    Di Sumatra Barat, pemulihan konektivitas telah berada di kisaran 98%—99%, sedangkan Sumatra Utara mencapai sekitar 97%—98%. Capaian tersebut mencakup tiga operator telekomunikasi, yakni Telkomsel, Indosat, dan XLSMART.

    Direktur Utama Telkomsel Nugroho menyebut kendala utama pemulihan konektivitas di Aceh berasal dari persoalan kelistrikan.

    “Banyak SUTET [Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi] yang sudah roboh dan belum bisa disambungkan kembali kemudian integrasi dengan pembangkit-pembangkit listrik yang ada juga belum bisa dilakukan sepenuhnya sampai saat ini,” kata Nugroho usai Pelaksanaan Apel Bersama Posko Siaga Kualitas Layanan Telekomunikasi Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

    Nugroho mengatakan masih terdapat sekitar empat pembangkit listrik yang belum dapat beroperasi secara normal. Selain itu, kendala juga muncul dari sisi akses dan transportasi.

    Dia menjelaskan, banyak jaringan fiber optik yang mengalami gangguan bahkan terputus akibat dampak banjir dan tanah longsor. Kondisi tersebut menuntut upaya ekstra, baik dari sisi penyediaan listrik maupun jaringan. 

    Adapun, lanjutnya, untuk suplai listrik, operator harus mengandalkan genset sambil menunggu pemulihan dari PLN. Sementara dari sisi jaringan, solusi alternatif seperti penggunaan satelit juga disiapkan.

  • Update Banjir Sumatra: Korban Jiwa 1.090 Orang, Pemulihan Infrastruktur Dikebut

    Update Banjir Sumatra: Korban Jiwa 1.090 Orang, Pemulihan Infrastruktur Dikebut

    Bisnis.com, JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor di Sumatra terus bertambah menjadi 1.090 jiwa hingga Sabtu (20/12/2025). 

    Di sisi lain, pemerintah terus berjibaku memulihkan jalur logistik dan energi yang masih terhambat di sejumlah titik krusial, khususnya di Provinsi Aceh.

    Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengungkapkan per 20 Desember 2025, tercatat penambahan 19 korban jiwa baru dari posisi hari sebelumnya sebanyak 1.071 jiwa.

    “Untuk hari ini 20 Desember, jumlah total korban meninggal dunia bertambah 19 jiwa. Sekali lagi tentu saja simpati dan belasungkawa yang mendalam kami ucapkan,” ujarnya dalam konferensi pers, Sabtu (20/12/2025).

    Berdasarkan rekapitulasi data BNPB, penambahan korban meninggal dunia terbesar terjadi di Provinsi Aceh, yakni dari 455 jiwa menjadi 472 jiwa.

    Abdul memerinci penambahan tersebut berasal dari Aceh Utara sebanyak 15 jiwa, Bireuen 1 jiwa, Aceh Tenggara 1 jiwa, dan Gayo Lues 1 jiwa, serta terdapat koreksi data pengurangan 1 jiwa di Aceh Tengah.

    Sementara itu, korban meninggal di Sumatra Utara bertambah 1 jiwa menjadi 370 orang (ditemukan di Tapanuli Tengah), dan di Sumatra Barat bertambah 1 jiwa menjadi 248 orang (ditemukan di Agam).

    Di sisi lain, jumlah pengungsi menunjukkan tren penurunan. Total pengungsi tercatat sebanyak 510.528 jiwa, berkurang 16.340 jiwa dibandingkan hari sebelumnya. Penurunan ini terjadi karena sebagian warga mulai kembali ke rumah untuk melakukan pembersihan pascabencana, meski kebutuhan permakanan mereka masih bergantung pada lebih dari 500 dapur umum yang beroperasi.

    Tantangan Logistik dan Energi

    Dalam operasi penanganan darurat, BNPB menyoroti tantangan distribusi logistik di Aceh. Hingga pukul 15.00 WIB hari ini, telah terlaksana 16 penerbangan logistik dengan total muatan 22,6 ton, serta distribusi darat seberat 3,3 ton.

    Abdul menuturkan, hambatan akses darat masih terjadi akibat kerusakan infrastruktur jembatan. Jembatan Kuta Blang yang menjadi penghubung vital Banda Aceh–Lhokseumawe masih dalam proses perbaikan, sehingga arus lalu lintas dialihkan ke jalur alternatif Awe Geutah.

    “Karena sangat pentingnya jalur ini, animo masyarakat dan relawan serta dukungan logistik via darat menyebabkan antrean untuk melewati jembatan Awe Geutah karena sistem buka tutup satu jalur,” jelasnya.

    Pemerintah menargetkan perbaikan sejumlah jembatan, termasuk Jembatan Jeumpa yang progresnya mencapai 86%, serta pemasangan jembatan bailey di jalur Bireuen–Bener Meriah, dapat rampung sebelum 30 Desember 2025.

    Terkait pasokan energi, BNPB telah mendistribusikan 37,5 drum BBM dan 60 tabung LPG via udara ke Aceh Tengah dan Bener Meriah, serta mengirimkan satu truk tangki berisi 3.000 liter solar ke Aceh Tamiang.

    Operasi pencarian (SAR) masih terus berjalan optimal di 6 kabupaten di Aceh, sementara di Sumatra Utara dan Sumatra Barat operasi difokuskan secara terbatas di beberapa sektor, termasuk Tapanuli Tengah, Agam, dan Tanah Datar.

  • BNPB Genjot Pembangunan Huntap dan Huntara Pascabencana Sumut

    BNPB Genjot Pembangunan Huntap dan Huntara Pascabencana Sumut

    Bisnis.com, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mendorong percepatan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Tapanuli Utara.

    Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan upaya ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan pemulihan. Sejalan dengan komitmen tersebut, BNPB kini menitikberatkan upaya pada penguatan data dan administrasi sebagai dasar percepatan pembangunan huntap.

    “Proses verifikasi dan validasi data calon penerima bantuan hunian tetap terus dilakukan agar pembangunan tepat sasaran, sesuai ketentuan, dan dapat segera direalisasikan setelah masa tanggap darurat berakhir,” katanya dalam siaran pers, Sabtu (20/12/2025).

    Selain fokus pada data, lanjutnya, BNPB juga memantau langsung progres pembangunan hunian sementara (huntara) dan persiapan lokasi huntap, termasuk peninjauan rumah contoh yang dibangun di Desa Sibalanga.

    Rumah contoh tersebut menjadi acuan teknis bagi pembangunan hunian yang aman, layak, dan tahan terhadap risiko bencana, sekaligus sebagai sarana sosialisasi kepada masyarakat terkait standar bangunan yang akan diterapkan.

    BNPB mendampingi pelaksanaan sosialisasi program huntap dan huntara kepada calon penerima bantuan di Kantor Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting. Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh kepada masyarakat mengenai mekanisme bantuan, tahapan pembangunan, serta peran aktif warga dalam mendukung proses pemulihan pascabencana.

    Dia menuturkan sebagai bagian dari rencana jangka panjang, pemerintah telah memetakan kebutuhan 5.974 rumah rusak berat. Rencana pembangunan Hunian Sementara (Huntara) sebanyak 2.524 unit kini memasuki tahap identifikasi lahan di beberapa titik seperti Tapanuli Tengah dan Langkat.

    Khusus untuk wilayah Tapanuli Utara, agenda ground breaking pembangunan hunian dijadwalkan akan dilaksanakan langsung oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman pada Minggu (21/12).

    Ke depan, BNPB menegaskan bahwa percepatan pembangunan huntap akan dilakukan dengan pendekatan holistik, memperhatikan aspek keamanan, keberlanjutan lingkungan, dan pemulihan sosial ekonomi masyarakat terdampak. Pembangunan huntap tidak hanya berorientasi pada percepatan fisik bangunan, tetapi juga pada keberlanjutan kehidupan warga secara menyeluruh.

    Di sisi lain, BNPB juga terus mengintensifkan penanganan darurat banjir dan tanah longsor di wilayah Sumatra Utara sebagai bagian dari respons bencana yang komprehensif.

    “Hingga Jumat [19/12/2025], jumlah korban meninggal dunia mencapai 369 jiwa. Fokus utama saat ini adalah percepatan operasi SAR di empat sektor krusial guna mencari 71 orang yang masih dilaporkan hilang,” katanya.

    Upaya tersebut sejalan dengan percepatan pemulihan infrastruktur di 12 kabupaten/kota terdampak di Sumatra Utara. Tercatat 362 titik gangguan infrastruktur telah diidentifikasi dan ditangani secara bertahap, meski beberapa koridor utama seperti Tarutung–Sibolga dan Sibolga–Batang Toru masih memerlukan penanganan intensif.

  • Cak Imin Klaim Pilkada Langsung Tidak Produktif, PKB Desak Evaluasi Sistem Pemilu

    Cak Imin Klaim Pilkada Langsung Tidak Produktif, PKB Desak Evaluasi Sistem Pemilu

    Bisnis.com, SURABAYA – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menyebut, partainya bakal mendorong evaluasi terhadap sistem pemilihan umum (Pemilu), khususnya mekanisme Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) langsung yang telah berlangsung sejak 2005. Menurut Cak Imin, sistem pemilihan itu tidak berjalan efektif.

    Ihwal itu disampaikan Cak Imin saat menghadiri pembukaan Musyawarah Wilayah (Muswil) PKB Jawa Timur di Surabaya, Jumat (19/12/2025). Agenda tersebut dihadiri segenap jajaran pengurus PKB dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur, juga sejumlah kepala daerah, serta pengurus struktural PWNU Jawa Timur, termasuk Ketua PWNU Jatim Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin.

    “Pilkada langsung tidak produktif dan banyak sistem demokrasi yang tidak efektif, kita akan evaluasi,” jelas Cak Imin.

    Dia pun menegaskan, evaluasi tersebut penting dilakukan sebagai bagian dari upaya perbaikan sistem demokrasi di Indonesia. Menurutnya, wacana tersebut bukan hanya pandangan PKB saja tapi juga menjadi kesadaran bersama di kalangan partai politik lainnya.

    “Ya Alhamdulillah semua partai menyadari banyak sistem pemilihan umum, dalam paket-paket pemilihan umum yang tidak produktif, pilkada langsung tidak produktif,” tegasnya.

    Selain menyoroti sistem pemilu yang diklaim tidak produktif, Cak Imin juga memberikan pesan kepada segenap kader PKB untuk bekerja lebih keras dalam menghadapi kontestasi politik ke depan. Ia meminta seluruh jajaran partai untuk kembali memperkuat basis dukungan dengan cara lebih dekat kepada masyarakat.

    “PKB Jatim saya minta bekerja keras merebut kembali kejayaan PKB tiap pemilu, dan tentu ini tidak bisa gampang-gampangan saja, harus kerja keras. Dekati rakyat, bantu rakyat, selesaikan masalah rakyat, bikin kebijakan yang berpihak kepada rakyat. Ajak semua pihak kolaborasi, kita tidak mungkin bisa jalan sendiri tanpa kolaborasi,” ujarnya.

    Tak lupa, Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat ini juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak dalam menyeimbangkan agenda politik dan pembangunan. Ia meminta segenap kader PKB untuk dapat fokus dalam upaya pemberantasan kemiskinan dan pelestarian lingkungan hidup.

    “Niat baik tidak cukup, niat baik harus diikuti dengan ajakan untuk bareng-bareng mengatasi masalah. Lingkungan hidup, kemiskinan, terutama kemiskinan. Saya minta Jawa Timur, PKB bergerak di fokus kemiskinan dan lingkungan hidup,” pungkasnya.

  • Abdul Chair Pastikan KY Komitmen Perkuat Independensi dan Mutu Peradilan

    Abdul Chair Pastikan KY Komitmen Perkuat Independensi dan Mutu Peradilan

    Bisnis.com, JAKARTA — Komisi Yudisial (KY) menegaskan komitmennya untuk bekerja secara maksimal dengan fokus pada penguatan integritas, kemandirian, dan peningkatan mutu lembaga peradilan.

    Penegasan tersebut disampaikan Anggota KY Abdul Chair Ramadhan usai mengucapkan sumpah/janji Anggota Komisi Yudisial (KY)masa jabatan tahun 2025–2030 di hadapan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta pada Jumat (19/12/2025)

    “Kami tujuh anggota KY yang telah dilantik dan diambil sumpahnya akan bekerja maksimal sesuai dengan janji dan sumpah sebagaimana diucapkan,” ujar Abdul Chair Ramadhan kepada wartawan, usai pelantikan.

    Lebih lanjut, dia menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi, baik secara internal maupun eksternal, dengan seluruh pemangku kepentingan terkait sebagai bagian dari upaya mendorong perubahan dan penguatan institusi peradilan.

    “Sinergi kolaborasi baik internal maupun eksternal dengan stakeholder terkait akan kita maksimalkan menuju perubahan, kemandirian, lembaga peradilan yang lebih baik dan lebih bermutu. Itu yang paling penting dan menjadi target utama kami,” jelasnya.

    Abdul Chair Ramadhan menjelaskan bahwa sejak awal proses seleksi hingga pelantikan, seluruh anggota KY telah sepakat untuk bekerja berdasarkan kewenangan konstitusional dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam menjalankan tugasnya, fungsi pelaporan terhadap dugaan pelanggaran etik hakim akan tetap menjadi perhatian utama, yang dilaksanakan secara seimbang dengan proses investigasi dan klarifikasi.

    “Sesuai dengan kewenangan, perihal pelaporan tentu akan menjadi perhatian selain juga advokasi. Pelaporan tentu juga harus diimbangi dengan investigasi, klarifikasi, dan itu juga terkait dengan fungsi daripada KY itu sendiri,” ujarnya.

    Terkait independensi KY, Abdul Chair Ramadhan menegaskan bahwa tidak terdapat arahan khusus dari Presiden. Dia menekankan bahwa kemandirian KY dijamin oleh undang-undang.

    “Tidak ada arahan dari Presiden. Karena kita independen dan harus bekerja sesuai dengan kemandirian kita, dan itu dijamin dalam undang-undang,” tegasnya.

    Dia juga menyampaikan bahwa hingga saat ini belum terdapat target khusus yang ditetapkan, mengingat seluruh kebijakan dan langkah kerja akan diputuskan secara kolektif dan kolegial oleh ketujuh anggota KY.

    Menurutnya, periode ini menjadi momentum untuk melakukan penyeimbangan, penyegaran, dan pengembangan kelembagaan ke depan.

    Anggota KY Andi Muhammad Asrun menegaskan bahwa integritas moral menjadi fondasi utama dalam pengawasan peradilan. Dia menilai kebersihan dan integritas lembaga peradilan harus dimulai dari para hakim pengawas.

    “Untuk peradilan yang bersih, kebersihan itu bersikap bersih harus mulai dari hakim pengawasnya. Kalau hakim pengawasnya tidak bersih, kita tidak bisa harapkan satu kinerja yang baik. Itu komitmen kami bersama, dan kami akan laksanakan komitmen itu dengan revisi undang-undang yang telah dipersiapkan oleh Komisi Yudisial yang saat ini,” tegasnya.

  • Jadwal Lengkap Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Desember 2025 Jelang Nataru, Resmi!

    Jadwal Lengkap Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Desember 2025 Jelang Nataru, Resmi!

    Bisnis.com, JAKARTA – Informasi mengenai libur nasional dan cuti bersama Desember 2025 menjadi perhatian masyarakat menjelang akhir tahun. Salah satu momen penting yang selalu dinantikan adalah libur Natal dan Tahun Baru 2025, yang kerap dimanfaatkan untuk berkumpul bersama keluarga maupun berlibur.

    Libur nasional dan cuti bersama di Indonesia ditetapkan oleh pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri, yakni Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Kebijakan ini menjadi acuan resmi bagi instansi pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat umum.

    Libur Nasional dan Cuti Bersama Desember 2025

    Berdasarkan SKB Tiga Menteri, Hari Raya Natal yang jatuh pada Kamis, 25 Desember 2025, ditetapkan sebagai libur nasional untuk memperingati Kelahiran Yesus Kristus. Selain itu, pemerintah juga menetapkan Jumat, 26 Desember 2025, sebagai cuti bersama Natal yang berlaku secara nasional.

    Perlu diperhatikan bahwa Rabu, 24 Desember 2025, tidak termasuk dalam daftar libur nasional maupun cuti bersama. Dengan demikian, aktivitas perkantoran, kegiatan belajar mengajar di sekolah, serta layanan publik tetap berjalan seperti biasa pada tanggal tersebut.

    Jika melihat susunan kalender 2025, libur Natal dan cuti bersama ini berdekatan langsung dengan akhir pekan. Sabtu dan Minggu, 27–28 Desember 2025, jatuh tepat setelah cuti bersama, sehingga masyarakat berpeluang menikmati libur panjang selama empat hari berturut-turut, mulai Kamis hingga Minggu. Kondisi ini tentu dapat dimanfaatkan untuk beristirahat atau merencanakan kegiatan liburan bersama keluarga.

    Posisi Tahun Baru dalam Rangkaian Libur Nataru

    Meski sering disebut dalam satu rangkaian Nataru, libur Natal dan Tahun Baru memiliki dasar penetapan yang berbeda. Tahun Baru Masehi 1 Januari 2026 ditetapkan sebagai libur nasional tersendiri dan jatuh pada hari Kamis.

    Namun, pemerintah tidak menetapkan cuti bersama tambahan untuk perayaan Tahun Baru. Artinya, setelah rangkaian libur Natal dan akhir pekan, hari kerja kembali berlangsung pada 29, 30, dan 31 Desember 2025 sebelum memasuki libur Tahun Baru.

    Libur nasional dan cuti bersama Desember 2025 menjadi momen penting bagi masyarakat Indonesia, khususnya dalam menyambut libur Natal dan Tahun Baru 2025. Dengan Natal sebagai libur nasional pada 25 Desember dan Tahun Baru pada 1 Januari, akhir tahun berpotensi menghadirkan waktu istirahat yang cukup panjang.

  • Cara Cek PIP Kemendikdasmen.go.id Desember 2025 Lewat HP dan Solusi jika Data Tidak Muncul

    Cara Cek PIP Kemendikdasmen.go.id Desember 2025 Lewat HP dan Solusi jika Data Tidak Muncul

    Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kembali membuka layanan pengecekan Program Indonesia Pintar (PIP) secara online. Melalui laman resmi pip.kemendikdasmen.go.id, siswa dan orang tua kini dapat memeriksa status penerima bantuan pendidikan dengan mudah, tanpa harus datang langsung ke sekolah maupun kantor dinas pendidikan.

    Penyaluran PIP 2025 termin III ini merupakan bagian dari kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk menjaga keberlanjutan akses pendidikan, khususnya bagi siswa dari keluarga kurang mampu.

    Apa Itu Program Indonesia Pintar?

    Dilansir dari Peraturan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 14 Tahun 2022 mengenai Petunjuk Pelaksanaan Program Indonesia Pintar, kebijakan ini dirancang untuk menjamin keberlanjutan pendidikan dasar dan menengah.

    PIP bertujuan untuk memberikan bantuan tunai kepada peserta didik yang berasal dari keluarga miskin atau rentan miskin guna mencegah kemungkinan putus sekolah akibat kendala finansial.

    Seiring sistem yang semakin terintegrasi dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik), Kemendikdasmen menempatkan pengawasan dan ketepatan sasaran sebagai prioritas utama dalam pengelolaan anggaran pendidikan nasional.

    Cara Cek PIP di pip.kemendikdasmen.go.id Menggunakan HP

    Untuk memberikan kemudahan akses informasi, pemerintah menyediakan layanan pengecekan mandiri secara online. Berikut langkah cara cek PIP kemendikdasmen.go.id yang bisa dilakukan lewat HP:

    Buka browser dan akses https://pip.kemendikdasmen.go.id
    Pilih menu Cek Penerima PIP
    Masukkan NISN siswa
    Masukkan NIK sesuai Kartu Keluarga
    Isi kode verifikasi yang muncul
    Klik tombol Cek Penerima PIP

    Jika data valid dan siswa terdaftar, laman akan menampilkan informasi status PIP, seperti:

    Terdaftar sebagai penerima PIP
    Status pencairan (sudah cair, proses, atau belum cair)

    Cara Mengatasi Data PIP Tidak Muncul

    Jika saat melakukan cara cek PIP kemendikdasmen.go.id data siswa tidak muncul atau tertulis “data tidak ditemukan”, jangan panik. Kondisi ini cukup sering terjadi dan umumnya disebabkan oleh beberapa faktor. Kemendikdasmen menjelaskan, beberapa faktor umum penyebab data PIP tidak muncul antara lain:

    NISN atau NIK salah input
    Data siswa belum sinkron di sistem Dapodik
    Siswa belum ditetapkan sebagai penerima pada tahap pencairan berjalan

    Berikut solusi yang bisa dilakukan:

    1. Periksa Kembali NISN dan NIK

    Pastikan:

    NISN yang dimasukkan benar dan aktif
    NIK sesuai dengan data di Kartu Keluarga

    Kesalahan satu digit saja dapat membuat sistem tidak menemukan data siswa.

    2. Pastikan Data Siswa Sudah Sinkron di Dapodik

    Program Indonesia Pintar (PIP) mengacu pada data yang tercatat dalam Dapodik sekolah. Apabila data siswa belum diperbarui atau belum tersinkronisasi, maka status penerima tidak akan muncul di sistem PIP. Sebagai solusi, siswa atau orang tua disarankan menghubungi operator sekolah untuk memastikan data siswa diperbarui dan disinkronkan dengan benar.

    3. Siswa Belum Masuk Tahap Penetapan Penerima

    Tidak semua siswa menerima bantuan PIP pada tahap yang sama karena penyalurannya dilakukan secara bertahap. Oleh karena itu, disarankan untuk melakukan pengecekan status secara berkala, terutama setelah adanya pengumuman termin pencairan terbaru.

    4. Status Usulan Belum Disetujui

    Siswa dapat saja telah diusulkan oleh pihak sekolah, namun belum ditetapkan secara resmi sebagai penerima oleh Kemendikdasmen. Untuk memastikan status tersebut, disarankan melakukan konfirmasi kepada wali kelas atau pihak sekolah terkait perkembangan usulan PIP.

    Syarat Penerima Program Indonesia Pintar

    Kemendikdasmen juga menetapkan kriteria agar bantuan diterima oleh peserta didik yang memenuhi kebutuhan prioritas. Mengutip dari pedoman pelaksanaan, penerima PIP meliputi:

    Peserta didik pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP).
    Peserta didik dari keluarga miskin atau rentan miskin, termasuk keluarga penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
    Peserta didik berstatus yatim, piatu, atau yatim piatu, baik di sekolah maupun di panti sosial/asuhan.
    Peserta didik terdampak bencana alam, korban musibah, atau memiliki kelainan fisik.
    Peserta didik yang putus sekolah dan diharapkan kembali melanjutkan pendidikan.
    Peserta didik dari keluarga dengan orang tua terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).
    Peserta didik yang tinggal di daerah konflik, atau berasal dari keluarga terpidana/berada di lembaga pemasyarakatan.
    Peserta didik dengan lebih dari tiga saudara kandung dalam satu rumah.
    Peserta didik pada satuan pendidikan nonformal seperti lembaga kursus.

    Rincian Besaran Dana PIP

    Dana bantuan yang disalurkan melalui PIP berbeda-beda, menyesuaikan tingkatan kelas dan jenjang pendidikan. Mengacu pada ketentuan pencairan 2025, besaran bantuan PIP:

    SD/SDLB/Paket A: Rp450.000 per tahun; khusus siswa baru atau kelas 6 sebesar Rp225.000.
    SMP/SMPLB/Paket B: Rp750.000 per tahun; khusus kelas 9 sebesar Rp375.000.
    SMA/SMK/SMALB/Paket C: Rp1.800.000 per tahun; khusus kelas 12 sebesar Rp900.000.

    Program Indonesia Pintar menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga keberlanjutan pendidikan generasi muda di Indonesia. Dengan kemudahan akses informasi melalui laman pip.kemendikdasmen.go.id, diharapkan masyarakat tidak lagi mengalami kendala dalam memperoleh hak bantuan pendidikan. Oleh karena itu, pastikan data anak telah tercatat dengan benar di sistem Dapodik sekolah agar proses sinkronisasi dapat berjalan optimal.