Category: Bisnis.com Nasional

  • Gibran Dorong Pembangunan Jembatan Gantung Sungai Gomo Dipercepat

    Gibran Dorong Pembangunan Jembatan Gantung Sungai Gomo Dipercepat

    Bisnis.com, JAKARTA — Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menegaskan pembangunan jembatan gantung Sungai Gomo merupakan kebutuhan mendesak untuk menjamin keselamatan warga sekaligus meningkatkan akses pendidikan dan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.

    Wapres Ke-14 RI itu menyebut keberadaan jembatan sangat vital, terutama bagi pelajar dan masyarakat yang sehari-hari harus melintasi sungai.

    “Sekitar 60% siswa SMKN 1 Boronadu diketahui bermukim di seberang Sungai Gomo. Pada saat debit air sungai meningkat dan meluap, akses menuju sekolah terputus sehingga berisiko mengganggu keselamatan serta kelangsungan proses belajar-mengajar,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Minggu (21/12/2025).

    Selain itu, orang nomor dua di Indonesia itu pun juga mengungkapkan terdapat sekitar empat desa yang berpotensi terisolasi apabila Sungai Gomo meluap dan tidak dapat dilintasi. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap mobilitas warga, distribusi logistik, serta aktivitas perekonomian masyarakat setempat.

    Pemerintah berharap pembangunan jembatan gantung Sungai Gomo dapat menjadi solusi jangka panjang dalam meningkatkan konektivitas wilayah, memperluas akses layanan dasar, serta mendorong pertumbuhan sosial dan ekonomi masyarakat di Kabupaten Nias Selatan.

    “Oleh sebab itu, saya telah meminta rencana pembangunan jembatan tersebut segera ditindaklanjuti secara terpadu dengan memperhatikan kondisi geografis dan aspek keselamatan, sehingga kehadiran negara benar-benar dirasakan masyarakat,” tandas Gibran.

  • Jelang Nataru, Pengusaha Bus Teriak Solar Subsidi di SPBU Mulai Sering Kosong

    Jelang Nataru, Pengusaha Bus Teriak Solar Subsidi di SPBU Mulai Sering Kosong

    Bisnis.com, JAKARTA – Pelaku usaha angkutan darat, terutama bus antarkota-antarprovinsi (AKAP) mengeluhkan fenomena kelangkaan solar bersubsidi yang menyebabkan antrean panjang di sejumlah titik stasiun pengisian BBM (SPBU) jelang momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.

    Ketua Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) Kurnia Lesani Adnan mengungkap tantangan buat pelaku usaha transportasi umum jelang Nataru 2025/2026 semakin pelik, salah satunya perkara ketersediaan solar subsidi.

    “Kebijakan pembelian BBM subsidi angkutan umum dibatasi dan menggunakan barcode sering bermasalah, ditambah BBM subsidi sering kosong di beberapa titik. Bisa terlihat dari terjadinya penumpukan atau antrean panjang kendaraan umum yang akan mengisi BBM di beberapa SPBU,” ujarnya kepada Bisnis, dikutip Minggu (21/12/2025).

    Sani berharap suplai Pertamina ke setiap SPBU semakin kuat, sementara pembatasan pembelian BBM subsidi dengan kuota untuk angkutan umum harusnya dibatalkan.

    “Setidaknya selesaikan masalah-masalah sistem My Pertamina untuk angkutan umum. Terlebih, tantangan terberat Nataru tahun ini kemungkinan kemacetan. Jangan sampai bertambah parah di momen puncak nanti,” tambahnya.

    Pasalnya, Sani melihat kebijakan yang dikeluarkan pemerintah untuk mengadapi Nataru tahun ini notabene cenderung menggiring masyarakat untuk menggunakan transportasi pribadi, bukan memperbanyak pemanfaatan transportasi umum. 

    “Sampai saat ini, bahkan jelang Nataru, penumpang masih sangat lengang, reservasi belum terlihat lonjakan yang signifikan. Jadi kami masih menunggu adanya lonjakan seperti biasanya jelang puncak,” jelas Sani. 

    Terakhir, IPOMI mengingatkan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan bahwa faktor cuaca juga akan menjadi tantangan sendiri, terutama di transportasi penyeberangan, serta daerah rawan bencana.

    Sebagai contoh, di jalan Lintas Timur Sumatra beberapa hari ini terjadi kemacetan cukup parah karena Ada kendaraan berat yang terperosok dan rusak, tapi penanganan situasi berjalan lamban sehingga terjadi antrean panjang. 

    “Belajar dari musibah yang terjadi belakangan ini, kami minta pemerintah pusat dengan daerah dan seluruh pemangku kepentingan kompak berkomunikasi dan berkoordinasi secara intens menyangkut pengawasan di lapangan, agar bila terjadi hal-hal di luar dugaan, bisa teratasi cepat dengan penanganan tepat,” katanya. 

  • 4 Kritik Dino Patti Djalal soal Kinerja Menlu Sugiono

    4 Kritik Dino Patti Djalal soal Kinerja Menlu Sugiono

    Bisnis.com, JAKARTA — Diplomat senior Indonesia Dino Patti Djalal, melontarkan kritik terbuka terhadap kinerja Menteri Luar Negeri Sugiono.

    Pesan tersebut disampaikan melalui sebuah video pernyataan yang diunggah di akun Instagram pribadinya, @dinopattidjalal, pada Minggu (21/12/2025).

    Dalam video berdurasi lebih dari sembilan menit itu, Dino menyampaikan empat kritik dan pesan yang ia sebut sebagai bentuk kepedulian dan dukungan demi kesuksesan diplomasi Indonesia.

    Dia menegaskan pernyataan tersebut dia sampaikan dalam kapasitasnya sebagai sesepuh Kementerian Luar Negeri, pendukung politik luar negeri Indonesia, Ketua organisasi masyarakat hubungan internasional terbesar di Indonesia dan Asia, sekaligus sebagai warga negara yang telah berkecimpung di dunia diplomasi hampir 40 tahun.

    “Ini adalah message of love and support. Speak truth to power, speak truth to the people,” ujar Mantan Wakil Menteri Luar Negeri era Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu melalui unggahannya dikutip Minggu (21/12/2025). 

    Kritik pertama Dino ditujukan pada aspek kepemimpinan Sugiono di Kementerian Luar Negeri (Kemlu). Dia meminta Menlu meluangkan waktu lebih banyak untuk secara langsung memimpin Kemlu yang menurutnya, saat ini sangat membutuhkan leadership.

    “Kementerian luar negeri itu seperti mobil Ferrari, salah satu lembaga terbaik di NKRI yang penuh talenta diplomat luar biasa. Tapi Ferrari hanya bisa perform kalau dikendarai driver yang piawai dan fokus,” kata Dino.

    Dia mengungkapkan, idealnya Menlu bekerja penuh waktu untuk Kemlu, atau setidaknya mencurahkan 50 hingga 80 persen perhatiannya.

    Dino menyoroti minimnya arahan strategis dari pusat kepada perwakilan RI di luar negeri, tertundanya rapat koordinasi para duta besar hampir setahun, hingga menurunnya moral diplomat akibat pemotongan anggaran dan lemahnya respons pimpinan.

    Menurut Dino, kondisi tersebut berisiko membuat peluang diplomatik tingkat tinggi tidak ditindaklanjuti dengan baik serta hubungan bilateral Indonesia menjadi tidak seimbang. Ia memperingatkan, jika situasi ini dibiarkan, Kemlu bisa berubah dari center of excellence menjadi island of mediocrity.

     

    Minimnya Komunikasi Publik

    Kritik kedua berkaitan dengan komunikasi politik luar negeri kepada publik. Dino menekankan prinsip klasik diplomasi yang diajarkan almarhum Menlu Ali Alatas.

    Dino menilai, dalam satu tahun terakhir, Sugiono belum pernah menyampaikan policy speech substantif, baik di dalam maupun luar negeri, serta jarang memberikan wawancara mendalam mengenai arah kebijakan luar negeri Indonesia.

    “Kami tidak ingin Menlu Sugiono mendapat predikat sebagai silent minister,” ujar Dino.

    Dia juga menyoroti gaya komunikasi Menlu yang dinilai terlalu mengandalkan media sosial berbasis visual tanpa penjelasan substansi kebijakan.

    Menurut Dino, tanpa komunikasi yang konsisten dan persuasif, kredibilitas diplomasi Indonesia akan melemah di mata publik dan mitra internasional. 

    Kritik ketiga diarahkan pada relasi Menlu dengan para pemangku kepentingan hubungan internasional, termasuk akademisi, organisasi masyarakat, dan komunitas kebijakan luar negeri.

    Dino menyebutkan banyak undangan dialog dan permintaan audiensi yang tidak direspons.

    “Sekarang ini kami sebagai konstituen hubungan internasional merasa Menlu Sugiono jauh sekali dari kami. Tidak komunikatif, tidak responsif, tidak aksesibel,” ujarnya. 

    Mantan Duta Besar untuk Amerika Serikat (AS) itu mengingatkan prinsip yang dipegang para Menlu terdahulu, yakni never burn your bridges. Menurut Dino, kepercayaan, rasa hormat, dan dukungan pemangku kepentingan tidak datang secara otomatis, melainkan harus diupayakan secara aktif.

    “Azaz yang selalu dipegang Menlu-menlu terdahulu adalah never burn your bridges. Karena kalau ada masalah nanti tidak ada orang yang akan membela Anda,” kata Dino.

    Tak Responsif, Waspada Nilai Rapor Merah

    Dalam kritik keempat, Dino mendorong Sugiono untuk lebih terbuka dan welcoming terhadap kerja sama dengan organisasi masyarakat dan akar rumput hubungan internasional.  

    Dia menegaskan membantu Presiden Prabowo tidak berarti mengabaikan rakyat, karena keduanya justru saling menguatkan.

    “Saya paham tugas utama Menlu adalah untuk membantu presiden tetapi ini tidak berarti memunggungi rakyat. Bahkan dua hal ini sebetulnya saling mendukung. Kalau ada inisiatif dari ormas hubungan internasional kami berharap Menlu dapat responsif,” tuturnya.

    Dino menilai bahwa Dalam dunia diplomasi, inisiatif bisa datang dari atas maupun dari bawah. Oleh sebab itu, gotong royong antara pemerintah dan ormas hubungan internasional adalah resep sukses politik luar negeri.

    Oleh sebab itu, dia menilai terdapat kontradiksi antara seruan kerja sama di forum internasional dengan praktik domestik yang dinilai sulit diajak berkolaborasi.

    Dino menegaskan, kritik tersebut ia sampaikan karena seluruh jalur komunikasi langsung dengan Menlu Sugiono disebut telah terblokir selama berbulan-bulan.

    Wakil Menteri Luar Negeri itu pun juga berharap Sugiono tidak bersikap defensif dan menjadikan masukan itu sebagai bahan refleksi 

    “Jangan sampai ada kontradiksi. Bagaimana Menlu di forum internasional  selalu menyerukan pentingnya kerjasama, tetapi dalam kenyataannya sangat susah sekali diajak kerjasama. Dalam dunia diplomasi, inisiatif bisa datang dari pemerintah, dari atas, tapi juga bisa dari bawah. Dari ormas dan dari akar rumput,” tuturnya.

    Menurutnya, jika empat usulan tersebut dijalankan dengan memperkuat kepemimpinan Kemlu, menjelaskan politik luar negeri kepada publik, merangkul pemangku kepentingan, dan terbuka pada kerja sama masyarakat, maka Sugiono berpeluang dicatat sebagai Menlu yang cemerlang. 

    Namun jika tidak, Dino memperingatkan diplomasi Indonesia berisiko merosot dan kinerja Menlu akan dinilai buruk oleh sejarah.

    “Kalau semua ini tidak dilakukan, maka Kementerian Luar Negeri akan redup, diplomasi Indonesia akan merosot dan Menlu Sugiono akan dicatat sejarah dengan nilai merah,” tutup Dino.

  • BGN Klaim Salurkan 700.000 Porsi Makanan untuk Korban Banjir Sumatra

    BGN Klaim Salurkan 700.000 Porsi Makanan untuk Korban Banjir Sumatra

    Bisnis.com, JAKARTA — Badan Gizi Nasional (BGN) telah menyalurkan lebih dari 700.000 porsi makanan bagi korban terdampak bencana di  wilayah Sumatra. Distribusi dilakukan melalui ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dialihfungsikan untuk melayani para pengungsi sejak hari pertama kejadian. 

    Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan khusus di Provinsi Aceh terdapat 109 SPPG yang saat ini menangani pengungsi dan menyiapkan sekitar 540.000 porsi makanan setiap hari.

    “Di Aceh sendiri ada 109 SPPG yang meng-handle pengungsi dan menyiapkan makanan 540.000-an porsi setiap hari,” ujar Dadan saat dihubungi Bisnis melalui pesan teks, Minggu (21/12/2025). 

    Dadan menjelaskan total porsi yang telah disalurkan dihitung berdasarkan jumlah hari penanganan bencana, mengingat SPPG langsung beroperasi sejak hari kejadian. 

    “SPPG melayani mulai hari H kejadian karena siap operasi,” katanya. 

    Secara keseluruhan, Dadan menegaskan bahwa lebih dari 700.000 porsi makanan telah didistribusikan untuk kebutuhan tanggap darurat bencana di wilayah terdampak.

    “Lebih dari 700.000 porsi didistribusikan untuk bencana Sumatra,” ujarnya.

    Jika mengacu pada kapasitas layanan di Aceh yang mencapai sekitar 540.000 porsi makanan per hari, maka dalam kalkulasi mandiri, apabila penanganan bencana telah berlangsung selama 25 hari yakni pada 26 November 2025, maka jumlah porsi yang disiapkan dan dibagikan diperkirakan mencapai sekitar 13,5 juta porsi. 

    Angka ini diperoleh dari akumulasi distribusi harian oleh 109 SPPG yang sejak hari pertama kejadian langsung beroperasi melayani pengungsi, dan belum termasuk kontribusi SPPG di Sumatra Utara serta Sumatera Barat, sehingga total porsi secara keseluruhan berpotensi lebih besar seiring lamanya masa tanggap darurat dan perluasan cakupan layanan.

    Sebelumnya, Dadan juga melaporkan perkembangan penanganan bencana kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP) yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025). Dalam laporan tersebut, Dadan menyebutkan bahwa total terdapat 323 SPPG yang dioperasikan di wilayah terdampak bencana. 

    “Di Provinsi Aceh ada 109 SPPG, di Sumatra Utara ada 148 SPPG, di Sumatera Barat ada 66 SPPG. Total 323 SPPG yang dikonversi dari melayani penerima manfaat anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui, kemudian melayani pengungsi,” ujar Dadan.

    Dia menambahkan, BGN memastikan seluruh virtual account di daerah bencana selalu tersedia dananya agar operasional SPPG dapat berjalan tanpa hambatan dalam melayani pengungsi.

    “Totalnya alhamdulillah sampai sekarang sudah ada 323 dan kita pastikan seluruh virtual account di daerah bencana selalu tersedia uangnya agar bisa tetap melayani pengungsi,” tandas Dadan. 

  • Bertolak ke Sumut dan Sulut Jelang Nataru, Ini Agenda Lengkap Gibran

    Bertolak ke Sumut dan Sulut Jelang Nataru, Ini Agenda Lengkap Gibran

    Bisnis.com, JAKARTA — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Sumatra Utara dan Sulawesi Utara pada 21–23 Desember 2025.

    Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan percepatan pembangunan infrastruktur, pemerataan layanan dasar, penanganan wilayah terdampak bencana, serta kehadiran negara dalam mendukung kelancaran perayaan Natal sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

    Wapres beserta rombongan bertolak dari Jakarta pada Minggu pagi (21/12/2025) sekitar pukul 06.30 WIB menggunakan Pesawat Kepresidenan BAe-RJ85 menuju Sumatra Utara. Setelah menempuh penerbangan selama sekitar 2 jam 35 menit, Wapres tiba di Bandara Udara Binaka, Nias, sekitar pukul 09.00 WIB.

    Mengawali agenda kunjungan, Wapres meninjau SMKN 1 Boronadu di Desa Sifalago Gomo, Kabupaten Nias Selatan, untuk melihat langsung rencana pembangunan jembatan guna meningkatkan konektivitas dan akses masyarakat.

    Selanjutnya, Wapres Ke-14 RI itu meninjau pemasangan sambungan listrik baru bagi warga Desa Hilisebua, Kabupaten Nias, sebagai bagian dari pemerataan akses energi.

    Di wilayah Kepulauan Nias yang dikenal dengan tradisi lompat batu, Wapres juga mengunjungi Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Gunungsitoli untuk memastikan keandalan pasokan listrik.

    Selain itu, Gibran akan menyambangi Gereja BNKP Petrus Ombulata di Kota Gunungsitoli guna meninjau kesiapan perayaan Natal dan memastikan umat dapat beribadah dengan aman dan nyaman.

    Pada hari kedua, Senin (22/12/2025), Wapres melanjutkan kunjungan kerja ke Kabupaten Tapanuli Utara. Ia meninjau lokasi terdampak bencana tanah longsor di Desa Sibalanga, Kecamatan Adian Koting, sekaligus memastikan penanganan pengungsi dan proses pemulihan pascabencana berjalan dengan baik dan terkoordinasi. Di hari yang sama, Wapres juga mengunjungi Gereja GKPI Pearaja Tarutung untuk meninjau pelaksanaan perayaan Natal serta menyapa jemaat.

    Usai rangkaian agenda di Sumatra Utara, Wapres bertolak menuju Kota Bitung, Sulawesi Utara, untuk menghadiri perayaan Natal bersama anak-anak dan masyarakat setempat di GOR Manembo-nembo.

    Kunjungan kerja dilanjutkan pada Selasa (23/12/2025) dengan peninjauan Pasar Bersehati di Kota Manado guna memastikan stabilitas pasokan dan harga bahan kebutuhan pokok menjelang akhir tahun.

    Selain itu, Wapres menghadiri perayaan Natal bersama anak-anak di GPI Pusat Sam Ratulangi, Manado, sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat. Setelah menyelesaikan seluruh agenda, Wapres kembali ke Jakarta pada hari yang sama.

  • Kepala BGN Buka-Bukaan soal MBG Tetap Beroperasi Selama Libur Nataru

    Kepala BGN Buka-Bukaan soal MBG Tetap Beroperasi Selama Libur Nataru

    Bisnis.com, JAKARTA — Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) guna memastikan pemenuhan gizi peserta didik serta kelompok rentan tidak terhenti.

    Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan secara umum skema distribusi MBG selama libur sekolah tetap disesuaikan dengan karakter penerima manfaat.

    “Untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita seperti biasa,” ujar Dadan saat dihubungi Bisnis melalui pesan teks, Minggu (21/12/2025).

    Sementara untuk siswa sekolah, Dadan menjelaskan bahwa setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) perlu melakukan inventarisasi jumlah serta frekuensi kehadiran siswa selama masa libur Nataru.

    “Untuk anak sekolah, masing-masing SPPG perlu melakukan inventarisasi berapa banyak dan berapa sering anak-anak bersedia ke sekolah,” katanya.

    Pada awal masa libur sekolah, lanjut Dadan, siswa akan dibekali makanan siap santap untuk maksimal empat hari dengan menu berkualitas, seperti telur, buah, susu, serta abon atau dendeng. Adapun untuk sisa hari libur, distribusi MBG akan disesuaikan dengan kesiapan siswa.

    “Jika siswa bersedia datang ke sekolah, dibagikan di sekolah. Jika tidak, perlu mulai didata mekanisme delivery ke rumah-rumah atau diambil di SPPG,” jelasnya.

    Dadan menegaskan bahwa pembagian MBG selama libur Nataru tetap berjalan dan tidak dihentikan, kecuali pada hari libur resmi yang ditetapkan sebagai tanggal merah.

    “Tetap lanjut, kecuali di libur-libur resmi tanggal merah,” tegasnya.

    Kebijakan ini sejalan dengan Pedoman Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG Selama Libur Sekolah yang ditetapkan melalui Keputusan Kepala BGN Nomor 52.1 Tahun 2025. Dalam pedoman tersebut, BGN memastikan bahwa alur distribusi MBG tetap berlanjut meski sekolah memasuki masa libur semester.

    Kelompok 3B—yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita—tetap menerima MBG enam hari dalam sepekan tanpa terpengaruh kalender libur sekolah. Sementara itu, siswa dan santri memperoleh paket MBG sesuai mekanisme libur sekolah pada satuan pendidikan atau pesantren yang bersedia hadir untuk pendistribusian.

    Sebelumnya, Kepala Biro Hukum dan Humas BGN Khairul Hidayati menyampaikan bahwa keberlanjutan program ini menjadi prioritas pemerintah karena risiko gizi buruk cenderung meningkat pada masa liburan akibat pola makan yang tidak terpantau.

    “Kita ingin memastikan bahwa gizi anak-anak Indonesia tidak terputus hanya karena libur sekolah. Selama masa liburan, BGN tetap mendistribusikan paket MBG baik kepada siswa maupun kelompok rentan 3B. Ini adalah komitmen kami untuk menjaga keberlanjutan pemenuhan gizi,” ujar Khairul, Rabu (15/12/2025).

    Selama libur sekolah, BGN menerapkan sistem paket kombinasi yang terdiri dari satu menu siap santap yang dimasak langsung oleh SPPG dan dua paket MBG kemasan untuk dibawa pulang. Paket tersebut berisi roti, telur, susu, dan buah yang disesuaikan dengan kaidah gizi seimbang sesuai Angka Kecukupan Gizi (AKG). 

    Menurut Khairul, kebijakan ini diharapkan tidak hanya menjaga ketahanan gizi anak selama libur, tetapi juga memberikan kepastian bagi keluarga penerima manfaat. 

    “Program MBG selama libur sekolah adalah bentuk kepedulian negara. Kami ingin memastikan keluarga tetap merasa tenang karena anak-anak dan kelompok rentan tetap mendapatkan makanan bergizi yang aman dan berkualitas,” pungkasnya.

  • Kepala BGN Buka-Bukaan soal MBG Tetap Beroperasi Selama Libur Nataru

    Kepala BGN Buka-Bukaan soal MBG Tetap Jalan, Meski Libur Nataru

    Bisnis.com, JAKARTA — Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) guna memastikan pemenuhan gizi peserta didik serta kelompok rentan tidak terhenti.

    Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan secara umum skema distribusi MBG selama libur sekolah tetap disesuaikan dengan karakter penerima manfaat.

    “Untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita seperti biasa,” ujar Dadan saat dihubungi Bisnis melalui pesan teks, Minggu (21/12/2025).

    Sementara untuk siswa sekolah, Dadan menjelaskan bahwa setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) perlu melakukan inventarisasi jumlah serta frekuensi kehadiran siswa selama masa libur Nataru.

    “Untuk anak sekolah, masing-masing SPPG perlu melakukan inventarisasi berapa banyak dan berapa sering anak-anak bersedia ke sekolah,” katanya.

    Pada awal masa libur sekolah, lanjut Dadan, siswa akan dibekali makanan siap santap untuk maksimal empat hari dengan menu berkualitas, seperti telur, buah, susu, serta abon atau dendeng. Adapun untuk sisa hari libur, distribusi MBG akan disesuaikan dengan kesiapan siswa.

    “Jika siswa bersedia datang ke sekolah, dibagikan di sekolah. Jika tidak, perlu mulai didata mekanisme delivery ke rumah-rumah atau diambil di SPPG,” jelasnya.

    Dadan menegaskan bahwa pembagian MBG selama libur Nataru tetap berjalan dan tidak dihentikan, kecuali pada hari libur resmi yang ditetapkan sebagai tanggal merah.

    “Tetap lanjut, kecuali di libur-libur resmi tanggal merah,” tegasnya.

    Kebijakan ini sejalan dengan Pedoman Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG Selama Libur Sekolah yang ditetapkan melalui Keputusan Kepala BGN Nomor 52.1 Tahun 2025. Dalam pedoman tersebut, BGN memastikan bahwa alur distribusi MBG tetap berlanjut meski sekolah memasuki masa libur semester.

    Kelompok 3B—yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita—tetap menerima MBG enam hari dalam sepekan tanpa terpengaruh kalender libur sekolah. Sementara itu, siswa dan santri memperoleh paket MBG sesuai mekanisme libur sekolah pada satuan pendidikan atau pesantren yang bersedia hadir untuk pendistribusian.

    Sebelumnya, Kepala Biro Hukum dan Humas BGN Khairul Hidayati menyampaikan bahwa keberlanjutan program ini menjadi prioritas pemerintah karena risiko gizi buruk cenderung meningkat pada masa liburan akibat pola makan yang tidak terpantau.

    “Kita ingin memastikan bahwa gizi anak-anak Indonesia tidak terputus hanya karena libur sekolah. Selama masa liburan, BGN tetap mendistribusikan paket MBG baik kepada siswa maupun kelompok rentan 3B. Ini adalah komitmen kami untuk menjaga keberlanjutan pemenuhan gizi,” ujar Khairul, Rabu (15/12/2025).

    Selama libur sekolah, BGN menerapkan sistem paket kombinasi yang terdiri dari satu menu siap santap yang dimasak langsung oleh SPPG dan dua paket MBG kemasan untuk dibawa pulang. Paket tersebut berisi roti, telur, susu, dan buah yang disesuaikan dengan kaidah gizi seimbang sesuai Angka Kecukupan Gizi (AKG). 

    Menurut Khairul, kebijakan ini diharapkan tidak hanya menjaga ketahanan gizi anak selama libur, tetapi juga memberikan kepastian bagi keluarga penerima manfaat. 

    “Program MBG selama libur sekolah adalah bentuk kepedulian negara. Kami ingin memastikan keluarga tetap merasa tenang karena anak-anak dan kelompok rentan tetap mendapatkan makanan bergizi yang aman dan berkualitas,” pungkasnya.

  • Gunung Semeru Erupsi Lagi (21/12), Tinggi Letusan 1,2 Km

    Gunung Semeru Erupsi Lagi (21/12), Tinggi Letusan 1,2 Km

    Bisnis.com, JAKARTA – Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali erupsi dengan tinggi letusan mencapai 1,2 kilometer di atas puncak pada Minggu pagi (21/12/2025). 

    “Telah terjadi erupsi Gunung Semeru pada tanggal 21 Desember 2025 pukul 05.46 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.200 meter di atas puncak atau 4.876 meter di atas permukaan laut (mdpl),” kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Liswanto dalam laporan tertulis dilansir dari Antara. 

    Menurutnya, kolom abu vulkanik yang menyembur teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan condong ke arah timur laut.

    “Erupsi itu terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sementara ini sekitar 2 menit 12 detik,” tuturnya.

    Ia mengatakan erupsi gunung tertinggi di Pulau Jawa itu tercatat masih berlangsung saat laporan sedang dibuat oleh petugas.

    Berdasarkan data, erupsi Gunung Semeru tercatat sudah enam kali pada Minggu sejak pukul 00.26 WIB hingga pukul 06.00 WIB dengan tinggi letusan bervariasi 500 meter hingga 1.200 meter di atas puncak.

    Saat ini, Gunung Semeru berada pada status Level III atau Siaga, sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi memberikan sejumlah rekomendasi yakni masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

    Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

    “Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu [pijar],” katanya.

    Ia juga meminta masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

  • Kisah Sertu Giman, Sosok Heroik yang Berjibaku saat Aceh Dilanda Banjir Bandang

    Kisah Sertu Giman, Sosok Heroik yang Berjibaku saat Aceh Dilanda Banjir Bandang

    Bisnis.com, JAKARTA — Aceh Tamiang, Senja 26 November itu jatuh dalam keadaan yang tidak biasa. Hujan turun seharian, angin dingin membawa kabar buruk, dan air perlahan naik hingga menelan halaman-halaman rumah di Kecamatan Karangbaru. 

    Dalam hitungan jam, banjir bandang berubah dari kabar menjadi bencana.

    Sertu Giman Saputra, prajurit Koramil 02 Karangbaru, baru saja pulang dari kantor desa sore itu. Air sudah setinggi dada orang dewasa. Ia tidak sempat menyelamatkan kursi, almari, bahkan dokumen rumahnya sendiri. Namun yang paling penting sudah ia lakukan membawa keluarga ke tempat aman.

    Sisanya, hati nuraninya mengambil alih. Saat air makin menggila, telepon masuk ke ponselnya. Tetangga meminta tolong. Anak kecil menangis. Lansia berteriak. Rumah-rumah mulai hanyut satu per satu.

    Tanpa menunggu bantuan SAR atau perahu karet, Giman menghela napas panjang, lalu terjun ke air banjir yang suram itu.

    Ia meminjam sebuah ban bekas dari warga. Ban itu menjadi rakit darurat yang kelak menyelamatkan nyawa banyak orang.

    Satu per satu, ia berenang mundar-mandir dari rumah ke rumah, menembus arus deras sambil menahan napas dingin air yang menggerogoti tubuhnya.

    “Saya sebagai manusia ya punya hati nurani. Saya korbankan nyawa. InsyaAllah sanggup, itu yang saya bilang,” ujarnya, Sabtu (20/12/2025)

    Dalam hitungan jam, 20 jiwa berhasil ia pindahkan dari rumah-rumah yang hampir hanyut ke tempat tinggi.

    Nyawa-Nyawa yang Dititipkan ke Pundak Giman 

    Salah satu momen paling menggetarkan adalah ketika seorang ibu menyerahkan bayinya, baru berusia satu bulan, kepada Giman. Bayi mungil itu tidak bisa digendong saat dibawa berenang. Arus terlalu kuat. Risiko terlalu besar

    Maka Giman meminta sebuah baskom. Ia meletakkan bayi itu di dalamnya, mengikatkan tali, lalu menarik sang bayi sambil berenang, hati-hati menghindari arus pusaran banjir.

    “Ibu itu menangis… karena awalnya mereka panggil tim SAR, tapi tidak datang,” kata seorang warga. “Pak Giman malaikat kirimannya Tuhan.”

    Tak hanya bayi, ada balita, lansia, perempuan, hingga sesama prajurit TNI yang hanyut bersama anaknya. Semuanya berusaha dia selamatkan.

    “Walaupun mau pingsan rasanya. Saya minta pertolongan Ya Allah… beri aku kekuatan.Lalu timbul lagi semangat saya,” tuturnya.

    Bagi Roji, seorang warga kisah penyelamatan itu akan dikenangnya sampai mati.

    Ia sekeluarga terjebak di dalam rumah terendam air hingga lebih dari empat meter. Atap seng tempat mereka bertahan mulai terangkat oleh arus.

    “Tim SAR lewat saja. Kami panggil tidak datang. Kami tidak tahu lagi harus minta tolong ke siapa,” katanya.

    Lalu muncul Giman. Dengan ban dan tali, ia membawa Roji lewat jendela yang hampir pecah diterjang air. Satu per satu anggota keluarga Roji keluar hidup-hidup.

    “Alhamdulillah… malaikat kirim Pak Giman. Puji Tuhan ya. Kalau tidak… habis kami,” kata Roji

    Pada sore hari menjelang magrib, tubuh Giman sudah gemetar. Tangannya luka terkena seng. Kakinya terseret puing. Napasnya satu-satu.

    “Ban dan pelampung dipinjam warga, sudah diambil lagi. Tapi masih ada orang terjebak.”

    Maka ia membuat rakit dari jerigen. Dengan itu ia menyelamatkan empat orang lagi, termasuk seorang prajurit TNI lain dan anaknya. Setelah semuanya aman, ia baru sadar rumahnya sendiri rusak parah. Tapi ia hanya tersenyum kecil.

    “Perasaan saya… senang sekali melihat mereka selamat. Walaupun rumah rusak parah. Namanya juga bencana. Yang penting nyawa mereka selamat.”

    Video Sertu Giman beredar di media sosial. Videonya viral. Warga menangis saat menceritakan jasanya. Namun, ia menganggap apa yang ia lakukan hanyalah bagian kecil dari panggilan hati.

    “Sebagai manusia, saya punya empati. Saya tidak tega. Keluarga saya sudah aman. Tidak mungkin saya biarkan tetangga hanyut,” tuturnya.  

  • Gunung Semeru Kembali Erupsi pada Minggu (21/12)

    Gunung Semeru Kembali Erupsi pada Minggu (21/12)

    Bisnis.com, JAKARTA — Gunung Semeru kembali erupsi dengan tinggi letusan mencapai 1,2 kilometer di atas puncak pada Minggu pagi (21/12/2025). 

    Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Liswanto dalam laporan tertulis menyampaikan telah terjadi erupsi Gunung Semeru pada 21 Desember 2025 pukul 05.46 WIB. 

    “Dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.200 meter di atas puncak atau 4.876 meter di atas permukaan laut (mdpl),” ungkapnya seperti dilansir Antara, Minggu (21/12/2025).

    Menurutnya, gunung berapi yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, itu erupsi dengan kolom abu vulkanik yang menyembur teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan condong ke arah timur laut.

    “Erupsi itu terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sementara ini sekitar 2 menit 12 detik,” tuturnya.

    Dia mengatakan erupsi gunung tertinggi di Pulau Jawa itu tercatat masih berlangsung saat laporan sedang dibuat oleh petugas.

    Berdasarkan data, erupsi Gunung Semeru tercatat sudah enam kali pada Minggu sejak pukul 00.26 WIB hingga pukul 06.00 WIB dengan tinggi letusan bervariasi 500 meter hingga 1.200 meter di atas puncak.

    Saat ini, Gunung Semeru berada pada status Level III atau Siaga, sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi memberikan sejumlah rekomendasi yakni masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

    Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

    “Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),” katanya.

    Dia juga mengimbau masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.